Anda di halaman 1dari 14

PEMBAHASAN

I. Membuat Laporan Akuntansi Keuangan Berdasarkan USALI Pada Industri Hotel


Akuntansi bertujuan memberikan informasi mengenai operasional hotel. Dengan
informasi keuangan ini, manajemen akan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat.
Manajemen memerlukan informasi keuangan dengan tujuan perencanaan, analisis dan
pengendalian. Dengan informasi keuangan yang sekarang, manajemen dapat merencanakan
kegiatan periode yang akan datang, berupa anggaran periode yang akan datang. Selain itu,
manajemen juga dapat melakukan analisis dan pengendalian yang lebih baik untuk aktivitas
operasional hotel. Informasi keuangan untuk keputusan ekonomis hotel bersumber dari:

1. Laporan Rugi-Laba (Income Statement);


2. Neraca (Balance Sheet);
3. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement);
4. Catatan atas Laporan Keuangan (Notes to Financial Statement).

Sistem akuntansi yang lazim diterapkan di industri perhotelan adalah Uniform System
of Accounts for Hotel (USAH). Sistem ini awalnya dikembangkan di Amerika Serikat oleh
perhimpunan pengusaha hotel di New York pada tahun 1925. Dengan berkembangnya
industri perhotelan bersistem jaringan (Chain Hotel) di Indonesia, hotel-hotel dengan
jaringan tertentu yang beroperasi di Indonesia mengadopsi Uniform System of Accounts for
Hotel ini, USAH pun terus dikembangkan. Kini USAH berkembang menjadi Uniform System
of Accounts for The Lodging Industry disingkat USALI. Sistem ini memberikan beberapa
manfaat diantaranya keseragaman pemahaman untuk istilah yang lazim diterapkan di bisnis
perhotelan. Misalnya, istilah gross operating profit (GOP) yang merupakan laba seluruh
departemen minus biaya-biaya departemen yang bersangkutan minus undistributed operating
expenses. Dalam USALI, terminologi yang diterapkan untuk gross operating profit adalah
income after undistributed operating expenses. Manfaat lainnya adalah data keuangan untuk
hotel dengan kelas yang sama dapat dibandingkan. Manfaat selanjutnya terutama dirasakan
oleh pihak ketiga, yaitu membuat data runut waktu dengan tujuan kompilasi dan interpretasi
lebih lanjut.
Akuntansi keuangan hotel merupakan akuntansi departemental. Artinya, setiap
departemen hotel melaporkan hasil operasinya pada periode tertentu. Misalnya, kantor depan
hotel melaporkan aktivitasnya setiap bulan. Penjualan kamar yang terjadi dalam sebulan
dilaporkan bersamaan dengan biaya-biaya yang diserap untuk menghasilkan penjualan kamar
1
seperti biaya gaji dan upah, biaya alat tulis kantor, biaya yang dipakai habis di kamar tamu,
dan lain seagainya. Kantor depan juga melaporkan laba departemen yang di capai pada bulan
atau periode tahun tertentu.
1. Laporan Rugi-Laba
Sebagai industri jasa, hotel memiliki laporan keuangan yang sesuai dengan aktivitas
bisnisnya. Salah satu laporan keuangan hotel yang penting adalah laporan rugi-laba. Dalam
laporan rugi-laba, yang dilaporkan adalah penjualan, harga pokok penjualan, biaya-biaya
yang terjadi pada departemen yang bersangkutan, biaya-biaya operasional hotel yang tidak
didistribusikan ke masing-masing departemen hotel (undistributed operating expenses),
biaya-biaya tetap seperti depresiasi, sewa, bunga, pajak penghasilan, dan laba bersih. Jadi,
laporan rugi-laba merupakan laporan yang sistematis mengenai penjualan, harga pokok, dan
biaya serta laba (rugi) untuk periode tertentu. Periode tertentu dapat dalam satu bulan, tiga
bulan atau satu tahun. Secara teknis, operasional laporan rugi-laba hotel disiapkan setiap
bulan sebagai laporan antara (interim report) untuk kepentingan internal manajemen hotel
yang bersangkutan. Laporan rugi-laba yang disiapkan setiap bulan memberikan gambaran
kepada manajemen hotel pencapaian sasaran yang dicapai setiap bulan sehingga tindakan
koreksi dapat dilaksanakan lebih cepat.

