Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Anemia adalah gejala dari kondisi yang mendasari seperti kehilangan
komponen darah, elemen tak adekuat atau kurang nutrisi yang dibutuhkan untuk
pembentukan sel darah, yang mengakibatkan penurunan kapasitas pengangkut
oksigen darah (Dongoes, 2000). Menurut wikipwdia, anemia adalah suatu
keadaan saat jumlah sel darah merah atau jumlah hempglobin (protein
pembawqa oksigen) dalam sel darah merah bedada di bawah normal. sel darah
merah mengandung hemoglobin yang mengangkut oksigen dari paru-paru dan
mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh. Seorang pasien dikatakan terkena
anemia apabila kosentrasi hemoglobin (HB)-nya kurang dari 13,5g/dL atau
hematokrit (Hct) kurang dari 41% pada laki-laki dan kosentrasi Hb kurang dari
11,5g/dL atau Hct kurang dari 36% pada perempuan. Nilai normal HB pada
wanita 12-16 gr/dL, pada pria 14-18 gr/dL, pada anak 10-16 gr/dL, dan pada bayi baru
lahir 12-24gr/dL. Faktor-faktor diet yang diperlukan untuk sintesis normal sel-sel
darah merah adalah zat besi, vitamin B12 ,asam folat, asam askorbat dan protein.
Defisiensi salah satu nutrien tersebut akan mempengaruhi pembentukan sel-sel
darah merah dan menimbulakan keadaan anemia. Anemia besi merupakan jenis
malnutrisi yang banyak dijumpai bukan hanya di indonesia tetapi diseluruh
penjuru dunia. Keadaan ini disebabkan oleh kekurangan zat besi untuk
pembentukan hemoglobin, yakni pigmen pembawa oksigen yang terdapat dalam
sel darah merah. Insufisiensi unsur mineral ini menyebabkan penurunan jumlah
serta ukuran sel-sel darah merah dan mengurangi kandungan hemoglobin
didalamya. Penderitanya menjadi pucat dan lemah,serta mudah lelah.

1
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan referensi yang dikumpulkan maka dapat dibuat rumusan masalah
seperti berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan anemia?
2. Apa saja klasifikasi anemia?
3. Apa saja penyebab anemia?
4. Apa saja tanda dan gejala anemia?
5. Apa saja tujuan diet anemia?
6. Apa saja prinsip-prinsip diet anemia?
7. Apa saja syarat diet anemia?
8. Bagaimana diet pada klien anemia?
9. Bagaimana diet tepat cegah anemia?

C. Tujuan Masalah
Adapun tujuan dibuatnya makalah ini diantara lain yaitu:
1. Untuk mengetahui dan memahami penyakit anemia
2. Untuk mengetahui dan memahami klasifikasi anemia
3. Untuk mengetahui dan memahami penyebab anemia
4. Untuk mengetahui dan memahami tanda dan gejala anemia
5. Untuk mengetahui dan memahami tujuan diet anemia
6. Untuk mengetahui dan memahami prinsip-prinsip diet anemia
7. Untuk mengetahui dan memahami syarat diet anemia
8. Untuk mengetahui dan memahami diet pada klien anemia
9. Untuk mengetahui dan memahami diet tepat cegah anemia

2
BAB II
ISI

A. Definisi
Anemia adalah gejala dari kondisi yang mendasari seperti kehilangan
komponen darah, elemen tak adekuat atau kurang nutrisi yang dibutuhkan untuk
pembentukan sel darah, yang mengakibatkan penurunan Kapasitas pengangkut
oksigen darah ( Doenges, 2000 ). Anemia adalah istilah yang menunjukkan
rendahnya hitung sel darah merah dan kadar hemoglobin dan hemotokrit
dibawah normal. (Smeltzer, 2001, 935). Anemia mengacu pada suatu kondisi
dimana terdapat penurunan konsentrasi hemoglobin, jumlah sel darah merah
sirkulasi atau volume sel darah tanpa plasma ( hemotokrit ) dibandingkan
dengan nilai – nilai normal (tambayong, 2000. 77 ). Anemia adalah reduksi
dalam sel darah merah ( eritrosit ) dimana terjadi perubahan menurunnya
kapasitas pengangkutan oksigen dalam darah (luckman, 1999, 1335 ).
Anemia adalah gejala dari kondisi yang mendasari seperti kehilangan
komponen darah, elemen tak adekuat atau kurang nutrisi yang dibutuhkan untuk
pembentukan sel darah, yang mengakibatkan penurunan kapasitas pengangkut
oksigen darah (Dongoes, 2000). Menurut wikipedia, anemia adalah suatu
keadaan saat jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa
oksigen) dalam sel darah merah bedada di bawah normal. sel darah merah
mengandung hemoglobin yang mengangkut oksigen dari paru-paru dan
mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh. Seorang pasien dikatakan terkena
anemia apabila kosentrasi hemoglobin (HB)-nya kurang dari 13,5g/dL atau
hematokrit (Hct) kurang dari 41% pada laki-laki dan kosentrasi Hb kurang dari
11,5g/dL atau Hct kurang dari 36% pada perempuan.

