Anda di halaman 1dari 20

BAB IV

Perancangan Alat
Pemindah Fluida

Bab ini membahas tentang pemecahan beberapa persoalan yang berkaitan dengan
penggunaan sistem pipa dan pompa. Persoalan tersebut disajikan dalam bentuk soal-soal yang
bervariasi bentuk dan penyelesaiaannya. Namun pada prinsipnya, semua tahap pemecahan soal-
soal tersebut menggunakan persamaan dasar aliran fluida, yaitu persamaan kontinuitas dan
Bernoulli. Penggunaan persamaan Bernoulli lebih ditekankan pada pompa.
Kemampuan Anda menyelesaikan persoalan suatu kondisi proses dalam bentuk rumusan
soal akan membantu Anda melakukan proses perancangan pompa. Perlu ditegaskan disini bahwa
kemampuan merancang alat ini merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang ahli di
bidang teknik kimia.

TIK : Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan akan dapat


melakukan dua hal, yaitu : pertama, menyelesaikan soal hitungan
yang berhubungan sistem pipa dan pompa dengan menggunakan
persamaan Kontinuitas dan Bernoulli; Kedua, merancang
spesifikasi pompa.

Gambar dibawah ini adalah pompa . Coba Anda perhatikan gambar tersebut. Apa yang
terlintas dalam benak Anda sebagai seorang yang sudah separuh jalan bergelut di bidang kimia
teknik melalui materi yang dipeoleh selama perkuliahan? Orientasinya tentu mengarah
munculnya pertanyaan “Bagaimana merancangnya? Mulai darimana kita merancangnya? Sulit
nggak?”
Prestasi adalah apa yang mampu
anda lakukan. Motivasi
menentukan apa yang anda
lakukan. Sikap menentukan
seberapa baik anda
melakukannya.
Lois Holtz

42
Gambar 4.1 Pompa
Berikut ini akan disajikan beberapa contoh soal tentang pompa dan sistem pipa yang
penyelesaiannya dengan menggunakan persamaan dasar aliran fluida yaitu kontinuitas dan
Bernaoulli.

1. Persamaan Kontinuitas dalam Sistem Pipa


Sebelumnya dalam bab 3, Anda telah mengetahui persamaan kontinuitas. Sekarang
dalam bab 4 ini, Anda akan diberi contoh soal yang berhubungan dengan penerapan persamaan
tersebut pada system pipa.
Contoh soal 4.1
Minyak bumi mentah, spesifik gravitasi 60oF/60oF = 0.887, mengalir melalui system
pipa seperti pada gambar dibawah ini. Pipa A adalah pipa 2 in sch 40, pipa B adalah
pipa 3 in sch 40 dan kedua pipa C adalah amsing-masing pipa 1 ½ in sch 40.

43
Kuantitas fluida yang mengalir melalui kedua pipa C adalah sama. Aliran melalui
pipa A adalah 30 gal/min. Hitunglah (a) laju aliran massa di dalam masing-masing
pipa, (b) kecepatan linear rata-rata di dalam masing-masing pipa dan (c) kecepatan
massa masing-masing pipa
Pembahasan :
Diketahui : Sketsa sistem pipa

A, 2 in B, 3 in C, 1 ½ in

C, 1 ½ in

Ditanya : a. m = …?
b.  A , B, dan C = …?

