Anda di halaman 1dari 25

Gambaran Pengetahuan Penyimpanan Obat Rumah Tangga pada

Masyarakat di Rukun Warga 05 Kelurahan Periuk Jaya


Kecamatan Periuk Periode April 2018

Karya Tulis Ilmiah

Diajukan sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Ahli Madya


Kesehatan bidang Farmasi

Oleh :
Julia Salsabila
P2.31.39.0.15.041

JURUSAN FARMASI
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAKARTA II
2018
2

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Penyimpanan obat adalah suatu kegiatan menyimpan dengan cara


menempatkan obat-obatan pada tempat yang aman dari gangguan fisik yang dapat
merusak mutu obat. Menyimpan obat bukan asal taruh saja atau dimasukkan ke
dalam wadah kemudian dibiarkan begitu saja. Kita juga perlu memperhatikan
tempat penyimpanan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Misalnya, dari
jangkauan anak-anak atau sinar matahari langsung yang dapat merusak mutu
obat.1
Manfaat dari menyimpan obat sangat banyak yaitu dapat memelihara
mutu obat dengan memperhatikan stabilitasnya, menghindari penggunaan obat
oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, memudahkan pencarian jika sewaktu-
waktu diperlukan, memudahkan pengawasan dan menghindari efek toksik yang
bisa ditimbulkan oleh obat.
Pada hakikatnya, pelayanan farmasi berfokus terutama pada proses
pemberian obat : pasien diberi instruksi bagaimana menggunakan obat yang
diresepkan. Namun, informasi tentang penyimpanan dan pengorganisasian
berbagai obat dinilai kurang. Akibatnya, pengetahuan pasien tentang kondisi
penyimpanan yang tepat, penggunaan obat-obatan rasional dan bahaya yang
terkait dengan penggunaan obat secara sembarangan dinilai masih kurang. Selain
itu, telah terjadi peningkatan konsumsi konsumsi obat-obatan terlarang (OTC).
Obat-obatan dibeli dengan dan tanpa resep dan disimpan di tempat yang berbeda
di rumah.2
Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyimpanan obat yang
benar menjadi faktor yang dapat memicu resiko penggunaan obat yang tidak
rasional. Selain itu juga dapat terdegradasinya zat aktif pada obat tersebut.
Menurut hasil riset Riskesdas (2013), sejumlah 103.860 atau 35,2 persen
dari 294.959 RT di Indonesia menyimpan obat untuk swamedikasi, dengan
proporsi tertinggi di DKI Jakarta (56,4%) dan terendah di Nusa Tenggara Timur
(17,2%). Rerata sediaan obat yang disimpan hampir 3 macam. Dari 35,2 persen
3

RT yang menyimpan obat, proporsi RT yang menyimpan obat keras 35,7 persen
dan antibiotic 27,8 persen. Adanya obat keras dan antibiotika untuk swamedikasi
menunjukkan penggunaan obat yang tidak rasional. Terdapat 81,9 persen RT
menyimpan obat keras dan 86,1 persen RT menyimpan antibiotika tanpa resep.
Jika status obat dikelompokkan menurut obat yang ‘sedang digunakan’, obat
‘untuk perseiaan’ jika sakit, dan ‘obat sisa’ maka 32,1 persen RT menyimpan obat
yang sedang digunakan, 47,0 persen RT menyimpan obat sisa dan 42,2 persen RT
yang menyimpan obat untuk persediaan. Obat sisa dalam hal ini adalah obat sisa
resep dokter atau obat sisa dari penggunaan sebelumnya yang tidak dihabiskan.
Seharusnya obat sisa resep secara umum tidak boleh disimpan karena dapat
menyebabkan penggunaan salah (misused) atau disalahgunakan atau
rusak/kadaluarsa.3
Penelitian yang telah dilakukan oleh Obitte et al (2009) Nigeria
menunjukkan bahwa responden menyimpan obat di area yang bervariasi
diantaranya; di tas (48%), dapur (4%), kamar mandi (4%), ruang makan (32%),
diatas kulkas (26%), dalam mobil (14%). Hal ini yang dapat menyebabkan
penggunaan obat yang tidak rasional serta dapat terdegradasi nya obat yang
disimpan.4
Hasil survey penelitian Gitawati (2014) juga menunjukkan bahwa rata-
rata 5 jenis obat disimpan dirumah. Dengan mayoritas obat analgetik & NSAID.5
Berdasarkan survei pendahuluan yang penulis lakukan pada beberapa
responden di RW 05 Perumahan Periuk Jaya Permai, 7 dari 10 orang yang penulis
wawancarai menyimpan obat secara kurang tepat, diantaranya menyimpan di
dalam kulkas, obat dalam dan luar disimpan dalam satu wadah, dan lain-lain.
Berdasarkan uraian diatas, peneliti tertarik untuk mengetahui tingkat
pengetahuan masyarakat tentang penyimpanan obat di daerah RW 05 Perumahan
Periuk Jaya Permai Tangerang yang dengan judul Gambaran Pengetahuan
Penyimpanan Obat Rumah Tangga pada Masyarakat di Rukun Warga 05 Periuk
Jaya Permai Tangerang.
4