3
B. Klasifikasi Anemia
a. Klasifikasi Anemia akibat Gangguan Eritropises
Anemia yang diakibatkan oleh gangguan eritropoises adalah:
1. Anemia defisiensi besi. Tidak cukupnya suplai besi di dalam tubuh
mengakibatkan timbulnya sel darah merah yang hopokrom dan
mikrositer. Anemia didefinisikan sebagai penurunan volume eritrosit
atau kadar Hb sampai di bawah rentang nilai yang berlaku untuk
orang sehat. Anemia dapat diklasifikasikan menurut morfologi sel
darah merah dan berdasarkan etiologinya. Pada klasifikasi anemia
menurut morfologi, mikro dan makro menunjukan ukuran eritrosit
sedangkan kromik menunjukan warnanya (kandungan Hb). Pada
klasifikasi berdasarkan morfologi dibagi dalam tiga klasifikasi besar:
1) Anemia normositik normokrom, dimana ukuran dan bentuk
eritrosit normal serta mengandung Hemoglobin dalam jumlah
normal (MCV dan MCHC normal atau normal rendah),
contohnya pada kehilangan darah akut, hemolisis, penyakit
kronik termasuk infeksi, gangguan endokrin, gangguan ginjal.
2) Anemia makrosistik normokrom, makrositik berarti ukuran
eritrosit lebih besar dari normal dan normokrom berarti
konsentrasi Hb normal (MCV meningkat; MCHC normal). Hal
ini diakibatkan oleh gangguan atau terhentinya sintesis asam
nukleat DNA seperti yang ditemukan pada defisiensi besi
dan/atau asam folat.
3) Anemia mikrositik hipokrom, mikrositik berarti kecil, hipokrom
berarti mengandung jumlah Hb kurang (MCV dan MCHC
kurang), seperti pada anemia defisensi besi, keadaan
sideroblastik, kehilangan darah kronik, dan pada talesemia.

Anemia defisiensi besi adalah anemia yang terjadi karena kekurangan


zat besi (Fe) yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah.
Defisiensi besi merupakan penyebab terbanyak dari anemia di seluruh
dunia. Diperkirakan 30 % dari populasi dunia mengalami anemia
akibat defisiensi besi. Zat besi selain dibutuhkan untuk pembentukan

4
Hb yang berperan dalam penyimpanan dan pengangkutan oksigen,
juga terdapat dalam beberapa enzim yang berperan dalam
metabolisme oksidatif, sintesa DNA, neurotransmiter dan proses
katabolisme yang bekerjanya membutuhkan ion besi. Anemia ini
merupakan kelainan hematologi yang paling sering dijumpai pada
bayi dan anak. Banyaknya Fe yang diabsorpsi dari makanan kira-kira
10 % setiap hari sehingga untuk nutrisi optimal diperlukan diet yang
mengandung Fe sebanyak 8-10 mg Fe perhari. Fe yang berasal dari
ASI diabsorpsi secara lebih efisien daripada yang berasal dari susu
sapi. Sedikitnya macam makanan yang kaya Fe yang dicerna selama
tahun pertama kehidupan menyebabkan sulitnya memenuhi jumlah
yang diharapkan, maka dari itu diet bayi harus mengandung makanan
yang diperkaya Fe sejak usia 6 bulan.

