Anda di halaman 1dari 10

1.

Banyak orang yang ingin memiliki tubuh yang tinggi, sampai harus menjalani bedah
ortopedi, namun selain melalui proses bedah juga dibarengi dengan suplemen peninggi
badan merek tertentu/dengan suntik hormon pertumbuhan. Bagaimana suplemen atau
suntikan tersebut dapat merangsang pertumbuhan tinggi badan? Dan bagaimana bisa
suatu hormon pertumbuhan itu dilakukan perbanyakan(kloning)?

suplemen peninggi badan merupakan asupan high calcium dan zink yang
akan membantu kecukupan nutrisi untuk membantu tubuh berkembang optimal.
Suplemen peninggi badan mengandung komposisi utama AA-Ca (Amino Acid
Calcium / Kalsium Asam Amino) yang merupakan kalsium organik. Dan juga zink.
Kedua zat ini lah yang bekerjasama dalam tubuh untuk merangsang pertumbuhan
tinggi badan. Sementara untuk suntik hormon pertumbuhan, tentu saja dengan
disuntikkannya hormon pertumbuhan akan meningkatkan pertumbuhan tubuh kita
dengan ditandai bertambahnya tinggi badan. Lalu bagaimana hormon tersebut dapat
dilakukan perbanyakan?
Aplikasi DNA Rekombinan Dalam Produksi Hormon GH Oleh Bakteri E.coli

Produksi hormon pertumbuhan manusia menggunakan bakteri E.coli telah


menarik perhatian orang pada beberapa prilaku rekayasa genetika. Hormon
pertumbuhan manusia (HGH= Human Growth Hormone) adalah suatu rantai
polipeptida tunggal yang mempunyai 191 asam amino dan diproduksi dalam kelenjar
pituitaria (kelenjar pada infundibulum otak). Seperti insulin, hormone GH tidak
terglirosilasi. Hormon pertumbuhan mengendalikan pertumbuhan tubuh kita. Tubuh
kecil orang kerdil disebabkan karena kekurangan hormon pertumbuhan.

Secara terperinci, pembuatan hormon pertumbuhan secara Rekombinan


dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

a. Mengekstraksi mRNA dari sample infundibulum otak manusia, dengan


menggunakan pelarut untuk melepaskan protein tanpa mempengaruhi
DNA/RNA. Sebagian mRNA manusia mempunyai ekor yang terdiri dari basa
adenin yang berpasangan dengan timin dan sitosin dengan guanin.
b. Hal ini mendesak mRNA untuk bergeser ke arah bead (affinity
chromatography). Sebagian besar DNA dan non-mRNA tidak dapat melekat
pada bead dan keduanya terpisah dari mRNA

c. Plasmid disisipkan ke bakteri secara transformasi sehingga banyak salinan


plasmid yang akan dibuat. Biasanya setiap bakteri memilki satu plasmid,
seperti pada Escherichia coli. Bakteri rekombinan yang baru memiliki gen
yang baru. DNA mengkode sebuah protein yang menginstruksi bakteri untuk
membuat mRNA baru yang membuat protein baru. Tujuannya untuk
menciptakan bakteri yang menghasilkan hormon pertumbuhan bagi manusia.

d. Karena sejumlah mRNA telah diekstraksi, maka terdapat gen aktif pada
infundibulum otak. Untuk menemukan bakteri rekombinan spesifik dengan
hormon pertumbuhan (GH) sebagai target spesifik, dibutuhkan peta. Pada
proses ini, perlu dibedakan baik sekuen GH DNA ataupun protein GH. Sel
yang dapat mengekspresikan GH dengan benar diidentifikasi. Kemudian
dapat berkembang dalam jumlah banyak dalam media yang dibuat dalam
asam amino, vitamin dan gula, sehingga GH dalam jumlah banyak dapat
diproduksi dengan cepat (bakteri menggandakan diri setiap 40 menit). Sel
dipecah, kemudian memurnikan GH dari protein bakteri dengan
kromatografi.

e. Mengemas GH murni, lalu simpan di vial atau injeksi.