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis menentukan rumusan
masalah dalam penelitian ini yaitu, bagaimana Gambaran Pengetahuan
Penyimpanan Obat di Rumah pada Masyarakat di Rukun Warga 05 Periuk Jaya
Permai Tangerang.

1.3 Tujuan Penelitian


1.3.1 Tujuan Umum
Tujuan umum penelitian ini adalah penulis ingin mengetahui Gambaran
Pengetahuan Penyimpanan Obat di Rumah pada Masyarakat di Rukun Warga 05
Periuk Jaya Tangerang untuk mencegah dampak penggunaan obat yang tidak
tepat dan berpotensi bahaya di lingkungan masyarakat.

1.3.2 Tujuan Khusus

Tujuan penelitian ini secara khusus untuk mengetahui pengetahuan masyarakat


mengenai penyimpanan obat berdasarkan :
1. Usia
2. Jenis Kelamin
3. Pekerjaan
4. Indikasi
5. Tujuan penyimpanan
6. Sumber perolehan
7. Obat keras yang dibeli tanpa resep dokter

1.4 Manfaat Penelitian


1.4.1 Bagi Penulis
1. Menambah wawasan penulis tentang penyimpanan obat.
2. Sebagai pembelajaran bagi penulis supaya lebih mengetahui sejauh mana
pengetahuan warga terhadap penyimpanan obat.
5

1.4.2 Bagi Pemangku Kebijakan


Sebagai masukan untuk menggiatkan program edukasi tentang
penyimpanan obat kepada masyarakat khususnya di wilayah warga 05 Periuk Jaya
Permai Tangerang.

1.4.3 Bagi Akademik

Dapat dijadikan sebagai referensi bacaan dan informasi di perpustakaan


Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta II Jurusan Farmasi tentang
penyimpanan obat.

1.4.4. Bagi Masyarakat


Meningkatkan kesadaran masyarakat akan penyimpanan dan penggunaan
obat yang baik dan benar
6

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengetahuan
Pengetahuan adalah hasil pengindraan manusia terhadap objek melalui
indra yang dimilikinya (mata, telinga, hidung, dan sebagainya). Sebagian besar
pengetahuan seseorang didapat dari melalui indra penglihatan dan pendengaran.
Pengetahuan merupakan hal yang penting untuk seseorang melakukan tindakan.6

2.1.1 Tingkatan Pengetahuan


1. Tahu (know)
Tahu merupakan kemampuan mengingat suatu materi yang telah dipelajari
sebelumnya. Tahapan ini merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah.
2. Memahami (comprehension)
Memahami merupakan suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang
objek yang diketahui dan dapat menginterpretasi materi tersebut secara benar.
3. Aplikasi (application)
Aplikasi merupakan kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari
pada situasi atau kondisi riil (sebenarnya).
4. Analisis (analysis)
Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek ke
dalam komponen-komponen, tetapi masih dalam suatu struktur organisasi tersebut
dan masih ada kaitannya satu sama lain.
5. Sintesis (synthesis)
Sintesis merupakan suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan
bagian-bagian dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru.
6. Evaluasi (evaluation)
Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau
penilaian terhadap suatu materi atau objek.7
7

