Anda di halaman 1dari 5

NAMA :RISTO SELAH

NIM :15021106085

Pengertian Massive open online courses (MOOC)

Massive Open Online Course (MOOC) adalah sistem pembelajaran berupa kursus
online secara besar-besaran dan terbuka dengan tujuan untuk memungkinkan
partisipasi tak terbatas dan dapat diakses melalui web. Selain menyediakan materi
kursus tradisional seperti video, pembacaan dan pembahasan masalah, MOOCs juga
menyediakan forum pengguna interaktif yang membantu dalam membangun
komunitas untuk mahasiswa, dosen, dan asisten pengajar (TA). MOOCs merupakan
perkembangan terbaru dalam hal pendidikan jarak jauh (e-Learning).

Massive open online courses (MOOC) adalah latihan atau kursus berbasis web yang
ditawarkan berbagai universitas dan kampus, di seluruh dunia. Beberapa MOOC
menggunakan model akses terbuka dengan lisensi konten dan struktur terbuka.
Sementara yang lain menggunakan model tertutup dan bisa gratis atau berbayar.

Beberapa universitas sekarang ini menggunakan MOOC. Walaupun para mahasiswa


tetap menghadiri kuliah secara fisik, tapi alat-alat seperti video dan komentar online
tetap digunakan. Contohnya, kuliah dosen mungkin direkam dan diunggah online.
Para mahasiswa yang menghadiri kuliah bisa mengulas kembali materi kuliah
dengan melihat video kuliah itu.

Definisi di atas menjelaskan sifat pembelajaran yang terbuka dan massif, sasarannya
adalah siapa saja tanpa mengenal perbedaan latar belakang usia, waktu, profesi dan
jarak serta lokasi dengan media online sebagai salurannya. Dilihat dari aspek-aspek
tersebut, pembelajaran model ini dapat dikatakan mencerminkan sebagian ciri-ciri
dari model “pendidikan demokratis”.
Sejarah Dan Perkembangan MOOC

Kursus online pertama yang berbasis atau MOOC pertama diselenggarakan oleh
George Siemens dan Stephen Downes dari Universitas Manitoba, Canada, tahun
2008. Mengambil tema “connectivsm and connective knowledge”, MOOC pertama
ini berhasil menarik 2300 peserta. Namun, MOOC pertama yang benar-benar massif
adalah yang diselenggarakan oleh Sebastian Thrun dan Peter Norvig dari Universitas
Stanford dan Direktur riset google. Tema kursus ini adalah introduction to artificial
intelligence yang dilaksanakan tahun 2011 dan berhasil menarik 160 ribu pelajar
dari 190 negara.
Setelah kesuksesan itu, Sebastian Thrun Bersama dengan David Stavens dan Mike
Sokolsky mendirikan udacity dengan basis for profit tahun 2012. Pada tahun yang
sama, kursus online muncul dari Massachussets Institute of Technology (MIT)
dibawah bimbingan Professor Anant Agarwal dengan 120 ribu peserta yang
bergabung. Masih di tahun yang sama, Andrew Ng dan Daphne Koller, dari Stanford
Unversity, mendirikan Coursera sebagai MOOC for profit. Lalu, MIT dan Harvard
University bekerja sama untuk membangun Edx sebagai MOOC dengan basis non-
profit. Selama 2013, mulai bermunculan MOOC di luar Amerika, seperti di Spanyol,
Australia, dan United Kingdom.
Sejak tahun 2007, sistem menyerupai MOOC telah diadopsi Zenius yang
menyebarkan materi pelajaran melalui CD dan internet. Selama beberapa tahun
berikutnya, beberapa situs MOOC Indonesia pun bermunculan dengan menyajikan
materi dalam bentuk video.
Pada tahun 2014, pemerintah bersama enam universitas negeri dan swasta,
meluncurkan sistem kuliah online dengan nama Pembelajaran Daring Indonesia
Terbuka dan Terpadu (PDITT). Sayangnya, sistem itu hanya ditujukan mahasiswa
di enam universitas tersebut agar dapat mengambil mata kuliah di universitas lain.
Karakteristik dari MOOC:

1.Konsisten dan memiliki tujuan yang jelas untuk membangun konten


2. Terdapat tujuan pembelajaran bagi peserta setelah mengerjakan beberapa tahapan
3. Selalu ada penilaian dan evaluasi kepada pesertas kursus.
4. Harus ada interaksi dua arah diantara pelajar dan pengajar walaupun bersifat
online
Kekurangan Dan Kelebihan MOOC

Kelebihan Belajar Secara Online :

1. Waktu & tempat yang fleksibel

2. Hemat ongkos

3. Hemat waktu perjalanan pulang pergi

4. Bisa diikuti baik dari dalam negeri dan luar negeri

5. Modal hanya punya handphone (laptop) plus kuota internet

6. Semua materi bisa di save

7. Praktis & ekonomis

Kekurangan Belajar Secara Online :

1. Perbedaan waktu

2. Budget lebih untuk kuota internet

3. Handphone sering penuh notif

4. Cepat Lowbath

5. Ga bisa jauh dari HP

6. Miss communication

7. Tidak fokus