Anda di halaman 1dari 12

A.

KONSEPSI
Konsepsi adalah pertemuan antara ovum matang dan sperma sehat yang memungkinkan terjadinya kehamilan. Konsepsi ini
dapat terjadi jika terpenuhi beberapa kretaria yaitu sebagai berikut :
1. Senggama harus terjadi pada bagian siklus reproduksi wanita yang tepat.
2. Ovarium wanita harus melepaskan ovum yang sehat pada saat ovulasi.
3. Pria harus mengeluarkan sperma yang cukup normal dan sehat selama ejakulasi.
4. Tidak ada barrier atau hambatan yang mencegah sperma mencapai, melakukan penetrasi dan sampai akhirnya membuahi
ovum.
Agar terjadi kehamilan sebaiknya senggama dilakukan sebelum tepat dimana ovulasi karena sperma dapat hidup sampai tiga
hari didalam vagina, sedangkan ovum bertahan 12-24 jam setelah dikeluarkan dari ovarium (ovulasi). Kapan wanita mengalami
ovulasi dapat dikenali melalui bentuk cairan vagina yang keluar. Jika terlihat bening,banyak, dan licin, maka kemungkinan besar
wanita dalam keadaan subur, cairan vagina secara bertahap akan menjadi kental dan berwarna putih keruh setelah melewati
masa ovulasi. Selain mengamati karakter cairan vagina, ovulasi dapat juga diprediksi melalui perhitungan siklus menstruasi.
Wanita mengalami ovulasi pada hari ke -12 sampai ke-14 siklus menstruasi, namun cara ini kurang dapat digunakan pada
wanita dengan siklus menstruasi yang tidak teratur.
Diperkirakan ada 300 juta sperma yang dikeluarkan saat ejakulasi dan yang dapat ditampung oleh bagian belakang vagina,
namun dalam perjalanannya hanya beberapa ribu saja yang dapat mencapai tuba falopii. Lingkungan vagina yang asam dan
adanya daya fagosit dari uterus membuat sebagian besar sperma tidak mampu untuk bertahan hidup, yang akhirnya
dikeluarkan lagi melalui vagina.

B. OVUM
Pertumbuhan Oogonium yang kelak menjadi ovum terjadi di genital ridge, juga Oogonium didalam kandungan selalu
bertambah sampai usia kandungan 6 bulan, jumlah Oogonium saat dilahirkan : 750000,6-15 tahun: 439000, 16-25 tahun :
34000, Menopause : menghilang, pengurangan ini terjadi akibat pertumbuhan dan generasi folikel-folikel, sel telur dapat
dibuahi hanya dalam waktu 24 jam setelah ovulasi, sebelum janin dilahirkan sebagai besar Oogonium mengalami perubahan-
perubahan pada nukleusnya terjadi pula migrasi dari Oogonium ke konteks ovari sehingga waktu dilahirkan konteks ovari tersisi
dengan primordial ovarium follicles, pertumbuhan terhenti ( sel yeng terhenti pada provase meiosis: oosit primer ). Adanya
rangsangan FSH meiosis menimbulkan pembelahan kearah pematangan. Benda kutup pertama disisikan dengan hanya sedikit
sitoplasma, sedangkan Oosit kedua berada dalam sitoplasma yang cukup banyak ( proses pembelahan ini terjadi sebelum
ovulasi : pematangan pertama ovum, sedangkan pematangan kedua ovum terjadi pada waktu spermatozoon membuahi ovum (
Praworihadrjo,1999 )

Gambar : ovum
a. Ovulasi
Ovulasi adalah Ovulasi adalah interaksi dari hipotalamus – hipofise – ovarium dan endometrium.
Ovarium memiliki 2 peran utama :
1. Fungsi endokrin untuk menghasilkan estrogen dan progesteron dalam rangka mempersiapkan uterus untuk menerima hasil
konsepsi
2. Gametogenesis dan ovulasi
b. Proses Ovulasi
Perkembangan folikel ovarium terjadi sebagai akibat dari stimulasi hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofise
Hipotalamus dan hipofise merupakan organ yang saling terkait. Secara bersama-sama keduanya mengatur struktur dan
fungsi ovarium melalui siklus menstruasi.
Hipotalamus menghasilkan GnRH - Gonadotropin Releasing Hormone yang selanjutnya akan merangsang produksi FSH –
follicle stimulating hormone dan LH – Luteinizing Hormon.

c. Proses Ovulasi di Pengaruhi Oleh Kendali Hipofisisi

Perubahan dalam ovarium terutama dikendalikan oleh hipofise anterior yang menghasilkan produksi 3 hormon utama :
1. FSH – follicle stimulating hormone, yang merangsang pertumbuhan folikel ovarium
2. LH – Luteinizing Hormone, yang menyebabkan ovulasi dan menyebabkan luteinisasi sel granulosa setelah ovulasi

C. SPERMA

Didalam air mani terdapat spermatozoa sebanyak 100-120 juta tiap cc, Spermatozoon terdiri dari tiga bagian : kaput/ kepala,
leher, dan ekor, sperma dapat hidup dalam tubuh wanita lebih kurang 1-3 hari, setelah janin dilahirkan jumlah spermatogonium
tidak berubah sampai pubertas, saat pubertas sel-sel spermatogonium dibawah pengaruh sel-sel interstitial leydig kemudian
menggadakan pembelahan/mitosis, tiap spermatogonium membelah 2 : spermatosit primer, spermatosit primer membelah 2 :
spermatosit sekunder, spermatosit sekunder membelah 2 : spermatid, dari spermatid tumbuh menjadi spermatoon ( sel
sperma ) . ( Praworihadrjo,1999 ).
Sel sperma adalah gamet jantan, atau sel-sel yang berfungsi dalam reproduksi seksual, sebelum pembuahan. Gamet bergabung
dengan gamet lain, dalam hal ini sel telur perempuan, untuk membentuk zigot. Sebuah zigot adalah ovum, atau telur, setelah
pembuahan. Sperma adalah singkatan dari spermatozoon, dan spermatozoa dalam bentuk jamak.
Pada mamalia, sel sperma diproduksi di testis laki-laki. Testis, atau testis, menghasilkan lebih dari 4 juta sperma baru setiap
jam. Sel-sel sperma yang dihasilkan oleh pembelahan sel yang disebut meiosis, yang menghasilkan masing-masing sel sperma
memiliki 23 kromosom, yang merupakan setengah dari kromosom yang ditemukan di setiap sel lainnya dalam tubuh manusia
kecuali untuk telur wanita, yang juga mengandung hanya 23. Ketika bergabung, namun, mereka membuat syarat 46 kromosom,
sepasang terdiri dari satu kromosom dari laki-laki dan satu dari perempuan, diperlukan untuk perkembangan yang sehat.