Kebutuhan Zat Besi


1. Kebutuhan zat besi selama hamil
Saat hamil kebutuhan zat besi sangat meningkat.
Beberapa literatur mengatakan kebutuhan tersebut mencapai
dua kali lipat dari kebutuhan sebelum hamil. Dari jumlah zat
besi yang perlu ditimbun oleh tubuh untuk persediaan
cadangan zat besi yaitu 1040 mg, ibu hamil dianjurkan untuk
mengkonsumsi zat besi minimal 90 tablet selama hamil.
Namun, bukan berarti selama hamil ibu hanya mengkonsumsi
selama tiga bulan usia kehamilan namun itu adalah nilai
minimal. Hal ini terjadi karena selama hamil, volume darah
meningkat sampai 50%, sehingga perlu lebih banyak zat besi
untuk membentuk hemoglobin. Selain itu, pertumbuhan janin
dan plasenta yang sangat pesat juga memerlukan banyak zat
besi.
Kebutuhan zat besi pada wanita hamil rata-rata
mendekati 800 mg. Kebutuhan ini terdorong dari sekitar 300
mg diperlukan untuk janin dan plasenta serta 500 mg lagi
diperlukan untuk meningkatkan masa hemoglobin maternal.

5
Kurang lebih 200 mg akan diekskresikan lewat usus, urin, dan
kulit. Makanan ibu hamil setiap 100 kalori akan menghasilkan
sekitar 8 – 10 mg zat besi. Perhitungan makan 3 kali dengan
2500 kalori akan menghasilkan sekitar 20 – 25 mg zat besi
perhari. Selama hamil dengan perhitungan 288hari, ibu hamil
akan menghasilkan zat besi sebanyak 100 mg sehingga
kebutuhan zat besi masih kekurangan untuk wanita hamil.
Sumber lain mengatakan, kebutuhan ibu hamil akan
meningkat (untuk pembentukan plasenta dan sel darh merah)
sebesar 200 – 300%. Perkiraan besar zat besi yang perlu
ditimbun selama hamil ialah 1040 mg. Dari jumlah ini, 200 mg
Fe tertahan oleh tubuh ketika melahirkan dan 840 mg sisanya
hilang. Sebanyak 300 mg Fe ditransfer ke janin, dengan 50 –
75 mg untuk pembentukan plasenta, 450 mg untuk menambah
jumlah darah merah, dan 200 mg lenyap ketika melahirkan.
Besarnya angka kejadian anemia ibu hamil pada
trimester I kehamilan adalah 20%, trimester II sebesar 70%,
dan trimester III 70%. Hal ini disebabkan karena pada
trimester pertama kehamilan, zat besi yang dibutuhkan sedikit
karena tidak terjadi menstruasi dan perumbuhan janin masih
lambat. Menginjak trimester II dan III, volume darah dalam
tubuh wanita akan meningkat sampai 35% ini sebanding
dengan 450 mg zat besi untuk memproduksi sel-sel darah
merah. Sel darah merah harus mengangkut oksigen lebih
banyak utnuk janin. Sedangkan saat melahirkan perlu
tambahan besi 300 – 350 mg akibat proses melahirkan yang
mengeluarkan darah banyak. Sampai saat melahirkan wanita,
hamil butuh zat besi sekitar 40 mg perhari atau dua kali lipat
kebutuhan kondisi tidak hamil.

6
2. Kebutuhan Zat Besi pada Anak
Pada anak, dosis oral besi untuk mengobati defisiensi
adalah 3-6 mg/kg bb (maksimal 200 mg)/hari diberi dalam 2-3
dosis terbagi. Suplementasi besi juga diperlukan untuk
menghasilkan respon epoetin yang optimal pada anak dengan
anemia defisiensi besi yang disertai gagal ginjal kronik atau
bayi prematur.
3. Pada remaja
Pemberian tablet tambah darah selama 4 bulan.
Program Pencegahan dan Penanggulangan Anemia Gizi Besi
(PPAGB) ini dilaksanakan di kota Bekasi pada tahun 2008.
Program ini diberikan pada remaja putri yang berlangsung
dalam beberapa tahap, yaitu :
1) Pemeriksaan kadar Hb darah dan recall pola makan remaja
putri yang dilakukan sebelum dan sesudah pemberian tablet
tambah darah.
2) Pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri dan
konseling gizi yang bertujuan untuk memantapkan kemauan
dan kemampuan remaja putri dalam melaksanakan perilaku
gizi yang baik dan benar agar tidak terjadi anemia.
3) Pemantauan kepatuhan minum tablet tambah darah.
4) Evaluasi kegiatan.
Tablet tambah darah diberikan 1 tablet setiap minggu dan 10
tablet pada waktu menstruasi sehingga total tablet yang
diminum selama 4 bulan kegiatan adalah 52 tablet.

