Anda di halaman 1dari 9

PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK AKAD MURABAHAH

Jual beli adalah salah satu cara yang biasa digunakan manusia untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya mulai dari sandang, pangan serta papan. Salah
satu akad atau transaksi jual beli di dalam akuntansi syariah adalah akad
murabahah. Murabahah merupakan transaksi penjualan barang dengan
menyatakan harga perolehan dan keuntungan (margin) yang disepakati oleh
penjual dan pembeli. Pembayaran atas akad jual beli dapat dilakukan secara tunai
(bai’ naqdan) atau tangguh (bai’ mu’ajjal/ba’i bi’tsaman ajil). Harga perolehan
yang dimaksud bukan hanya dari harga beli melainkan boleh ditambahkan dengan
biaya lain selama bukan biaya yang seharusnya dilakukan oleh penjual dan biaya
yang tidak memberikan nilai tambah pada barang tersebut.

Karakteristik-karaktersitik akad murabahah terdapat dalam PSAK NOMOR


102, yaitu :

1. Murabahah dapat dilakukan berdasarkan pesanan atau tanpa pesanan


2. Murabahah berdasarkan pesanan dapat bersifat mengikat atau tidak mengikat
pembeli untuk membeli barang yang dipesannya.
3. Pembayaran murabahah dapat dilakukan secara tunai maupun tangguh
4. Akad murabahah memperkenankan penawaran harga yang berbeda untuk
cara pembayaran yang berbeda sebelum akad murabahah dilakukan
5. Harga yang disepakati dalam murabahah adalah harga jual sedangkan biaya
perolehan harus diberitahukan
6. Diskon yang terkait pembelian barang meliputi :
 Diskon apapun dari pemasok terkait pembelian barang
 Diskon biaya asuransi dari perusahaan asuransi dalam rangka pembelian
barang
 Komisi dalam bentuk apapun yang terkait pembelian barang
7. Diskon atas pembelian barang disepakati sesuai kesepakatan dalam akad
8. Penjual dapat meminta pembeli untuk menyediakan agunan atas piutang
murabahah
9. Penjual dapat meminta uang muka kepada pembeli sebagai bukti komitmen
sebelum akad dilakukan
10. Penjual bisa mengenakan denda apabila pembeli tidak menyelesaikan piutang
murabahah sesuai kesepakatan kecuali jika pembeli tidak/belum mampu
melunasi
11. Penjual boleh memberikan potongan pada saat pelunasan piutang murabahah
jika pembeli melakukan pembayaran yang dilakukan tepat waktu atau lebih
cepat.
12. Penjual boleh memberika potongan atas piutnag murabahah yang belum
dilunasi jika pembeli melakukan pembayaran ciciln tepat waktu atau pembeli
mengalami penurunan kemampuan pembayaran

JENIS DAN ALUR MURABAHAH

1. Murabahah tanpa pesanan


Dalam murabahah tanpa pesanan ada dua tahapan yang terpisah yaitu :
Tahap alur pengadaan barang :
Dalam alur ini tidak memperhatikan ada yang membeli atau tidak , yang
diperhatikan adalah pemenuhan ketentuan penyediaan persediaan minimum
dengan memperhatikan jangka waktu pengiriman, kelangkaan barang dan
sebagainya.
Tahap alur proses jual beli :
Tahap ini dimulai dengan negosiasi dan pemenuhan persyaratan antar penjual
dan pembeli kemudian melakukan akad murabahah disusul dengan
pembayaran kewajiban dan yang terakhir adalah penyerahan barang.
2. Murabahah berdasarkan pesanan
Dalam jenis ini pengadaan barang yang merupakan objek jual beli dilakukan
atas dasar pesanan yang diterima. Apabila tidak terdapat pesanan maka tidak
dilakukan pengadaan barang.

RUKUN DAN KETENTUAN AKAD MURABAHAH

Yang merupakan rukun dan ketentuan kad murabahah diantaranya :

1. Pelaku
Pelaku harus cakap hukum dan sudah baligh (berakal dan dapat membedakan
yang baik dan yang buruk).
2. Objek jual beli harus memenuhi :
a. Objek Barang yang diperjualbelikan adalah barang halal
b. Barang yang diperjualbelikan harus dapat diambil manfaatnya dan
memiliki nilai dan bukan merupakan barang-barang yang dularang
diperjualbelikan
c. Barang tersebut dimiliki oleh penjual
d. Barang tersebut dapat diserahkan tanpa tergantung dengan kejadian
tertentu di masa depan. Barang yang tidak jelas waktu penyerahannya
adalah tidak sah karena dapat menimbulkan ketidakpastian (gharar).
e. Barang tersebut harus diketahui secara spesifik dan dapat diidentifikasi
oleh pembeli
f. Barang tersebut dapat diketahui kuantitas dan kualitasnya dengan jelas
g. Harga barang tersebut jelas.
h. Barang yang diakadkan ada di tangan penjual
3. Terdapat ijab dan qobul (pernyataan timbang terima)

