Anda di halaman 1dari 9

Farmaka

Volume 15 Nomor 3 102

TERPEN SEBAGAI PENINGKAT PENETRASI PADA SEDIAAN TRANSDERMAL

Elizabeth Rosalina Suwalie*, Soraya Ratnawulan Mita


Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran
*elizabethrosalina23@gmail.com

ABSTRAK

Sediaan transdermal merupakan suatu sediaan yang memungkinkan obat masuk ke dalam kulit
dan memiliki efek sistemik. Penetrasi zat aktif sediaan transdermal ke dalam kulit dapat
ditingkan dengan menambahkan peningkat penetrasi. Terpen merupakan salah satu golongan
zat berasal dari alam yang berpotensi tinggi sebagai peningkat penetrasi. Review ini
memaparkan penggunaan terpen dan mekanisme terpen sebagai peningkat penetrasi, serta
beberapa contoh zat golongan terpen yang berpotensi menjadi peningkat penetrasi.

Kata Kunci: Peningkat Penetrasi, Transdermal, Terpene, Kulit

PENDAHULUAN masuk ke dalam tubuh melalui kulit untuk

Sediaan transdermal merupakan memberikan efek sistemik [4].

salah satu alternatif rute pemberian yang Kulit merupakan target masuknya

sudah banyak mengalami perkembangan. obat dari sediaan transdermal. Kulit

Berbagai obat dalam sediaan transdermal merupakan barrier penghalang yang terdiri

banyak beredar dipasaran diantaranya dari berbagai lapisan. Lapisan paling luar

sediaan gel, krim, patch dan bentuk lainnya. dari kulit, yaitu stratum korneum, terdiri

Sediaan patch transdermal seperti klonidin, dari keratin dan dikelilingi oleh lapisan lipid

fentanil, lidokain, nikotin, nitrogliserin, interseluler sehingga sulit untuk ditembus


[5]
skopolamin, estradiol, testoteron, dan . Agar zat aktif dari sediaan transdermal

oksibutinin peredaraannya di Amerika dapat masuk ke dalam kulit dan mencapai


[1]
Serikat hingga mencapai 3 milyar USD . target kerjanya dengan maksimal, maka

Penggunaan transdermal dapat mencegah penetrasi zat aktif melalui kulit perlu

first pass effect di hati, mengurangi efek ditingkatkan.

samping dari obat daripada sediaan oral [2,3]. PENINGKAT PENETRASI

Sediaan transdermal merupakan suatu Salah satu cara meningkatkan

sediaan yang mampu menghantarkan obat penetrasi obat melalui kulit yang umum
103

digunakan adalah dengan menambahkan zat 4. Kompatibel dan stabil dengan banyak

peningkat penetrasi pada sediaan zat aktif.

transdermal [6]. Peningkat penetrasi bekerja 5. Dapat diterima baik oleh kulit. [9,10]

meningkatkan permeasi zat aktif pada Beberapa zat dapat digunakan

sediaan transdermal dengan beberapa sebagai peningkat penetrasi diantaranya

mekanisme diantaranya : air, hidrokarbon, alkohol, asam lemak dan

1. Meningkatkan kelarutan atau ester, amida, urea, sulfoksida, dan terpen

fluidisitas dari stratum korneum dan terpenoid[6].

sehingga dapat menurunkan fungsi TERPEN DAN TERPENOID

kulit sebagai barrier penghalang. Terpen dan terpenoid merupakan

2. Meningkatkan aktivitas termodinamik komponen dari minyak atsiri yang banyak

dari obat dan kulit. terdapat pada bunga, buah, dan daun dari

3. Mempengaruhi koefisien partisi dari tumbuhan. Terpen dan terpenoid memiliki

obat sehingga meningkatkan pelepasan struktur dasar berupa isoprena (C5H8),

obat pada kulit. dimana penggolongan terpen didasarkan

4. Mengganggu korneosit pada kulit pada jumlah isoprena yang terkandung

dengan berinteraksi dengan filamen dalam senyawa, diantaranya monoterpen

keratin [7,8]. (C10), sesquiterpen (C15), diterpen (C20) dan

Peningkat penetrasi yang ideal dalam triterpen (C30). Penggunaan terpen pada

sediaan transdermal harus memiliki bidang farmasi banyak digunakan sebagai


[11]
beberapa sifat, diantaranya : parfum, zat pengaroma . Selain itu,

1. Tidak beracun dan tidak menyebabkan ditemukan bahwa terpen juga berpotensi

iritasi. digunakan sebagai peningkat penetrasi pada

2. Tidak memberikan efek farmakologis sediaan transdermal [12].

bagi tubuh.