c. GA, GB dan GC = …?
Jawab :
Data dimensi dan luas penamapng pipa-pipa standardiberikan dalam lampiran 6,
Operasi Teknik Kimia, McCabe.
Luas penampang yang diperlukan ialah
Pipa standar Luas Penampang, S
2 in sch 40 pipa A 0.0233
3 in sch 40 pipa B 0.0513
1 ½ in sch 40 pipa C 0.01414

a. Densitas fluida itu adalah


minyak = spgr x air pada 60oF
minyak = 0.887 x 62.37 = 55.3 lb/ft3
Diketahui konversi 1 ft3 = 7.48 gal maka laju alir volumetric total adalah
gal 1 ft 3 60 min
Q = 30  
min 7.48 gal 1 jam
= 240.7 ft3/jam
ft 3 lb
Laju aliran massa untuk pipa A, m  240.7  55.3 3 = 13300 lb/jam
jam ft
Laju alir massa untuk pipa B sama dengan pipa A = 13300 lb/jam
Laju alir massa melalui pipa C adalah setengah dari laju alir total, sebesar :
44
13300lb / jam
m   6650lb / jam
2

b. Kecepatan fluida pipa A, B dan C


   S , maka
Gunakan persamaan m
Kecepatan fluida melalui pipa A, adalah
QA
A 
SA

240.7 ft 3 / jam 1 jam


A  2
  2.87 ft / det
0.0233 ft 3600 det ik
Kecepatan fluida melalui pipa B, adalah
QB
B 
SB

240.7 ft 3 / jam 1 jam


A  2
  1.3 ft / det
0.0513 ft 3600 det ik
Kecepatan fluida melalui pipa C, adalah
QC
C  , pipa C bercabang dua maka laju aliran volumetric dibagi 2, mak
SC

240.7 ft 3 / jam 1 jam


C    2.36 ft / det
2  0.01414 ft 3600 det ik
2

c. Kecepatan massa per satuan luas penampang pipa melalui pipa A, B dan C
Satuan G (kecepatan massa per satuan luas) adalah lb/ft2 jam atau kg/m2 jam,
maka persamaan yang digunakan adalah ..
Tak perlu bingung
m lajualirma ssa
G = dengan satuan, yang
S luaspenampang penting matangkan
konsep konversi
m A 13300lb / jam satuan
GA =  2
 571000lb / ft 2 jam
SA 0.0233 ft
m B 13300lb / jam
GB =  2
 259000lb / ft 2 jam
SB 0.0513 ft
m C 6650lb / jam
GC =   470000lb / ft 2 jam
SC 0.01414 ft 2

45
2. Kerja pompa dalam Persamaan Bernoulli
Sebelumnya dalam bab 1, Anda telah mengetahui persamaan Bernoulli yang berlaku
pada pompa. Anda juga telah menelusuri tahapan prosesnya hingga memperoleh persamaan
tersebut. Sekarang dalam bab 2 ini, Anda akan diberi contoh soal yang berhubungan dengan
penggunaan pompa dalam kondisi proses tertentu.
Contoh soal yang akan disajikan ini orientasinya kepada penentuan daya pompa yang
diperlukan untuk proses pemindahan fluida.
Contoh soal 4.2
Dalam peralatan yang terlihat pada gambar dibawah ini, suatu larutan yang gravitasi
sepesifiknya 1.84, ditarik dari tangki penimbun dengan bantuan sebuah pompa,
melalui suatu pipa baja 3 in sch 40. Efisiensi pompa ialah 60%. Kecepatan pada pipa
isap ialah 3 ft/dt. Pompa membuang melalui pipa 2 in sch 40 ke suatu tangki tinggi.
Ujung pipa buang terletak pada ketinggian 50 ft di atas permukaan larutan di dalam
tangki umpan. Rugi gesek di dalam keseluruhan system pipa ialah 10 ft-lbf/lb.
Berapakah tekanan yang harus diberikan oleh pompa? Berapah daya pompaitu?

