Anda di halaman 1dari 25

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

MACROTEACHING
KEBUTUHAN PSIKOLOGI PADA IBU HAMIL TRIMESTER
I,II, DAN III

DISUSUN OLEH:
NIKEN WAHYU HIDAYATI
NIM : 1404076

PROGRAM STUDI D-IV KEBIDANAN


STIKES KARYA HUSADA SEMARANG
TAHUN AKADEMIK 2014/2015
LEMBAR PERSETUJUAN

Satuan Acara Perkuliahan (SAP) Pengajaran Makro Mata Kuliah “Asuhan


Kebidanan I (Kehamilan)” dengan Sub Pokok Materi “Kebutuhan Psikologi pada
Ibu Hamil Trimester I,II,dan III” ini disetujui untuk disajikan pada:
Hari :
Tanggal :

Menyetujui: Semarang, April 2015


Dosen Pembimbing, Praktikan,

( Dyah Ayu Wulandari, S.SiT, M.Keb ) (Niken Wahyu Hidayati)


LEMBAR PENGESAHAN

Satuan Acara Perkuliahan (SAP) Pengajaran Makro Mata Kuliah “Asuhan


Kebidanan I (Kehamilan)”dengan Sub Pokok Materi “Kebutuhan Psikologi pada
Ibu Hamil Trimester I,II, dan III” ini disyahkan untuk disajikan pada:
Hari :
Tanggal :
Oleh : Dyah Ayu Wulandari, S.SiT, M.Keb

Semarang, April 2015


Penguji,

(Dyah Ayu Wulandari, S.SiT, M.Keb)


SATUAN ACARA PERKULIAHAN
MICROTEACHING
(Latihan ke-1)

Institusi : STIKES “KARYA HUSADA”


Semarang
Program Studi : D-III Kebidanan
Mata Kuliah : Asuhan Kebidanan I (Kehamilan)
Kode Mata Kuliah : BD. 301
Materi Pokok : Kebutuhan Psikologi pada Ibu Hamil
Trimester I, II, dan III
Semester : III
Hari/Tanggal : Senin/27 April 2015
Waktu : 50 menit
Keterampilan yang : 1. Membuka dan Menutup Perkuliahan
dilatihkan 2. Menjelaskan Kebutuhan Psikologi
pada Ibu Hamil Trimester I, II, dan III
3. Bertanya Dasar dan Lanjut tentang
Kebutuhan Psikologi pada Ibu Hamil
Trimester I, II, dan III

A. STANDAR KOMPETENSI
Mahasiswa D-III Kebidanan memahami kebutuhan psikologis pada ibu hamil
trimester I, II, dan III.

B. KOMPETENSI DASAR/INTI
Mahasiswa D-III Kebidanan setelah memperhatikan penjelasan dosen,
diharapkan dapat menjelaskan kebutuhan psikologi pada ibu hamil trimester I,
II, dan III.

C. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


1. Mahasiswa dapat menjelaskan dan menguraikan kebutuhan psikologi pada
ibu hamil trimester I, II, dan III
2. Mahasiswa dapat menjelaskan dan menguraikan faktor-faktor yang
mempengaruhi psikologi ibu hamil
3. Mahasiswa dapat menjelaskan dan menguraikan rasa aman dan nyaman
selama kehamilan
4. Mahasiswa dapat menjelaskan dan menguraikan persiapan menjadi orang
tua
5. Mahasiswa dapat menjelaskan dan menguraikan persiapan sibling

D. POKOK DAN SUB-POKOK MATERI


1. Kebutuhan psikologi pada ibu hamil trimester I, II, dan III
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi psikologi ibu hamil
3. Rasa aman dan nyaman selama kehamilan
4. Persiapan menjadi orang tua
5. Persiapan sibling

E. MEDIA/ALAT DAN SUMBER BELAJAR


1. Media/Alat : Power Point, LCD, laptop, white board, dan spidol
2. Sumber Belajar:
a. Widatiningsih, dkk. 2008. Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I
(Kehamilan Normal) Bd. 301. Magelang : Poltekkes Kemenkes
Semarang.

