Anda di halaman 1dari 11

4.

2 Marka di landas pacu (runway)


Marka di landas pacu (runway) terdiri atas:
a) runway side stripe marking;
b) runway designation marking;
c) threshold marking;
d) runway center line marking;
e) aiming point marking;
f) touchdown zone marking;
g) displaced threshold marking; dan
h) pre threshold marking.
4.3 Marka di landas ancang (taxiway)
Marka di landas ancang (taxiway) terdiri atas:
a) taxiway center line marking;
b) runway holding position marking;
c) taxiway edge marking;
d) taxi shoulder marking;
e) intermediate holding position marking;
f) exit guide line marking; dan
g) road holding position marking.
4.4 Marka di apron
Marka di apron terdiri atas:
a) apron safety line marking;
b) apron lead in dan lead out line marking;
c) aircraft stop line marking;
d) apron edge line marking;
e) parking stand number marking;
f) aviobridge safety marking;
g) equipment parking area marking;
h) no parking area marking; dan
i) service road marking
marka daerah pergerakan pesawat udara adalah suatu tanda yang dituliskan atau
digambarkan pada permukaan landas pacu, landas ancang dan apron. dengan
maksud untuk memberikan suatu petunjuk, menginformasikan suatu kondisi, dan
batas-batas keselamatan penerbangan.
marka merupakan sesuatu yang berbeda dengan rambu. secara garis besar
perbedaan antara rambu dengan marka adalah, rambu berada di atas jalan, suatu
alat perlengkapan jalan dalam bentuk tertentu yang memuat lambang, huruf, angka,
kalimat dan atau perpaduan di antaranya, yang digunakan untuk memberikan
peringatan, larangan, perintah dan petunjuk. rambu biasanya menggunakan tiang
besi sebagai penyangganya
Jenis Marka Daerah Pergerakan Pesawat Udara
Marka di Landas Pacu (runway)

Marka di Landas Pacu merupakan suatu tanda pada daerah yang diperkeras berbentuk
persegi panjang di bandar udara yang disediakan untuk lepas landas dan pendaratan.
Nama landas pacu diambil dari arahnya dengan pembulatan ke puluhan terdekat, contoh:
36 untuk landas pacu yang mengarah ke 360 derajat (utara). Karena sebuah landas pacu
bisa dipakai dua arah, penamaan pun ada dua dengan selisih 18. Contoh: landas pacu 09/27.
Apabila bandara memiliki beberapa landas pacu dengan arah sama, akan diidentifikasi
dengan penambahan huruf L, C, dan R untuk Left, Center, dan Right (kiri, tengah, kanan)
yang ditambahkan di akhir. Contoh: landas pacu 02R/20L. [5]

Pada umumnya landasan pacu memiliki lapisan aspal "hotmix" dengan identifikasi angka
derajat dan arah yang dituliskan dengan huruf, serta garis garis yang mirip dengan "zebra
cross" pada ujung ujungnya yang semakin berkurang jumlah garisnya bila menuju ke
tengah landasan yang menunjukkan saat saat pesawat harus touch down (roda roda
menyentuh landasan saat mendarat) serta take off (melandas). Pada landasan-landasan
tertentu, ujung ujung landasan yang digunakan untuk touch down atau take off digunakan
lapisan beton, bukan aspal, untuk menghindari melelehnya aspal pada saat pesawat take
off dengan kekuatan mesin penuh, khususnya pesawat tempur yang menggunakan
mekanisme afterburner sehingga menimbulkan semburan api pada nozzle (saluran
buang) mesin pesawat. Aspal yang digunakan yang terbaik adalah aspal alam, dan yang
terbaik digunakan adalah aspal yang dihasilkan dari negara Trinidad dan Tobago dan juga
di Indonesia yakni dari pulau Button, jadi tidak menggunakan aspal hasil olahan minyak
[6]

bumi, yang mudah mencair dan melunak akibat panas matahari, tekanan dan panas yang
ditimbulkan dari semburan gas buang mesin pesawat. Pada bagian bawah lapisan aspal
digunakan lapisan batu kali, bukan batu koral seperti halnya penggunaan pengaspalan jalan
raya. Landasan pacu dibuat dengan perhitungan teknis tertentu sehingga permukaannya
tetap kering, sekalipun pada musim hujan, dan mencegah tergenangnya landasan yang
mengakibatkan pesawat mengalami aquaplanning, terutama saat mendarat yang sangat
membahayakan. [5]

