Anda di halaman 1dari 9

METODA ANALISIS RANGKAIAN LISTRIK

Muhamad Novida Adhi Nugraha, 5301417046


Pendidikan Teknik Elektro, Teknik Elektro, Fakultas Teknik
Universitas Negeri Semarang
muhamadnovida@gmail.com

ABSTRAKSI
Paper ini bertujuan untuk membantu mahasiswa dalam memahami mata kuliah dasar Rangkaian Listrik,
khususnya dalam menganalisa rangkaian listrik, menggunakan tiga metoda yaitu analisis node, analisis
mesh dan analisis arus cabang. Metoda analisis rangkaian ini sebenarnya merupakan salah satu alat bantu
untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang muncul dalam menganalisis suatu rangkaian, bilamana
konsep dasar atau hukum-hukum dasar seperti Hukum Ohm dan Hukum Kirchoff tidak dapat
menyelesaikan permasalahan pada rangkaian tersebut. Untuk itu diperlukan metode yang menggunakan
analisis node, analisis mesh dan analisis arus cabang.untuk mempermudah mahasiswa dalam
menyelesaikan suatu masalah

Kata kunci: Analisis Node, Analisis Mesh, Analisis Arus Cabang

1. PENDAHULUAN

Rangkaian listrik (atau rangkaian elektrik) merupakan interkoneksi berbagai piranti


(divice – device) yang secara bersama melaksanakan suatu tugas tertentu. Tugas itu dapat
berupa pemrosesan energi ataupun pemrosesan informasi. Melalui rangkaian listrik, energi
maupun informasi dikonversikan menjadi energi listrik dan sinyal listrik, dan dalam bentuk
sinyal inilah energi maupun informasi dapat disalurkan dengan lebih mudah ke tempat ia
diperlukan.
Sistem pemroses energi maupun informasi, dibangun dari rangkaian-rangkaian listrik
yang merupakan interkoneksi berbagai piranti. Oleh karena itu langkah pertama dalam
mempelajari analisis rangkaian listrik adalah mempelajari model sinyal dan model piranti.
Karena pekerjaan analisis menggunakan model-model, sedangkan model merupakan
pendekatan terhadap keadaan yang sebenarnya dengan pembatasan-pembatasan tertentu, maka
hasil suatu analisis harus juga difahami sebagai hasil yang berlaku dalam batas-batas tertentu
pula.
Untuk mempelajari perilaku suatu rangkaian listrik kita melakukan analisis rangkaian
listrik. Rangkaian listrik itu mungkin hanya berdimensi beberapa sentimeter, tetapi mungkin
juga membentang ratusan bahkan ribuan kilometer. Dalam pekerjaan analisis, langkah pertama
yang kita lakukan adalah memindahkan rangkaian listrik itu ke atas kertas dalam bentuk
gambar; gambar itu kita sebut diagram rangkaian.
Suatu diagram rangkaian memperlihatkan interkoneksi berbagai piranti; piranti-piranti
tersebut digambarkan dengan menggunakan symbol piranti. Jadi dalam suatu diagram
rangkaian (yang selanjutnya kita sebut dengan singkat rangkaian), kita melihat bagaimana
berbagai macam piranti saling dihubungkan.
Perilaku setiap piranti kita nyatakan dengan model piranti. Untuk membedakan piranti
sebagai benda nyata dengan modelnya, maka model itu kita sebut elemen rangkaian. Sinyal
listrik yang hadir dalam rangkaian, kita nyatakan sebagai peubah rangkaian yang tidak lain
adalah model matematis dari sinyal-sinyal tersebut. Jadi dalam pekerjaan analisis rangkaian
listrik, kita menghadapi diagram rangkaian yang memperlihatkan hubungan dari berbagai
elemen, dan setiap elemen memiliki perilaku masing-masing yang kita sebut karakteristik
elemen; besaran-fisika yang terjadi dalam rangkaian kita nyatakan dengan peubah rangkaian
(variable rangkaian) yang merupakan model sinyal. Dengan melihat hubungan elemen-elemen
dan memperhatikan karakteristik tiap elemen, kita melakukan perhitungan peubah-peubah
rangkaian.
Perhitungan-perhitungan tersebut mungkin berupa perhitungan untuk mencari hubungan
antara peubah yang keluar dari rangkaian (kita sebut dengan singkat keluaran) dan peubah yang
masuk ke rangkaian (kita sebut dengan singkat masukan); ataupun mencari besaran keluaran
dari suatu rangkaian jika masukan dan karakteristik setiap elemen diketahui. Inilah pekerjaan
analisis yang memberikan hanya satu hasil perhitungan, atau jawaban tunggal. Pekerjaan lain
yang belum tercakup dalam buku ini adalah pekerjaan perancangan, yaitu mencari hubungan
elemenelemen jika masukan dan keluaran ditentukan. Hasil pekerjaan perancangan akan
memberikan lebih dari satu jawaban dan kita harus memilih jawaban mana yang kita ambil
dengan memperhitungkan tidak saja aspek teknis tetapi juga aspek lain misalnya aspek
ekonomi, aspek lingkungan, dan bahkan estetika.
Telah dikatakan di atas bahwa hasil suatu analisis harus difahami sebagai hasil yang
berlaku dalam batas-batas tertentu. Kita akan melihat bahwa rangkaian yang kita analisis kita
anggap memiliki sifat linier dan kita sebut rangkaian linier; ia merupakan hubungan elemen-
elemen rangkaian yang kita anggap memiliki karakteristik yang linier. Sifat ini sesungguhnya
merupakan pendekatan terhadap sifat piranti yang dalam kenyataannya tidak linier namun
dalam batas-batas tertentu ia bersifat hampir linier sehingga dalam pekerjaan analisis kita
anggap ia bersifat linier.
2. ALAT DAN BAHAN

