Anda di halaman 1dari 28

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penyusun panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas
berkat dan bimbingan-Nya penyusun dapat menyelesaikan Makalah Bangunan bentang lebar.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Struktur dan Konstruksi
Bangunan IV yang membahas tentang Struktur Rangka Ruang/Space Frame pada bangunan
bentang lebar.
Penyusun menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,
kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun sangat diharapkan.
Akhir kata, penyusun menyampaikan selamat membaca dan semoga makalah ini
dapat menambah wawasan pembaca sekalian.

Penyusun

Oktober 2017

STRUKTUR & KOSTRUKSI BANGUNAN IV| 1


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................................... 1


DAFTAR ISI ........................................................................................................................ 2
BAB I : PENDAHULUAN .................................................................................................. 3
1.1. LATAR BELAKANG ........................................................................................
3
1.2. RUMUSAN MASALAH ...................................................................................
3
1.3. TUJUAN ............................................................................................................
. 3

BAB II : PEMBAHASAN ................................................................................................... 4


2.1. BANGUNAN BENTANG LEBAR .................................................................. 4
2.2. STRUKTUR RANGKA RUANG/SPACE FRAME ........................................ 4
2.2.1. TIPE-TIPE STRUKTUR RANGKA RUANG .................................................. 5
2.2.2. SISTEM SAMBUNGAN STRUKTUR RANGKA RUANG ........................... 9
2.2.3. SISTEM PENYALURAN GAYA RANGKA RUANG .................................. 13
2.2.4. SITEM PEMBEBANAN STRUKTUR RANGKA RUANG .......................... 14
2.2.5. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN STRUKTUR RANGKA RUANG ..... 14
2.2.6. SISTEM MATERIAL RANGKA RUANG ..................................................... 15
2.3. PENERAPAN STRUKTUR RANGKA RUANG PADA BANGUNAN ....... 16

BAB III : PENUTUP ........................................................................................................... 24


3.1. KESIMPULAN ................................................................................................ 24
DAFTAR ISTILAH ............................................................................................................ 25
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................... 26

STRUKTUR & KOSTRUKSI BANGUNAN IV| 2


BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang


Pada era pembangunan seperti saat ini banyak bangunan muncul dengan berbagai
bentuk. Pemilihan konstruksi yang tepat pada suatu bangunan merupakan langkah yang baik
dalam merencanakan dan merancang sebuah bangunan. Artinya bangunan yang memiliki
tipologi tertentu akan lebih efektif bila menggunakan sistim konstruksi yang tepat. Seperti
bangunan yang memiliki banyak ruang tentu akan lebih efektif bila menggunakan sistim
struktur bentangan pendek. Hadirnya kolom-kolom diruang dalam bangunan tidak
mengganggu aktivitas ruang tapi justru akan membantu dalam pembagian ruang.
Disamping ada beberapa tipologi bangunan membentuk ruangan yang tidak dapat
diganggu oleh hadirnya kolom. Maka bangunan ini akan lebih tepat bila menggunakan
struktur bentangan lebar. Seperti gedung olah raga, gedung opera, hanggar-hanggar pesawat,
gedung konferensi, convention centre, dan lain-lain.
Untuk itu dibutuhkan pengetahuan yang luas tentang sistim struktur bentangan lebar.
Keterbatasan pengetahuan yang luas tentang struktur bentangan lebar akan membelenggu ide-
ide spektakuler untuk bangunan bentangan lebar. Sehingga karya-karya orisinil tidak dapat
dituangkan dengan maksimal, lebih parah lagi apabila karya arsitektur bangunan bentangan
lebar di Indonesia justru muncul dari pemikiran arsitek luar negeri. Pada intinya kekayaan ide
para arsitek dalam mengetahui sistim struktur bangunan bentangan lebar dapat dibutuhkan.

I.2. Rumusan Masalah


1. Apa itu struktur rangka ruang/space frame pada bangunan bentang lebar?
2. Bagaimana tipe,sistem sambungan dan pembebanan pada struktur rangka ruang?
3. Bagaimana penerapan struktur rangka ruang/space frame pada bangunan ?

I.3. Tujuan
1. Mengetahui struktur rangka ruang pada bangunan bentang lebar.