D. FERTILISASI
Merupakan kelanjutan dari proses konsepsi, yaitu sperma bertemu dengan ovum, terjadi penyatuan sperma dengan
ovum,sampai dengan terjadi perubahan fisik dan kimiawi ovum-sperma hingga menjadi buah kehamilan. Gambaran proses dari
konsepsi sampai dengan fertilisasi adalah sebagai berikut :
Berikut adalah fase-fase dalam konsepsi sampai dengan fertilisasi.
a. Sperma memasuki vagina
Sperma diejakulasikan diforniks vagina saaat koitus, menuju keampula tuba sebagai tempat fertilisasi.
b. Proses Kapasitasi
Sperma mengalami perubahan biokimiawi agar lebih kuat untuk mencapai ampula tuba.
c. Reaksi Akromosom
Sperma mengadakan pengeluaran cairan hyaluronidase dan tripsin agar bisa menembus lapisan Oosit / Ovum.
d. Sperma memasuki zona pellusida dan corona radiata
Zat yang dikeluarkan melalui reaksi akromosom akan mengencerkan corona radiata dan zona pellusida
e. Reaksi Glanula Kortikal
Glanula Kortikal merupakan sel-sel granulose yang berada disekitar oosit yang akan menutup setelah satu buah sperma masuk
kedalam oosit,sehingga mencegah sperma lain untuk masuk.
f. Fertilisasi
1. Kepala sperma membesar dan inti sel sperma membentuk pronukleus pria.
2. Inti sel ovum membentuk pronukleus wanita.
3. Kedua pronukleus berfusi.
Dalam proses ini akhirnya kedua pronukleus bersatu dan membentuk zigot yang terdiri atas bahan genetik dari wanita dan pria.
Dalam beberapa jam setelah konsepsi,mulailah terjadi proses pembelahan zigot. Segera setelah pembelahan sel terjadi, maka
pembelahan-pembelahan selanjutnya akan berjalan dengan lancar dan akhirnya dalam waktu tiga hari terbentuk suatu
kelompok sel-sel yang sama besarnya disebut morulla. Proses selanjutnya adalah perubahan morulla menjadi blastula. Hasil
konsepsi tiba dikavum uteri pada tingkat blastula.

Proses ini, ejakulasi untuk sisa sperma mencapai sel telur, memakan waktu sekitar 20 menit. Hanya ada selusin sebelah kiri
sperma sedikit yang c. Ringkasan
Fertilisasi manusia adalah proses yang sangat rumit dengan banyak langkah yang terjadi dalam waktu singkat. Definisi ini tidak
serumit proses. Fertilisasi manusia pada dasarnya adalah perpaduan dari telur dan sperma menghasilkan zigot. Seorang wanita
mungkin dapat memberitahu saat telur dibuahi tertanam sendiri dalam rahimnya atau mungkin tidak tahu dia hamil selama
berbulan-bulan. Meskipun Fertilisasi manusia membutuhkan sama langkah-demi-langkah proses, setiap perjalanan dan gejala
yang dihasilkan bisa berbeda.

E. IMPLANTASI ( NIDASI )
Nidasi adalah masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi kedalam endrometerium. Blastula diselubungi oleh suatu simpai,
disebut trofoblast, yang mampu mengahancurkan atau mencairkan jaringan.Ketika blastula mencapai rongga rahim, jaringan
endrometerium ini banyak mengadung nutrisi untuk buah kehamilan.
Blastula dengan bagian yang berisi massa sel dalam (inner cell mass) akan mudah masuk kedalam desidua, menyebabkan luka
kecil yang kemudian sembuh dan menutup lagi.
Itulah sebabnya kadang-kadang pada saat nidasi terjadi sedikit pendarahan akibat luka desidua yang disebut dengan tanda
Hartman. Umumnya nidasi terjadi pada dinding depan atau belakang rahim ( korpus ) dekat fundus uteri.

1. Konsepsi adalah hasil pertemuan antara sel sperma dan sel telur
2. Konsepsi terjadi pada tuba falopii
3. hasil dari kosepsi disebut zygot
4. Zygot membelah diri dengan cepat yang membentuk bola padat yang terdiri dari beberapa sel kemudian berjalan ke tuba
falopii menuju ke cavum uteri.

Perkembangan embrio
Minggu ke-1 :
1. Minggu ini sebenarnya masih periode menstruasi, bahkan pembuahan pun belum terjadi. Sebab tanggal perkiraan kelahiran
dihitung berdasarkan hari pertama haid terakhir.
2. Sel2 telur yang berada didalam rahim, berbentuk seperti lingkaran sinar yg mengelilingi matahariSel ini akan bertemu dengan
sel2 sperma dan memulai proses pembuahan
3. Pembuahan terjadi pada akhir minggu kedua Sel telur yang telah dibuahi membelah dua, 30 jam setelah dibuahi Sambil terus
membelah, sel telur bergerak di dalam lubang falopi menuju rahim
4. Setelah membelah menjadi 32 sel telur disebut morula.

Minggu 3
Sampai usia kehamilan 3 minggu.Sel telur yang telah membelah menjadi ratusan akan menempel pada dinding rahim disebut
blastosit. Ukurannya sangat kecil, berdiameter 0,1-0,2 mm.

