Anda di halaman 1dari 15

MA AS-SALAMAH PATI

MODUL KALKULUS
DIFERENSIAL
Untuk MA Kelas XI IPS
REFNIDA, S.P.
2010
KALKULUS DIFERENSIAL (TURUNAN)

A. TURUNAN FUNGSI ALJABAR


1. Laju Perubahan Kedudukan Terhadap Waktu
a. Kecepatan Rata-Rata
Apabila jarak dilambangakan S dan waktu dilambangkan t maka fungsi jarak
terhadap waktu dilambangkan S = f(t).
Kecepatan rata-rata merupakan perpindahan jarak dalam selang waktu tertentu.
Sehingga secara matematis:

𝑝𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎𝑕𝑎𝑛 𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘
𝐾𝑒𝑐𝑒𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 =
𝑝𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎𝑕𝑎𝑛 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢
𝑆2 − 𝑆1 𝑓(𝑡2 ) − 𝑓(𝑡1 )
𝑣= =
𝑡2 − 𝑡1 𝑡2 − 𝑡1
Contoh soal:
Sebuah peluru bergerak vertikal ke atas dengan kecepatan awal 100 m/s sesuai
persamaan 𝑆 = 100𝑡 − 3𝑡 2 . Tentukan kecepatan rata-rata peluru dari t=1
sampai t=2!
Jawab:
𝑓(𝑡2 ) − 𝑓(𝑡1 ) 𝑓(2) − 𝑓(1)
𝑣= =
𝑡2 − 𝑡1 2−1
100 2 − 3 22 − 100 1 − 3 12
=
2−1
188 − 97
= = 91 𝑚/𝑠
1
b. Kecepatan Sesaat
Misalkan pada 𝑡1 = 𝑥, jarak yang ditempuh adalah 𝑆1 = 𝑓(𝑥) dan pada
𝑡2 = 𝑥 + 𝑕, jarak yang ditempuh adalah 𝑆2 = 𝑓(𝑥 + 𝑕). Maka kecepatan rata-
ratanya adalah:
𝑆2 − 𝑆1 𝑓(𝑥 + 𝑕) − 𝑓(𝑥)
𝑣= =
𝑡2 − 𝑡1 𝑥+𝑕−𝑥
𝑓(𝑥 + 𝑕) − 𝑓(𝑥)
𝑣=
𝑕
Jika kita ambil h yang sangat kecil (infenitesimal) sehingga mendekati nol, maka
kecepatan rata-rata pada 𝑡 = 𝑥 sampai 𝑡 = 𝑥 + 𝑕 dianggap merupakan
kecepatan sesaat pada 𝑡 = 𝑥. Kita bisa menuliskan rumusnya menjadi:
𝑓(𝑥 + 𝑕) − 𝑓(𝑥)
𝑣 𝑥 = lim
𝑕→0 𝑕
Contoh soal:
Suatu benda bergerak memenuhi persamaan 𝑆 = 20𝑡 − 𝑡 2 . Carilah kecepatan
sesaat pada t=5 sekon!
Jawab:
𝑓 𝑥+𝑕 −𝑓 𝑥
𝑣 𝑥 = lim
𝑕→0 𝑕
𝑓 5+𝑕 −𝑓 5
𝑣 5 = lim
𝑕→0 𝑕
20 5 + 𝑕 − 5 + 𝑕 2 − 20.5 − 52
= lim
𝑕→0 𝑕

DIFERENSIAL REFNIDA, S.P. – MA AS-SALAMAH PATI -


100 + 20𝑕 − 25 − 10𝑕 − 𝑕2 − 100 + 25
= lim
𝑕→0 𝑕
10𝑕 − 𝑕2
= lim
𝑕→0 𝑕
= lim 10 − 𝑕
𝑕→0
= 10 𝑚/𝑠

2. Pengertian Turunan Pertama


Turunan pertama suatu fungsi aljabar
didefinisikan sebagai gradien (m) dari
fungsi tersebut.
Gradien dari suatu garis didefinisikan
sebagai tangen dari sudut garis terhadap
sumbu x (θ)
∆𝑦
𝑚 = tan 𝜃 =
∆𝑥
Kemiringan suatu garis lurus adalah tetap
di seluruh segmen garis.
Akan tetapi, jika ada suatu fungsi yang tidak linear (berbentuk kurva) maka
kemiringannya tidak tetap. Misal pada gambar berikut ini
Seandainya A(x1,y1) dan B(x2,y2) merupakan titik
yang terletak pada kurva y=f(x), maka gradien
garis AB adalah
𝑦2 − 𝑦1 ∆𝑦
𝑚𝐴𝐵 = =
𝑥2 − 𝑥1 ∆𝑥
Jika titik B dipindahkan sepanjang kurva
mendekati titik A, maka gradiennya akan
berubah-ubah. Perubahan nilai gradien itu
semakin lama semakin kecil yang mendekati
nilai batas yang tetap. Dikatakan gradien AB
mendekati nilai limit yang konstan dan disebut kemiringan dari sudut kurva pada
(x1,y1). Kemiringan dari f(x) pada (x1,y1) disebut sebagai turunan pertama dari fungsi
pada titik itu dan dituliskan sebagai
∆𝑦
lim 𝑚𝐴𝐵 = lim
∆𝑥→0 ∆𝑥→0 ∆𝑥
Jika notasi (x,y) untuk titik stasioner (x1,y1) dan notasi 𝑥 + ∆𝑥, 𝑦 + ∆𝑦 untuk titik
perpindahan (x2,y2), maka turunan pertama suatu fungsi y=f(x) terhadap x adalah
𝑑𝑦 Δ𝑦 𝑓 𝑥 + ∆𝑥 − 𝑓(𝑥)
= lim = lim
𝑑𝑥 ∆𝑥→0 Δ𝑥 ∆𝑥→0 ∆𝑥
Simbol turunan (diferensial) dari fungsi y=f(x) adalah:
𝑑𝑦 ′ ′ 𝑑 𝑑
;𝑦 ;𝑓 𝑥 ; 𝑦 ; 𝑓 𝑥 .
𝑑𝑥 𝑑𝑦 𝑑𝑥
Contoh soal:
Carilah turunan fungsi 𝑓 𝑥 = 2𝑥 2 − 3 pada 𝑥 = 2.
Jawab:
Turunan 𝑓(𝑥) pada 𝑥 = 2 adalah
𝑓 2 + ∆𝑥 − 𝑓 2
𝑓 ′ 2 = lim
∆𝑥→0 ∆𝑥

