Anda di halaman 1dari 16

 Home

 About
 Contact
 Download
 Report
 Miku

Catatan Mahasiswa
Semua hal yang absurd yang di buat oleh seorang
mahasiswa ..
 Back to Home »

 ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA DENGAN HIPERTENSI

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA


DENGAN HIPERTENSI
Posted by : r heldayani Rabu, 27 Mei 2015
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA Ny. P DENGAN HIPERTENSI

Oleh
RAUDATI HELDAYANI
P07120112199

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN BANJARMASIN
JURUSAN KEPERAWATAN
BANJARBARU
2015

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Ny. P


DENGAN HIPERTENSI

I. PENGKAJIAN (TANGGAL 09 MEI 2015)


A. Data Umum
Nama KK : Ny. P (45 tahun)
Alamat : RT. 06 RW. 001
Pekerjaan KK : Petani
Pendidikan KK : SD
Komposisi Keluarga
No. Nama JK Hub Umur Pendidikan Pekerjaan Status
dgn. Kes.
KK
1. Ny. A P Anak 25 S1 Swasta Sehat
2. Ny. PW P Anak 20 SMA Mahasiswa Seha

1. Jenis Keluarga : Orang Tua Tunggal


2. Kewarganegaraan
Ny. P dan keluarganya memiliki kewarganegaraan Indonesia, Ny. P dan Ny. PW berasal dari
suku jawa. Tidak ada budaya yang mempengaruhi kesehatan keluarga.
3. Agama
Ny. P sekeluarga menganut agama Islam. Tidak ada nilai / kepercayaan yang mempengaruhi
kesehatan keluarga.
4. Status Sosial Ekonomi Keluarga
Penghasilan keluarga ± Rp. 1.400.000,- perbulan yang diperoleh dari hasil kerja Ny. P
sebagai penyadap karet. Penghasilan yang ada cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari
dan membayar biaya kuliah Ny. PW.
5. Aktivitas Rekreasi
Kegiatan yang dilakukan Ny. P biasanya bertani dan menyadap karet. Pada sore dan malam
hari Ny. P biasanya menonton TV bersana Ny. PW.
B. Riwayat Tahap Perkembangan Keluarga
1. Tahap perkembangan keluarga saat ini : Keluarga dengan anak dewasa
2. Tahap perkembangan yang belum tercapai
Tidak ada tahap perkembangan keluarga yang belum tercapai
3. Riwayat kesehatan keluarga :
Ny. P 2 hari yang lalu mengeluh terasa pusing dan berat di bagian belakang leher. Pada saat
pengkajian tekanan darah 220/150 mmHg keluhan pusing tidak ada, namun tangan dan kaki
terasa kesemutan. Ny. P jarang memeriksakan diri ke puskesmas apa bila dirasa tidak ada
keluhan, klien akan ke puskesmas apa bila penyakitnya tidak mempan dengan obat. Ny. PW
mengatakan sehat dan tidak mengeluhkan apapun.
4. Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya
Ny. P mengatakan pada saat suaminya meninggal ± 5 tahun yang lalu tekanan darah Ny. P
250/150 mmHg dan tidak bisa bangun selama dua hari, Ny. P di berikan obat oleh puskesmas
dan minum pepaya muda di blender sehari sekali sampai saat ini. Ny. P mengatakan ibunya juga
menderita tekanan darah tinggi.

C. Keadaan Lingkungan
1. Karakteristik Rumah
Rumah Ny. P berukuran 9 x 20 m2 yang terbagi 2 bagian. Bagian kanan terdiri dari 1 ruang
tamu, 3 kamar tidur, 1 ruang dapur, 1 kamar mandi dan bagian kiri sebuah gudang penyimpanan
padi yang menyatu dengan rumah. Rumah permanen, lantai dari tegel, ada ventilasi dan jendela.
Sumber air minum keluarga adalah air mineral, untuk mandi dan mencuci menggunakan air
PDAM. Rumah mempunyai WC yang menggunakan septic tank. Keluarga biasa memasak
dengan kompor minyak yang berada di dapur. Keluarga Ny. P mempunyai pekarangan rumah
yang cukup luas dan ditanami dengan buah dan bibit karet.