3. Bekerja pada kulit secara reversibel.


104

TERPEN SEBAGAI PENINGKAT rendah. Terpen dalam bentuk cairan dapat

PENETRASI membentuk ikatan hidrogen yang kebih

Penggunaan terpen sebagi banyak dengan lipid interseluler stratum

peningkat penetrasi pada sediaan korneum sehingga memberikan efek

transdermal memiliki beberapa kelebihan permeasi yang lebih baik daripada terpen

diantaranya: dalam bentuk padatan. Triterpen dan

1. Kemampuan peningkatan permeasi tetraterpen memberikan efek peningkatan

yang tinggi dengan konsentrasi yang permeasi yang buruk jika dibandingkan

rendah. dengan terpen yang lainnya, sedangkan

2. Memberikan efek yang reversibel penambahan gugus fungsional seperti ester

pada stratum korneum kulit. dan aldehid meningkatkan efektifitas


[19]
3. Tidak beracun dengan potensi iritasi peningkatan permeasi . Beberapa studi

yang rendah [13,14,15,16]. menyatakan bahwa terpen yang

Secara umum, terpen bekerja mengandung gugus polar oksigen lebih

sebagai peningkat penetrasi dengan poten digunakan untuk meningkatkan

meningkatkan koefisien partisi obat pada permeasi obat yang bersifat hidrofilik

jaringan kulit dan meningkatkan proses daripada yang bersifat lipofilik[20].

difusi obat melalui membran[6]. Selain itu, Berdasarkan beberapa studi permeasi

terpen juga bekerja dengan menggangu dengan menggunakan sel difusi dan kulit

jaringan lipid secara reversibel sehingga hewan ditemukan bahwa golongan terpen

penetrasi obat ditingkatkan [17]. seperti 1,8-sineol, menthol dan limonene

Aktivitas terpen sebagai peningkat yang lebih efektif memberikan penetrasi


[21,22]
penetrasi bergantung pada sifat fisikokimia .
[18]
dari terpen . Terpen dengan nilai log P 1,8 - sineol

yang lebih besar lebih efektif meningkatkan Beberapa studi menemukan bahwa

penetrasi zat aktif dibandingkan dengan 1,8-sineol dapat memberikan efek

terpen yang memiliki nilai log P yang lebih peningkatan permeasi yang cukup baik
105

dibandingkan beberapa senyawa terpen obat atau dengan meningkatkan koefisien

lainnya. Sineol pada konsentrasi 5 - 10 % partisi obat. Menthol juga dapat bekerja

meningkatkan permeasi dari zidovudin meningkatkan konduktivitas elektrik dari

lebihh baik daripada menthol, menthon, jaringan sehingga terbentuk pori – pori yang
[23]
pulgeon, terpeniol, dan karvon . Sineol polar dari stratum corneum [27].

juga dapat meningkatkan penetrasi dari 5- Penggunaan menthol sebagai

fluorouracil dengan penambahan kosolven peningkat penetrasi dengan konsentrasi 3%

propilenglikol [24]. dapat meningkatkan persen permeasi dari

Penambahan etanol dan sineol ketoprofen pada sediaan gel transdermal

dalam sediaan transdermal mampu dengan pengujian pada membran selofan

meningkatkan penetrasi dari Thyrotropin terhidrasi[28]. Kombinasi menthol 5%

Releasing Hormone (TRH) pada epidermis dengan pelarut etanol menunjukkan


[25]
manusia . Mekanisme sineol dalam peningkatan persen permeasi lebih baik

meningkatkan permeasi zat aktif diduga pada zat aktif tetrakain pada sediaan

dengan interkalasi sineol ke dalam kulit dan transdermal jika dibandingkan dengan

membentuk ikatan hidrogen dengan protein penggunaan menthol secara tunggal [29].

sehingga mengubah secara reversibel  -limonen

struktur lipid protein [26]. Beberapa penelitian menunjukkan

L - menthol penggunaan limonen cukup efektif untuk

Menthol merupakan senyawa meningkatkan permeasi beberapa zat aktif.