DIFERENSIAL REFNIDA, S.P. – MA AS-SALAMAH PATI -


2
− 3 − 2. 22 − 3
2 2 + ∆𝑥
= lim
∆𝑥→0 ∆𝑥
8 + 8∆𝑥 + 2∆𝑥 2 − 3 − 8 + 3
= lim
∆𝑥→0 ∆𝑥
= lim 8 + 2∆𝑥
∆𝑥→0
=8

∴ 𝑓′ 2 = 8
Latihan Soal 1
𝑓 𝑥+∆𝑥 −𝑓(𝑥)
1. Gunakan lim∆𝑥→0 untuk menentukan turunan masing-masing fungsi
∆𝑥
pada nilai x berikut ini:
a. 𝑓 𝑥 = 𝑥 2 − 5𝑥 + 1 pada 𝑥 = 2
b. 𝑓 𝑥 = 6𝑥 − 3 pada 𝑥 = 9
c. 𝑓 𝑥 = 𝑥 + 1 (𝑥 − 1) pada 𝑥 = 1 2
2. Jika turunan pertama fungsi f(x) adalah
𝑓 𝑥 + 𝑕 − 𝑓(𝑥)
𝑓 ′ 𝑥 = lim
𝑕→0 𝑕
Maka tentukanlah 𝑓 ′ 𝑥 bila:
a. 𝑓 𝑥 = 3𝑥 − 2𝑥 2
b. 𝑓 𝑥 = 13 − 12𝑥 + 𝑥 2

3. Rumus-Rumus Turunan Fungsi 𝒚 = 𝒇(𝒙)


Ada beberapa rumus umum yang dapat kita gunakan untuk menentukan turunan
pertama dari fungsi 𝑦 = 𝑓(𝑥).
1. 𝑓 𝑥 = 𝑐 maka 𝑓 ′ 𝑥 = 0, dengan 𝑐 =konstanta.
2. 𝑓 𝑥 = 𝑎𝑥 𝑛 , maka 𝑓 ′ 𝑥 = 𝑛. 𝑎𝑥 𝑛 −1 .
3. Jika 𝑢 = 𝑓(𝑥) dan 𝑣 = 𝑔 𝑥 .
𝑕 𝑥 = 𝑢 + 𝑣, maka 𝑕′ 𝑥 = 𝑢′ + 𝑣 ′ .
𝑕 𝑥 = 𝑢 − 𝑣, maka 𝑕′ 𝑥 = 𝑢′ − 𝑣 ′ .
𝑕 𝑥 = 𝑢𝑣, maka 𝑕′ 𝑥 = 𝑢′ 𝑣 + 𝑢𝑣 ′ .
𝑢 𝑢 ′ 𝑣−𝑣 ′ 𝑢
𝑕 𝑥 = 𝑣 , maka 𝑕′ 𝑥 = 𝑣 2 , 𝑣 ≠ 0.
𝑕 𝑥 = 𝑢𝑛 , maka 𝑕′ 𝑥 = 𝑛𝑢𝑛−1 𝑢′ .

Contoh soal:
𝑑𝑦
1. Carilah 𝑑𝑥 dari:
a. 𝑦 = 2.
b. 𝑦 = 2𝑥 2 − 8𝑥 + 1.
c. 𝑦 = 2𝑥 + 9 𝑥 2 − 2 .
𝑥 2 −4
d. 𝑦 = 3𝑥
e. 𝑦 = (6𝑥 + 2)18
Jawab:
1. Kita dapat menggunakan rumus umum diferensial untuk menyelesaikan soal
tersebut.
a. 𝑦 = 2
𝑑𝑦
Karena 2 merupakan konstanta, maka 𝑑𝑥 = 0