a. R. Tamu : Tampak bersih, terdapat ventilasi dan yang 5 jendela namun yang sering di buka
hanya 3 jendela.
b. R. Tidur : Tempat tidur terbuat dari kayu dan kasur.
c. R. Dapur : Tampak bersih dan rapi, makanan ditutup dengan tudung saji
d. MCK : MCK terdiri dari 1 bak mandi dan 1 WC, keadaan air di dalam bak mandi tampak
bersih

2. Karakteristik Tetangga
Tetangga sebelah kanan dan kiri saling memperhatikan keadaan kesehatan tetangganya.
Hubungan dengan tetangga juga baik, terkadang pada sore hari Ny. P dan tetangga sering
berkumpul di depan rumah Ny.P
3. Mobilitas Keluarga
Ny. P bersama keluarga sudah 20 tahun menempati rumahnya yang sekarang. Letak rumah
Ny. P masuk kedalam gang RT. 06 desa tirta jaya, alat transportasi klien adalah sepeda motor,
jarak antara rumah dengan puskesmas adalah sekitar 500 meter.
4. Pola Keluarga dan Interaksi Masyarakat
Ny.P dan Ny.PW aktif dalam kegiatan yasinan yang diadakan warga perumahan setiap
jum’at sore.
5. Sistem Pendukung Keluarga
Jumlah anggota keluarga yang sehat ada 1 yaitu Ny.PW. Ketika salah satu anggota keluarga
dirasa sakit, maka saling membatu untuk merawat keluarga yang sakit. Jika sakit yang dialami
anggota keluarga dirasa sudah parah maka biasanya keluarga Ny.P memilih memeriksakan diri
ke Puskesmas yang jaraknya ± 500m dari rumah.

D. Struktur Keluarga
1. Pola komunikasi keluarga
Keluarga mengatakan komunikasi dilakukan secara musyawarah. Mereka biasa
bermusyawarah setelah selesai salat magrib ketika menonton tv. Pengambil keputusan utama
ialah Ny. P.
2. Struktur peran
Sejak suami Ny.P meninggal maka Ny.P lah yang menggantikan sebagai kepala keluarga
yang harus bertanggung jawab terhadap kehidupan keluarganya.
3. Nilai atau norma
Nilai dan norma yang berlaku dikeluarga menyesuaikan dengan nilai agama yang dianut dan
norma yang berlaku dimasyarakat. Tidak ada nilai atau norma yang mempengaruhi kesehatan.
4. Struktur kekuatan keluarga
Ny. P merupakan kepala rumah tangga yang mampu mempengaruhi dan mengubah perilaku
buruk anggota keluarga.

E. Fungsi Keluarga
1. Fungsi afeksi
Ny.P hanya tinggal berdua dengan anaknya. Interaksi dalam keluarga terjalin baik. Antar
angoota keluarga saling memperhatikan, menghormati dan menyayangi.
2. Fungsi sosial
Ny. P mengajarkan kepada keluarga bagaimana berprilaku sesuai dengan ajaran agama yang
dianut dalam kehidupan dirumah dan dilingkungan tempat tinggalnya. Keluarga mementingkan
bagaimana seharusnya menjaga satu sama lain.
3. Fungsi perawatan kesehatan
a. Mengetahui kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan
Keluarga mengatakan bahwa sakit yang dialami Ny. P adalah tekanan darah tinggi. Keluarga
tahu makanan yang berpantangan dengan tekanan darah tinggi. Ny. P jarang memeriksakan
tekanan darahnya ke puskesmas.
b. Mengetahui kemampuan keluarga mengambil keputusan
Jika ada keluarga yang sakit maka biasanya keluarga membelikan obat di warung atau
memberikan obat herbal.

c. Mengetahui kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit


Keluarga jarang memperingatkan Ny.P untuk sering periksa kepuskesmas karena Ny. P
selalu mengatakan tidak merasakan apa - apa.
d. Mengetahui kemampuan keluarga memelihara atau memodifikasi lingkungan
Keluarga mengetahui tentang upaya pencegahan penyakit yaitu dengan menjaga lingkungan
tetap bersih dan menghindari penyebab terjadinya penyakit.
e. Mengetahui kemampuan keluarga menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan
Keluarga menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan apabila ada anggota keluarga yang
sakit namun dirasa tidak bisa lagi dirawat di rumah keluarga dapat dengan mudah menjangkau
fasilitas kesehatan karena berdekatan dengan rumah ±500m. Keluarga belum mampu
memanfaatkan fasilitas yang ada karena merasa keadaan Ny.P tidak terlalu buruk dan masih
dapat ditangani di rumah.