STRUKTUR & KOSTRUKSI BANGUNAN IV| 3


2.Mengetahui tipe,sistem sambungan dan pembebanan pada struktur rangka ruang.
3. Mengetahui penerapan struktur rangka ruang/space frame pada bangunan.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Bangunan Bentang Lebar


Bangunan bentang lebar merupakan bangunan yang memungkinkan penggunaan
ruang bebas kolom yang selebar dan sepanjang mungkin.
Bangunan bentang lebar dibagi menjadi 2 golongan,yaitu :
1. Bangunan Lebar sederhana
Konstruksi bangunan bentag lebar yang dipakai langsung pada bangunan
berdasarkan teori dasar dan tidak dilakukan modifikasi pada bentuk yang ada
2. Bangunan Lebar kompleks
Bentuk struktur bentang lebar yang dilakukan modifikasi dari bentuk dasar,
bahkan kadang dilakukan penggabungan terhadap beberapa sistem struktur bentang
lebar.

Dalam Schodek,1998, Struktur bentang lebar dibagi kedalam beberapa sistem


struktur,yaitu :
1. Struktur rangka ruang dan struktur rangka batang
2. Struktur furnicular,kabel dan pelengkung
3. Struktur plan dan grid
4. Struktur membran : pneumatik,tenda dan jaring
5. Struktur cangkang

2.2 Struktur Rangka ruang/Space frame


Struktur rangka ruang/space frame adalah suatu bentuk struktur yang dibuat dengan
merakit batang-batang lurus, pendek dengan pola segi tiga dalam bentuk tiga dimensi atau
dapat pula didefenisikan struktur rangka ruang merupakan komposisi dari batang-batang yang
masing-masing berdiri sendiri memikul gaya tekan atau gaya tarik secara sentris dan
dikaitkan satu sama lain dalam sistim tiga dimensi.

STRUKTUR & KOSTRUKSI BANGUNAN IV| 4


2.2.1. Tipe-tipe struktur rangka ruang/space frame
Ada tiga (3) tipe utama struktur rangka ruang, yakni :
1. Tetrahedron (Crosswise Trussing Of Diagonal Prism Section)
Struktur rangka ruang dengan memilih bentuk kubus. Menggunakan kubus
sebagai bentuk dasar membutuhkan banyak batang sampai semua bidang dibagi
menjadi segi tiga.

Gambar: Tampak Depan Tetrahedron


Gambar :Tampak Dasar Tetrahedron

Gambar : Tampak Atas Tetrahedron Gambar : Perspektif Tetrahedron

2. Type Single Trussing Of Vertical Prism Faces


Struktur rangka ruang dengan memilih atau menggunakan prisma sebagai
bentuk dasar. Menggunakan prisma dengan bidang dasar segi tiga tidak menghemat
batang-batang karena bidang dasarnya hanya separuh dari persegi empat.

Depan

Gambar : Tampak atas ,Depan dan perspektif Single Trussing Of Vertical Prism Faces

STRUKTUR & KOSTRUKSI BANGUNAN IV| 5


3. Type Double Trussing Of Vertical Prism Faces
Struktur rangka ruang menggunakan bentuk dasar limas. Menggunakan limas

segi tiga dan segi empat menghemat banyaknya batang-batang lebih dari 20%

dibandingkan dengan penyelesaian lainnya diatas.

Tampak Atas
Gambar : Tampak atas ,Depan dan perspektif double Trussing Of Vertical Prism Faces

TampakDepan
Dari tiga (3) tipe utama struktur rangka ruang diatas dapat dikomposisikan dan
dikembangkan lagi menjadi beberapa tipe struktur rangka ruang.
1. Sistim Singular Trussing of Rectangular
Merupakan komposisi dari bentuk prisma dengan separuh dari bentuk persegi empat.

Gambar : Tampak atas ,Depan dan perspektif Singular Trussing of Rectangular


2. Sistim Double Trussing of Rectangular Prism Faces
Merupakan komposisi atau pengembangan dari bentuk prisma dengan separuh bentuk
persegi tiga.

STRUKTUR & KOSTRUKSI BANGUNAN IV| 6


Gambar : Tampak atas,Depan dan perspektif Double Trussing of Rectangular Prism Faces
3. Sistim Single Trussing of Rectangular Prism Faces
Merupakan gabungan dari bentuk limas dan persegi empat.

Gambar : Tampak atas,Depan dan perspektif single Trussing of Rectangular Prism Faces

4. Sistim Space Russ System Composed of Tetrahedra and Semi Octahedra


Merupakan komposit dari bentuk limas segi tiga.

STRUKTUR & KOSTRUKSI BANGUNAN IV| 7


Gambar : Tampak atas,Depan dan perspektif Space Russ System Composed of Tetrahedra and

Semi Octahedra

5. System Based Upon Hexagonal Pyramid

Merupakan komposit dari bentuk limas segi enam.