DIFERENSIAL REFNIDA, S.P. – MA AS-SALAMAH PATI -


b. 𝑦 = 2𝑥 2 − 8𝑥 + 1
𝑑𝑦
= 2.2𝑥 2−1 − 1.8𝑥 1−1 + 0.1𝑥 0−1
𝑑𝑥
= 4𝑥 − 8
c. 𝑦 = 2𝑥 + 9 𝑥 2 − 2
Misalkan 𝑢 = (2𝑥 + 9) dan 𝑣 = (𝑥 2 − 2)
𝑑𝑦
= 𝑢′ 𝑣 + 𝑢𝑣 ′
𝑑𝑥
= 2 𝑥 2 − 2 + 2𝑥 + 9 2𝑥
= 2𝑥 2 − 4 + 4𝑥 2 + 18𝑥
= 6𝑥 2 + 18𝑥 − 4
𝑥 2 −4
d. 𝑦 = 3𝑥
Misalkan 𝑢 = 𝑥 2 − 4 dan 𝑣 = 3𝑥
𝑑𝑦 𝑢′ 𝑣 − 𝑣 ′ 𝑢
=
𝑑𝑥 𝑣2
2𝑥 3𝑥 − 3 𝑥 2 − 4
=
3𝑥 2
6𝑥 2 − 3𝑥 2 + 12
=
9𝑥 2
2
3𝑥 + 12
=
9𝑥 2
2
𝑥 +4
=
3𝑥 2
e. 𝑦 = (6𝑥 + 2)18
𝑑𝑦
= 18 6 6𝑥 + 2 18−1
𝑑𝑥
= 108(6𝑥 + 2)17
Latihan Soal 2
𝑑𝑦
1. Carilah nilai 𝑑𝑥 dari fungsi-fungsi dibawah ini!
a. 𝑦 = 2𝑥 − 2.
b. 𝑦 = 𝑥 𝑥 3 − 8𝑥 2
c. 𝑦 = 3 𝑥 − 8.
d. 𝑦 = 1 𝑥 − 𝑥 2 − 1.
3𝑥−1
e. 𝑦 = 𝑥−9
f. 𝑦 = (2𝑥 2 − 4𝑥 + 3)20
2. Sebuah peluru bergerak memenuhi persamaan 𝑕 𝑡 = 98𝑡 − 3𝑡 2 . Tentukan:
a. Kecepatan sesaat peluru pada 𝑡 = 10𝑠.
b. Percepatan sesaat peluru. (gunakan turunan kedua)

B. TURUNAN FUNGSI TRIGONOMETRI


1. Turunan fungsi 𝒚 = 𝐬𝐢𝐧 𝒙
Misalkan 𝑓 𝑥 = sin 𝑥, maka 𝑓 ′ (𝑥) dapat dicari menggunakan:
𝑓 𝑥 + ∆𝑥 − 𝑓 𝑥
𝑓 ′ 𝑥 = lim
∆𝑥→0 ∆𝑥
sin 𝑥 + ∆𝑥 − sin 𝑥
= lim
∆𝑥→0 ∆𝑥

DIFERENSIAL REFNIDA, S.P. – MA AS-SALAMAH PATI -


1 1
2 cos 2 𝑥 + ∆𝑥 + 𝑥 sin 2 𝑥 + ∆𝑥 − 𝑥
= lim
∆𝑥→0 ∆𝑥
1
sin 2 ∆𝑥 1
= lim . lim 2 cos 2𝑥 + ∆𝑥
∆𝑥→0 ∆𝑥 ∆𝑥→0 2
1
= 2 cos 𝑥
2
= cos 𝑥
2. Turunan fungsi 𝒚 = 𝐜𝐨𝐬 𝒙
Misalkan 𝑓 𝑥 = cos 𝑥, maka 𝑓 ′ (𝑥) dapat dicari mengguanakan:
𝑓 𝑥 + ∆𝑥 − 𝑓 𝑥
𝑓 ′ 𝑥 = lim
∆𝑥→0 ∆𝑥
cos 𝑥 + ∆𝑥 − cos 𝑥
= lim
∆𝑥→0 ∆𝑥
1 1
−2 sin 2 𝑥 + ∆𝑥 + 𝑥 sin 2 𝑥 + ∆𝑥 − 𝑥
= lim
∆𝑥→0 ∆𝑥
1
sin 2 ∆𝑥 1
= lim . lim −2 sin 2𝑥 + ∆𝑥
∆𝑥→0 ∆𝑥 ∆𝑥→0 2
1
= −2 sin 𝑥
2
= − sin 𝑥
3. Turunan Fungsi 𝒚 = 𝐭𝐚𝐧 𝒙
sin 𝑥
Fungsi 𝑦 = tan 𝑥 dapat dituliskan sebagai 𝑦 = cos 𝑥 , sehingga:
𝑢′ 𝑣 − 𝑣 ′ 𝑢
𝑓′ 𝑥 =
𝑣2
cos 𝑥 cos 𝑥 − sin 𝑥 (−sin 𝑥)
=
cos 2 𝑥
cos 𝑥 + sin2 𝑥
2
=
cos 2 𝑥
1
= = sec2 𝑥
cos 2 𝑥

Sekarang kita mendapatkan tiga buah rumus dasar turunan fungsi trigonometri, yaitu:
1. Jika 𝑦 = sin 𝑥, maka 𝑦 ′ = cos 𝑥
Jika 𝑦 = sin 𝑎𝑥, maka 𝑦 ′ = 𝑎 cos 𝑎𝑥
Jika 𝑦 = sin 𝑎𝑥 + 𝑏 , maka 𝑦 ′ = 𝑎 cos(𝑎𝑥 + 𝑏)

2. Jika 𝑦 = cos 𝑥, maka 𝑦 ′ = − sin 𝑥


Jika 𝑦 = cos 𝑎𝑥, maka 𝑦 ′ = −𝑎 sin 𝑎𝑥
Jika 𝑦 = cos(𝑎𝑥 + 𝑏), maka 𝑦 ′ = −𝑎 sin 𝑎𝑥 + 𝑏

3. Jika 𝑦 = tan 𝑥, maka 𝑦 ′ = sec 2 𝑥


Contoh soal:
𝑑𝑦
1. Tentukan 𝑑𝑥 dari fungsi trigonometri berikut!
a. 𝑦 = sin 4𝑥 c. 𝑦 = cos(2𝑥 − 5)
b. 𝑦 = cos 2𝑥 d. 𝑦 = sin2 (3𝑥 − 5)
Jawab:
1. a. 𝑦 ′ = 4 cos 4𝑥