Pipa 2 in b

50 ft
a

Pipa 3 in
Pembahasan :
 Diketahui : Sistem peralatan yang terdiri dari 2 tangki, satu pompa dan pipa (lihat
gambar diatas) dengan  pompa = 60%
Spgr larutan = 1.84
hf = 10 ft-lbf/lb dan  a (kec. pipa isap) = 3 ft/det
Ditanya : a. Pb - Pa = …?
b. P = …?
Jawab :

46
Gunakan pers. 3.6. Kita tetapkan stasion a pada permukaan zat cair dan stasion b
pada ujung pipa buang yang berukuran 2 in. Bidang acuan ketinggian diambil
melalui stasion a, maka ZA = 0 dan ZB = 50ft. Oleh karena tekanan pada kedua
stasion itu adalah tekanan atmosfer, maka Pa = Pb. Kecepatan pada stasion a dapat
diabaikan karena diameter tangki sangat besar dibandingkan dengan diameter pipa.
Sehingga pers. 3.6 menjadi :
Pa g 2 P g 2
 Z a  a  Wp  b  Zb  b  hf
 gc 2 gc  gc 2 gc

g 2
Wp  Z b  b  hf (4.2a)
gc 2 gc
Dari lampiran 6, luas penampang pipa 3 in dan 2 in, masing-amsing ialah 0.0513 dan
0.0233 ft2. Kecepatan pada pipa 2 in ialah :
Gunakan prinsip : m pipa 3 in = m pipa 2 in dan  larutan di sepangjang pipa tetap, maka
persamaan kontinuitas tersebut dapat digunakan untuk menghitung  pipa 2 in.
( S ) pipa 3 in = ( S ) pipa 2 in dengan  = C

 pipa 3 in = a dan  pipa 2 in = b


S a a
b =
Sb

0.0513  3
b = = 6.61 ft/dt
0.0233
Substitusikan data yang telah diketahui kedalam pers. 4.2, menjadi
g 6.612
0.6Wp  50   10
gc 2  32.17
0.6Wp= 60.68
Wp = 101.1 ft-lbf/lb
Tekanan yang diberikan pompa bisa didapat dengan menuliskan Pers. 3.6 di seputar
pompa itu sendiri. Nilai hf sudah terkandung dalam perhitungan nilai Wp. Stasion a
ialah sambungan isap dan stasion b ialah buangan pompa. Perbedaan ketinggian titik
isap dan titik buang tersebut dapat diabaikan, sehingga Za = Zb, dan pers. 3.6
Pa g 2 P g 2
 Z a  a  Wp  b  Zb  b  hf
 gc 2 gc  gc 2 gc

47
 a2 vb2 P P
  Wp  b  a  h f atau
2 gc 2 gc  

 a2  vb2 Pb  Pa
 Wp 
2 gc 
Tekanan yang diberikan pompa ialah
  2   b2 
Pb  Pa    a  Wp 
 2 gc 
 32  6.612 
Pb  Pa  1.84  62.37  60.68 
 2  32.17 
Pb - Pa = 6902 lbf/ft2 atau
1 ft 2
Pb - Pa = 6902 lbf/ft2x 2
= 47.9 lbf/in2
144in
Jadi, tekanan yang harus diberikan oleh pompa adalah 47.9 lbf/in2 (a)
Daya yang digunakan, P dengan satuan ft-lbf/det diperoleh dari hasil kali laju alir
massa ( m ) dengan kerja pompa (Wp). Secara matematik dinyatakan dengan :
P = m Wp (4.2b)
Mudah bukan?
Bagiku lebih sulit    (S ) pipa3in (persamaan kontinuitas)
m
makai skuter ini
deh   1.84 x 62.37 lb/ft3 x 3 ft/det x 0.0513 ft2
m
  17.66 lb/det, sehingga
m
P = m Wp

1hp
= 17.66 lb/det x 101.1 ft-lbf/lb x
550 ft  lbf / det
= 3.25 hp (2.42 kW)

Jadi, daya yang digunakan pompa adalah 3.25 hp (b)

3. Rugi Gesek/Hilang Energi


Penerapan konsep ini dapat dilihat pada contoh soal 4.3 berikut ini :
Contoh 4.3
Minyak bumi mentah yang gravitas spesifiknya 0.93 dan viskositasnya 4 cP, keluar karena
gravitas dari dasar suatu tangki. Kedalaman zat cair di dalam tangki itu ialah 6 m di atas