Dengan menggunakan kombinasi dari sintesis kimia DNA dan sintesis
enzimatik cDNA, telah diproduksi suatu rangkaian yang mengkode asam-asam
amino 1-14 telah disintesis secara kimia. Langsung di depan kodon pertama,
ditambahkan suatu trio (triplet) basa (ATG) yang menspesifikasi asam amino
metionin. Bila permulaan dari gennya telah disintesis secara kimia untuk
menjamin permulaan yang tepat dari proteinnya, maka diperoleh suatu rangkaian
DNA yang mengkode sisa dari rantai polipeptida yaitu, residu asam amino 25-
19,1 dengan membuat kopikopi cDNA dari preparat-preparat mRNA dari sel-sel
pituitaria manusia. Kedua fragmen DNA ini kemudian diklonkan secara terpisah.
Fragmen-fragmen DNA-nya dimurnikan kembali dan disambung menjadi satu
untuk menghasilkan rangkaian DNA lengkap untuk hormon pertumbuhan
manusia mulai dengan suatu prodon inisiator yaitu metionin, diikuti oleh
rangkaian untuk 191 asam amino dalam protein masak, dan berakhir dengan
sinyal untuk menghentikan sintesis protein. Kemudian gen dimasukkan ke dalam
suatu vektor ekspresi dan dimasukkan ke dalam E.coli kemudian diarahkan untuk
membuat pertumbuhan manusia.

2. Kita pernah mendengar mengenai tanaman transgenik yang merupakan salah satu upaya
pemuliaan tanaman sebagai contoh tanaman transgenik kentang yang tahan terhadap
hama. Bagaimana sebenarnya cara pemuliaan tanaman melalui rekayasa DNA dengan
Metode transformasi yang diperantarai oleh Agrobacterium tumefaciens.

Tanaman transgenik kentang yang tahan terhadap hama erat kaitan nya dengan
Bacillus thuringiensis (Bt) adalah bakteri gram positif yang berbentuk batang, aerobik
dan membentuk spora. Banyak strain dari bakteri ini yang menghasilkan protein yang
beracun bagi serangga. Sejak diketahuinya potensi dari protein Kristal / cry Bt
sebagai agen pengendali serangga, berbagai isolat Bt dengan berbagai jenis protein
kristal yang dikandungnya telah teridentifikasi. Pada umumnya kristal Bt di alam
bersifat protoksin, karena ada-nya aktivitas proteolisis dalam system pencernaan
serangga dapat mengubah Bt-protoksin menjadi polipeptida yang lebih pendek dan
bersifat toksin. Toksin yang telah aktif berinteraksi dengan sel-sel epithelium di
midgut serangga. Bukti-bukti telah menunjukkan bahwa toksin Bt ini menyebabkan
terbentuknya pori-pori (lubang yang sangat kecil) di sel membrane di saluran
pencernaan dan mengganggu keseimbangan osmotik dari sel-sel tersebut. Karena
keseimbangan osmotik terganggu, sel menjadi bengkak dan pecah dan menyebabkan
matinya serangga.

Pada tahapan kloning gen, DNA yang mengkode protein cry akan dimasukkan ke
dalam vektor kloning (agen pembawa DNA), contohnya plasmid Bacillus thuringiensi.
Kemudian, vektor kloning akan dimasukkan ke dalam bakteri sehingga DNA tersebut
dapat diperbanyak seiring dengan perkembangbiakan bakteri. Transfer gen ini dapat
dilakukan dengan beberapa metode, yaitu metode senjata gen, metode transformasi DNA
yang diperantarai bakteri Agrobacterium tumefaciens. Bakteri Agrobacterium
tumefaciens dapat menginfeksi tanaman secara alami karena memiliki plasmid Ti, suatu
vektor (pembawa DNA) untuk menyisipkan gen asing.Di dalam plasmid Ti terdapat gen
yang menyandikan sifat virulensi untuk menyebabkan penyakit tanaman tertentu. Gen
asing yang ingin dimasukkan ke dalam tanaman dapat disisipkan di dalam plasmid Ti.
Selanjutnya, A. tumefaciens secara langsung dapat memindahkan gen pada plasmid
tersebut ke dalam genom (DNA) tanaman. Setelah DNA asing menyatu dengan DNA
tanaman maka sifat-sifat yang diinginkan dapat diekspresikan tumbuhan. Setelah proses
transfer DNA selesai, dilakukan seleksi sel daun untuk mendapatkan sel yang berhasil
disisipi gen asing. Hasil seleksi ditumbuhkan menjadi kalus (sekumpulan sel yang belum
terdiferensiasi) hingga nantinya terbentuk akar dan tunas Apabila telah terbentuk tanaman
muda (plantlet), maka dapat dilakukan pemindahan ke tanah dan sifat baru tanaman dapat
diamati.

