Anda di halaman 1dari 13

BAB I

LATAR BELAKANG
1.1 Latar belakang
Media blood agar plate (BAP) merupakan media pertumbuhan bakteri yang
dapat membedakan bakteri pathogen berdasarkan efek exotoksin hemolitik bakteri
pada sel darah merah. Media blood agar bukan merupakan media selektif murni.
Satu media dikatakan media selektif apabila hanya ditumbuhi beberapa jenis
mikroba sementara penghambat pertumbuhan mikroba jenis lain. Media blood agar
plate adalah media yang diperkarya dengan nutrisi tambahan yang untuk mikroba.
Oleh karena itu, media blood agar merupakan media pertumbuhan diperkaya
dengan selektif diferensial, karena mendukung pertumbuhan berbagai organism
serta dapat member cirri dank has untuk bakteri golongan tertentu.
Blood agar plate (BAP) merupakan media padat dan media defensial. Media
defensial adalah media yang ditambah zat kimia tertentu sehingga satu
mikroorganisme membentuk pertumbuhan untuk mengklafikasikan suatu kelompok
jenis bakteri. Blood agar plate ( BAP ) membedakan bakteri hemolitik dan non
hemolitik yaitu berdasarkan kemampuan mereka untuk meliliskan sel-sel darah
merah. Komposisi blood agar plate (BAP) yaitu mengandung trypepton 15 gr, soy
peptone 5 gr sodium clorida 5 gr, litium chloride 10 gr, magnesium shulfate 3,8 gr.
Dan agar 15 gr. Pada media blood agar biasa diinokulasikan sample swab
tenggorokan untuk mendeteksi keberadaan grup A streptococcus hemolitik beta.
Jenis yang pathogen adalah streptococcus phyogenes, egen penyebab radang
tenggorokan. Flora normal akan menunjukan hemolisis alpha atau gama. Untuk
blood agar base steril yang telah di dinginkan sampai 45-500c ditambah 5% v/v
darah steril yang telah dihangatkan pada suhub kamar. (wakenko, 2011).
1.2 Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah diatas pada
praktikum ini adalah bagaimana cara pembuatan media blood agar plate (BAP)?
1.3 Tujuan
Untuk mengetahui cara pembuatan media blood agar (BAP), dan akan
mengetahui cara menetralisasikan alat dan bahan yang digunakan.
2.4 Manfaat
menambah pengetahuan dibidang pembuatan media blood agar plate (BAP),
dan mempelajari penggunaan alat labolatorium yang baik dan benar.
BAB II
TINJAUN PUSTAKA
2.1 Dsar teori
Blood agar plate (BAP) merupakan media padat dan media diferensial. Media
difensial adalah media yang ditambah zat kimia tertentu sehingga suatu
mikroorganisme membentuk pertumbuhan untuk mengklafikasikan suatu
kelompok jenis bakteri.
Mikroorganisme dapat ditumbuhkan dan dikembangkan pada suatu substrat
yang disebut medium. Dengan adanya medium pertumbuhan, aktivitas mikrobia
dapat dipelajari dan dengan medium tumbuh dapat dilakukan isolasi mikrobia
dengan kultur murni, perbanyakan, pengujian sifat fisiologis, dan perhitungan
jumlah mikroba. Keragaman yang luas dalam tipe nutrisi untuk mikrobia yaitu
diimbangi dengan oleh tersedianya berbagai media yang banyak macamnya untuk
kultivasinya. Media-media yang digunakan seperti pepton, ekstrak daging, ekstrak
khamir, dan agar. Bahan yang paling umum digunakan untuk membuat medium
menjadi padat dapat dipakai agar (Sutedjo, 1991).
Bakteri dalam medium juga memerlukan makanan untuk pertumbuhannya.
Bakteri yang tidak punya akar harus berada pada permukaan larutan makanan yang
cair. Pertumbuhan bakteri berarti meningkatnya jumlah sel yang
konstituen. Apabila disusun 10 bakteri dalam 1 ml medium yang cocok dan 24
jam kemudian ditemukan 10 juta bakteri tiap milimeternya, maka terjadilah
pertumbuhan bakteri. Meningkatnya jumlah bakteri terjadi dengan proses yang
disebut dengan pembelahan biner, dimana setiap bakteri membentuk dinding sel
baru (Volk, 1993).
Untuk menumbuhkan mikroba ada berbagai macam medium yang
digunakan. Untuk mudahnya medium mikroba diklasifikasikan berdasarkan sifat,
komposisi dan fungsinya. Berdasarkan sifat fisiknya, medium dibagi menjadi 3,