2. Neraca
Neraca merupakan salah satu laporan keuangan hotel yang penting. Dalam neraca
dilaporkan posisi kekayaan hotel seperti kas, piutang, persediaan, aktiva lancar lain-lain,
gedung dan perlengkapan gedung, aktiva tetap lain-lain, dan tanah. Disamping kekayaan
hotel, neraca juga melaporkan kewajiban hotel yang terdiri dari utang dagang, utang pajak,
utang gaji, utag jangka pendek, utang jangka panjang serta modal.

3. Hubungan Laporan Rugi-Laba dengan Neraca


Laporan rugi-laba merupakan laporan yang mencakup aktivitas hotel untuk jangka
waktu setahun. Bila dalam jangka waktu operasi setahun tersebut hotel menghasilkan laba
(penjualan lebih besar daripada seluruh biaya yang terjadi) maka laba yang dihasilkan pada
periode tertentu, misalnya pada 2011, akan dilaporkan pada neraca 2011, per 31 Desember
2011 dibawah judul rekening modal, pada rekening laba yang ditahan. Laba periode ini
dicantumkan pada rekening laba yang ditahan karena laba ini pada saat pencatatan belum
didistribusikan kepada pemilik hotel berupa dividen.

Berikut ini adalah gambaran hubungan antara laporan rugi-laba dengan neraca:
1 Januari 31 Desember

2
Laporan Rugi – Laba Neraca

4. Elemen-elemen Laporan Keuangan Departemen Hotel


Akuntansi keuangan hotel merupakan akuntansi departemental. Disebut demikian
karena setiap departemen hotel melaporkan aktivitasnya selama periode tertentu.
Departemen kamar akan melaporkan aktivitasnya setiap periode (setiap bulan misalnya),
demikian pula halnya dengan departemen makanan dan minuman, dan departemen-
departemen hotel lainnya. Laporan aktivitas setiap departemen ini (penjualan dan biaya-
biaya departemental yang diserap untuk periode tertentu) pada laporan keuangan merupakan
lampiran laporan keuangan hotel.
1. Laporan Rugi-Laba Departemen Kamar
a. Penjualan Kamar
Pada laporan rugi-laba departemen kamar dicantumkan semua sumber penjualan
jasa kamar untuk periode tertentu (sebulan, tiga bulan, atau setahun). Sumber-
sumber penjualan jasa kamar dari transient regular, transient group, permanent,
dan penjualan kamar tambahan (extraroom revenues).
b. Allowance
Allowance merupakan penyesuaian harga kamar untuk yang melampaui perjanjian
sebelumnya. Kesalahan pembebanan harga kamar yang terjadi pada saat tamu
check-in dan diperbaiki beberapa hari kemudian, atau pada saat check-out, disebut
allowance. Jadi, allowance adalah istilah teknis untuk memperbaiki kesalahan
pembebanan harga kamar yang terjadi pada waktu yang lampau (kemarin atau
beberapa hari yang lalu).
c. Biaya-biaya Operasional Langsung
Biaya-biaya yang terjadi pada departemen kamar dibebankan langsung ke
departemen kamar seperti gaji dan upah, employee benefits, biaya tembikar
(chinaware), bahan habis pakai (guest supplies, cleaning supplies, paper supplies),
komisi, seragam, pelatihan (training), dan biaya resevasi.
d. Laba (Rugi) Departemen Kamar
Laba departemen kamar didapat dengan mengurangkan penjualan dengan seluruh
biaya yang diserap oleh departemen kamar.
2. Laporan Laba-Rugi Departemen Makanan dan Minuman
a. Penjualan Makanan dan Minuman
Pada penjualan dicantumkan sumber-sumber penjualan makanan dan minuman,
yaitu restoran, coffee shop, room service dan bar.