4. Fungsi reproduksi
Ny.P mengatakan sudah berhenti ber-Kb semenjak suaminya meninggal.

5. Fungsi ekonomi
Menurut pengakuan keluarga, penghasilannya cukup memenuhi kebutuhan sehari – hari dan
untuk biaya kuliah Ny. PW.

F. Stressor yang dimiliki


1. Stresor yang dimiliki
Sejak setelah suaminya meninggal, Ny. P menghidupi kebutuhan sehari – hari dan kuliah
anaknya dengan hasil sadapan karet dan padi. Sejak saat itu juga tekanan darah Ny. P tinggi.
2. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor
Keluarga saling membantu dan mengingatkan. Ketika anaknya sering mengantarkan Ny.P ke
puskesmas pada saat Ny. P terasa sakit.
3. Strategi koping yang digunakan
Keluarga melibatkan semua anggota keluarga dalam mengambil keputusan dan saling
bekerja sama.
4. Strategi adaptasi yang disfungsi : -

G. Pemeriksaan Fisik
Px. Fisik Ny. P Ny. PW
TD 220/150 mmHg 130/80 mmHg
Nadi 88 x/mnt 94 x/mnt
Suhu 36.8 ºC 36.5 ºC
RR 21 x/menit 18 x/menit
Kepala Simetris, tidak ada nyeri Simetris, tidak ada nyeri
tekan,rambut bersih, warna tekan,rambut bersih, warna
hitam hitam
Mata Simetris, konjungtiva tidak Simetris, konjungtiva tidak
anemis, sklera tidak ikterik, anemis, sklera tidak ikterik
klien memakai alat bantu
kacamata
Hidung Bersih, fungsi penciuman Bersih, fungsi penciuman baik,
baik, tidak ada sekret, tidak tidak ada sekret, tidak ada
ada pernafasan cuping hidung pernafasan cuping hidung
Telinga Bersih, simetris, tidak ada Bersih, simetris, tidak ada
serumen, fungsi pendengaran serumen, fungsi pendengaran
baik (menoleh saat dipanggil baik (menoleh saat dipanggil
nama) nama)
Mulut Bersih, simetris, mukosa bibir Bersih, simetris, mukosa bibir
lembab, fungsi pengecapan lembab, fungsi pengecapan dan
dan mengunyah baik mengunyah baik
Leher Tidak ada pembesaran Tidak ada pembesaran kelenjar
kelenjar tiroid, tidak ada tiroid, tidak ada distensi vena
distensi vena jugularis jugularis
Dada Bentuk simetris, Pergerakan Bentuk simetris, Pergerakan
Paru-paru dinding dada simetris, tidak dinding dada simetris, tidak ada
ada penggunaan otot bantu penggunaan otot bantu
pernafasan, bunyi nafas pernafasan, bunyi nafas
vesikuler. vesikuler.
Jantung Ictus cordis tidak tampak, Ictus cordis tidak tampak, bunyi
bunyi jantung I,II tunggal jantung I,II tunggal
Abdomen simetris, tidak ada nyeri tekan simetris, tidak ada nyeri tekan
Ekstrimitas Tidak ada varises, tidak ada Tidak ada varises, tidak ada
udema. Skala kekuatan otot :5 udema. Skala kekuatan otot :5
Kulit Warna kulit sawo matang, Warna kulit sawo matang, tidak
tidak ada lesi, turgor kulit ada lesi, turgor kulit kembali
kembali dalam < 2 detik. dalam < 2 detik.
Genitalia Bersih, jenis kelamin Bersih, jenis kelamin perempuan
perempuan
H. Harapan Keluarga :
Ny. P berharap klien bisa sembuh dan dapat bekerja untuk biaya kuliah anaknya, klien juga
berharap anaknya dapat lulus kuliah.

