Anda di halaman 1dari 35

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tidak bisa dibantah bahwa keberadaan Sumber Daya Alam (SDA) bagi kehidupan
umat manusia adalah sangat penting. SDA adalah segala sesuatu yang diperoleh dari
lingkungan fisik untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan umat manusia. Dengan
kata lain SDA adalah sumbangan bumi berupa benda hidup maupun benda mati (living
and non-living endowments) yang bisa dieksploitasi oleh manusia sebagi sumber
makanan, bahan mentah, dan energi. SDA berada di lingkungan atau bumi berfungsi
sebagi stok dari mana kegiatan ekonomi memperoleh input.

SDA bisa diklasifikan berdasarkan tipe atau jenisnya. Ada tiga tipe SDA yaitu; (1)
SDA yang tidak pernah habis (renewable-perpetual resources); (2) SDA yang tidak
bisa di perbaharui (renewable or exhaustible resources); dan (3) SDA yang secara
potensial bisa diperbaharui (potentially renewable resources). Dalam makalah ini akan
di bahas tentang pengolahan sumberdaya alam yang tidak dapat pulih atau tidak dapat
diperbaharui, sebagai contoh minyak, gas alam, uranium, dan batubara, serta mineral
non energi seperti misalnya tembaga, alumunium, dan lain-lain.

Ketersediaan SDA jenis ini tergantung dari volume ektaksi atau eksploitasi. Jika
dieksploitasi sedikit demi sedikit, tentunya akan habis dalam jangka waktu yang relatif
panjang, tetapi jika dieksploitasi secara besar-besaran maka akan habis dalam waktu
yang relatif singkat. Sumber daya ini mempunyai jumlah yang tetap di alam, sekali
dieksraksi maka tidak bisa di ganti. Sumberdaya ini jenis ini bersifat tidak permanen
dan juga tidak diproduksi, sehingga melahirkan problema tersendiri dalam kaitan
dengan analisa produksinya yang tidak dijumpai pada jenis SDA yang lain. Oleh karena
itu, maka pengelolaan sumber daya jenis ini harus dilakukan secara bijakssana dan
sustainable.

1.2 Rumusan Masalah

 Bagaimana pengambilan sumber daya secara optimal?


 Bagaimana pengaruh persediaan sumber daya alam?
 Bagaimana ketidakstabilan di pasar sumber daya alam?
 Bagaimana ketidakpastian dan efisiensi sumber daya alam?
 Bagaimana eksploitasi sumber daya alam?
1.3 Tujuan

 Untuk mengetahui pengambilan sumber daya secara optimal.


 Untuk mengetahui pengaruh persediaan sumber daya alam.
 Untuk mengetahui ketidakstabilan di pasar sumber daya alam.
 Untuk mengetahui ketidakpastian dan efisiensi sumber daya alam.
 Untuk mengetahui eksploitasi sumber daya alam.

1.4 Manfaat

 Mahasiswa bisa mengetahui pengambilan sumber daya secara optimal.


 Mahasiswa bisa mengetahui pengaruh persediaan sumber daya alam.
 Mahasiswa bisa mengetahui ketidakstabilan di pasar sumber daya alam.
 Mahasiswa bisa mengetahui ketidakpastian dan efisiensi sumber daya alam.
 Mahasiswa bisa mengetahui eksploitasi sumber daya alam.

BAB II

LANDASAN TEORI

Sumber Daya Alam (SDA) yang tidak dapat pulih meliputi SDA yang menyuplai
energi seperyi minyak, gas alam, dan batubara, serta mineral yang non energi seperti
misalnya tembaga, alumunium, dan lain-lain. SDA jenis ini adalah SDA yang berada
dalam jumlah yang tetap berupa deposit mineral (mineral deposits)di berbagi tempat
di muka bumi, SDA jenis ini bisa habis baik karena mereka tidak bisa diganti oleh
proses alam maupun karena proses pergantian proses alamiahnya berjalan lebih
lambat dari jumlah pemanfaatannya. Ketika SDA jenis ini (terutama berupa sumber
energi) digunakan mereka akan berubah menjadi bentuk yang kurang bermanfaat
seperti panas dan gas dari proses pembakaran.

Ketersediaan SDA jenis ini tergantung dari volume ektaksi atau eksploitasi. Jika
dieksploitasi sedikit demi sedikit, tentunya akan habis dalam jangka waktu yang
relatif panjang, tetapi jika dieksploitasi secara besar-besaran maka akan habis dalam
waktu yang relatif singkat. Sumber daya ini mempunyai jumlah yang tetap di alam,
sekali dieksraksi maka tidak bisa di ganti. Sumberdaya ini jenis ini bersifat tidak
permanen dan juga tidak diproduksi, sehingga melahirkan problema tersendiri dalam
kaitan dengan analisa produksinya yang tidak dijumpai pada jenis SDA yang lain.
Oleh karena itu, maka pengelolaan sumber daya jenis ini harus dilakukan secara
bijakssana dan sustainable.

Namun demikian, beberapa SDA jenis ini bisa diolah dan digunakan kembali seperti
kaca, alumunium,besi, dan lain-lain melalui proses daur ulang (recycling). Proses daur
ulang ini meliputi kegiatan mengumpulkan dan meleburkan kembali atau memproses
kembali suatu sumber daya untuk menghasilkan produk baru seperti sebelumnya atau
produk lain.

BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Pengolahan Sumberdaya alam yang Tidak Dapat pulih

Dalam pengambilan sumber daya alam tak pulih secara optimal ada dua syarat yang
harus dipenuhi yaitu: harus memperhitungkan biaya alternative, dan biaya
alternative ini akan selalu meningkat sebesar tingkat bunga yang berlaku. Variabel
yang lebih diperhatikan dalam pengambilan sumber daya alam tak pulih adalah pola
perubahan harga dan produksi daripada royalti.

Kenaikan harga barang sumber daya alam tak pulih jika tidak ada batasnya, maka
akan menyebabkan timbulnya barang substitusi. Jika harga meningkat sedang
permintaan relatif stabil maka jumlah produksinya akan menurun. Biaya pengambilan
sumber daya alam merupakan fungsi terhadap jumlah maupun besarnya persediaan,
sehingga hubungannya dapat positif, negatif atau netral.

Hal yang harus diperhatikan dalam pengelolaan sumber daya alam tak pulih adalah
adanya unsur ketidakpastian, ketidakstabilan di pasar, efisiensi, hasil eksplorasi dan
permasalahan dalam distribusi dan ketidakadilan.

3.2 Pengambilan Sumber Daya Alam yang Optimal

Ada 2 syarat yang harus dipenuhi agar terdapat pengambilan sumberdaya alam secara
optimal, yaitu

1. Syarat umum yang berlaku pada produksi setiap barang yang berada dalam
pasar persaingan sempurna agar dicapai suatu tingkat efisiensi yang optimum
(produsen mencapai keuntungan yang maksimal) adalah harga barang yang dihasilkan
harus sama dengan biaya produksi marginal.
2. Syarat yang kedua dari pengambilan sumberdaya alam secara optimal
menyangkut tingkah laku dari biaya alternative atau royalty atau biaya alternatif itu
harus selalu meningkat sebesar tingkat bunga yang berlaku dari waktu ke waktu, atau
dengan kata lain bila royalty itu dinyatakan pada harga sekarang (present value),
maka ia tidak akan berobah sepanjang waktu. ini disebut sebagai “sufficient
condition”.

3.3 Pengaruh Persediaan Sumberdaya

Biaya pengambilan sumberdaya alam itu merupakan fungsi baik terhadap jumlah
produksi maupun terhadap persediaan sumberdaya alam. Biaya pengambilan dapat
positif, negatif, bahkan dapat pula netral dalam hubungannya dengan jumlah
persediaan sumberdaya alam yang ada didalam bumi.

Hubungan negatif artinya adalah bahwa dengan semakin sedikitnya sumberdaya


alam yang tinggal di bumi sebagai persediaan, akan semakin tinggi biaya produksi
atau biaya pengambilan sumberdaya alam itu. Hal ini menunjukan bahwa dengan
semakin langkanya persediaan, nilai royalty akan meningkat jauh lebih lamban
daripada tingkat bunga yang berlaku.