DIFERENSIAL REFNIDA, S.P. – MA AS-SALAMAH PATI -


b. 𝑦 ′ = −2 sin 2𝑥
c. 𝑦 ′ = −2 cos 2𝑥 − 5
d. 𝑦 = sin2 3𝑥 − 5
𝑦 = sin(3𝑥 − 5) 2
Gunakan Dalil Rantai
𝑑𝑢
Misalkan 𝑢 = 3𝑥 − 5 → 𝑑𝑥 = 3
𝑑𝑣
𝑦 = sin 𝑢 2 , misalkan 𝑣 = sin 𝑢 → 𝑑𝑢 = cos 𝑢 = cos 3𝑥 − 5
𝑑𝑦
𝑦 = 𝑣2 → = 2𝑣 = 2 sin 𝑢 = 2 sin 3𝑥 − 5
𝑑𝑣
𝑑𝑦 𝑑𝑦 𝑑𝑣 𝑑𝑢
𝑦′ = = . .
𝑑𝑥 𝑑𝑣 𝑑𝑢 𝑑𝑥
= 2 sin 3𝑥 − 5 cos 3𝑥 − 5 (3)
= 6 sin 3𝑥 − 5 cos 3𝑥 − 5
1
= 6 sin 2 3𝑥 − 5
2
= 3 sin(6𝑥 − 10)
Latihan Soal 3
Tentukan turunan pertama dari tiap-tiap fungsi trigonometri berikut ini!
1
1. 𝑦 = cos 2 𝑥
2. 𝑦 = sin 18𝑥
3. 𝑦 = sin4 𝑥
2
4. 𝑦 = sin 2𝑥
5. 𝑦 = sin2 𝑥 cos 2 𝑥

C. PERSAMAAN GARIS SINGGUNG KURVA


1. Gradien Garis Singgung
Seperti yang telah dijelaskan di awal bahwa gradien merupakan tangen sudut dari
grafik terhadap sumbu 𝑥. Namun, ketika grafiknya berupa kurva, gradiennya tidak
tetap di semua tempat sehingga perlu menggunakan pendekatan diferensial.
Dari grafik kita mendapat:
𝑄𝑅 = 𝑕
𝑃𝑅 = 𝑓 𝑎 + 𝑕 − 𝑓 𝑎
Gradien tali busur PQ adalah:
𝑃𝑅 𝑓 𝑎 + 𝑕 − 𝑓(𝑎)
𝑚𝑃𝑄 = =
𝑄𝑅 𝑕
Jika titik P bergerak mendekati Q, maka nilai
h akan sangat kecil (mendekati nol) sehingga
gradien garis singgung PQ adalah:
𝑓 𝑎 + 𝑕 − 𝑓(𝑎)
𝑚𝑃𝑄 = lim = 𝑓 ′ (𝑎)
𝑕→0 𝑕
Jadi, untuk sembarang titik Q yang terletak pada 𝑦 = 𝑓(𝑥) pada koordinat
𝑥, 𝑓 𝑥 , maka gradiennya adalah:
𝑓 𝑥 + 𝑕 − 𝑓(𝑥)
𝑚 = lim = 𝑓 ′ (𝑥)
𝑕→0 𝑕
atau bisa juga dituliskan dengan
𝑑𝑦
𝑚=
𝑑𝑥

DIFERENSIAL REFNIDA, S.P. – MA AS-SALAMAH PATI -


Contoh soal:
Cari gradien garis singgung pada kurva 𝑦 = 4𝑥 2 + 2𝑥 yang melalui titik −1,2 !
Jawab:
𝑑𝑦
𝑚=
𝑑𝑥
= 8𝑥 + 2
𝑥 = −1, gradien 𝑚 = 8 −1 + 2
= −6
2. Menentukan Persamaan Garis Singgung Kurva
Persamaan garis singgung kurva 𝑦 = 𝑓(𝑥) yang melalui titik 𝑥, 𝑦 adalah:

𝑦 − 𝑦1 = 𝑚(𝑥 − 𝑥1 )
Karena 𝑚 = 𝑓 ′ (𝑥) maka persamaannya menjadi:

𝒚 − 𝒚𝟏 = 𝒇′ 𝒙 𝒙 − 𝒙 𝟏
Contoh soal:
Tentukan persamaan garis singgung kurva 𝑓(𝑥) = 𝑥 3 + 3𝑥 − 5 pada titik (2,9)!
Jawab:
𝑑𝑦
= 𝑓 ′ 𝑥 = 3𝑥 2 + 3
𝑑𝑥
𝑚 = 𝑓 ′ 2 = 3 2 2 + 3 = 15
Persamaan garis singgungnya:
⇔ 𝑦 − 𝑦1 = 𝑓 ′ 𝑥 𝑥 − 𝑥1
⇔ 𝑦 − 9 = 15 𝑥 − 2
⇔ 𝑦 = 15𝑥 − 30 + 9
⇔ 𝑦 = 15𝑥 − 21
Jadi, persamaan garis singgungnya adalah 𝑦 = 15𝑥 − 21.

