Anda di halaman 1dari 109

MANAJEMEN ASN

PELATIHAN DASAR CALON PNS GOL III ANGKATAN IV

Oleh:
DJOKO SUTRISNO

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH


PROVINSI JAWA TENGAH
1
PERKENALAN
NAMA : Ir. DJOKO SUTRISNO, M.Si
TEMP/TGL LAHIR : MAGETAN, 12 NOPEMBER 1956
JABATAN : WIDYAISWARA AHLI UTAMA
ALAMAT : JL. MUTIARA N0 47 PERUM INTAN SEMARANG
NO HP/EMAIL : 082242151156 / djoko.sutrisno76@yahoo.com
PENDIDIKAN : 1. FAKULTAS PERTANIAN (ILMU TANAH) UGM – 1981
2. PASCASARJANA (MAGISTER ILMU LINGKUNGAN) UNDIP-2006
PENGALAMAN KERJA :
1. KA SUBAG PENGENDALIAN PENCEMARAN PEDESAAN BLH SETDA JATENG 1987-1994
2. KA BAGIAN LINGKUNGANN HIDUP SETDA KABUPATEN KARANGANYAR 1994-1995
3. KA BAGIAN LINGKUNGAN ALAM BLH SETDA PROVINSI JAWA TENGAH 1995-1998
4. KEPALA BIDANG AMDAL BAPEDALDA PROVINSI JAWA TENGAH 1998-2002
5. KEPALA BADAN LINGKUNGAN HIDUP PROVINSI JAWA TENGAH 2002-2013
6. ASISTEN KESEJAHTERAAN RAKYAT SEKDA PROVINSI JAWA TENGAH 2013-2015
7. ASISTEN EKONOMI DAN PEMBANGUNAN SEKDA PROVINSI JAWA TENGAH 2015-2016
8. MENGAJAR AMDAL DI D-3 PERTANAHAN FISIP UNDIP 2006-2016

2
1. DESKRIPSI SINGKAT :
• ASN mempunyai peran yg sangat penting, namun
hadapi tantangan yg semakin banyak dan berat,
serta saat ini masih menjadi penghambat
pembangunan krn kinerja pelayanan yg rendah.

• Pemerintah telah terbitkan UU No 5 TH 2014 ttg


ASN, utk kelola ASN menjadi semakin profesional.

• Mata diklat ini membahas ttg konsep & kebijakan


Manajemen ASN & bagaimana kebijakan tsb
diimplementasikan di instansi pemerintah &
termasuk di dlmnya adlh hal-hal apa yg hrs
diperhatikan agar Manajemen ASN dpt mencapai
tujuannya menciptakan Profesionalisme ASN.

3
KOMPETENSI DASAR

Setelah mengikuti Mata Pelatihan ini (12 JP),


peserta diharapkan mampu :
• Memahami dan menjelaskan bagaim ana
Kedudukan, Peran, Hak & Kewajiban,
Kode Etik ASN.
• Konsep Sitem Merit dlm Pengelolaan
ASN, dan
• Mekanisme Pengelolaan ASN.
Metode pembelajaran
a. Ceramah,
b. Diskusi Kelompok,
c. Kerja Individu,
d. Praktek/ Simulasi,
e. Pemutaran Film,
f. Studi Kasus
2. HASIL BELAJAR
Setelah mengikuti mata pelatihan ini, peserta
diharapkan mampu :
 Memahami kedudukan, peran, hak dan
kewajiban, dan kode etik ASN;

 Memahami konsep Sistem Merit dalam


pengelolaan ASN;

 Memahami mekanisme pengelolaan ASN.


3. INDIKATOR HASIL BELAJAR
Setelah Mengikuti Pembelajaran ini,
peserta diharapkan dapat :

1 Menjelaskan Kedudukan, Peran, Hak


dan Kewajiban, Kode Etik & Kode
Perilaku ASN.

2 Menjelaskan Konsep Sistem Merit


dalam Pengelolaan ASN.

3 Menjelaskan Mekanisme
Pengelolaan ASN.
MATERI POKOK

1 Kedudukan, Peran, Hak &


Kewajiban, Kode Etik ASN.

2 Konsep Sistem Merit dalam


Pengelolaan ASN.

3 Mekanisme Pengelolaan ASN.


KOMPREHENSIF MANAJEMEN ASN
Klasifikasi, jenjang, kelas Gaji, Tunjangan & Azas, Prinsip,
& kompetensi Jabatan hak lainnya Nilai Dasar,
Ps. 79-81, 91-92, Kode Etik
Ps. 17-19, 68
101, 106-107 Ps. 2-5

Ps. 58-63, 95-97


Ps. 56-57, 94 Penempatan &
Perencanaan Rekrutmen & Masa Percobaan
Seleksi Ps. 64-67, 68,
98-99, 108-118

Ps. 68-69
Pengembangan
Pemberhentian Ps. 87-90, 105
Ps. 75- Penilaian dan Diklat
78, 100 Pengelolaan Ps. 70, 102
Batas Usia Pensiun Kinerja Ps. 73
Pensiun Dini Ps. 71 Mutasi
Pola Karier
Pemberhentian tidak atas Reward and
permintaan sendiri Promosi Punishment Ps. 82-86,
Ps. 72 103-104
UNDANG – UNDANG
NO 5 TAHUN 2014
Telah
mengamanatkan
utk Mengelola
ASN ASN menjadi
ASN yang
Profesional

PP NO 11 TH 2017 TTG MANAJEMEN PNS


LANDASAN FILOSOFI ASN
Dalam rangka pelaksanaan cita-cita bangsa & untuk
mewujudkan tujuan negara sebagaimana tercantum dlm
pembukaan UUD 1945, perlu dibangun Aparatur Sipil
Negara yg memiliki :
1. Integritas;
2. Profesional;
3. Netral dan bebas dr intervensi politik, bersih dari
praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme;
4. Kemampuan menyelenggarakan pelayanan publik bagi
masyarakat ;
5. Kemampuan menjalankan peran sbg unsur perekat
persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan
Pancasila dan UUD Tahun 1945;
MANAJEMEN ASN ?
Pengelolaan A S N utk menghasilkan
Pegawai ASN yg Profesional, Memiliki
Nilai Dasar, Etika Profesi, bebas dari
intervensi politik bersih dr Praktik KKN
Ps. 1 UU No. 5/14

Lebih menekankan pd Pengaturan Profesi Pegawai,


harapannya agar selalu tersedia sumber daya ASN
yg unggul selaras dgn perkembangan jaman
KEBIJAKSANAAN MANAJEMEN ASN
dipegang

PRESIDEN
Berfungsi : membentuk
a. Pembinaan, dan
penyelenggaraan Psl 47
Manajemen ASN; BKN UU No 5/2014
c. penyimpanan
informasi Peg. ASN
Keppres no
KEPALA DAERAH 159/2000
KEMENTERIAN/
LPND
Pelaks Manajemen PNS
UNIVERSITAS/ INST. BKD di Daerah
VERTIKAL DI DRH
APARATUR
SIPIL Profesi bagi PNS dan PPPK yang
Adalah
bekerja pada Instansi pemerintah
NEGARA

PEGAWAI ASN (PNS dan PPK yg diangkat oleh pejabat


pembina kepegawaian) terdiri dari :

1. Pegawai Negeri Sipil (PNS)

2. Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja


(PPPK)
PENGATURAN DLM UU 5 th 2014 ttg ASN

JENIS, STATUS DAN KEDUDUKAN

1. Jenis :
a. PNS, adlh WNI yg memenuhi syarat tertentu,
diangkat sbg Pegawai ASN scr tetap oleh
pejabat pembina kepegawaian utk menduduki
jabatan Pemerintahan, memiliki NIP secara
Nasional
b. PPPK, adlh WNI yg memenuhi syarat tertentu,
yg diangkat oleh pejabat pembina
Kepegawaian berdasarkan Perjanjian Kerja
sesuai kebutuhan instansi pemerintah utk
jangka waktu tertentu, dlm rangka
2. Status ASN :
• PNS merupakan Pegawai ASN yg diangkat sbg
Pegawai tetap oleh Pejabat Pembina
Kepegawaian dan memiliki NIP scr nasional.