F. METODE PERKULIAHAN
1. Ceramah;
2. Tanya Jawab
G. KEGIATAN PERKULIAHAN
TAHAP/ KEGIATAN CALON KEGIATAN
METODE
WAKTU DOSEN MAHASISWA
Pendahuluan 1. Memberikan salam Menjawab salam Tanya jawab
± 5 menit 2. Menginformasikan Memperhatikan Ceramah
pokok bahasan yang
akan disampaikan yaitu
kebutuhan psikologis
ibu hamil trimester I, II,
dan III
3. Menyampaikan tujuan Memperhatikan Ceramah
pembelajaran
dari kebutuhan
psikologis ibu hamil
trimester I, II, dan III
4. Melakukan apersepsi Memperhatikan Ceramah
berkaitan dengan
kebutuhan psikologis
ibu hamil trimester I, II,
dan III
Penyajian 1. Kebutuhan psikologis
± 40 menit ibu hamil trimester I, II,
dan III
 Menggali  Mahasiswa Tanya Jawab
pengetahuan mengungkapkan
mahasiswa tentang hal-hal yang
kebutuhan diketahui tentang
psikologis ibu kebutuhan
hamil trimester I, II, psikologis ibu
dan III hamil trimester I,
II, dan III
 Menjelaskan materi  Mahasiswa Ceramah
memahami LCD, Labtop
materi yang
disampaikan
 Memberikan  Mahasiswa Tanya Jawab
kesempatan pada bertanya tentang LCD, Labtop
mahasiswa untuk hal-hal yang
bertanya diketahui tentang
kebutuhan
psikologis ibu
hamil trimester I,
II, dan III
 Memberikan  Mengklarifikasik Tanya Jawab
jawaban atas an jawaban LCD, Labtop
pertanyaan mahasiswa
mahasiswa
2. Faktor-faktor yang
mempengaruhi
psikologi ibu hamil
 Menggali  Mahasiswa Tanya Jawab
pengetahuan mengungkapkan LCD, Labtop
mahasiswa tentang hal-hal yang
faktor-faktor yang diketahui tentang
mempengaruhi faktor-faktor
psikologi ibu hamil yang
mempengaruhi
psikologi ibu
hamil
 Menjelaskan materi  Mahasiswa Ceramah
memahami LCD, Labtop
materi yang
disampaikan
 Memberikan  Mengklarifikasik Tanya Jawab
kesempatan pada an jawaban
mahasiswa untuk mahasiswa
bertanya
 Memberikan  Mahasiswa Tanya Jawab
kesempatan kepada mengerti tentang
mahasiswa lain untuk jawabannya
menjawab pertanyaan

3. Rasa aman dan nyaman


selama kehamilan
 Menggali  Mahasiswa Tanya Jawab
pengetahuan mengungkapkan LCD, Labtop
mahasiswa tentang hal-hal yang
rasa aman dan diketahui tentang
nyaman selama rasa aman dan
kehamilan nyaman selama
kehamilan
 Menjelaskan materi  Mahasiswa Ceramah
memahami LCD, Labtop
materi yang
disampaikan
 Memberikan  Mahasiswa Tanya Jawab
kesempatan pada bertanya tentang
mahasiswa untuk hal-hal yang
bertanya diketahui tentang
rasa aman dan
nyaman selama
kehamilan
 Memberikan  Mengklarifikasik Tanya Jawab
kesempatan kepada an jawaban
mahasiswa lain mahasiswa
untuk menjawab
pertanyaan
4. Persiapan menjadi
orang tua
 Menggali  Mahasiswa Tanya Jawab
pengetahuan mengungkapkan LCD, Labtop
mahasiswa tentang hal-hal yang
persiapan menjadi diketahui tentang
orang tua persiapan
menjadi orang
tua
 Menjelaskan materi  Mahasiswa Ceramah
memahami LCD, Labtop
materi yang
disampaikan
 Memberikan  Mengklarifikasik Tanya Jawab
kesempatan pada an jawaban
mahasiswa untuk mahasiswa
bertanya
 Memberikan  Mahasiswa Tanya Jawab
kesempatan kepada mengerti tentang
mahasiswa lain jawabannya
untuk menjawab
pertanyaan

5. Persiapan sibling
 Menggali  Mahasiswa Tanya Jawab
pengetahuan mengungkapkan LCD, Labtop
mahasiswa tentang hal-hal yang
persiapan sibling diketahui tentang
persiapan sibling
 Menjelaskan materi  Mahasiswa Ceramah
memahami LCD, Labtop
materi yang
disampaikan
 Memberikan  Mahasiswa Tanya Jawab
kesempatan pada bertanya tentang
mahasiswa untuk hal-hal yang
bertanya diketahui tentang
persiapan sibling
 Memberikan  Mengklarifikasik Tanya Jawab
kesempatan kepada an jawaban
mahasiswa lain mahasiswa
untuk menjawab
pertanyaan
Penutup 1. Bersama mahasiswa Menjawab Tanya jawab
± 5 menit menyimpulkan materi
yang telah disampaikan
2. Menginformasikan
materi selanjutnya Memperhatikan Ceramah
3. Memberikan salam
penutup Menjawab salam Tanya jawab

H. PENILAIAN PERKULIAHAN
1. Teknik Penilaian : Lisan
2. Alat Penilaian : Subjective test berupa uraian tak terbatas
3. Prosedur Tes : Post test
4. Bentuk Tes : Subjective

I. LAMPIIRAN
Lampiran I : Bahan Ajar
Lampiran II : Evaluasi
Lampiran III : Media Power Point
Lampiran IV : GBPP
Lampiran 1
BAHAN AJAR
KEBUTUHAN PSIKOLOGIS IBU HAMIL TRIMESTER I, II,