3
b. Allowance
Allowance adalah istilah teknis untuk memperbaiki kesalahan pembebanan harga
makanan dan minuman yang terjadi kemarin atau beberapa hari yang lalu.
c. Harga Pokok Makanan dan Minuman
Harga pokok merupakan harga pokok bahan makanan yang digunakan untuk
menghasilkan penjualan. Harga pokok makanan di industri perhotelan dihitung
hanya untuk bahan makanan yang digunakan untuk memproduksi makanan. Biaya-
biaya lain seperti tenaga kerja dan penyusutan tidak dibebankan ke hara pokok
karena biaya tenaga kerja dibebankan ke departemen yang bersangkutan. Adapun
penyusutan peralatan dibebankan ke rekening penyusutan. Pendekatan yang sama
diterapan untuk menentukan harga pokok minuman. Harga pokok dibebankan
menjadi harga pokok makanan dan minumanhang dikonsumsi dan harga pokok
makanan yang dijual. Harga pokok makanan yang dikonsumsi adalah harga pokok
makanan yang digunakan untuk memproduksi makanan yang ditawarkan. Harga
pokok makanan yang dibebankan sesuai dengan jumlah harga pokok makanan
yang keluar dari gudang makanan. Adapun harga pokok makanan yang dijual
didapat dari harga pokok makanan yang dikonsumsi minus harga pokok makanan
untuk karyawan dan harga pokok makanan untuk karyawan dan harga pokok untuk
tujuan promosi dan tujuan lain seperti pertemuan dengan dewan direksi/pemilik
hotel. Hotel lazimnya memberikan makanan dan minuman satu kali selama
karyawan hotel bertugas. Harga pokok untuk makanan dan minuman pada akhirnya
dibebankan pada rekening employee benefits, pendekatan yang sama diterapkan
untuk menentukan harga pokok minuman yang dijual.

4
d. Biaya-biaya
Biaya-biaya yang terjadi di departemen makanan dan minuman dibebankan kepada
departemen ini. Biaya-biaya dimaksud adalah gaji dan upah, employee benefits,
biaya tembikar, bahan habis pakai (guest supplies, cleaning supplies, paper
supplies), komisi, seragam, pelatihan (training), dan biaya musik dan artis.
e. Laba (Rugi) Departemen Makanan dn Minuman
Laba departemen makanan dan minuman didapat dengan mengurangkan penjualan
dengan harga pokok dan seluruh biaya yang diserap oleh departemen makanan dan
minuman.
3. Laporan Rugi-Laba Minor Operated Departments
Departemen lain yang menghasilkan penjualan seperti telepon, laundry dan dry
cleaning (lazim dikelompokkan ke dalam minor operated departments) juga membuat
laporan rugi-laba dengan pendekatan sama dengan departemen kamar dan departemen
makanan dan minuman.
4. Undistributed Operating Expenses
Departemen yang hanya menyerap biaya dan tidak menghasilkan penjualan (seperti
departemen administrasi dan umum, pengolahan data, human resources, transportasi,
pemasaran, pemeliharaan dan biaya energi) hanya melaporkan semua biaya yang terjadi
di departemen tersebut untuk periode tertentu. Dengan laporan ini, aktivitas tetap
separtemen hotel dapat diketahui dan dikendalikan.

5. Contoh Laporan Keuangan Hotel

HOTEL KONTEMPORER
NERACA
PER 31 DESEMBER 20XX
(dalam rupiah)
Aktiva Pasiva
Aktiva Lancar Utang Lancar
Kas xxx.xxx.xxx Utang dagang xxx.xxx.xxx
Investasi jangka pendek xxx.xxx.xxx Utang yang diperhitungkan xxx.xxx.xxx
Piutang xxx.xxx.xxx Uang muka pemesanan kamar xxx.xxx.xxx
Penyisihan piutang ragu-ragu (xxx.xxx.xxx) Porsi utang jangka panjang xxx.xxx.xxx
Persediaan xxx.xxx.xxx Utang pajak penghasilan xxx.xxx.xxx
Pembayaran di muka xxx.xxx.xxx
Jumlah Aktiva Lancar xxx.xxx.xxx Jumlah utang lancar xxx.xxx.xxx

Aktiva Tetap Utang Jangka Panjang


Tanah xxx.xxx.xxx Hipotek xxx.xxx.xxx
Mesin dan peralatan xxx.xxx.xxx
Gedung dan perlengkapan
xxx.xxx.xxx Jumlah utang jangka panjang xxx.xxx.xxx
gedung
5
Furniture and fixtures xxx.xxx.xxx
Kendaraan xxx.xxx.xxx Modal
Aktiva operasional xxx.xxx.xxx Saham xxx.xxx.xxx
Akumulasi penyusutan (xxx.xxx.xxx) Agio saham xxx.xxx.xxx
Beban yang ditangguhkan xxx.xxx.xxx Laba yang ditahan xxx.xxx.xxx
Jumlah aktiva tetap xxx.xxx.xxx Jumlah modal xxx.xxx.xxx

Jumlah Aktiva xxx.xxx.xxx Jumlah Pasiva xxx.xxx.xxx

HOTEL KONTEMPORER
LAPORAN RUGI-LABA
PERIODE SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 20XX
(dalam rupiah)