48
sambungan pipa buang. Pipa buang itu terbuat dari pipa 4 in sch 40. Panjangnya ialah 45 m, dan
pada pipa itu terdapat satu ell (siku) dan dua katup gerbang. Minyak itu membuang ke udara
atmosfer di bawah pipa sambung pembuang dari tangki itu. Berapakah laju aliran dalam meter
kubik per jam yang dapat keluar melalui pipa itu?
Diketahui : Sifat-sifat fisis minyak bumi mentah
 = 4 cP = 0.004 kg/m det
 = 0.93 x 998 kg/m3 = 928 kg/m3 (air = 998 kg/m3)
L = 45 m dan D = 4.026 in (lihat lampiran 6) = 0.336 ft = 0.1023 m
Ditanya : Q keluar melalui pipa = . . . m3/jam
Jawab :
Rugi gesek karena pengaruh pipa sambung yang terdiri dari satu ell dan dua katup gerbang. Data
Kf dapat diambil dari tabel 3.1.
Kf = Kf ell + 2 Kf katup gerbang
Kf = 0.9 + (2 x 0.2) = 1.3
Sketsa gambar peralatan pompa, sistem pemipaan dan tangki berikut ini :

Karena Pa = Pb dan a = 0 (stasion a berada pada permukaan zat cair dalam tangki, stasion b
pada ujung pipa buang), maka pers. 3.5
Pa g  a2 Pb g  b2
 Za    Zb   h f menjadi
 gc 2 gc  gc 2 gc
=0
g g  b2
Za  Zb   hf
gc gc 2 gc

 b2
g (Z a  Zb )   hf
2
 b2
g (Z a  Zb )   hf
2
49
 b2
 hf = 9.8 m/det2(6+9)
2
= 147 m2/det2 (4.3a)

Gunakan pers. 3.15, dengan pertimbangan :


1. Tidak ada rugi gesek karena ekspansi
karena arus itu mengalami ekspansi pada
waktu membuang, sehingga Ke = 0
2. Karena Sa sangat besar (pipa 4 in
disambung dengan pipa , maka pers. 3.12
Kc = 0.4

Jadi, pers. 3.15 diturunkan seperti pers. 3.5 di atas, menjadi :


 
2
L
h f   4 f  Kc  Ke  Kf  b
 D  2

 
2
45
hf   4 f  0.4  1.3  b
 0.1023  2

 b2
h f  1759 f  1.7  (4.3b)
2
Substitusikan pers. 4.3b ke pers. 4.3a, menjadi :
 b2  b2
 1759 f  1.7)   147.1
2 2
 b2
1  1759 f  1.7)   147.1
2
147.1  2
 b2 
2.7  1759 f
50
Gunakan gambar 5.9 untuk mendapat f. Untuk soal ini,
D
N Re 

928 b 0.1023
N Re  = 23734 b
0.004
k 0.00015  0.3048
  0.00045
D 0.1023
dimana k adalah parameter kekesatan, untuk soal ini k besi tempa, baja adalah 0.00015 ft
Usaha coba-coba dilakukan, menghasilkan :
 b taksiran, dicoba NRe x 10-5 F (dari gambar 5.9  b perhitungan, m/det
4.50 1.068 0.0052 4.98
5.00 1.187 0.0051 5.02
5.02 1.191 0.0051 5.02

Pada try ke-3 diperoleh vb taksiran = vb perhitungan = 5.02 m/det


Pada lampiran 6, diperoleh luas penampang pipa 4 in sch 40 = 0.0884 ft2 = 0.00821m2, sehingga
3600 det
laju aliran yang dapat keluar dari pipa = Avb = 0.00821m2x .02 m/det x = 148.4 m3/jam.
1 jam
Jadi, laju aliran yang dapat keluar dari pipa adalah 148.4 m3/jam.