DAN III

Kegiatan Belajar
PROMOSI KESEHATAN
 50 Menit

PENDAHLUAN
Kehamilan merupakan krisis bagi kehidupan keluarga yang dapat diikuti
dengan stres dan kecemasan. Perubahan dan adaptasi selama kehamilan, tidak
hanya dirasakan oleh ibu tetapi seluruh anggota keluarga. Oleh karena itu, selama
kehamilan seluruh anggota keluarga harus terlibat terutama suami.
Ketersediaan dukungan sosial untuk kesejahteraan psikososial ibu hamil
adalah hal yang penting. Dukungan dan kasih sayang dari anggota keluarga dapat
memberikan perasaan nyaman dan aman ketika ibu merasa takut dan khawatir
dengan kehamilannya. Selain dukungan dari keluarga, ibu hamil juga memerlukan
dukungan dari tenaga kesehatan khususnya bidan yang menemani ibu selama
masa kehamilannya.

TUJUAN MATA KULIAH

A. Deskripsi Singkat Mata Kuliah


Mata kuliah ini memberikan kemampuan kepada mahasiswa untuk
mengidentifikasi kebutuhan dasar ibu hamil yang meliputi kebutuhan
psikologis sesuai dengan tahap perkembangannya dengan tepat dengan
pokok bahasan : kebutuhan psikologi pada ibu hamil trimester I, II, dan III,
faktor-faktor yang mempengaruhi psikologi ibu hamil, rasa aman dan
nyaman selama kehamilan, persiapan menjadi orang tua, dan persiapan
sibling.
B. Kegunaan/Manfaat Mata Kuliah
Dengan adanya mata kuliah Asuhan Kebidanan I diharapkan
mahasiswa menjadi lebih kompeten dan lebih profesional dalam :
1. Mengidentifikasi kebutuhan psikologi pada ibu hamil trimester I, II, dan
III
2. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi psikologi ibu hamil
3. Mengidentifikasi rasa aman dan nyaman selama kehamilan
4. Mengidentifikasi persiapan menjadi orang tua
5. Mengidentifikasi persiapan sibling
C. Standar Kompetensi Mata Kuliah
Standar kompetensi mata kuliah asuhan kebidanan I (Kehamilan) adalah
mahasiswa mampu mengidentifikasi kebutuhan dasar ibu hamil yang
meliputi kebutuhan psikologis sesuai dengan tahap perkembangannya
dengan tepat

D. Susunan Urutan Bahan Ajar


6. Kebutuhan psikologi pada ibu hamil trimester I, II, dan III
7. Faktor-faktor yang mempengaruhi psikologi ibu hamil
8. Rasa aman dan nyaman selama kehamilan
9. Persiapan menjadi orang tua
10. Persiapan sibling
E. Petunjuk Bagi Mahasiswa
Mahasiwa dapat mempelajari bahan ajar (modul) ini dan membaca referensi
yang direkomendasikan sebagai buku acuan yang sudah ada.
URAIAN MATERI
BAB I

A. Kompetensi Dasar dan Indikator

NO Kompetensi Dasar Indikator


1. Mengidentifikasi kebutuhan dasar ibu 1. Kebutuhan psikologi pada ibu
hamil yang meliputi kebutuhan hamil trimester I, II, dan III
psikologis sesuai dengan tahap 2. Faktor-faktor yang
perkembangannya dengan tepat mempengaruhi psikologi ibu
hamil
3. Rasa aman dan nyaman selama
kehamilan
4. Persiapan menjadi orang tua
5. Persiapan sibling

B. Diskripsi Singkat

Mata kuliah ini memberikan kemampuan kepada mahasiswa untuk


mengidentifikasi tentang kebutuhan psikologi pada ibu hamil trimester I, II, dan
III, faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan psikologi ibu hamil, rasa aman
dan nyaman selama kehamilan, persiapan menjadi orang tua, serta persiapan
sibling.