Pendapatan Departemen Jumlah


Kamar xxx.xxx.xxx
Makanan dan minuman xxx.xxx.xxx
Telekomunikasi xxx.xxx.xxx
Binatu xxx.xxx.xxx
Lainnya xxx.xxx.xxx
Jumlah xxx.xxx.xxx
Biaya dan Harga Pokok
Kamar (xxx.xxx.xxx)
Makanan dan minuman (xxx.xxx.xxx)
Telekomunikasi (xxx.xxx.xxx)
Binatu (xxx.xxx.xxx)
Lainnya (xxx.xxx.xxx)
Laba Departemen xxx.xxx.xxx
Biaya Tidak Didistribusikan
Administrasi dan umum (xxx.xxx.xxx)
Pemasaran (xxx.xxx.xxx)
POMEC (xxx.xxx.xxx)
Laba Setelah Biaya Tidak Didistribusikan xxx.xxx.xxx
Asuransi (xxx.xxx.xxx)

Laba Sebelum Biaya Bunga, Depresiasi, Amortisasi, dan Pajak xxx.xxx.xxx

Biaya Bunga (xxx.xxx.xxx)


Laba Sebelum Depresiasi, Amortisasi, dan Pajak xxx.xxx.xxx
Depresiasi dan amortisasi (xxx.xxx.xxx)
6
Laba Sebelum Pajak xxx.xxx.xxx
Pajak (xxx.xxx.xxx)
Laba Bersih xxx.xxx.xxx

II. MEMBUAT LAPORAN AKUNTANSI MANAJEMEN YANG TERDIRI DARI


STATISTIC DAN DEPARTMENTAL STATEMENT

Sistem pelaporan keuangan hotel didasarkan pada pendekatan perilaku (behavioral


approach), yaitu dengan memperhatikan tujuan dan motivasi penggunaan laporan. Dengan
demikian sistem pelaporan dibedakan menjadi:

1. Laporan akuntansi keuangan

2. Laporan akuntansi manajemen

Bagamanapun, dalam pelaksanaannya terdapat kaitan yang sangat erat antara


akuntansi manajemen dengan akuntansi keuangan terutama yang menyangkut masalah sistem
akuntansi keuangan, terutama yang menyangkut bagan perkiraan serta prosedur akuntansi
keuangan.

Laporan akuntansi manajemen dapat pula berbentuk analisa keuangan atas laporan
akuntansi keuangan khususnya yang berkaitan dengan neraca dan laporan laba rugi. Analisa
keuangan merupakan salah satu metode yang dapat menunjukkan kekuatan dan kelemahan
perusahaan dari berbagai aspek keuangan. Hasil analisa ini diperlukan oleh berbagai pihak
baik eksternal maupun internal untuk mengevaluasi kondisi perusahaan serta untuk dapat
memprediksi kemampuan perusahaan di masa yang akan datang.

1. Laporan Akuntansi Keuangan

Laporan akuntansi keuangan disususn berdasarkan SAK, sehingga secara garis besar
tidak banyak terdapat perbedaan dengan laporan akuntansi keuangan yang disusun oleh
industri lain. Hal yang menjadi ciri utama yang membedakan dengan industri lainnya hanya
menyangkut masalah banyaknya jenis pendapatan (meliputi perusahaan dagang, perusahaan
jasa, perusahaan manufaktur, dan jasa broker). Demikian juga halnya dengan perhitungan
harga pokok yang disesuaikan dengan jenis penjualan tersebut. Analisa laporan keuangan
dapat dilakukan dengan berbagai metode antara lain:
7
a. Analisis rasio
b. Analisis horisontal

c. Analisis vertikal

d. Analisis sumber dan penggunaan dana

e. Pengukuran kesehatan dan kinerja keuangan dari berbagai persepsi

2. Laporan Akuntansi Manajemen

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yang berkaitan dengan penyusunan
laporan akuntansi manajemen seperti:

a. Laporan akuntansi manajemen tidak terikat pada kaidah yang ditentukan dalam SAK.
b. Laporan akuntansi manajemen lebih menekankan pada relevansi informasi yang
dihasilkan sebagai dasar pengambilan keputusan,

c. Laporan akuntansi manajemen tidak hanya didasarkan pada data historis tapi juga
meliputi penafsiran serta prediksi di masa yang akan datang.

d. Laporan akuntansi manajemen tidak semata-mata melaporkan informasi dalam satuan


unit uang tetapi juga meliputi satuan ukur yang lain.