3.4 Ketidakstabilan di Pasar Sumberdaya Alam

Ketidakstabilan di pasar sumberdaya alam akan menyebabkan pengambilan


sumberdaya alam tidak efisien sifatnya. Pemilik sumberdaya alam membuat harapan
mengenai harga sumberdaya alam dikemudian hari, karena tidak adanya pengetahuan
yang lengkap mengenai pasar sumberdaya alam itu dikemudian hari, maka ia akan
membuat keputusan atas dasar harapannya berapa banyak sumberdaya alam harus
diambil dari dalam tanah untuk setiap saat.

Harapan dikemudian hari harga sumberdaya alam jauh lebih tinggi tergantung pada
apa yang disebut “ elasticity of expectation” yaitu persentase perubahan di dalam
harga yang diharapkan dibagi dengan persentase perubahan harga sekarang.
Apabila elasticity of substitution lebih besar dari satu, maka akan terjadi perubahan
harga yang sifatnya eksplosif, sedangkan bila elastisitasnya itu sama dengan atau
lebih kecil dari satu maka akan terdapat harga keseimbangan. Perkembangan
permintaan dan biaya produksi akan menentukan batas harga yang diharapkan
dikemudian hari.
3.5 Ketidakpastian dalam Pengambilan SDA

Pada umumnya ketidakpastian disini dicerminkan oleh tingkat bunga yang lebih
tinggi. Semakin tinggi tingkat bunga akan semakin tinggi pula tingkat kenaikan harga,
dan dengan sendirinya semakin cepat pula tingkat pengambilan sumberdaya alam itu.

Ketidakpastian dapat terjadi pada sisi permintaan maupun pada sisi penawaran dari
sumerdaya alam. Pengaruh tingkat bunga tidak cukup menerangkan peningkatan
dalam pengambilan sumberdaya alam, apabila bersama dengan itu terjadi penemuan
baru sebagai hasil eksplorasi sehingga menambah persediaan sumberdaya alam

Ketidakpastian di sisi penawaran akan terjadi bila ada ketidakpastian terhadap hasil
usaha eksplorasi. Ketidakpastian tidak selalu mendorong adanya deplisi dan
karenanya tidak selalu mencerminkan adanya tingkat bunga yang lebih tinggi.

3.6 Eksploitasi Sumberdaya Alam

Dibeberapa bagian permukaan bumi, yaitu di daerah-daerah yang dieksploitir secara


membabi buta kerusakan sumberdaya alam itu begitu parah, hingga untuk
merehabilitasinya diperlukan waktu dan biaya yang tak sedikit. Biaya untuk
rehabilitasi jauh lebih mahal dari nilai eksploitasi yang diperoleh. Sebagai contoh,
biaya untuk merehabilitasi hutan seluas satu hektar jauh lebih mahal jika
dibandingkan dengan nilai yang diperoleh dari penjualan kayu dan hasil hutan lainnya
seluas satu hektar.

Hampir di setiap penjuru bumi yang dihuni oleh manusia senantiasa terjadi eksploitasi
terhadap sumberdaya alam. Kebanyakan dari eksploitasi dilakukan dengan kurang
bijaksana, yaitu dengan perhitungan dan analisis manfaat risiko yang kurang mantap.
Seringkali kurang memperhitungkan kepentingan masa depan. Perhitungan ekonomi
begitu mendominasi dalam proses pengambilan keputusannya.

BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan

1. Perubahan pendekatan sistem pengelolaan, yakni dari pendekatan ekonomi


mikro menjadi pendekatan ekonomi sumberdaya. Ekonomi sumberdaya dengan etika
utilytarianisme bertujuan mensejahterakan masyarakat seoptimal mungkin untuk
generasi sekarang dan yang akan datang.
2. Ektraksi optimal sumberdaya alam tak pulih (tambang minyak) dipengaruhui
oleh discaunt rate (suku bunga). Bila suku bunga bank tinggi, maka akan memacu
kegiatan eksploitasi secara besar-besaran pada saat sekarang.
3. Perekaman dan penyajian kondisi SDA dan juga nilai ekonomi (valuasi
ekonomi) SDA dalam bentuk peta digital, mutlak diperlukan dalam rangka penilaian
dampak kegiatan eksploitasi. Pemanfatan teknologi penginderan jauh dan sistem
informasi geografis dapat membantu mempercepat dan memudahkan ”perubahan
kondisi SDA dan lingkungan”.
4. Penurunan kesejahteraan masyarakat akibat adanya ekternalitas yang
disebabkan oleh kegiatan ekploitasi sumberdaya oleh perusahaan, maka masyarakat
sekitar harus diberi ganti rugi (kopensasi) agar kesejahteraan meningkat.

DAFTAR PUSTAKA

 Yakin,Addinul.1997.Ekonomi Sumberdaya Alam dan Lingkungan Teori dan


Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan.Jakarta,Akademika presindo.

https://suminiagribusiness11.wordpress.com/2013/01/14/ekonomi-sumberdaya-alam-
dan-lingkungan/
Pengelolaan Sumber Daya Alam di Indonesia
PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM DENGAN BAIK DAN
BIJAKSANA.

Makalah ini mempunyai latar belakang masalah tentang pengelolaan sumber daya
alam yang baik dan bijaksana. Masalah pokok yang dibahas adalah: bagaimana cara
pengelolaan sumber daya alam dan bagaimana cara memelihara sumber daya alam?

Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut: Untuk mengetahui bagaimana
cara mengelola sumber daya alam yang baik dan cara memelihara sumberber daya
alam dengan baik dan bijaksana.

Dalam pembuatan makalah ini penulis menggunakan metode deskriptif, hal ini
penulis lakukan setelah memperhitungkan kewajarannya dari segi tujuan. Makalah ini
digunakan untuk memaparkan suatu bahasan dengan cara disususn, dijelaskan dan
disimpulkan. Dan teknik yang digunakan dalam penyusunan makalah ini yaitu dengan
menggunakan teknik studi pustaka, ini merupakan teknik yang paling tepat karena
data yang akan disusun pada hakikatnya diambil dari berbagai sumber kepustakaan
yaitu dengan cara mencatat data dan fakta melalui buku-buku yang berhubungan
dengan masalah yang akan dibahas.

Hasil pembahasan makalah ini menyimpulkan bahwa sumber daya alam harus dijaga
dengan baik dan bijaksana demi kelangsungan hidup manusia.

Sejalan dengan kesimpulan di atas, penulis menyarankan kepada para masyarakat


khususnya yang bermata pencaharian mengeksploitasi sumber daya alam agar
menjaga kelestariannya. Oleh karena itu, kelestarian sumber daya alam dan
lingkungan harus tetap diperhatikan.

BAB I

PENDAHULUAN

Sumber daya alam adalah sumber daya yang terkandung dalam bumi, air, dan
dirgantara yang dapat didayagunakan untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan
manusia.

Sumber daya alam dibagi menjadi dua yaitu SDA yang dapat diperbaharui dan SDA
yang tidak dapat diperbaharui.

1. SDA yang dapat diperbaharui meliputi air, tanah, tumbuhan dan hewan. SDA
ini harus kita jaga kelestariannya agar tidak merusak keseimbangan ekosistem.
2. SDA yang tidak dapat diperbaharui itu contohnya barang tambang yang ada di
dalam perut bumi seperti minyak bumi, batu bara, timah dan nikel. Kita harus
menggunakan SDA ini seefisien mungkin. Sebab, seperti batu bara, baru akan
terbentuk kembali setelah jutaan tahun kemudian.
Sumber daya alam juga bias dibagi menjadi dua yaitu sumber daya alam hayati dan
non-hayati.

1. SDA hayati adalah SDA yang berasal dari makhluk hidup (biotik) seperti hasil
pertanian, perkebunan, pertambakan, dan perikanan. Sumber daya hayati adalah salah
satu sumber daya dapat pulih atau terbarukan (renewable resources) yang terdiri atas
flora dan fauna. Sumber daya hayati secara harfiah dapat diartikan sebagai
sumberdaya yang mempunyai kehidupan dan dapat mengalami kematian. Jenis-jenis
sumber daya hayati di antaranya adalah pohon, ikan, rumput
laut, plankton, zooplankton, fitoplankton, harimau, semut, cacing, rumput
laut, terumbu karang,lamun, dan sebagainya.
2. SDA non-hayati adalah SDA yang berasal dari makhluk tak hidup (abiotik).
Seperti: air, tanah, barang-barang tambang.

