Anda di halaman 1dari 7

5.

Contoh obat uterotonika

a. Methergin

Nama generik Methylergometrine maleate


Nama Dagang Methergin
Dosis  Involusi uterus
1 tablet 3 x sehari selama 3-4 hari.
 Subinvolution, puerperium dan lochiometral bleeding
1-2 tablet 3 x sehari
Kontraindikasi  Jangan menggunakan obat ini untuk pasien yang memiliki
riwayat hipersensitif/alergi obat Methylergometrine.
 Kontraindikasi untuk pasien yang mengalami induksi
persalinan, hipertensi berat, preeklamsia atau eklampsia,
atau inersia uterus primer dan sekunder.
 Jangan digunakan untuk penderita penyakit jantung, stenosis
katup mitral, atau penyakit vaskular obliteratif.
 Jangan gunakan dalam kasus aborsi spontan.
 Obat ini juga dikontraindikasikan pada pasien HIV-positif
yang menggunakan protease inhibitor, delavirdine dan
efavirenz (yang juga merupakan agonis pada reseptor
5HT2A-mGlu2 dan meningkatkan kemungkinan pasien
mengalami halusinasi selama terapi Methergin Tablet
(Methylergometrine)).
Indikasi  Methergin Tablet diindikasikan untuk mencegah dan
menangani perdarahan postpartum dan postabortal.
 Digunakan dalam manajemen aktif pada tahap ketiga
persalinan.
 Untuk menangani perdarahan rahim setelah pemisahan
plasenta, atonia uterin, subinvolusi rahim nifas, atau
lochiometra.
Efek Samping  Efek samping yang umum adalah gangguan saluran
pencernaan misalnya mual, muntah, dan diare.
 Kadang juga bisa terjadi sakit kepala, pusing, atau
halusinasi.
 Hipertensi berat (terutama pada pasien dengan
preeklampsia), nyeri dada sementara, palpitasi, bradikardia.
 Efek samping lain meliputi tinnitus, hidung tersumbat,
dyspnoea, diaphoresis, tromboflebitis, haematuria, keram
kaki, reaksi alergi.
 Efek samping yang berpotensi fatal : Shock.

b. Yutopar

Nama Dagang Yutopar


Nama Generik Ritodrine hydrochloride
Dosis dosis awal 50 mcg/menit, infus dipercepat bertahap sampai 150-
350 mcg/menit, dipertahankan sampai 12-48 jam setelah
kontraksi hilang; atau 10 mg tiap 3-8 jam sampai 12-48 jam
setelah kontraksi hilang; dosis oral diberikan 30 menit sebelum
infus dihentikan dan diulang tiap 2 jam selama 24 jam, diikuti
dengan 10-20 mg tiap 4-6 jam; dosis maksimal per hari 120 mg.
Indikasi umum Penatalaksanaan persalinan preterm pada pasien tertentu yang
usia kehamilannya ≥ 20 minggu
Kontraindikasi Eklampsia dan preeklampsia berat, Overdosis obat,
hipersensitivitas, kehamilan, kematian janin intrauterin, kompresi
tali pusat, pendarahan antepartum, penyakit jantung, plasenta
previa, dan terancam keguguran
Efek Samping Nyeri dada atau sesak, pendarahan di dalam rahim, kemerahan
pada kulit, detak jantung tak teratur, pembesaran kelenjar ludah,
mual, raksasa, berkibar sensasi di dada, berkeringat,
pembengkakan di paru-paru

c. Syntocinon

Nama Dagang Syntocinon


Nama Generik Synthetic oxytocin.
Dosis Induksi persalinan Infus IV: 1 iu/100 mL. Kecepatan infus: 5-40
tetes/mnt. Kala 3 persalinan 5-10 iu IM atau 5 iu IV secara
perlahan. Op Caesar 5 iu intra-mural segera stlh melahirkan.
Kontraindikasi Kontraksi uterus hipertonik, toksemia gravidarum, disproporsi
sefalo-pelvik, letak janin abnormal, plasenta previa, abrupsio
plasenta, prolaps tali pusat, kehamilan kembar. Riwayat operasi
termasuk SC. Gangguan jantung berat.
Indikasi Induksi persalinan; peningkatan kontraksi uterus pascapartum;
secara nasal untuk menstimulasi pengeluaran ASI pada wanita
yang menyusui
Efek Samping Gangguan gastrointestinal (saluran cerna), aritmia jantung,
intoksikasi air karena pemberian infus yang terlalu cepat.

d. Oxyla

Nama Dagang Oxyla


Nama generik Oksitosin
Dosis Induksi atau stimulasi persalinan: 1/100
ml dekstrosa 5% diberikan dengan
kecepatan infus 2-8 tetes/menit,
Maksimal 40 tetes/menit; seksio caesar:
5 iu secara intramural setelah bayi
dilahirkan; persalinan kala 3 dan paska
partum (perdarahan, subinvolusi
uterus): 5-10 iu secara IV lambat.
Indikasi Induksi persalinan pada kehamilan
lewat bulan, ketuban pecah dini, seksio
caesar, perdarahan paska partum dan
perdarahan uterus paska partum.
Kontraindikasi Disproporsi sefalovelfik, malpresentasi
fetus, distensi uterus yang berlebihan,
praritas > 4, lansia dengan multipara,
persalinan seksio caesar atau operasi
uterus lain sebelumnya, toksemia berat,
predisposisi emboli cairan amnion,
kotraksi hipertonik, plasenta previa.
Hamil, persalinan kala 1, inersia uterus
primer atau sekunder, persalinan kala 2
sebelum kelahiran kepala. Gangguan
fungsi jantung, hati, atau ginjal,
penyebab oklusi vaskuler, sepsis.
Hipertensi berat, pre-eklamsia dan
eklamsia.
Efek Samping Kadang-kadang, intoksikasi air dengan
gejala sakit kelapa dan mual, aritmia
jantung.

e. MYOTONIC

Nama dagang MYOTONIC


Nama Generik Metilergometrine Maleat
Dosis Perdarahan: IM 1 ml, IV 0,5-1 ml;
melancarkan persalinan kala tiga: IM
0,5-1 ml setelah kepala atau bahu
keluar, atau selambat lambatnya setelah
bayi dilahirkan; atoni uterus: IM 1 ml
atau IV 0,5-1 ml; involusi uterus: sehari
3x1 tab selama 3-4 hari.
Indikasi Perdarahan paska persalinan dan
abortus; melancarkan persalinan,
perdarahan uterus.
Kontraindikasi Hipersensitif, kehamilan kala satu dan
kala dua, hipertensi.
Efek Samping Mual, muntah, sakit perut, hipertensi.
Sumber
Sutistia G.Ganiswara .2007. Farmakologi Dan Terapi edisi V. Jakarta, Gaya Baru
Katzung. G. Bertram 2002. Farmakologi Dasar dan Klinik Edisi VIII Bagian ke II. Jakarta :
Salemba Medika.
Amy M. Karch Buku Ajar Farmakologi Keperawatan Edisi 2 Penerbit ECG
Buku Ajar Keperawatan Maternitas Edisi4. Jakarta:Penerbit EGC.
Hopfer,Judith Deglin, Pharmd. Hazand, April Vallerand, Phd, RN 2004).Pedoman Obat
untuk Perawat Edisi 4. Jakarta: Penerbit EGC.
https://www.scribd.com/doc/128837688/FARMAKOLOGI-UTEROTONIKA