Adapun yang menjadi tujuan pelaporan akuntansi manajemen meliputi hal-hal sebagai
berikut:

a. Mengukur dan menilai kinerja suatu unit, departemen atau organisasi secara
keseluruhan.
b. Memberikan informasi kepada manajemen secara cepat dan akurat dalam rangka
pengambilan keputusan.

c. Membantu manajemen dalam menentukan atau menyusun perencanaan.

3. Bentuk Dan Kerangka Laporan Akutansi Manajemen

Laporan akuntansi manajemen pada dasarnya menunjukkan perbandingan antara


anggaran dan realisasi. Dengan bentuk seperti ini, pemakai diharapkan mampu memantau
secara lebih dini adanya penyimpangan yang terjadi untuk segera mengambil keputusan serta

8
tindakan perbaikan. Dengan demikian laporan akuntansi manajemen memerlukan data
proyeksi yang objektif sehingga keputusan yang dihasilkan tidak bersifat bias. Perencanaan/
anggaran yang dibuat merupakan salah satu tolak ukur dalam melakukan penilaian dan
pengendalian. Proses pengendalian umumnya terdiri dari beberapa tahap sebagai berikut:

a. Penentuan pelaksanaan pekerjaan serta tolak ukur keberhasilan suatu pusat


pertanggungjawaban.
b. Pendelegasian wewenang.

c. Supervisi pelaksanaan.

d. Pengukuran kerja.

e. Perbandingan antara anggaran dan realisasi. Selisih antara anggaran dan realisasi
diidentifikasi dan diuraikan lebih jauh dengan berbagai metode yang dapat
memberikan jalan keluar.

Tahap pengendalian di atas relatif sama dengan pengendalian di setiap industri. Hal
yang spesifik adalah terletak pada unit organisasi serta sifat pertanggungjawaban serta tolak
ukur keberhasilan yang sesuai dengan struktur organisasi yang ada di hotel. Laporan yang
disusun berdasarkan responsibility centre yang ada di hotel diharapkan dapat dipakai untuk
mengevaluasi pencapaian target bagi setiap responsibility centre serta mendorong terjadinya
peningkatan prestasi.

4. Laporan Manajemen

Pihak manajemen memerlukan laporan hasil aktivitas dalam suatu periode, di mana
laporan ini digunakan sebagai dasar untuk membuat perencanaan strategis dan sebagai tolak
ukur dalam pengambilan keputusan. Adapun laporan yang dihasilkan meliputi:

a. Laporan departemental, yang menjelaskan tentang hasil aktivasi dalam suatu periode
untuk masing-masing departemen operasi dan departemen pendukung (overhead).
Laporan ini digunakan sebagai informasi pendukung laporan keuangan.
b. Statistik, yaitu laporan yang memberikan informasi tentang jumlah kamar yang
tersedia dijual (room avaliable), jumlah tingkat hunian (room accupied), persentase
tingkat hunian (% of occupancy), harga jual kamar rata-rata (average room rate),

9
jumlah tamu yang menginap (number of guest), dan informasi lainnya. Informasi
tentang statistik hotel bisa dilihat pada Daily of sales.

c. Laporan keuangan, terdiri dari:

1. Laporan laba rugi (income statement), menjelaskan tentang pendapatan dan beban
dari hasil operasi dalam suatu periode.
2. Neraca (balance sheet), yang menjelaskan tentang hubungan antara aktiva,
kewajiban dan modal dalam laporan posisi keuangan dari operasi dari operasi
pada suatu periode keuangan.
3. Laporan arus kas (statement of cash flow), menjelaskan tentang perubahan dalam
posisi kas, baik pada pada sumber maupun penggunaan kas.

10
PEMBAHASAN KASUS

1. Sebutkan dan jelaskan bentuk-bentuk laporan manajemen yang dihasilkan


pada industri perhotelan!

Jawab : Adapun laporan yang dihasilkan meliputi:

1) Laporan departemental, yang menjelaskan tentang hasil aktivasi dalam


suatu periode untuk masing-masing departemen operasi dan
departemen pendukung (overhead). Laporan ini digunakan sebagai
informasi pendukung laporan keuangan.
2) Statistik, yaitu laporan yang memberikan informasi tentang jumlah
kamar yang tersedia dijual (room avaliable), jumlah tingkat hunian
(room accupied), persentase tingkat hunian (% of occupancy), harga
jual kamar rata-rata (average room rate), jumlah tamu yang menginap
(number of guest), dan informasi lainnya. Informasi tentang statistik
hotel bisa dilihat pada Daily of sales.
3) Laporan keuangan, terdiri dari:
a. Laporan laba rugi (income statement), menjelaskan tentang
pendapatan dan beban dari hasil operasi dalam suatu periode.
b. Neraca (balance sheet), yang menjelaskan tentang hubungan
antara aktiva, kewajiban dan modal dalam laporan posisi keuangan
dari operasi dari operasi pada suatu periode keuangan.
c. Laporan arus kas (statement of cash flow), menjelaskan tentang
perubahan dalam posisi kas, baik pada pada sumber maupun
penggunaan kas.