BAB II
PEMBAHASAN

Indonesia adalah Negara kepulauan yang sangat kaya akan sumber daya alamnya.
Perlu pemahaman yang kuat bagi warga agara warga Negara Indonesia mampu
megendalikan emosi atau keinginan untuk mengeruk sebagian harta yang sangat
berlimpah agar tidak merugikan nantinya terutama bagi generasi kedepannya.

Sumber daya alam adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai
kepentingan dan kebutuhan hidup manusia agar hidup lebih makmur dan sejahtera
yang ada di sekitar alam lingkungan hidup kita. Sumber daya alam bisa terdapat di
mana saja seperti di dalam tanah, air, permukaan tanah, udara, dan lain sebagainya.
Kita juga bias mengelola sumber daya alam dengan catatan pengelolaan harus dengan
baik dan tidak merusak ekosistem di sekitarnya.

1. Cara Pengelolaan Sumber daya alam


Pemanfaatan sumber daya alam harus diikuti oleh pemeliharaan dan pelestarian. Alam
mempunyai sifat yang beraneka ragam namun serasi dan seimbang. Oleh karena itu,
perlindungan dan pengawetan alam harus terus dilakukan untuk mempertahankan
keserasian dan keseimbangan itu.

Oleh karena itu, agar pemanfaatannya dapat berkesinambungan, maka tindakan


eksploitasi sumber daya alam harus disertai dengan tindakan perlindungan.
Pemeliharaan dan pengembangan lingkungan hidup harusdilakukan dengan cara yang
rasional antara lain sebagai berikut:

1. Memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan hati-hati


dan efisien, misalnya: air, tanah, dan udara.
2. Menggunakan bahan pengganti, misalnya hasil metalurgi (campuran).
3. Mengembangkan metoda menambang dan memproses yang efisien, serta
pendaurulangan (recycling).
4. Melaksanakan etika lingkungan berdasarkan falsafah hidup secara damai
dengan alam.

1. Cara memelihara dan melestarikan sumber daya alam


Seiring berjalannya waktu, jumlah penduduk semakin bertambah. Jumlah penduduk
yang semakin banyak itu mengakibatkan kebutuhan hidup manusia bertambah besar.
Misalnya, kebutuhan makan, pakaian, perumahan, dan kendaraan. Usaha pemenuhan
kebutuhan manusia menuntut perkembangan teknologi yang semakin maju. Teknologi
pun menjadi maju karena manusia mengembangkan ilmu pengetahuan.
Jika tidak dikendalikan penggunaannya maka sumber daya alam akan habis nantinya.
Oleh karena itu perlu ada tindakan pelestarian sumber daya alam, adapun usaha-usaha
untuk melestarikan alam diantaranya sebagai berikut:

1. Penanaman kembali hutan-hutan yang gundul


2. Menjaga kebersihan lingkungan
3. Membuat terasering pada pertanian di pegunungan.
4. Membatasi pengambilan sumber daya alam yang berlebihan.
Ada beberapa pengelompokan sumber daya alam yang bertujuan untuk memudahkan
kita dalam mengingatnya diantaranya adalah sumber daya alam berdasarkan jenisnya,
sumber daya alam berdasarkan perubahannya, sumberdaya alam berdasarkan
kegunaannya.

1. Sumber daya alam berdasarkan jenisnya


2. Sumber daya alam hayati/biotic
Sumber daya alam yang berasal dari makhuk hidup

Contohnya: tumbuhan, hewan, dll

1. Sumber daya alam non hayati/abiotik


Sumber daya alam yang berasal dari benda mati

Comtohnya: bahan tambang, udara, air, batuan, dll.

1. Sumber daya alam berdasarkan sifat perubahannya


2. Sumberdaya alam yang dapat diperbaharui
Sumber daya alam yang dapat dipergunakan berulang-ulang kali dan dapat
dilestarikan

Contohnya: tumbuh-tumbuhan, hewan, hutan, dll

1. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui


Sumber daya alam yang tidak adapat didaur ulang yang hanya bias digunakan hanya
sekali saja dan tidak dapat dilestarikan dan dapat punah atau habis.

Contoh: minyak bumi, batu bara, timah, gas alam, dll

1. Sumberdaya alam yang tidak terbatas jumlahnya


Sumber daya alam yang tidak akan pernah habis meskipun digunakan setiap hari

Contohnya: cahaya mata hari, udara, dll

1. Sumber daya alam berdasarkan kegunaanya


2. Sumber daya alam penghasil bahan baku
Sumber daya alam yang dapat digunakan untuk menghasilkan benda atau barang lain
sehingga nilai gunanya akan menjadi lebih tinggi

Contohnya: hasil pertanian, hasil hutan, bahan tambang, dll

1. Sumber daya alam penghasil eneagi


Sumber daya alam yang dapat menghasilkan atau memproduksi energi demi
kepentingan umat manusia di muka bumi

Contoknya: ombak, panas bumi, minyak bumi, dll

Dari ketiga pengelompokan tersebut bisa disimpulkan mana sumber daya alam yang
paling rawan habis dan harus kita pelihara dengan baik demi kelangsungan hidup
manusia dan generasi yang akan datang.

Berikut ini adalah beberapa sumber daya alam yang sangat pokok dalam kehidupan
manusia diantaranya adalah air, tanah, udara, hutan, tumbuhan, hewan, minyak bumi,
batu bara, tanah, gas alam, matahari, pertanian, panas bumi.

Sumber: https://www.academia.edu/6194329/MAKALAH_PENGELOLAAN_SUM
BER_DAYA_ALAM_DENGAN_BAIK_DAN_BIJAKSANA

https://marimampirsite.wordpress.com/2016/04/11/pengelolaan-sumber-daya-alam-di-
indonesia/

DAFTAR ISI

HALAMAN
SAMPUL………………………………………………………………….

KATA
PENGANTAR…………………………………………………………………….
DAFTAR
ISI …………………………………………………………………………………

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar
Belakang…………………………………………………………………………
2. Rumusan
Masalah…………………………………………………………………….
BAB II PEMBAHASAN / ISI

1. Pengertian Sumber Daya


Alam……………………………………………………..
2. Secara
Umum……………………………………………………………………………
.
3. Menurut Para
Ahli……………………………………………………………………..
4. Sumber Daya Alam di
Indonesia………………………………………………….
5. Sumber Daya Alam dan Pertumbuhan Ekonomi…………………………….
6. Pemanfaatan Sumber Daya Alam Hayati dan Non Hayati……………….
7. Landasan Kebijakan Pengolahan Sumber Daya Alam……………………..
8. Karakteristik Ekologi Sumber Daya
Alam……………………………………….
9. Daya Dukung
Lingkungan……………………………………………………………..
10. Keterbatasan Kemampuan
Manusia……………………………………………….
BAB III PENUTUP

1. KESIMPULAN…………………………………………………………………
….
2. DAFTAR
PUSTAKA……………………………………………………………………….
.

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Sumber Daya Alam merupakan kekayaan bumi yangmemiliki peranan


penting dalam kehidupan masyarakat. Sebagai salah satu sumber penting pembiayaan
pembangunan, sumber daya alam yang ada dewasa ini masih belum dirasakan
manfaatnya secara nyata oleh sebagian besar masyarakat. Pengelolaan sumber daya
alam tersebut belum memenuhi prinsip-prinsip keadilan dan keberlanjutan. Selain itu
lingkungan hidup juga menerima beban pencemaran yang tinggi akibat pemanfaatan
sumber daya alamdan aktivitas manusia lainnya yang tidak memperhatikan
pelestarian lingkungan.Persebaran sumber daya alam tidak selamanya melimpah. Ada
beberapa sumber daya alam yang terbatas jumlahnya, kadang-kadang dalam proses
pembentukannya membutuhkan jangka waktu yang relatif lama dan tidak dapat di
tunggu oleh tiga atau empat generasi keturunan manusia.Oleh sebab itu, ada dua jenis
Sumber Daya Alam yaitu Sumber Daya Alam yang dapat di perbaharui dan Sumber
Daya Alam yang tidak dapat di perbaharui. Alam memiliki kemampuan untuk
memberikan kehidupan bagi penduduk dunia

B. RUMUSAN MASALAH

1. Pengertian Sumber Daya Alam

2. Sumber Daya Alam di Indonesia

3. Sumber Daya Alam dan Pertumbuhan Ekonomi

4. Pemanfaatan Sumber Daya Alam Hayati dan Non Hayati

5. Landasan Kebijakan Pengolahan Sumber Daya Alam

6. Karakteristik Ekologi Sumber Daya Alam

7. Daya Dukung Lingkungan


8. Keterbatasan Kemampuan Manusia

BAB II

PEMBAHASAN / ISI

A. PENGERTIAN SUMBER DAYA ALAM

1.
Secara Umum

2.
Sumber daya alam adalah semua bahan yang ditemukan manusia dalamalam
yang dapat dipakai untuk kepentingan hidupnya. Bahan tersebut
dapat berupa benda mati maupun benda hidup yang berada di bumi dan dapatdimanfa
atkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.

