Anda di halaman 1dari 2

PERANAN DATA PENILAIAN FORMASI DAN PRODUKSI DALAM

PERENCANAAN ARTIFICIAL LIFT

Proses produksi dikenal dengan beberapa cara untuk mengangkat


(memproduksikan) fluida hidrokarbon ke permukaan. Secara garis besar terbagi
menjadi dua, yakni sembur alam (natural flow), dan artificial lift. Pada sumur-
sumur yang baru atau yang memiliki tekanan reservoarnya masih cukup tinggi
maka dapat diproduksikan dengan metode natural flow (tekanan reservoir masih
mampu mengangkat fluida ke permukaan tanpa tenaga bantuan). Berbeda pada
sumur yang memiliki tekanan yang sudah menurun (depleted), untuk mengangkat
fluida (memproduksikan) ke permukaan diperlukan peralatan buatan yang
membantu memproduksikan fluida ke permukaan, metode ini disebut dengan
artificial lift.
Prinsip kerja dari artificial lift ialah mengubah tenaga yang dihasilkan oleh
sistem peralatan artificial lift tersebut menjadi tenaga yang mengangkat fluida
reservoir ke permukaan. Dalam pemilihan peralatan yang digunakan untuk
keperluan artificial lift diperlukan suatu perencanaan secara teliti dan pemilihan
jenis peralatan yang tepat, sehingga rate produksi fluida atau minyak yang
diinginkan akan tercapai. Bermacam – macam jenis peralatan pengangkatan buatan,
namun dalam bab ini akan dijelaskan lima jenis artificial lift yang banyak
digunakan di lapangan minyak yaitu: gas lift, sucker rod pump, electric submersible
pump, dan progressive cavity pump.
Tujuan dari artificial lift adalah untuk menetapkan tubing intake pressure
sehingga reservoir merespon dan memproduksi laju alir yang diharapkan. Desain
dan analisa dari berbagai artificial lift dapat dibagi menjadi dua bagian, yang
pertama adalah komponen reservoir (inflow performance relationship) yang
menggambarkan kemampuan sumur untuk memproduksikan fluida. Komponen
yang kedua menggambarkan seluruh pipa dan sistem artificial lift. Tubing intake
pressure lalu dapat ditentukan untuk laju alir yang berubah-ubah dan ketika kurva
intake ini terletak pada plot yang sama dengan kurva IPR, laju alir untuk metode
pengangkatan dapat ditentukan.
Dalam penentuan Artificial Lift dapat menggunakan data Penilaian Formasi
dan data Produksi untuk menunjang perencanaan articial lift. Dari data penilaian
formasi akan didapatkan well logging berupa Log lithologi, Log resistivity, Log
porosity, dan Log tambahan. Selain well logging data penilaian formasi yang dapat
digunakan adalah pressure test berupa Pressure build up (PBU) dan Pressure
drawdorn (PDD). Dari pressure test akan didapatkan data Tekanan statik, Tekanan
aliran dasar sumur, Tekanan awal reservoir, Skin factor, Permeabilitas rata-rata,
volume pengurasan, dan radius pengurasan. Kemudian dalam penentukan
perencanaan Artificial Lift dapat digunakan Data Produksi. Data Produksi tersebut
meliputi Laju Produksi, Specific Grafity, Gas Oil Ratio, Gas Liquid Ratio, dan
Gradient Tekanan.

Geraldo Soemaschris Soewarno Pembimbing:


113140052 Ir. Sunindyo, MT