Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH BIOKIMIA PERIKANAN

KARBOHIDRAT DAN LIPID

Untuk memenuhi tugas mata kuliah Biokimia Perikanan

Disusun Oleh :
( KELOMPOK 8 )
Perikanan A
Nabila Mayangsari (230110170001)
Fikry Ingdrya (230110170026)
Dika Devina (230110170027)
Seldatia Syifani (230110170033)
Andre Wijaya (230110170045)
Hagi Nuansa F (230110170053)

UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
PROGRAM STUDI PERIKANAN
JATINANGOR

2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur semoga tetap tercurah kehadirat Tuhan atas rahmat dan

hidayah yang telah diberikan-Nya kepada penyusun sehingga makalah ini dapat

diselesaikan dengan tepat waktu. Sebagai tuntutan akademis untuk mengajukan

tugas mata kuliah Biokimia Perikanan maka penyusun berusaha membuat

makalah dengan judul “LIPID”.

Semoga makalah ini bermanfaat khususnya bagi penyusun sendiri dan

umumnya bagi pembaca. Penyusun juga berharap, pembaca dapat

menyampaikan kritik dan saran kepada penulis demi kemajuan penulisan

makalah di masa yang akan datang.

Jatinangor, Maret 2018

Penyusun
DAFTAR ISI

BAB Halaman
KATA PENGANTAR ........................................................................... i
DAFTAR ISI .......................................................................................... ii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................... 1
1.1 Latar Belakang Masalah .................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................ 1
1.3 Tujuan Penulisan .............................................................................. 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ........................................................... 3
2.1 Pengertian Lemak ..............................................................................
2.2 Klasifikasi Lemak .............................................................................
2.3 Metabolisme Lemak .........................................................................
2.4 Sumber Lemak .................................................................................
2.5 Manfaat Lemak ................................................................................
BAB III STUDI KASUS DAN REFERENSI ..................................... 19
3.1 Studi Kasus ....................................................................................... 19
3.2 Referensi .......................................................................................... 21
BAB IV PENUTUP .............................................................................. 22
4.1 Kesimpulan ...................................................................................... 22
4.2 Saran .................................................................................................. 22
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................... 23
DAFTAR GAMBAR

No. Judul Halaman

1. Reaksi Hidrolisis ..............................................................................


2. Reaksi Halogenensi ...........................................................................
BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah


Biokimia merupakan ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi serta reaksi kimia yang
berlangsung dalam tubuh makhluk hidup. Reaksi kimia yang berlangsung tersebut dilakukan
oleh sekelompok organel sel yang dalam prosesnya membutuhkan komponen seluler berupa
karbohidrat dan lipid.
Lipid merupakan zat yang termasuk senyawa heterogen yang terdapat dalam jaringan
makhluk hidup, mempunyai sifat tidak larut dalam air dan larut dalam pelarut organik seperti
ether, kloroform dan benzena. Lipid dikelompokkan menjadi dua macam yaitu lipid sederhana
yang mencakup senyawa-senyawa yang tidak mudah terhidrolisis oleh larutan asam atau basa,
sedangkan lipid yang kompleks meliputi senyawa yang mudah terhidrolisis menjadi zat-zat
penyusun uang lebih sederhana.
Lemak merupakan dua senyawa yang sangat penting bagi makhluk hidup karena kedua senyawa
ini merupakan faktor utama dalam pemenuhan kebutuhan metabolisme untuk dapat
menghasilkan energi yang dipergunakan oleh semua makhluk hidup baik itu tumbuhan, hewan
maupun manusia.

1.2 Rumusan Penulisan


1. Apa pengertian lipid?
2. Bagaimana klasifikasi lipid?
3. Bagaimana metabolisme lipid?
4. Apa saja sumber lipid?
5. Apa manfaat lipid?

1.3 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengertian lipid
2. Untuk mengetahui klasifikasi lipid
3. Untuk mengetahui bagaimana metabolisme lipid
4. Untuk mengetahui sumber lipid
5. Untuk mengetahui manfaat dari lipid
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Lipid


Lipid merupakan senyawa organik berminyak atau berlemak yang tidak larut dalam air,
yang dapat diekstrak dari sel dan jaringan oleh pelarut nonpolar, seperti kloroform, benzol atau
eter. Lipid disimpan didalam tubuh dalam bentuk trigliserid (Samiun 2016).