Latihan Soal 4
Tentukan persamaan garis singgung kurva berikut ini!
1. 𝑦 = 8𝑥, pada 1,8
2. 𝑦 = 𝑥 2 − 5𝑥 + 6, pada (4,2)
3. 𝑦 = 𝑥 3 + 𝑥, pada 𝑥 = 2
4. 𝑦 = 2𝑥 4 − 3𝑥 2 + 4𝑥 − 1, pada 𝑥 = 2
5. 𝑦 = 3𝑥 − 2𝑥 2 , pada 𝑥 = 1

D. FUNGSI NAIK DAN FUNGSI TURUN


Gambar di samping menunjukkan grafik fungsi
𝑓(𝑥) = 𝑥 2 − 4 sehingga didapatkan 𝑓 ′ 𝑥 = 2𝑥.
1. Untuk 𝑥 > 0 maka 𝑓 ′ 𝑥 > 0 dan setiap garis
singgung kurva di tiap titik dimana 𝑥 > 0
mempunyai gradien positif. Sehingga fungsi 𝒇
naik untuk 𝑥 > 0.
2. Untuk 𝑥 < 0 maka 𝑓 ′ 𝑥 < 0 sehingga fungsi 𝒇
turun untuk x<0

3. Untuk 𝑥 = 0 maka 𝑓 𝑥 = 0 berarti gradien garis singgung adalah 0 (sejajar
sumbu 𝑥) sehingga fungsi 𝑓 dikatakan tidak naik ataupun turun.

DIFERENSIAL REFNIDA, S.P. – MA AS-SALAMAH PATI -


Contoh soal:
Tentukan interval-interval supaya fungsi 𝑓 𝑥 = −𝑥 2 + 2𝑥 + 3
a. Naik
b. Turun
Jawab:
a. 𝑓 𝑥 = −𝑥 2 + 2𝑥 + 3
Syarat naik 𝑓 ′ 𝑥 > 0
⇔ −2𝑥 + 2 > 0
⇔ −2𝑥 > −2
⇔ 𝑥<1
b. Syarat turun 𝑓 ′ 𝑥 < 0
⇔ −2𝑥 + 2 < 0
⇔ −2𝑥 < −2
⇔ 𝑥>1

Latihan Soal 5
1. Tentukan interval-interval untuk fungsi naik ataupun turun pada masing-masing
fungsi berikut ini!
a. 𝑓 𝑥 = 𝑥 2 − 6𝑥 + 16
b. 𝑓 𝑥 = 𝑥 3 + 3𝑥 2 − 9𝑥 + 6
c. 𝑓 𝑥 = 𝑥 3 − 8
d. 𝑓 𝑥 = 1 3 𝑥 3 − 2𝑥 2 − 5𝑥 − 1
2. Tunjukkan bahwa fungsi 𝑓 𝑥 = 𝑥 3 + 3𝑥 2 + 12𝑥 − 8 merupakan fungsi yang selalu
naik!
3. Tentukan interval-interval di mana fungsi 𝑓 𝑥 = 1 3 𝑥 3 − 𝑥 2 − 3𝑥 + 3 naik dan
turun!

E. NILAI STASIONER FUNGSI DAN JENIS-JENISNYA


Perhatikan gambar grafik fungsi 𝑓(𝑥) = 𝑥 3 5 − 3𝑥 2 dibawah ini!
Dari fungsi 𝑓(𝑥) = 𝑥 3 5 − 3𝑥 2 dapat kita peroleh:
𝑓 ′ 𝑥 = 15𝑥 2 (1 − 𝑥 2 )
𝑓 ′ 𝑥 = 15𝑥 2 1 + 𝑥 1 − 𝑥

Pada titik A (-1,0), 0 (0,0), dan B (1,0) terdapat


𝑓 ′ 𝑥 = 0 dan garis singgung di titik-titik tersebut
pasti sejajar dengan sumbu 𝑥. Pada titik-titik
tersebut juga grafik fungsi 𝑓 tidak naik dan tidak turun serta mempunyai nilai-nilai
stasioner 𝑓 −1 , 𝑓(0), dan 𝑓 1 .
a. Nilai Stasioner pada A
Pada fungsi 𝑓(𝑥) = 𝑥 3 5 − 3𝑥 2 yang menghasilkan 𝑓 ′ 𝑥 = 15𝑥 2 1 + 𝑥 1 − 𝑥
untuk setiap titik di sekitar 𝑥 = −1 kita peroleh:
1. Jika 𝑥 < −1, maka 𝑓 ′ 𝑥 < 0 (negatif)
2. Jika 𝑥 = −1, maka 𝑓 ′ 𝑥 = 0
3. Jika 𝑥 > −1, maka 𝑓 ′ 𝑥 > 0 (positif)
Kita dapatkan bahwa 𝑓 ′ (𝑥) berganti tanda dari negatif melewati nol lalu positif.
Dengan demikian, dikatakan bahwa 𝑓 mempunyai nilai balik mininum 𝑓 −1 = −2
pada 𝑥 = −1.

DIFERENSIAL REFNIDA, S.P. – MA AS-SALAMAH PATI -


b. Nilai Stasioner pada B
Pada fungsi 𝑓(𝑥) = 𝑥 3 5 − 3𝑥 2 untuk setiap titik di sekitar 𝑥 = 1 kita peroleh:
1. Jika 𝑥 < 1, maka 𝑓 ′ 𝑥 > 0 (positif)
2. Jika 𝑥 = 1, maka 𝑓 ′ 𝑥 = 0
3. Jika 𝑥 > 1, maka 𝑓 ′ 𝑥 < 0 (negatif)
Kita dapatkan bahwa 𝑓 ′ (𝑥) berganti tanda dari positif melewati nol lalu negatif.
Dengan demikian, dikatakan bahwa 𝑓 mempunyai nilai balik maksimum 𝑓 1 = 2
pada 𝑥 = 1.
c. Nilai Stasioner pada O
Pada fungsi 𝑓(𝑥) = 𝑥 3 5 − 3𝑥 2 untuk setiap titik di sekitar 𝑥 = 0 kita peroleh:
1. Jika 𝑥 < 0, maka 𝑓 ′ 𝑥 > 0 (positif)
2. Jika 𝑥 = 0, maka 𝑓 ′ 𝑥 = 0
3. Jika 𝑥 > 0, maka 𝑓 ′ 𝑥 > 0 (positif)
Kita dapatkan bahwa 𝑓 ′ (𝑥) tidak berganti tanda tapi bergerak dari positif ke nol lalu
positif, grafik membelok melalui garis singgung di 0.
Dengan demikian, dikatakan bahwa grafik mempunyai titik belok horizontal di titik
0,0 .