Tabel Kebutuhan Zat Besi

Usia Kebutuhan Zat Besi


Bayi 3 – 5 mg
Balita 8 – 9 mg
Anak Sekolah 10 mg

7
Remaja Laki-laki 14 – 17 mg
Remaja Perempuan 14 – 25 mg
Dewasa Laki-laki 13 mg
Dewasa Perempuan 14 – 26 mg
Ibu Hamil +20 mg
Ibu Menyusui +2 mg

Prinsip penatalaksanaan anemia defisiensi besi adalah mengetahui


faktor penyebab dan mengatasinya serta memberi terapi penggantian
dengan preparat besi. Pemberian preparat Fe dapat secara:

a) Terapi Oral
Senyawa zat besi yang sederhana dan diberikan peroral adalah
ferous glukonat, fumarat, dan suksinat dengan dosis harian 4-6
mg/kg/hari besi elemental diberikan dalam 2-3 dosis.
Penyerapan akan lebih baik jika lambung kosong, tetapi ini
akan menimbulkan efek samping pada saluran cerna. Efek
samping yang dapat terjadi adalah iritasi gastrointestinal, yang
dapat menyebabkan rasa terbakar, nausea dan diare. Oleh
karena itu pemberian besi bisa saat makan atau segera setelah
makan, meskipun akan mengurangi absorbsi obat sekitar 40-
50%. Preparat besi harus terus diberikan selama 2 bulan
setelah anemia pada penderita teratasi.
b) Terapi parental
Pemberian besi secara IM menimbulkan rasa sakit dan
harganya mahal. Kemampuan untuk meningkatkan kadar Hb
tidak lebih baik dibanding peroral.
Indikasi parenteral:
a. Tidak dapat mentoleransi Fe oral.
b. Kehilangan Fe (darah) yang cepat sehingga tidak dapat
dikompensasi dengan Fe oral.

8
c. Gangguan traktus gastrointestinal yang dapat memburuk
dengan pemberian Fe oral (colitis ulserativa).
d. Tidak dapat mengabsorpsi Fe melalui traktus
gastrointestinal.
e. Tidak dapat mempertahankan keseimbangan Fe pada
hemodialisa.
2. Anemia megaloblastik. Defisiensi folat atau vitamin B12 bisa
mengakibatkan gangguan pada sintesis timidin dan defek pada replica
DNA. Efek yang timbul dari kejadian tersebut adalah pembesaran
precursor sel darah (megaloblas) di sumsum tulang, hematopoises
yang tidak efektif, dan pansitopenia. Kebutuhan minimal folat sehari-
hari kira-kira 50 mg, dengan mudah diperoleh dari diet rata-rata
(Soenarto 2001). Asam folat (folium) termasuk golongan vitamin B
yang larutdalam air. Jadi, bila ada kelebihan folat dalam asupan atau
makanan yang dikonsumsi, tak perlu khawatir karena kelebihan
tersebut dapat larut dalam air. Selain itu, tak seluruhnya dari asam
folat yang dimakan itu bias diserap oleh tubuh.

Sumber asam folat:

a. Sayuran berwarna hijau tua: Bayam, kangkung, selada,


asparagus, brokoli.
b. Kacang-kacangan: Kacang merah, kacang kedelai, kacang hijau,
termasuk juga selai kacang
c. Biji-bijian: Gandum, beras, cereal, oatmeal, termasukjuga roti
gandum
d. Buah-buahan: Pepaya, nenas, jeruk, pisang, alpukat, danstroberi.
e. Daging: Hati, ginjal dan beberapa organ dalam hewani lainnya

3. Anemia aplastik. Anemia aplastik adalah suatu kondisi di mana


sumsum tulang gagal memproduksi sel darah akibat hiposeluleritas.
Hiposeluleritas dapat terjadi akibat paparan racun, radiasi, reaksi
terhadfap obat atau virus, serta defek pada perbaikan DNA dan gen.

9
4. Anemia mieloptisik. Anemia ini terjadi akibat penggantian sumsum
tulang oleh serangan sel-sel tumor serta kelainan granuloma yang
menyebabkan plpasan eritroid padfa tahap awal.
b. Klasifikasi Anemia berdasarkan Ukuran Sel
Anemia yang di akibatkan oleh ukuran sel meliputi:
1. Anemia mikrositik, penyebab utamanya adalah defisiensi besi dan
talasemia (gangguan Hb).
2. Anemia normositik, contohnya adalah anemia yang diakibatkan oleh
penyakit kronis, seperti gangguan ginjal.
3. Anemia makrositik, penyebab utamanya adalah mengonsumsi alcohol
dan anemia megloblastik.