MATERI
KEBUTUHAN PSIKOLOGIS IBU HAMIL TRIMESTER I, II,
DAN III
A. Kebutuhan Psikologi Ibu Hamil Trimester I, II dan III
1. TRIMESTER I
Sekarang wanita merasa sedang hamil dan perasaannya pun bisa
menyenangkan atau tidak menyenangkan. Hal ini dipengaruhi oleh
keluhan umum seperti lelah, lemah, mual, sering buang air kecil,
membesarnya payudara. Ibu merasa tidak sehat dan sering kali membenci
kehamilannya perubahan emosi yang sering terjadi adalah mudah
menangis, mudah tersinggung, kecewa penolakan, dan gelisah serta
seringkali biasanya pada awal kehamilan ia berharap untuk tidak hamil.
Pada trimester ini adalah periode penyesuaian diri, seringkali ibu
mencari tanda-tanda untuk lebih meyakinkan bahwa dirinya memang
hamil. ibu sering merasa ambivalen, bingung, sekitar 80% ibu melewati
kekecewaan, menolak, sedih, gelisah. Kegelisahan timbul karena adanya
perasaan takut, takut abortus atau kehamilan dengan penyulit, kematian
bayi, kematian saat persalinan, takut rumah sakit, dan lain-lain. Perasaan
takut ini hendaknya diekspresikan sehingga dapat menambah pengetahuan
ibu dan banyak orang yang membantu dan member perhatian. Oleh karena
itu sangat penting adanya keberanian wanita untuk komunikasi baik
dengan pasangan, keluarga meupun bidan.
Sumber kegelisahan lainnya adalah aktivitas seks dan relasi dengan
suami. Wanita merasa tidak mempunyai daya tarik, kurang atraktif adanya
perubahan fisik sehingga menjadi tidak percaya diri. Kebanyakan wanita
mengalami penurunan libido pada periode ini. Keadaan ini membutuhkan
adanya komunikasi yang terbuka dan jujur dengan suami. Perubahan
psikologi ini menurun pada trimester 2 dan meningkat kembali pada saat
mendekati persalinan.
Kegelisahan sering dibarengi dengan mimpi buruk, firasat dan hal
ini sangat mengganggu. Dengan meningkatnya pengetahuan dan
pemahaman akan kehamilan, bahaya/risiko,komitmen untuk menjadi
orang tua, pengalaman hamil akan membuat wanita menjadi siap. Perasaan
ambivalen akan berkurang pada akhir trimester 1 ketika wanita sudah
menerima/ menyadari bahwa dirinya hamil dan didukung oleh perasaan
aman untuk mengekspresikan perasaannya.
Reaksi pertama seorang pria ketika mengetahui bahwa dirinya akan
menjadi ayah adalah timbulnya perasaan bangga atas kemampuannya
mempunyai keturunan bercampur dengan keprihatinan akan kesiapannya
untuk menjadi seorang ayah dan pencari nafkah untuk keluarganya.
Seorang calon ayah akan sangat memperhatikan keadaan ibu yang sedang
mulai hamil dan menghindari hubungan seks karena takut mencederai
janin.
2. TRIMESTER II
Periode ini sering disebut periode sehat (radian health) ibu sudah
bebas dari ketidaknyamanan. Selama periode ini wanita sudah
mengharapkan bayi. Dengan adanya gerakan janin, rahim yang semakin
membesar, terlihatnya gerakan bayi saat di USG semakin meyakinkan dia
bahwa bayinya ada dan dia sedang hamil. Ibu menyadari bahwa bayinya
adalah individu yang terpisah dari dirinya oleh karena itu sekarang ia lebih
fokus memperhatikan bayinya. Ibu sudah menerima kehamilannya dan
mulai dapat menggunakan energi dan pikirannya secara lebih konstruktif.
Sebelum adanya gerakan janin ia berusaha terlihat sebagai ibu yang baik,
dan dengan adanya gerakan janinia menyadari identitasnya sebagai ibu.
Hal ini menimbulkan perubahan yang baik seperti kontak sosial meningkat
dengan wanita hamil lainnya, adanya gelar calon ibu baru, ketertarikannya
pada kehamilan dan persalinan serta persiapan untuk menjadi peran baru.
Kebanyakan wanita mempunyai libido yang meningkat
dibandingkan trimester I, hal ini terjadi karena ketidaknyamanan
berkurang, ukuran perut tidak begitu besar.
3. TRIMESTER III
Periode ini sering disebut priode menunggu dan waspada sebab
pada saat itu ibu tidak sabar menunggu kelahiran bayinya, menunggu
tanda-tanda persalinan. Perhatian ibu berfokur pada bayinya, gerakan janin
dan membesarnya uterus mengingatkan pada bayinya. Sehingga ibu selalu
waspada untuk melindungi bayinya dari bahaya, cedera dan akan
menghindari orang/hal/benda yang dianggapnya membahayakan bayinya.
Persiapan aktif dilakukan untuk menyambut kelahiran bayinya, membuat
baju, menata kamar bayi, membayangkan mengasuh/merawat bayi,
menduga-duga akan jenis kelaminnya dan rupa bayinya.
Pada trimester III biasanya ibu merasa khawatir, takut akan
kehidupan dirinya, bayinya, kelainan pada bayinya, persalinan, nyeri
persalinan, dan ibu tidak akan pernah tahu kapan ia akan melahirkan.