3. Colli merupakan bakteri yang dapat dijadikkan sebagai DNA Rekombinan. Bagaimana jika
ternyata dapat digunakan sebagai insulin bagi tubuh sebagai pencegah diabetes. Bagaiamana e
coli bisa menjadi insulin.?

Insulin merupakan salah satu hormone didalam tubuh manusia yang dihasilkan olehsel
beta pulau lengerhans yang berada didalam kelenjar pancreas. Insulin dapat juga
disebut protein yang berfungsi untuk mengontrol kadar gula (glucose) didalam tubuh.

Bagaimana insulin dihasilkan.

Insulin pertama kali dibuat pada tahun 1921 oleh Frederick Grant Banting. Sekian
lama insulin dihasilkan dari ekstraksi pancreas lembu dan babi. Dalam perkembangan
selanjutnya insulin dihasilkan dari ekstraksi biosintetis dan rekayasa genetika yang
menghasilkan insulin yang sama dengan insulin manusia.

Bagaimana insulin berfungsi.

Pemberian insulin kepada penderita diabetes hanya bisa dilakukan dengan cara
suntikan, jika diberikan melalui oral insulin akan rusak didalam lambung. Setelah
disuntikan, insulin akan diserap kedalam aliran darah dan dibawa keseluruh tubuh.
Disini insulin akan bekerja menormalkan kadar gula darah (blood glucose) dan
merubah glucose menjadi energi.

BagaimanaPembuatan Insulin?

Sebelum ditemukan teknik sintesis insulin, hormone ini hanya bisa diperoleh dari
ekstraksi pancreas babi atau sapi, dan sangat sedikit insulin bisa diperoleh. Setelah
ditemukan teknik sintesis insulin di bidang bioteknologi inilah, harga insulin bisa
ditekan dengan sangat drastic sehingga bisa membantu para penderita diabetes
melitus.
1. Pada proses pembuatan insulin ini,

Langkah pertama adalah mengisolasi plasmid dari Bakteri. Plasmid adalah salahsatu
bahan genetic bakteri yang berupa untaian DNA berbentuk lingkaran kecil. Selain
plasmid, bakteri juga memiliki kromosom. Keunikan plasmid ini adalah: ia bisa keluar-
masuk ‘tubuh’ bakteri, dan bahkan sering dipertukarkan antar bakteri.

2. Pada langkah kedua ini plasmid yang telah diisolir dipotong pada segmen tertentu
menggunakan enzim restriksi endonuklease. Sementara itu DNA yang di isolasi dari sel
pancreas dipotong pada suatu segmen untuk mengambil segmen pengkode insulin.
Pemotongan dilakukan dengan enzim yang sama.

`
3. DNA kode insulin tersebut disambungkan pada plasmid menggunakan bantuan
enzim DNA ligase. Hasilnya adalah kombinasi DNA kode insulin dengan plasmid
bakteri yang disebut DNA rekombinan.

4. DNA rekombinan yang terbentuk disisipkan kembali ke sel bakteri.


5. Bila bakteri berbiak, maka akan dihasilkan koloni bakteri yang memiliki DNA
rekombinan.
4. Di dalam dunia rekombinan sering di sebut istilag golden rice. Lalu apa golden rice
tersebut ?
Jawaban:

Golden Rice adalah kultivar (varietas) padi transgenik hasil rekayasa genetika yang berasnya
mengandung beta-karotena (pro-vitamin A) pada bagian endospermanya. Kandungan beta-
karotena ini menyebabkan warna berasnya tersebut tampak kuning-jingga sehingga kultivarnya
dinamakan ‘Golden Rice (‘Beras Emas’). Pada tipe liar (normal), endosperma padi tidak
menghasilkan beta-karotena dan akan berwarna putih hingga putih kusam. Di dalam tubuh
manusia, beta-karotena akan diubah menjadi vitamin A.

Golden Rice berawal dari sebuah keprihatinan. Di negara berkembang di Amerika Latin, Asia
dan Afrika, jutaan anak-anak terancam buta karena kekurangan vitamin A. Vitamin A banyak
terkandung dalam buah-buahan sayuran yang berwarna merah, kuning, dan oranye. Misalnya
pepaya, tomat, dan wortel. Masyarakat miskin tidak mampu mengkonsumsi buah dan sayuran
tersebut secara rutin demi memenuhi kebutuhan vitamin A.