Paper ini menggunakan buku dan jurnal dari berbagai sumber sebagai bahan dalam
penyusunan, diantaranya buku dengan judul Analisis Rangkaian Listrik Jilid-1 karya
Sudaryanto Sudirham dan Diklat Rangkaian Listrik yang disusun oleh Mohamad Ramdhani,
ST

3. METODE

Penyusunan paper ini menggunakan metode studi literature, yang menggunakan


landasan tertentu. Landasan untuk melakukan analisis agar kita bisa melakukan analisis, kita
perlu memahami beberapa hal yang sangat mendasar yaitu hukum-hukum yang berlaku dalam
suatu rangkaian, kaidah-kaidah rangkaian, teorema-teorema rangkaian, serta metoda-metoda
analisis.
Hukum-hukum rangkaian merupakan dasar untuk melakukan analisis. Ada dua hukum
yang akan kita pelajari yaitu Hukum Ohm dan Hukum Kirchhoff. Hukum Ohm memberikan
relasi linier antara arus dan tegangan resistor. Hukum Kirchhoff mencakup Hukum Arus
Kirchhoff (HAK) dan Hukum Tegangan Kirchhoff (HTK). HAK menegaskan bahwa jumlah
arus yang menuju suatu pencabangan rangkaian sama dengan jumlah arus yang meninggalkan
pencabangan; hal ini dibuktikan oleh kenyataan bahwa tidak pernah ada penumpukan muatan
di suatu pencabangan rangkaian. HTK menyatakan bahwa jumlah tegangan di suatu rangkaian
tertutup sama dengan nol, dan hal ini sesuai dengan prinsip konservasi energi.

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

Metoda analisis rangkaian sebenarnya merupakan salah satu alat bantu untuk
menyelesaikan suatu permasalahan yang muncul dalam menganalisis suatu rangkaian,
bilamana konsep dasar atau hukum-hukum dasar seperti Hukum Ohm dan Hukum Kirchoff
tidak dapat menyelesaikan permasalahan pada rangkaian tersebut. Pada bab ini akan dibahas
tiga metoda analisis rangkaian yang akan dipakai, yaitu : analisis node, analisis mesh dan
analisis arus cabang.
Analisis Node
Node atau titik simpul adalah titik pertemuan dari dua atau lebih elemen rangkaian.
Junction atau titik simpul utama atau titik percabangan adalah titik pertemuan dari tiga atau
lebih elemen rangkaian. Untuk lebih jelasnya mengenai dua pengertian dasar diatas, dapat
dimodelkan dengan contoh gambar berikut.

Gambar 1. Rangkaian listrik

Jumlah node = 5, yaitu : a, b, c, d, e=f=g=h


Jumlah junction = 3, yaitu : b, c, e=f=g=h

Analisis node berprinsip pada Hukum Kirchoff I/ KCL dimana jumlah arus yang masuk
dan keluar dari titik percabangan akan samadengan nol, dimana tegangan merupakan parameter
yang tidak diketahui. Atau analisis node lebih mudah jika pencatunya semuanya adalah sumber
arus. Analisis ini dapat diterapkan pada sumber searah/ DC maupun sumber bolak-balik/ AC.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada analisis node, yaitu :
􀂉 Tentukan node referensi sebagai ground/ potensial nol.
􀂉 Tentukan node voltage, yaitu tegangan antara node non referensi dan ground.
􀂉 Asumsikan tegangan node yang sedang diperhitungkan lebih tinggi daripada tegangan node
manapun, sehingga arah arus keluar dari node tersebut positif.
􀂉 Jika terdapat N node, maka jumlah node voltage adalah (N-1). Jumlah node voltage ini akan
menentukan banyaknya persamaan yang dihasilkan.