C. Penyebab Anemia
Secara garis besar, anemia dapat disebabkan oleh:
1. Peningkatan destruksi eritrosit, contohnya pada gangguan system imun
dan talasemia.
2. Penurunan produksi eritrosit, contohnya pada penyakit anemia aplastik
dan kekurangan nutrisi.
3. Kehilangan darah dalam jumlah besar, contohnya akibat pendarahan
akut, pendarahan kronis, menstruasi, ulser kronis, dan trauma.

D. Tanda dan Gejala Anemia


Jika terjadi anemia adalah dalam waktu yang lama, maka konsentrasi Hb-nya
rendah. Gejala-gejala tersebut bisa berupa:
1. asimtomatik,
2. letargi,
3. napas pendek atau sesak (terutama saat beraktivitas),
4. kepala terasa ringan,
5. serta palpitasi.
6. demam

10
Sedangkan, tanda-tanda dari anemia yang harus diperhatikan saat pemeriksaan :

1. pucat pada membrane mukosa.


2. Pendarahan
3. Luka

E. Tujuan Diet
Tujuan diet penyakit anemia adalah untuk membantu pasien memperbaiki
kebiasaan makan dan olahraga untuk mendapatkan control metabolik yang lebih
baik, dengan cara:
1. Meningkatkan asupan makanan sumber Fe sehingga tidak terjadi anemia.
2. Mencapai dan mempertahankan tekanan darah normal.
3. Mencapai dan mempertahankan tekanan BB dan status gizi yang optimal
sehingga tidak terjadi malnutrisi.
4. Memperbaiki pola makan yang salah.
5. Mengurangi/mencegah timbulnya factor resiko lain seperti penyakit baru
pada saat kehamilan / setelah mlahirkan.
6. Memenuhi kebutuhan energy dan protein yang meningkat untuk mencegah
dan mngurangi kerusakan jaringan tubuh.

F. Prinsip Diet
Widyakarya pangan dan gizi (1998), dalam Almatsier (2002) menetapkan angka
kecukupan zat besi untuk Indonesia pada dewasa perempuan adalah 14 sampai
26 mg. kebutuhan kehamilan perlu penambahan 20 mg per hari. Kebutuhan zat
besi ini dapat dipenuhi dengan mengonsumsi zat besi atau mengonsumsi bahan
makanan yang cukup mengandung zat besi. Oleh karena itu prinsip diet ibu
hamil harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Ibu hamil harus mengonsumsi sejumlah tablet zat besi sesuai dengan anjuran
selama kehamilan yang dimulai pada trimester dua dan tiga.
2. Diet sehari-hari harus mengandung zat besi seperti daging, ayam, ikan, telur,
kacang-kacangan, sayuran hijau dan buah.
3. Konsumsi makanan yang mengandung vitamn C, karena vitamin C
meningkatkan penyerapan zat besi.

11
4. Menghindari minum teh atau minum kopi pada waktu makan.
5. Menghindari makanan yang mengandung EDTA (mentega, kerang kalengan,
bumbu salad), karena dapat mengurangi tersedianya zat besi non-heme
sebesar 50%.
6. Memasak menggunakan panci besi.
7. Hindari factor diet lainnya yang membatasi tersedianya zat besi seperti filat,
zat yang terdapat dalam gandum.
8. Konsumsi pula bahan makanan yang banyak mengandung asam folat dan
vitamin B12, karena anemia dapat terjadi kombinasi kekurangan zat besi
asam folat dan vitamin B12.
Kandungan zat besi dari beberapa bahan makanan (mg/100 gram) dapat dilihat
pada table berikut:

Bahan makanan Nila Fe Bahan makanan Nilai Fe

Tempe kacang kedelai 10,0 Biscuit 2,7

murni 8,0 Jagung kuning pipil 2,4

Kacang kedelai murni 6,7 Roti putih 1,5

Kacang hijau 5,0 Beras setengan giling 1,2

Kacang merah ‘ 2,0 Kentang 0,7

Kelapa tua, daging 8,0 Daun kacang panjang 6,2

Udang segar 6,6 Bayam 3,9

Hati sapi 2,8 Sawi 2,9

Daging sapi 2,8 Daun katuk 2,7

Telur bebek 2,7 Kangkung 2,5

Telur ayam 2,0 Daun singkong 2,0

Ikan segar 1,5 Pisang ambon 0,5

Ayam 2,8 Keju 1,5

12
G. Syarat Diet
Syarat-syarat diet penyakit anemia adalah:
1. Energy sesuai kebutuhan yang diberikan 2515,356 kkal
2. Protein tinggi 1,5gr/kg BB yaitu sebesar 91,5 gram
3. Lemak sedang diberikan 25% yaitu sebesar 69,871 gram
4. Karbohidrat sesuai kebutuhan diberikan 380,13 gram
5. Vitamin dan mineral terutama pemberian Fe, asam folat, dan vitamin B12
serta vitamin C.

H. Diet Pada Klien Anemia


Tabel 1 Nilai gizi diet TETP
Nilai Gizi TETP I TETP II
Energi (kkal) 2690 3040
Protein (g) 103 120
K
Lemak (g) 73 98
e
Karbohidrat (g) 420 420
Kalsium (mg) 700 1400

K Besi (mg) 30,2 36


e Vitamin A (RE) 2746 2965
t Tiamin (mg) 1,5 1,7
e Vitamin C (mg) 114 116
r
Keterangan TETP :
TETP (Diet Tinggi Energi Tinggi Protein) adalah diet yang mengandung
energydan protein diatas normal.
Diet TETP 1 : Energi 2600 kkal, protein 100 gr (2 g/kg BB)
Diet TETP 2 : Energi 3000 kkal, protein 125 gr (2,5 g/kg BB)

13
Tabel 2 Bahan Makanan yang Dianjurkan dan yang Tidak Dianjurkan
Bahan makanan Dianjurkan Tidak Dianjurkan
Sumber Karbohidrat Nasi, mie, roti, macaroni,
dan hasil olah tetepung-
tepungan lain, seperti cake,
tarcis, pudding, dan pastry,
dodol, ubi, karbohidrat
sederhana seperti gula
pasir.
Sumber Protein Daging sapi, ayam, ikan, Dimasak dengan banyak
telur, susu, dan hasil olah minyak atau kelapa/
seperti keju dan yoghurt santan kental.
custard dan es krim.
Sumber Protein Nabati Semua jenis kacang- Dimasak dengan banyak
kacangan dan hasil minyak atau kelapa/
olahanya, seperti tempe, santan kental.
tahu, dan pindakas.
Sayuran Semua jenis sayuran, Dimasak dengan banyak
terutama jenis B, seperti minyak atau kelapa/
bayam, buncis, daun santan kental.
singkong, kacang panjang,
labu siam dan wortel
direbus, dikukus dan
ditumis.
Buah-buahan Semua jenis buah segar,
buah kaleng, buah kering
dan jus buah.
Lemak dan minyak Minyak goring, mentega, Santan kental
margarine, santan encer,
salad dressing.
Minuman Soft drink, madu, sirup, Minuman rendah energy
teh dan kopi encer.
Bumbu Bumbu tidak tajam, seperti Bumbu yang tajam,
bawang merah, bawang seperti cabe dan merica
putih, laos, salam, dan
kecap.

14
Tabel 3 Contoh Menu Sehari TETP II
Pagi Siang Malam
Nasi Nasi Nasi
Telur dadar Ikan Daging empal
Daging semur Ayam goring Telur balado
Ketimun + tomat iris Tempe bacam Sup sayuran
Susu Sayur asam Pisang
Papaya
Pukul 10.00 Pukul 16.00 Pukul 21.00
Bubur kacang hijau Susu Telur ½ masak
susu - Formula komersial

I. Diet Tepat Cegah Anemia


Siapa pun pasti tidak ingin mengalami penyakit kurang darah atau
anemia. Selain merusak produktivitas dan kreativitas kerja, penderita anemia
rentan terhadap komplikasi penyakit lainnya. Hal tersebut terjadi karena
memiliki daya tahan tubuh yang rendah. Wanita lebih rentan terkena penyakit
anemia. Namun, jangan berkecil hati dulu, semuannya bisa dihindari dengan
melakukan diet sehat dan tepat bagi tubuh.
Sebenarnya, banyak hal bisa dilakukan oleh wanita agar terhindar dari
anemia, seperti menjaga asupan zat besi, misalnya mengonsumsi jus jeruk
setelah makan dan mengindari konsumsi teh usai makan. Sebab, teh dapat
membuat zat besi yang dikonsumsi bersama makanan larut dan terbuang
percuma.
Kepintaran menyiasati makanan yang dikonsumsi bisa membuat tubuh
terhindar dari anemia. Penderita anemia bisa meningkatakan konsumsi daging,
makanan laut, buah dan sayur. Sementara itu, agar terhindar dari anemia,
disarankan agar membatasi konsumsi makanan yang bisa menghambat
penyerapan zat besi, dengan menghindari makanan yang mengandung phytat,
seperti yang terdapat pada kacang-kacangan, biji-bijian, dan tepung. Selain itu,
hindari pula konumsi the, kopi, dan coklat.