Jika 𝒇′ 𝒄 = 𝟎, maka 𝒇(𝒄) merupakan nilai stasioner 𝒇 pada 𝒙 = 𝒄. Nilai stasioner


pada grafik 𝒇 dapat berupa nilai balik minimum, nilai balik maksimum, atau titik
belok horizontal
Contoh soal:
Tentukan nilai stasioner dari fungsi 𝑓 𝑥 = 2𝑥 3 − 9𝑥 2 + 12𝑥 − 3 dan jenis nilai
stasioner tersebut!
Jawab:
𝑓 𝑥 = 2𝑥 3 − 9𝑥 2 + 12𝑥 − 3, maka 𝑓 ′ 𝑥 = 6𝑥 2 − 18𝑥 + 12
Nilai stasioner didapat bila 𝑓 ′ 𝑥 = 0
⇔ 6𝑥 2 − 18𝑥 + 12 = 0
⇔ 𝑥 2 − 3𝑥 + 2 = 0
⇔ 𝑥−2 𝑥−1 =0
⇔ 𝑥 = 2 atau 𝑥 = 1
Untuk 𝑥 = 1, maka 𝑓 1 = 2 1 3 − 9 1 2 + 12 1 − 2 = 2
∴ titik balik maksimumnya (1,2)
Untuk 𝑥 = 2, maka 𝑓 2 = 2 2 3 − 9 2 2 + 12 2 − 2 = 1
∴ titik balik minimumnya (2,1)

Latihan Soal 6
Tentukan nilai-nilai stasioner, jenis nilai stasioner, dan koordinat nilai stasioner dari
fungsi-fungsi berikut!
a. 𝑓 𝑥 = 4𝑥 3 − 15𝑥 2 + 12𝑥 + 9
b. 𝑓 𝑥 = 𝑥 3 − 12𝑥
c. 𝑔 𝑥 = (𝑥 + 2)2 𝑥
d. 𝑓 𝑥 = 2𝑥 4 − 2𝑥 2
e. 𝑔 𝑥 = 𝑥 + 3 (𝑥 − 2)

DIFERENSIAL REFNIDA, S.P. – MA AS-SALAMAH PATI -


F. NILAI MAKSIMUM DAN MINIMUM FUNGSI DALAM INTERVAL TERTUTUP
Jika 𝑓(𝑥) kontinu pada interval 𝐴 ≤ 𝑥 ≤ 𝐵 maka
kita dapat menentukan nilai maksimum dan
minimum pada interval tersebut.
Beberapa alogaritma yang dilakukan adalah
dengan:
a. Tentukan nilai stasioner
b. Tentukan nilai 𝑓(𝐴) dan 𝑓(𝐵)
c. Cari nilai terendah dari 𝑓(𝐴), 𝑓(𝐵), dan nilai
stasioner.
NILAI MAKSIMUM DAN MINIMUM FUNGSI 𝒇 DALAM INTERVAL TERTUTUP DAPAT
DITENTUKAN DARI NILAI STASIONER 𝒇 DALAM INTERVAL TERSEBUT ATAU NILAI DARI
𝒇 PADA BATAS-BATAS INTERVAL.

Contoh soal:
Tentukan nilai maksimum dan minimum fungsi 𝑓 𝑥 = 𝑥 3 − 3𝑥 2 pada interval
−1 ≤ 𝑥 ≤ 2!
Jawab:
Langkah 1, nilai stasioner.
𝑓 𝑥 = 𝑥 3 − 3𝑥 2 , nilai stasioner bila 𝑓 ′ 𝑥 = 0
⇔ 3𝑥 2 − 6𝑥 = 0
⇔ 𝑥 2 − 2𝑥 = 0
⇔ 𝑥 𝑥−2 = 0
⇔ 𝑥 = 0 atau 𝑥 = 2
Untuk 𝑥 = 0 maka 𝑓 0 = (0)3 − 3(0)2 = 0
Untuk 𝑥 = 2 maka 𝑓 2 = 23 − 3(2)2 = −4
Langkah 2, nilai batas interval.
Untuk 𝑥 = −1 maka 𝑓 −1 = (−1)3 − 3(−1)2 = −4
Untuk 𝑥 = 2 maka 𝑓 2 = −4
Langkah 3, kesimpulan.
Jadi, nilai maksimumnya adalah 0 dan nilai minimumnya adalah -4

Latihan Soal 7
Tentukan nilai maksimum dan minimum fungsi dalam interval tertutup yang diberikan!
1. 𝑓 𝑥 = 𝑥 2 − 9 dalam 𝑥| − 6 ≤ 𝑥 ≤ 6, 𝑥 ∈ 𝑅
2. 𝑓 𝑥 = −𝑥 2 + 4𝑥 − 3 dalam 𝑥|0 ≤ 𝑥 ≤ 3, 𝑥 ∈ 𝑅
3. 𝑓 𝑥 = 𝑥 2 − 4𝑥 dalam 𝑥| − 4 ≤ 𝑥 ≤ 1, 𝑥 ∈ 𝑅
4. 𝑓 𝑥 = 𝑥 3 − 12𝑥 + 2 dalam 𝑥| − 3 ≤ 𝑥 ≤ 5, 𝑥 ∈ 𝑅
1 1
5. 𝑓 𝑥 = 2𝑥 − 𝑥 2 𝑥 2 dalam 𝑥| − 2 ≤ 𝑥 ≤ 2 , 𝑥 ∈ 𝑅

G. MENGGAMBAR KURVA FUNGSI


Dalam menggambar grafik fungsi, ada beberapa langkah penting yang perlu dilakukan,
antara lain:
1. Tentukan titik potong kurva terhadap sumbu 𝑥 dan 𝑦.
2. Tentukan titik-titik stasioner dan jenisnya.
3. Tentukan beberapa titik-titik bantu bila perlu.