yaitu solid medium, semi solid medium, dan broth medium. Sedangkan
berdasarkan komposisi penyusunnya juga dibedakan menjadi medium sintetis,
medium semi sintetis, medium non-sintetis. Berdasarkan fungsinya sendiri
medium terbagi menjadi medium umum, medium selektif, medium diferensial,
medium uji dan medium diperkaya (Frobisher, 1974.).
Mikrobia dapat tumbuh dengan baik jika dalam suatu media tersebut
memenuhi syarat-syarat antara lain sebagai berikut :
a). Harus mengandung semua zat hara yang mudah digunakan oleh mikroba;
b). Harus mempunyai tekanan osmosa, tegangan permukaan, dan pH yang sesuai
dengan kebutuhan mikroba yang ditumbuhkan;
c). Tidak mengandung zat-zat yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba;
d). Harus berada dalam kondisi steril sebelum digunakan, agar mikroba yang
diinginkan dapat tumbuh baik.
Pertumbuhan bakteri selain memerlukan nutrisi, juga memerlukan pH yang
tepat. Kebanyakan bakteri tidak dapat tumbuh pada kondisi yang terlalu basa,
kecuali Vibrio cholerae yang dapat hidup pada pH lebih dari 8. Suhu juga
merupakan variabel yang perlu dikendalikan. Kelompok terbesar yaitu mesofil,
suhu optimum untuk pertumbuhannya 20-40oC (Volk, 1993).
PH merupakan faktor yang sangat mempengaruhi suatu keberhasilan dalam
pembuatan medium sehingga kondisi pH yang terlalu basa atau terlalu asam tidak
cocok untuk dijadikan medium mikroba karena mikroba tidak dapat hidup pada
kondisi tersebut. Medium didiamkan atau disimpan selama 2 x 24 jam untuk
menyakinkan bahwa medium masih steril, karena selain pH sebagai penentu
tumbuhnya mikroba, alat dan medium yang steril juga menentukan
(Dwidjoseputro, 1994).
Bahan-bahan untuk pertumbuhan medium dapat dikelompokkan menjadi 3
kelompok yaitu bahan dasar yang meliputi air, agar yang bersifat tidak diuraikan
oleh mikrobia, gelatin yang merupakan protein yang dapat diuraikan oleh
mikrobia, dan silika gel yaitu bahan yang mengandung natrium silikat khusus
untuk menumbuhkan mikrobia yang bersifat obligat autotrof, unsur-
unsur nutrien yang dapat diambil dari bahan alam, meliputi karbohidrat, lemak dan
asam-asam organik, sumber nitrogen yang mencakup pepton dan protein, garam-
garam kimia (K, Na, Fe dan Mg),vitamin, dan sari buah, ekstrak sayuran dan susu.
Serta bahabahan tambahan yaitu bahan yang sengaja ditambahkan ke dalam
medium dengan tujuan tertentu seperti indikator maupun antibiotic (Hadioetomo,
1993).
BAB III
METODE KERJA
3.1 Alat
Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah :
1. Gelas ukur
2. Batang pengaduk
3. Cawan petri
4. Kaca arloji
5. Erlenmeyer
6. Bunsen
7. Sendok takar (spatula)
8. Korek
9. Kertas
10. Kapas
11. Dispo
12. Autoclave
13. Hot plate
14. Neraca analitik
3.2 Bahan
Bahan yang digunakan dalam preaktikum ini adalah :
1. Blood agar plate (BAP)
2. Aquades
3. Sampel darah
3.3.Cara kerja
1. Siapkan alat dan bahan.
2. Ukur/timbang blood agar plate (BAP) sebanyak 2,4 gr.
3. Setelah ditimbang dimasukan kedalam gelas erlenmeyer.
4. Kemudian larutkan dengan aquades sebanyak 60 ml. dan diaduk dengan
batang pengaduk sampai larut.
5. Setelah itu tutup mulut Erlenmeyer dengan menggunakan kapas.
6. Lalu letakan Erlenmeyer diatas hotplate dengan suhu 200˚C.
7. Kemudian bungkus Erlenmeyer tersebut dengan menggunakan kertas dan
setelah itu sterilkan 4 buah cawan petri pada alat autoclave dengan suhu
121˚C selama 15 menit.
8. Kemudian ambil darah vena sebanyak 2 cc dan campurkan kedalam media
BAP.
9. Sebelum penuangan meja kerja dan ruangan disterilkan dengan alkohol 70%.
10. Pijarkan mulut atau pinggiran cawan petri dengan Bunsen.
11. Tuangkan media BAP kedalam cawan petri, kemudian tunggu sampai media
memadat.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
A. Hasil pengamatan blood agar plate (BAP)

