Anda di halaman 1dari 10

Gambaran Umum

Perseroan secara konsisten memiliki komitmen untuk terus menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.
Perseroan meyakini bahwa dengan penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik, akan sangat
membantu dalam meningkatkan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan secara
berkesinambungan. Perseroan memiliki Kebijakan Tata Kelola Perusahaan yang disusun berdasarkan
peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, anggaran dasar Perseroan serta prinsip-prinsip
tata kelola perusahaan yaitu transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi serta kesetaraan.

Struktur Tata Kelola

Berdasarkan ketentuan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Organ Perseroan
terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi. Ketiga Organ Perseroan ini,
yang didukung oleh sejumlah Komite dan Sekretaris Perusahaan, memegang peranan penting dalam
pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik.

Struktur Komite

Dalam rangka menjalankan fungsi pengawasannya, Dewan Komisaris dibantu oleh 2 (dua) Komite sebagai
berikut:
1. Komite Audit
2. Komite Nominasi dan Remunerasi

Komite Audit

Ketua
Utomo Josodirdjo
Komisaris Independen

Anggota Adi Pranoto Leman


Komisaris Independen

Hendra Susanto
Eksternal Profesional Independen

Komite Nominasi dan Remunerasi

Ketua
Utomo Josodirdjo
Komisaris Independen
Anggota Benny Setiawan Santoso
Komisaris

Melia Setiawati
Manajer Divisi Corporate Human Resources

Sekretaris Perusahaan

Elly Putranti menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan Perseroan terhitung sejak tanggal 5 Juni 2015
berdasarkan Surat Keputusan Direksi tanggal 5 Juni 2015. Read more

Sistem Manajemen Risiko

Perseroan menyadari bahwa penerapan sistem manajemen risiko yang memadai sangat penting untuk
menghadapi beragamnya risiko kegiatan usaha. Sasaran yang ingin dicapai dari pelaksanaan sistem ini
adalah untuk memastikan bahwa risiko-risiko yang dapat menghambat Perseroan dalam pencapaian tujuan
usahanya dapat dimitigasi dengan baik. Perseroan menjalankan pengelolaan terhadap risiko dengan
menerapkan Enterprise Risk Management (“ERM”) yang telah dijalankan di seluruh bagian organisasi.
Direksi bertanggung jawab dan memegang peranan penting dalam suksesnya implementasi program
manajemen risiko. Top-down assessment diberikan oleh Direksi untuk memberikan kesadaran terhadap
risiko-risiko high level.
Sejalan dengan itu bottom-up assessment juga dilakukan dengan mengacu pada Peraturan dan Prosedur
ERM dimana setiap anak perusahaan dan unit usaha bertanggung jawab atas penilaian risiko yang
dilakukan dan melaporkannya kepada Direksi dan/atau Direksi entitas anak dan unit usaha terkait.
Assessment yang dilakukan dari 2 (dua) arah tersebut memberikan keleluasaan kepada Direksi dan
manajemen untuk melakukan identifikasi, pengaturan dan mitigasi terhadap risiko-risiko high level
maupun operasional. Tim Corporate ERM melakukan konsolidasi atas risiko-risiko utama Perseroan dan
membuat laporan yang diberikan kepada Direksi dan Komite Audit untuk ditelaah setiap semester. Divisi
Internal Audit melakukan penelaahan yang independen melalui penugasan audit rutin untuk memberikan
keyakinan yang memadai bahwa risiko-risiko telah teridentifikasi dan langkah-langkah mitigasi berjalan
dengan baik.
Piagam Komite Audit
PIAGAM KOMITE AUDIT
PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk

Pembentukan Komite Audit merupakan wujud komitmen PT Indofood Sukses Makmur Tbk
(“Perseroan”) dalam mematuhi peraturan perundang-undangan pasar modal serta sejalan
dengan pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik.

Piagam Komite Audit (“Piagam”) memuat tentang misi dari Komite Audit sebagai pedoman
pelaksanaan kerja dalam menjalankan peran dan tanggung jawab serta wewenangnya.

I. PIAGAM KOMITE AUDIT


 Piagam Komite Audit telah memenuhi ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan (”OJK”,
sebelumnya dikenal dengan nama Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan) Peraturan No. IX.I.5. Kep-643/BL/2012.
 Piagam Komite Audit telah disahkan oleh Ketua Komite Audit, Komisaris Utama dan
Direktur Utama.
 Piagam Komite Audit berlaku efektif mulai tanggal 1 Agustus 2013.
 Piagam Komite Audit ini menggantikan Piagam Komite Audit sebelumnya tertanggal 1
Januari 2010.
 Jika diperlukan, Komite Audit akan melakukan peninjauan terhadap Piagam Komite
Audit ini; dan akan melakukan pembaharuan.

II. MISI

Misi Komite Audit adalah membantu Dewan Komisaris dalam menjalankan fungsi
pengawasan dengan melakukan penelaahan atas proses laporan keuangan, proses audit
eksternal dan internal, sistem pengendalian internal, manajemen risiko dan kepatuhan
terhadap pelaksanaan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.