2.2 Pengertian Penyimpanan


Penyimpanan adalah suatu kegiatan menyimpan dan memelihara dengan
cara menempatkan obat-obatan yang diterima pada tempat yang dinilai aman dari
pencurian serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu obat.1 Menurut
Farmakope Indonesia edisi IV, suhu penyimpanan terbagi atas8:
Tabel. 2.1 Suhu penyimpanan
Suhu °C
Dingin 2°C sampai 8°C
Freezer -20°C sampai -10°C
Sejuk 8°C sampai 15°C
Kamar 15°C sampai 30°C
Hangat 30°C sampai 40°C
Panas Berlebih ≤ 40°C

Cara penyimpanan obat di rumah tangga sebagai berikut :


a. Secara Umum :
1. Jauhkan dari jangkauan anak – anak.
2. Simpan obat dalam kemasan asli dan dalam wadah tertutup rapat.
3. Simpan obat ditempat yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung
atau ikuti aturan yang tertera pada kemasan.
4. Jangan tinggalkan obat di dalam mobil dalam jangka waktu lama karena suhu
yang tidak stabil dalam mobil dapat merusak sediaan obat.
5. Jangan simpan obat yang telah kadaluarsa.

b. Secara Khusus :
1. Tablet dan kapsul
Jangan menyimpan tablet atau kapsul ditempat panas dan atau lembab.
2. Sediaan obat cair
Obat dalam bentuk cair jangan disimpan dalam lemari pendingin (freezer)
agar tidak beku kecuali disebutkan pada etiket atau kemasan obat.
3. Sediaan obat vagina dan ovula
8

Sediaan obat untuk vagina dan anus (ovula dan suppositoria) disimpan di
lemari es karena dalam suhu kamar akan mencair.
4. Sediaan Aerosol / Spray
Sediaan obat jangan disimpan di tempat yang mempunyai suhu tinggikarena
dapat menyebabkan ledakan.9

2.3 Obat
2.3.1 Pengertian Obat
Obat adalah obat jadi yang merupakan sediaan atau paduan bahan-bahan
termasuk produk biologi dan kontrasepsi, yang siap digunakan untuk
mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam
rangka penetapan diagnosa, pencegahan, penyembuhan, pemulihan dan
peningkatan kesehatan.10

2.2.2 Penggolongan Obat


Penggolongan obat dimaksudkan untuk peningkatan keamanan dan
ketepatan penggunaan serta pengamanan distribusinya. Penggolongan obat
menurut Permenkes No. 917/1993 adalah :
1. Obat Bebas
Obat bebas adalah obat yang dijual bebas di pasaran dan dapat dibeli tanpa resep
dokter. Tanda khusus pada kemasan dan etiket obat bebas adalah lingkaran hijau
dengan garis tepi berwarna hitam.
2. Obat Bebas Terbatas
Obat bebas terbatas adalah obat yang sebenarnya termasuk obat keras tetapi masih
dapat dijual atau dibeli bebas tanpa resep dokter, dan disertai dengan tanda
peringatan. Tanda khusus pada kemasan dan etiket obat bebas terbatas adalah
lingkaran biru dengan garis tepi berwarna hitam.11

2.4 Obat Yang Harus Tersedia Di Rumah


Obat-obatan yang wajib disediakan di rumah untuk keadaan darurat
biasanya obat-obat untuk mengatasi penyakit yang sering dijumpai pada anak-
9

anak dan balita antara lain: demam, diare, batuk, pilek, dan muntah. Sesuaikan
obat-obatan di rumah dengan penyakit yang sering diderita oleh anak-anak dan
balita. Jenis obat yang harus disediakan dirumah tangga sedikitnya adalah :
a. Obat luar
1. Obat merah (mercurochrome, povidon iodine orang sering menyebut yood)
atau betadine. Ini untuk luka ringan
2. Salep antisepik luka di kulit luar
3. Salep antihistamin, untuk alergi karena tersengat serangga
4. Obat-obat penghilang rasa nyeri dengan kadar rendah seperti minyak kayu
putih, minyak telon, balsam, dan lain-lain.
5. Tetes mata

b. Obat untuk diminum


1. Obat batuk
2. Obat sakit perut atau diare: Norit, oralit.
3. Obat pengurang rasa nyeri, demam dan pusing dengan kode bebas. Seperti:
Paracetamol sirup maupun tablet, dan banyak nama-nama paten yang dijual
di toko obat.
4. Obat anti mabuk bagi yang sering berpergian12

