Anda di halaman 1dari 2

Slide Culture (Kultur Slide) merupakan teknik yang sangat penting dalam identifikasi fungi.

Slide
culture adalah teknik menumbuhkan fungi pada slide dengan perlakuan tertentu. Perlakuan yang
dimaksud diantaranya adalah fungi ditumbuhkan pada sepotong agar dan di letakkan di atas kaca
benda, peletakan tusuk gigi atau batang U (U-shaped glass rod) agar kaca benda tidak bersentuhan
langsung dengan kertas tisu, dan pemberian aquades pada kertas tisu untuk menjaga kelembapan
udara di dalam cawan Petri slide culture. Tujuan slide culture adalah melihat morfologi mikroskopis
fungi, yang terdiri dari bentuk hifa, sporangium, konidia, dll

Bakteri pembentuk nata termasuk kedalam golongan Acetobacter , yang mempunyai ciri – ciri
antara lain : ”sel bulat panjang sampai batang (seperti kapsul), tidak mempunyai endospora, sel – selnya
bersifat gram negatif, bernafas secara aerob tetapi dalam kadar yang kecil (Pelczar dan Chan,1988). Acetobacter
xylinum dapat dibedakan dengan spesies yang lain karena sifatnya yang bila ditumbuhkan pada medium yang
kaya komponen gula, bakteri ini dapat memecah komponen gula dan mampu membentuk suatu polisakarida yang dikenal
dengan selulosa ekstraseluler. Dalam medium cair, Acetobacter xylinum mampu membentuk suatu lapisan yang
dapat mencapai ketebalan beberapa sentimeter. Bakteri terperangkap dalam benang – benang yang
dibuatnya. Untuk menghasilkan massa yang kokoh, kenyal, tebal, putih, dan tembus pandang perlu diperhatikan
suhu fermentasi (inkubasi),komposisi medium dan pH medium.

Klasifikasi ilmiah dari Acetobacter xylinum

Kerajaan : Bacteria

Filum : Proteobacteria

Kelas : Alpha Proteobacteria

Ordo : Rhodospirilia

Famili : Pseudomonadaceae

Genus : Acetobacter

Spesies :Acetobacter xylinum

(Moss M.O.,1995)

Acetobacter Xylinum merupakan jenis bakteri yang mengalami pertumbuhan sel. Bakteri ini mengalami
beberapa fase mulai dari fase beradaptasi, fase pertumbuhan awal, fase eksponensial, fase
pertumbuhan yang lambat, fase pertumbuhan yang tetap, fase menuju kematian dan yang terakhir
adalah fase kematian.

Pada praktikum kali ini, praktikan membuat slide culture dengan kontaminan nata de
coco. Langkah awal yaitu disiapkan sebuah cawan Petri steril yang di dalamnya diberi kertas
saring steril yang dipotong bundar. Pada cawan Petri tersebut diletakkan batang penahan, dan di
atas batang penahan tersebut diletakkan sebuah objek gelas steril beserta penutupnya yang
kemudian diinokulasi. Untuk membuat koloni menempel pada gelas objek sebelumnya diberi
agar. Kemudian sedikit koloni diambil dengan menggunakan ose dan dioleskan pada gelas objek.
Setelah beberapa hari diinkubasi dalam suhu kamar, slide dapat diamati dengan menggunakan
mikroskop pada perbesaran rendah sampai tinggi, lalu diidentifikasi.
Hasil pengamatan slide kultur bakteri Acetobacter xylinum yang didapat menggunakan
mikroskop dengan perbesaran 1000 x yaitu terlihat hifa yang membentuk miselium semu. Pada
bakteri ini terdapat bagian-bagian yaitu sporangium yang berbentuk bulat yang berisi spora.
Sporangium akan pecah bila spora telah matang. Sporangiofor adalah hifa yang tumbuh tegak
lurus substrat yang berfungsi sebagai batang.

KESIMPULAN :

DIISI DEa

Saran :

Saran dari praktikum kali ini yaitu alat dan bahan yang digunakan dapat berfungsi dengan
baik misalnya Mikroskop, diharapkan Mikroskop dapat dipakai dengan baik. Selain itu
diharapkan praktikan lebih berhati-hati saat pengamatan dengan mikroskop sehingga preparat
tidak pecah atau rusak karena jarak antara lensa terlalu dekat dengan preparat.