Minggu 4
Bayi berbentuk embrio. Embrio memproduksi hormon kehamilan (Chorionic Gonadotropin - HCG)

Minggu ke 5
1. Pada minggu ini terbentuk 3 lapisan yaitu ectoderm, mesoderm dan endoderm.
2. Ectoderm adalah lapisan yang paling atas yang akan membentuk system saraf pada janin tersebut yang seterusnya membentuk
otak, tulang belakang, kulit serta rambut.
3. Lapisan Mesoderm berada pada lapisan tengah yang akan membentuk organ jantung, buah pinggang, tulang dan organ
reproduktif.
4. Lapisan Endoderm yaitu lapisan paling dalam yang akan membentuk usus, hati, pankreas dan pundi kencing.

Minggu 6
Ukuran embrio rata-rata 2-4 mm yang diukur dari puncak kepala hingga bokong. jantung bayi mulai berdetak pada minggu ini.
Sistem pencernaan dan pernafasan mulai dibentuk, pucuk-pucuk kecil yang akan berkembang menjadi lengan kaki pun mulai
tampak

Minggu 7
Akhir minggu ketujuh, panjangnya sekitar 5-13 mm dan beratnya 0,8 gram, kira-kira sebesar biji kacang hijau. Pucuk lengan
mulai membelah menjadi bagian bahu dan tangan yang mungil. Jantung telah dibagi menjadi bilik kanan dan bilik kiri, begitu
pula dengan saluran udara yang terdapat di dalam paru-paru

Minggu 8
1. Panjang kira-kira 14-20 mm. Banyak perubahan yang terjadi ujung hidung dan kelopak mata mulai berkembang, begitu pula
telinga. Brochi, saluran yang menghubungkan paru-paru dengan tenggorokan, mulai bercabang. Lengan semakin membesar dan
ia memiliki siku. Semua ini terjadi hanya dalam 6 minggu setelah pembuahan
2. Bayi sudah mulai terbentuk diantaranya pembentukan lubang hidung, bibir, mulut serta lidah. Matanya juga sudah kelihatan
berada dibawah membran kulit yang tipis. Anggota tangan serta kaki juga terbentuk walaupun belum sempurna

Minggu 9
Telinga bagian luar mulai terbentuk, kaki dan tangan terus berkembang berikut jari kaki dan tangan mulai tampak. Ia mulai
bergerak walaupun Anda tak merasakannya. Dengan Doppler, Anda bisa mendengar detak jantungnya. Minggu ini, panjangnya
sekitar 22-30 mm dan beratnya sekitar 4 gram

Minggu 10
Semua organ penting yang telah terbentuk mulai bekerjasama. Pertumbuhan otak meningkat dengan cepat, hampir 250.000 sel
saraf baru diproduksi setiap menit. Ia mulai tampak seperti manusia kecil dengan panjang 32-43 mm dan berat 7 gram

Minggu 11
1. Panjang tubuhnya mencapai sekitar 6,5 cm. Baik rambut, kuku jari tangan dan kakinya mulai tumbuh. Sesekali di usia ini janin
sudah menguap.

2. Gerakan demi gerakan kaki dan tangan, termasuk gerakan menggeliat, meluruskan tubuh dan menundukkan kepala, sudah bisa
dirasakan ibu. Bahkan, janin kini sudah bisa mengubah posisinya dengan berputar, memanjang bahkan jumpalitan yang kerap
terasa menyakitkan sekaligus memberi sensasi kebahagiaan tersendiri.

Minggu 13
1. Pada akhir trimester pertama, plasenta berkembang untuk menyediakan oksigen , nutrisi dan pembuangan sampah bayi.
Kelopak mata bayi merapat untuk melindungi mata yang sedang berkembang. Janin mencapai panjang 76 mm dan beratnya 19
gram.

2. Kepala bayi membesar dengan lebih cepat daripada yang lain. Badannya juga semakin membesar untuk mengejar pembesaran
kepala.

Minggu 14
1. Tiga bulan setelah pembuahan, panjangnya 80-110 mm dan beratnya 25 gram. Lehernya semakin panjang dan kuat. Lanugo,
rambut halus yang tumbuh di seluruh tubuh dan melindungi kulit mulai tumbuh pada minggu ini. Kelenjar prostat bayi laki-laki
berkembang dan ovarium turun dari rongga perut menuju panggul.

2. Detak jantung bayi mulai menguat tetapi kulit bayi belum tebal karena belum ada lapisan lemak.

Minggu 15
1. Tulang dan sumsum tulang di dalam sistem kerangka terus berkembang. Jika bayi Anda perempuan, ovarium mulai
menghasilkan jutaan sel telur pada minggu ini. Kulit bayi masih sangat tipis sehingga pembuluh darahnya kelihatan. Akhir
minggu ini, beratnya 49 gram dan panjang 113 mm

2. Bayi sudah mampu menggenggam tangannya dan mengisap ibu jari. Kelopak matanya masih tertutup.

Minggu 16
1. Bayi telah terbentuk sepenuhnya dan membutuhkan nutrisi melalui plasenta. Bayi telah mempunyai tulang yang kuat dan
mulai bisa mendengar suara. Dalam proses pembentukan ini system peredaran darah adalah yang pertama terbentuk dan
berfungsi.

2. Semakin banyak kalsium yang disimpan dalam tulang bayi seiring dengan perkembangan kerangka. Bayi Anda berukuran 116
mm dan beratnya 80 gram.

Minggu 17
1. Dengan panjang 12 cm dan berat 100 gram, bayi masih sangat kecil. Lapisan lemak cokelat mulai berkembang, untuk menjaga
suhu tubuh bayi setelah lahir.

2. Rambut, kening, bulu mata bayi mulai tumbuh dan garis kulit pada ujung jari mulai terbentuk. Sidik jari sudah mulai
terbentuk.

Minggu 18
1. Mata bayi pun berkembang. Ia akan mengetahui adanya cahaya jika Anda menempelkan senter yang menyala di perut.
Panjangnya sudah 14 cm dan beratnya 140 gram.
2. Bayi sudah bisa melihat cahaya yang masuk melalui dinding rahim ibu. Hormon Estrogen dan Progesteron semakin meningkat.