4. NPSH pada Pompa


Untuk menghitung NPSH pada pompa, maka pelajari contoh soal berikut :
Contoh soal 4.4
Benzene pada suhu 100oF dipompakan melalui sistem pada gambar 3.4 dengan laju 40 gal/min.
Reservoar berada pada tekananatmosfer. Tekanan pengukur pada ujung pipa buang ialah 50
lbf/in2. Buangan itu berada 10 ft di atas permukaan reservoar sedangkan isapan pompa 4 ft di atas
permukaan itu. Pipa buang ialah pipa 1 ½ in sch 40. Gesekan di dalam pipa isap diketahui
besarnya 0.5 lbf/in2, dan pada pipa buang 5.5 lbf/in2. Efisiensi mekanik pompa ialah 0.6 (60%).
Densiti benzen 54 lb/ft3 dan tekanan uapnyapada 100oF 3.8 lbf/in2. Hitunglah (a) tinggi tekan
yang dibangkitkan pompa, (b) daya total yang diperlukan, (c) tinggi tekan isap positif neto.
Diketahui : Sifat-sifat fisis benzen
 (100oF) = 54 lb/ft3
Po (100oF) = 3.8 lbf/in2
51
P’b = 50 lbf/in2 (tekanan pengukur=tekanan gauge artinya tekanna diatas 1 atm,
sehingga P’b mutlak = (50 + 14.7) lbf/in2
P’a = 1 atm = 14.7 lbf/in2
Za = 0 (karena titik acuan adalah permukaan zat cair) dan Zb = 10 ft
Rugi gesek 5.5 lbf/in2 dan 0.5 lbf/in2
 = 60% , Q benzen = 40 gal/min
Ditanya : a. H = ….?
b. P = …?
c. NPSH = … ?
Jawab : Untuk menghitung Wp maka gunakan pers. 3.6. Ambil sebagai stasion hulu a’
ialah permukaan zat cair di dalam reservoar dan stasion hilir b’ ujung pipa buang,
seperti terlihat pada gambar 3.4. Maka Za = 0
Jika permukaan di dalam tangki dipilih sebagai tinggi acuan dengan  a" = 0 , maka
pers. 3.6 menjadi :
Pb" Pa" g "  b2
Wp    Zb   hf (4.4a)
  gc 2 gc

Kecepatan keluar  b' diperoleh dengan menggunakan data lampiran 6. Untuk pipa
1 ½ in sch 40, pada kecepatan 1 ft/det berarti laju alirannya 6.34 gal/min,
sehingga untuk 40 gal/min kecepatannya adalah
40
 b'  1 ft / det  6.31 ft / det
6.34
Pers. 4.4a memberikan :
lb f in 2 lb f in 2 lb f in 2
(14.7  50) 2 x144 2 (5.5  0.5) 2 x144 2 14.7 2 x144 2
in ft g 6.312 in ft in ft
Wp   10   
lb gc 2 x32.17 lb lb
54 3 54 3 54 3
ft ft ft
= 159.9 ft-lbf/lb
dari pers. 3.21 Wp ialah juga tinggi tekan yang dibangkitkan pompa. Maka
H = Hb - Ha = 159.9 ft-lbf/lb (a)
Untuk menghitung daya yang diperlukan perlu diketahui laju lair massa.
Laju aliran massa ialah

Kesalahan
terbesar yang
dapat dibuat oleh 52
seseorang adalah
tidak melakukan
apa-apa
John Maxwll
gal lb 1 ft 3 1min
m  Q x 3 x x
min ft 7.48 gal 60 det

gal lb 1 ft 3 1min
m  40 x54 3 x x = 4.81 lb/det
min ft 7.48 gal 60 det

Daya yang diperlukan dari pers. 3.22 ialah


PB  m
 Wp
lb ft  lbf
4.81 det x159.9 1hp
PB  lb
x ft  lbf
= 2.33 hp (1.74 kW)
0.6 550 det
Jadi, daya total yang diperlukan adalah 1.74 kW (b)
Untuk menghitung NPSH diperlukan variable yang mempengaruhinya. Variabel
tersebut dapat dilihat pada pers. 3.25.
Tekanan uap menunjukkan tinggi tekan, yaitu
lbf 2