• PPPK MERUPAKAN Pegawai ASN yg diangkat


sbg pegawai dgn Perjanjian Kerja oleh Pejabat
Pembina Kepegawaian sesuai dgn kebutuhan
Instansi Pemerintah dan ketentuan UU ASN.
3. KEDUDUKAN

• Pegawai ASN berkedudukan sbg Aparatur


Negara.
• Pegawai ASN melaksanakan Kebijakan yg
ditetapkan oleh Pimpinan Instansi Pemerintah
serta harus bebas dr pengaruh & Intervensi
semua Golongan & Parpol.
• Pegawai ASN dilarang menjadi anggota
dan/atau pengurus partai politik.
• Kedudukan ASN berada di Pusat, Daerah dan
Luar Negeri, namun demikian Pegawai ASN
merupakan satu kesatuan.
PERAN ASN
Untuk menjalankan kedudukannya , maka Pegawai ASN
berfungsi :

a. pelaksana kebijakan publik;


FUNGSI
1
(PS. 10 UU No 5/14) b. pelayan publik; dan
c. perekat & pemersatu bangsa

a. Melaksanakan kebijakan publik yg dibuat


oleh Pejabat Pembina Kepegawaian
sesuai dgn ketentuan peraturan
2 TUGAS perundang-undangan;
(PS 11 UU No 5/14)
b. Memberikan pelayanan publik yg
profesional dan berkualitas; dan
c. Mempererat persatuan & kesatuan NKRI.
18
Sebagai PERENCANA, PELAKSANA, &
PENGAWAS penyelenggaraan tugas umum
pemerintahan & pembangunan nasional
melalui pelaksanaan kebijakan & pelayanan
3 PERAN
(PS 12 UU No 5/14) publik yg profesional, bebas dari intervensi
politik, serta bersih dari praktik korupsi,
kolusi, & nepotisme.

ASN
DITUNTUT

Untuk Profesional dlm memberikan


pelayanan kpd Masyarakat
o Pelayanan Publik
o Profesional o Orientasi Pada
o Kompetensi (Pengetahuan, kepentingan
Perilaku, Skill) Publik
o Etika Profesi o Mengutamakan
o Memahami bidang tugas kepentingan
o Berorientasi pada
mutu/kualitas;
Publik
o Budaya Pelayanan ASN o Etika publik
o Tidak Diskriminatif o Nilai-nilai publik
o Membangun kepercayaan o Public trust
publik

o Pemersatu bangsa
o Pengawal negara
o Mementingkan
kepentingan negara
o Loyalitas pada negara
bukan yang lainnya
o Semangat Nasionalisme
o Wawasan Kebangsaan
o Menciptakan kondisi
aman dan damai
o Keragaman/pluralisme
Bertanggung jawab memimpin pelaksanaan
kegiatan pelayanan publik, serta administrasi
pemerintahan & pembangunan, yaitu

Jabatan a. Jabatan pelaksana


Administrasi
(Psl 14 UU /14)
b. Jabatan pengawas
c. Jabatan administrator.

Tugas pokok pelayanan fungsional


yang berdasarkan keahlian dan
keterampilan. Terbagi menjadi :
Jabatan -Fungsional keahlian : pratama,
JENIS JABATAN
Fungsional muda, madya, utama.
ASN
(Psl 17 UU 5 /14) -Fungsional Keterampilan:
Pemula, terampil, mahir.

Berfungsi memimpin dan


memotivasi setiap pegawai A S N
( kepeloporan, pengembangan kerja sama
dan keteladanan ).
Jabatan Sekelompok jabatan tinggi pada instansi,
yaitu:
Pimpinan Tinggi
(Psl 18 UU 5/14) a. Jabatan Pimpinan Tinggi Utama
b. Jabatan Pimpinan Tinggi Madya
c. Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.
HAK & KEWAJIBAN ASN
. HAK adalah suatu kewenangan / kekuasaan yg
diberikan oleh hukum, suatu kepentingan yg
dilindungi hukum baik pribadi maupun umum.

. HAK adalah suatu yg patut atau layak diterima.

. Agar ASN dpt melaksanakan tugas & tanggung


jawabnya dgn baik , meningkatkan produktifitas,
menjamin kesejahteraan ASN dan akuntabel ,
maka setiap ASN diberikan Hak.
HAK-HAK PEGAWAI ASN
PNS PPPK
(Psl 21 UU No 5/14) (Psl 22 UU No 5/14)

a. Gaji, tunjangan, & fasilitas; a. Gaji dan tunjangan;


b. Cuti; b. Cuti;
c. Jaminan pensiun & jaminan c. Perlindungan.
hari tua ; (jaminan hari tua,
d. Perlindungan. Kesehatan,
( jaminan Kesehatan, kecelakaan kerja,
kecelakaan kerja, kematian, kematian, bantuan
bantuan hukum) Ps.92; dan hukum) ; dan
e.Pengembangan kompetensi d. Pengembangan
kompetensi. Ps.70
KEWAJIBAN

. Kewajiban adalah suatu beban atau


tanggungan yang bersifat
kontraktual.

. Kewajiban adalah sesuatu yang


sepatutnya diberikan.
KEWAJIBAN PEGAWAI ASN (Psl 23 UU ASN):

1. Setia & taat pada Pancasila, UUD Tahun 1945,


Negara Kesatuan Republik Indonesia, & pemerintah
yg sah;
2. Menjaga persatuan & kesatuan bangsa;
3. Melaksanakan kebijakan yg dirumuskan pejabat
pemerintah yg berwenang;
4. Menaati ketentuan peraturan perundang-
undangan;
Lanjutan .....
5. Melaksanakan tugas kedinasan dgn penuh
pengabdian, kejujuran, kesadaran, & tanggung
jawab;
6. Menunjukkan integritas & keteladanan dalam sikap,
perilaku, ucapan & tindakan kepada setiap orang,
baik di dalam maupun di luar kedinasan;
7. Menyimpan rahasia jabatan & hanya dapat
mengemukakan rahasia jabatan sesuai dgn
ketentuan peraturan perundang-undangan; dan
8. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
STRUKTUR KELEMBAGAAN

PRESIDEN
Memegang kekuasaan tertinggi pembinaan
dan manajemen ASN

KEMENTERIAN LNS

KEMEN PANRB KASN


Merumuskan kebijakan

1. Menjaga merit system


2. Monev Seleksi JPT
LPNK 3. Laporan ke Presiden
LAN BKN
Melaksanakan Mengelola
Kajian dan diklat pegawai ASN
KEWENANGAN & HUB OTORITAS LEMBAGA
Menteri/Kementerian
PANRB BKN
1. Perumusan & penetapan 1. Penyelenggaraan
kebijakan, manajemen ASN
2. Koordinasi & sinkronisasi 2. Pengawasan &
kebijakan, pengendalian pelaksanaan
NSPK manajemen ASN
3. Pengawasan atas
(Mengelola Pegawai ASN)
pelaksanaan kebijakan ASN;

LAN KASN
• Penelitian, pengkajian Monitoring, evaluasi kebijakan, &
kebijakan manajemen ASN, rekomendasi yg mengikat utk
menjamin perwujudan sistem merit
• Pembinaan & & pengawasan penerapan asas,
penyelenggaraan Diklat ASN kode etik, & kode perilaku ASN.
KOMISI APARATUR SIPIL NEGARA

1. Sifat dan Kedudukan: (Pasal 27)


a. Lembaga Non Struktural
b. Mandiri, bebas dari intervensi politik

2. Tujuan : (Pasal 28)


• menjamin terwujudnya Sistem Merit dalam kebijakan dan Manajemen
ASN;
• mewujudkan ASN yang profesional, berkinerja tinggi, sejahtera, dan
berfungsi sebagai perekat NKRI;
• mendukung penyelenggaraan pemerintahan negara yang efektif,
efisien, terbuka, dan bebas KKN;
• mewujudkan Pegawai ASN yang netral dan tidak diskriminatif dalam
pelayanan;
• menjamin terbentuknya profesi ASN yang dihormati; dan
• mewujudkan ASN yang dinamis dan berbudaya pencapaian kinerja.
FUNGSI & TUGAS KASN
Fungsi
mengawasi pelaksanaan norma dasar, kode etik/perilaku, penerapan
Sistem Merit.
Tugas
a. menjaga netralitas Pegawai ASN;
b. melakukan pengawasan atas pembinaan profesi ASN; dan
c. melaporkan pelaksanaan tugas kepada Presiden.
Dalam melakukan tugasnya KASN dapat:
a. melakukan penelusuran data dan informasi pada Instansi Pemerintah;
b. melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan fungsi Pegawai ASN;
c. menerima laporan terhadap pelanggaran norma dasar, kode etik dan kode
perilaku Pegawai ASN;
d. melakukan penelusuran data dan informasi atas prakarsa sendiri terhadap
dugaan pelanggaran norma dasar, kode etik dan kode perilaku Pegawai ASN;
dan
e. melakukan upaya pencegahan pelanggaran norma dasar, kode etik dan kode
perilaku Pegawai ASN.
WEWENANG KASN
Wewenang (Pasal 32)
a. mengawasi setiap tahapan proses pengisian JPT;
b. mengawasi & mengevaluasi penerapan asas, nilai dasar, kode
etik/perilaku;
c. meminta informasi dari pegawai ASN dan masyarakat;
d. memeriksa dokumen terkait pelanggaran norma dasar, kode etik dan
kode perilaku Pegawai ASN; dan
e. meminta klarifikasi dan/atau dokumen yang diperlukan.
Tindak lanjut hasil pengawasan (Pasal 33)
Dalam melakukan pengawasan sebagaimana dimaksud pada huruf b, KASN
berwenang untuk memutuskan adanya pelanggaran kode etik dan kode
perilaku Pegawai ASN.
Tindak Lanjut Keputusan KASN
Keputusan KASN:
Ada PPK dan PyB wajib
pelanggaran pelanggaran kode etik dan Ditindaklanjuti
kode perilaku Pegawai ASN menindaklanjuti

Tidak
Hasil Ditindaklanjuti
pengawasan
KASN
KASN merekomendasikan kepada Presiden
untuk menjatuhkan sanksi terhadap PPK
Tidak ada dan PyB yang melanggar prinsip Sistem
pelangaran Merit dan ketentuan peraturan perundang-
undangan.