II. DIAGNOSIS KEPERAWATAN KELUARGA


A. Analisa Data
Data Masalah (P) Penyebab (E)
DS:
 Ny. P mengatakan dulu pernah
periksa ke puskesmas tekanan
darahnya 250/150 mmHg dan
tidak bisa bangun selama dua
hari.
 Ny. P mengatakan sudah terbiasa Resiko terjadinya Ketidak mampuan
dengan keadaannya. komplikasi hipertensi keluarga merawat
 Ny. P mengatakan jarang anggotanya yang sakit
memeriksakan kesehatannya dan karena kurangnya
akan membawa ke puskesmas apa pengetahuan keluarga
bila penyakitnya sudah berat dan
tidak dapat ditangani di rumah.
 Ny. P mengatakan punya riwayat
hipertensi.
 Untuk mengontrol tekanan
darahnya klien sering makan jus
pepaya muda dan mengurangi
makanan yang asin.
 Ny. P mengeluhkan sekarang
kakinya sedang kesemutan.

DO :
 N = 220/150 mmHg
 Rr = 22 x/menit
 N = 88 x/menit
 T = 36,8⁰C
DS :
 Ny. P mengatakan bahwa
anaknya sehat dan tidak pernah
menderita sakit parah Potensial peningkatan
 Ny. P mengatakan anaknya status kesehatan
rukun – rukun. anggota keluarga Ny. P
 Ny. P mengatakan bila anaknya
sakit maka akan segera ke
puskesmas.

DO :
 Pemeriksaan fisik anggota
keluarga tidak di temukan adanya
kelainan.

B. Skoring dan Prioritas Diagnosis Keperawatan


1. Resiko terjadinya komplikasi hipertensi pada Ny. P berhubungan dengan ketidak mampuan
keluarga merawat anggotanya yang sakit karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang
hipertensi.
No Kriteria Skor Pembenaran
1. Sifat masalah: x1= Ny. P mengatakan mempunyai riwayat
Ancaman hipertensi. Namun sekarang tidak
mengeluhkan apa – apa. Tekanan datrah
sekarang 220/150 mmHg
2. Kemungkinan x2=2 Ny. P mengatakan harapannya untuk dapat
masalah dapat sembuh dan sangat berharap pada petugas
diubah: kesehatan akan memberikan pengetahuan
Mudah kesehatan tenatang penyakitnya lebih
lanjut.
3. Potensial masalah x1= Keluaraga mengetahui penyakit yang
dapat dicegah: diderita Ny.P, namun keluarga tidak
Cukup pernah memeriksakan ke puskesmas.
Menonjolnya x1=1 Ny. P mengatakan tidak perlu ke
masalah: puskesmas karena tidak punya keluhan.
4. Ada masalah,
tetapi tidak perlu
ditangani
Total skor 3

2. Potensial peningkatan status kesehatan anggota keluarga Ny. P


No Kriteria Skor Pembenaran
1. Sifat masalah: x1= Ny. P mengatakan tidak perlu di bawa ke
Ancaman puskesmas karena tidak ada keluhan apa –
apa, keluarganya juga mengatakan jika
penyakit ibunya sudah berat baru akan
membawa ke puskesmas
2. Kemungkinan x2=1 Belum sadarnya Ny.PW terhadap penyakit
masalah dapat ibunya sehingga jarang memeriksakan ke
diubah: puskesmas apa bila belum berat.
Sebagian
3. Potensial masalah x1= Keluarga Ny.P mengetahui penyakitnya
dapat dicegah: namun jarang ke puskesmas karena tidak
Cukup merasakan keluhan apapun.
4. Menonjolnya x1= Ny. P mengatakan tidak perlu ke
masalah: puskesmas karena tidak punya keluhan
Ada masalah,
tetapi tidak perlu
ditangani
Total skor 2

C. Prioritas Diagnosis Keperawatan dengan Skoring


No. Diagnosa Keperawatan Skor
1. Resiko terjadinya komplikasi hipertensi pada Ny. P
berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat 3
anggota yang sakit karena kurangnya pengetahuan keluarga
tentang hipertensi
2. Potensial peningkatan status kesehatan anggota keluarga Ny.P 2