P 3.8 in 2 x144 1inft 2 ft  lb f


  10.1
 54 lb
ft 3
lb

Gesekan di dalam pipa isap =


lb 2
0.5 in 2f x144 inft 2 ft  lb f
hf  lb
 1.33 lb
54 ft 3

Tekanan absolut pada permukaan reservoar, ialah


lb 2

Pa' 14.7 in 2f x144 inft 2 ft  lb f


  39.2
 54 lb
ft 3
lb

Jadi, nilai NPSH yang tersedia, dengan mengandaikan g/gc = 1 ialah

gc  Pa'  Pv 
NPSH =   h fs  - Zb
g   
NPSH = 39.2 – 10.1 – 1.33 – 4 = 23.77 ft (7.25 m)

5. Prosedur Merancang Pompa


Adapun prosedur merancang spesifikasi pompa, ialah :
a. Menentukan tipe pompa berdasarkan fungsinya

53
b. Menentukan data design meliputi tekanan; tempratur; laju alir; sifat-sifat fisis larutan : densiti
dan viskositas.
c. Menentukan kapasitas pompa dan laju alir volumetric
d. Menentukan ukuran pipa
e. Perhitungan suction
f. Perhitungan discharge

Contoh prosedur rancangan


spesifikasi pompa dapat
dilihat pada lampiran 1.

LATIHAN

Latihan ini bukanlah tes melainkan bagian dari proses belajar dalam rangka
memantapkan pemahaman anda tentang materi dalam bab ini.
Buatlah rancangan pompa sentrifugal dengan data design yang dapat Anda peroleh dari laporan
penelitian, buku-buku pustaka dan literatur lainnya. Ikuti prosedur yang ada dari contoh prosedur
design lampiran 1.

RANGKUMAN

Contoh soal tentang alat pompa berorientasi pada kerja Anda yang sistematis. Gunakan
persamaan yang berlaku pada pompa dengan menggunakan persamaan-persamaan dasar
aliran fluida seperti persamaan kontinuitas dan Bernoulli. Dalam mengerjakan soal tersebut
diperlukan kemampuan memodifikasi persamaan tersebut sesuai dengan kebutuhan soal.
Prosedur merancang pompa disusun secara sistematis dan untuk memudahkan dalam memulai
rancangan. Sehingga Anda tahu apa yang harus dumulai dulu untuk mencarinya

54
TES FORMATIF 4

1. Air pada 68oF dipompakan dengan laju tetap sebesar 5 ft3/min dari suatu reservoar besar
yang terletak di atas lantai ke puncakmenara absorbsi yang terbuka yang digunakan dalam
suatu eksperimen. Titik pembuangan terletak 15 ft di atas lantai, dan rugi gesekan di dalam
pipa 2 in itu, dari reservoar ke menara, ialah 0.8 ft-lbf/lb. Pada ketinggian berapakah
permukaan air di dalam reservoar itu harus dijaga agar pompa hanya memberikan 1/8 hp?

2. Sebuah pompa sentrifugal mengambil air garam dari dasar tangki persediaan dan
membuangnya ke dasar sebuah tangki lain. Permukaan air garam pada tangki penerima
berada 200 ft di atas tangki persediaan. Pipa antara kedua tangki itu ialah 700 ft pipa 6 in sch
40. Laju aliran 810 gal/min. Pada saluran itu terdapat dua katup gerbang, empat buah tee
standar, dan empat buah ell. Berapakah biaya energi untuk menjalankan pompa itu dalam
sehari (24 jam)? Grafitas spesifik air garam ialah 1.18, viskositas 1.2 cP dan biaya energi
$300 per daya kuda tahun, atas dasar 300 hari/tahun. Efisiensi menyeluruh pompa dan motor
adalah 60%.