monoterpen secara umum lebih efektif Penggunaan terpen sebesar 5 % mampu

sebagai peningkat penetrasi karena ukuran meningkatkan permeasi dari asam

molekulnya yang kecil, salah satunya tiaprofenat dalam sediaan gel transdermal
[17] [30]
menthol . Mekanisme menthol sebagai . Selain itu, limonen juga memberikan

peningkat penetrasi yaitu dengan efek permeasi yang paling tinggi

mengganggu struktur lipid dari stratum dibandingkan dengan golongan terpen

corneum, meningkatkan kemampuan difusi


106

lainnya pada sediaan patch yang delivery. Nature Reviews Drug


[31]
mengandung lamotrigine . Limonene Discovery, 3(2), pp.115-124.

juga memberikan peningkatan permeasi 2. Goodman, M.P., 2012. Are all

yang cukup baik pada sediaan patch estrogens created equal? A review
[32]
ketoprofen . Mekanisme limonene of oral vs. transdermal

sebagai peningkat penetrasi diduga dengan therapy. Journal of Women's

bekerja mendisrupsi lipid pada stratum Health, 21(2), pp.161-169.

korneum pada kulit sehingga meningkatkan 3. Langford, R., McKenna, F.,

flux penetrasi zat aktif [30]. Ratcliffe, S., Vojtassák, J. and

SIMPULAN Richarz, U., 2006. Transdermal

Golongan terpen berpotensi sebagai fentanyl for improvement of pain

peningkat penetrasi yang efektif dimana and functioning in osteoarthritis: A

memberikan peningkatan permeasi yang randomized, placebo‐controlled

tinggi dengan konsentrasi yang rendah, trial. Arthritis &

memberikan efek yang reversibel pada Rheumatism, 54(6), pp.1829-1837.

kulit, dan resiko iritasi yang rendah. Terpen 4. Pathan, I.B. and Setty, C.M., 2009.

dapat digunakan sebagai peningkat Chemical penetration enhancers for

penetrasi secara luas baik untuk obat transdermal drug delivery

golongan hidrofilik maupun hidrofobik. systems. Tropical Journal of

Pemilihan terpen yang digunakan dapat Pharmaceutical Research, 8(2).

didasarkan pada sifat fisikokimia, log P, dan 5. Walters, K.A. 2004.

gugus fungsional dari terpen itu sendiri. Dermatological and Transdermal

DAFTAR PUSTAKA Formulation. Marcel Dekker. New

1. Prausnitz, M.R., Mitragotri, S. and York. 18, 25-26, 33, 103-105, 210,

Langer, R., 2004. Current status and 337-338.

future potential of transdermal drug 6. Williams, A. C., & Barry, B. W.

2012. Penetration enhancers.


107

Advanced drug delivery reviews, 64, 11. Thakur, R.A., Wang, Y. and

128-137. Michniak, B.B., 2006. Essential oils

7. Pandey, A., Mittal, A., Chauhan, N., and terpenes. Percutaneous

& Alam, S. 2014. Role of Penetration Enhancers, CRC Press,

Surfactants as Penetration Enhancer Boca Raton, pp.159-173.

in Transdermal Drug Delivery 12. Okabe, H., Suzuki, E., Saitoh, T.,

System. J Mol Pharm Org Process Takayama, K. and Nagai, T., 1994.

Res, 2(113), 2. Development of novel transdermal

8. Gupta, P.N., Mishra, V., Rawat, A., system containing d-limonene and

Dubey, P., Mahor, S., Jain, S., ethanol as absorption

Chatterji, D.P. and Vyas, S.P., 2005. enhancers. Journal of controlled

Non-invasive vaccine delivery in release, 32(3), pp.243-247.

transfersomes, niosomes and 13. P.A. Cornwell and B.W. Barry.

liposomes: a comparative 1994. Sesquiterpene components of

study. International journal of volatile oils as skin penetration

pharmaceutics, 293(1), pp.73-82. enhancers for the hydrophilic

9. Ramteke, K. H., Dhole, S. N., & permeant 5-fluorouracil. J. Pharm.

Patil, S. V. 2012. Transdermal drug Pharmacol., 46, 261–269.

delivery system: a review. Journal 14. M.A. Yamane, A.C. Williams and

of Advanced Scientific B.W. Barry. 1995. Effects of

Research, 3(1), 22-35. terpenes and oleic acid as skin

10. Ahmed, B.M.G. and Sushma, S., penetration enhancers towards 5-

2015. Chemical Permeation fluorouracil as assessed with time;

Enhancement Through Skin. permeation, partitioning and

International Journal, 3(8), pp.644- differential scanning calorimetry.