2.2 Klasifikasi Lipid


Klasifikasi lemak dibagi menjadi tiga kelompok yaitu klasifikasi berdasarkan kelas dari
lemak dan klasifikasi berdasarkan struktur serta klasifikasi berdasarkan bloor. (Irianto 2006)

1. Klasifikasi Lipid Berdasarkan Kelas dari Lemak


Lipid Fungsi primer Contoh

Sumberenergi,
Asam lemak Asampalmitin, asamolein, asamlinol
biologisprekursor

Gliserida Penyimpanenergi Trigliserida

Fosfogliseri Komponendarimemb Fosfatidylcholin, Fosfatidylserin,Fosfatidyl


da ran etanolamin

Badan Keton Sumberenergie Aceton, Acetoacetat, ß Hidroxibutyrat

Komponendarimemb Sfingomyelin (Ceramid) dan


Sfingolipid
ran Glikosfingolipid (Cerebrosid, Globosid)

Modulator proses
Eicosanoida Prostaglandin, Thromboxan, Leukotriene
fisiologis
Komponen dari
Cholesterin Cholesterin, Cholesterinester
membran

Hormon Modulator proses


Aldosteron, Cortisol, Androgen
steroid fisiologis

2. Lipid Berdasarkan Struktur

• Lipid dengan rantai hidro karbon terbuka : asamlemak, TAG, spingolipid, fosfoasilgliserol,
glikolipid

• Lipid dengan rantai hidrokarbon siklis: steroid (kolesterol)

3. Menurut Bloor, lipid dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

• Lipid Sederhana :

– Lemak netral (monogliserida, digliserida, trigliserida),

– Ester asam lemak dengan alcohol berberat molekul tinggi

• Lipid Majemuk (kompleks)

– Fosfolipid : Fosfolipid + H2O menghasilkan asamlemak + alkohol + asamfosfat + senyawa


nitrogen.

– Glikolipid :Glikolipid + H2O menghasilkan asamlemak + karbohidrat + sfingosin.

 Lipid Turunan
– Senyawa-senyawa yang dihasilkan bila lipid sederhana dan lipid kompleks mengalami
hidrolisis.

– Asam lemak, sterol (kolesterol, ergosterol,dsb), alkohol padat, aldehid, keton bodies.

2.3 Metabolisme Lipid

a. Reaksi Penyabunan atau Saponifikasi (Latin, sapo = sabun)


Pada pembahasan terdahulu telah diketahui bahwa lemak dapat mengalami hidrolisis.
Hidrolisis yang paling umum adalah dengan alkali atau enzim lipase. Hidrolisis dengan alkali
disebut penyabunan karena salah satu hasilnya adalah garam asam lemak yang disebut sabun

Reaksi umum:

Gambar 1. Reaksi hidrolisis

Reaksi hidrolisis berguna untuk menentukan bilangan penyabunan. Bilangan


penyabunan adalah bilangan yang menyatakan jumlah miligram KOH yang dibutuhkan untuk
menyabun satu gram lemak atau minyak. Besar kecilnya bilangan penyabunan tergantung pada
panjang pendeknya rantai karbon asam lemak atau dapat juga dikatakan bahwa besarnya bilangan
penyabunan tergantung pada massa molekul lemak tersebut. (Herlina 2002)

b. Halogenasi

Asam lemak tak jenuh, baik bebas maupun terikat sebagai ester dalam lemak atau minyak
mengadisi halogen (I2 tau Br2) pada ikatan rangkapnya

Gambar 2. Reaksi halogenasi

Karena derajat absorpsi lemak atau minyak sebanding dengan banyaknya ikatan rangkap
pada asam lemaknya, maka jumlah halogen yang dapat bereaksi dengan lemak dipergunakan untuk
menentukan derajat ketidakjenuhan. Untuk menentukan derajat ketidakjenuhan asam lemak yang
terkandung dalam lemak, diukur dengan bilangan yodium. Bilangan yodium adalah bilangan yang
menyatakan banyaknya gram yodium yang dapat bereaksi dengan 100 gram lemak. Yodium dapat
bereaksi dengan ikatan rangkap dalam asam lemak. Tiap molekul yodium mengadakan reaksi adisi
pada suatu ikatan rangkap. Oleh karena itu makin banyak ikatan rangkap, maka makin besar pula
bilangan yodium.

c. Hidrogenasi

Sejumlah besar industri telah dikembangkan untuk merubah minyak tumbuhan menjadi
lemak padat dengan cara hidrogenasi katalitik (suatu reaksi reduksi). Proses konversi minyak
menjadi lemak dengan jalan hidrogenasi kadang-kadang lebih dikenal dengan proses pengerasan.
Salah satu cara adalah dengan mengalirkan gas hidrogen dengan tekanan ke dalam tangki minyak
panas (200 °C) yang mengandung katalis nikel yang terdispersi.

2.4 Sumber Lipid


Pengklasifikasian lemak dan minyak berdasarkan sumbernya. (Koswara 2006).
Sumber Keterangan

Berasal dari tanaman – biji-biji palawija.