D. Intervensi Keperawatan
No. Tujuan Tujuan Jangka Kriteria Standar Evaluasi
Dx Jangka Pendek Evaluasi Intervensi
Panjang
1. Setelah di Setelah Verbal keluarga 1. Jelaskan dan
berikan dilakukan 4 kali Psikomotor mengerti tentang diskusikan dengan
perawatan kunjungan - Penyebab keluarga tentang
selama 1 keluarga dapat : hipertensi penyakit
minggu 1. Memahami - Tanda dan hipertensi :
keluarga tentang gejala hipertensi - Pengertian
dapat hipertensi - Faktor yang - Tanda dan gejala
merawat 2. Dapat merawat mempengaruhi - Faktor resiko
anggota anggota keluarga hipertensi hipertensi
keluarga hipertensi - Komplikasi - Penyebab
yang 3. Tekanan darah - Cara hipertensi
memderita Ny. P terkontrol pencegahan dan - Komplikasi
hipertensi perawatan - Cara pencegahan
sehingga - Keluarga dan perawatan
tidak terjadi membawa Ny. P hipertensi.
komplikasi ke puskesmas 2. Lakukan
pemeriksaan
tekanan darah
3. Motivasi keluarga
untuk membawa
Ny.P berobat ke
puskesmas.
2. Setelah Seteah dilakukan Verbal - Keluarga Ny.P 1. Jelaskan pada
dilakukan 4 kali kunjungan Psikomotor tidak pernah keluarga untuk
kunjungan keluarga dapat mengeluhkan tetap
selama 1 mempertahanka penyakit yang mempertahankan
minggu n dan serius kesehatannya
keadaan meningkatkan 2. Jelaskan kepada
kesehatan derajat keluarga tentang
anggota kesembuhannya pola hidup sehat
keluarga Ny. - Makan tertatur
P meningkat - Istirahat cukup
- Olahraga
- Menghindari
stress
3. Motivasi untuk
memeriksakan
kesehatan secara
teratur.

E. Implementasi dan Evaluasi Keperawatan


Hari/Tanggal/
No. Diagnose Implementasi Evaluasi
keperawatan
Sabtu, 9 Mei 1. Membina hubungan saling S :
2015 percaya - Klien mengatakan penyakit
Resiko 2. Menggali pengetahuan keluarga tekanan darah tinggi tidak boleh
terjadinya tentang penyakit hipertensi makan yang asin – asin
komplikasi 3. Berdiskusi dengan keluarga O :
1. hipertensi pada tentang tindakan -
tindakan Keluarga nampak tertarik
Ny. P keluarga yang sudah dilakukan dengan diskusi dengan
berhubungan 4. Melakukan pemeriksaan tekanan mahasiswa
dengan darah - Keluarga nampak mengerti
ketidakmampuan
5. Menganjurkan untuk pergi ke tentnag penjelasan yang
keluarga puskesmas dijelaskan mahasiswa
merawat anggota - TD : 220/150 mmHg
yang sakit A:
karena - Kurangnya pengetahuan tetang
kurangnya hipertensi
pengetahuan P:
keluarga tentang - Menjelaskan tentang hipertensi
hipertensi
S:

Senin, 11 Mei - Keluarga mengatakan paham

2015 dengan penjelasan yang


Resiko disampaikan
terjadinya - Ny. P mengatakan kemaren tidak
komplikasi 1. Melakukan pemeriksaan tekanan sempat untuk ke puskesmas.
hipertensi pada darah O:
Ny. 2.
P Penkes keluarga dan pasien
- Keluarga dapat menjelaskan
berhubungan tentang Hipertensi kembali tentang pengertian,
dengan - Pengertian tanda dan gejala, serta
2.
-
ketidakmampuan Tanda dan gejala komplikasi hipertensi
keluarga - Komplikasi - TD : 200/150 mmHg
merawat anggota
- Penyebab A:
yang sakit
- Faktor resiko - Pengetahuan tentang tekanan
karena darah keluaraga bertambah
kurangnya P:
pengetahuan - Pantau tekanan darah penderita
keluarga tentang - Motivasi untuk berobat
hipertensi kepuskesmas