651. Int. J. Pharm., 116, 237–251.


108

15. Y.S.R. Krishnaiah, P. Bhaskar and form: quantitative structure activity

V. Satyanarayana. 2004. relationship model for predicting

Formulation and evaluation of activity of terpenes that enhance

limonene-based membrane- drug penetration through human

moderated transdermal therapeutic skin. J Control Release 120:211–

system of nimodipine. Drug Deliv., 219

11, 1–9. 20. Kunta JR, Goskonda VR,

16. Patil, U.K. and Saraogi, R., 2014. Brotherton HO, Khan MA, Reddy

Natural products as potential drug IK. 1997. Effect of menthol and

permeation enhancer in transdermal related terpenes on the percutaneous

drug delivery system. Archives of absorption of propranolol across

dermatological research, 306(5), excised hairless mouse skin. J

pp.419-426. Pharm Sci 86:1369–1373

17. Lim, P. F. C., Liu, X. Y., & Chan, S. 21. Jain R, Aqil M, Ahad A, Ali S, Khar

Y. 2009. A review on terpenes as RK. 2008. Basil oil is a promising

skin penetration enhancers in skin permeation enhancer for

transdermal drug delivery. Journal transdermal delivery of labetalol

of Essential Oil Research, 21(5), hydrochloride. Drug Dev Ind Pharm

423-428. 34:384–389

18. Aqil M, Ahad A, Sultana Y, Ali A. 22. Williams AC, Barry BW. 1991. The

2007. Status of terpenes as skin enhancement index concept applied

permeation enhancers. Drug Discov to terpene penetration enhancer for

Today 12:1061–1067 human skin and model lipophilic

19. Kang L, Yap CW, Lim PFC, Chen (oestradiol) and hydrophilic (5

YZ, Ho PC, Chan YW, Wong GP, fluorouracil) drugs. Int J Pharm

Chan SY. 2007. Formulation 74:157–168

development of transdermal dosage


109

23. Narishetty, S.T.K. and Panchagnula, corneum. European Journal of

R., 2004. Transdermal delivery of Pharmaceutics and

zidovudine: effect of terpenes and Biopharmaceutics, 67(2), pp.406-

their mechanism of action. Journal 412.

of Controlled Release, 95(3), 27. Kamatou, G. P., Vermaak, I.,

pp.367-379. Viljoen, A. M., & Lawrence, B. M.

24. Yamane, M.A., Williams, A.C. and 2013. Menthol: a simple

Barry, B.W., 1995. Terpene monoterpene with remarkable

Penetration Enhancers in Propylene biological properties.

Glycol/water Co‐solvent Systems: Phytochemistry, 96, 15-25.

Effectiveness and Mechanism of 28. Rajesh, N., Siddaramaiah, G. D., &

Action. Journal of pharmacy and Somashekar, C. N. 2010.

pharmacology, 47(12A), pp.978- Formulation and evaluation of

989. biopolymer based transdermal drug

25. Magnusson, B.M., Runn, P., delivery. Int J Pharm Pharm

Karlsson, K. and Koskinen, L.O., Sci, 2(2), 142-147.

1997. Terpenes and ethanol enhance 29. Fang, C., Liu, Y., Ye, X., Rong,

the transdermal permeation of the Z.X., Feng, X.M., Jiang, C.B. and

tripeptide thyrotropin releasing Chen, H.Z., 2008. Synergistically

hormone in human enhanced transdermal permeation

epidermis. International journal of and topical analgesia of tetracaine

pharmaceutics, 157(1), pp.113-121. gel containing menthol and ethanol

26. dos Anjos, J.L.V., de Sousa Neto, D. in experimental and clinical

and Alonso, A., 2007. Effects of studies. European Journal of

ethanol/l-menthol on the dynamics Pharmaceutics and

and partitioning of spin-labeled Biopharmaceutics, 68(3), pp.735-

lipids in the stratum 740.


110

30. Okyar, A., Nuriyev, M., Yildiz, A.,

Pala-Kara, Z., Ozturk, N. and

Kaptan, E., 2010. The effect of

terpenes on percutaneous absorption

of tiaprofenic acid gel. Archives of

pharmacal research, 33(11),

pp.1781-1788.

31. Lakshmi, P.K., Mounika, K. and

Saroja, C.H., 2014. Transdermal

permeation enhancement of

lamotrigine using terpenes. Journal

of Pharmaceutical Care & Health

Systems, 2014.

32. Ngawhirunpat, T., Thipwichai, S.,

Opanasopit, P., Rojanarata, T. and

Panomsuk, S., 2012. Development

and evaluation of ketoprofen acrylic

transdermal patches. Tropical

Journal of Pharmaceutical

Research, 11(4), pp.553-560.