2.6 Cara Penggunaan Obat


Penggunaan obat di rumah sudah umum bagi masyarakat luas, namun cara
penggunaan obat untuk balita harus diperhatikan dalam menggunakan obat-obatan
tersebut.
Secara umum, cara penggunaan obat yang benar adalah sebagai berikut :
1. Penggunaan obat tidak untuk pemakaian secara terus menerus.
2. Gunakan obat sesuai dengan anjuran yang tertera pada etiket atau brosur.
3. Bila obat yang digunakan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, hentikan
penggunaan dan tanyakan kepada Apoteker dan dokter.
4. Hindarkan menggunakan obat orang lain walaupun gejala penyakit sama.
5. Untuk mendapatkan informasi penggunaan obat yang lebih lengkap, tanyakan
kepada Apoteker.1
10

2.7. Tanggal Kadaluarsa


Tanggal kadaluarsa adalah suatu waktu dimana obat sudah dalam kondisi
yang tidak efektif untuk digunakan dan sampai dengan tanggal yang dimaksud,
mutu dan kemurnian obat dijamin masih tetap memenuhi syarat. Tanggal
kadaluarsa biasanya dinyatakan dalam bulan dan tahun. Dan biasanya obat
kadaluarsa ditandai dengan adanya kerusakan obat.13

2.8 Obat Rusak


Obat cepat menjadi rusak bila terpapar sinar matahari, kelembaban udara,
dan udara yang sangat kering. Dalam kondisi tersebut obat harus dibuang dan
jangan digunakan. Perlu diperhatikan pembuangan obat sebaiknya memperhatikan
lingkungan, sebaiknya dihancurkan terlebih dahulu.14 Obat rusak juga merupakan
obat yang mengalami perubahan mutu, seperti1 :
1. Tablet
- Terjadinya perubahan warna, bau atau rasa
- Kerusakan berupa noda, berbintik-bintik, lubang, sumbing, pecah, retak dan atau
terdapat benda asing, jadi bubuk dan lembab
- Kaleng atau botol rusak
2. Tablet salut
- Pecah-pecah, terjadi perubahan warna
- Basah dan lengket satu dengan lainnya
- Kaleng atau botol rusak sehingga menimbulkan kelainan fisik
3. Kapsul
- Perubahan warna isi kapsul
- Kapsul terbuka, kosong, rusak atau melekat satu sama lain
4. Cairan
- Menjadi keruh atau timbul endapan
- Konsistensi berubah
- Warna atau rasa berubah
- Botol plastik rusak atau bocor
5. Salep
- Warna dan bau berubah
11

- Pot atau tube rusak atau bocor


6. Puyer
- Terjadi perubahan warna, timbul bau, timbul noda bintik-bintik, lembab sampai
mencair.

2.9 Cara Pembuangan Obat dan Kemasan Obat


a. Cara pembuangan obat :
1. Penimbunan di dalam tanah
Hancurkan obat dan timbun di dalam tanah.
2. Pembuangan ke saluran air
Untuk sediaan cair, encerkan sediaan dan buang kedalam saluran air.
b. Cara pembuangan kemasan obat :
1. Wadah berupa botol atau pot plastik
Terlebih dahulu lepaskan etiket obat, dan tutup botol, kemudian dibuang di
tempat sampah, hal ini untuk menghindari penyalah gunaan bekas wadah
obat.
2. Boks / dus / Tube
Gunting dahulu baru dibuang.1

2.10 Definisi Operasional

No Variabel Definisi Alat ukur Hasil ukur Skala ukur


Operasional

1. Obat minum Segala sesuatu yang Kuesioner 1. Ordinal


dan obat luar diketahui responden No.
yang tersedia tentang obat minum,
di rumah dan obat luar apa
saja untuk
pengobatan yang
tersedia di rumah
berdasarkan khasiat

