Anda di halaman 1dari 3

.

‘’ANALISIS INTEGRASI PEMASARAN’’


‘’CABAI DI PROPINSI BENGKULU’’

Disusun oleh :

Nama : Tia Ayu Triwahyuni


Npm : E1D015136
Kelas :B
Dosen : Dr,Ir,andy Irawan,M.si

JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN


PRODI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2017
PENDAHULUAN

I.I.Latar Belakang

Pertanian merupakan sektor pencarian penghasilan bagi masyarakat di Indonesia salah


satunya di provinsi Bengkulu.dengan mengunakan berbagai teknik-teknik budidaya di setiap
tanaman yang ditanam sehingga mendapatkan penghasilan yang sesuai dengan harapan,namun
terkadang ada saatnya produksi menjadi menurun.hal ini menuntut keselarasan dalam bercocok
tanam dan cara bertani dengan baik. Tanaman cabai merah merupakan tanaman yang memiliki
nilai ekonomi tinggi. Hal ini dikarenakan kebutuhan harian komoditas ini untuk masyarakat
Indonesia sangat tinggi karena merupakan bahan baku sayuran yang dipakai untuk rumah tangga
dan industri.
Tanaman cabai ini banyak di tanam di daerah curup selain udara yang dingin curup juga
memiliki tanah yang subur sehingga sangat cocok untuk di Tanami cabai. Peningkatan hasil
komoditas ini terus dilakukan dengan input teknologi diantaranya sistem tanam dan pemupukan.
Sistem tanam monokultur merupakan sistem tanam yang secara umum diterapkan oleh petani,
sedangkan sistem tanam tumpang sari pada komoditas cabai belum biasa diterapkan oleh petani.
Sistem tanam tumpang sari memberikan manfaat,diantaranya:
1) medapatkan lebih dari 1 komoditas pada saat bersamaan sehingga efesiensi dari input yang
digunakan
2) meningkatkan produksi tanaman dan pendapatan petani, serta menghindarkan kegagalan
bagi satu jenis tanaman dengan menambahkan satu atau lebih jenis tanaman lain yang
mempunyai sifat yang kompatibel
3) meningkatkan fungsi musuh alami untuk mengendalikan populasi hama,
4) pemanfaatan lahan secara optimal dengan meningkatnya produksi dan kegunaan lahan
secara efisien.
Namun produktivitas tanaman cabai di Bengkulu masih sangat rendah ,peningkatan produktivitas
usahatani merupakan salah satu strategi dasar untuk memacu produksi pertanian dalam rangka
memenuhi permintaan yang semakin meningkat karena dalam pemasaran cabai di Bengkulu saat
ini masih naik turun,sehingga para pembeli sering sekali mengeluh karena mahalnya harga
cabai,rendahnya tingkat produksi cabai tersebut disebabkan penerapan teknologi ditingkat petani
belum memadai, seperti pemilihan varietas, pembibitan, penanaman, pemeliharaan,pemupukan
serta pengelolaan organisme penggagu tanaman. Kehilangan hasil semakin meningkat apabila
penanganan panen kurang memadai. Disamping itu fluktuasi harga cukup tajam sepanjang tahun
yang dapat menyebabkan ketidakpastian pasar dan pendapatan petani cabai.Dari uraian di atas
menunjukkan bahwa ada peluang yang besar untuk meningkatkan produk tivitas cabai baik untuk
memenuhi kebutuhan lokal maupun dijual ke luar daerah. Balitbangtan (Balitsa) telah
menghasilkan teknologi budidaya cabai dataran tinggi dan teknologi pengendalian hama terpadu
dan pascapanen tanaman cabai.
oleh karena itu dalam rangka menghasilkan teknologi yang sesuai di Bengkulu serta
mengkaji rantai usaha tani cabai dari hulu sampai hilir perlu dilakukan kegiatan pengkajian
sistem usaha pertanian cabai secara komprehensif.

I.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana cara meningkatan pemasaran cabai di provinsi Bengkulu ?
2. Bagaimana system saluran pemasaran cabai di provinsi Bengkulu ?
3. Apa yang menyebabkan tanaman cabai merah menjadi tidak setabil dalam pemasaran di
provinsi Bengkulu?

I.3 Tujuan
1. Menilai kelayakan usaha tani cabai di Provinsi Bengkulu
2. Menganalisis kinerja kelembagaan agribisnis cabai di Provinsi Bengkulu
3. Mengkaji Paket Teknologi Budidaya Cabai di Provinsi Bengkulu Keluaran

1.4 Manfaat
1. mengetahui tingkat produksi dalam system peasaran tanaman cabai di kota Bengkulu
2. mengetahui system pemasaran cabai di provinsi Bengkulu.