Sanksi sebagaimana dimaksud berupa:


a. peringatan;
b. teguran;
c. perbaikan, pencabutan, pembatalan, penerbitan keputusan, dan/atau pengembalian pembayaran;
d. hukuman disiplin untuk PyB sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan
e. sanksi untuk PPK, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kewenangan Menjatuhkan Sanksi
Penjatuhan Sanksi atas pelanggaran Sistem Merit:
• Presiden selaku pemegang kekuasan tertinggi
pembinaan ASN, terhadap keputusan Pejabat
Pembina Kepegawaian; dan

• Menteri PANRB terhadap keputusan yang ditetapkan


oleh Pejabat yang Berwenang, dan terhadap Pejabat
Pembina Kepegawaian di tingkat provinsi dan
kabupaten/kota.
SUSUNAN & KEANGGOTAAN KASN
1. KASN, terdiri atas: (Pasal 35)
a. 1 (satu) orang Ketua merangkap anggota.
b. 1 (satu) orang Wakil Ketua merangkap anggota
c. 5 (lima) orang anggota.
2. Unsur keanggotaan:
terdiri dari unsur pemerintah dan/atau non-pemerintah
3. Syarat menjadi Anggota KASN
– WNI;
– setia dan taat kepada Pancasila dan UUDNRI 1945;
– berusia paling rendah 50 (lima puluh) tahun pada saat mendaftarkan diri;
– tidak sdg menjadi anggota parpol dan/atau tidak sdg menduduki jabatan politik;
– mampu secara jasmani dan rohani untuk melaksanakan tugas;
– memiliki kemampuan, pengalaman, dan/atau pengetahuan di bid manajemen SDM;
– berpendidikan paling rendah strata dua (S2) di bidang AN, manajemen SDM,
kebijakan publik, ilmu hukum, ilmu pemerintahan, dan/atau S2 di bidang lain;
– tidak merangkap jabatan pemerintahan dan/atau badan hukum lainnya; dan
– tidak pernah dipidana penjara.
ASISTEN KASN
KASN dibantu oleh:
 Asisten
 Pejabat Fungsional keahlian yg dibutuhkan.
Syarat sebagai asisten KASN:
- diangkat & diberhentikan oleh ketua KASN berdasarkan persetujuan
rapat KASN;
- dpt berasal dari PNS maupun non-PNS yg memiliki kualifikasi akade-
mik paling rendah S2 di bidang AN, manajemen publik, manajemen
SDM, psikologi, kebijakan publik, ilmu hukum, ilmu pemerintahan,
dan/atau S2 di bidang lain yg berkaitan dgn manajemen SDM.
- tidak sdg menjadi anggota dan/ pengurus parpol, tdk merangkap
jabatan, serta diseleksi scr terbuka & kompetitif.
- memiliki & melaksanakan nilai dasar, kode etik & kode perilaku serta
diawasi oleh anggota KASN.
PENGANGKATAN & PEMBERHENTIAN
ANGGOTA KASN
1. Penetapan (Pasal 37 ayat (1))
Presiden menetapkan Ketua, Wakil Ketua, & Anggota KASN dari
anggota KASN terpilih yg diusulkan oleh tim seleksi.
2. Masa Jabatan (Pasal 37 ayat (2))
Ketua, Wakil Ketua, & anggota KASN ditetapkan untuk masa jabatan 5
thn & hanya dpt diperpanjang utk 1 kali masa jabatan.
3. Pemberhentian: (Pasal 37 ayat (3))
• meninggal dunia; mengundurkan diri; tdk mampu jasmani/rohani
shg tdk dpt menjalankan kewajiban sbg anggota KASN;
• dihukum penjara berdasarkan keputusan pengadilan yg sdh mem-
peroleh kekuatan hukum yg tetap karena melakukan tindak pidana
kejahatan jabatan; atau
• menjadi anggota partai politik dan/atau menduduki jabatan negara.
Seleksi Anggota KASN
Menjamin Netralitas Anggota KASN:
• Anggota KASN yg berasal dr PNS diberhentikan sementara dr jabatan ASN.
• Anggota KASN yg berasal dari PPPK diberhentikan statusnya dari PPPK.
• Anggota KASN yg berasal dari non-pegawai ASN hrs mengundurkan diri
sementara dari jabatan & profesinya.
Tim Seleksi Anggota KASN:
• Beranggotakan 5 (lima) org yg dibentuk oleh Menteri.
• Tim seleksi dipimpin oleh Menteri & melakukan tugas selama 3 (tiga) bln.
• Anggota tim seleksi hrs memiliki pengetahuan & pengalaman di bidang
ASN, rekam jejak yg baik, integritas moral, & netralitas.
• Melakukan proses seleksi anggota KASN dgn mengumumkan scr terbuka
lowongan tsb kpd masy. scr luas, melakukan penilaian pengetahuan,
kompetensi, integritas moral, rekam jejak calon, & uji publik.
• Tim seleksi menyampaikan 2 (dua) kali jumlah anggota KASN utk dipilih &
ditetapkan oleh Presiden.
Majelis Kehormatan KASN
• KASN memiliki & melaksanakan kode etik & kode perilaku.
• Dlm hal terjadi pelangggaran kode etik & kode perilaku
sbgmana dimaksud, Presiden membentuk Majelis
kehormatan kode etik & kode perilaku.
• Majelis kehormatan kode etik & kode perilaku terdiri atas:
- 5 (lima) orang yg berasal dari luar KASN &
- memiliki pengetahuan, pengalaman, & kompetensi di
bidang ASN, rekam jejak yg baik, integritas moral, &
netralitas, serta
- berusia paling rendah 55 (lima puluh lima) thn.
Lembaga Administrasi Negara
LAN memiliki fungsi:
»pengembangan standar kualitas diklat Pegawai ASN;
»pembinaan diklat kompetensi manajerial Pegawai ASN;
»penyelenggaraan diklat kompetensi manajerial Pegawai ASN
baik secara sendiri maupun bersama-sama lembaga diklat
lainnya;
»pengkajian terkait dengan kebijakan dan Manajemen ASN;
dan
»melakukan akreditasi lembaga diklat Pegawai ASN, baik
sendiri maupun bersama lembaga pemerintah lainnya.
LAN bertugas:
1. Meneliti, mengkaji, dan melakukan inovasi Manajemen ASN sesuai
kebutuhan kebijakan;

2. Membina & menyelenggarakan diklat Pegawai ASN berbasis


kompetensi;

3. Merencanakan & mengawasi kebutuhan pendidikan & pelatihan


Pegawai ASN secara nasional;

4. Menyusun standar & pedoman penyelenggaraan & pelaks diklat, serta


pemberian akreditasi dan sertifikasi di bidangnya dgn libatkan K/L;

5. Memberikan sertifikasi kelulusan peserta diklat penjenjangan;

6. Membina dan menyelenggarakan diklat analis kebijakan publik; dan

7. Membina jabatan fungsional di bidang pendidikan dan pelatihan


Kewenangan LAN
LAN berwenang:
a. Mencabut izin penyelenggaraan diklat Pegawai
ASN yang melanggar ketentuan peraturan
perundang-undangan;
b. Memberikan rekomendasi kepada Menteri
dalam bidang kebijakan dan Manajemen ASN;
dan
c. Mencabut akreditasi lembaga diklat Pegawai
ASN yg tidak memenuhi standar akreditasi.
BKN
BKN memiliki fungsi:
• pembinaan penyelenggaraan Manajemen ASN;
• Manajemen ASN dalam bidang pertimbangan teknis formasi, pengadaan,
perpindahan antarinstansi, persetujuan kenaikan pangkat, pensiun; dan
• penyimpan informasi Pegawai ASN dan pengembangan Sistem Informasi ASN.
BKN bertugas:
• mengendalikan seleksi calon Pegawai ASN;
• membina dan menyelenggarakan penilaian kompetensi serta mengevaluasi
pelaksanaan penilaian kinerja Pegawai ASN oleh Instansi Pemerintah;
• membina jabatan fungsional di bidang kepegawaian;
• mengelola dan mengembangkan sistem informasi kepegawaian ASN;
• menyusun NSPK kebijakan Manajemen ASN;
• menyelenggarakan administrasi kepegawaian ASN; dan
• mengawasi & mengendalikan pelaksanaan NSPK manajemen kepegawaian ASN
Pejabat Pembina Kepegawaian
• Presiden selaku pemegang kekuasaan tertinggi pembinaan ASN dpt mendele-
gasikan kewenangan menetapkan pengangkatan, pemindahan, & pemberhen-
tian pejabat (selain JPT utama & madya, & pejabat fungsional ahli utama) kpd:
– Menteri di kementerian;
– Pimpinan Lembaga di LPNK;
– Sekretaris Jenderal di Sekretariat Lembaga Negara & LNS;
– Gubernur, di Provinsi dan
– Bupati/Walikota, di Kabupaten/Kota.

Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) adalah pejabat yg


mempunyai kewenangan menetapkan pengangkatan,
pemindahan, & pemberhentian Pegawai ASN & pembinaan
Manajemen ASN di instansi pemerintah sesuai dgn
ketentuan per-UU-an.
Pejabat yang Berwenang (PyB)
• Presiden dpt mendelegasikan kewenangan pembinaan Manaje-
men ASN kpd PyB di Kementerian, Sekjen/ Sekretariat LN,
Sekretariat LNS, Sekda Provinsi & Kab./Kota.
• Pejabat yg Berwenang dlm menjalankan fungsi Manajemen ASN di
Instansi Pemerintah berdasarkan Sistem Merit & berkonsultasi dgn
PPK di Instansi masing-2.
• PyB memberikan rekomendasi usulan kpd PPK di Instansi masing-2
• PyB mengusulkan pengangkatan, pemindahan, & pemberhentian
Pejabat Administrasi & Pejabat Fungsional kpd PPK di instansinya.

Pejabat yg Berwenang adalah pejabat yg mempunyai


kewenangan melaksanakan proses pengangkatan,
pemindahan, & pemberhentian Pegawai ASN sesuai
dgn ketentuan peraturan perundang-undangan.
Manajemen PNS (PP 11 TH 2017)
Manajemen PNS meliputi:
a.penyusunan dan penetapan i. penggajian dan
kebutuhan; tunjangan;
a.pengadaan; j. penghargaan;
k. disiplin;
b.pangkat dan jabatan;
l. pemberhentian;
c.pengembangan karier; m. jaminan pensiun dan
d.pola karier; jaminan hari tua;
e.promosi; n. perlindungan.
f. mutasi;
g.Penilaian kinerja
PENETAPAN KEBUTUHAN DAN
PENGENDALIAN JUMLAH JABATAN
1. Dasar penetapan kebutuhan :
a. Penyusunan kebutuhan jumlah dan jenis jabatan
berdasarkan analisis jabatan dan analisis beban kerja.
b. Perencanaan kebutuhan SDM utk jangka waktu 5 tahun
dgn rincian per tahun berdasarkan Renstra Instansi
Pemerintah, dgn pertimbangkan dinamika/
perkembangan Kementerian/Lembaga.
c. Ditetapkan oleh Menteri secara nasional.
2. Metode: analisis jabatan dan analisis beban kerja.
3. Kebutuhan jumlah dan jenis jabatan PNS meliputi
kebutuhan dan jenis Jabatan Administrasi, Jabatan
Fungsional, dan JPT ( PP 11/2017 Psl 7 ).
PENGADAAN PNS

1. Dasar pengadaan:
- pengisian kebutuhan jabatan yang lowong
- sesuai kebutuhan pegawai yang ditetapkan Menteri

2. Tahapan :
a. Perencanaan
b. Pengumuman lowongan
c. Pelamaran
d. Seleksi (administrasi, kompetensi dasar, dan kompetensi bidang)
e. Pengumuman hasil seleksi
f. Masa percobaan
g. Pengangkatan menjadi PNS
(UU 5/2014, Pasal 58)
Pangkat & Jabatan
• PNS diangkat dalam pangkat dan jabatan tertentu.
• Setiap jabatan dikelompokkan dlm klasifikasi jabatan PNS
yg menunjukkan kesamaan karakteristik, mekanisme, dan
pola kerja.
• PNS dapat berpindah antar dan antara JPT, Jabatan
Administrasi, dan Jabatan Fungsional di Instansi Pusat dan
Daerah berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan penilaian
kinerja.
• PNS dpt diangkat dlm jabatan tertentu pd lingkungan
instansi TNI dan Polri yg pangkat/jabatannya disesuaikan
dgn pangkat dan jabatan di lingkungan instansi TNI dan
Polri.
Pengembangan Karier
• Dilakukan berdasarkan:
- kualifikasi;
- Kompetensi (teknis, manajerial, sosial kultural);
- penilaian kinerja, dan
- kebutuhan Instansi Pemerintah.

• Dilakukan dengan mempertimbangkan integritas


dan moralitas.

• Manajemen karier PNS dilakukan dgn menerapkan


sistem Merit
Pengembangan Kompetensi
• Setiap Pegawai ASN memiliki hak & kesempatan utk
mengembangkan kompetensi antara lain melalui: pendidikan &
pelatihan, seminar, kursus, & penataran.

• Hrs dievaluasi oleh PyB dan digunakan sbg salah satu dasar dlm
pengangkatan jabatan & pengembangan karier.

• Wajib disusun dlm rencana pengembangan kompetensi tahunan


dlm rencana kerja anggaran tahunan instansi.

PNS diberikan kesempatan utk melakukan praktik kerja di instansi


lain di pusat/daerah yg dilakukan melalui pertukaran antara PNS
dgn pegawai swasta dlm waktu paling lama 1 (satu) thn &
pelaksanaannya dikoordinasikan oleh LAN & BKN.

50
PROMOSI PNS
• Setiap PNS yg memenuhi syarat mempunyai hak yg sama
untuk dipromosikan ke jenjang jabatan yg lebih tinggi.
• Promosi PNS dilakukan berdasarkan perbandingan objektif
antara:
- kompetensi;
- kualifikasi;
- persyaratan yang dibutuhkan oleh jabatan;
- penilaian atas prestasi kerja;
- kepemimpinan, kerja sama, kreativitas; dan
- pertimbangan dari Tim Penilai Kinerja PNS pada Instansi Pemerintah
“tanpa membedakan jender, suku, agama, ras, dan golongan.”
• Promosi Pejabat Administrasi dan Pejabat Fungsional PNS
dilakukan oleh PPK setelah mendapat pertimbangan Tim
Penilai Kinerja PNS pada Instansi yg dibentuk oleh PyB.
MUTASI PNS
• Setiap PNS dpt dimutasi tugas &/ lokasi dlm satu Instansi Pusat, antar-
Instansi Pusat, satu Instansi Daerah, antar-Instansi Daerah, antar-Instansi
Pusat & Instansi Daerah, & ke perwakilan NKRI di luar negeri.
• Dilakukan oleh PPK dlm wilayah kewenangannya.
• Perpindahan PNS antar Kab./Kota dlm satu Prov. ditetapkan oleh
Gubernur setelah memperoleh pertimbangan Kepala BKN.
• Mutasi PNS antar Provinsi ditetapkan oleh MenDagri setelah memperoleh
pertimbangan Kepala BKN.
• Mutasi PNS daerah ke Instansi Pusat atau sebaliknya, ditetapkan oleh PyB
setelah mendapatkan pertimbangan teknis dari Kepala BKN.
• Mutasi PNS antar Instansi Pusat ditetapkan oleh Kepala BKN.

• Mutasi PNS dilakukan dgn memperhatikan prinsip larangan


“konflik kepentingan”.

• Pembiayaan sbg dampak mutasi dibebankan pd APBN & APBD.


52
PENILAIAN KINERJA PNS
Dilakukan berdasarkan:
• perencanaan kinerja pd tingkat individu & tingkat unit/organisasi;
Memperhatikan
• target, sasaran, hasil, & manfaat yg dicapai, serta perilaku PNS.
Metode
• objektif, terukur, akuntabel, partisipatif, & transparan.
• Berada di bawah kewenangan PyB, didelegasikan scr berjenjang kpd atasan
langsung dari PNS, & dpt mempertimbangkan pendapat rekan kerja
setingkat & bawahannya.
• Hasil penilaian kinerja PNS disampaikan kpd Tim Penilai Kinerja PNS.

PNS yg penilaian kinerjanya tdk mencapai target kinerja


dikenakan sanksi administrasi sampai dgn pemberhentian
sesuai dgn ketentuan peraturan perundang-undangan.