III. ORGANISASI

Struktur

 Sebagaimana dinyatakan dalam bagan di atas, Komite Audit bertanggung jawab


langsung kepada Dewan Komisaris.
 Komite Audit dapat memanfaatkan pekerjaan auditor internal dan auditor eksternal.
Keanggotaan

 Komite Audit paling kurang terdiri dari 3 (tiga) orang anggota yang berasal dari
Komisaris Independen dan Pihak dari luar Emiten atau Perusahaan Publik.
 Komite Audit diketuai oleh Komisaris Independen.

Masa Tugas

Anggota Komite Audit diangkat dan diberhentikan oleh Dewan Komisaris.

 Masa tugas anggota Komite Audit tidak boleh lebih lama dari masa jabatan Dewan
Komisaris
 Anggota Komite Audit dapat dipilih kembali hanya untuk satu periode berikutnya.
 Anggota Komite Audit dapat diberhentikan apabila mengalami hal-hal sebagai berikut:

- Melakukan pelanggaran terhadap Kode Etik Perseroan dan Kode Etik Komite Audit.

- Menjadi pihak yang sedang dalam proses penyelidikan terkait dengan penipuan,
tindak pidana dan atau kasus kepailitan.

- Bertindak secara tidak pantas, baik langsung maupun tidak langsung, yang dapat
mengganggu reputasi Perseroan.

- Kehilangan independensinya, yang merupakan persyaratan yang secara spesifik


dinyatakan dalam Peraturan OJK No. VII.A.1. Kep-41/BL/2008.

IV. PERSYARATAN

Independensi

Anggota Komite Audit wajib memiliki independensi yang tercermin dalam hal:

 Bukan merupakan orang dalam Kantor Akuntan Publik, Kantor Konsultan Hukum,
Kantor Jasa Penilai Publik atau pihak lain yang memberi jasa assurance, jasa non-
assurance, jasa penilai dan/atau jasa konsultasi lain kepada Perseroan dalam waktu 6
(enam) bulan terakhir.
 Bukan merupakan orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk
merencanakan, memimpin atau mengendalikan kegiatan Perseroan dalam waktu 6
(enam) bulan terakhir.
 Tidak mempunyai saham langsung maupun tidak langsung pada Perseroan.
 Dalam hal anggota Komite Audit memperoleh saham Perseroan baik langsung maupun
tidak langsung akibat suatu peristiwa hukum, maka saham tersebut wajib dialihkan
kepada pihak lain dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan setelah diperolehnya
saham tersebut.
 Tidak mempunyai hubungan Afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris, anggota
Direksi, atau Pemegang Saham Utama Perseroan.
 Tidak mempunyai hubungan usaha baik langsung maupun tidak langsung yang berkaitan
dengan kegiatan usaha Perseroan.
 Bukan merupakan pemilik atau karyawan perusahaan yang berkompetisi secara langsung
dengan kegiatan usaha Perseroan dan Entitas Anaknya.

Kualifikasi

Anggota Komite Audit sebaiknya memiliki kualifikasi sebagai berikut:

 Wajib memiliki integritas yang tinggi, kemampuan, pengetahuan, pengalaman sesuai


dengan bidang pekerjaannya, serta mampu berkomunikasi dengan baik.
 Wajib memahami laporan keuangan, bisnis perusahaan, proses audit, manajemen risiko,
dan peraturan perundang-undangan pasar modal serta peraturan perundang-undangan
terkait lainnya.
 Wajib memiliki paling kurang satu anggota yang berlatar belakang pendidikan dan
keahlian di bidang akuntansi dan/atau keuangan.
 Meningkatkan kompetensi secara terus menerus melalui pendidikan dan pelatihan.
 Wajib mematuhi Kode Etik Komite Audit yang ditetapkan oleh Perseroan.

Kode Etik Komite Audit

Anggota Komite Audit harus bertindak sesuai Kode Etik sebagai berikut:

 Mematuhi hukum dan peraturan perundang-undangan negara yang berlaku.


 Mengikuti Kode Etik Indofood.
 Memiliki integritas dan kejujuran dalam menjalankan tugas.
 Bersikap independen.
 Bertindak dengan itikad baik, bertanggung jawab, dan disertai dengan kehati-hatian,
berkompetensi dan dengan ketekunan.
 Bersikap transparan dalam setiap traksaksi maupun hubungan yang diperkirakan akan
menimbulkan pelanggaran termasuk adanya benturan kepentingan.
 Menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh dalam menjalankan tugas dan tidak
menggunakannya untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan pihak lain.
 Tidak menyalah gunakan jabatan dan kewenangan yang dimiliki untuk kepentingan
pribadi maupun pihak lain.

V. PERAN DAN TANGGUNG JAWAB

Dalam menjalankan fungsi pengawasan yang diberikan oleh Dewan Komisaris, Komite Audit
memiliki peran dan tanggung jawab terutama yang terkait dengan penelaahan atas proses
laporan keuangan, audit eksternal dan internal, manajemen risiko, efektivitas pengendalian
internal, dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Komite Audit
bertugas untuk memberikan pendapat yang independen kepada Dewan Komisaris terhadap
laporan-laporan dan/atau hal-hal yang disampaikan oleh Direksi kepada Dewan Komisaris,
serta mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian dari Dewan Komisaris.

