Anda di halaman 1dari 9

Suhita Whini Setyahuni - 120301174200059

Akuntansi Forensik – Fraud Principle


Maksi 38-A

FRAUD PRINCIPLE

1. PENGERTIAN FRAUD

Fraud mempunyai banyak definisi. Fraud dapat diartikan sebagai penipuan, dapat juga diartikan
sebagai tindak kejahatan yang melukai orang lain. Beberapa definisi fraud :

 Fraud sebagai kriminal : hasil dari kecerdikan manusia untuk memikirkan sebuah cara
untuk mendapatkan keuntungan dengan cara-cara yang salah
 Corporate fraud : tindakan kejahatan yang dilakukan oleh, untuk, atau melawan
perusahaan.
 Management fraud : tindakan kejahatan berupa penyajian yang tidak benar mengenai
kinerja corporate atau departemen yangsengaja dilakukan oleh karyawan dengan tujuan
memperoleh bonus, promosi jabatan, dan keuntungan ekonomi lainnya.
 Layperson fraud : ketidakjujuran dalam bentuk penipuan yang disengaja berupa salah saji
yang menimbulkan kerugian yang material.

Definisi fraud menurut ACFE : penggunaan posisi pekerjaan untuk memperoleh keuntungan
pribadi dengan cara menggunakan atau mencuri aset atau sumber daya perusahaan secara
sengaja.

Definisi Fraud sebagai kecurangan : menurut US supreme ada 6 tahapan fraud :

 Pertama : pelaku kejahatan telah membuat pernyataan yang material.


 Kedua : pernyataan yang dibuat tersebut salah.
 Ketiga : pelaku tidak mempercayai pernyataan tersebut salah, dan pada beberapa alasan
terkesan benar.
 Keempat : pernyataan tersebut dibuat dengan sungguh-sungguh.
 Kelima : pernyataan tersebut dituntut oleh pendakwa sebagai kesalahannya
 Keenam : terdakwa membela bahwa itu bukan kesalahannya
Suhita Whini Setyahuni - 120301174200059
Akuntansi Forensik – Fraud Principle
Maksi 38-A

SYNONIM FRAUD, THEFT, DAN EMBEZZLEMENT

Fraud merupakan general term, termasuk didalamnya pencurian, penggelapa aset, penipuan,
kejahatan kerah putih,dll

Theft (pencurian) : mengambil dan membawa kabur properti atau aset dengan cara merampas
dari pemiliknya.

Embezzlement (penggelapan) : pelaku kejahatan mengambil aset atau properti dari pemilik sah
nya, kemudian mengubahnya menjadi miliknya dalam bentuk lain. Dalam proses pengubahan
aset tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara : dijual, digadaikan, atau dipindahkan dalam
bentuk harta yang lain.

CLASSIC FRAUD RESEARCH

Penelitian Jaspan and Black mengenai antifraud, dan merumuskan bahwa perusahaan jika ingin
mencegah terjadinya fraud harus melakukan hal berikut :

 Membayar karyawan mereka dengan upah yang layak.


 Memperlakukan karyawan dengan sopan.
 Mendengarkan setiap permasalahan karyawan.

Hartung tidak sependapat dengan Jaspan and Black dan mengungkapkan bahwa individu
dipengaruhi oleh lingkungannya untuk berbuat jahat, bukan disebabkan oleh kurangnya empati
terhadap individu karyawan.

Penelitian jaspan, Black, dan Hartung menghasilkan kesamaan teori yaitu : menciptakan
lingkungan dengan sedikit kesempatan bagi tindak kejahatan.

2. FRAUD TRIANGLE

Cressey mengungkapkan bahwa setiap kejahatan fraud mempunyai 3 komponen utama, yaitu :
pressure, rasionalisasi, dan kesempatan & pengetahuan.

Pressure (tekanan) : sesuatu yang terjadi dalam kehidupan pribadi pelaku fraud yang
memberikan tekanan stress dan memotivasi dirinya untuk mencuri atau menipu. Contoh : gaya
hidup glamour, kebutuhan keluarga, judi, hutang,dll
Suhita Whini Setyahuni - 120301174200059
Akuntansi Forensik – Fraud Principle
Maksi 38-A

Rasionalisasi : pembenaran terhadap sesuatu yang salah dan mengabaikan efek dari tindakan
kejahatannya. Contoh : tidak apa-apa mencuri, hanya mengambil sedikit.

Kesempatan : kondisi yang disebabkan karena lemahnya pengendalian dan pengawasan sehingga
menimbulkan peluang terjadinya fraud. Contoh : lemahnya SPI.

