Anda di halaman 1dari 10

MODUL VI

ESTERIFIKASI : SINTESIS ETIL ASETAT


DAN METIL ESTER

Oleh: Dra. Nancy Siti Djenar, MS

I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Senyawa-senyawa ester hasil esterifikasi secara komersial telah banyak diproduksi
oleh industri, diantaranya adalah ester asetat dari alkohol yang digunakan sebagai
pelarut dan zat aditif pada parfum. Pada industri makanan dan minuman, etil dan
butil asetat digunakan sebagai zat pemberi rasa (flavorings).

Pada saat ini telah dikembangkan sumber energi terbarukan yang disebut Bahan
Bakar Nabati (BBN). Biodiesel adalah salah satu BBN yang dibuat dari minyak
nabati melalui esterifikasi, transesterifikasi atau gabungan keduanya. Minyak
nabati yang mengandung asam lemak bebas (free fatty acid) tinggi ( > 2%) selain
akan mengurangi perolehan biodiesel juga akan menyebabkan korosif terhadap
mesin. Hal tersebut dapat dicegah dengan melakukan esterifikasi minyak terlebih
dahulu yang kemudian dilanjutkan dengan transesterifikasi untuk menghasilkan
biodiesel (Mittelbach, 2004).

Berdasarkan hal tersebut maka dibuat modul praktikum yang berjudul,


Esterifikasi: Pembuatan Etil Asetat dan Metil Ester. Dengan demikian produk Commented [u1]: Apakah waktu mencukupi untuk melakukan 2
modul, atau setiap kelompok melakukan pembuatan ester yang
yang diperoleh dari praktikum mahasiswa ini dapat dimanfaatkan diantaranya berbeda?

sebagai bahan kimia/pelarut untuk praktikum lain juga produk biodiesel.


Disamping itu mahasiswa akan memperoleh pengetahuan serta pemahaman praktis
mengenai unit-unit proses dan operasi diantaranya refluks, ekstraksi, dan destilasi
beserta tahapannya.

Esterifikasi : Sintesis Etil Asetat dan Metil Ester VI - 1


Esterifikasi : Sintesis Etil Asetat dan Metil Ester VI - 2

1.2 Tujuan
Mahasiswa diharapkan :
 Membuat etil asetat dan metil ester melalui esterifikasi
 Mengerti bahwa laju reaksi esterifikasi dipengaruhi oleh faktor-faktor
antara lain, suhu, konsentrasi, katalis dan waktu
 Mengidentifikasi produk etil asetat melalui pengukuran titik didih, indeks
bias, berat jenis, bau dan warna
 Melakukan pengujian terhadap produk metil ester sesuai dengan
persyaratan mutu biodiesel Indonesia , SNI-04-7182-2006.

II. DASAR TEORI


Esterifikasi adalah suatu reaksi antara asam karboksilat dengan alkohol. Produk
esterifikasi (ester) yang dibuat dari asam asetat seperti etil asetat, butil asetat
mempunyai sifat yang khas yaitu baunya yang harum. Sehingga pada umumnya
digunakan sebagai pengharum (essence) sintetis.

Minyak nabati mengandung pula asam-asam karboksilat yang disebut dengan


asam lemak. Di dalam minyak asam lemak ini membentuk ester yang disebut
dengan tri, di dan monogliserida. Bila asam lemak ini tidak membentuk ikatan,
maka disebut asam lemak bebas. Dalam pembuatan biodiesel, esterifikasi
dilakukan untuk mengurangi kadar asam lemak bebas (FFA) dengan cara
mengkonversi FFA tersebut menjadi metil ester. Pada proses ini akan diperoleh
minyak dengan campuran metil ester kasar dan metanol sisa serta air
(Soerawidjaja, 2006).

Reaksi esterifikasi merupakan reaksi reversible yang sangat lambat. Untuk


mempercepat jalannya reaksi dan meningkatkan produk, maka dilakukan dengan
pengadukan, penambahan katalis dan pemberian reaktan berlebih agar reaksi
bergeser ke kanan. Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi
esterifikasi adalah pengadukan, suhu, katalis, perbandingan pereaksi dan waktu
reaksi (Mittelbach, 2004).
Esterifikasi : Sintesis Etil Asetat dan Metil Ester VI - 3

Secara umum reaksi esterifikasi adalah sebagai berikut :

Dalam minyak, bila alkohol yang digunakan adalah metanol, maka reaksi tersebut
dituliskan sebagai berikut :

Urutan kereaktifan alkohol terhadap esterifikasi adalah CH3OH > primer >
sekunder > tersier. Sedangkan kereaktifan asam karboksilat terhadap esterifikasi :
HCO2H > CH3CO2H > RCH2CO2H > R2CHCO2H > R3CCO2H.