2. Berikan contoh format laporan keuangan pada industri perhotelan!


Jawab :
Berikut contoh format laporan keuangan pada industry perhotelan adalah

11
HOTEL KONTEMPORER
NERACA
PER 31 DESEMBER 20XX
(dalam rupiah)
Aktiva Pasiva
Aktiva Lancar Utang Lancar
Kas xxx.xxx.xxx Utang dagang xxx.xxx.xxx
Investasi jangka pendek xxx.xxx.xxx Utang yang diperhitungkan xxx.xxx.xxx
Piutang xxx.xxx.xxx Uang muka pemesanan kamar xxx.xxx.xxx
Penyisihan piutang ragu-ragu (xxx.xxx.xxx) Porsi utang jangka panjang xxx.xxx.xxx
Persediaan xxx.xxx.xxx Utang pajak penghasilan xxx.xxx.xxx
Pembayaran di muka xxx.xxx.xxx
Jumlah Aktiva Lancar xxx.xxx.xxx Jumlah utang lancar xxx.xxx.xxx

Aktiva Tetap Utang Jangka Panjang


Tanah xxx.xxx.xxx Hipotek xxx.xxx.xxx
Mesin dan peralatan xxx.xxx.xxx
Gedung dan perlengkapan gedung xxx.xxx.xxx Jumlah utang jangka panjang xxx.xxx.xxx
Furniture and fixtures xxx.xxx.xxx
Kendaraan xxx.xxx.xxx Modal
Aktiva operasional xxx.xxx.xxx Saham xxx.xxx.xxx
Akumulasi penyusutan (xxx.xxx.xxx) Agio saham xxx.xxx.xxx
Beban yang ditangguhkan xxx.xxx.xxx Laba yang ditahan xxx.xxx.xxx
Jumlah aktiva tetap xxx.xxx.xxx Jumlah modal xxx.xxx.xxx

Jumlah Aktiva xxx.xxx.xxx Jumlah Pasiva xxx.xxx.xxx

HOTEL KONTEMPORER
LAPORAN RUGI-LABA
PERIODE SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 20XX
(dalam rupiah)

Pendapatan Departemen Jumlah

Kamar xxx.xxx.xxx
Makanan dan minuman xxx.xxx.xxx
Telekomunikasi xxx.xxx.xxx
Binatu xxx.xxx.xxx
Lainnya xxx.xxx.xxx
Jumlah xxx.xxx.xxx

Biaya dan Harga Pokok

Kamar (xxx.xxx.xxx)
Makanan dan minuman (xxx.xxx.xxx)
Telekomunikasi (xxx.xxx.xxx)
Binatu (xxx.xxx.xxx)
Lainnya (xxx.xxx.xxx)
Laba Departemen xxx.xxx.xxx

12
Biaya Tidak Didistribusikan

Administrasi dan umum (xxx.xxx.xxx)

Pemasaran (xxx.xxx.xxx)
POMEC (xxx.xxx.xxx)
Laba Setelah Biaya Tidak Didistribusikan xxx.xxx.xxx
Asuransi (xxx.xxx.xxx)

Laba Sebelum Biaya Bunga, Depresiasi, Amortisasi, dan Pajak xxx.xxx.xxx

Biaya Bunga (xxx.xxx.xxx)


Laba Sebelum Depresiasi, Amortisasi, dan Pajak xxx.xxx.xxx
Depresiasi dan amortisasi (xxx.xxx.xxx)
Laba Sebelum Pajak xxx.xxx.xxx
Pajak (xxx.xxx.xxx)

Laba Bersih xxx.xxx.xxx

13
DAFTAR PUSTAKA

Ariyanto, Dodik, M.M. Ratna Sari, Widanaputra.2016. Akuntansi Perhotelan Pendekatan


Sistem Informasi Berbasis Usali.

Widanaputra,AA. GP, dkk. 2009. Akuntansi Perhotelan Pendekatan Sistem Informasi.


Yogyakarta: Graha Ilmu

14

Anda mungkin juga menyukai