AKUNTANSI UNTUK PENJUAL

1. Pada saat perolehan, aset murabahah diakui sebagai persediaan sebesar biaya
perolehan.
Dr. Aset Murabahah xxx
Kr. Kas xxx
2. Untuk murabahah pesanan mengikat, pengukuran aset dinilai sebesar biaya
perolehan. Jika terjadi penurunan nilai maka jurnalnya :
Dr. Beban penurunan nilai xxx
Kr. Aset murabahah xxx
Untuk murabahah tanpa pesanan tidak mengikat, pengukuran aset dinilai
sebesar biaya perolehan atau nilai bersih yang dapat direalisasi.
Jika terjadi penurunan nilai maka jurnalnya :
Dr. Kerugian penurunan nilai xxx
Kr. Aset murabahah xxx
3. Apabila terdapat diskon pada saat pembelian aset murabahah, maka
perlakuannya :
a. Jika terjadi sebelum akad murabahah maka akan menjadi pengurang
biaya perolehan. Jurnalnya :
Dr. Aset Murabahah xxx
Kr. Kas xxx
b. Jika terjadi setelah akad murabahah dan sesuai akad yang disepakati
menjadi hak pembeli. Jurnalnya :
Dr. Kas xxx
Kr. Utang xxx
c. Jika terjadi setelah akad murabahah dan sesuai akad yang disepakati
menjadi hak penjual dan diakui sebagai pendapatan murabahah.
Jurnalnya :
Dr. Kas xxx
Kr. Pendapatan Murabahah xxx
d. Jika terjadi setelah akad murabahah dan tidak diperjanjikan dalam
akad maka akan menjadi hak penjual dan diakui sebagai pendapatan
operasional lain. Jurnalnya :
Dr. Kas xxx
Kr. Pendapatan Operasional Lain xxx
4. Kewajiban penjual kepada pembeli atas pengembalian diskon tersebut akan
tereliminasi pada saat :
a. Dilakukan pembayaran kepada pembeli
Dr. Utang xxx
Kr. Kas xxx
b. Dipindahkan sebagai dana kebajikan jika pembeli sudah tidak dapat
dijangakau oleh penjual
Dr. Utang xxx
Kr. Kas xxx
dan
Dr. Dana kebajikan-kas xxx
Kr. Dana kebajikan-potongan pembelian xxx
5. Pengakuan keuntungan murabahah
a. Jika penjualan dilakukan secara tunai atau tangguh sepanjang masa
angsuran tidak melebihi satu periode laporan keuangan
Dr. Kas xxx
Dr. Piutang murabahah xxx
Kr. Aset murabahah xxx
Kr. Pendapatan margin murabahah xxx
b. Namun apabila angsuran lebih dari satu periode laporan keuangan
maka :
1) Keuntungan diakui saat penyerahan aset murabahah dengan
syarat apabila risiko penagihannya kecil maka dicatat seperti butir
a.
2) Keuntungan diakui secara proporsional dengan besaran kas yang
berhasil ditagih dari piutang murabahah. Metode ini digunakan
untuk transaksi murabahah tangguh.
Pada saat penjualan kredit dilakukan :
Dr. Piutang murabahah xxx
Kr. Aset murabahah xxx
Kr. Margin murabahah tangguhan xxx
Margin murabahah disajikan sebagai akun kontra dari piutang
murabahah.

Pada saat penerimaan angsuran :


Dr. Kas xxx
Kr. Piutang murabahah xxx

Dr. Margin murabahah tangguhan xxx


Kr. Pendapatan margin murabahah xxx
3) Keuntungan diakui saat seluruh piutang murabahah berhasil
ditagih. Pencatatannya sama dengan poin 2) hanya saja jurnal
pengakuan keuntungan dibuat saat seluruh piutang telah selesai
ditagih.
6. Pada akhir periode laporan keuangan piutang murabahah dinilai sebesar nilai
bersih yang dapat direalisasi yaitu saldo piutang dikurangi penyisihan
kerugian piutang. Jurnal untuk penyisihan piutang tak tertagih :
Dr. Beban piutang tak tertagih xxx
Kr. Penyisihan piutang tak tertagih xxx
7. Potongan pelunasan piutang murabahah yang diberikan kepada pembeli yang
melunasi tepat waktu atau lebih cepat dari waktu yang disepakati diakui
sebagai pengurangan keuntungan murabahah.
a. Jika potongan diberikan pada saat pelunasan:
Dr. Kas xxx
Dr. Margin murabahah tangguhan xxx
Kr. Piutang murabahah xxx
Kr. Pendapatan margin murabahah xxx
(Nilai pendapatan margin murabahah sebesar saldo margin murabahah
tangguhan-potongan)
b. Jika potongan diberikan setelah pelunasan
Pada saat penerimaan piutang pada pembeli:
Dr. Kas xxx
Dr. Margin murabahah tangguhan xxx
Kr. Piutang murabahah xxx
Kr. Pendapatan margin murabahah xxx
(Nilai penadapatan margin murabahah sebesar saldo margin
murabahah tangguhan)