Kinetika reaksi antara asam karboksilat dengan alkohol yang menggunakan katalis
asam dinyatakan sebagai berikut :
ROH + H+  ROH2+

R’COOH + ROH2+  R’COOR + H3O+

Persamaan diatas didasarkan pada asumsi bahwa ion hidrogen (H+) dari katalis
bereaksi dengan gugus hidroksil dari alkohol untuk membentuk kompleks ROH2+
kemudian bereaksi dengan asam karboksilat membentuk ester.

Laju esterifikasi sesuai dengan konsentrasi ester dan kompleks alkohol :


d [ R’COOR ] / dt = k [R’ COOH] [ ROH2+]

Dengan terbentuknya air dalam reaksi ini menyebabkan lambatnya laju


esterifikasi, sehingga kesetimbangan antara alkohol dengan kompleks air
ditunjukkan pada persamaan reaksi dibawah ini :
ROH2+ + H2O  H3O+ + ROH,
Esterifikasi : Sintesis Etil Asetat dan Metil Ester VI - 4

Berdasarkan reaksi kesetimbangan diatas, maka konstanta kesetimbangan


dinyatakan dengan persaman sebagai berikut :

K = [ H3O+] [ ROH] / [ ROH2+] [H2O]


(Fessenden, 1982)

Sesuai dengan hukum aksi massa (mass-action law), untuk memperoleh rendemen
ester yang tinggi, maka kesetimbangan harus bergeser ke arah pembentukan ester.
Untuk mencapai keadaan ini dapat ditempuh dengan cara :

a. Salah satu pereaksi (yang murah) digunakan secara berlebihan.


b. Membuang salah satu produk dari dalam campuran reaksi, misalnya
melalui proses distilasi air secara azeotropisI.

III. PERCOBAAN
3.1 Alat dan Bahan yang Digunakan
Perangkat peralatan utama yang dipergunakan dalam percobaan ini adalah
rangkaian peralatan refluks, ekstraksi dan distilasi.

Gambar 3 :
Peralatan Ekstraksi
1. Ekstraktor 1 buah

2. Corong 1 buah
Esterifikasi : Sintesis Etil Asetat dan Metil Ester VI - 5

Gambar 1 : Peralatan Refluks Gambar 2 : Peralatan Distilasi


1. Reaktor 1 buah 1. Labu distilasi 1 buah
2. Penangas parafin 1 buah 2. Penangas parafin 1 buah
3. Kondensor 1 buah 3. Kondensor 1 buah
4. Termometer 1 buah 4 Kepala distilasi 1 buah
5. Tabung CaCl2 1 buah 5. Termometer 1 buah
6. Motor pengaduk 1 buah 6. Labu distilat 1 buah
7. Selang silikon 75 cm, 3 buah

Peralatan pendukung yang digunakan dalam percobaan ini adalah sebagai berikut :
a. Neraca analitik
b. Viscometer
c. Refraktometer
d. Piknometer

Bahan yang digunakan setiap 1 kelompok dalam percobaan ini meliputi :


1. Etanol 25 ml
2. Asam asetat glacial 60 ml
3. Asam sulfat pekat 5 ml
4. Natrium Karbonat 1 M 50 ml
5. Kalsium Klorida anhydrous 5 gram
6. Larutan CaCl2 1M 50 ml
7. Minyak goreng 100 ml
8. Metanol 25 ml
9. Asam sulfat p.a 3%-v/minyak

3.2 Rancangan Percobaan


Rancangan pembuatan etil asetat mengikuti urutan kerja sebagai berikut :

Commented [u2]: Sebaiknya tidak dalam bentuk gbr


Esterifikasi : Sintesis Etil Asetat dan Metil Ester VI - 6

Rancangan pembuatan metil ester mengikuti urutan kerja sebagai berikut :

Commented [u3]: Sebaiknya ditik (tidak dalam bentuk gambar)

3.3 Prosedur Kerja


3.3.1 Pembuatan Etil – Asetat
1. Rangkai peralatan esterifikasi (refluks) seperi pada Gambar 1.
2. 25 ml etanol dan 30 ml asam asetat glacial dicampurkan di dalam reaktor
250 ml atau 500 ml. Kemudian ditambahkan 5 ml asam sulfat pekat tetes
demi tetes melalui pipet ukur.
3. Campuran di atas direfluks selama kurang lebih 30 menit. Selama reaksi
berlangsung dilakukan pengamatan terhadap bau, warna dan suhu.
4. Hasil refluks dimasukkan ke dalam corong pisah yang berisi 50 ml larutan
Na2CO3 1M. Kemudian dikocok dan diamkan sampai terbentuk dua
lapisan. Lapisan bawah dibuang sedangkan lapisan atas adalah lapisan
ester.
5. Lapisan ester kemudian dicuci dengan 50 ml larutan CaCI2 1 M. Lalu
dikocok dan diamkan. Lapisan bawah dibuang.
6. Pada lapisan ester ditambahkan beberapa gram CaCI2 anhydrous.
Kemudian disaring dengan menggunakan kertas saring. Filtratnya
dimasukkan ke dalam labu distilasi.
7. Dilakukan proses distilasi. Selama distilasi dilakukan pengamatan. Distilat
yang berupa etil asetat diidentifikasi sifat fisikanya yaitu, titik didih,
indeks bias, berat jenis, dan viskositas.
Esterifikasi : Sintesis Etil Asetat dan Metil Ester VI - 7