Jenis Fungsi
Runway Side Garis putih solid maupun tunggal yang terletak pada sepanjang tepi runway untuk
Stripe Marking tanda batas tepi runway.
Garis berwarna putih dalam bentuk dua angka atau kombinasi dua angka dan satu
Runway
huruf tertentu terletak pada threshold dan runway center line marking sebagai
Designation
identitas runway. Fungsinya adalah sebagai petunjuk arah runway yang digunakan
Marking
untuk lepas landas dan pendaratan.
Tanda berupa garis putih sejajar dengan arah runway yang terletak 6 meter dari
Threshold
awal runway yang berfungsi sebagai tanda permulaan yang digunakan untuk
Marking
pendaratan.
Terdiri dari garis putus-putus berwarna putih terletak di tengah sepanjang
Runway Center runway. Merupakan suatu garis dan celah yang memiliki panjang tidak kurang dari
Line Marking 50 meter dan tidak lebih dari 75 meter yang berfungsi sebagai petunjuk garis
tengah runway.
Tanda di runway yang terdiri dari dua garis lebar berwarna putih sebagai
Aiming Point
penunjuk tempat pertama roda pesawat yang diharapkan untuk menyentuh runway
Marking
saat mendarat.
Tanda pada runway yang terdiri dari garis-garis berwarna putih berpasangan di
Touchdown
kiri-kanan garis tengah runway sebagai penunjuk panjang runway yang masih
Zone Marking
tersedia pada saat melakukan pendaratan.
Tanda berwarna kuning pada ujung runway berbentuk panah atau tanda silang.
Displaced
Tanda panah sebagai penunjuk runway yang hanya dapat digunakan untuk tinggal
Threshold
landas. Tanda silang berfungsi sebagai penunjuk bagian runway tidak dapat
Marking
dipergunakan.
Merupakan tanda berwarna kuning yang ditempatkan di luar ujung runway di
Pre-Threshold
belakang threshold panah. Fungsinya sebagai penunjuk bahwa daerah tidak boleh
Marking
dipergunakan untuk tinggal dan lepas landas.

Marka di Landas Ancang (taxiway)

Marka di landas ancang adalah suatu tanda pada jalan di jalur tertentu di bandar udara
yang disediakan untuk pergerakan pesawat udara dari suatu tempat lainnya di darat.
Taxiway adalah jalur di bandara yang menghubungkan landasan pacu dengan jalur landai,
hangar, terminal dan fasilitas lainnya. Taxiway kebanyakan memiliki permukaan yang keras
seperti aspal atau beton. Namun terkadang bandara yang lebih kecil atau belum memenuhi
kriteria internasional menggunakan kerikil atau rumput. bandara yang padat jadwal dan
sibuk biasanya membangun taxiway berkecepatan tinggi untuk memungkinkan pesawat
meninggalkan landasan pacu pada kecepatan yang lebih tinggi. Hal ini membuat pesawat
untuk mengosongkan landasan pacu lebih cepat, dan pesawat lainnya untuk mendarat atau
berangkat dalam ruang waktu yang lebih singkat. [7]

Jenis Fungsi
Merupakan suatu tanda dengan garis lebar 0.15m berwarna kuning sebagai
Taxiway Center Line
pemberi tuntunan kepada pesawat udara dari runway menuju apron atau
Marking
sebaliknya.
Tanda garis yang melintang di taxiway berupa dua garis solid dan dua garis
Runway Holding
terputus-putus berwarna kuning sebagai tanda bagi pesawat untuk berhenti
Position Marking
sebelum memperoleh izin memasuki runway.
Taxiway Edge Garis berwarna kuning sepanjang tepi taxiway sebagai penunjuk batas
Marking pinggir taxiway.
Tanda berupa garis-garis berwarna kuning terletak di sebelah luar taxiway
Taxi Shoulder
edge marking dan merupakan bahu taxiway sebagai tanda yang menunjukkan
Marking
tidak boleh dilalui pesawat udara
Intermediate
Tanda pada persimpangan taxiway yang berupa garis putus-putus berwana
Holding Position
kuning sebagai penunjuk letak persimpangan taxiway.
Marking
Garis kuning yang terletak di runway dan menghubungkan taxiway center
Exit Guide Line
line sebagai pemberi tuntunan keluar masuk pesawat udara menuju landas
Marking
pacu atau sebaliknya.
Tanda garis melintang di taxiway berupa dua garis solid dan dua garis
Road Holding
terputus-putus berwarna putih yang berguna sebagai tanda kendaraan untuk
Position Marking
berhenti seelum memperoleh izin memasuki atau menyebrangi runway.
Marka di Apron