Pada saat pengembalian pada pembeli:


Dr. Pendapatan margin murabahah xxx
Kr. Kas xxx
(Nilai pendapatan margin murabahah sebesar potongan pelunasan)
8. Denda dikenakan jika pembeli lalai dalam melakukan kewajibannya sesuai
dengan akad dan denda yang diterima diakui sebagai bagian dana kebajikan.
Dr. Dana kebajikan-kas xxx
Kr. Dana kebajikan-denda xxx
9. Pengakuan dan pengukuran penerimaan uang muka sebagai berikut:
a. Uang muka diakui sebagai uang muka pembelian sebesar jumlah yang
diterima
b. Pada saat barang jadi dibeli oleh pembeli maka uang muka diakui
sebagai pembayaran piutang
c. Jika batal dibeli oleh pembeli maka uang muka dikembalikan kepada
pembeli setelah diperhitungkan biaya yang telah dikeluarkan penjual.

Jurnal yang terkait dengan penerimaan uang muka:

a. Penerimaan uang muka dari pembeli


Dr. Kas xxx
Kr. Utang lain-utang muka murabahah xxx
b. Apabila murabahah jadi dilaksanakan
Dr. Utang lain-utang muka murabahah xxx
Kr. Piutang murabahah xxx
c. Pesanan dibatalkan jika uang muka yang dibayarkan pembeli lebih
besar dari biaya yang dikeluarkan penjual.
Dr. Utang lain-utang muka murabahah xxx
Kr. Pendapatan operasional xxx
Kr. Kas xxx
d. Pesanan dibatalkan jika uang muka yang dibayarkan pembeli lebih
kecil dari biaya yang dikeluarkan penjual.
Dr. Kas/piutang xxx
Dr. Utang lain-utang muka murabahah xxx
Kr. Pendapatan operasional xxx

e. Jika perusahaan menanggung kekurangannya atau uang muka sama


dengan beban yang dikeluarkan.
Dr. Utang lain-utang muka murabahah xxx
Kr. Pendapatan operasional xxx
10. Penyajian
Piutang murabahah disajikan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasikan
yaitu saldo piutang murabahah dikurangi penyisihan kerugian piutang.
Margin murabahah tangguhan disajikan sebagai akun kontra piutang
murabahah.
11. Pengungkapan
Penjual mengungkapkan hal-hal yang terkait dengan transaksi murabahah
tetapi tidak terbatas pada:
a. Harga perolehan aset murabahah
b. Janji pemesanan dalam murabahah berdasarkan pesanan sebagai
kewajiban atau bukan.
c. Pengungkapan yang diperlukan sesuai PSAK No.101 tentang
Penyajian Laporan Keuangan Syariah
BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Jual beli dapat diartikan sebagai pertukaran harta atas dasar saling rela atau
memindahkan milik dengan ganti (iwad) yang dapat dibenarkan (sesuai syariah).
Salah satu transaksi jual beli di dalam akuntansi syariah adalah akad murabahah.
Murabahah adalah transaksi penjualan barang dengan menyatakan harga
perolehan dan keuntungan (margin) yang telah disepakati oleh pihak penjual dan
pembeli. Pembayaran atas akad jual beli ini dapat dilakukan secara tunai maupun
tangguh. Hal yang membedakan murabahah dengan penjualan yang biasa kita
kenal adalah penjual secara jelas memberi tahu kepada pembeli berapa harga
harga pokok barang tersebut dan berapa keuntungan yang diinginkannya.

Dalam pertukaran barang dengan barang yang perlu diperhatikan adalah


apakah barang tersebut mengandung unsur ribawi atau tidak. Selain itu dalam
akad murabahah ini tidak diperbolehkan berubahnya harga barang sepanjang akad
terjadi. Namun dapat dilakukan restrukturisasi apabila pembeli kesulitan dalam
membayar namun jika lalai penjual dapat mengenakan denda. Denda tersebut
akan dianggap sebagai dana kebajikan. Dalam melaksanakan akad murabahah ini
harus memenuhi semua rukun dan ketentuan syariah yang berlaku sehingga
membawa manfaat bagi kedua belah pihak.

SARAN

Makalah ini diharapkan mampu menjadi bahan pembelajaran dan


pengetahuan bagi para pembaca. Selain itu penulis tahu bahwa makalah ini masih
jauh dari kata sempurna. Untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran
dari pembaca demi perbaikan makalah ini ke depannya.