3.3.2 Pembuatan Metil – Ester


1. Tentukan jenis asam lemak dari minyak yang digunakan.
2. Sebelum melakukan esterifikasi, tentukan kadar FFA, bilangan asam,
viskositas kinematik dan massa jenis dari minyak yang akan digunakan.
3. Rangkai peralatan esterifikasi seperti pada Gambar 1.
4. Siapkan minyak dan metanol masing-masing dengan perbandingan
volume 4:1.
5. Masukkan minyak dan metanol di atas kedalam reaktor sambil diaduk.
6. Tambahkan H2SO4 sebanyak 3%/v -minyak kedalam reaktor di atas,
pengadukan terus berlangsung.
7. Panaskan dan aduk campuran di atas selama 60 menit pada suhu 600C.
8. Masukkan larutan hasil refluks (ester) kedalam corong pisah, biarkan
hingga mencapai suhu ruang.
9. Netralkan ester dengan cara mencucinya menggunakan aquadest, cek pH.
10. Untuk menghilangkan air, uapkan ester menggunakan hot plate.
11. Tentukan kadar FFA, bilangan asam, viskositas kinematik dan massa jenis
dari ester yang diperoleh dan bandingkan dengan tahapan no 1.

3.4 Tabel Data


a. Data Pengamatan

No Bahan Rumus Volume Massa Titik FFA Massa Viskositas Keterangan


kimia molekul didih jenis
Esterifikasi : Sintesis Etil Asetat dan Metil Ester VI - 8

b. Refluks :
Waktu Media Suhu Suhu Warna Bau Keterangan Commented [u4]: Kurang spesifik, warna & bau?
penangas reactor Apa tidak sebaiknya di proses distilasi : residu / destilat

c. Distilasi
Suhu Berat atau volume
Cairan Uap Destilat Residu

IV. KESELAMATAN KERJA


1. Mengingat bahaya serta sifat bahan yang digunakan, maka untuk
keselamatan kerja perlu diperhatikan hal-hal tersebut di bawah ini :
2. Asam asetat glacial dan asam sulfat pekat bersifat korosif dan
menyebabkan iritasi. Jika mengenai kulit dapat menyebabkan luka. Uap
kedua asam tersebut bila terhirup akan menyulitkan pernafasan sehingga
harus disimpan di dalam lemari asam.
3. Dalam percobaan ini praktikan wajib mengenakan lab-jas, sarung tangan,
masker dan kaca mata pelindung. Diusahakan jangan sampai terhirup
bahan kimia tersebut di atas.
4. Bila terkena bahan –bahan kimia di atas, harus segera dicuci dengan air
bersih.
5. Esterifikasi sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam.

V. TUGAS MAHASISWA :
Siapkan dan pelajari mengenai MSDS (Material Safety Data Sheets)
bahan/zat kimia

VI. CARA PENGOLAHAN DATA


Esterifikasi : Sintesis Etil Asetat dan Metil Ester VI - 9

6.1 Perhitungan Yield Produk


Hitung yield dari etil asetat dan metil ester berdasarkan persamaan : Commented [u5]: Di modul tidak ada pemb metil asetat

Mol etil asetat= massa etil asetat (g) / berat molekul etil asetat (g/mol)
Mol metil ester = massa metil ester (g)/berat molekul metil ester (g/mol)

moletilasetatyangdiperoleh
Yield etil asetal =
molreak tan yangdigunakan
grametilasetat
=
gramreak tan

molmetilesteryangdiperoleh
Yield metil ester =
molreak tan yangdigunakan
grammetilester
=
gramreak tan

Sumber : Himmelblau, 1996

DAFTAR PUSTAKA
1. Fessenden, R. and Fessenden, J., 1982.,”Organic Chemistry”, 2nd Edition,
Willard Grant Press Publisher, Massachusetts, USA.
2. Groggins, P. H., “Unit Processes in Organic Synthesis”, fifth Edition,
International Student Edition, Mc. Graw – Hill Kogakusha, Ltd.
3. Himmelblau, D.M., 1996, “Basic Principles and Calculations in Chemical
Engineering”, sixth edition. By prentice Hall PTR, New Jersey.
4. Mittelbach, M. And Remschmidt,C., 2004, “Biodiesel The Comprehensive
Handbook”, Vienna: Baersedruct Ges mbH.
5. Othmer, K., 1982, “Encyclopedia of Chemical Technology”. Vol.8. Second
Completely Revised Edition, Interscience Publishers a division of John
Wiley & Sons, Inc.
6. Soerawidjaya, 2006. Jurnal : Intensifikasi Proses Produksi Biodiesel.
Bandung: ITB & PT. Rekayasa Industri.
Esterifikasi : Sintesis Etil Asetat dan Metil Ester VI - 10