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 4 dibagian akhir Bab 4 ini.
Skor penilaian dapat dilihat pada kunci jawaban tes formatif 4. Kemudian gunakan rumus
dibawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 4
Rumus :

Tingkat penguasaan = Jumlah skor Anda dari jawaban yang benar x 100%
Total skor

Arti tingkat penguasaan yang Anda capai :


90% - 100% = baik sekali
80% - 89% = baik
70% - 79% = cukup
<70% = kurang
Skor penilaian dapat dilihat pada kunci jawaban tes formatif 4
55
Bila tingkat penguasaan Anda mencapai 80% keatas, Anda dapat mengikuti jian Akhir Semester.

Selamat! Tetapi bila tingkat pengusaan Anda dibawah 80% Anda harus mengulangi

materi Bab 4 terutama bagian yang belum Anda kuasai.

Kunci Jawaban

Tes Formatif 4

unci Jawaban Tes


Formatif 2
1. Diketahui : Sketsa peralatan berdasarkan soal

b
B

Zb

a
A 15 ft
C
Z = …?
Keterangan : A = reservoar, B = menara absorbsi, C = pompa
Diambil sebagai titik acuan adalah stasion a, maka Za = 0 dan Zb = nilainya
ada.  air pada 68oF
Q air = 5 ft3/min, hf = 0.8 ft-lbf/lb, jenis pipa 2 in
Daya, P = 1/8 hp (40)*
Ditanya : Tinggi permukaan air dalam reservoar, Z= …? (10)*

56
Jawab :
Beberapa pertimbangan :
Kecepatan 1ft/det pada pipa 2 in mengalirkan 10.45 gal/min, maka kecepatan
untuk mengalirkan 5 ft3/min adalah
ft 37.48 gal
5 min 
1 ft 3
va = vb = gal
x 1 ft/det =3.58 ft/det
10.45 min

Pa = Pb = 1 atm (karena kedua vessel tanpa tutup)


  62.29 ftlb3  3.58 det
Laju alir air, m
ft
 0.02330 ft 2 = 5.2 lb/det
ft  lbf
550 det
P = 1/8 hp x = 68.75 ft-lbf/det
1hp
P = m Wp , substitusikan nilai P di atas ke pers. ini untuk menghitung Wp
ft  lbf
68.75 det ft  lbf
Wp  lb
 13.22 lb
5.2 det

Pa g 2 P g 2
 Z a  a  Wp  b  Zb  b  hf
 gc 2 gc  gc 2 gc
=0
g
Wp  Z b  hf , misalkan  pompa = 0.6 dan g/gc = 1
gc

g
Z b  Wp  hf
gc

Zb  (0.6  13.22)  0.8


= 7.132 ft
Oleh karena Zb = 7.132 ft maka Z = 15 – 7.132 = 7.868 ft
Jadi, pada ketinggian 7.868 ft dari lantai, permukaan zat cair yang harus
dijaga agar pompa memberikan daya 1/8 hp (50)*

57
2. Diketahui : Sketsa gambar peralatan berdasarkan kondisi operasi yang ada dalam soal