Ketidaknyamanan pada trimester ini meningkat, ibu merasa dirinya aneh
dan jelek, menjadi lebih ketergantungan, malas dan mudah tersinggung
serta merasa menyulitkan. Disamping itu ibu merasa sedih akan berpisah
dari bayinya dan kehilangan perhatian khusus yang akan diterimanya
selama hamil, disinilah ibu memerlukan keterangan, dukungan dari suami,
bidan dan keluarganya.
Masa ini disebut juga masa krusial/penuh kemelut untuk beberapa
wanita karena ada kritis identitas, karena mereka mulai berhenti bekerja,
kehilangan kontak dengan teman, kolega (Oakley, dalam Sweet,1999).
Mereka merasa kesepian dan terisolasidi rumah. Wanita mempunyai
banyak kekhawatiran seperti tidakan meedikalisasi saat persalinan,
perubahan body image merasa kehamilannya sangat berat, tidak praktis,
kurang atraktif, takut kehilangan pasangan. Bidan harus mampu mengkaji
dengan teliti/hati-hati sejumlah stres yang dialami ibu hamil, mampu
menilai kemampuan coping dan memberikan dukungan.
B. Faktor-faktor yang mempengaruhi psikologi ibu hamil
1. Support Keluarga
Dukungan selama masa kehamilan sangat dibutuhkan bagi seorang
wanita yang sedang hamil, terutama dari orang terdekat apalagi bagi ibu
yang baru pertama kali hamil. Seorang wanita akan merasa tenang dan
nyaman dengan adanya dukungan dan perhatian dari orang – orang
terdekat.
a. Suami
1) Dukungan dan peran serta suami dalam masa kehamilan terbukti
meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi kehamilan
dan proses persalinan, bahkan juga memicu produksi ASI. Suami
sebagai seorang yang paling dekat, dianggap paling tahu kebutuhan
istri. Saat hamil wanita mengalami perubahan baik fisik maupun
mental. Tugas penting suami yaitu memberikan perhatian dan
membina hubungan baik dengan istri, sehingga istri
mengkonsultasikan setiap saat dan setiap masalah yang dialaminya
dalam menghadapi kesulitan-kesulitan selama mengalami
kehamilan
2) Keterlibatan suami sejak awal masa kehamilan, sudah pasti akan
mempermudah dan meringankan pasangan dalam menjalani dan
mengatasi berbagai perubahan yang terjadi pada tubuhnya akibat
hadirnya sesosok “manusia mungil” di dalam perutnya.
3) Bahkan, keikutsertaan suami secara aktif dalam masa kehamilan,
dapat mempengaruhi keberhasilan seorang istri dalam mencukupi
kebutuhan ASI untuk si bayi kelak sangat ditentukan oleh seberapa
besar peran dan keterlibatan suami dalam masa-masa
kehamilannya.
4) Saat hamil merupakan saat yang sensitif bagi seorang wanita, jadi
sebisa mungkin seorang suami memberikan suasana yang
mendukung perasaan istri, misalnya dengan mengajak istri jalan-
jalan ringan, menemani istri ke dokter untuk memeriksakan
kehamilannya serta tidak membuat masalah dalam komunikasi.
Diperoleh tidaknya dukungan suami tergantung dari keintiman
hubungan, ada tidaknya komunikasi yang bermakna, dan ada
tidaknya masalah atau kekhawatiran akan bayinya.
b. Keluarga
a. Lingkungan keluarga yang harmonis ataupun lingkungan tempat
tinggal yang kondusif sangat berpengaruh terhadap keadaan emosi
ibu hamil. Wanita hamil sering kali mempunyai ketergantungan
terhadap orang lain disekitarnya terutama pada ibu primigravida.
Keluarga harus menjadi bagian dalam mempersiapkan pasangan
menjadi orang tua.
b. Dukungan Keluarga Dapat Berbentuk :
1) Ayah – ibu kandung maupun mertua sangat mendukung
kehamilan ini.
2) Ayah – ibu kandung maupun mertua sering berkunjung dalam
periode ini.
3) Seluruh keluarga berdoa untuk keselamatan ibu dan bayi.
4) Adanya ritual adat istiadat yang memberikan arti tersendiri
yang tidak boleh ditinggalkan.
c. Lingkungan
Dukungan Lingkungan Dapat Berupa :
1. Doa bersama untuk keselamatan ibu dan bayi dari ibu – ibu
pengajian/ perkumpulan/ kegiatan yang berhubungan dengan
sosial/ keagamaan.
2. Membicarakan dan menasehati tentang pengalamaan hamil dan
melahirkan.
3. Adanya diantara mereka yang bersedia mengantarkan ibu untuk
periksa.
4. Menunggui ibu ketika melahirkan.
5. Mereka dapat menjadi seperti saudara ibu hamil.
2. Support dari Tenaga kesehatan
Peran bidan dalam perubahan dan adaptasi psikologi adalah dengan
memberi support atau dukungan moral bagi klien, meyakinkan bahwa
klien dapat menghadapi kehamilannya dan perubahan yang dirasakannya
adalah sesuatu yang normal. Bidan harus bekerjasama dan membangun
hubungan yang baik dengan klien agar terjalin hubungan yang terbuka
antara bidan dan klien. Keterbukaan ini akan mempermudah bidan
memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi klien.
Bidan juga berfungsi sebagai fasilitator bagi kliennya. Bidan dapat
membagi pengalaman yang pernah dirasakan bidan itu sendiri, misalnya
jika bidan tersebut juga pernah merasakan kehamilan, hal ini akan
membuat klien mengerti akan fungsi bidan yang disatu sisi sebagai
seorang bidan dan disisi lain sebagai manusia biasa yang juga merasakan
perubahan-perubahan yang terjadi dalam siklus kehidupan. Bidan juga
dapat menceritakan pengalaman orang lain sehingga klien mampu
membayangkan bagaimana cara mereka sendiri untuk menyelesaikan dan
menghadapi masalahnya.
Bidan juga berperan sebagai seorang pendidik, bidan yang
memutuskan apa yang harus di beritahukan kepada klien dalam
menghadapi kehamilannya agar selalu waspada terhadap perubahan yang
terjadi, perilakunya dan bagaimana menghadapi permasalahnnya yang
timbul akibat kehamilannya.
Tenaga kesehatan juga dapat memberikan peranannya melalui
dukungan, yaitu:
a. Dukungan Aktif : melalui kelas antenatal
b. Dukungan Pasif : dengan memberikan kesempatan kepada ibu hamil
yang mengalami masalah untuk berkonsultasi.
Tenaga kesehatan harus mampu mengenali tentang keadaan yang ada
disekitar ibu hamil atau pasca bersalin, yaitu: bapak, kakak, dan
pengunjung.
Bidan dapat memberikan informasi dan pendidikan kesehatan dengan
cara:
a. Mengurangi pengaruh yang negative
Kecemasan dan ketakutan sering dipengaruhi cerita-cerita yang
menakutkan mengenai kehamilan, persalinan, pengalaman persalinan
yang lampau atau karena kurangnya penngetahuan mengenai proses
kehamilan dan persalinan. Kondisi ini diimbangi dengan pendidikan
anatomi dan fisiologi kehamilan dan persalinan kepada penderita.
b. Memperkuat pengaruh yang positif
Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan dukungan mental dan
penjelasan tentang kebahagiaan akan mempunyai anak yang
diinginkan. Menganjurkan latihan fisik, seperti senam hamil bisa
memperkuat otot-otot dasar panggul, melatih sistem pernafasan, teknik
mengejan yang baik dan latihan-latihan relaksasi.
c. Adaptasi pada lingkungan tempat bersalin.
Hal ini dapat dilakukan bidan dengan mengadakan orientasi atau
memperkenalkan ruang bersalin, alat-alat kebidanan dan tenaga
kesehatan.
C. Rasa Aman Nyaman Selama Kehamilan
Orang yang paling penting bagi seorang wanita hamil biasanya ialah
ayah sang anak. Semakin banyak bukti menunjukan bahwa wanita yang
diperhatikan dan dikasihi oleh pasangan prianya selama hamil akan
menunjukan lebih sedikit gejala emosi dan fisik, lebih sedikit komplikasi
persalinan, dan lebih mudah melakukan penyesuaian selam masa nifas. Ada
dua kebutuhan utama yang ditunjukan wanita selama ia hamil, kebutuhan
pertama ialah menerima tanda-tanda bahwa ia dicintai dan dihargai.
Kebutuhan kedua ialah merasa yakin akan penerimaan pasangannya terhadap
sang anak dan mengasimilasi bayi tersebut kadalam keluarga.
Peran keluarga khususnya suami, sangat diperlukan bagi seorang
wanita hamil. Keterlibatan dan dukungan yang diberikan suami kepada
kehamilan akan mempererat hubungan antara ayah anak dan suami istri.
Dukungan yang diperoleh oleh ibu hamil akan membuatnya lebih tenang dan
nyaman dalam kehamilannya. Hal ini akan memberikan kehamilan yang sehat.
Dukungan yang dapat diberikan oleh suami misalnya dengan mengantar ibu
memeriksakan kehamilan, memenuhi keinginan ibu hamil yang ngidam,
mengingatkan minum tablet besi, maupun membantu ibu malakukan kegiatan
rumah tangga selama ibu hamil. Walaupun suami melakukan hal kecil namun
mempunyai makna yang tinggi dalam meningkatkan keadaan psikologis ibu
hamil ke arah yang lebih baik. (Buku Keperawatan Ibu Hamil)
D. Persiapan Menjadi Orang Tua
Menurut Rubin seorang ibu hamil akan melalui beberapa tahap dalam
adaptasinya menjadi orang tua nanti. Tujuannya adalah:
1. Memastikan keselamatan ibu dan bayi dalam kehamilan
2. Memastikan penerimaan masyarakat atau lingkungan terhadap diri dan
bayinya kelak
3. Membangun identitas yang jelas tentang hubungan “ saya”( ibu) dan
“kamu’ (bayi) sebagai suatu hubungan yang erat
4. Menggali makna dari masa transisi yang sedang dijalani, terutama makna
memberi dan menerima dalam hubungan ibu dan anak
Dari tujuan tersebut. Rubin mengelompokkan 3 tahap seorang ibu hamil
dalam melakukan persiapan menjadi orang tua:
a. Taking on : meniru dan bermain peran
b. Taking in : mencobakan dan berfantasi
c. Letting go : melakukan kegiatan nyata