Daerah atau tempat di bandar udara yang telah ditentukan guna menempatkan pesawat
udara, menurunkan dan menaikkan penumpang, kargo, pos, pengisian bahan bakar dan
perawatan ringan pesawat udara. Apron adalah bagian penting dari bandar udara yang
digunakan sebagai tempat parkir pesawat terbang. Selain untuk parkir, pelataran pesawat
(Apron) digunakan untuk mengisi bahan bakar, menurunkan penumpang, dan menaikkan
penumpang pesawat terbang. Apron berada pada sisi bandar udara (airport side) yang
langsung bersinggungan dengan bangunan terminal, dan juga dihubungkan dengan jalan
rayap (taxiway) yang menuju ke landas pacu. [8]

Jenis Fungsi
Apron Adalah garis merah pada apron yang lebarnya 0.20 meter yang
Boundary/Security Line berfungsi sebagai penunjuk batas antara apron, taxiway, aircraft stand
Marking taxi line atau daerah parking stand.
Merupakan marka atau garis merah tidak terputus pada apron dengan
lebarnya 0.15m. Fungsinya adalah menunjukkan batas yang aman bagi
Apron Safety Line
pesawat udara dari pergerakan peralatan pelayanan darat (GSE). Suatu
Marking
daerah tertutup tempat pesawat udara di parkir selama
pelayanan grown handling diberikan.
Equipment parking Area Garis putih yang berfungsi sebagai suatu area yang terletak pada jarak
Marking/Equipment aman di luar aircraft safety area yang digunakan sebagai pembatas
Staging Area parkir dan pesawat udara
Garis kuning di apron dengan lebar 0.15m sebagai pedoman yang
Apron Lead-in dan
digunakan oleh pesawat udara untuk melakukan ancangan ke dalam atau
Lead-out Line Marking
keluar apron
Aircraft Nose Wheel Tanda berupa garis berwarna kuning sebagai tempat berhenti pesawat
Stopping Position udara yang parkir. terletak di apron area pada perpanjangan lead-in dan
Marking berjarak 6 meter dari akhir garis lead-in.
Garis kuning di sepanjang tepi apron untuk menunjukkan batas tepi
Apron Edge Line Marking
apron
Tanda di apron berupa huruf dan angka yang berwarna kuning dengan
Parking Stand Number
latar belakang hitam yang berfungsi sebagai penunjuk nomor tempat
Marking
parkir pesawat udara
Tanda di apron berupa garis-garis merah yang yang terletak di dekat
aircraft parking stand berbentuk trapesium berfungsi sebagai
Aviobridge Safety Zone penunjuk daerah aerobridge atau garbarata. Garbarata merupakan
Marking sarana berupa jembatan yang dapat diatur langsung ke pintu pesawat
udara, digunakan untuk naik atau turun penumpang, dari dan ke ruang
tunggu.
No Parking Area Tanda berbentuk persegi panjang dengan garis-garis berwarna merah
Marking yang tidak boleh digunakan untuk parkir peralatan
Tanda berupa dua garis pararel sebagai batas pinggir jalan dan garis
putus-putus sebagai petunjuk sumbu jalan, berwarna putih dengan lebar
Service Road Marking garis 0.15m sebagai jalan pelayanan umum bagi kendaraan atau
peralatan yang membatasi sebelah kanan dan kiri yang memungkinkan
pergerakan peralatan (GSE) terpisah dengan pesawat udara

Bahan Pembuat Marka


Marka Non-Mekanik
Marka jalan merupakan campuran antara bahan pengikat, pewarna, dan bola kaca kecil
yang berfungsi untuk memantulkan cahaya lampu agar marka dapat terlihat dengan jelas
pada malam hari. Bahan dapat dikelompokkan atas:

 Cat, biasanya merupakan marka jalan yang dapat dengan cepat hilang, sehingga
hanya baik digunakan pada bagian jalan yang jarang dilewati oleh kendaraan. [9]

 Termoplastic, adalah bahan yang digunakan pada arus lalu lintas yang tinggi,
penerapannya dilakukan dengan pemanasan material marka jalan kemudian
dihamparkan dijalan dengan menggunakan alat. [9]

 Cold-plastic, seperti termoplastik digunakan pada jalan dengan arus yang tinggi,
menggunakan resin dan pengeras yang dicampurkan sebelum penghamparan
dijalan dengan menggunakan alat khusus untuk itu. [9]