Jagung, beras, gandum, sorgum dan ubi jalar, secara alami ada yang berwarnakuning, oranye,
dan merah. Ini adalah produk pangan massal dengan kandungan beta karotin tinggi, yang
merupakan perkusor dari vitamin A. Namun IngoPotrykus seorang pakar bioteknologi tumbuhan
dari Institute of Plant Sciences,Zurich, Swiss, punya ide lain. Ia ingin memasukkan gen
pembawa beta karotin kedalam tanaman padi, hingga beras yang dihasilkan kaya akan vitamin
A. Hasil rekayasa genetika padi Golden Rice dipublikasikan dalam jurnal ilmiahScience pada
tahun 2000. Tahun 2005, Ingo Potrykus kembali mengumumkan penyempurnaan temuannya,
yang kemudian diberi nama padi Golden Rice 2. Sejak publikasi tentang Golden Rice di jurnal
Science, reaksi para penentangnyasangat keras. Para aktivis lingkungan yang tergabung dalam
Green Peace, palinglantang mengritisi padi Golden Rice. Padi Golden Rice, mereka
kategorikansebagai padi transgenik, yang akan merusak sumber plasma nutfah alami,sementara
manfaat langsungnya bagi kesehatan konsumen belum teruji dengan baik.
Bagaimana rekayasa golden rice dilakukan, sehingga bijinya bisa mengandung beta karoten dan
berwarna oranye kekuningan?

Beta karoten adalah zat warna oranye kekuningan, seperti pada tanaman wortel. Ia terbentuk dari
bahan dasar (prekusor) geranyl geranyl diphosphate (GGDP). Melalui jalur biosintesa, GGDP
akan diubah menjadi phytoene, diteruskan menjadi lycopene, dan selanjutnya diubah lagi
menjadi beta karoten. Secara alami, dalam biji padi sudah terdapat GGDP, tetapi tidak mampu
membentuk beta karoten. Perubahan dari GGDP menjadi phytoene dilaksanakan oleh enzim
phytoene synthase (PHY) yang disandi oleh gen phy. Selanjutnya, gen crtI mengkode enzim
phytoene desaturase yang bertanggung jawab untuk mengubah phytoene menjadi lycopene. Ada
satu enzim lagi yang diperlukan untuk mengubah lycopene menjadi beta karoten, yaitu lycopene
cyclase (LYC). Melalui sejumlah proses, maka gen phy, crtl, dan lyc yang berasal dari tanaman
daffodil (bunga narsis / bakung) disisipkan ke tanaman padi sehingga padi mampu memproduksi
beta karoten berwarna oranye kekuningan, yang kemudian disebut sebagai golden rice.

Namun banyak juga kontroversi mengenai golden rice ini. Beberapa pakar kesehatan malah
memperkirakan, bahwa dampak negatif beras emas bisa saja lebih berat, dibanding dengan
kekurangan vitamin A yang selama ini dikawatirkan. Hal ini tidak hanya berlaku bagi beras
emas, melainkan juga semua komoditas pertanian transgenik. Jepang dan Uni Eropa, selama ini
paling kuat menentang masuknya produk-produk pertanian transgenik. Beda dengan AS yang
gencar melakukan produksi sekaligus promosi produk pertanian transgenik, termasuk
memasarkan benihnya. Yang terakhir ini juga dikawatirkan oleh para penentang beras emas.
Sebab hak kekayaan intelektual hasil rekayasa genetika Ingo Potrykus ini, sudah dibeli oleh
Monsanto. Yang akan terjadi kemudian adalah, negara-negara miskin dan berkembang, justru
akan membeli benih padi Golden Rice dengan harga tinggi. Sementara manfaat langsung dari
Golden Rice belum terjadi. Para pengritik Golden Rice juga menunjukkan, bahwa bahaya
kekurangan vitamin A pada anak-anak negara miskin dan berkembang, bukan sekedar
memerlukan produk pangan massal berbeta karotin, melainkan karena distribusi pendapatan
yang tidak merata secara global. Kemiskinan yang terjadi di Amerika Latin, Asia, dan Afrika,
bukan karena kekurangan sumber daya alam, melainkan karena adanya eksploitasi dari negara
maju.

Anda mungkin juga menyukai