(Lemak nabati)
Contoh: minyak jagung,biji kapas

– kulit buah tanaman tahunan.

Contoh: minyak zaitun,minyak kelapa sawit

– biji-biji tanaman tahunan .

contoh :kelapa,coklat,inti sawit

Berasal dari hewan – susu hewan peliharaan


(Lemak hewani) contoh: lemak susu
-daging hewan peliharaan
contoh: lemak sapi,oleosterin

– hasil laut

contoh: minyak ikan sardin,minyak ikan paus.


2.5 Manfaat Lipid
Bagi manusia atau hewan lipid dalam tubuh mempunyai peranan :

1. Sebagai sumber energi yang terkonsentrasi


2. Suplai asam-asam lemak esensial
3. Pengangkut vitamin yang larut dalam lemak
4. Mempunyai palability (rasa enak) dan satiety (rasa kenyang) seperti beras ketan
5. Sebagai isolator dari cuaca dingin
6. Sebagai sumber gizi dan kesehatan
7. Berperan dalam pemeliharaan struktur dan membran sel.
8. Pelarut dalam proses penyerapan vitamin A, D, E, dan K.
9. Membantu proses metabolism merupakan komponen struktur membran
10. Penunjang pertumbuhan ikan pembentukan gelembung renang pada stadia
BAB III

STUDI KASUS DAN REFERENSI

Jurnal 1

Judul :

Perbandingan Kandungan Zat Gizi Ikan Mujair Oreochormis mossambica) Danau Universitas
Hasanuddin Makasasar dan Ikan Danau Mawang Gowa
Materi:

Lemak merupakan sumber energi bagi tubuh dan membantu penyerapan mineral tertentu.
Bobot energi yang dihasilkan per gram lemak adalah 2,25 kali lebih besar daripada karbohidrat
dan protein, karena 1 gram lemak menghasilkan Kalori sedangkan 1 gram karbohidrat dan protein
hanya menghasilkan 4 Kalori. Lemak selain sebagai sumber energi dalam tubuh ikan, lemak juga
membantu dalam proses metabolism, osmoregulasi, dan menjaga keseimbangan daya apung biota
akuatik dalam air serta untuk memelihara bentuk dan fungsi membran/jaringan (fosfolipid).
Jumlah lemak ikan dari danau Unhas yaitu 0.51 gram dan jumlah lemak ikan dari danau Mawang
adalah 0.16 gram. Jika diperbandingan data dari kedua ikan tersebut, lemak ikan dari danau
Mawang lebih rendah dari ikan yang berasal dari danau unhas. Jumlah kandungan lemak ikan
danau mawang relatif rendah karena diduga ikan memiliki ruang gerak aktif yang lebih luas jika
dibandingkan di danau unhas. Namun demikian, jumlah lemak dari dua ikan ini masih rendah jika
dibandingkan dengan kandungan lemak ikan mujair segar adalah 1 gram. Hasil analisis organ dan
jaringan ikan, diketahui bahwa asam lemak esensial seperti n-3 HUFA (omega -3) dari makanan
kebanyakan disimpan di dalam hati, ovary, saluran pencernaan, dan jaringan adipose ikan.

Jurnal 2

Judul:

Analisis Kandungan Gizi dan Bau Lumpur Ikan Bandeng (Chanos Chanos) dari Dua Lokasi yang
Berbeda.

Materi:
Analisis kadar lemak dilakukan dengan metode Soxhlet. Prinsipnya adalah lemak terdapat
dalam sampel diekstrak dengan menggunakan pelarut lemak non polar. Prosedur analisis
kadar lemak sebagai berikut:

1. Melakukan penimbangan kertas saring dan kapas yang telah di oven


2. Sampel yang telah di ambil, melakukan penimbangan sebanyak 25 gram
menggunakan alat timbangan analitik (Berat sampel).
3. Membungkus sampel dengan kapas dan kertas saring, kemudian melakukan
penimbangan kembali (Berat akhir).
4. Sampel yang telah dibungkus, memasukkan dalam alat soxhlet dan ekstraksi
dengan petroleum eter sebanyak 75 ml selama 4 jam.
5. Setelah proses selama 4 jam, mengambil bungkusan dan memasukkan dalam
oven dengan suhu 105 ̊C, menunggu hingga mencapai berat konstan.
6. Mendinginkan dalam desikator dan melakukan penimbangan akhir.