15
Sejatinya, semua makanan yang dihindari tersebut baik bagi tubuh.
Namun, hindari mengonsumsi sebelum makan besar. Misalnya, minumlah teh
dua jam sebelum atau sesudah makan. Jangan ketika makan besar minumnya
teh. Kebiasaan ini dapat membuat zat besi yang sudah dikonsumsi larut. Strategi
terbaik guna mengubah pola makan adalah dengan mengombinasikan zat besi
dalam menu makanan.
Dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa makanan yang kaya akan zat
besi:
1. Apricot. Buah ini mengandung zat besi yang sempurna guna memastikan
tubuh mendapatkan asupan zat besi.
2. Bit hijau. Bit hijau merupakan sumber vitamin A dan B12. Bit hijau juga
dapat memperkaya darah dengan besi dan mangan.
3. Jagung. Jagung kaya akan zat besi dan tembaga. Jagung juga sumber
vitaminA dan C yang baik.
4. Telur. Telur kaya akan semua mineral, termasuk besi dan vitamin B.
teluyr idea dikonsumsi saat sarapan karena mengandung jumlah energy
yang memadai.
5. Kangkung. Kangkung adalah sumber vitamin A, B, dan C yang baik.
Kangkung juga mengandung zat besi, kalsium, dan kalium yang tinggi.
6. Molase. Molase menyediakan sumber zat besi yang sangat baik guna
mengatasi anemia.
7. Kismis. Kismis mengandung zat besi yang sangat tinggi. Kismis
merupakan makanan yang bersifat basa dan dapat membantu mengatasi
kondisi asam tubuh.
8. Bayam. Selain zat besi, bayam juga mengandung vitamin A. bayam
harus menjadi bagian diet rutin semua orang.
9. Daging. Daging dapat meningkatkan jumlah hemoglobin dan kaya zat
besi. Selain itu, daging mudah diserap oleh usus, sehingga tidak
mengakibatkan pencernaan tersumbat. Namun, jangan berlebihan
mengonsumsi daging karena dapat membuat resiko serangan jantung
bertambah.

16
10. Sayuran. Sayuran merupakan salah satu makanan penambah darah. Akan
tetapi, tidak semua sayuran dapat mengurangi anemia. Sayuran
penambah darah yang baik adalah bayam, ubi, kacang polong hijau,
kacang merah, kol, lobak, kentang, brokoli dan sawi.
11. Buah-buahan. Selain memperlancar aliran darah , buah-buahan seperti
kismis, plum, apel, anggur, dan melon juga menambah jumlah sel darah
merah.
12. Kacang almond. Beberapa jenis kacang dapat mengatasi kekurangan
darah, terutama kacang almond.
13. Roti dan serealia. Makanan ini bisa memberikan 20 persen zat besi jika
anda mengonsumsi setiap hari.

17
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Anemia adalah gejala dari kondisi yang mendasari seperti kehilangan komponen
darah, elemen tak adekuat atau kurang nutrisi yang dibutuhkan untuk
pembentukan sel darah, yang mengakibatkan penurunan kapasitas pengangkut
oksigen darah.

Sel darah merah mengandung hemoglobin yang mengangkut oksigen dari paru-
paru dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh. Seorang pasien dikatakan
terkena anemia apabila kosentrasi hemoglobin (HB)-nya kurang dari 13,5g/dL
atau hematokrit (Hct) kurang dari 41% pada laki-laki dan kosentrasi Hb kurang
dari 11,5g/dL atau Hct kurang dari 36% pada perempuan.

Anemia besi merupakan jenis malnutrisi yang banyak dijumpai bukan hanya di
indonesia tetapi diseluruh penjuru dunia. Keadaan ini disebabkan oleh
kekurangan zat besi untuk pembentukan hemoglobin, yakni pigmen pembawa
oksigen yang terdapat dalam sel darah merah.