3. RUANG LINGKUP FRAUD

Fraud terjadi di semua skala perusahaan, baik yang kecil,menengah maupun perusahaan skala
besar dan internasional. Tidak ada perusahaan yang aman dari fraud, bahkan perusahaan kecil
sekalipun. Perusahaan dengan SPI kuat juga tidak bebas dari ancaman fraud.

Metode terbaik untuk mencegah fraud : pengendalian internal dan audit internal

4. PROFIL PELAKU FRAUD

Menurut Gwyn Netller ciri pelaku fraud adalah sebagai berikut :

 Orang yang mempunyai pengalaman kegagalan berpotensi melakukan fraud.


 Orang yang tidak disukai dan tidak menyukai dirinya sendiri cenderung mudah menipu.
 Orang yang mudah terpengaruh, tidak punya pendirian, dan tidapat menolak suap
cenderung mudah terlibat dalam fraud
 Orang yang mempunyai pendirian kuat dan takut akan hukuman cenderung tidak mudah
tergoda melakukan fraud.
 Orang dengan tingkat kecerdasan yang tinggi cenderung lebih jujur daripada yang tidak.
 Semakin mudah untuk melakukan kecurangan/ fraud, semakin tinggi peluang terjadinya
fraud.
Suhita Whini Setyahuni - 120301174200059
Akuntansi Forensik – Fraud Principle
Maksi 38-A

 Seseorang mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda, dan berbeda motif untuk


melakukan fraud.
 Semakin tinggi pressure semakin tinggi peluang terjadinya fraud.
 Perjuangan untuk bertahan di lingkungan perusahaan semakin memotivasi untuk
melakukan fraud.

Beberapa aspek yang mendorong terjadinya fraud :

a) Variabel Personal
 Kemampuan
 Perilaku (attitude)
 Kebutuhan pribadi
 Nilai-nilai kepercayaan
b) Variabel Organisasi
 Lingkup pekerjaan
 Pelatihan yang diberikan
 Sistem reward/ pengakuan terhadap kinerja karyawan
 Kualitas manajemen dan pengawasan
 Kejelasan tanggung jawab pekerjaan
 Kejelasan tujuan dari pekerjaan
 Kepercayaan terhadap individu
 Iklim kerja yang memotivasi dan beretika.
c) Variabel Eksternal
 Tingkat persaingan dengan perusahaan lain
 Kondisi ekonomi secara umum
 Nilai-nilai sosial
Suhita Whini Setyahuni - 120301174200059
Akuntansi Forensik – Fraud Principle
Maksi 38-A

High level dan Low level Fraud

Pelaku tindak kejahatan yang berasal dari level manajemen yang tinggi lebih mudah melakukan
fraud karena lebih mudah menghilangkan kontrol atau pengawasan. Jumah kejahatan yang
dilakukan oleh manajemen high level lebih besar daripada low level.

Berdasarkan survey ACFE, pelaku fraud yang paling merugikan adalah mereka yang :

 Telah bekerja di perusahaan dalam jangka waktu yang lama


 Mempunyai income yang besar
 Laki-laki
 Lebih dari 60 tahun
 Berpendidikan tinggi
 Bekerja kelompok daripada sendirian
 Tidak pernah tersangkut kasus kriminal sebelumnya.

Sedangkan pelaku fraud pada umumnya yang sering dijumpai adalah mereka yang :

 Mempunyai masa kerja yang hampir sama dengan fraud high level
 Mempunyai income yang lebih sedikit dibanding high level fraud
 Wanita dan laki-laki
 Umur antara 41-50 tahun
 Telah menyelesaikan pendidikan tinggi
 Beroperasi sendirian
 Belum pernah tersangkut kasus kriminal

Hall and Singleton mendeskripsikan ciri pelaku secara general sebagai berikut :

 Mempunyai posisi kunci di perusahaan


 Biasanya laki-laki
 Lebih dari 50 tahun
 Menikah
 Berpendidikan tinggi
Suhita Whini Setyahuni - 120301174200059
Akuntansi Forensik – Fraud Principle
Maksi 38-A

5. SIAPA YANG MENJADI KORBAN FRAUD?

Ancaman fraud dapat berasal dari dalam dan luar entitas. Dalam entitas adalah jajaran
manajemen dan karyawan. Sedangkan luar entitas adalah supplier, vendor, kontraktor,dll.

Fraud terjadi pada perusahaan yang tidak mempunyai kontrol pengendalian, tidak ada
kepercayaan, tidak ada standar etika, tidak profit, dan tidak mempunyai masa depan.

Entitas bisnis yang kecil mempunyai resiko fraud lebih tinggi daripada entitas bisnis yang besar,
karena biasanya mereka hanya mempunyai satu akuntan, tidak ada pemisahan fungsi, dan tidak
ada pengendalian atau kontrol dari atasan. Sehingga membuka peluang yang lebih besar untuk
melakukan kejahatan fraud.