53
• Pemerintah wajib membayar gaji yg adil & layak kpd
PNS serta menjamin kesejahteraan PNS.
• Dibayarkan sesuai dgn beban kerja, tanggungjawab, &
resiko pekerjaan.
• Pelaksanaannya dilakukan scr bertahap.
• PNS di pusat dibebankan pada APBN, PNS di daerah
dibebankan APBD.
• Selain gaji, PNS juga menerima tunjangan & fasilitas yg
meliputi:
– tunjangan kinerja & (dibayar sesuai pencapaian
kinerja)
– tunjangan kemahalan (dibayar sesuai tingkat
kemahalan: indeks harga di daerah)
• Tunjangan PNS dibebankan pd APBN & APBD.
• PNS yg telah menunjukkan kesetiaan,
pengabdian, kecakapan, kejujuran,
kedisiplinan, & prestasi kerja dlm
melaksanakan tugasnya dpt diberikan
penghargaan.
• Penghargaan sbgmana dimaksud dpt berupa
pemberian:
– tanda kehormatan;
– kenaikan pangkat istimewa;
– kesempatan prioritas utk pengembangan kompetensi;
&/atau
– kesempatan menghadiri acr resmi &/atau acr
kenegaraan.
DISIPLIN P N S (PP 11 th 2017 Psl 229)
1. Untuk menjamin terpeliharanya tata tertib dlm
kelancaran pelaks. Tugas, PNS wajib mematuhi
disipilin PNS.
2. Instansi Pemerintah wajib melaks penegakan
disiplin thd PNS serta melaks berbagai upaya
untuk peningkatan disiplin.
3. PNS yang melanggar dijatuhi dengan hukuman
disiplin.
4. Ketentuan Disiplin PNS diatur dgn PP tersendiri.
PNS diberhentikan dgn hormat karena:
– meninggal dunia;
– atas permintaan sendiri;
– mencapai batas usia pensiun;
– perampingan organisasi/kebijakan pemerintah yg mengakibatkan pensiun dini;
– tdk cakap jasmani &/atau rohani shg tdk dpt menjalankan tugas & kewajiban.

PNS diberhentikan tdk dgn hormat karena:


 Melakukan penyelewengan thd Pancasila dan UUD 1945;
 Dihukum penjara/kurungan berdasarkan putusan pengadilan yg telah memiliki
kekuatan hukum tetap krn melakukan tindak pidana dgn hukuman pidana
kejahatan jabatan /kejahatan yg ada hubungannya dgn jabatan atau pidana umum.
 Menjadi anggota dan/atau pengurus Parpol;
 Pidana penjara paling singkat 2 (dua) thn dgn tdk berencana.

PNS diberhentikan dgn hormat tdk atas permintaan sendirikarena:


melakukan pelanggaran disiplin PNS tingkat berat.
PNS diberhentikan tdk dgn hormat karena:
a. melakukan penyelewengan terhadap Pancasila & UUDNRI
1945;
b. dihukum penjara/kurungan berdasarkan putusan pengadilan
yg telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan
tindak pidana kejahatan jabatan/tindak pidana kejahatan yg
ada hubung-annya dgn jabatan &/atau pidana umum;
c. menjadi anggota &/atau pengurus partai politik; atau
d. dihukum penjara berdasarkan putusan penga-dilan yg telah
memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak
pidana dgn pidana penjara paling singkat 2 (dua) thn dan
pidana yg dilakukan dgn berencana.
Pemberhentian Sementara PNS
PNS diberhentikan sementara, apabila:
• diangkat menjadi pejabat negara;
• diangkat menjadi komisioner/anggota lembaga non-
struktural; atau
• ditahan karena menjadi tersangka tindak pidana.

Pengaktifan kembali PNS yg diberhentikan sementara


dilakukan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian.

59
Mencapai Batas Usia Pensiun (BUP).
58 Th 60 Th 65 Th
Jabatan fungsional Ahli Utama,
Jabatan fungsional Ahli
Madya, Apoteker, Dokter, Jabatan
Muda, ahli Pertama dan
Dokter gigi, medik Veteriner, fungsional
Fungsional Ketrampilan
Penilik, Pengawas Sekolah, ( PP Peneliti Utama,
( PP No 21 Th 2014)
No 21 Th 2014) Madya, Dr
Pendidik Klinis
Pejabat Guru dan Dosen Utama Madya,
(UU No 14 tahun 2014)
Administrasi Widyaiswara
(UU No 5 Th 2014) Utama ,
Pejabat Pimpinan Tinggi Pengawas
(UU No 5 Th 2014) Radiasi Utama,
 Jab. Administrator;
Perekayasa
(setara eselon III) Utama ,
 Jabatan pimpinan tinggi
 Jab. Pengawas; Pustakawan
utama. ( esl Ia kepala lemb
(setara eselon IV) Utama, Pranata
pem non kementerian)
Nuklir Utama
 Jab. Pelaksana  Jabatan pimpinan tinggi
( PP No 21 Th
(setara esl V & madya; ( esl Ia dan esl Ib )
2014)
 Jabatan pimpinan tinggi
F.umum)
pratama (eselon II)
Jaminan Pensiun & Jaminan Hari Tua
• Hak bagi PNS yg berhenti bekerja.
• PNS diberikan jaminan pensiun apabila:
–meninggal dunia;
–atas permintaan sendiri dgn usia & masa kerja tertentu;
–mencapai batas usia pensiun;
–perampingan organisasi/kebijakan pemerintah yg
mengakibatkan pensiun dini; atau
–tdk cakap jasmani &/atau rohani shg tdk dpt menjalankan
tugas & kewajiban.
• Jaminan pensiun & jaminan hari tua mencakup jaminan
pensiun & jaminan hari tua yg diberikan dlm program jaminan
sosial nasional.
• Sumber pembiayaan berasal dari pemerintah selaku pemberi
kerja & iuran PNS ybs.
61
Perlindungan
Pemerintah wajib memberikan perlindungan
berupa: Mencakup
 jaminan kesehatan; jaminan sosial yg
 jaminan kecelakaan kerja; diberikan dlm
 jaminan kematian; dan program jaminan
 bantuan hukum. sosial nasional

 berupa pemberian bantuan hukum dlm


perkara yg dihadapi di pengadilan terkait
pelaksanaan tugasnya.

62
MANAJEMEN PPPK
Manajemen PPPK meliputi:
a.penetapan kebutuhan;
b.pengadaan;
c. penilaian kinerja;
d.gaji & tunjangan;
e.pengembangan kompetensi;
f. pemberian penghargaan;
g. disiplin;
h.pemutusan hubungan perjanjian kerja; dan
i. perlindungan.

63
PENETAPAN KEBUTUHAN
• Setiap Instansi Pemerintah wajib menyusun kebutuhan
jumlah & jenis jabatan PPPK berdasarkan analisis jabatan &
analisis beban kerja.
• Jenis jabatan yg dpt diisi oleh PPPK diatur dgn Per-Pres.
• Penyusunan kebutuhan jumlah PPPK dilakukan utk jangka
waktu 5 (lima) thn yg diperinci per 1 (satu) thn berdasarkan
prioritas kebutuhan.
• Kebutuhan jumlah & jenis jabatan PPPK sebagaimana
dimaksud ditetapkan dgn Keputusan Menteri.

64
PENGADAAN PPPK
•Pengadaan PPPK merupakan kegiatan utk memenuhi kebutuhan pd Instansi.
•Pengadaan calon PPPK dilakukan melalui tahapan:
•perencanaan,
•pengumuman lowongan,
•pelamaran,
•seleksi,
•pengumuman hasil seleksi, dan
•pengangkatan menjadi PPPK.

•Penerimaan calon PPPK dilaksanakan oleh Instansi Pemerintah melalui penilaian


secara objektif berdasarkan kompetensi, kualifikasi, kebutuhan Instansi
Pemerintah, & persyaratan lain yg dibutuhkan dlm jabatan.
•Pengangkatan calon PPPK ditetapkan oleh PPK utk masa perjanjian kerja minimal
1 thn & dpt diperpanjang sesuai kebutuhan & penilaian kinerja.
PPPK tdk dpt diangkat scr otomatis menjadi calon PNS. Utk diangkat
menjadi calon PNS, PPPK hrs mengikuti semua proses seleksi yg
dilaksanakan bagi calon PNS & sesuai dgn ketentuan per-UU-an.

65
PENILAIAN KINERJA PPPK
Tujuan:
• menjamin objektivitas prestasi kerja yg sdh disepakati berdasarkan perjanjian
kerja.
Metode:
•dilakukan berdasarkan perjanjian kerja di tingkat individu & tingkat unit/organi-
sasi dgn memperhatikan target, sasaran, hasil, manfaat yg dicapai, & perilaku
pegawai.
•dilakukan scr objektif, terukur, akuntabel, partisipatif, & transparan.
•berada di bawah kewenangan PyB Instansi Pemerintah masing-2, didelegasikan
scr berjenjang kpd atasan langsung dari PPPK.
•dpt mempertimbangkan pendapat rekan kerja setingkat & bawahannya.
•Hasil penilaian kinerja PPPK disampaikan kpd Tim Penilai Kinerja PPPK.
Hasilnya untuk:
•dimanfaatkan utk menjamin objektivitas perpanjangan perjanjian kerja,
pemberian tunjangan, & pengembangan kompetensi.
•PPPK yg dinilai oleh atasan & Tim Penilai Kinerja PPPK tdk mencapai target
kinerja yg telah disepakati dlm perjanjian kerja diberhentikan dari PPPK.