Minggu 19
Tubuh bayi diselimuti vernix caseosa, semacam lapisan lilin yang melindungi kulit dari luka. Otak bayi telah mencapai jutaan
saraf motorik karenanya ia mampu membuat gerakan sadar seperti menghisap jempol. Beratnya 226 gram dengan panjang
hampir 16 cm.

Minggu 20
1. Setengah perjalanan telah dilalui. Kini, beratnya mencapai 260 gram dan panjangnya 14-16 cm. Dibawah lapisan vernix, kulit
bayi mulai membuat lapisan dermis, epidermis dan subcutaneous. kuku tumbuh pada minggu ini.

2. Proses penyempurnaan paru-paru dan system pernafasan. Pigmen kulit mulai terlihat.

Minggu 21
Usus bayi telah cukup berkembang sehingga ia sudah mampu menyerap atau menelan gula dari cairan lalu dilanjutkan melalui
sistem pencernaan manuju usus besar. Gerakan bayi semakin pelan karena beratnya sudah 340 gram dan panjangnya 20 cm.

Minggu 22
Indera yang akan digunakan bayi untuk belajar berkembang setiap hari. Setiap minggu, wajahnya semakin mirip seperti saat
dilahirkan. Perbandingan kepala dan tubuh semakin proporsional.

Minggu 23
Meski lemak semakin bertumpuk di dalam tubuh bayi, kulitnya masih kendur sehingga tampak keriput. Ini karena produksi sel
kulit lebih banyak dibandingkan lemak. Ia memiliki kebiasaaan "berolahraga", menggerakkan otot jari-jari tangan dan kaki,
lengan dan kaki secara teratur. Beratnya hampir 450 gram.

Tangan dan kaki bayi telah terbentuk dengan sempurna, jari juga terbentuk sempurna.

Minggu 24
Paru-paru mulai mengambil oksigen meski bayi masih menerima oksigen dari plasenta. Untuk persiapan hidup di luar rahim,
paru-paru bayi mulai menghasilkan surfaktan yang menjaga kantung udara tetap mengembang.

Kulit bayi mulai menebal.

Minggu 25
Tulang bayi semakin mengeras dan bayi menjadi bayi yang semakin kuat. Saluran darah di paru-paru bayi sudah semakin
berkembang. Garis disekitar mulut bayi sudah mulai membentuk dan fungsi menelan sudah semakin membaik. Indera penciuman
bayi sudah semakin membaik karena di minggu ini bagian hidung bayi (nostrils) sudah mulai berfungsi. Berat bayi sudah
mencapai 650-670 gram dengan tinggi badan 34-37 cm.

Minggu 26
Bayi sudah bisa mengedipkan matanya selain itu retina matanya telah mulai terbentuk. Aktifitas otaknya yang berkaitan dengan
pendengarannya dan pengelihatannya sudah berfungsi, bunda dapat memulai memperdengarkan lagu yang ringan dan mencoba
untuk memberi cahaya lebih disekitar perut, mungkin bunda akan merasakan anggukan kepala si kecil. Berat badan bayi sudah
mencapai 750-780gram, sedangkan tingginya 35-38 cm.

Minggu 27
Minggu pertama trimester ketiga, paru-paru, hati dan sistem kekebalan tubuh masih harus dimatangkan. Namun jika ia
dilahirkan, memiliki peluang 85% untuk bertahan.

Indra perasa mulai terbentuk. Bayi juga sudah pandai mengisap ibu jari dan menelan air ketuban yang mengelilinginya. Berat
umum bayi seusia si kecil 870-890 gram dengan tinggi badan 36-38 cm.

Minggu 28
Minggu ini beratnya 1100 gram dan panjangnya 38 cm. Otak bayi semakin berkembang dan meluas. Lapisan lemak pun semakin
berkembang dan rambutnya terus tumbuh.

Lemak dalam badan mulai bertambah,matanya sudah mulai bisa berkedip bila melihat cahaya melalui dinding perut ibunya.
Kepalanya sudah mengarah ke bawah. Paru-parunya belum sempurna, namun jika saat ini ia terlahir ke dunia, si kecil
kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup.

Minggu ke 29
Kelenjar adrenalin bayi mulai menghasilkan hormon seperti androgen dan estrogen.
Bayi sudah bisa mengidentifikasi perubahan suara, cahaya, rasa dan bau. Selain itu otak bayi sudah bisa mengendalikan nafas dan
mengatur suhu badan dari bayi. Postur dari bayi sudah semakin sempurna sebagai seorang manusia, berat badannya 1100-1200
gram, dengan tinggi badan 37-39 cm.

Minggu 30
Lemak dan berat badan bayi terus bertambah sehingga bobot bayi sekarang sekitar 1400 gram dan panjangnya 37-39 cm. Karena
ia semakin besar, gerakannya semakin terasa.bayi sudah bisa membuka dan menutup matanya, dan juga mengeluarkan air mata.
berat badan bayi 1510-1550 gram, dengan tinggi 39-40 cm.

Minggu 31
Perkembangan fisiknya, pada fase ini perkembangan otaknyalah yang berkembang dengan sangat pesat dengan menghasilkan
bermilyar sel. Apabila diperdengarkan musik, bayi akan bergerak. Berat badan bayi 1550-1560 gram dengan tinggi 41-43 cm.

Minggu 32
Jari tangan dan kaki telah tumbuh sempurna, begitu pula dengan bulu mata, alis dan rambut di kepala bayi yang semakin jelas.
Lanugo yang menutupi tubuh bayi mulai rontok tetapi sebagian masih ada di bahu dan punggung saat dilahirkan. Dengan berat
1800 gram dan panjang 29 cm.

Minggu 33
Otak bayi semakin pesat berkembang. Pada saat ini juga otak bayi sudah mulai bisa berkoordinasi antara lain, bayi sudah
menghisap jempolnya dan sudah bisa menelan. Walaupun tulang-tulang bayi sudah semakin mengeras tetapi otot-otot bayi belum
benar-benar bersatu. Apabila bayinya laki-laki maka testis bayi sudah mulai turun dari perut menuju skrotum. Berat badan bayi
1800-1900 gram, dengan tinggi badan sekitar 43-45 cm.