Kelahiran dapat pula disebut sebagai suatu keajaiban karena dalam
waktu Sembilan bulan terbentuklah suatu makhluk hidup baru dari sebuah sel
yang besarnya tidak lebih dari sebutir pasir. Peristiwa ini membuat pasangan
suami istri berubah status menjadi orang tua, dan mengalami berbagai
kejadian berarti dalam hidupnya. Kegembiraan dan kesedihan akan lebih
mempererat hubungan diantara keduanya.
Mengandung merupakan waktu yang paling mencemaskan bagi ibu
apalagi ketika menunggu saat kelahiran, dan ini dapat diperingan dengan
mendiskusikan semua kecemasan yang dirasakan dengan pasangan, keluarga
dan tenaga kesehatan. Memang ketika mengetahui bahwa diri hamil akan
terasa mengejutkan. Namun meskipun demikian segala persiapan untuk
menjadi orang tua harus direncanakan sedini mungkin diantaranya :
1. Bersama–sama dengan pasangan selama kehamilan dan saat melahirkan
untuk saling berbagi pengalaman yang unik tentang setiap kejadian yang
dialami oleh masing-masing.
2. Berdiskusi dengan pasangan tentang apa yang akan dilakukan untuk
menghadapi status sebagai orang tua, seperti : Akomodasi bagi calon bayi;
Menyiapkan tambahan penghasilan; Bagaimana nanti bila tibanya saat ibu
harus kembali bekerja; Apa saja yang diperlukan untuk merawat bayi ?;
Hubungan ini dapat memperkokoh perasaan diantara pasangan, bahwa
memiliki bayi berarti saling membagi tugas.
Yang tidak kalah penting adalah persiapan psikologis dalam
menghadapi perubahan status dari hanya hidup berdua dengan pasangan,
sekarang datang anggota baru yang memiliki berbagai keunikan.
Bagi pasangan yang sudah mempunyai lebih dari satu anak, dapat
belajar dari pengalaman mengasuh anak sebelumnya.
Selain persiapan mental, yang tak kalah pentingnya adalah persiapan
ekonomi, karena bertambah anggota, bertambah pula kebutuhannya.
Pendidikan orang tua adalah sebagai proses pola untuk membantu
orang tua dalam perubahan dan peran ibu hamil. Pendidikan orang tua
bertujuan mempersiapkan orang tua untuk menemukan tantangan dalam
melahirkan anak dan segera menjadi orang tua. Persiapan orang tua sebaiknya
meliputi kedua calon orang tua yaitu wanita dan pasangannya serta harus
mencakup tentang kehamilan. Pendekatan yang dilakukan bervariasi
dengan memperhatikan aspek fisik dan psikologis keduanya. Salah satu
persiapan orang tua dapat dilaksanakan dengan kelas pendidikan
kelahiran/kelas antenatal.
1. Manfaat pendidikan calon orang tua
a. Suatu kesempatan belajar perubahan fisik selama hamil, persalinan dan
setelahnya
b. Mengetahui perubahan psikologis, emosional, intelektual dan
perubahan lingkungan yang terjadi dalam masa kehamilan dan
kelahiran bayi
c. Mendapatkan support social dari orang tua yang mempunyai
pengalaman serupa dengan mereka
d. Suatu cara belajar tentang menjadi orang tua dari wanita yang baru
melahirkan, apabila kelas diatur dalam beberapa cara yaitu ibu baru
dipertemukan dengan calon ibu
e. Membangun kepercayaan mereka sendiri dalam menghadapi kelahiran
dan persalinan
2. Peran bidan di dalam persiapan orang tua :
a. Memberikan informasi mengenai persalinan dan kelahiran menjadi
orang tua
b. Membantu persiapan psikologis baik ibu maupun suaminya
c. Membantu wanita menyesuaikan dari dalam kehamilan, memberikan
support emosional, memberikan informasi dan memberi saran,
mendeteksi psikologi yang terjadi, mengurangi kecemasan serta
mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan penting pada kesehatan
psikologis yang meliputi kemampuan menjadi seorang ibu
d. Bidan memberikan support empati, berkomunikasi secara efektif dan
harus mempunyai kemampuan sebagai pendengar aktif
E. PERSIAPAN SIBLING
Sibling adalah rasa persaingan di antara saudara kandung akibat
kelahiran anak berikutnya. Biasanya terjadi pada anak usia 2-3 tahun. Subling
ini biasanya ditunjukkan dengan penolakan terhadap kelahiran adiknya,
menangis, menarik diri dari lingkungannya, menjauh dari ibunya, atau
melakukan kekerasan terhadap adiknya (memukul, menindik, mencubit, dan
lain-lain). Untuk mencegah sibling ada beberapa langkah yang dapat
dilakukan, diantaranya sebagai berikut.
1. Jelakan pada anak tentang posisinya (meskipun ada adiknya, ia tetap
disayangi oleh ayah ibu)
2. Libatkan anak dalam mempersiapkan kelahiran adiknya
3. Ajak anak untuk berkomunikasi dengan bayi sejak masih dalam
kandungannya
4. Ajak anak untuk melihat benda-benda yang berhubungan dengan kelahiran
bayi.
RANG KUMAN