2. Pengetahuan Segala yang Kuesioner 1. Baik, bila jawaban benar ≥3 Ordinal


responden diketahui No. 2. Kurang, bila jawaban benar
tentang cara responden <3
penggunaan mengenai cara
obat di rumah penggunaan obat
untuk pengobatan
12

di rumah

3. Pengetahuan Segala yang Kuesioner 1. Baik, bila jawaban benar ≥3 Ordinal


responden diketahui No. 2. Kurang, bila jawaban benar
tentang cara responden tentang <3
penyimpanan cara-cara yang
obat di rumah berkaitan dengan
penyimpanan obat
di rumah

4. Pengetahuan Segala yang Kuesioner 1. Baik, bila jawaban benar ≥3 Ordinal


responden diketahui No. 2. Kurang, bila jawaban benar
tentang cara responden tentang <3
mengetahui cara-cara berkaitan
dan dengan obat rusak
membuang dan pembuangan
obat rusak obat rusak dan
dan wadah wadah obat di
obat di rumah rumah
29

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1.1 Desain Penelitian

Desain penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kuantitatif


yang bertujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan suatu keadaan yang
terjadi di masyarakat secara objektif tentang penyimpanan obat di rumah tangga.15

3.2 Tempat dan waktu Penelitian


Penelitian dilaksanakan di wilayah RW 05 Kelurahan Periuk Jaya
Kecamatan Periuk Tangerang pada April 2017.

3.3 Populasi dan sampel


Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang menyimpan
obat di dalam rumahnya yang tinggal di wilayah RW 05 Kelurahan Periuk Jaya
Kecamatan Periuk Tangerang.
Teknik sampel dalam penelitian ini diambil secara Sistematic Random
Sampling dan sampel yang digunakan adalah masyarakat yang mempunyai obat
dan menyimpan obat-obatnya di rumah.15

Adapun kriteria inklusi dan eksklusi adalah sebagai berikut:15


Kriteria inklusi adalah persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh subyek
penelitian/populasi agar dapat diikutsertakan dalam penelitian. Kriteria inklusi
dalam penelitian ini meliputi :
1. Masyarakat yag berdomisili di wilayah tersebut
2. Masyarakat yang mempunyai obat dan menyimpannya di rumah
3. Masyarakat yang bersedia untuk diwawancarai

Kriteria ekslusi adalah keadaan yang menyebabkan subyek penelitian yang


memenuhi kriteria inklusi tidak dapat diikutsertakan dalam penelitian dalam
penelitian ini. Kriteria ekslusi ini meliputi :
1. Masyarakat yang tidak memilki KTP/KK di wilayah tersebut

Poltekkes KemenkesJakarta II
30

2. Masyarakat yang tidak sedang menyimpan obat di rumah


3. Masyarakat yang tidak bersedia untuk diwawancarai
4. Warga yang apabila anggota keluarga nya ada yang sekolah/bekerja di
bidang kesehatan

3.4 Cara Pengumpulan Data


1. Penentuan lokasi penelitian
2. Meminta persetujuan kepada RW dan RT
3. Membuat lembar pertanyaan (kuisioner)
4. Membagikan kuisioner kepada responden dengan meminta
persetujuan responden sebelumnya.
5. Memeriksa kelengkapan pengisian kuisioner.

3.5 Cara Pengolahan Data


Data yang sudah terkumpul kemudian diolah dengan computer, adapun
mekanisme pengolahan data tersebut adalah sebagai berikut :15
1. Pengeditan (Editing)
Sebelum dilakukan pengolahan data, data diperiksa terlebih dahulu. Data atau
informasi yang telah dikumpulkan dan kuisioner perlu diperiksa sekali lagi
dan diperbaiki jika masih ada hal-hal yang salah atau masih ragu, seperti
kelengkapan pengisian jawaban.
2. Pengkodean (Coding)
Jawaban atau hasil yang diperoleh diklasifikasikan menurut jenisnya ke dalam
bentuk yang lebih ringkas setelah diberi skor atau menggunakan kode-kode
sebelum diolah dengan komputer. Hasil jawaban kuisioner diberi kode-kode
atau nilai tertentu guna memudahkan pengolahan menggunakan komputer.
3. Pemasukan (Entry)
Proses memasukkan data-data yang telah mengalami proses editing, dan
coding kedalam alat pengolah data (komputer) atau program pengolah data
tertentu sebelum diolah dengan komputer. Hasil kuisioner diberikan kode-
kode atau nilai tertentu guna memudahkan pengolahan menggunakan
komputer.
31