Lemak merupakan komponen yang larut dalam pelarut organik seperti heksan,
kloroform, dan eter. Lemak yang terkandung dalam ikan sangat mudah untuk dicerna
langsung oleh tubuh dan sebagian besar terdiri dari asam lemak tak jenuh yang dibutuhkan
untuk pertumbuhan dan dapat menurunkan kolesterol dalam darah. Berdasarkan Tabel 1
diketahui hasil analisa kadar lemak pada ikan bandeng asal Lamongan memiliki kisaran
1,33-1,36%, sedangkan pada ikan bandeng asal Pamekasan memiliki kisaran 1,26-1,57%.
Rata-rata hasil dari kadar lemak ikan bandeng asal Lamongan sebesar 1,27% dan pada ikan
bandeng asal Pamekasan sebesar 1,41%. Hal ini menunjukkan bahwa lebih besar kadar
lemak ikan bandeng asal Pamekasan. Berdasarkan hasil uji Test-T pada menunjukkan
bahwa kadar lemak ikan bandeng dari dua lokasi yang berbeda tidak memberikan pengaruh
yang nyata terhadap kadar lemak karena nilai sig. sebesar 0,336 (0,336>0,005). Patawi
(1996) menjelaskan bahwa faktor habitat tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar
lemak, sedangkan faktor wilayah berpengaruh nyata. Hal ini diduga karena kandungan
protein pakan alami itu sendiri yang secara langsung tergantung pada lingkungannya.
1. Referensi

Syahril, Eddy,S. Zohra, H. 2016. Perbandingan Kandungan Zat Gizi Ikan Mujair
Oreochormis mossambica) Danau Universitas Hasanuddin Makasasar dan Ikan
Danau Mawang Gowa.Jurnal Biologi Makassar. Volume 1 No.1: 1-7

Hafilludin, Yudhita.P, Slamet.B. 2014. Analisis Kandungan Gizi dan Bau Lumpur Ikan
Bandeng (Chanos Chanos) dari Dua Lokasi yang Berbeda. Jurnal Kelautan. Volume
7 No.1
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Lipid merupakan senyawa organik berminyak atau berlemak yang tidak larut dalam
air, yang dapat diekstrak dari sel dan jaringan oleh pelarut nonpolar, seperti kloroform,
benzol atau eter. Lipid disimpan didalam tubuh dalam bentuk trigliserid. Klasifikasi lipid
dibagi menjadi tiga kelompok yaitu klasifikasi berdasarkan kelas dari lemak dan klasifikasi
berdasarkan struktur serta klasifikasi menurut bloor. Ada tiga macam reaksi lipid
diantaranya adalah penyabunan, hidrolisis dan halogenansi. Ketiga reaksi itu memiliki
proses yang berbeda-beda sehingga menghasilkan reaksi lipid yang berbeda juga. Sumber
lemak ada dua yaitu lemak yang berasal dari hewan (lemak hewani) dan lemak yang berasal
dari tumbuhan (lemak nabati).

Lipid memiliki manfaat atau peran penting dalam kehidupan, baik itu kehidupan
manusia, hewan maupun tumbuhan. Manfaat itu diantaranya adalah Sebagai sumber energi
yang terkonsentrasi, suplai asam-asam lemak esensial, pengangkut vitamin yang larut
dalam lemak, mempunyai palability (rasa enak) dan satiety (rasa kenyang) seperti beras
ketan, sebagai isolator dari cuaca dingin, sebagai sumber gizi dan kesehatan, berperan
dalam pemeliharaan struktur dan membran sel, pelarut dalam proses penyerapan vitamin
A, D, E, dan K, membantu proses metabolism merupakan komponen struktur membrane,
penunjang pertumbuhan ikan pembentukan gelembung renang pada stadia

4.2 Saran
Penyusun menyadari dalam pembuatan makalah ini sangat jauh dari kata sempurna,
oleh karena itu penyusun berharap saran dari para pembaca agar penulisan makalah
dimasa yang akan datang lebih baik
DAFTAR PUSTAKA

Achmad Djaeni Sediaoetama: Ilmu Gizi, Penerbit Dian Rakyat, Jakarta 1989
Gifari,A.2011.Karakteristik Asam Lemak Daging Keong Macan, Kerang Tahu,dan KerangSalju.
Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Herlina, N., & Ginting, M. H. (2002). Lemak dan Minyak. Retrieved Maret 13, 2018, from
USU.Ac.Id: http://library.usu.ac.id/download/ft/tkimia-Netti.pdf
Irianto, Djoko Pekik, 2006. Panduan Gizi Lengkap Keluarga dan Olahragawan.Yogyakarta
Koswara,S.2006.Konsumsi Lemak yang Ideal bagi Kesehatan. Ebookpangan.
http://ebookpangan.com. Diakses pada tanggal 13 Maret 2018

Samiun, A. (2016). Pengertian Lemak, Fungsi, Jenis dan Contoh Makanan. Retrieved Maret 13,
2018, from Informasiahli: http://www.informasiahli.com/2016/06/pengertian-lemak-
fungsi-jenis-dan-contoh-makanan.html