66
Gaji & Tunjangan PPPK
• Pemerintah wajib membayar gaji yg adil & layak kpd PPPK.

• Gaji sbgmana dimaksud diberikan berdasarkan beban


kerja, tanggungjawab jabatan, & resiko pekerjaan.

• Gaji dibebankan pd APBN utk PPPK di Instansi Pusat &


APBD utk PPPK di Instansi Daerah.

• Selain gaji, PPPK dpt menerima tunjangan sesuai dgn


Ketentuan Per-PU.

67
Gaji
Adalah kompensasi dasar berupa honorarium sesuai dengan beban
kerja, tanggung jawab jabatan dan resiko pekerjaan yang ditetapkan
oleh peraturan perundang-undangan (Psl 21 & 22 UU No 5 / 2014)

Penghasilan Bersih =Penghasilan kotor - Potongan

Penghasilan Kotor

Gaji Pokok Tunj.Istri Tunj Anak Tunj.Jab. Tunj.Beras Bantuan


10 % 2 % 1= 10 kg PPH
PP 34 th ES: I, II,
2014 gaji pokok gaji pokok III,IV Rp 7.242/kg

Ada Pembulatan
Potongan

IURAN WAJIB PPh Taperum


11 % dari gaji & tunjangan : Gol I Rp. 3.000,-
-3 % BPJS Gol. II Rp. 5.000,-
- 3,75 % dana pensiun Gol. III Rp. 7.000,-
- 4,25 % Taspen Gol IV Rp. 10.000,-
CUTI
Yaitu Keadaan tidak masuk kerja yang diijinkan dalam
jangka waktu tertentu (PP 24/1976)
a. Cuti tahunan :
- PNS minimal telah bekerja 1 tahun,
- lamanya 12 hari/tahun,
- dosen dan guru tidak

b. Cuti besar :
- PNS minimal telah bekerja 6 tahun,
- lamanya 3 bulan,
- untuk ibadah haji / keagamaan,

c. Cuti Sakit
- Setiap PNS yang sakit.
- lamanya 1 / 2 hari dengan surat
lamanya 2 s.d 14 hari dilampiri Surat Ket Dokter
lamanya > 14 hari s.d. 1 tahun dilamp Surat Ket Tim dokter.
- Gugur kandungan lamanya 1 setengah bulan
d. Cuti bersalin :
- PNS persalinan anak yang pertama, kedua dan
ketiga
- lamanya 1 bulan sebelum dan 2 bulan sesudah
- anak ke empat dan seterusnya cuti diluar
tanggungan negara

e. Cuti karena Alasan Penting :


- Ibu,Bapak, Istri/suami, anak, adik, kakak, mertua,
menantu sakit keras atau meninggal.
- Melangsungkan perkawinan pertama.
- lamanya paling lama 2 bulan,

f. Cuti Di luar tanggungan negara


- PNS telah minimal 5 tahun.
- lamanya paling lama 5 tahun
- Tidak berhak menerima penghasilan dari Negara
Pengembangan Kompetensi PPPK
• PPPK diberikan kesempatan utk pengembangan
kompetensi.
• Kesempatan utk pengembangan kompetensi sbgmana
dimaksud direncanakan setiap tahun oleh Instansi
Pemerintah.
• Pengembangan kompetensi sbgmana dimaksud hrs
dievaluasi oleh PyB & dipergunakan sbg salah satu
dasar utk perjanjian kerja selanjutnya.

72
Penghargaan PPPK
• PPPK yg telah menunjukkan kesetiaan, pengabdian,
kecakapan, kejujuran, kedisiplinan, & prestasi kerja dlm
melaksanakan tugasnya dpt diberikan penghargaan.
• Penghargaan sbgmana dimaksud dpt berupa pemberian:
• tanda kehormatan;
• kesempatan prioritas utk pengembangan kompetensi;
&/atau
• kesempatan menghadiri acr resmi &/atau acr
kenegaraan.
• PPPK yg dijatuhi sanksi administratif tingkat berat
berupa pemutusan hubungan perjanjian kerja tdk dgn
hormat dicabut haknya utk memakai tanda kehormatan
berdasarkan Undang-Undang ini.
73
Disiplin PPPK
• Utk menjamin terpeliharanya tata tertib dlm
kelancaran pelaksanaan tugas, PPPK wajib mematuhi
disiplin PPPK.
• Instansi Pemerintah wajib melaksa-nakan penegakkan
disiplin terhadap PPPK serta melaksanakan berbagai
upaya peningkatan disiplin.
• PPPK yg melakukan pelanggaran disiplin dijatuhi
hukuman disiplin.

74
Pemutusan Hubungan Kerja PPPK
Pemutusan hubungan perjanjian kerja dilakukan dgn hormat:
• jangka waktu perjanjian kerja berakhir;
• meninggal dunia;
• atas permintaan sendiri;
• perampingan organisasi/kebijakan pemerintah yg mengakibatkan pengurangan
PPPK; atau
• tdk cakap jasmani &/atau rohani shg tdk dpt menjalankan tugas & kewajiban
sesuai perjanjian kerja yg disepakati.
Pemutusan hubungan perjanjian kerja dilakukan dgn hormat tdk atas permintaan
sendiri:
• dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yg telah memperoleh
kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dgn pidana penjara
paling singkat 2 thn & tindak pidana tsb. dilakukan dgn tdk berencana;
• melakukan pelanggaran disiplin PPPK tingkat berat; atau
• tdk memenuhi target kinerja yg telah disepakati.

75
Pemutusan Hubungan Perjanjian Kerja Tdk dgn
Hormat
• melakukan penyelewengan terhadap Pancasila & UUDNRI
1945;
• dihukum penjara/kurungan berdasarkan putusan
pengadilan yg telah memiliki kekuatan hukum tetap
karena melakukan tindak pidana kejahatan jabatan/
tindak pidana kejahatan yg ada hubungannya dgn
jabatan &/atau pidana umum;
• menjadi anggota &/atau pengurus partai politik; atau
• dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yg
telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan
tindak pidana yg diancam dgn pidana penjara paling
singkat 2 (dua) thn/lebih & tindak pidana tsb. dilakukan
dgn berencana.

76
Perlindungan PPPK
• Pemerintah wajib memberikan perlindungan berupa:
–jaminan hari tua;
–jaminan kesehatan;
–jaminan kecelakaan kerja;
–jaminan kematian; dan
–bantuan hukum.
• Perlindungan berupa jaminan hari tua, jaminan kesehatan, jaminan
kecelakaan kerja, & jaminan kematian sbgmana dimaksud dlm huruf
a, huruf b, huruf c, & huruf d dilaksanakan sesuai dengan sistem
jaminan sosial nasional.
• Bantuan hukum sbgmana dimaksud pd ayat (1) huruf e, berupa
pemberian bantuan hukum dlm perkara yg dihadapi di pengadilan
terkait pelaksanaan tugasnya.

77
ASAS PENYELENGGARAAN KEBIJAKAN DAN
MANAJEMEN ASN

a. kepastian hukum h. efektif dan efisien


b. profesionalitas i. keterbukaan
c. proporsionalitas j. nondiskriminatif
d. keterpaduan k. persatuan dan
e. delegasi kesatuan

f. netralitas l. keadilan dan


kesetaraan, dan
g. akuntabilitas
m. kesejahteraan.
PRINSIP A S N
SEBAGAI PROFESI BERLANDASKAN

a. nilai dasar
b. kode etik dan kode perilaku
c. komitmen, integritas moral, dan tanggung jawab
pada pelayanan publik
d. kompetensi yang diperlukan sesuai dengan
bidang tugas
e. kualifikasi akademik
f. jaminan perlindungan hukum dalam
melaksanakan tugas, dan
g. profesionalitas jabatan.
KODE ETIK & KODE PERILAKU ASN

. ASN sebagai Profesi berlandaskan pada


kode etik dan kode perilaku.

. Kode Etik dan Kode Perilaku ASN


bertujuan utk menjaga martabat
dan kehormatan ASN
UU No. 5/2014 ASN
Kode Etik dan Kode Perilaku ASN
berisi pengaturan perilaku agar Pegawai ASN :
1. Melaksanakan tugasnya dgn jujur, bertanggung jawab,
dan berintegritas tinggi.
2. Melaksanakan tugasnya dgn cermat dan disiplin.
3. Melayani dgn sikap hormat, sopan & tanpa tekanan.
4. Melaksanakan tugasnya sesuai dgn ketentuan
peraturan perundang-undangan.
5. Melaksanakan tugasnya sesuai dgn perintah atasan
atau pejabat yg berwewenang sejauh tdk bertentangan
dgn ketentuan peraturan perundang-undangan dan
etika pemerintahan.
6. Menjaga kerahasiaan yg menyangkut kebijakan
Negara.
7. Menggunakan Kekayaan dan barang milik negara
secara bertanggung jawab, efektif dan efisien.
8. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam
melakukan tugasnya.
9. Memberikan informasi secara benar dan tidak
menyesatkan kepada pihak lain yg memerlukan
informasi terkait kepentingan kedinasan.

10. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas,


status, kekuasaan, dan jabatannya utk mendapat atau
mencari keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau
untuk orang lain.
11. Memegang teguh nilai dasar ASN & selalu menjaga
reputasi dan integritas ASN, dan
12. Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-
undangan mengenai disiplin Pegawai ASN.
FUNGSI KODE ETIK DAN KODE PERILAKU ASN
sangat Penting dlm birokrasi utk menyelenggarakan
Pemerintahan.
Fungsi tersebut, antara lain :
1. Sebagai Pedoman, Panduan birokrasi publik/
aparatur sipil negara dlm menjalankan tugas
dan kewenangan agar tindakannya dinilai
baik.
2. Sebagai standar penilaian sifat, perilaku, dan
tindakan birokrasi publik/ aparatur sipil
negara dalam menjalankan tugas dan
kewenangannya.

Etika diarahkan pada kebijakan yg benar-benar


mengutamakan kepentingan masyarakat luas.
ORGANISASI ASN
1. Kedudukan: Wadah Korps Profesi Pegawai ASN RI utk menyalurkan
aspirasinya.
2. Tujuan :
a. Menjaga kode etik profesi & standar pelayanan profesi ASN: dan
b. Mewujudkan jiwa korps ASN sbg pemersatu bangsa.
3. Fungsi :
a. Pembinaan & pengembangan profesi ASN
b. Memberikan perlindungan hukum & advokasi terhadap dugaan
pelanggaran sistem merit & masalah hukum dlm melaks. tugas
c. Memberikan rekomendasi kpd majelis kode etik instansi terhadap
pelanggaran kode etik profesi & kode perilaku profesi
d. Menyelenggarakan usaha-2 utk peningkatan kesejahteraan anggota
korps profesi ASN RI sesuai dgn peraturan perudang-undangan
Pasal 109 RUU ASN
SISTEM INFORMASI ASN
1. Tujuan: Efisiensi, Efektivitas, Akurasi Pengambilan Keputusan
dlm manajemen ASN.
2. Sifat: Nasional & terintegrasi antar instansi.
3. Pembangunan & pemutakhiran Data scr berkala.
4. Berbasis Teknologi Informasi yg mudah diaplikasikan,
mudah diakses & memiliki sistem keamanan terpercaya.
5. Pengelola: BKN & dpt digunakan/diakses oleh instansi terkait
baik utk keperluan update data maupun utk pengambilan
keputusan.
KONSEP SISTEM MERIT DLM PENGELOLAAN ASN

Konsep Sistem Merit


menjadi bagian yang tidak
terpisahkan dalam
pengelolaan ASN
SISTEM MERIT ?
• Merupakan kebijakan dan manajemen ASN yg
berdasarkan pd kualifikasi, kompetensi, dan
kinerja secara adil dan wajar dengan tanpa
membedakan latar belakang politik, ras, warna
kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status
pernikahan, umur, atau kondisi kecacatan.

• Sistem merit pd dasarnya adalah konsepsi dlm


manajemen SDM yg menggambarkan
diterapkannya obyektifitas pd keseluruhan semua
proses dlm pengelolaan ASN yakni pd
pertimbangan kemampuan dan prestasi individu
utk melaksanakan pekerjaannya (kompetensi dan
kinerja).
SISTEM MERIT
Kebijakan dan manajemen ASN yang berdasrkan pada :
1) Kompetensi
2) Kinerja secara adil dan wajar.
3) Kualifikasi
Tanpa membedakan :
. Latar belakang Politik, Ras, Warna kulit, Agama, Asal
Usul, Jenis kelamin, Status pernikahan, umur atau
kondisi kecacatan.

88
OBYEK DLM SISTEM MERIT
Obyek dilaksanakan pada semua tahapan dlm
pengelolaan SDM, seperti :
1. Rekruitmen
2. Pengangkatan
3. Penempatan
4. Promosi.

Sistem ini biasanya disandingkan dengan SPOIL


SISTEM, yang Penerapan Manajemen SDM lebih
mengutamakan Pertimbangan SUBYEKTIF, seperti
alasan Politik, Personal, Kedekatan dan Lainnya,
FUNGSI MERIT

. Bagi Organisasi, sistem ini mendukung


keberadaan prinsip Akuntabilitas yg
saat ini menjadi tuntutan sektor Publik.
. Bagi Pegawai, sistem ini Menjamin
Keadilan dan menyediakan ruang
Keterbukaan dalam perjalanan Karier
seorang pegawai.
. UU ASN secara jelas mengakomodasi
sistem merit dalam pelaksanaan
manajemen ASN (Psl 51 UU ASN).
PENERAPAN SISTEM MERIT DLM
PENGELOLAAN ASN

MANAJEMEN
PNS
Psl 55 UU ASN

PADA SEMUA
SISTEM KOMPONEN ATAU HARUS
MERIT FUNGSI MENERAPKAN
MANAJEMEN ASN SISTEM MERIT

MANAJEMEN
PPPK
Psl 93 UU ASN
MONITORING, PENILAIAN DAN
PENGEMBANGAN SISTEM MERIT
BERDASAR KOMPETENSI,
PANGKAT & KUALIFIKASI DAN
JABATAN ASN PERSYARATAN JABATAN

PENGEM- BERDASAR KUALIFIKASI,


BANGAN KOMPETENSI, PENILAIAN
KARIER ASN KINERJA
MONITORING
JAMINAN MUTASI KUALIFIKASI, KOMPETENSI
DAN
MERIT PENILAIAN PEGAWAI DAN KEBUTUHAN INSTANSI
SISTEM DIWUJUDKAN
PENILAIAN BERDASAR KINERJA
KINERJA SESUNGGUHNYA PEGAWAI

BERDASAR KINERJA
PROMOSI PEGAWAI DAN BUKAN
PEGAWAI PERTIMBANGAN SUBYEKTIF
DISKUSI UNTUK MEMBAHAS MATERI LATIHAN :
a) Jelaskan
esensi penting Manajemen ASN sesuai UU ASN
& apa implikasinya terhadap peserta sbg pegawai ASN?;

b) Jelaskan
Kedudukan & Peran ASN & apa yg perlu
dilakukan peserta Diklat sbg Pegawai ASN?

c) Menjelaskan
Hak & Kewajiban ASN & Bgmana peserta
sbg Peg. ASN bersikap agar terjadi Keseimbangan?;

d) Jelaskan
Kode Etik & Kode Perilaku ASN & Bagaimana
peserta dpt Melaksanakannya dgn baik sbg Pedoman/
Acuan/ Norma?
KELEMBAGAAN SISTEM MERIT DLM PENGELOLAAN ASN

1. Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN),


kewenangannya : untuk melakukan Monev pelaksanaan
kebijakan dan Manajemen ASN untuk menjamin
perwujudan atau pelaksanaan sistem merit pada instansi
pemerintah.

2. Kementrian yang menyelenggarakan urusan


pemerintahan di bidang pendayagunaan
aparatur negara ( Kemen PAN dan RB ) yang
bertugas memberikan pertimbangan kepada presiden dalam
penindakan pejabat yang berwenang dan pejabat pembina
kepegawaian atas penyimpangan sistem merit dalam
pengelolaan ASN
94
PENGATURAN PENGELOLAAN ASN ( UU ASN )

1) Pasal 55, tentang Manajemen PNS, meliputi :


Penyusunan dan Penetapan Kebutuhan, Pengadaan,
Pangkat dan Jabatan, Pengembangan Karier, Pola Karier,
Promosi, Mutasi, Penilaian Kinerja, Penggajian Tunjangan,
Penghargaan , Disiplin, Pemberhentian , jaminan pensiun
dan hari tua dan Perlindungan.