Minggu 34
Bayi berada di pintu rahim. Bayi sudah dapat membuka dan menutup mata apabila mengantuk dan tidur, bayi juga sudah mulai
mengedipkan matanya. Tubuh bunda sedang mengirimkan antibodi melalui darah bunda ke dalam darah bayi yang berfungsi
sebagai sistem kekebalan tubuhnya dan proses ini akan tetap terus berlangsung bahkan lebih rinci pada saat bunda mulai
menyusui. Berat Badan bayi 2000-2010 gram, dengan tinggi badan sekitar 45-46 cm.

Minggu 35
Pendengaran bayi sudah berfungsi secara sempurna. Lemak dari tubuh bayi sudah mulai memadat pada bagian kaki dan
tangannya, lapisan lemak ini berfungsi untuk memberikan kehangatan pada tubuhnya. Berat badan bayi 2300-2350 gram, dengan
tinggi badan sekitar 45-47 cm.

Minggu 36
Kulit bayi sudah semakin halus dan sudah menjadi kulit bayi. Lapisan lemak sudah mulai mengisi bagian lengan dan betis dari
bayi. Ginjal dari bayi sudah bekerja dengan baik dan livernya pun telah memproduksi kotoran. Saat ini paru-paru bayi sudah
bekerja baik bahkan sudah siap bertemu dengan mama dan papa. Berat badan bayi 2400-2450 gram, dengan tinggi badan 47-48
cm.

Minggu 37
Kepala bayi turun ke ruang pelvik. Bentuk bayi semakin membulat dan kulitnya menjadi merah jambu. Rambutnya tumbuh
dengan lebat dan bertambah 5cm. Kuku terbentuk dengan sempurna. Bayi sudah bisa melihat adanya cahaya diluar rahim. Berat
badan bayi di minggu ini 2700-2800 gram, dengan tinggi 48-49 cm.

Minggu 38
Minggu ke-38 hingga minggu ke-40 : Proses pembentukan telah berakhir dan bayi siap dilahirkan.

Struktur dan Fungsi Amnion


Berkembang dari sel-sel interior blastocyst
Menjadi penutup umbilical cord
Menutup chorion di permukaan fetal placenta
Amnion akhirnya kontrak dengan korion diseluruh permukaan fetus
Awalnya cairan amnion mendapatkan cairan denga difusi darah maternal → jumlah naik tiap mg → 800-1200 ml.
Kandungan amnion: albumin, urea, asam urie, creatinin, lecitin, spingomyelin, bilirubin, fruktosa, lemak, leukosit, protein, sel
epitel, enzim, rambut lanugo.

Fungsi Cairan Amnion


Bantalan fetus → trauma
Pergerakan janin menjadi bebas
Menjaga fetus dari lilitan dengan membran → pertumbuhan simetris
Membantu memlihara temperatur tubuh secara konstan
Sumber bagi cairan oral → tempat penyimpanan zat sisa

Struktur, Fungsi, dan Sirkulasi Tali Pusat


Panjang 30-100 cm, d = 1-1,5 cm
Pembuluh darahnya > panjang dari tali pusat → berkelok → simpul palsu
T.d: 2 arteri umbulikalis, 1 vena umbilikalis, dan terisi oleh sheleWharton
Insersi pada plasenta: centralis, paracentralis, lateralis, marginalis. Ada juga insersi pada selaput janin → inserso velamentosa
Sebagai sistem respirasi, nutrisi, ekskresi, dan penyimpangan

Pertukaran zat
Sebagai barier
Sirkulasi Darah Fetus

Organ-organ yang terlibat dalam sistem peredaran darah janin:


Plasenta
Jantung
Paru-paru
Hati

Faktor penentu peredaran darah janin:


Vena Umblikalis
Membawa darah bersih dari plasenta → duktus venosus
Terdiri dari satu buah vena
Terdapat di dalam tali pusat
Setelah dewasa menjadi teres hepatis
Arteri Umblikalis
Membawa darah kotor dari janin → plasenta
Struktur, Fungsi dan Sirkulasi Plasenta
1. Struktur
a. Berbentuk budar atau hampir bundar dengan diameter 15-20 cm dan tebal 2-2,5 cm
b. Berat rata-rata 500 g
c. Letak plasenta umumnya didepan atau dibelakang uterus, agak keatas ke arah fundus
d. Terdiri atas 2 bagian, yaitu sebagai berikut
1) Pars maternal: bagian plasenta yang menempel pada desidua. Terdapat kotiledon (rata-rata 20 kotiledon) dibagian ini tempat
terjadinya pertukaran darah ibu dan janin
2) Parsfeta: terdapat tali pusat (insersio, penanaman tali pusan)
a) Insersio sentralis, penanaman tali pusat ditengah plasenta
b) Insersio marginalis, penanaman tali pusat dipinggir plasenta
c) Insersio velamentosa, penanaman tali pusat diselaput janin/ selaput amnion
2. Fungsi
a. Memberi makan pada janin
b. Ekskresi hormon
c. Respirasi janin, tempat pertukaran O2 dan CO2 antar janin dan ibu
d. Membentuk hormon ekstrogen
e. Menylurkan berbagai antibody dari ibu
f. Sebagai barrier terhadap janin dari kemungkinan masuknya mikro organisme/kuman
3. Sirkulasi
a. Darah ibu yang berasal dari spiral arteri disemprotkan dengan tekanan sistol 70-80 mmHg
b. Pada saat inilah terjadi petukaran darah ibu dan janin, dengan tujuan membuang CO2 dan mengikat O2
Sirkulasi Darah Fetus
Mula-mula darah yang kaya akan oksigen dan nutrisi yang berasal dari plasenta melalui vena umbilikalis masuk kedalam tubuh
janin sebagia besar darah tersebut melalui duktus venosus arantii akan mengalir ke vena kava inferior.
Dalam atrium kanan sebagian besar darah ini akan mengalir secara fisiologis ke atrium kiri melalui koramen ovale yang berada
antara kedua atrium ini. Selanjutnya darah mengalir dari atrium kiri ke ventrikel kiri yang kemudian dipompakan aorta. Hanya
sebagian kecil darah dari atrium kanan mengalir ke ventrikel kanan secara bersama-sama dengan darah yang berasal dari vene
kava superior.
Oleh karena tekanan paru-paru belum berkembang, maka sebagian besar darah dari ventrikel kanan yang seharusnya mengalir
melalui arteri pulmonalis ke paru-paru, akan mengalir ke duktus bottali sebelum mencapai aorta. Sebagian kecil ke paru-paru,
dan selanjutnya ke atrium kiri melalui vena vulmonalis.
Udara dari aorta akan mengalir ke seluruh tubuh untuk memberi nutrisi ke oksigen pada sel-sel tubuh. Darah dari sel-sel tubuh
yang miskin oksigen serta penuh dengan sisa-sisa pembakaran akan dialirkan ke plasenta melalui arteri umbilikalis, kandungan.
Begitu janin dilahirkan, segera bayi akan menghisap udara dan menangis dengan kuat. Dengan demikian paru-parunya akan
berkembang. Tekanan dalam paru-paru akan mengecil dan seolah-olah aka terisap oleh paru-paru.dengan demikian duktus bottali
tidak akan berfungsi lagi. Demikian pula karena tekanan artrium meningkat, maka foramen ovale akan menutup dan tidak
berfungsi lagi.
Akibat dipotong dan diikatnya tali pusat, arteri umbilikalis dan duktus venosus arantii akan mengalami obliterasi. Dengan
demikian setelah bayi lahir, kebutuhan oksigen akan dipenuhi oleh udara yang dihisapnya dan kebutuhan nutrisi dipenuhi oleh
makanan yang dicerna malalui proses pencernaan.
Menentukan Usia Kehamilan dan Hari Perkiraan Persalinan
Menentukan usia kehamilan merupakan salah satu langkah penting yang harus dilakukan oleh bidan. Hal tersebut berguna dalam
menegakan diagnosis kehamilan. Implementasinya adalah ketika menghitung tafsiran berat janin kemudian disesuaikan dengan
usia kehamilan,lalu dianalisis apakah ada ketidaksesuaian atau tidak. Hasilnya dijadikan acuan dalam pemberian asuhan. Begitu
juga dengan menentukan hari perkiraan lahir, karna hal ini dapat digunakan sebagai acuan bagi pasien dan keluarga untuk
mempersiapkan diri baik fisik,mental,maupun materi. Sedangkan bagi bidan APL ini dijadikan sebagai acuan dalam menentukan
diagnosis dalam proses persalinan ( misalnya persalinan preterm atau postterm).
1. Cara menentukan usia kehamilan
Ada dua cara yang dpat dilakukan guna menentukan usia kehamilan,yaitu sebagai berikut
a. Menggunakan suatu alat khusus ( skala yang sudah disesuaikan )
1) Tentukan terlebih dahulu (HPHT)
2) Lihat dalam skala,akan terlihat usia kehamilan sekaligus HPL-nya
3) Menggunakan cara manual (menghitung)
4) Tentukan HPHT terlebih dahulu
5) Tentukan tanggal pemeriksaan hari ini
6) Buat daftar jumlah minggu dan kelebihan hari setiap bulan. Sebagai contoh :
Bulan desember berjumlah 31 hari, maka menjadi 4 minggu tambah 3 hari.
7) Daftar jumlah minggu dan hari dibuat mulai dari sisa hari dalam bulan HPHT sampai dengan jumlah minggu dan hari dibulan saat
pasien melakukan pemeriksaan
Setelah daftar selesai dibuat,jumlahkan minggu dan harinya,hasil akhir di konpersasikan dalam jumlah minggu
Contoh kasus :
Pada tanggal 20 maret 2009 Ny. Ani datang ke bidan Titin dengan keluhan tidak menstruasi selama 6 bulan. Menstruasi terakhir
tanggal 09 oktober 2008. Maka langkah penghitungan usia kehamilannya adalah sebagai berikut .
1) HPHT = 9 OKTOBER 2008
2) TANGGAL PERIKSA = 20 MARET 2009
3) Daftar jumlah minggu dan hari :
a) Oktober = sisa hari ( 31 – 9 =22 atau 3 minggu +1 hari )
b) November = 30 hari ( 4 minggu + 2 hari )
c) Desember = 31 hari ( 4 minggu+ 3 hari )
d) Januari = 31 hari ( 4 minggu + 3 hari )
e) Februari = 28 hari (4 minggu )
f) Maret = sampai dengan tanggal periksa, 20 hari (2 minggu + 6 hari )
4) Dijumlah menjadi 21 minggu + 15 hari atau 23 minggu + 1 hari

Metode Menghitung Tinggi Rahim(Fundus Uteri)

Cara mengetahui tinggi rahim dapat juga dilakukan dengan menghitung tinggi rahim hanya saja harus menggunakan ahli medis,
dokter kandungan atau bidan.Adapun cara menghitung fundus uteri dimana pemeriksaan dilakukan dengan meraba palpasi yang
dicari adalah fundus uteri sedangkan untuk menghitung usia kehamilan yang tinggi dibandingkan dengan patokan standar.

Pada kehamilan 12 minggu maka tinggi 1/3 diatas simpisis.Sedangkan pada usia kehamilan 16 minggu mengalami tinggi yang
berada tepat dipusat simpisis. Menjelang usia kehamilan 20 minggu maka tinggi mengalami 2/3 diatas simpisis. Bahkan ketika
kehamilan anda diprediksi sudah memasuki usia 24 minggu posisi setinggi pusat.

Selanjutnya pada usia kehamilan anda memasuki 28 minggu tinggi mengalami 1/3 diatas pusat.Sedangkan untuk usia kehamilan
34 minggu maka berada dipusat prosesus xifoideus.Bahkan pada usia kehamilan mengalami 36 minggu kini tinggi mengalami
prosessus xifoideus. Sedangkan menjelang persalinan yaitu usia kehamilan 40 minggu sudah dapat diukur dengan 2 jari dibawah
prosessus xifoideus.