1.
Menurut Ahli

2.
1. Suryanegara (1977)
Mengatakan bahwa secara definisi sumber daya alam adalah unsur – unsur
lingkungan alam, baik fisik maupun hayati yang diperlukan manusia
dalam memenuhi kebutuhannya guna meningkatkan kesejahteraan hidup.

2. Katili (1983)

Mengemukakan bahwa sumber daya alam adalah semua unsur tata lingkungan
biofisik yang nyata atau potensial dapat memenuhi kebutuhan manusia.

3. Ireland 1974

Dalam soerianegara (1977), sumber daya alam adalah keadaan lingkungan alam yang
mempunyai nilai untuk memenuhi kebutuhan manusia.
4. Menurut Isard (1972)

Dalam Soerianegara (1977) Mendefinisikannya sumber daya alam sebagai keadaan


lingkungan dan bahan-bahan mentah yang digunakan manusia untuk memenuhi
kebutuhan dan memperbaiki kesejahteraannya.

5. Nurmala Dewi

Sumber daya alam (Natural Resources) adalah semua kekayaan bumi baik yang
bersifat biotic ataupun abiotik yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia

Sumber daya alam dapat dikelompokkan berdasarkan beberapa hal berikut ;

A. Berdasarkan kemungkinan pemulihannya

1. Sumber daya alam yang dapat diperbaharui (Renewable Resources)

Sumber daya alam yang dapat pulih keberadaannya atau dapat dikembalikan
persediaannya dalam waktu yang cepat.

Contoh ; Air. udara, cahaya matahari, tanah (kesuburannya). tanaman pertanian. dan
kehutanan.

2. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (Unrenewable Resources)

Sumber daya alam yang tidak dapat pulih keberadaannya atau tidak dapat
dikembalikan persediaannya. Jenis SDA ini pada umumnya benda atau materi yang
berasal dari alam yang memerlukan waktu yang sangat lama dalam pemulihannya.

Contoh ; batu bara dan minyak bumi merupakan SDA yang setiap hari dieksploitasi
dan dipakai oleh manusia, sementara persediaannya tetap. Padahal untuk
mengembalikan SDA tersebut memerlukan waktu ribuan bahkan jutaan tahun.

B. Berdasarkan materinya:

1. Sumber daya alam organik

Materi atau bahan sumber daya alam organik (hayati) berupa jasad hidup, yaitu
tetumbuhan dan hewan. Kegiatan yang berhubungan dengan sumber daya alam
organik antara lain pertanian, kehutanan, peternakan, dan perikanan. Sebagai Contoh ;
dalam bidang peternakan adalah peternakan sapi, kambing, ayam, dan lain-lain.

2. Sumber daya alam anorganik


Materi sumber daya alam anorganik (nonhayati), berupa benda-benda mati baik yang
berbentuk benda padat, cair, atau gas. Kegiatan yang berhubungan dengan sumber
daya alam anorganik di antaranya adalah pertambangan tanah, batuan, mineral,
minyak dan gas alam, dan energi.

C. Berdasarkan habitatnya

1. Sumber daya terestris (daratan)

Merupakan sumber daya yang berhubungan dengan tanah yang digunakan sebagai
lahan untuk berbagai aktivitas penduduk, sebagai bahan industri (genteng, keramik,
dan lain-lain), dan segala sumber daya yang diperoleh dari darat.

2. Sumber daya alam akuatik (perairan)

Merupakan sumber daya alam yang berhubungan dengan perairan seperti laut, danau,
sungai, air tanah, air hujan, dan lain-lain.

B. SUMBER DAYA ALAM DI INDONESIA

Luas wilayah Indonesia yang tergolong besar berupa lahan yang masih
belum dimanfaatkan. Banyak pulau yang masih belum berpenghuni sehingga pada
masa yang akan datang masih terbuka luas untuk dikembangkan dengan berbagai
produk pertanian. Lahan yang luas juga menarik para pengusaha untuk membuka
perkebunan di berbagai wilayah Indonesia. Selain lahan yang masih luas, Indonesia
juga memiliki laut yang luas dan garis pantai yang sangat panjang. Laut dengan
berbagai sumber daya yang terkandung di dalamnya belum dimanfaatkan secara
optimal oleh penduduk. Sebagian penduduk Indonesia masih berorientasi ke darat.
Padahal, potensi sumber daya laut, khususnya ikan, masih sangat berlimpah. Garis
pantai yang sangat panjang juga memungkinkan dikembangkannya budi daya
perikanan. Sumber daya alam Indonesia yang beraneka ragam sudah dikenal oleh
bangsa lain sejak dulu. Bangsa India dan Cina sudah mengadakan hubungan dagang
dengan bangsa Indonesia sejak abad ke-2 Masehi. Komoditas perdagangan dari
Indonesia yang terkenal antara lain emas, kayu cendana, cengkih, lada, dan kapur
barus. Komoditas tersebut termasuk yang diperdagangkan di pasaran internasional
dengan nilai tinggi. sementara, bangsa India dan Cina membawa barang dagangan
berupa kain tenun, ukiran, dan barang-barang dari gading gajah.

1.Potensi Sumber Daya Udara

Udara memiliki banyak fungsi bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.
Manusia dan hewan membutuhkan udara untuk bernapas. Tumbuhan membutuhkan
udara untuk melakukan fotosintesis, yaitu proses pembentukan zat makanan
karbohidrat oleh tumbuhan. Zat makanan yang dihasilkan sangat bermanfaat untuk
kehidupan manusia dan binatang.
Udara juga berfungsi melindungi kehidupan di bumi dari sinar ultraviolet dan
benda-benda angkasa yang jatuh ke bumi. Lapisan udara atau atmosfer yang
menyelubungi bumi menyaring radiasi ultraviolet yang dapat mengganggu kehidupan
di bumi. Benda-benda angkasa yang jatuh ke bumi juga akan hancur di udara sebelum
sampai ke bumi. Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika udara tidak ada.
Benda-benda angkasa akan banyak yang sampai ke bumi sehingga membahayakan
kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Udara terdiri atas tiga unsur utama, yaitu udara kering, uap air, dan aerosol. Udara
kering merupakan unsur utama pembentuk udara, terdiri atas nitrogen, oksigen, dan
lain-lain.

2. Potensi Sumber Daya Tanah

a. Tanah dengan Bahan Induk Vulkanik

Sebaran gunung berapi umumnya terdapat di Sumatra, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara
serta sejumlah daerah di Sulawesi dan Maluku. Dengan demikian, sebaran tanah
vulkanik terdapat di Pulau Sumatra sepanjang Bukit Barisan, Pulau Jawa kecuali di
utara Pegunungan Kendeng (Bojonegoro), Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa
Tenggara Timur kecuali Pulau Sumba dan Timor. Selain itu, tanah vulkanik terdapat
juga di Maluku kecuali Kepulauan Kei dan Aru, dan bagian utara Sulawesi.

b. Tanah dengan Bahan Induk Bukan Vulkanik (Tanah Tertier)

Sebelah timur dari rangkaian pegunungan di Sumatra (Pegunungan Bukit Barisan),


Bangka, Belitung, Kepulauan Riau, dan lain-lain.

Bagian utara Jawa Timur (sebelah utara Pegunungan Kendeng) dan Madura.

Bagian kecil dari Bali dan Nusa Tenggara Timur (Sumba, Timor).

Sebagian besar wilayah Sulawesi.

Kalimantan dan sebagian besar Papua.

Sebagian besar Maluku.

c. Tanah Organik

Tanah organik terdiri dari tanah humus dan tanah gambut. Beberapa hal yang perlu
kita ketahui tentang tanah humus :

Proses terbentuknya : dari hasil pembusukan bahan-bahan organik.