4. Pembersihan (Cleaning)
Proses pembersihan data-data yang tidak cocok dengan penelitian yang telah
dilakukan sehingga siap untuk dilakukan analisis data.

3.6 Analisis Data

Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat yaitu analisa yang
dilakukan terhadap tiap variabel dari hasil penelitian. Umumnya dalam analisis ini hanya
menghasilkan distribusi frekuensi dari tiap variabel.
32

BAB IV
GAMBARAN UMUM TEMPAT PENGAMBILAN DATA

4.1 Keadaan Geografis Pengambilan Data


Wilayah RW 05 terletak di wilayah Kelurahan Periuk Jaya Kecamatan
Periuk Tangerang Banten yang memiliki luas wilayah± … Ha atau … m2

4.1.1 Batas Wilayah


Wilayah RW 05 terletak di wilayah Kelurahan Periuk Jaya Kecamatan
Periuk Tangerang Banten dan memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut :
1. Batas Wilayah Utara :
2. Batas Wilayah Selatan :
3. Batas Wilayah Barat :
4. Batas Wilayah Timur :

4.1.2 Keadaan Demografis


Berdasarkan data yang diperoleh dari Sekretariat RW 05 Kelurahan
Periuk Jaya Kecamatan Periuk, Wilayah RW 05 terdiri dari 07 RT dengan jumlah
Kepala Keluarga (KK) + … KK dan total penduduk + …jiwa.

4.2 Hasil
No Nama obat yang disimpan Jumlah

No

dst..
33

Lampiran 2

NASKAH PENJELASAN
Saya Julia Salsabila mahasiswi dari Poltekkes Kemenkes Jakarta II akan
melakukan penelitiaan karya tulis ilmiah pada Masyarakat RW 05 Kelurahan
Periuk Jaya Kecamatan Periuk Tangerang. Dimana sasaran penelitian ini adalah
warga RW 05 yang telah memenuhi kriteria yang telah ditentukan.

Karya tulis saya berjudul “Gambaran Pengetahuan Peyimpanan Obat


Rumah Tangga pada Masyarakat di RW 05 Kelurahan Periuk Jaya Kecamatan
Periuk periode April 2018”. Dilakukan sebagai syarat untuk menyelesaikan
pendidikan Diploma III kesehatan di bidang farmasi.

Partisipasi responden bersifat suka rela tanpa paksaan dan bila tidak
berkenan dapat mengundurkan diri tanpa sanksi apapun. Sebagai tanda terima
kasih akan diberikan cinderamata atas kesediaannya melakukan pengisian
kuisioner.

Demikian pula hasil kuisioner akan dirahasiakan dan hanya digunakan


untuk pengembangan kebijakkan program kesehatan dan pengembangan ilmu
pengetahuan. Atas perhatian dan kerjasamanya saya ucapkan terima kasih.
Lembar persetujuan menjadi responden

Yang bertandatangan di bawah ini :


Nama : ………………………………………………
Alamat : ………………………………………………
Setelah mendengarkan uraian yang disampaikan peneliti sebelum kegiatan
berlangsung, saya menyatakan dengan ini bersedia ikut berpartisipasi sebagai
responden pada penelitian yang dilakukan oleh Mahasiswi Farmasi Poltekes
Kemenkes Jakarta II dengan judul Gambaran Pengetahuan Peyimpanan Obat
Rumah Tangga pada Masyarakat di RW 05 Kelurahan Periuk Jaya Kecamatan
Periuk periode April 2018. Demikian persetujuan ini saya tandatangani dengan
sukarela tanpa unsur paksaan.