Umumnya dalam menggunakan metode ini dapat menggunakan pita ukur. Pita ukur yang digunakan menggunakan titik nol yang
diletakan pada atas simfisis pubis kemudian ditarik dan melewati garis tengah perut hingga mencapai puncak.Hasilnya dapat
dibaca menggunakan skala cm dan dibandingkan dengan menggunakan patokan standar yang digunakan.

Menghitung Usia Kehamilan dengan USG

Ultrasonografi diperkenalkan pada awal tahun 70an. Sekarang pemeriksaan menggunakan USG merupakan pemeriksaan untuk
menentukan usia kehamilan yang akurat.Selain itu dengan menggunakan metode ini dapat mengetahui dan mendeteksi kehamilan
kembar, perkembangan abnormal yang terjadi pada bayi dan juga identifikasi plasenta previa.

Adapun untuk mengetahui usia kehamilan dengan menggunakan USG dilakukan dengan 3 cara, yaitu mengukur diameter
kantong kehamilan pada ibu hamil muda yang diperkiraakan pada usia kehamilan 6-12 minggu. Kemudian mengukur kepala dan
bokong janin yang diperkiraan pada usia 7-14 minggu dibandingakan denagn menggunakan standar acuan. Sedangkan yang
terakhir adalah mengukur diameter kepala janin yang pada usia kehamilan 12 minggu.

1. Mempergunakan rumus Naegle.


Rumus naegele terutama untuk menentukan hari perkiraan lahir (HPL, EDC= Expected Date of Confinement). Rumus ini
terutama berlaku untuk wanita dengan siklus 28 hari sehingga ovulasi terjadi pada hari ke 14. Rumus Naegle memperhitungkan
umur kehamilan berlangsung selama 288 hari. Perhitungan kasarnya dapat dipakai dengan menentukan hari pertama haid dan
ditambah 288 hari, sehingga perkiraan kelahiran dapat ditetapkan.
Rumus Naegle dapat dihitung hari haid pertama ditambah 7 (tujuh) dan bulannya dikurang 3 (tiga) dan Tahun ditambah 1
(satu).a. Contohnya, haid hari pertama tanggal 11 april 2000, maka penghitungan perkiraan kelahiran adalah 11 + 7 = 18; 4 -3=
1, dan Tahun 2000+1 = 2001, sehingga dugaan persalinan adalah 18 Januari 2001
A. Inspeksi Abdominal

Inspeksi abdominal bertujuan untuk mengetahui adanya hiperpigmentasi pada linea alba di garis tengah abdomen yang

biasanya lebih hitam pada usia kehamilan 12 minggu yang kemudian disebut dengan linea grisea. Dan tidak jarang ditemui kulit

perut seolah-olah retak-retak, warnanya berubah agak hiperemik dan kebiru-biruan disebut strie livide. Setelah partus, strie livide

ini berubah warnanya menjadi putih disebut strie albican. Inspeksi abdominal juga bertujuan untuk melihat apakah terdapat bekas

oprasi (SC) atau tidak guna penapisan awal untuk ibu dengan resiko tinggi. Serta untuk mengetahui pembesaran uterus apakah

sesuai dengan umur kehamilan atau tidak.

Menentukan Usia Kehamilan Berdasarkan Gerakan Janin

Gerakan janin yang digunakan untuk menghitung usia kehamilan sangat mudah dilakukan yaitu ketika ibu hamil merasakan
gerakan pertama. Umumnya gerakan pertama yang dirasakan oleh ibu hamil pada usia kehamilan 19-21 minggu pada wanita
yang pertama hamil. Sedangkan pada wanita yang hamil kedua dan setrusnya dirasakan pada usia kehamilan 17-19 minggu.

Cara ini memang memiliki banyak kelemahan,terlebih bagi ibu hamil yang tidak menyadari gerakan janin. Gerakan janin pada
ibu hamil dengan ibu hamil lainnya memiliki perbedaan sehingga tidak menjadi patokan yang memiliki nilai akurat besar dalam
menentukan usia kehamilan.

Dengan demikian untuk menentukan hasil yang lebih akurat dan perbandingan dari hasil HPHT dan USG maka anda dapat
melakukan crocscheck.Apabila berdasarkan perhitungan HPHT mengalami persalinan pada tanggal 1 dan menurut USG pada
tanggal 4 maka dapat dilakukan pembedanya lebih dari 10 hari, misalnya dengan 14 hari dari perkiraan bahkan dapat juga dengan
menggunakan hasil USG yang menjadi patokan.

Untuk meminimalisasi resiko maka dilakukan adalah dengan menggunakan catatan harian untuk mengetahui perkembangan dan
posisi janin sesuai usia kehamilan. Melakukan pemeriksaan ke dokter kandunga atau bidan dan juga memahami tanda-tanda
persalinan yang diberikan dokter pada usia kehamilan 36 minggu .

Kehamilan Trimester Pertama (1-3 Bulan)

Awal kehamilan atau masa trimester pertama merupakan saat yang rawan bagi perkembangan janin, karena biasanya banyak
wanita tidak menduga kalau dirinya sedang hamil. Kehamilan baru diketahui ketika usia janin sudah menginjak waktu lebih dari
satu bulan. Sementara itu, jika mereka tidak sadar sedang hamil, mereka akan mengkonsumsi berbagai macam makanan serta
obat yang bisa merusak perkembangan bayi dalam kandungan. Karena itulah janin pada umur 1-3 bulan ini sangat rentan
keguguran.

Saat masa subur, jika sel telur dibuahi maka akan terjadi penempelan sel telur yang berbentuk semacam bola pada dinding rahim
calon ibu. Masa ini adalah masa rawan, karena janin masih berupa cikal bakal. Jika Janin selamat, maka bola sel telur itu akan
terus berkembang.

Perkembangan sel telur ini akan membentuk seperti udang yang masih berukuran kecil. Sel telur berbentuk udang kecil ini akan
semakin berkembang saat memasuki usia kehamilan dua bulan yang diserta dengan penyusunan organ vital jantung serta susunan
saraf pusat sejak kehamilan bulan pertama.