6. FRAUD TAXONOMIES

Beberapa klasifikasi fraud diataranya :

a) Customer and Investor Fraud


Tindakan menipu yang disengaja yang dilakukan oleh perusahaan dan merugikan pihak
luar seperti : customer, investor, asuransi, pemerintah, kreditur bank, dll
b) Criminal and Civil Fraud
Menurut ACFE, kriminal fraud adalah penyajian informasi yang tidak benar dan nilainya
material dari pihak satu ke pihak lainnya dan secara sengaja berniat untuk menipu,
dengan tujuan agar pihak lain melepaskannya dari tanggung jawab tertentu. Contoh :
tanggung jawab kerugian atau kecelakaan atas kesalahannya.
c) Fraud untuk melawan perusahaan
Ada 2 jenis corporate fraud : fraud yang langsung merugikan perusahaan, dan fraud yang
memberikan keuntungan bagi perusahaan.
 Fraud yang merugikan perusahaan
Contoh : penghindaran pajak, perjanjian penetapan harga (price fixing), kejahatan
hukum, pencemaran lingkungan, iklan palsu,dll
 Fraud yang menguntungkan perusahaan
Suhita Whini Setyahuni - 120301174200059
Akuntansi Forensik – Fraud Principle
Maksi 38-A

Contoh : manipulasi catatan akuntansi dengan meninggikan laba dan


merendahkan biaya supaya mendapatkan bonus.
d) Fraud Internal dan Eksternal
Kejahatan fraud yang dilakukan oleh pihak internal : dilakukan oleh pihak karyawan dan
jajaran manajemen
Fraud yang dilakukan oleh pihak eksternel : dilakukan oleh supllier dan vendor seperti
melebihkan jumlah tagihan
e) Fraud oleh manajemen dan Non manajemen
Fraud yang dilakukan oleh high level manajemen karena mempunyai akses wewenang
dan mengetahui kelemahan sistem. Contoh : white collar crime
Fraud yang dilakukan oleh non manajemen, dilakukan oleh karyawan biasa yang tidak
menduduki jabatan pada level manajemen. Contoh : penggelapan aset, pencurian kas.
Nilai kerugian high level manajemen lebih besar dari pada non manajemen.

7. FRAUD TREE

ACFE membangun model untuk mengkategorikan fraud kedalam 49 jenis fraud yang dilakukan
individu, yang disebut fraud tree. 3 komponen utama dalam fraud tree :

 Fraud laporan keuangan : tipe fraud yang dilakukan oleh top eksekutif. Contoh :
Manipulasi laporan keuangan untuk menarik investor. Efek dari fraud laporan
keuangan sangat pervasif dan dapat memakan banyak korban,bahkan bisa memicu
terjadinya gejolak perekonomian seperti inflasi.
 Penggelapan aset : merupakan jenis fraud yang paling sering dilakukan. Efeknya
tidak material. Biasanya dilakukan oleh individu, sehingga kesulitan untuk
diungkap jika menggunakan metode general auditing. Karena mudah dilakukan,
jenis fraud ini merupakan yang paling banyak jenisnya.
 Korupsi : fraud yang dilakuakn berdasarkan hubungan antar pihak internal dengan
eksternal, dan bahkan hubungan tersebut tidak dapat diketahui oleh perusahaan.
Suhita Whini Setyahuni - 120301174200059
Akuntansi Forensik – Fraud Principle
Maksi 38-A

KARAKTERISTIK FRAUD

PENGGELAPAN
KRITERIA FINANCIAL FRAUD KORUPSI
ASET
Pelaku Top – executive management Karyawan 2 pihak
Ukuran Sangat besar Kecil Menengah
Frekuensi Jarang terjadi Sering Sedang
Motivasi Menaikkan harga saham, bonus Tekanan pribadi Tantangan,
pengembangan bisnis
Materialitas Sangat material Tidak material Tergantung
Pihak yang Perusahaan dan pelaku Pelaku melawan Pelaku
terlibat perusahaan
Jumlah Besar dan banyak Kecil Tergantung
korban
Suhita Whini Setyahuni - 120301174200059
Akuntansi Forensik – Fraud Principle
Maksi 38-A

EVOLUSI FRAUD

Siklus dari penyelidikan fraud adalah sebagai berikut :

Motivasi Peluang  Rasionalisasi  Pengabaian atas fraud (karena tidak ketahuan) 


konversi aset  menyembunyikan kejahatan  jejak kejahatan (red flag) tersangka 
penetapan dasar bukti yang layak (predication)  teori fraud  audit invesitigatif  penulisan
laporan  disposition: penghentian penyelidikan  disposition : penuntutan  trial :
pembacaan fakta-fakta dan temuan di pengadilan

Anda mungkin juga menyukai