Faktor-faktor diet yang diperlukan untuk sintesis normal sel-sel darah merah
adalah zat besi, vitamin B12 ,asam folat, asam askorbat dan protein. Defisiensi
salah satu nutrien tersebut akan mempengaruhi pembentukan sel-sel darah
merah dan menimbulakan keadaan anemia.

B. Saran
Di akhir kesempatan dalam makalah ini, penulis pun mempunyai saran untuk
para pembaca. Untuk mengetahui diet anemia yaitu sebagai berikut :
1. Penderita anemia seharusnya lebih memilih makanan yang kaya akan zat
besinya.
2. Penderita anemia seharusnya lebih mengatur diet makanannya.
3. Penderita anemia juga mengkonsumsi vitamin B12, asam folat, dan
protein.

18
DAFTAR PUSTAKA

http://itaerlangga.blogspot.com/2013/04/diet-buat-penderita-anemia.html?m=1

infolaboratoriumkesehatan.wordpress.com/tag/nilai-normal-hb-wanita-12-16-grdl-pria-
14-18-grdl-anak-10-16-

https://www.google.com/url?q=http://accountmt.moonton.com/%23/inemail/activation?
ext%3Dr9BNgDkvpdKhVQvk0TL2EZp7CoY21HmJjtMOm17SYXL%252fTEiOw35P
r7m5koUXqronS8jKlqyI74%252bPedV8km7WMBmZ317MyEkntZU2ykCPokdrj%25
2fi%252bwAyEdbhUyKJS5Otew1%252ft%252bzH6F10Knam24ykQq17HySdfEaZkl
GB%252b3%252fAfNbzyrCMqZGpbotp3qCKLNGjL3pC11uPv%252fu9rKPuJWzRB
BAUs35KvwhQzsw%253d%253d%26l%3Did%26u%3DbWFnaW50YXJkNjBAZ21ha
WwuY29t%26v%3DNDk1YjQ0OWY5NzEwNjNmYzE2OGIxMWUxNGEwZWJkN
mQ%253d&source=gmail&ust=1522751478719000&usg=AFQjCNHKQu9mgRq3Wh
eQ1_zyqFohiaMNHA

https://www.google.com/url?q=http://accountmt.moonton.com/%23/inemail/activation?
ext%3Dr9BNgDkvpdKhVQvk0TL2EZp7CoY21HmJjtMOm17SYXL%252fTEiOw35P
r7m5koUXqronS8jKlqyI74%252bPedV8km7WMBmZ317MyEkntZU2ykCPokdrj%25
2fi%252bwAyEdbhUyKJS5Otew1%252ft%252bzH6F10Knam24ykQq17HySdfEaZkl
GB%252b3%252fAfNbzyrCMqZGpbotp3qCKLNGjL3pC11uPv%252fu9rKPuJWzRB
BAUs35KvwhQzsw%253d%253d%26l%3Did%26u%3DbWFnaW50YXJkNjBAZ21ha
WwuY29t%26v%3DNDk1YjQ0OWY5NzEwNjNmYzE2OGIxMWUxNGEwZWJkN
mQ%253d&source=gmail&ust=1522751478719000&usg=AFQjCNHKQu9mgRq3Wh
eQ1_zyqFohiaMNHA

https://www.google.com/url?q=http://accountmt.moonton.com/%23/inemail/activation?
ext%3Dr9BNgDkvpdKhVQvk0TL2EZp7CoY21HmJjtMOm17SYXL%252fTEiOw35P
r7m5koUXqronS8jKlqyI74%252bPedV8km7WMBmZ317MyEkntZU2ykCPokdrj%25
2fi%252bwAyEdbhUyKJS5Otew1%252ft%252bzH6F10Knam24ykQq17HySdfEaZkl

19
GB%252b3%252fAfNbzyrCMqZGpbotp3qCKLNGjL3pC11uPv%252fu9rKPuJWzRB
BAUs35KvwhQzsw%253d%253d%26l%3Did%26u%3DbWFnaW50YXJkNjBAZ21ha
WwuY29t%26v%3DNDk1YjQ0OWY5NzEwNjNmYzE2OGIxMWUxNGEwZWJkN
mQ%253d&source=gmail&ust=1522751478719000&usg=AFQjCNHKQu9mgRq3Wh
eQ1_zyqFohiaMNHA

20