Proses Laporan Keuangan

 Melakukan penelaahan atas informasi keuangan Perseroan yang akan dikeluarkan


Perseroan kepada publik dan/atau pihak otoritas; antara lain Laporan Keuangan,
proyeksi, dan laporan lainnya terkait dengan informasi keuangan Perseroan.
 Melakukan penelaahan atas kualitas dan kecukupan informasi keuangan Perseroan,
termasuk apakah terdapat kelemahan yang material, penyimpangan yang signifikan
dalam pengendalian; tindakan perbaikan yang dilakukan; dan setiap peristiwa
kecurangan yang terjadi.
 Melakukan penelaahan atas pengaduan yang berkaitan dengan proses akutansi dan
pelaporan keuangan Perseroan.

Audit Eksternal

 Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai penunjukan Auditor


Ekternal yang didasarkan pada independensi, ruang lingkup penugasan, dan fee.
 Melakukan penelaahan atas kecukupan pemeriksaan yang dilakukan oleh auditor
eksternal untuk memastikan semua risiko yang penting telah dipertimbangkan.
 Memberikan pendapat independen dalam hal terjadi perbedaan pendapat antara
manajemen dan Auditor Eksternal atas jasa yang diberikannya.
Audit Internal

 Melakukan penelaahan atas pelaksanaan pemeriksaan oleh Auditor Internal dan


mengawasi pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas temuan Auditor Internal.

Manajemen Risiko

 Melakukan penelaahan atas aktivitas pelaksanaan manajemen risiko yang dilakukan oleh
Direksi (jika Perseroan tidak memiliki Komite Manajemen Risiko di bawah Dewan
Komisaris), termasuk exposure atas risiko utama dan langkah yang dilakukan untuk
mengawasi dan mengendalikan exposure tersebut.

Pengendalian Internal

 Melakukan penelaahan dan mengevaluasi efektivitas dan/atau kelemahan dalam


pengendalian sistem internal Perseroan.

Peraturan Perundang-undangan

 Melakukan penelaahan atas ketaatan terhadap hukum dan peraturan pasar modal dan
peraturan lainnya yang berkaitan dengan kegiatan Perseroan.

Lain-lain

 Menelaah dan memberikan saran kepada Dewan Komisaris terkait dengan adanya
potensi benturan kepentingan Perseroan.
 Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi Perseroan.

VI. WEWENANG
Dalam melaksanakan tugasnya Komite Audit mempunyai wewenang sebagai berikut:

 Mengakses dokumen, data, dan informasi Perseroan tentang karyawan, dana, aset, dan
sumber daya perusahaan yang diperlukan.
 Berkomunikasi langsung dengan karyawan, termasuk Direksi dan pihak yang
menjalankan fungsi auditor internal, manajemen risiko, dan auditor eksternal terkait
tugas dan tanggung jawab Komite Audit.
 Dimungkinkan untuk bekerja sama dengan auditor internal.
 Melibatkan pihak independen di luar anggota Komite Audit yang diperlukan untuk
membantu pelaksanaan tugasnya, apabila diperlukan dan dengan persetujuan dari Dewan
Komisaris.
 Melakukan kewenangan lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris.

VII. PELAKSANAAN KERJA

Rapat

 Komite Audit mengadakan rapat secara berkala paling kurang satu kali dalam 3 (tiga)
bulan atau lebih sesuai dengan kebutuhan dalam menjalankan tugasnya.
 Rapat Komite Audit hanya dapat dilaksanakan apabila dihadiri oleh lebih dari 1/2 (satu
per dua) jumlah anggota.
 Keputusan rapat Komite Audit diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat.
 Setiap rapat Komite Audit dituangkan dalam risalah rapat, termasuk apabila terdapat
perbedaan pendapat (dissenting opinions), yang ditandatangani oleh seluruh anggota
Komite Audit yang hadir dan disampaikan kepada Dewan Komisaris.
 Jika sangat diperlukan, Komite Audit dapat mengadakan pertemuan terpisah dengan
pihak terkait lainnya baik dari dalam maupun luar Perseroan guna mendiskusikan
permasalahan.

Pelaporan

Dalam melaksanakan tugasnya, Komite Audit:

 Membuat laporan kepada Dewan Komisaris atas setiap penugasan yang diberikan.
 Membuat laporan hasil penelaahan kepada Dewan Komisaris selambat-lambatnya 2
(dua) hari kerja setelah selesainya laporan hasil penelaahan yang dilakukan oleh Komite
Audit.
 Membuat laporan tahunan pelaksanaan kegiatan Komite Audit yang diungkapkan dalam
Laporan Tahunan Perseroan.
VIII. SELF ASSESMENT

Komite Audit setiap tahun harus melakukan penelaahan atas efektivitasnya dalam
menjalankan tugasnya agar sesuai dengan misi dan peran serta tanggung jawab yang
diberikan.