Ciri-ciri : warna kehitaman, mudah basah,mengandung bahan organik, sangat subur.

Pemanfaatannya : sebagai lahan pertanian.

Persebaran: Lampung, Jawa Tengah bagianselatan, Kalimantan Selatan dan Sulawesi


Tenggara.

Sedangkan tanah gambut adalah tanah yang proses terbentuknya dari hasil
pembusukan tumbuhan / bahan organik di daerah yang selalu tergenang air
(rawa-rawa). Hal-hal lain yang perlu kita ketahui tentang tanah gambut:

Ciri-ciri : bersifat sangat asam, unsur hara rendah sehingga tidak subur

Pemanfaatannya : untuk pertanian pasang surut

Persebaran : Pantai timur Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Halmahera, Seram, Papua,


Pantai Selatan.

3. Potensi Sumber Daya Air

Indonesia memiliki sumber daya air yang berlimpah karena curah hujan yang besar.
Namun, di beberapa daerah seperti di Nusa Tenggara Timur, mengalami kekurangan
sumber daya air karena curah hujan yang kecil. Di samping itu, kondisi tanah di NTT,
berbatu (cadas) sehingga air tidak dapat meresap dengan baik ke dalam
tanah.Kekurangan air pada musim kemarau umumnya lebih banyak terjadi karena
kerusakan lingkungan akibat ulah manusia. Fungsi hutan menyimpan cadangan air
pada saat musim hujan menjadi tidak berfungsi karena sebagian hutan telah ditebang
untuk kepentingan manusia. Pada saat musim hujan, air hujan mengalir ke sungai dan
kemudian ke laut tanpa banyak mengisi cadangan air dalam tanah. Akibatnya, pada
musim kemarau hanya sedikit air dalam tanah yang tersedia. Tidak ada air yang
mengalir ke sungai-sungai yang ada sehingga sungai-sungai tersebut menjadi kering.
Air di Indonesia tersedia dalam berbagai bentuk, yaitu:

1. Air Hujan

Curah hujan di Indonesia umumnya sangat tinggi sehingga sangat mendukung


kegiatan pertanian. Oleh karena itu, banyak masyarakat Indonesia yang
memanfaatkan lahannya untuk kegiatan pertanian.

2. Air Danau

Danau merupakan wilayah cekungan di daratan yang terisi oleh air. Sumber air yang
mengisi danau tidak selalu dari air sungai, tetapi juga bisa dari air hujan secara
langsung maupun rembesan dari air tanah di sekitar danau. Berdasarkan proses
pembentukannya danau dibedakan menjadi:

a. Danau vulkanik

b. Danau tektonik,

c. Danau vulcano-tectonik

d. Danau pelarutan,

e. Danau ladam,

3. Air Sungai

Sungai adalah bagian dari muka bumi yang lebih rendah, tempat air mengalir dari
hulu sampai hilir. Curah hujan di Indonesia yang sangat besar menimbulkan banyak
sungai dengan berbagai ukuran. Ada sungai yang berukuran kecil dan ada sungai yang
berukuran sangat besar. Sungai-sungai yang berukuran besar ada di sejumlah pulau
besar seperti Kalimantan, Papua, dan Sumatra.

4. Air Tanah

Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau bebatuan di bawah
permukaan tanah. Air tanah merupakan salah satu sumber
daya air Selain air sungai dan air hujan, air tanah juga mempunyai peranan yang
sangat penting terutama dalam menjaga keseimbangan dan ketersediaan bahan baku
air untuk kepentingan rumah tangga (domestik) maupun untuk kepentingan industri.

4. Potensi Sumber Daya Hutan

Hutan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, luasnya mencapai 99,6
juta hektar atau 52,3% dari luas wilayah Indonesia (Kemenhut, 2011). Luas hutan
yang besar tersebut saat ini masih dapat dijumpai di Papua, Kalimantan, Sulawesi,
dan Sumatra.

Di Jawa, luas hutan telah berkurang karena terjadi alih fungsi untuk
pertanian dan permukiman penduduk. Sementara itu, alih fungsi hutan menjadi
pertanian dan perkebunan banyak dijumpai di Sumatra dan Kalimantan. Selain
hutannya yang luas, hutan Indonesia juga menyimpan kekayaan flora dan fauna atau
keanekaragaman hayati yang sangat besar. Bahkan, banyak di antaranya merupakan
spesies endemik atau hanya ditemukan di Indonesia, tidak ditemukan di tempat
lainnya seperti anoa, burung maloe, dan komodo.
Hasil hutan sebenarnya tidak hanya sekadar kayu. Hutan tropis yang dimiliki
Indonesia juga menghasilkan buah-buahan dan obat-obatan. Namun demikian, hasil
hutan yang banyak dikenal penduduk adalah sebagai sumber kayu. Setidaknya
terdapat 4.000 jenis kayu yang 267 jenis di antaranya merupakan kayu yang memiliki
nilai ekonomi tinggi. Secara umum, jenis-jenis kayu dan sebarannya adalah sebagai
berikut ;

1. Kayu keruing, meranti, agathis dihasilkan terutama di Papua,Sulawesi, dan


Kalimantan.

2. Kayu jati banyak dihasilkan di Jawa Tengah.

3. Rotan banyak dihasilkan di Kalimantan, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

4. Kayu cendana banyak dihasilkan di Nusa Tenggara Timur.

5. Kayu rasamala dan akasia banyak dihasilkan di Jawa Barat.

Adapun manfaat atau fungsi dari hutan yaitu seperti berikut:

1. Tempat menyimpan air hujan dan kemudian mengalirkannya ke sungai-sungai dan


danau sehingga pada musim kemarau tidak mengalami kekeringan.

2. Tempat hidup bagi flora dan fauna yang menjadi sumber makanan dan obat obatan
pada saat ini maupun pada masa yang akan datang.

3. Mencegah terjadinya erosi atau pengikisan karena air hujan tidak langsung jatuh ke
tanah dan mengikis tanah-tanah yang subur.

4. Menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida sehingga suhu bumi


terkendali.

5. Sumber kehidupan bagi masyarakat, khususnya masyarakat sekitar hutan dari


produk yang dihasilkannya.

5. Potensi Sumber Daya Tambang

a. Minyak Bumi dan Gas

Cadangan minyak bumi Indonesia terus berkurang seiring dengan


pengambilan atau eksploitasi yang terus dilakukan. Sejumlah ahli memperkirakan
bahwa dalam kurun waktu 14 tahun ke depan, cadangan minyak bumi tersebut akan
habis dan Indonesia terpaksa harus membeli atau mengimpor dari negara lain. Hal itu
tidak akan terjadi jika ditemukan cadangan baru yang masih besar. Cadangan minyak
bumi Indonesia diperkirakan masih cukup besar. Adapun sebaran penghasil minyak
pada sejumlah pulau di Indonesia dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel Daerah Penghasil Minyak Bumi di Indonesia

No Nama Daerah Penghasil Minyak Bumi


Pulau

1. Sumatra Pereula dan Lhokseumawe (Aceh Darussalam),


Sungai Pakning dan Dumai ( Riau), Plaju,
Sungai Gerong dan Muara Enim (Sumatra
Selatan)

2. Jawa Jati Barang Majalengka (Jawa Barat),


Wonokromo, Delta (Jawa Timur), Cepu, Cilacap
(Jawa Tengah).

3. Kalimantan Pulau Tarakan, Balikpapan, Pulau Bunyu dan


Sungai Mahakam (Kalimantan Timur), Rantau,
Tanjung, dan Amuntai (Kalimantan Selatan).

4. Maluku Pulau Seram

5. Papua Klamono, Sorong, dan Babo

b. Batu Bara

Pertambangan batu bara di Kalimantan terdapat di Kalimantan Timur (Lembah


Sungai Berau dan Samarinda), Sumatra Barat (Ombilin dan Sawahlunto), Sumatra
Selatan (Bukit Asam dan Tanjung Enim).

c. Bauksit

d. Pasir Besi

e. Emas

f. Timah

g. Tembaga
h. Nikel

i. Aspal

j. Mangan

k. Belerang

l. Marmer

m. Yodium

6. Potensi dan Persebaran Sumber Daya Laut

Di dalam laut, tersimpan kekayaan alam yang luar biasa besarnya. Potensi
kekayaan laut tidak hanya berupa ikan, tetapi juga bahan tambang seperti minyak
bumi, emas, nikel, bauksit, pasir, bijih besi, timah, dan lain-lain yang ada di bawah
permukaan laut. Kekayaan lain dari sumber daya laut adalah sumber daya alam
berupa mangrove, terumbu karang, dan lain-lain. Sumber daya ini dikenal dengan
sumber daya pesisir.