b
B
6 in sch 40
200 ft

C
a
A = tangki persediaan
A B = tangki penerima
C = pompa sentrifugal
Diambil sebagai adalah b pada permukaan air garam pada tangki B dan titik a
pada ujung pipa isap pada tangki A. Sehingga Za = 200 ft dan Zb = 0.
Sifat-sifat fisis air garam :  = 1.18 x 62.37 = 73.6 lb/ft3,
6.7197  104 lb
ft  det
 = 1.2 cP  = 8.06x10-4 lb/ft-det
1cP
Q air garam = 810 gal/min,  = 60%, L = 700 ft, D = 6.065/12 = 0.5054 ft
Biaya energi $300/hp th
Basis 300 hari/th. (40)*
Ditanya : Biaya energi untuk menjalankan pompa dalam sehari (24 jam) = ... ? (10)*
Jawab : Bedasarkan pers. 3.6 variabel yang belum diketahui adalah kecepatan. Karena
tekanan pada kedua stasion/titik a dan b adalah sama, maka Pa = Pb. Kecepatan
pada stasion a dan b adalah sama karena jenis pipanya sama, yaitu
Kecepatan 1 ft/det pada pipa 6 in sch 40 mengalirkan 90 gal/min (lihat lampiran
6). Sehingga kecepatan aliran untuk mengalirkan 810 gal/min adalah
810
a  b  x1 ft / det  9 ft/det
90
Persamaan 3.6 menjadi :
Pa g 2 P g 2
 Z a  a  Wp  b  Zb  b  hf
 gc 2 gc  gc 2 gc
=0

58
g
Wp  hf  Za (2a)
gc
Menghitung hf :
Kf = 2 Kf katup gerbang + 4 Kf tee standar + 4 Kf ell (data lihat table 3.1)
= (2 x 0.2) + (4 x 1.8) + (4 x 0.9)
= 11.2
Ke dan Kc tidak ada karena luas penampang sama di sepanjang pipa yaitu
menggunakan pipa 6 in sch 40. Sehingga, nilai hf adalah
700 92
h f  (4 f  11.2) (2b)
0.5054 2
f (faktor friksi) dapat dicari dengan menggunakan grafik 5.9. Diperlukan data
NRe dan k/D. Untuk soal ini,
D
N Re 

73.6  9  0.5054
N Re  = 415169
8.06  10 4
k/D = 0.00015/0.5054 = 0.000297 ( gunakan k untuk besi tempa baja)
Dari nilai NRe dan k/D diperoleh f = 0.003
Substitusikan nilai f ke pers. 2b, menjadi :
700 92
h f  ((4  0.003  )  11.2)
0.5054 2
= 1126.73 ft-lbf/lb
Substitusikan nilai Za, hf, dan  untuk menghitung nilai Wp
g
hf  Za
gc
Wp  = 1544.55 ft-lbf/lb

1126.73  200
Wp  
0.6
Laju alir garam = m =Av , A pipa 6 in = 0.2006 ft2 (lihat lamp. 6)
  73.6  0.2006  9  132.88 lb/det
m
dan daya = P

59
Pm
 Wp
ft  lb f ft  lb f
P  132.88 det
lb
 1544.55 lb
= 205239.8 det
atau

ft  lb f 1hp
P = 205239.8 det
 ft  lbf
= 373.2 hp
550 det
Perhitungan biaya energi untuk menjalankan pompa dalam sehari (24 jam)
300
hpth
Biaya energi selama sehari =  373.2hp = 373.2
300 hari
th

Jadi, biaya energi untuk menjalankan pompa dalam sehari = 373.2 (50)*

*Skor total = 200

60
Daftar Pustaka

McCabe, W.L. Smith., Operasi Industri Kimia, jilid 1, diterjemahkan oleh Ir. E. Jasjfi, M.Sc.
Jakarta, Penerbit Erlangga, 1987.

Sears, Zemansky., Fisika untuk Universitas, jilid 1, diterjemahkan oleh Ir. Soedarjana.
Bandung, Penerbit Binacipta, 1994.

Wiranatakusumah, Aman, dkk., Peralatan dan Unit Proses Industri Pangan. Departemen P
dan K Dirjen Pendidikan Tinggi Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi, 1992.

Yayasan Teknik Kimia – ITB., Petunjuk Praktikum Laboratorium Instruksional Teknik


Kimia. 1997.

61