Anda di halaman 1dari 2

Strategi

Strategi whole food market adalah terus bertumbuh. Peningkatan pertumubuhan toko dari tahun
ketahun mulai sejak berdirinya whole food market sejak 1980 dilakukan dengan membukaan
toko baru dan pada 2007 whole food market mengejar pertumbuhan toko melalui proses
akuisisi Wild Oats Market dengan biaya akuisisi senilai 354 miliar dollar. Pada 1992 whole food
market telah memilki 3 toko kemudian melakukan IPO pertama kalinya dan whole food market
memiliki sebanyak 456 toko pada akhir tahun 2016.

Penentuan lokasi toko Whole foods market juga melalui pemilihan tempat yang berfokus pada
wilayah metropolitan, perkotaan, lokasi dengan belanja lalu lintas yang padat. Strategi lokasi
memungkinkan Whole foods market untuk membangun toko yang cukup besar untuk memberi
pengalaman berbelanja unik bagi pembeli yang memasarkan makanan alami dan organik
dengan cara yang sama sekali berbeda dari pengalaman belanja bahan makanan yang
diberikan oleh pesaing seperti Kroger dan Publix.

Strategi merchandising Whole foods market adalah komponen kunci lain dari strategi
perusahaan; tidak ada dua toko yang persis sama dan disesuaikan agar sesuai dengan ukuran
dan susunan area lokal. Konsepnya adalah menciptakan suasana toko yang membuat orang
tertarik dan interaktif untuk berbelanja makanan. Berbelanja bahan makanan umunya menjadi
pekerjaan rumah namun Whole foods market menjadikannya pengalaman berbelanja bahan
makanan yang menyenangkan karena toko Whole foods market memiliki karyawan yang siap
menawarkan bantuan kepada Pelanggan mengenai bahan makanan yang mencakup berbagai
pilihan dari makanan dan jus, sampanye dan tiram, sebuah pub, 600 pilihan keju, 1800 pilihan
anggur, makanan laut, bunga potong segar dan produk lainnya.

Strategi diferensiasi juga digunakan oleh Whole foods market dalam bisnisnya yang membuat
perusahaan Whole foods market berbeda dari perusahaan lainnya. Whole foods market
menjual bahan-bahan makanan yang organik dengan berbagai lini produk seperti daging,
makanan laut segar, bahan kue, bahan makanan, bahan makanan yang dibekukan, bahan
makanan yang dikeringkan, bir, dan lini produk label pribadi 365 Organic Everyday Value.
Semua toko ritel Whole Foods Market di Amerika Utara "Bersertifikat Organik" oleh Peternak
Organik Bersertifikasi California yang merupakan pemberi sertifikasi pihak ketiga yang terdaftar
di USDA. Selain strategi diferensiasi dengan banyaknya lini produk yang disediakan, Whole
Foods Market juga menggunakan strategi Harga yang kompetitif dalam menjual produknya
yang berkualitas. Harga Whole foods market biasanya lebih tinggi daripada yang bisa
ditemukan di supermarket tradisional. Hal ini disebabkan oleh biaya produksi produk makanan
alami dan organik dan desakan Whole foods market terhadap kualitas produk yang tinggi.

Whole foods market mempekerjakan personil yang selaras dengan gaya hidup sehat. Karyawan
Whole foods market dilatih untuk bersikap sopan dan mendorong pelanggan menjadi
pendukung misi Whole foods market. Dengan demikian, Whole foods market mampu
mempertahankan anggaran iklan hanya sebesar 0,5 persen dan sebaliknya mengandalkan
strategi kunci dari mulut ke mulut dan karyawan yang bekerja di dalamnya.