Berikut beberapa potensi sumber daya laut yang dapat dimanfaatkan:

1. Perikanan

2. Hutan Mangrove

3. Terumbu Karang

C. SUMBER DAYA ALAM DAN PERTUMBUHAN EKONOMI

Seberapa penting fungsi dan peran Sumber Daya Alam dalam


pembangunan ekonomi ? Untuk memahami pentingnya sumber daya alam terhadap
pembangunan ekonomi, marilah kita belajar dari sejarah yang menunjukkan bahwa
masyarakat di suatu tempat dapat mencapai kemakmuran karena berhasil
memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki. Misalnya, penduduk di Kalimantan
dapat mengolah batu bara dan emas, itu semua akan menghasilkan pendapatan bagi
mereka atau Di Riau dengan tambang minyaknya. Sampai sekarang masih banyak
orang yang mengatakan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan suatu negara
mengalami kemiskinan adalah karena tidak cukupnya sumber-sumber alam yang
dimilikinya. Memang benar, rendahnya pendapatan di suatu daerah antara lain
disebabkan oleh minimnya sumber-sumber alam yang tersedia baik dalam arti jumlah,
jenis maupun kualitasnya. Tanpa adanya sumber-sumber alam di suatu negara, maka
tidak akan banyak harapan negara tersebut untuk berhasil dalam pembangunan
ekonominya dan begitu juga sebaliknya. Contoh sejarah nusantara menunjukkan
bahwa beberapa kerajaan seperti Kahuripan dan Singosari yang memanfaatkan air
sungai Brantas untuk irigasi, ternyata membawa kemakmuran. Selain itu, sejarah
dunia menunjukkan bahwa kenaikan harga minyak tahun 1974, menyebabkan negara
Kuwait, Saudi Arabia, dan Uni Arab Emirat sebagai negara penghasil minyak
mencapai pendapatan per kapita tertinggi di dunia. Dari data ini, dirasakan pentingnya
sumber daya alam dalam pembangunan ekonomi. Simon Kuznets mengatakan bahwa
pertumbuhan ekonomi dibatasi oleh kekurangan absolut dari sumber daya alam.
Pernyataan Simon Kuznets itu mengandung arti tersirat bahwa negara-negara yang
miskin sumber daya alam, akan terhambat pertumbuhan ekonominya. Mengenal

Adam Smith mengemukakan teori tentang “absolute comparative


advantage”. Teori tersebut mengatakan bahwa setiap masyarakat
berproduksi sesuai dengan keunggulan komparatif yang dimilikinya.
Artinya adalah bahwa masyarakat yang kaya akan sumber daya alam,
akan lebih mampu berproduksi dibandingkan dengan masyarakat lain
yang lebih sedikit sumber daya alamnya.

D. PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM HAYATI DAN NON HAYATI

Pemanfaatan sumber daya alam harus diikuti oleh pemeliharaan dan


pelestarian. Alam mempunyai sifat yang beraneka ragam namun serasi dan seimbang.
Oleh karena itu, perlindungan dan pengawetan alam harus terus dilakukan untuk
mempertahankan keserasian dan keseimbangan itu.

Oleh karena itu, agar pemanfaatannya dapat berkesinambungan, maka


tindakan eksploitasi sumber daya alam harus disertai dengan tindakan perlindungan.
Pemeliharaan dan pengembangan lingkungan hidup harusdilakukan dengan cara yang
rasional antara lain sebagai berikut:

1. Memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan hati-hati dan
efisien, misalnya: air, tanah, dan udara.

2. Menggunakan bahan pengganti, misalnya hasil metalurgi (campuran).

3. Mengembangkan metoda menambang dan memproses yang efisien, serta


(recycling).

4. Melaksanakan etika lingkungan berdasarkan falsafah hidup secara damai dengan


alam.

E. LANDASAN KEBIJAKAN PENGOLAHAN SUMBER DAYA ALAM


Sesuai dengan Undang-undang 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan PP
No. 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi
sebagai Daerah Otonom, dalam bidang lingkungan hidup memberikan pengakuan
politis melalui transfer otoritas dari pemerintah pusat kepada daerah:

a. Meletakkan daerah pada posisi penting dalam pengelolaan lingkungan hidup.

b. Memerlukan prakarsa lokal dalam mendesain kebijakan.

c. Membangun hubungan interdependensi antar daerah.

d. Menetapkan pendekatan kewilayahan.

Dapat dikatakan bahwa konsekuensi pelaksanaan UU No. 32 Tahun 2004 dengan PP


No. 25 Tahun 2000, Pengelolaan Lingkungan Hidup titik tekannya ada di Daerah,
maka kebijakan nasional dalam bidang lingkungan hidup secara eksplisit PROPENAS
merumuskan program yang disebut sebagai pembangunan sumberdaya alam dan
lingkungan hidup. Program itu mencakup :

1. Program Pengembangaan dan Peningkatan Akses Informasi Sumber Daya Alam


dan Lingkungan Hidup.

Program ini bertujuan untuk memperoleh dan menyebarluaskan informasi yang


lengkap mengenai potensi dan produktivitas sumberdaya alam dan lingkungan hidup
melalui inventarisasi dan evaluasi, serta penguatan sistem informasi. Sasaran yang
ingin dicapai melalui program ini adalah tersedia dan teraksesnya informasi
sumberdaya alam dan lingkungan hidup, baik berupa infrastruktur data spasial, nilai
dan neraca sumberdaya alam dan lingkungan hidup oleh masyarakat luas di setiap
daerah.

2. Program Peningkatan Efektifitas Pengelolaan, Konservasi dan Rehabilitasi Sumber


Daya Alam

Tujuan dari program ini adalah menjaga keseimbangan pemanfaatan dan pelestarian
sumberdaya alam dan lingkungan hidup hutan, laut, air udara dan mineral. Sasaran
yang akan dicapai dalam program ini adalah termanfaatkannya, sumber daya alam
untuk mendukung kebutuhan bahan baku industri secara efisien dan berkelanjutan.
Sasaran lain di program adalah terlindunginya kawasan-kawasan konservasi dari
kerusakan akibat pemanfaatan sumberdaya alam yang tidak terkendali dan eksploitatif

3. Program Pencegahan dan Pengendalian Kerusakan dan Pencemaran Lingkungan


Hidup.
Tujuan program ini adalah meningkatkan kualitas lingkungan hidup dalam upaya
mencegah kerusakan dan/atau pencemaran lingkungan dan pemulihan kualitas
lingkungan yang rusak akibat pemanfaatan sumberdaya alam yang berlebihan, serta
kegiatan industri dan transportasi. Sasaran program ini adalah tercapainya kualitas
lingkungan hidup yang bersih dan sehat adalah tercapainya kualitas lingkungan hidup
yang bersih dan sehat sesuai dengan baku mutu lingkungan yang ditetapkan.

4. Program Penataan Kelembagaan dan Penegakan Hukum, Pengelolaan Sumber


Daya Alam dan Pelestarian Lingkungan Hidup.

Program ini bertujuan untuk mengembangkan kelembagaan, menata sistem hukum,


perangkat hukum dan kebijakan, serta menegakkan hukum untuk mewujudkan
pengelolaan sumberdaya alam dan pelestarian lingkungan hidup yang efektif dan
berkeadilan. Sasaran program ini adalah tersedianya kelembagaan bidang sumber
daya alam dan lingkungan hidup yang kuat dengan didukung oleh perangkat hukum
dan perundangan serta terlaksannya upaya penegakan hukum secara adil dan
konsisten.

5. Progam Peningkatan Peranan Masyarakat dalam Pengelolaan Sumber Daya alam


dan Pelestarian fungsi Lingkungan Hidup.

Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan peranan dan kepedulian
pihak-pihak yang berkepentingan dalam pengelolaan sumberdaya alam dan
pelestarian fungsi lingkungan hidup. Sasaran program ini adalah tersediaanya sarana
bagi masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya alam dan pelestarian fungsi
lingkungan hidup sejak proses perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan,
perencanaan, pelaksanaan sampai pengawasan.

