Anda di halaman 1dari 3

2.

8 Konseling, Saran dan Dukungan

Konseling dalam kesehatan reproduksi dan seksual telah menjadi hal yang penting,

yang terbagi menjadi konseling dukungan yang membantu orang yang datang untuk

menyesuaikan dengan isu terkini yang mempengaruhi mereka dan konseling informasi

yang berfokus member informasi dan mentransfer pengetahuan untuk membantu

memahami poses yang sedang dialaminya, pengobatan atau intervensi. Konseling

didefinisikan seperti:

1. Saran (Formal)

2. Menasehati seseorang dengan masalah pribadi atau social

3. Membantu dan membimbing seseorang dalam menyelesaikan masalah pribadi.

Manfaat konseling sudah banyak diketaui, oleh karena itu para professional

konseling harus meningkatkan kopetensi konselingnya. Ada beberapa spesialisasi

konseling, seperti konseling perkawinan dan konseling kematian. Untuk yang lebih

umum ada konseling pendidikan, keaganaan, kesehatan, pekerjaan, kesehatan reproduksi,

trauma seksual dan konseling infertilitas.

Konseling berbeda dengan psikoterapi, walaupun sama sama menyentuh teori yang

berpusat pada orang, rasional, emosi, transaksional, feminis, gestalt dan personal.

Menurut BAC mendefinisikan konseling:

1. Tujuan konseling adalah memberi kesempatan bagi klien untuk bekerja menuju

kehidupan dengan cara yang lebih masuk akal

2. Tujuan dari konseling akan tergantung pada kebutuhan individu

3. Konseling mungkin melibatkan masalah perkembangan, penanganan dan

penyelesaian yang spesifik masalah, pengambilan keputusan, penanganan,

pengembangan wawasan atau pengetahuan, bekerja melalui perasaan konflik batin

atau memperbaiki hubungan dengan orang lainKotak 2.2 Tujuan konseling


Salah satu peran konselor adalah memfasilitasi pekerjaan individu dengan cara

menghormati nilai pribadi dirinya, sumber daya pribadi dan kapasitas untuk penentuan

nasib diri. Konseling kesehatan seksual dapat mencakup terapi seks, yang dapat

diberikan kepada individu dengan disfungsi seksual seperti impotensi primer atau

sekunder atau vaginismus atau pada kedua jenis kelamin gairah, anorgasmik atau hasrat

seksual sulit. Konseling psikoseksual spesifik dapat ditawarkan untuk gangguan ini atau

untuk masalah kesehatan seksual atau fobia, kebingungan orientasi seksual, keputusan

aborsi atau pasca aborsi, kasus perkosaan, pelecehan seksual, ketidaksuburan atau

menjadi orang tua keprihatinan.

Meski banyak individu tidak pernah mencari atau menerima konseling untuk seksual

atau reproduksi mereka kesehatan, ada tempat untuk layanan ini dan aksesibilitas

terhadap konseling lintas seksual dan reproduksi Kesehatan idealnya tersedia untuk

semua. Di negara berkembang inilah kemewahan itu tidak didukung oleh sistem

perawatan kesehatan. Di Barat, khususnya Amerika Serikat, konseling lebih banyak

banyak tersedia dan lebih banyak digunakan. Namun, tidak berguna melihat konseling

sebagai tambahan, karena tidak mengobati keadaan psikologis individu dengan kesehatan

seksual atau reproduksi masalah atau kekhawatiran dapat menimbulkan konsekuensi

kesehatan yang serius dan panjang.

Di Indonesia ada beberapa program konseling yang masih dilaksanakan seperti

program Pusat Informasi Dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR).

PIK-KRR adalah suatu wadah yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja dalam

memberikan informasi dan pelayanan konseling kesehatan reproduksi. Keberadaan dan

peranan PIK-KRR di lingkungan remaja sangat penting artinya dalam membantu remaja

mendapatkan informasi dan pelayanan konseling yang cukup dan benar tentang KRR

(BKKBN,2008).
Selama ini keadaan yang buruk dikelola oleh agen psikofarmakologis dimana

dibutuhkan biaya lebih besar dalam waktu pajang dan kurang efektif karena tidak

berurusan dengan masalah mendasar yang dialami. Konseling tidak dapat dijadikan

perawatan utama karema masalah yang dihadapi pada saat konseling adalah sebagian

individu enggan mengungkapkan masalah reproduksi yang dialaminya.

2.9. Metodologi Penelitian

Banyak pendekatan metodologi penelitian psikologis kesehatan seperti desain

kualitatif, kuantitatif dan eksperimental. Semua metodologi ini memberi manfaat dan

tantangan untuk penggunaannya tergantung pada desain dan pertanyaan penelitian.

Metode kualitatif Metode kuantitatif Metode ekperimental


Analisis wacana survey RCT
Teori beralas kuisioner Desain eksperimental
Interpretasi analisis Metode kuasi eksperimental
fenomenologis
Analisis tematik

2.10 Ringkasan

Teori dan hasil riset sangat banyak, dengan menggunakan berbagai macam metode penelitian

dari studi kasus hingga RCT dan tinjauan sistematis terhadap meta analisis. Sebagian besar

psikologi kesehatan menggunakan istilah akal sehat dan konsep yang umum digunakan untuk

menggambarkan proses berfikir, karakteristik individu, termasuk kepribadian dan kognisi

untuk mengarahkan kepada prilaku yang menghasilkan reproduksi yang sehat. Pengaruh

budaya, etika, dukungan eksternal dan sosio demografi diakui dengan baik dalam kesehatan

reproduksi.