Marka Mekanik

Marka mekanik adalah paku jalan yang biasanya dilengkapi dengan reflektor. Marka jenis
ini ditanam atau dipaku ke permukaan jalan melengkapi marka non mekanik. [9]

Peraturan Marka Daerah Pergerakan Pesawat


Udara di Indonesia
Marka pada daerah pergerakan pesawat di bandar udara di Indonesia diatur oleh
peraturan menteri perhubungan nomor: KM 21 tahun 2005 tentang pemberlakuan standar
nasional Indonesia (SNI) 03-7095-2005 mengenai marka dan rambu pada daerah
pergerakan pesawat udara di bandar udara sebagai standar wajib. Peraturan menteri ini
ditetapkan di Jakarta pada tanggal 4 Mei 2005 oleh menteri perhubungan pada saaat itu
yaitu M. Hatta Rajasa. [1]

Catatan Kaki
1. ^ a b "Peraturan Mentrei No. 21 Tahun 2005". Diakses 2013-03-18.
2. ^ "Pengertian Rambu". Diakses 2013-03-28.
3. ^ a b "Perbedaan Marka dengan Rambu". Diakses 2013-03-26.
4. ^ "Pengertian Marka". Diakses 2013-03-28.
5. ^ a b "Penamaan Landas Pacu". Diakses 2013-03-28.
6. ^ "Aspal Alam". Diakses 2013-03-28.
7. ^ "Pengertian Taxiway". Diakses 2013-03-28.
8. ^ "Pengertian Apron". Diakses 2013-03-28.
9. ^ a b c d "Bahan Marka Jalan". Diakses 2013-03-28.

Pranala Luar
 Bahan Marka
 Marka Apron
 Apron Bandara
 Peraturan Menteri
 Perbedaan Marka dengan Rambu
 Aspal Alam

Sumber : PUSAT ENSIKLOPEDI BERBAHASA INDONESIA


MARKA DAERAH PERGERAKAN PESAWAT UDARA
 http://71.silaturahim.web.id/id3/1812-1710/Marka-Daerah-Pergerakan-Pesawat-Udara_196444
thamrin_71-silaturahim.html

Marka di Apron[sunting | sunting sumber]


Daerah atau tempat di bandar udara yang telah ditentukan guna menempatkan
pesawat udara, menurunkan dan menaikkan penumpang, kargo, pos, pengisian
bahan bakar dan perawatan ringan pesawat udara. Apron adalah bagian penting dari
bandar udara yang digunakan sebagai tempat parkir pesawat terbang. Selain untuk
parkir, pelataran pesawat (Apron) digunakan untuk mengisi bahan bakar,
menurunkan penumpang, dan menaikkan penumpang pesawat terbang. Apron
berada pada sisi bandar udara (airport side) yang langsung bersinggungan dengan
bangunan terminal, dan juga dihubungkan dengan jalan rayap (taxiway) yang menuju
ke landas pacu.[8]

Jenis Fungsi

Adalah garis merah pada apron yang lebarnya 0.20


Apron
meter yang berfungsi sebagai penunjuk batas antara
Boundary/Security Line
apron, taxiway, aircraft stand taxi line atau daerah
Marking
parking stand.

Merupakan marka atau garis merah tidak terputus


pada apron dengan lebarnya 0.15m. Fungsinya adalah
Apron Safety Line menunjukkan batas yang aman bagi pesawat udara
Marking dari pergerakan peralatan pelayanan darat (GSE).
Suatu daerah tertutup tempat pesawat udara di parkir
selama pelayanan grown handling diberikan.

Equipment parking Garis putih yang berfungsi sebagai suatu area yang
Area terletak pada jarak aman di luar aircraft safety area
Marking/Equipment yang digunakan sebagai pembatas parkir dan pesawat
Staging Area udara

Garis kuning di apron dengan lebar 0.15m sebagai


Apron Lead-in dan
pedoman yang digunakan oleh pesawat udara untuk
Lead-out Line Marking
melakukan ancangan ke dalam atau keluar apron

Aircraft Nose Wheel


Stopping Position Tanda berupa garis berwarna kuning sebagai tempat
Marking berhenti pesawat udara yang parkir. terletak di apron
area pada perpanjangan lead-in dan berjarak 6 meter
dari akhir garis lead-in.