DIFERENSIAL REFNIDA, S.P. – MA AS-SALAMAH PATI -


Contoh soal:
Gambarlah grafik fungsi 𝑦 = 𝑥 3 − 3𝑥 2 !
Jawab:
 Langkah 1, titik potong grafik terhadap sumbu 𝑥 dan sumbu 𝑦.
Titik potong sumbu 𝑥, syarat  𝑦 = 0
⇔ 0 = 𝑥 3 − 3𝑥 2
⇔ 0 = 𝑥 2 (𝑥 − 3)
⇔ 𝑥 = 0 atau 𝑥 = 3
Jadi, titik potong sumbu 𝑥 adalah (0,0) dan (3,0)
Titik potong sumbu 𝑦, syarat  𝑥 = 0
⇔ 𝑦 = 03 − 3(02 )
⇔ 𝑦=0
Jadi, titik potong sumbu 𝑦 adalah (0,0).
 Langkah 2, nilai stasioner dan jenisnya.
Nilai stasioner  𝑓 ′ 𝑥 = 0
⇔ 3𝑥 2 − 6𝑥 = 0
⇔ 𝑥 2 − 2𝑥 = 0
⇔ 𝑥 𝑥−2 =0
⇔ 𝑥 = 0 atau 𝑥 = 2
Untuk 𝑥 = 0 maka 𝑓 0 = (0)3 − 3(0)2 = 0
Untuk 𝑥 = 2 maka 𝑓 2 = 23 − 3(2)2 = −4
Jadi titik balik maksimum (0,0) dan titik balik minimum 2, −4
Gambar grafiknya:

Latihan Soal 8
Gambarlah kurva dari fungsi-fungsi berikut!
1. 𝑦 = 𝑥 4
2. 𝑦 = 𝑥(𝑥 + 3)2
3. 𝑦 = 4 − 𝑥 𝑥 3
4. 𝑦 = 𝑥 2 − 2𝑥 − 1
5. 𝑦 = 2𝑥 4 − 4𝑥 2

H. MERANCANG MODEL MATEMATIKA DARI MASALAH KEHIDUPAN SEHARI-HARI YANG


BERKAITAN DENGAN KONSEP TURUNAN
1. Penggunaan Nilai Maksimum dan Minimum
Dalam kehidupan sehari-hari sering kita menemukan masalah-masalah yang
berhubungan dengan nilai maksimum dan minimum. Misalnya dalam dunia
ekonomi kita dapat menggunakan konsep ini untuk menentukan bagaimana

DIFERENSIAL REFNIDA, S.P. – MA AS-SALAMAH PATI -


menentukan bahan dari suatu proses produksi seminimum mungkin supaya
keuntungannya maksimum. Dalam bidang teknik misalnya kita bisa menentukan
tinggi maksimum yang bisa dicapai oleh suatu objek yang bergerak ke atas. Oleh
karena itu, kita harus memahami konsep nilai maksimum dan minimum suatu
fungsi.
Perhatikan contoh soal berikut!
Contoh Soal 1
Sebuah peluru ditembakkan ke atas. Dalam waktu 𝑡 detik ketinggian yang dicapai
oleh peluru dengan persamaan 𝑕 𝑡 = 36𝑡 − 9𝑡 2 .
a. Tentukan waktu yang dibutuhkan peluru untuk mencapai tinggi maksimum!
b. Tentukan tinggi maksimum yang dicapai peluru!
Jawab:
a. 𝑕 𝑡 = 36𝑡 − 9𝑡 2
𝑕′ 𝑡 = 36 − 18𝑡
agar mencapai maksimum, maka 𝑕′ 𝑡 = 0, maka
⇔ 0 = 36 − 18𝑡
⇔ 18𝑡 = 36
⇔ 𝑡=2
Jadi, waktu yang dibutuhkan adalah 2 sekon.
b. Ketinggian maksimum berarti 𝑕(2)
𝑕 2 = 36 2 − 9 2 2
= 72 − 36 = 36 meter
Jadi, ketinggian maksimum yang dicapai peluru adalah 36 meter.

Contoh Soal 2
Untuk memproduksi 𝑥 potong pakaian jadi dalam 1 hari diperlukan biaya produksi
yang dinyatakan dalam 𝑥 2 + 4𝑥 + 10 . Jika harga jual per potong pakaian jadi
dinyatakan dalam 20 − 𝑥 , maka berapakah keuntungan maksimum (dalam ribuan
rupiah) yang diperoleh per hari?
Jawab:
Keuntungan = harga jual-biaya produksi
𝐾 𝑥 = 𝑥 20 − 𝑥 − 𝑥 2 + 4𝑥 + 10
𝐾 𝑥 = 20𝑥 − 𝑥 2 − 𝑥 2 − 4𝑥 − 10
𝐾 𝑥 = 16𝑥 − 10 − 2𝑥 2
𝐾(𝑥) akan maksimum jika 𝐾 ′ 𝑥 = 0, maka:
⇔ 𝐾 ′ 𝑥 = 16 − 4𝑥
⇔ 0 = 16 − 4𝑥
⇔ 4𝑥 = 16
⇔ 𝑥=4
Sehingga, 𝐾 4 = 16 4 − 10 − 2 4 2
= 64 − 10 − 32 = 22 ribu
Jadi, keuntungan maksimum tiap hari adalah sebesar 𝑅𝑝22.000,00

Contoh Soal 3
Selembar karton berbentuk persegi dengan sisi 24 cm. Pada setiap sudutnya
dipotong berbentuk persegi dengan sisi 𝑥 cm yang akan dibuat kotak tanpa tutup.
Tentukan ukuran kotak agar volumnya maksimal!