1. Kebutuhan Psikologi Ibu Hamil Trimester I, II dan III.


1. TRIMESTER I
Pada trimester ini adalah periode penyesuaian diri
2. TRIMESTER II
Periode ini sering disebut periode sehat (radian health) ibu sudah bebas
dari ketidaknyamanan.
3. TRIMESTER III
Periode ini sering disebut priode menunggu dan waspada sebab pada saat
itu ibu tidak sabar menunggu kelahiran bayinya, menunggu tanda-tanda
persalinan.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi psikologi ibu hamil
1. Support Keluarga
Seorang wanita akan merasa tenang dan nyaman dengan adanya dukungan
dan perhatian dari orang – orang terdekat.
a. Suami
Seorang wanita akan merasa tenang dan nyaman dengan adanya
dukungan dan perhatian dari orang – orang terdekat.
b. Keluarga
c. Lingkungan
2. Support dari Tenaga kesehatan
Tenaga kesehatan juga dapat memberikan peranannya melalui dukungan,
yaitu:
c. Dukungan Aktif : melalui kelas antenatal
d. Dukungan Pasif : dengan memberikan kesempatan kepada ibu hamil
yang mengalami masalah untuk berkonsultasi. Rasa Aman Nyaman
Selama Kehamilan
3. Persiapan Menjadi Orang Tua
Menurut Rubin seorang ibu hamil akan melalui beberapa tahap dalam
adaptasinya menjadi orang tua nanti. Tujuannya adalah:
1. Memastikan keselamatan ibu dan bayi dalam kehamilan
2. Memastikan penerimaan masyarakat atau lingkungan terhadap diri dan
bayinya kelak
3. Membangun identitas yang jelas tentang hubungan “ saya”( ibu) dan
“kamu’ (bayi) sebagai suatu hubungan yang erat
4. Menggali makna dari masa transisi yang sedang dijalani, terutama makna
memberi dan menerima dalam hubungan ibu dan anak
Dari tujuan tersebut. Rubin mengelompokkan 3 tahap seorang ibu hamil
dalam melakukan persiapan menjadi orang tua:
d. Taking on : meniru dan bermain peran
e. Taking in : mencobakan dan berfantasi
f. Letting go : melakukan kegiatan nyata
Sibling adalah rasa persaingan di antara saudara kandung akibat kelahiran
anak berikutnya. Untuk mencegah sibling ada beberapa langkah yang dapat
dilakukan, diantaranya sebagai berikut.
1. Jelaskan pada anak tentang posisinya (meskipun ada adiknya, ia tetap
disayangi oleh ayah ibu)
2. Libatkan anak dalam mempersiapkan kelahiran adiknya
3. Ajak anak untuk berkomunikasi dengan bayi sejak masih dalam
kandungannya
4. Ajak anak untuk melihat benda-benda yang berhubungan dengan kelahiran
bayi.
LAMPIRAN II

EVALUASI

A. Pertanyaan
1. Sebutkan factor-faktor yang mempengaruhi psikologis ibu hamil!
2. Menurut Rubin, ada 3 tahap seorang ibu hamil dalam melakukan persiapan
menjadi orang tua, sebutkan!
B. Jawaban
1. Faktor-faktor yang mempengaruhi psikologi ibu hamil
a. Support Keluarga
Seorang wanita akan merasa tenang dan nyaman dengan adanya
dukungan dan perhatian dari orang – orang terdekat.
 Suami
Seorang wanita akan merasa tenang dan nyaman dengan adanya
dukungan dan perhatian dari orang – orang terdekat.
 Keluarga
 Lingkungan
b. Support dari Tenaga kesehatan
Tenaga kesehatan juga dapat memberikan peranannya melalui
dukungan, yaitu:
 Dukungan Aktif : melalui kelas antenatal
 Dukungan Pasif : dengan memberikan kesempatan kepada ibu
hamil yang mengalami masalah untuk berkonsultasi.
2. Rubin mengelompokkan 3 tahap seorang ibu hamil dalam melakukan
persiapan menjadi orang tua:
a. Taking on : meniru dan bermain peran
b. Taking in : mencobakan dan berfantasi
c. Letting go : melakukan kegiatan nyata