Anda di halaman 1dari 6

BAB III

KERANGKA KONSEP DAN METOE PENELITIAN


3.1 Kerangka Konsep Penelitian
3.1.1 Kerangka Konsep
Kerangka konsep penelitian adalah suatu uraian dan visualisasi
hubungan atau kaitan antara konsep satu terhadap konsep yang
lainnya, atau antara variable yang satu dengan variable yang lain dari

BBL pada persalinan


fisiologis dg ruptur.pdf
masalah yang ingin di teliti. (Notoatmodjo,2012)
variabel Independent variabel Dependen

Ketuban Pecah Dini Asfiksia Neonaturum

Gambar 3.1
Hubungan ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia
neonaturum pada bayi baru lahir di RSU Kabupaten Tangerang
Tahun 2016

3.1.2 Hipotesis
1. Ada hubungan ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia
neonaturum

3.2 Metode penelitian


3.2.1 Desain/rancangan penelitian
Metode penelitian ini menggunakan desain/rancangan penelitian
yang bersifat analitik untuk menjelaskan suatu keadaan atau situasi
atau fenomena kesehatan itu dapat terjadi. (Notoatmodjo,2012).

21
Dengan pendekatan cross sectional untuk mempelajari dinamika
korelasi antara faktor resiko dengan faktor efek yang dilakukan secara
bersama pada waktu tertentu, yang dimaksud faktor efek adalah suatu
akibat dari adanya faktor resiko, sedangkan faktor resiko adalah suatu
fenomena yang mengakibatkan terjadinya efek. (Notoatmodjo,2012).
Untuk mengetahui hubungan ketuban pecah dini dengan kejadian
asfiksia neonaturum pada bayi baru lahir di RSU Kabupaten
Tangerang tahun 2016.
3.2.2 Populasi dan Sampel
1. Populasi
Keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti tersebut
adalah populasi penelitian. (Notoatmodjo,2012). Populasi penelitian
ini adalah seluruh ibu bersalin dengan ketuban pecah dini di RSU
Kabupaten Tangerang pada Tahun 2016.
2. Sampel
Sampel adalah objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh
populasi. (Notoatmodjo,2012). Pada penelitian ini pengambilan
sampel dilakukan pada sebagian bayi yang lahir di RSU Kabupaten
Tangerang Tahun 2016. Besar sampel dapat dihitung menggunakan
rumus uji populasi beda 2 proporsi (Lameshow,1990 yang dikutip
dalam Notoatmodjo,2012) yaitu:

n = [Z1- α/2√2P(1-P) + Z1 - ᵦ√P1(1-P1) + P2 (1-P2)]²

(P1-P2)²
Keterangan :
n = besar sampel
P1 = Proporsi kejadian pada salah satu partisipasi pada
kelompok tertentu

22
P2 = Proporsi kejadian pada salah satu partisipasi pada
kelompok tertentu
P = Rata-rata P1 dan P2 (P1+P2)/2
Z1-α/2 = nilai Z pada derajat kemaknaan 90,95…..
Z1-ᵦ = Nilai Z pada kekuatan uji power …..

3.2.3 Lokasi dan waktu penelitian


1. Lokasi penelitian
Penelitian ini dilakukan di RSU Kabupaten Tangerang
2. Waktu penelitian
Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2017

3.2.4 Variabel penelitian


a. Variabel Independen (bebas)
Variable independen dalam penelitian ini adalah ketuban pecah
dini
b. Variabel Dependen (terikat)
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah asfiksia
neonaturum.

23
3.2.5 Definisi Operasional
Tabel 3.2
Hubungan ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia
neonaturum pada bayi baru lahir di RSU Kabupaten Tangerang
tahun 2016
Variabel Definisi Alat Cara Hasil Ukur Skala
Operasional Ukur Ukur Ukur

Asfiksia Kondisi bayi baru lemba Rekam 1 = asfiksia Ordinal


Neonaturum lahir yang tidak r medic 2 = tidak
dapat bernafas chekli asfiksia
secara spontan s
dan teratur
Ketuban Pecahnya selaput Lemb Rekam 1=KPD Ordinal
pecah dini ketuban sebelum ar medik 2= Tidak KPD
adanya tanda chekli
persalinan antara st
>37 minggu
maupun <37
minggu.

3.2.6 Metode Pengumpulan Data


Data yang dikumpulkan adalah data sekunder dengan
menggunakan data Rekam Medik RSU Kabupaten Tangerang.
Data sekunder tersebut merupakan data dari bulan Juli-
Desember 2016

24
3.2.7 Pengelolaan dan Analisis data
1. Pengelolahan Data
Tahapan-tahapan pengolahan data dalam penelitian ini menurut
Notoadmojo (2012) adalah:
a. Pemeriksaan data (Editing)
Memeriksa kembali kebenaran data yang di peroleh atau
dikumpulkan
b. Pemberian Kode (Coding)
Merupakan kegiatan merubah data berbentuk huruf menjadi
data berbentuk angka/bilangan. Memasukan data yang telah
dikelompokan ke dalam computer. Coding dalam penelitian ini
adalah:
Asfiksia : 1 : Asfiksia
2 : Tidak asfiksia
KPD : 1 : KPD
: 2 : Tidak KPD
c. Pemprosesan data (Processing)
Merupakan memproses data agar dapat dianalisis.
d. Pembersihan data (Cleaning)
Merupakan kegiatan pengecekan kembali data yang sudah di
entry apakah ada kesalahan atau tidak.
2. Analisa Data (Univariat dan Bivariat)
a. Analisa Univariat
Analisa univariat bertujuan untuk menjelaskan atau
mendeskripsikan karakteristik setiap variable
penelitian.(Notoatmodjo,2012). Analisa Univariat dalam
penelitian ini menggunakan presentase dengan rumus:
P= f
n x 100%

25
keterangan :
P = Presentase
f = Frekuensi
n = jumlah seluruh Populasi
b. Analisa Bivariat
Analisa bivariate dilakukan terhadap dua variable yang diduga
berhubungan atau berkolerasi (Notoatmodjo,2012). Adapun uji
statistic yang digunakan yaitu Chi-Square untuk melihat
hubungan antara variable independen dan variable dependen,
rumus perhitungan Chi-Square menurut Hidayat (2011) adalah:
(fₒ−fₑ)²
𝑥² = Ʃ
fₑ

Keterangan :
X² = nilai Chi-Square
Fₑ = Frekuensi yang diharapkan
Fₒ = Frekuensi yang diperoleh/diamati

26