DIFERENSIAL REFNIDA, S.P. – MA AS-SALAMAH PATI -


Jawab:

Volume kotak = luas alas x tinggi


= 24 − 2𝑥 2𝑥 − 2𝑥 𝑥
𝑉(𝑥) = 576𝑥 − 96𝑥 2 + 4𝑥 3
Volume kotak maksimum apabila 𝑉 ′ 𝑥 = 0, maka:
⇔ 𝑉 ′ 𝑥 = 576 − 192𝑥 + 12𝑥 2
⇔ 0 = 48 − 16𝑥 + 𝑥 2
⇔ 0 = 𝑥 − 12 𝑥 − 4
⇔ 𝑥 = 12 atau 𝑥 = 4
Jika 𝑥 = 12, maka 𝑉 12 = 576 12 − 96 12 2 + 4(12)3 = 0
Jika 𝑥 = 4, maka 𝑉 4 = 576 4 − 96 4 2 + 4(4)3 = 1024
Maka untuk volume maksimum, gunakan 𝑥 = 4
Jadi, ukuran kotak 𝑝 = 24 − 2𝑥 = 24 − 2 4 = 16 cm
𝑙 = 24 − 2𝑥 = 24 − 2 4 = 16 cm
𝑡 = 𝑥 = 4 cm
Sehingga volume maksimal kotak 𝑉 = 𝑝. 𝑙. 𝑡
= 16.16.4 = 1024 𝑐𝑚3
Latihan Soal 9
1. Suatu perusahaan menghasilkan 𝑥 buah produk dengan biaya total sebesar
75 + 2𝑥 + 0,1𝑥 2 . Bila tiap produk terjual dengan harga 𝑅𝑝40,00 tiap buah,
maka tentukan laba maksimum yang mungkin diperoleh!
2. Biaya untuk membuat 𝑥 unit komputer per hari adalah 𝐶 𝑥 = 2𝑥 2 − 160𝑥 +
3400 rupiah. Berapa banyak komputer yang dibuat perhari supaya biaya
produksi mimimum? Berapakah biaya minimum tersebut?
3. Sebuah bak mandi alasnya persegi dengan jumlah luas kelima sisinya 432 𝑑𝑚2 .
Tentukan ukuran bak supaya bisa menampung air sebanyak mungkin!

2. Teorema L’Hospital
Penggunaan turunan untuk menghitung bentuk-bentuk tak tentu suatu limit fungsi
disebut Teorema L’Hospital.
𝑓(𝑥)
Jika 𝑓(𝑥) dan 𝑔(𝑥) merupakan fungsi yang dapat diturunkan, dan lim𝑥→𝑎 𝑔(𝑥)
0 ∞
menghasilkan bentuk tak tentu (0 atau ∞ ) pada 𝑥 = 𝑎, maka
𝑓(𝑥) 𝑓 ′ (𝑥)
lim = lim ′ ,
𝑥→𝑎 𝑔(𝑥) 𝑥→𝑎 𝑔 (𝑥)


asalkan lim𝑥→𝑎 𝑔𝑓 ′ (𝑥)
(𝑥)
ada

DIFERENSIAL REFNIDA, S.P. – MA AS-SALAMAH PATI -


𝑓 ′ (𝑥)
Apabila lim𝑥→𝑎 𝑔 ′ (𝑥) masih memiliki bentuk tak tentu, maka bisa diteruskan dengan
𝑓(𝑥) 𝑓 ′′ (𝑥)
menggunakan turunan kedua lim𝑥→𝑎 𝑔(𝑥) = lim𝑥→𝑎 𝑔 ′′ (𝑥) dan seterusnya sampai
diperoleh nilai limitnya.

Contoh soal:
1. Tentukan nilai dari:
2𝑥 3 + 𝑥 2 − 2𝑥 − 1
lim
𝑥→−1 𝑥+1
2. Tentukan nilai dari:
sin 10𝑥
lim
𝑥→0 6𝑥
Jawab:
1. Gunakan teorema L’Hospital
2𝑥 3 + 𝑥 2 − 2𝑥 − 1 6𝑥 2 + 2𝑥 − 2
lim = lim
𝑥→−1 𝑥+1 𝑥→−1 1
=2
2. Gunakan teorema L’Hospital
sin 10𝑥 10 cos 10𝑥
lim = lim
𝑥→0 6𝑥 𝑥→0 6
10 2
= =1
6 3

Latihan Soal 10
1. Tentukan nilai limit-limit berikut!
1 − cos 2𝑥
lim
𝑥→0 𝑥2
𝑥 sin 𝑥
lim
𝑥→0 1 − cos 𝑥
2𝑥 2 + 9𝑥 − 5
lim
𝑥→
1 2𝑥 − 1
2
𝑥 3 − 27
lim
𝑥→3 3 − 𝑥

DIFERENSIAL REFNIDA, S.P. – MA AS-SALAMAH PATI -