Tangerang, 2018

( )

Poltekkes Kemenkes Jakarta II


Kuisioner

SURVEI PENYIMPANAN OBAT RUMAH TANGGA PADA MASYARAKAT


DI WILAYAH RUKUN WARGA 05 KELURAHAN PERIUK JAYA

Nama :
Alamat :
No. kuisioner :

No URAIAN PERTANYAAN
1. Apakah anda memiliki persediaan obat yang disimpan Ya Tidak
di rumah?
(Jika Ya, survei dilanjutkan. Jika Tidak, survei stop
sampai disini.)
2. Apakah dalam satu KK ada anggota keluarga yang Ya Tidak
bekerja sebagai tenaga kesehatan / menempuh studi di
bidang kesehatan?
(Jika Ya, survei stop sampai disini. Jika tidak, survei
dilanjutkan)
3. Apakah anda:
Laki-laki Perempuan
4. Usia anda :
Tahun
5. Jenjang Pendidikan terakhir yang anda tempuh :
Pendidikan dasar (SD, SMP)
Pendidikan menengah (SMA)
Pendidikan lanjut (D3, S1, S2 dst)
Lain-lain (tidak diketahui)
6. Apakah anda bekerja saat ini? Ya Tidak

7. Apakah dalam satu KK terdapat anggota keluarga yang Ya Tidak


sakit? (penyakit degenerative seperti diabetes,
hipertensi, dll yang memerlukan terapi panjang)
8. Apakah dalam satu KK terdapat anak usia balita? Ya Tidak

9. Jumlah : item obat*

Poltekkes Kemenkes Jakarta II


*1 item obat adalah sejumlah obat dengan kandungan
zat aktif yang sama dan memiiki bentuk sediaan yang
sama, misal satu bungkus berisi 10 kaplet parasetamol
dihitung sebagai 1 item obat)
10. Tempat penyimpanan obat: Tidak
Sesuai sesuai
11. Apabila tempat atau kondisi penyimpanan obat tidk
sesuai, beri keterangan lebih lanjut :
Penyimpanan yang beresiko terpapar panas/cahaya
matahari (dekat jendela, di dalam mobil,di dapur)
Tempat penyimpanan dengan kelembaban tinggi
(missal di kotak obat dalam kamar mandi)
Penyimpanan obat dalam dan obat luar di satu
wadah
Obat yang disimpan tidak pada wadah aslinya
Lain-lain
12. Dari item obat yang disimpan, manakah yang:
Digunakan saat ini : item obat
Merupakan obat sisa : item obat
Digunakan untuk masa mendatang: item obat
13. Dari item-item obat tersebut, manakah yang merupakan:
Obat bebas: item obat
Obat bebas terbatas: item obat
Obat keras: item obat
Obat tradisional (jamu,herbal terstandar/fitofarmaka):
Item obat
14. Dari item obat keras, berapa item yang anda
peroleh:
Dengan resep : item obat
Tanpa resep : item obat
15. Untuk obat dengan resep, apakah petugas farmasi Ya Tidak
di apotek memberi informasi tentang cara
penyimpanannya saat anda menebus resep?
16. Dari item-item tersebut apakah ada yang melewati Ya Tidak

Poltekkes Kemenkes Jakarta II


batas kadaluarsa?
17. Jika Ya, berapa jumlah item yang telah melewati
batas kadaluarsa? …….. item obat
18. Adakah sediaan obat yang berpotensi mengalamai
kerusakan sebelum tanggal kadaluarsanya?
(misalnya pada sediaan pada sirup, emulsi, krim,
salep yang telah terbuka tanpa diberi keterangan
kapan dibuka)
19. Dari obat-obat tersebut, klasifikasi jenisnya
menurut kelas terapi obat (DOEN, 2008)
Analgetik, antipiretik & NSAIDs, antipirai
Anestetik
Antialergi,dan obat untuk anafilaksis
Antidotum
Antiepilepsi/antikonvulsi
Antiinfeksi (antelmintik, antibakteri,
antivirus, antifungi)
Antimigrein
Antineoplastic, imunosupresan
Antiparkinson
Obat untuk darah (antianemia, antikoagulan,
koagulan)
Antiseptic
Obat gangguan endokrin (antidiabetes,
antitiroid, kontrasepsi)
Obat kardiovaskuler (antihipertensi,
antianginal, dll)
Larutan elektrolit, nutrisi
Psikofarmaka (antidepresan , antiansietasa,
dll)
Obat saluran cerna (antasida, antidiare,
laksative, antispasmodic)

Poltekkes Kemenkes Jakarta II


Obat saluran nafas (antiasma,
anttitusiv,ekspektoran)
Mineral dan vitamin
Dan lain-lain
20. Sumber perolehan obat :
Apotek, RS, Puskesmas : item obat
Toko obat : item obat
Minimarket/supermarket : item obat
Lain-lain : item obat
21.