F. KARAKTERISTIK EKOLOGI SUMBER DAYA ALAM

Untuk menjamin keberlanjutan fungsi layanan sosial-ekologi alam dan


keberlanjutan sumberdaya alam dalam cakupan wilayah yang lebih luas maka
pendekatan perencanaan SDA dengan instrumen penataan ruang harus dilakukan
dengan mempertimbangkan bentang alam dan kesatuan layanan ekosistem,
endemisme dan keterancaman kepunahan flora-fauna, aliran-aliran energi sosial dan
kultural, kesamaan sejarah dan konstelasi geo-politik wilayah. Dengan
pertimbangan-pertimbangan ini maka pilihan-pilihan atas sistem budidaya, teknologi
pemungutan/ekstraksi SDA dan pengolahan hasil harus benar-benar
mempertimbangkan keberlanjutan ekologi dari mulai tingkat ekosistem lokal sampai
ekosistem regional yang lebih luas. Dengan pendekatan ekosistem yang diperkaya
dengan perspektif kultural seperti ini tidak ada lagi “keharusan” untuk menerapkan
satu sistem PSDA untuk wilayah yang luas. Hampir bisa dipastikan bahwa setiap
ekosistem bisa jadi akan membutuhkan sistem pengelolaan SDA yang berbeda dari
ekosistem di wilayah lain.
Keberhasilan kombinasi beberapa pendekatan seperti ini membutuhkan partisipasi
politik yang tinggi dari masyarakat adat dalam proses penataan ruang dan penentuan
kebijakan pengelolaan SDA di wilayah ekosistem. Semakin tinggi partisipasi politik
dari pihak-pihak berkepentingan akan menghasilkan rencana tata ruang yang lebih
akomodatif terhadap kepentingan bersama yang “intangible” yang dinikmati bersama
oleh banyak komunitas yang tersebar di seluruh wilayah ekosistem tersebut, seperti
jasa hidrologis. Dalam konteks ini maka membangun kapasitas masyarakat adat yang
berdaulat (mandiri) harus diimbangi dengan jaringan kesaling-tergantungan
(interdependency) dan jaringan saling berhubungan (interkoneksi) antar komunitas
dan antar para pihak. Untuk bisa mengelola dinamika politik di antar para pihak yang
berbeda kepentingan seperti ini dibutuhkan tatanan organisasi birokrasi dan politik
yang partisipatif demokrasi (participatory democracy).
Kondisi seperti ini bisa diciptakan dengan pendekatan informal, misalnya dengan
membentuk “Dewan Konsultasi Multi-Pihak tentang Kebijakan Sumber Daya Alam
Wilayah/Daerah” atau “Forum Multi-Pihak Penataan Ruang Wilayah/Daerah” yang
berada di luar struktur pemerintahan tetapi secara politis dan hukum memiliki posisi
cukup kuat untuk melakukan intervensi kebijakan. Untuk wilayah/kabupaten yang
populasi masyarakat adatnya cukup banyak, maka wakil masyarakat adat dalam
lembaga maka dari itu kita harus menjaga sebaik mungkin ekologi sumber daya alam
yang ada di lingkungan kita. Karena sumber daya alam bukanlah hal yang mudah di
dapat, apalagi di zaman sekarang. Ekologinya pun makin sulit dijaga dan dipelihara.
Sebagai tunas bangsa sudah seharusnya kita menjaga dan melestarikan semua itu.
Karena itu akan berguna bagi masa ini dan masa yang akan datang

G. DAYA DUKUNG LINGKUNGAN

1. Pengertian Secara Umum

Daya Dukung Lingkungan Hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk


mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Pengertian (Konsep) dan Ruang Lingkup Daya Dukung Lingkungan Menurut UU no


23/ 1997, daya dukung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk
mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lain.

2. Pengertian Menurut Ahli

a. Soemarwoto (2001),

Daya dukung lingkungan pada hakekatnya adalah daya dukung lingkungan alamiah,
yaitu berdasarkan biomas tumbuhan dan hewan yang dapat dikumpulkan dan
ditangkap per satuan luas dan waktu di daerah itu.

b. Khanna (1999)

Daya dukung lingkungan hidup terbagi menjadi 2 (dua) komponen, yaitu kapasitas
penyediaan (supportive capacity) dan kapasitas tampung limbah (assimilative
capacity).
c. Lenzen (2003)

Kebutuhan hidup manusia dari lingkungan dapat dinyatakan dalam luas area yang
dibutuhkan untuk mendukung kehidupan manusia. Luas area untuk
mendukungkehidupan manusia ini disebut jejak ekologi (ecological footprint). Lenzen
juga menjelaskan bahwa untuk mengetahui tingkat keberlanjutan sumber daya alam
dan lingkungan, kebutuhan hidup manusia kemudian dibandingkan dengan luas aktual
lahan produktif. Perbandingan antara jejak ekologi dengan luas aktual lahan produktif
ini kemudian dihitung sebagai perbandingan antara lahan tersedia dan lahan yang
dibutuhkan. Carrying capacity atau daya dukung lingkungan mengandung pengertian
kemampuan suatu tempat dalam menunjang kehidupan mahluk hidup secara optimum
dalam periode waktu yang panjang. Daya dukung lingkungan dapat pula diartikan
kemampuan lingkungan memberikan kehidupan organisme secara sejahtera dan
lestari bagi penduduk yang mendiami suatu kawasan.

Lingkungan secara alami memiliki kemampuan untuk memulihkan


keadaannya, Pemulihan keadaan ini merupakan suatu prinsip bahwa sesungguhnya
lingkungan itu senantiasa arif menjaga keseimbangannya.

Sepanjang belum ada gangguan “paksa” maka apapun yang terjadi,


lingkungan itu sendiri tetap bereaksi secara seimbang” Perlu ditetapkan daya dukung
lingkungan untuk mengetahui kemampuan lingkungan menetralisasi parameter
pencemar dalam rangka pemulihan kondisi lingkungan seperti semula.

Apabila bahan pencemar berakumulasi terus menerus dalam suatu


lingkungan, sehingga lingkungan tidak punya kemampuan alami untuk
menetralisasinya yang mengakibatkan perubahan kualitas. Pokok permasalahannya
adalah sejauh mana perubahan ini diperkenankan.Tanaman tertentu menjadi rusak
dengan adanya asap dari suatu pabrik, tapi tidak untuk sebahagian tanaman lainnya.

H. KETERBATASAN KEMAMPUAN MANUSIA

Setiap kegiatan manusia di alam ini, pada dasarnya bertujuan untuk


meningkatkan kesejahteraan manusia. Kegiatan manusia yang meningkat dan juga
jumlah penduduk yang terus bertambah juga akan memanfaatkan penggunaan sumber
daya alam sebagai sumber energi dan hara yang dapat mengganggu sistem energi dan
sistem hara dalam lingkungan.Lingkungan juga mempunyai potensi untuk
menyembuhkan kembali sistemnya apabila gangguan tersebut tidak melebihi daya
dukung lingkungan, sedangkan bila terlampaui maka mulai terjadi masalah
lingkungan karena kualitasnya akan menurun bahkan sampai rusak dan tidak dapat
diperbaiki kembali atau lingkungan telah tercemar.Lingkungan yang tercemar akan
mengurangi kemanfaatannya bagi kehidupan makhluk, terutama manusia. Untuk itu
sumber pencemaran harus dikenali dan kemudian dikendalikan. Salah satu upaya
dalam pengelolaan lingkungan adalah mengatur beban pencemaran dari sumbernya
baik sumber pencemaran udara, air maupun limbah padat sehingga informasi tentang
besarnya beban pencemaran darisetiap sumber amat berguna dalam upaya
pengelolaan lingkungan tersebut.

BAB III

PENUTUP

A. DAFTAR PUSTAKA

http://www.academia.edu/8238762/

http://aup.eduku.net/AuP%20KONTEN/EDUKASINET/SMA/GE
OGRAFI/Sumber.Daya.Alam/materi4.html

https://www.academia.edu/9280542/Kebijakan_Nasional_dan_Dae
rah_dalam_Pengelolaan_Lingkungan_Hidup

https://ghazaliweb.wordpress.com/2015/10/19/83/

Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbarui

(Unrenewable Resources)

Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui adalah sumber daya alam
yangsangat sulit dihasilkan kembali setelah digunakan. Sumber daya alam jenis ini
akan habisapabila dipakai terus menerus. Sumber daya alam ini jumlahnya sangat
terbatas. Manusia tidak dapat memperbanyak lagi. Barang tambang tidak dapat
diperbarui sehingga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Contoh kelompok sumber
daya alam yang tidak dapat diperbarui misalnya :

1) Mineral.