Bentuk udang akan semakin menyerupai bayi pada pertengahan bulan kedua, dan disertai dengan terbentuknya wajah bayi serta
membesarnya ukuran kepala. Tanda-tanda kehidupan akan muncul dimulai dengan berfungsinya jantung yang ditandai dengan
detakan lembut. Selain itu organ lain seperti bagian tangan serta kaki jug mulai terbetuk, seiring dengan terlihat jelasnya tali
pusar serta munculnya otot-otot.

Pertumbuhan semakin sempurna pada bulan ketiga dimana jantung sudah mencapai bentuk yang sempurna. Selain jantung,
organ-organ lain juga ikut sempurna seperti kaki serta tangan. Bulan ketiga juga mulai terbentuk organ baru seperti telinga,
pemisahan jari-jari tangan serta kaki yang mengikuti pembentukan pembentukan kaki serta tangan lainnya. Sementara organ-
organ vital lainnya akan baru akan terbentuk pada akhir bulan ketiga dan akan semakin sempurna pada bulan keempat.

Karena perkembangannya sudah mulai sempurna, maka jika Anda USG Anda sudah akan bisa melihat bayi Anda pada umur tiga
bulan.

Kehamilan Trimester Kedua (4-6 Bulan)

USG baru mulai bisa memperlihatkan bentuk bayi dalam kandungan pada umur tiga bulan namun itu baru gambaran kasar bayi.
Memasuki bulan keempat, perkembangan janin akan memasuki trimester kedua. Janin akan mulai bergerak yaitu pada bulan
keempat, tepatnya sekitar minggu ketiga belas. Hal ini terjadi karena hormon pada bayi mulai aktif sehingga mereka sudah mulai
bisa bereaksi dengan situasi di dalam kandungan.

Perkembangan terjadi dengan cepat pada saat usia janin menginjak umur tiga bulan. Perkembangan bagian tangan dan kaki mulai
diikuti dengan tumbuhnya kuku serta rambut-rambut halus. Rambut halus ini akan semakin menebal pada usia empat bulan, yang
menyebabkan sempurnanya bentuk alis, bulu mata serta rambut. Kulit juga mulai berkembang pada periode ini, yang dimulai
dengan kulit yang sangat tipis.

Begitu pula dengan panca indera yang lainnya seperti mata, hidung, telinga ataupun mulut. Sehingga pada bulan keempat ini,
wajah mulai terbentuk pada janin. Pada umur tiga bulan, bayi Anda akan seukuran empat inci dan bertambah satu inci pada bulan
setelahnya.

Sementara untuk berat, pada umur empat bulan baru mencapai 45 gram tapi akan meningkat drastis setelah bulan keempat yaitu
sampai 160 gram. Benar-benar perkembangan yang pesat. Jika sekarang Anda hamil dengan umur lima bulan, maka siap-siaplah
untuk merasakan tendangan lembut pada perut Anda. Penyebabnya ya itu, hormon yang mulai aktif sehingga memicu aktivitas
bayi.

Yang paling penting, pada umur lima bulan bayi Anda akan mulai membentuk selaput putih yang melapisi tubuh serta kulitnya
yang kemudian kita kenal dengan ari-ari. Perkembangannya akan semakin mantap pada bulan keenam, dimana sistem pencernaan
bayi sudah tumbuh sempurna sehingga mulai berfungsi. Berat badan bayi semakin bertambah pada bulan ini hingga mencapai
650 gram dengan panjang sekitar 12 inci.

Gerakan akan semakin terasa karena pada umur enam bulan ini bayi mulai berubah posisi.Anda mau makin merangsang
pertumbuhannya? Maka umur enam bulan ini, mulailah menyiapkan musik-musik lembut karena bayi sudah mulai bisa
mendengar.

Kehamilan Trimester Ketiga (7-9 Bulan)

Setelah usia janin memasuki trimester pertama dan kedua, sisanya adalah menunggu kelahiran yang biasanya terjadi pada
trimester ketiga. Pada trimester ini yang dimulai dengan bulan ketujuh, maka Anda akan mulai disibukan dengan pemeriksaan
dan persiapan kelahiran bayi. Beberapa proses penyempurnaan perkembangan janin terjadi pada bulan-bulan ini, dimulai pada
bulan ketujuh yaitu sistem sarafnya yang mulai bekerja serta otak yang berkembang dengan sangat cepat dari waktu ke waktu.

Bayi dalam kandungan juga mulai bisa membuka dan menutup kelopak mata pada trimester akhir ini khususnya pada bulan
kedelapan. Gerakannya juga sudah bisa dideteksi dan akan semakin aktif pada malam hari. Masa ini adalah masa saat seorang ibu
bisa memperhatikan dengan jelas pergerakan sang bayi, bersama tendangan-tendangannya.

Trimester akhir ini, bayi sudah benar-benar berkembang, baik dalam kelengkapan serta fungsi organ-organ tubuh ataupun
penambahan berat badannya. Bayi juga sudah mulai bisa mengambil sesuatu dan menahannya, sementara di lain pihak dia juga
sudah memiliki reflek menghisap yang baik sebagai bekalnya menyusu saat lahir nanti.

Bayi juga sudah siap dilahirkan mulai bulan delapan, dimana paru-parunya telah sepenuhnya berkembang, sistem kekebalan
tubuh berfungsi, otaknya sedang bekerja dan beratnya sudah mencapai 2,3 kilogram atau lebih besar tergantung gennya. Lidah
bayi juga sudah mulai mengecap rasa, entah itu rasa asam ataupun manis.

Idealnya bayi akan lahir pada umur delapan sampai sembilan bulan, saat ia sudah mencapai pertumbuhan yang cukup dan
fisiknya telah tumbuh dengan sempurna.
Sangat penting bagi Anda untuk menyadari semua perubahan yang terjadi dengan bayi dalam tubuh Anda. Ketika otaknya sedang
berkembang, sangatlah penting bagi Anda untuk melatih diri agar mendapatkan nutrisi yang baik dan mengkosumsi vitamin
prenatal setiap hari, sesuai dengan saran dokter Anda. Istirahat yang cukup dan menjaga diri sendiri terutama jauh dari rokok,
alkohol serta obat-obatan karena bisa menyebabkan kerusakan yang signifikan pada bayi Anda.