Pertanyaan mendasar pengetahuan penyimpanan :


1. Best before 31 Januari 2018. Apa arti dari pernyataan tersebut?
A. Dibuang pada 31 Januari 2018
B. Dibuang pada 31 Desember 2017
C. Dibuang pada 31 Desember 2018

2. Apa yang anda ketahui jika anda menemukan sediaan obat


3M Yang terdapat gambar seperti disamping?
A. Masa pemakaian hanya 3 bulan
B. Masa pemakaian hanya 3 tahun
C. Masa pemakaian hanya 3 minggu

3. Bagaimana cara menyimpan obat tetes mata?


A. 1 bulan setelah dibuka harus sudah dibuang
B. 6 bulan setelah dibuka harus sudah dibuang
C. Dibuang sesuai tanggal kadaluarsa yang tertera di kemasan

4. Bagaimana cara menyimpan obat sirup?


A. Di kulkas
B. Di suhu ruangan (20-28 derajat celcius)
C. Di tempat lembab

Poltekkes Kemenkes Jakarta II


5. Bagaimana ….
A. ..
B. ..
C. ..

Pertanyaan mendalam
1. Apa tujuan anda menyimpan obat?
2.

Poltekkes Kemenkes Jakarta II


DAFTAR PUSTAKA

1. RI DK. Pedoman Pengelolaan Obat. Direktorat Bina Obat Publik Dan


Perbekalan Kesehat Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian Dan Alat
Kesehatan. 2007;
2. Sharif SI, Abduelkarem AR, Bustami HA, Haddad LI, Khalil DS. Trends of
home drug storage and use in different regions across the northern united
arab emirates. Med Princ Pract. 2010;19(5):355–8.
3. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar
(RISKESDAS) 2013. Lap Nas 2013. 2013;1–384.
4. Obitte NC, Chukwu A, Odimegwu DC, Nwoke VC. Survey of drug storage
practice in homes , hospitals and patent medicine stores in Nsukka ,
Nigeria. Sci Res Essay. 2009;4(11):1354–9.
5. Gitawati R. Pattern of Household Drug Storage. J Kesehat Masy Nas V.
2014;9(1):27–31.
6. Notoadmojo s. promosi kesehatan teori dan aplikasi. Jakarta: PT Rineka
Cipta; 2010.
7. Notoadmojo s. kesehatan masyarakat : ilmu dan seni. PT Rineka Cipta;
2007. 139-142 p.
8. Farmakope Indonesia Edisi IV. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik
Indonesia; 1995.
9. Departemen Kesehatan R I. Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional. In:
Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan dan Alat Kesehatan. 2008.
10. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Penggolongan Obat.
Nomor 1010/Menkes/Per/XI/2008.
11. Pedoman Penggunaan Obat Bebas dan Bebas Terbatas. Direktur B.
Departemen Kesehatan.; 2007.
12. Machfoedz Ircham, Arini Winarti, Sri A. Winarti, Heni P. Wahyuningsih
HW. P3K di rumah, tempat kerja dan di perjalanan. Yogyakarta:
Fitramaya; 2007.

Poltekkes Kemenkes Jakarta II


13. Titania NS. Waktu kadaluarsa obat yang telah dibuka. Doctors mums.;
2005.
14. Joenoes NZ. Ars Prescriben (Resep Rasional). Surabaya: University Press
Airlangga.;
15. Supardi S. Surahman. Metodologi Penelitian. Jakarta: CV. Trans Info
Media; 2014. 63-71, p.

Poltekkes Kemenkes Jakarta II