1) Pasal 93, mengatur tentang Manajemen PPPK,


meliputi : Penetapan kebutuhan, pengadaan, penilaian
kinerja, , pengajian dan tunjangan, pengembangan
kompetensi, pemberian penghargaan, disiplin, Pemutusan
Hubungan kerja , Perlindungan

95
MEKANISME PENGELOLAAN ASN
1. Penyusunan & penetapan kebutuhan
2. Pengadaan
3. Pangkat dan Jabatan
4. Pengembangan Karier
5. Pola karier; Promosi; Mutasi
MANAJEMEN 6. Penilaian kinerja
PNS 7. Penggajian dan tunjangan
8. Penghargaan
9. Disiplin
10. Pemberhentian
MEKANISME 11. Jaminan pensiun dan hari tua
PENGELOLAAN 12. Perlindungan
ASN

1. Penetapan kebutuhan
2. Pengadaan
3. Penilaian kinerja
MANAJEMEN 4. Penggajian dan tunjangan
PPPK 5. Pengembangan kompetensi
6. Pemberian penghargaan
7. Disiplin
8. Pemutusan hubungan Perjanjian kerja
96
MANAJEMEN PNS
BASED ON KEBUTUHAN (ANJAB & ABK) utk
1 REKRUITMEN JANGKA WAKTU 5 THN

SBG HAK PEGAWAI ASN, BENTUK-2


PENGEMBANGAN
2 PEGAWAI PENGEMBANGAN KOMPETENSI,
PERTUKARAN PNS-SWASTA

3 PROMOSI BASIS KARIR TERBUKA (KOMPETISI)

BERDASARKAN BEBAN KERJA, TANGGUNG


4 KESEJAHTERAAN JAWAB, RESIKO PEKERJAAN & KINERJA

POSITION & PERFORMANCE BASED SALARY/


MANAJEMEN
5 KINERJA
PROMOTION, SANKSI ATAS TDK TERCAPAINYA
KINERJA

6 DISIPLIN & ETIKA RINCIAN KODE ETIK PROFESI & SANKSI

7 PENSIUN SEMANGAT FULLY FUNDED


PERMASALAHAN
BIROKRASI
1. Pelayanan yg Buruk;
2. Korupsi;
3. Organisasi yg Gemuk;
4. Profesionalisme Rendah;
5. Inefisiensi & Inefektivitas;
6. Kurang Berkoordinasi/Ego
Sektoral;
7. Kebijakan yg Tumpang
Tindih ;
8. Politisasi & Intervensi
Politik;
9. Cultureset -- Feodalistik
98
KOMITMEN MUTU
LATIHAN :
 APA YG MENJADI TUJUAN POKOK DARI
MANAJEMEN ASN?

 APA PENGERTIAN MANAJEMEN ASN?

 SEBUTKAN NILAI- 2 DASAR BAGI KEBERHASILAN


PELAKSANAAN MANAJEMEN ASN.

 PELAJARAN- 2 APA SAJA YG DPT DIPEROLEH


DARI MANAJEMEN ASN?

 JELASKAN CONTOH- 2 PELAKS MANAJEMEN ASN


YG BAIK.

KOMITMEN MUTU
PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI
SYARAT :
• KOMPETENSI
PADA • KUALIFIKASI
JPT • KEPANGKATAN
KEMENTERIAN,
• DIKLAT
UTAMA KESEKRETARIATAN DILAKS TERBUKA
• REKAM JEJAK
DAN LN, LEMBAGA NON DI TK NASIONAL
JABATAN
MADYA STRUKTURAL, • INTEGRITAS
INSTANSI DAERAH • PERSYRATAN
LAIN SESUAI
PENGISIAN PER-UU-AN
JPT
SYARAT :
• KOMPETENSI
• KUALIFIKASI
• KEPANGKATAN
JPT DILAKS TERBUKA • DIKLAT
PRATAMA DI TK NAS ATAU • REKAM JEJAK
ANTAR KAB/KOTA JABATAN
DLM 1 PROV • INTEGRITAS
• PERSYRATAN LAIN
SESUAI PER-UU-AN
PENGISIAN JPT UTAMA DAN MADYA K/L PUSAT

8 Laporan PRESIDEN 7

KEPUTUSAN PRESIDEN
6 JPT TERPILIH
MEMASTIKAN KASN
SISTEM MERIT MENYAMPAIKAN 3 CALON

PENGAWASAN PEMBENTUKAN PIMP K/L /PPK


2 PANSEL DAN KEPUTUSAN
MENGIKAT
1
KOORDINASI MENYAMPAIKAN
MEMBENTUK 5 3 CALON JPT

PANSEL
PENGAWASAN PELAKSANAAN
4
SELEKSI DAN KEPUTUSAN
MENGIKAT 3 MENYELEKSI JPT SECARA TERBUKA
KETENTUAN LAIN PENGISIAN J P T

DILAKS SCR DAPAT BERASAL DR


JPT UTAMA DAN TERBUKA NON PNS DGN
MADYA TERTENTU KOMPETITIF PERSETUJUAN
PRESIDEN

DAPAT DIISI OLEH


DILAKS SCR PRAJURIT TNI DAN
PENGISIAN JPT JABATAN PIMPINAN TERBUKA
ANGGOTA POLRI
TINGGI KOMPETITIF SETELAH
UNDURKAN DIRI

DAPAT DIISSI OLEH


JPT DI LINGKUNGAN PRAJURIT TNI DAN
INSTANSI PEMERINTAH ANGGOTA POLRI
TERTENTU SESUAI PER-UU-AN
Pengisian JPT dari Non-PNS
• JPT utama & madya tertentu dpt berasal dari non-PNS
dgn persetujuan Presiden yg pengisiannya dilakukan scr
terbuka & kompetitif serta ditetapkan dlm KEPRES.
• JPT dpt diisi oleh prajurit TNI & anggota Polri setelah
mengundurkan diri dari dinas aktif apabila dibutuhkan &
sesuai dgn kompetensi yg ditetapkan melalui proses scr
terbuka & kompetitif.
• JPT di lingk. Instansi Pemerintah tertentu dpt diisi oleh
prajurit TNI & anggota Polri sesuai dgn kompetensi ber-
dasarkan Ketentuan Per-PU.
PENGGANTIAN PEJABAT PIMPINAN TINGGI
• PEJABAT PEMBINA KEPEGAWAIAN DILARANG MENGGANTI PEJABAT
PIMPINAN TINGGI SELAMA 2 TAHUN SEJAK PELANTIKAN, KECUALI
PEJABAT YBS MELANGGAR KETENTUAN PER-UU-AN DAN TDK LAGI
MEMENUHI SYARAT.

• PENGGANTIAN PEJABAT PIMPINAN TINGGI UTAMA DAN MADYA


SEBELUM 2 TAHUN DPT DILAKUKAN SETELAH MENDAPAT
PERSETUJUAN PRESIDEN.

• JABATAN PIMPINAN TINGGI HANYA DPT DIDUDUKI PALING LAMA 5


TAHUN. JABATAN PIMPINAN TINGGI DPT DIPERPANJANG
BERDASARKAN : PENCAPAIAN KINERJA, KESESUAIAN KOMPETENSI,
DAN BERDASARKAN KEBUTUHAN INSTANSI SETELAH MENDAPAT
PERSETUJUAN PEJABAT PEMBINA KEPEGAWAIAN DAN
BERKOORDINASI DENGAN KASN
POLA KARIR JPT
• Diduduki maksimal selama 5 (lima) tahun.
• Pejabat yg habis masa jabatannya hrs mengikuti seleksi/uji
kompetensi kembali utk menduduki jabatan yg sama pd periode
berikutnya.
• Pejabat ybs hrs memenuhi target kinerja yg diperjanjikan dgn
atasan.
• Pejabat yg tdk memenuhi kinerja yg diperjanjikan dlm waktu 1
(satu) thn pd suatu jabatan, diberikan kesempatan selama 6 (enam)
bln utk memperbaiki kinerjanya.
• Dalam hal Pejabat sebagaimana dimaksud tdk menunjukan
perbaikan kinerja, maka Pejabat ybs hrs mengikuti seleksi ulang uji
kompetensi kembali. Dari hasil seleksi ulang tsb Pejabat ybs dpt
dipindahkan pd jabatan lain sesuai dgn kompetensi yg dimiliki/
ditempatkan pd jabatan yg lebih rendah.
PENYETARAAN

Pd saat Undang-2 ini mulai berlaku, terhadap jabatan PNS


dilakukan penyetaraan:
• jabatan eselon Ia kepala LPNK setara dgn JPT utama;
• jabatan eselon Ia dan eselon Ib setara dgn JPT madya;
• jabatan eselon II setara dgn JPT pratama;
• jabatan eselon III setara dgn jabatan administrator;
• jabatan eselon IV setara dgn jabatan pengawas; dan
• jabatan eselon V & fungsional umum setara dgn jabatan
pelaksana,
sampai dgn berlakunya peraturan pelaksanaan mengenai
Jabatan ASN dlm Undang-2 ini.
KETENTUAN TRANSISI

• Peraturan pelaksanaan Undang-2 ini hrs sdh


ditetapkan paling lambat 2 (dua) thn sejak Undang-
Undang ASN diundangkan.
• ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai
kode etik & penyelesaian pelanggaran terhadap kode
etik bagi jabatan fungsional tertentu dinyatakan
tetap berlaku sepanjang tdk bertentangan dgn
Undang-Undang ini.
• Pegawai Negeri Sipil Pusat & Pegawai Negeri Sipil
Daerah disebut sbg Pegawai ASN.
KETENTUAN AFIRMATIF
 Kebijakan & Manajemen ASN yg diatur dalam Undang-2
ini dilaksanakan dgn memperhatikan:
a.kekhususan daerah-daerah tertentu; dan/atau
b.Warganegara berkebutuhan khusus.

 Penjelasan Pasal: Yg dimaksud dgn daerah-daerah


tertentu misalnya daerah yang memiliki otonomi
khusus, daerah tertinggal, daerah konflik, daerah
terpencil, daerah istimewa dan lain-lain.
T E R I M A K A S I H