Anda di halaman 1dari 6

2.2.

5 Asuhan Keperawatan
1) Pengkajian
a. Perilaku
Ansietas dapat dinyatakan secara lansung memalui perubahan
fisiologis dan prika atau tidak langsung melalui respon kognitif dan
efektif,termasuk terjadinya gejala atau mekanisme toping yang
dikembangkan sebagai pertahanan terhadap ansietas. Sipat dari respon
yng ditampilkan tergantung pada tingkat ansietasnya. Intensitas respon
meningkat dengan meningkatnya ansietas.
Dalam menggambarkan efek dari ansietas pada respon fisiologis,
tingkat ansietas ringan dan sedang meningkatkan kapasitas orang
sebaliknya, ansietas berat dan panik melumpuhkan kapasitas. Respon
fisiologin yang berhubungan dengan ansietas diatur terutama oleh otak
melalui sitem saraf otonom. Tubuh menyesuaikan secara internal tanpa
usaha sadar atu sukarela.
Ada 2 jenis respon otonom
 Parasimpatik-melindungi respon tubuh
 Simpatik – menaktifkan respon tubuh.
Reaksi simpatik paling sering terjadi pada respon ansietas reaksi ini
mempersiapkan tubuh untuk menghadapi situasi darurat dengan reaksi
fight-or-flight. Hal ini juga dapat memicu sindrom adaptasi umum.
Untuk beberapa orang reaksi parasipatis dapat hidup berdampingan
atau berdominasi serta menghasilkan efek yang berlawanan. Reaksi
fisologis lainnya juga mungkan jelas.
Respons prilaku klien ansietas memiliki 2 aspek yaitu kepribadian
dan interpersonal. Tingginya tingkat ansietas memengaruhi kordinasi
gerakan involunter, dan respons serta dapat mengganggu hubungan
manusia. Klien ansietas biasnya menarik diri dan mengurangi
keterlibatan interpersonal.
Fungsi kognitif juga diperngaruhi oleh ansietas, mengahsilkan
masalah konsentrasi, kebingungan, dan pemecahan masalah yang
buruk. Akhirnya perawat dapat mengkaji ansietas dari reaksi emosional
klien, atau respon efektif, melalui gambaran subjektif dari pengalaman
pribadi klien. Seringkali, klien menggambarkan diri dengan kekakuan
otot tubuh, gugup, gelisah, cemas, khawatir, atau resah.

Askep Gangguan Psikososial : Kecemasan 3


Klien mungkin menggambarkan perasaan marah, bosan, terhina,
depresi, jengkel, tidak berharga, cemburu, depresiasi diri, curiga, sedih,
atau tidak berdanya. Kombinasi emosi membuat perawat sulit
membedakan antara ansietas dan depresi, karena gambaran klien
mungkin serupa.

2) Perencanaan dan Implementasi


Rencana tindakan keperawatan pada ansietas berat dan panik.
Tujuan utama : Klien dapat mengurangi ansietasnya sampai tingkat
sedang atu tingkat ringan.
Tujuan khusus :
Klien mampu :
a. Membina hubungan saling percaya
b. Menyadari dan mengontrol
c. Perasaan sendiri menyadari dan mengontrol perasaan sendiri
d. Menyakinkan klien tentang manfaat mekanisme koping yang
bersifat melindunginya
e. Mengidentifikasi situasi yang dapat menyebabkan ansietas
f. Menganjurkan klien meningkatkan aktifitas sehari-hari

g. Meningkatkan keseahtan fisik dan kesejahtraan klien.

3) Intervensi
Tujuan khusus 1 :
 Dengarkan keluhan klien
 Dukung klien untuk mendiskusikan perasaanya
 Jawab pertanyaan klien secara langsung
 Tanyakan sikap menerima klin tanpa pamrih
 Hargai pribadi klien.
Tujuan khusus 2 :
 Bersikap terbuka
 Terimaan perasaan positif maupun negatif termasuk perkembangan
ansietasnya

 Pahami perasaan anda dengan cara yang terapeutik

Tujuan khusus 3:
 Menerima dan memberikan dukungan pada klien tanpak
mnenetang kenyakinannya
 Sadari kenyakinan tentang rasa sakit yang dikaitkan dengan
mekanisme koping

Askep Gangguan Psikososial : Kecemasan 4


 Beriumpam balik pada klien mengenai prilaku stressor,penilaian
dan sumber koping
 Dukung ide-ide tentang kesehatan fisik yang berkaitan dengan
kesehatan emosionalnya
 Beri batasan prilaku yang maladaptif dengan cara yang mendukung

Tujuan khusus 4:
 Tunjukan sifat yang tenang
 Menciptakan situasi dan lingkungan yang tenang
 Batasi interaksi klien lain untuk mengurangi rangsangan yang dapat
menimbulkan ansietas
 Indentifikasi dan modifikasi situasi yang dapat menyebabkan
ansietas
 Beri bantuan trapi fisik seperti massage

Tujuan khusus 5:
 Beriaktifitas yang bersifat mendukung atau menguatkan prilaku
sosial yang produktif
 Beri klien latihan fisik sesuai bakat dan kemampuan
 Rencanakan jadwal aktifitas yang dapat dilakukan sehari-hari
 Libatkan keluarga dan sistem pendukung lainnya

Tujuan khusus 6:
 Beri obat untuk membantu menurunkan ketidak nyamanan klien
 Amati efek samping obat

 Berikan pendidikan kesehatan pada klien

4) Rencana tindakan pada ansietas sedang


Tujuan umum : klien dapat menyelesaikan masalahnya dan mengatasi
stres
Tujuan khusus :
Klien mampu:
 Menjalin dan mempertahankan hubungan saling percaya
 Membantu dirinya untuk menyadari dan mengenal stres
 Membantu dirinya untuk menegenal ansietasnya
 Memperluas kesadarannya terhadap perkembangan ansietas
 Membantu dirinya mempelajari respons koping baru yang efektif

 Meningkatkan respons relaksasi.