Apron Edge Line Garis kuning di sepanjang tepi apron untuk


Marking menunjukkan batas tepi apron

Tanda di apron berupa huruf dan angka yang berwarna


Parking Stand Number
kuning dengan latar belakang hitam yang berfungsi
Marking
sebagai penunjuk nomor tempat parkir pesawat udara

Tanda di apron berupa garis-garis merah yang yang


terletak di dekat aircraft parking stand berbentuk
trapesium berfungsi sebagai penunjuk daerah
Aviobridge Safety Zone
aerobridge atau garbarata. Garbarata merupakan
Marking
sarana berupa jembatan yang dapat diatur langsung ke
pintu pesawat udara, digunakan untuk naik atau turun
penumpang, dari dan ke ruang tunggu.

Tanda berbentuk persegi panjang dengan garis-garis


No Parking Area
berwarna merah yang tidak boleh digunakan untuk
Marking
parkir peralatan

Tanda berupa dua garis pararel sebagai batas pinggir


jalan dan garis putus-putus sebagai petunjuk sumbu
jalan, berwarna putih dengan lebar garis 0.15m
Service Road Marking sebagai jalan pelayanan umum bagi kendaraan atau
peralatan yang membatasi sebelah kanan dan kiri yang
memungkinkan pergerakan peralatan (GSE) terpisah
dengan pesawat udara

MARKA DI APRON (Petunjuk


Pergerakan Pesawat Udara Di Apron)
1. APRON SAFETY LINE

a. Adalah garis berwarna merah yang berada di Apron dengan lebar 0.15
meter.
b. Fungsinya menunjukan batas yang aman bagipesawat udara dari
pergerakan peralatan pelayanan darat (GSE).
c. Letak disekeliling peaswat udara.

2. AIRCRAFT LEAD-IN DAN LEAD-OUT LINE MARKING

a. Adalah garis yang berwarna kuning di Apron dengan lebar 0,15 m.


b. Fungsinya sebagai pedoman yang digunakan oleh peaswat udara
melakukan taxi dari taxiway ke Apron atau sebaliknya.

c. Letaknya di Apron area.

3. AIRCRAFT STOP LINE MARKING

a. Adalah tanda berupa garis atau bar berwarna kuning.

b.Fungsinya sebagai tanda tempat berhenti pesawat udara yang parkir.

c.Letaknya di Apron area pada perpanjangan lead-in berjarak 6 m dari akhir lead- in

line.

4. APRON EDGE LINE MARKING

a. Adalah garis berwarna kunimg disepanjang tepi Apron.

b. Fungsinya menunjukan batas tepi Apron.

c. Letak pada sepanjang tepi Apron.


5. PARKING STAND NUNMBER MARKING

a. Adalah tanda di apron berupa huruf dan angka yang berwarna kuning dengan latar
belakang warna hitam.

b. Fungsinya menunjukan nomor tempat parkir peaswat udara.

c. Letak di Apron area

6. AVIOBRIDGE SAFETY MARKING

a. Adalah garis berwarna merah yang berada di Apron dengan lebar 0.15 meter.

b. Fungsinya menunjukan batas yang aman bagipesawat udara dari


pergerakan peralatan pelayanan darat (GSE).

c. Letak disekeliling peaswat udara.

7. EQUIPMENT PARKING AREA MARKING

a. Adalah tanda berupa garis yang berwarna putih dengan lebar 0,15 m.

b. Fungsinya sebagai pembatas pesawat udara denagn area yang diperuntukan


sebagai tempat parkir peralatan pelayanan darat pesawat udara.
c. Letak di Apron area.

8. NO PARKING AREA MARKING

a. Adalah tanda yang berbentuk persegi panjang dengan garis-garis berwarna merah
yang tidak boleh digunakan untuk parkir peralatan.

b. Fungsinya :

- Digunakan untuk manuver towing tractor.

- Digunakan untuk kendaraan bila terjadi emergency.

c. Letak didepan pesawat udara.

9. SERVICE ROAD MARKING

a. Adalah tanda berupa 2 (dua) garis yang parallel sebagai batas pinggir jalan dan
garis putus-putus sebagai petunjuk sumbu jalan berwarna putih dengan lebar garis
0,15 m.

a. Fungsinya membatasi sebelah kanan dan kiri yang memungkinkan pergerakan


peralatan (GSE) terpisah dengan pesawat udara.

b. Letak di Apron Area.

Diposting oleh Afen Sena di Minggu, Mei 18, 2008


ANGKASA
Sumber :

SENA
Mengisi Ruang Wacana Angkasa Indonesia Secara Cerdas,
Mapan dan Berwibawa
http://angkasasena.blogspot.co.id/2008/05/marka-di-apron-petunjuk-pergerakan.html