1.
Rabu, 13 Mei Memberi penyuluhan kesehatan S :
3. 2015 tentang pola hidup sehat : - Keluarga mengatakan pahan
Potensial - Mengatur makanan dengan penjelasan yang
peningkatan - Mengatur istirahat disampaikan
status kesehatan
- Olahraga teratur O:
anggota keluarga
2. Mengatur tekanan darah - Keluarga menjelaskan kembali
Ny.P tentang pola hidup sehat
- Tekanan darah Ny. P 160/100
mmHg
A:
- Pengetahuan tentang pola hidup
bertambah
P:
- Pantau status kesehatan anggota
keluarga Ny. P
Jum’at, 15 Mei
2015 S:
- Ny. P mengatakan sudah
Resiko kepuskesmas dan memeriksakan
terjadinya tekanan darahnya dan mendapat
komplikasi terapi :
hipertensi pada Catopril 2x 25 mh
Ny. P O:
berhubungan 1. Mengevaluasi -
kunjungan TD 200/150 mmHg
4.
dengan perawatan keluarga A:
ketidakmampuan - Tekanan darah Ny. P masih
keluarga tinggi
merawat anggota P:
yang sakit - Motivasi untuk tetap mengontrol
karena TD secara teratur
kurangnya - Terminasi akhir
pengetahuan
keluarga tentang
hipertensi

Share This








No related post available

{ 1 komentar... read them below or add one }

1.

Landong Obat Herbal15 Juli 2015 12.58

terimakasih banyak, artikel yang menarik dan bermanfaat...

BalasHapus

Muat yang lain...


PREV

Popular Posts

ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA DENGAN ASAM URAT

ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA PADA Ny. M DENGAN ASAM URAT A.


Pengkajian 1. Identitaas klien Nama ...

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA DENGAN HIPERTENSI

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA Ny. P DENGAN HIPERTENSI


Oleh RAUDATI HELDAYANI P07120112199 KEMENTERIAN KESEHATAN R...

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN RHEUMATOID ARTRITIS

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN RHEUMATOID ARTRITIS


Disusun untuk memenuhi tugas Keperawatan Medikal Bedah III Oleh : Icho Marse...

Laporan Pendahuluan Cerebral Palsy

LAPORAN PENDAHULUAN DENGAN CEREBRAL PALSY Oleh : Andi Fahrul


Tamsir Prima Mahartanto Raudati Heldayani KEMEN...

LAPORAN PENDAHULUAN PADA IBU DENGAN POST OP SECTIO CAESARIA

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU DENGAN


POST OP SECTIO CAESARIA A. Konsep Dasar Sectio Caesaria 1. ...

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PERSALINAN


DENGAN VAKUM EKSTRAKSI
LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PERSALINAN
DENGAN VAKUM EKSTRAKSI Oleh: RAUDATI HELDAYANI P071...

Contact Lens

Lensa kontak adalah lensa plastik tipis yang dipakai menempel pada kornea mata. Lensa
kontak memiliki fungsi yang sama dengan kacamata,...

Contoh Curiculum Vitae (CV)

Curriculum Vitae Data Pribadi Nama : Raudati


Heldayani Tempat, Tanggal lahi...

SAP PERAWATAN PAYUDARA MASA NIFAS

SATUAN ACARA PENYULUHAN PERAWATAN PAYUDARA MASA NIFAS


Disusun Untuk Memenuhi Tugas Keperawatan Maternitas II Oleh Kelompok IV ...

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN KLIEN PERSALINAN DISTOSIA

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN KLIEN PERSALINAN DISTOSIA Disusun


untuk memenuhi tugas Keperawatan Maternitas I Dosen pembimbing...

Blog Archive
 ▼ 2015
o ▼ Mei
 ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA DENGAN
HIPERTENSI...
 ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA DENGAN ASAM URAT

 ► 2014
o ► Desember
o ► Juli
o ► Juni
o ► Mei
o ► April
o ► Maret
o ► Januari

r heldayani
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Followers
- Copyright © 2011 Catatan Mahasiswa - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by
Johanes Djogan - Published by Responsive blogger Templates-