Contoh :
Tentukan nilai arus i dengan analisis node!
Jawaban :
- Tentukan node referensinya/ground
- Tentukan node voltage

Tinjau node voltage Va

Dimana

Tinjau node voltage Vb

Metode Cramer

Sehingga
􀂉 Analisis node mudah dilakukan bila pencatunya berupa sumber arus. Apabila pada rangkaian
tersebut terdapat sumber tegangan, maka sumber tegangan tersebut diperlakukan sebagai
supernode, yaitu menganggap sumber tegangan tersebut dianggap sebagai satu node.
Analisis Mesh atau Arus Loop
Arus loop adalah arus yang dimisalkan mengalir dalam suatu loop (lintasan tertutup). Arus
loop sebenarnya tidak dapat diukur (arus permisalan). Berbeda dengan analisis node, pada
analisis ini berprinsip pada Hukum Kirchoff II/ KVL dimana jumlah tegangan pada satu
lintasan tertutup samadengan nol atau arus merupakan parameter yang tidak diketahui. Analisis
ini dapat diterapkan pada rangkaian sumber searah/ DC maupun sumber bolak-balik/ AC.
Hal-hal yang perlu diperhatikan :
􀂉 Buatlah pada setiap loop arus asumsi yang melingkari loop. Pengambilan arus loop terserah
kita yang terpenting masih dalam satu lintasan tertutup. Arah arus dapat searah satu sama lain
ataupun berlawanan baik searah jarum jam maupun berlawanan dengan arah jarum jam.
􀂉 Biasanya jumlah arus loop menunjukkan jumlah persamaan arus yang terjadi.
􀂉 Metoda ini mudah jika sumber pencatunya adalah sumber tegangan.
􀂉 Jumlah persamaan = Jumlah cabang – Jumlah junction + 1

Contoh :
Tentukan nilai arus I dengan analisis mesh!

Jawaban :
Tinjau loop I1

Tinjau loop I2 dan I3

Tinjau lintasan supermesh

Metoda Cramer

Sehingga
􀂉 Apabila ada sumber arus, maka diperlakukan sebagai supermesh. Pada supermesh,
pemilihan lintasan menghindari sumber arus karena pada sumber arus tidak diketahui besar
tegangan terminalnya.
Analisis Arus Cabang
Arus cabang adalah arus yang benar-benar ada (dapat diukur) yang mengalir pada suatu
cabang. Artinya arus cabang adalah arus yang sebenarnya mengalir pada percabangan tersebut.
Arti cabang :
􀂉 Mempunyai satu elemen rangkaian
􀂉 Bagian rangkaian dengan dua terminal dengan arus yang sama
􀂉 Jumlah persamaan = Jumlah arus cabang yang ada

Contoh :
Tentukan nilai i dengan analisis arus cabang!

Jawaban :

Tinjau arus cabang i1 dan i2

Tinjau arus cabang i2 dan i3

Tinjau lintasan tertutup semua arus cabang

Metode Cramer
Sehingga

5. KESIMPULAN

Analaisis pada rangkaian listrik sangat diperlukan, karena dengan adanya analisis tersebut akan
mempermudah mahasiswa dalam melakukan perhitungan, karena suatu perhitungan tidak bisa
dikerjakan dengan metode hokum Ohm dan hokum Kirchoff. Analysis node berpacu pada
hokum Kirchoff I, analisis node mudah dilakukan bila pencatunya berupa sumber arus. Apabila
pada rangkaian tersebut terdapat sumber tegangan, maka sumber tegangan tersebut
diperlakukan sebagai supernode, yaitu menganggap sumber tegangan tersebut dianggap
sebagai satu node. Analisis Mesh terjadi jika ada sumber arus, maka diperlakukan sebagai
supermesh. Pada supermesh, pemilihan lintasan menghindari sumber arus karena pada sumber
arus tidak diketahui besar tegangan terminalnya. Analisis Arus Cabang dilakukan
menggunakan arus yang sebenarnya dimana mengalir pada percabangan tersebut.

6. DAFTAR PUSTAKA

Sudirham, Sudaryanto. 2012. Analisis Rangkaian Listrik Jilid-1


Ramdhani, Mohamad. 2005. Diklat Rangkaian Listrik