Askep Gangguan Psikososial : Kecemasan 5


5) Implementasi
Tujuan khusus 1:
 Jadi pendengar yang baik, hangat dan responsif
 Beri waktu yang cukup pada klien untuk bersespon

 Beri dukungan pada klien untuk mengekspresikan dirinya.

Tujuan khusus 2:
 Kenali perasaan perawat sendiri
 Identifikasi pila prilaku klien yang dapat menimbulkan perasaan
negatif akibat pendekatan perawat

 Bersama klien gali prilaku mal adaktif sehingga klien dapat belajar
dan berkembang.
Tujuan khusus 3:
 Bantu klien untuk mengidentifikasikan daan mengungkapkan
perasaanya.
 Kaitkan prilaku klien dengan persaannya.
 Palidati kesimpulan dan asumsi klien

 Gunakan teknik komprontasi yang positif

Tujuan khusus 4 :
 Bantu klien menjelaskan situasi dan interaksi yang mendahului
ansietas
 Bersama klien tinjau kembali penilaian klien terhadap setresor yang
dapat mengancam dan menimbulkan konflik

 Kaitkan pengalaman sekarang dengan pengalaman masalalu klien


yang relevan

6) Teknik relaksasi
Tujuannya :
Untuk meningkatkan respon kegiatannya:
 Jalin dan pertahankan hubungan saling percanya.
 Diskusikan perubahan fisiologis yang berhubungan relaksasi
 Ajarkan relaksasi otot yang mendalam melalui latihan relaksasi
yang beruntun.
 Sertakan klien dalam prosedur progresif sehingga ketegangan
seluruh tubuhnya menjadi rileks

Askep Gangguan Psikososial : Kecemasan 6


 Jelaskan prosedur relaksasi dan komponennya. Uraikan elemen-
elemen meditasi dan bnatu klien untuk menggunakan teknik
relaksasi.
 Bantu mengatasi situasi yang dapat menimbulkan ansietas.
 Bersama klien menyususn jenjang dari situasi yang dapat
menimbullkan ansietas
 Lakukan relaksasi yang sistematis
 Lakukan imajinasi atau frealitas dengan menggunakan teknik
relaksasi
 Berikan fasilitas pengguanaan teknik relaksasi secara praktis dalam
lingkungan yang aman.
 Fasilitasi klien untuk bermain peran dengan perawat tentang situasi
yang dapat menimbulakan stres.

7) Evaluasi
 Ancaman terhadap integritas fisik dan harga diri klien menurun
 Tingkah laku klien merepleksikan tingkat ansietas ringan atau
sedang
 Sumber koping di kaji dan digunakan
 Klien mengenal ansietasnya dan menyadari perasaan tersebut
 Klien mempelajari strategi adaptif yang baru untuk menurunkan
ansietasnya
 Klien menggunakan ansietas untuk meningkatkan perkembangan
dan pertumbuhannya.

Askep Gangguan Psikososial : Kecemasan 7


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Gangguan psikososial adalah setiap perubahan dalam kehidupan individu
baik yang bersifat psikologis ataupun sosial yang mempunyai pengaruh timbal
balik dan dianggap berpotensi cukup besar. Adapun ciri-cirinya seperti cemas,
mudah tersinguung, sulit berkonsentrasi, bersifat ragu-ragu, merasa kecewa,
pemarah, serta adanya reaksi fisik seperti jantung berdebar maupun sakit kepala.
Ansietas adalah respon emosional terhadap penilaian indivudu yang
subjektif, yang dipengaruhi alam bawah sadar dan tidak diketahui secara khusus
penyebabnya. Ansietas juga hal yang sangat akrab dengan kehidupan sehari-hari
yang menggambarkan keadaan khawatir, gelisah, takut, tidak tentram disertai
berbagai keluhan fisik keadaan tersebut dapat terjadi atau menyertai kondisi
situasi kehidupan dan berbagai gangguan kesehatan. Ansietas juga terdapat
beberapa tingkatan yaitu ansietas ringan, sedang, berat, dan panik.

3.2 Saran
3.2.1 Bagi Mahasiswa
Diharapkan dapat dijadikan sebagai tambahan ilmu dan referensi ketika
akan membuat sebuah makalah yang berkualitas dengan gangguan
kecemasan.
3.2.2 Bagi Institusi Pendidikan
Dirahapkan dapat menambah daftar kepustakaan terkhusus pada
keperawatan jiwa.

Askep Gangguan Psikososial : Kecemasan 8