2) Minyak bumi & gas alam.

3) Batubara.

Sumbernya
1). Sumber Daya Alam Terestrial
Adalah sumber daya alam yang berada di daratan, misalnya bahan galian, tanah,
hutan dll
2). Sumber Daya Alam Akuatik

Adalah sumber daya alam yang berda di lautan, misalnya ikan, rumput laut,
garam, energi gelombang dll.
A. Mineral.

Mineral adalah unsur atau senyawa anorganik yang terjadi secara alami dengan
struktur internal karakteristik ditentukan oleh susunan atom-atom atau ion-ion yang
teratur didalamnya.
Pemanfaatan Intan :

o Perhiasan (batu pertama)

o Pahat diamond drilling, roda gerinda, gergaji, pahat alat bor à memotong &
menggosok batu permata, dan sebagai alat untuk pemotong kaca
Emas :

o Perhiasan

o Membuat huruf emas

o Fotografi

o Menambal/melapisi gigi rusak

o Perkakas laboratorium ilmiah

o Investasi

B. Minyak Bumi & Gas Alam

Minyak dan gas alam adalah campuran senyawa hidrokarbon, yang tersusun dari
sebagian besar karbon dan hidrogen, dengan sejumlah kecil belerang, nitrogen, dan
unsur-unsur lainnya. Minyak dan gas bumi diduga secara tidak langsung berasal dari
sisa-sisa organisme hidup. Sisa-sisa dari berbagai bentuk tumbuhan dan binatang laut
yang hidup jutaan tahun yang lalu tertimbun dalam lumpur dan pasir dibawah air laut.
Manfaat dari Minyak

o Avtur untuk bahan bakar pesawat terbang;

o Bensin untuk bahan bakar kendaraan bermotor;

o Minyak Tanah untuk bahan baku lampu minyak;


o Solar untuk bahan bakar kendaraan diesel;

o LNG (Liquid Natural Gas) untuk bahan bakar kompor gas;

o Oli ialah bahan untuk pelumas mesin;

o Vaselin ialah salep untuk bahan obat;

C. Batubara

Batu bara adalah salah satu bahan bakar fosil. Pengertian umumnya adalah batuan
sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah
sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. Unsur-unsur
utamanya terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen.

Sebagian besar batu bara terjadi dari tumbuh-tumbuhan yang hidup berjuta-juta
tahun yang lalu. Tubuh-tumbuhan tersebut termasuk jenis paku-pakuan. Tumbuhan
itu tertimbun hingga berada dalam lapisan-lapisan batuan sedimen yang lain. Proses
pembentukan batu bara disebut juga inkolen (proses pengarangan).

Kelas dan jenis batu bara

Berdasarkan tingkat proses pembentukannya yang dikontrol oleh tekanan, panas


dan waktu, batu bara umumnya dibagi dalam lima kelas: antrasit, bituminus,
sub-bituminus, lignit dan gambut.

Batu bara memiliki berbagai penggunaan yang penting di seluruh dunia.


Penggunan yang paling penting adalah untuk :

 bahan bakar pembangkit listrik

 produksi besi dan baja

 bahan bakar pembuatan semen

 bahan bakar cair.

Persebaran Bahan Tambang di Indonesia


Daerah-daerah penghasil minyak bumi di Indonesia adalah sebagai berikut:

a) Sumatera, terdapat di Aceh (Lhoksumawe dan Peureula); SumUt (Tanjung Pura);


Riau (Sungaipakning, Dumai); SumSel (Plaju, Sungai Gerong, Muara Enim)
b) Jawa, terdapat di Wonokromo, Delta (JaTim); Cepu, Cilacap (JaTeng); Majalengka,
Jatibarang (JaBar).

c) Kalimantan, terdapat di Balikpapan, Pulau Tarakan, Pulau Bunyu dan Sungai


Mahakam (KalTim) serta Amuntai, Tanjung, dan Rantau (KalSel)

d) Maluku (Pulau Seram dan Tenggara)

e) Irian Jaya (Klamono, Sorong, Babo).

Daerah tambang batu bara di Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Ombilin dekat sawahlunto (sumatera Barat) menghasilkan batu bara muda yang
sifatnya mudah hancur.

2. Bukit asam dekat Tanjung Enim (palembang) enghasilkan batu bara muda yang
sudah menjadi antrasit karena pengaruh magma.

3. Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan


(Pulau laut/Sebuku)

4. Jambi, Riau, Aceh, Papua (Irian Jaya)

https://dokumen.tips/documents/makalah-sda-tidak-dapat-diperbaharui.html

Beberapa contoh pemanfaatan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui
adalah:
a. Minyak bumi, gas alam, dan batu bara untuk bahan bakar
b. Barang tambang logam.

Barang tambang logam dimanfaatkan untuk adalah sebagai berikut:


a. Emas dan perak untuk bahan perhiasan
b. Alumunium untuk peralatan dapur , pembungkus makanan, dan badan pesawat.
c. Besi untuk tiang bangunan, pagar rumah dan lain-lain
d. Tembaga untuk bahan kawat dan kabel
e. Nikel untuk membuat campuran logam
f. Perunggu untuk membuat patung.
C. Barang Tambang Non-Logam
Barang tambang non-logam dimanfaankan untuk:
1. Gipsum untuk bahan cat dan tembok
2. Intan untuk perhiasan
3. Belerang untuk bahan obat-obatan
4. Grafit dan karbon untuk membuat pensil
5. Asbes untuk atap rumah
6. Aspal untuk pengerasan jalan

Sumber daya alam yang tidak dapat kita perbaharui adalah sumber daya yang tidak
dapat kita hasilkan kembali setelah kita menggunakannya. sumber daya alam
yang tidak dapat di perbharui ada yang kita dapat dihasilkan kembali namun
membutuhkan waktu yang sangat lama contohnya antara lain sebagai berikut:
a. Sumber Daya Alam Mineral Logam
Sumber daya alam yang termasuk mineral logam antara lain emas, perak,
platina, besi, timah, nikel, tembaga, alumunium, dan mangan. Untuk mengambil
sumber daya ini dilakukan dengan cara menambang. Oleh kerena itu sumber daya
alam ini juga disebut barang tambang
b. Sumber Daya Alam Bukan Mineral Bukan Logam (Batu-batuan)
Indonesia juga kaya dengan batu-batuan penunjang industri. Misalnya pasir
kuarsa, batu kapur, marmer, kaolin, intan, mika, asbes, batu granit, bentonit atau abu
bumi, belerang, tras, dan fosfat, batu-batuan ini dapat dimanfaatkan untuk bahan
bangunan, prabot rumah tangga, kain, korek api, batu baterai dan pupuk.

c. Sumber Daya Energy


Sumber daya energy adalah sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan sebagai
penghasil tenaga atau bahan bakar. Sumber daya energy indonesia meliputi minyak
bumi, gas alam, batu bara, panas bumi, dan tenaga surya. Indonesia merupakan
Negara pengekspor sumber daya energi terutama minyak bumi dan gas alam, untuk
mendapatkan minyak bumi, gas alam dan batu bara dilakukan pengeboran dan
pertambangan.
Sumber daya alam yang tak dapatt di perbaharui adalah sumber daya alam yang tak
dapat di pulihkan kembali setelah habis digunkan. Adapun sumber daya alam yang
tak dapat di perbaharui antara lain minyak bumi, batu bara, timah, dan tembaga.
Sumber daya tersebut dinamai bahan tambang(galian).

Sumber daya alam yang tak dapat diperbaharui tidak dapat dimanfaatkan manusia
dengan seenaknya, jika manusia mengambil sumber daya itu secara terus-menerus
maka akan habis.
Manusia tidak dapat membudidayakan sumber daya alam itu kembali, oleh sebab itu
manusia harus menggunakan sumbr daya alam yang tidak dapat diperbaharui itu
dengan sebaik-baiknya dan sehemat-hematnya.