4.2 Pembahasan
Blood agar plate (BAP) merupakan media padat dan media diferesial.media
diferensial adalah media yang ditambah zat kimia tertentu sehingga suatu
mikroorganisme membentuk pertumbuhan untuk mengklafikasikan suatu
kelompok jenis bakteri.
Media blood agar plate (BAP) merupakan media yang diperkaya. Disebut
diperkaya karena media ini ditambahkan darah saaat pembutannya. Dimana darah
yang bisa digunakan yaitu darah mamalia seperti domba, kuda dan manusia.tetapi
pada praktikum ini kami menggunakan darah manusia.
Pada praktikum ini dilakukan penimbangan media BAP sebanyak 2,4 gram
lalu larutkan dengan aquades sebanyak 60 ml. pemenasan dilakukan agar supaya
media BAP terlarut sempurna. Kemudian setelah itu media BAP disterilisasi
dengan menggunakan alat autoclave, sebelum itu media ditutup dengan kapas pada
bagian mulut erlenmeyer, hal ini dilakukan karena autoclave akan memberikan
tekanan yang tinggi yang dapat menekan kapas lepas dari mulut Erlenmeyer,
selanjutnya tambahkan darah kedalam media, penuangan media kedalam cawan
petri dilakukan dengan aseptis dan steril, yang dilakukan didekat api.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa media blood agar plate (BAP) merupakan media
pertumbuhan bakteri yang dapat membedakan bakteri pathogen berdasarkan efek
exotoksin hemolitik bakteri pada sel darah merah.
5.2 Saran
Adapun saran yang dapat diajukan dalam praktikum ini kita harus dapat teliti
dalam melakukan praktikum ini apalagi dalam melakukan penimbangan,dan juga
kebersihan dari ruangan praktikum harus diperhatikan juga agar praktikum bisa
berjalan dengan lancar dan aman.
DAFTAR PUSTAKA

dirjaseputro. 2008. Mikrobiologi menguak dunia mikroorganisme.Y dama


widya. Bandung.
http:duniaku07,blokspot.com /2012/07/pembuatan -media-labolatorium.html
diakses tanggal 24 mai 2013
https://teknologilabolatoriummedik.blokspot.co.id/2016/11/media-blood-
agar-plate bap.html. diakses 27 april 2015
LAMPIRAN

Pada saat penimbangan pada saat pemenasan diatas hot plate

Pada saat mensterilkan media BAP pada saat pengambilan darah


Dan cawan petri selama 15 menit
Pada saat memijarkan mulut atau pinggiran
Cawan petri dengan Bunsen tahapan terakrir pada saat media BAP
yang telah memadat.