Gambar : Bentuk Based Upon Hexagonal Pyramid

2.2.2. Sistem sambungan struktur rangka ruang/Space frame


1. Sistem Mero
Sedikit variasi dalam panjangnya batang yang dihubungkan dengan skrup
pada setiap simpul yang khusus. Dihubungkannya garis-garis as bertemu pada setiap

STRUKTUR & KOSTRUKSI BANGUNAN IV| 8


simpul hanya memungkinkan kedelapan belas buah batang yang saling menumpu
tegak lurus dan batang-batang tegak diantaranya yang bersudut 45 0. Struktur yang
terjadi berbentuk geometris yang rapi.
Kombinasi-kombinasi yang menarik kadang-kadang dapat disaksikan pada
bangunan pameran. Secara statistika kemungkinan-kemungkinan terbatas, terjadi pada
suatu simpul batang yang dapat disambungkan. Batas kemampuan mendukung
ditentukan oleh gaya dukung maksimum dari momen-momen batang.

STRUKTUR & KOSTRUKSI BANGUNAN IV| 9


Gambar : Sambungan Sistem Mero
2. Sistem Mannesman.

STRUKTUR & KOSTRUKSI BANGUNAN IV| 10


Dengan menggunakan pipa-pipa bulat dan sama besar panjangnya

disesuaikan dengan kebutuhan dan penghubungan dengan pipa-pipa yang lain pada

arah yang dibutuhkan. Sangat variabelnya dalam pemakaian, sesuai dengan maksud

yang dibutuhkannya. Kekurangan dari sistim ini antara lain terbatasnya daya dukung

dari pipa-pipa dibagian sambungan. Kelemahan statikanya adalah : bahwa hubungan

eksentrik sehingga menimbulkan momen tambahan. Konstruksi ini masih belum

mendapatkan perhatian arsitek-arsitek karena kurang rapinya hubungan. Selama ini

dipakai sebagai stager saja karena montagebiliti dan fleksibiliti yang baik.

Gambar : Sambungan sistem mannesmann


3. Sistem Unistrud
Dipakai untuk maksud-maksud yang tidak stabil, terdiri dari batang yang
berbentuk besi profil. Berbentuk sebagai gelagar yang batang-batangnya mengarah ke
banyak arah dan mempunyai tinggi konstruksi 1 meter. Simpul dibuat dari lempengan
plat yang dibentuk menurut arah batang yang disekrupkan padanya.
Kemungkinan mendukung dari sistim dan dihitung secara empiris dapat dicapai daya
muat kira-kira 300 m3 pada ukuran jarak kolom 12,5 M x 12,5M. Suatu pembesaran
ruang menjadi 15 M x 15 M masih mungkin dilakukan cara empiris menunjukkan
sukarnya mengadakan pehitungan secara analitis dan bentuk kolom yang membesar

STRUKTUR & KOSTRUKSI BANGUNAN IV| 11


pada ujung atas membuktikan sukarnya mengumpulkan gaya itu pada ujung-
ujungnya.

Gambar : Sistem sambungan Unistrud

4. Sistem Space Deck


Baja plat dengan potongan bujur sangkar dan persegi dihubungkan dengan
baut-baut bermutu tinggi. Batang-batang pada bidang atas akan menerima gaya tekan
sedangkan batang-batang diagonal bersifat memikul gaya tekan. Sedangkan batang-
batang pada bagian bawah menerima gaya tarik.
Dalam struktur rangka ruang teknis finishing yang makin kompleks
mengharuskan adanya bidang atas dan plafond. Karena ruang konstruksi sangat tidak
menguntungkan sebagai penampung debu tetapi sebagai struktur yang tertutup
sehingga memberikan kesan menonjol.
Keuntungan struktur rangka ruang hampir sama sepeti pada tulang manusia,
dimana kemampuannya menyesuaikan pada bermacam-macam gaya yang timbul dari
berbagai arah. Satu keharusan untuk memikul gaya yang lebih besar dengan mudah
ditampung dengan banyak sistim yang mempunyai cara dengan daya dukung. Maka
rangka ruang tidak cocok untuk diterapkan pada bangunan tingkat tinggi, karena
ukuran lantai dan besarnya gaya sudah ditentukan secara struktural dengan
perhitungan dan analisis yang tepat.
Keuntungan yang nyata sekali ialah sifatnya yang mobil dari sistim ini, bila
digunakan pada masa sekarang dengan biaya yang tinggi. Berbicara mengenai rangka
ruang yang elemen-elemennya beraksi dalam ruang sampai saat ini hanya bentuk

STRUKTUR & KOSTRUKSI BANGUNAN IV| 12


keseluruhannya merupakan bidang. Jadi bedanya menyerupai kubik dengan
kemungkinan bisa lebih. Disini batang-batangnya terletak pada suatu bidang
lengkung yang aikan menentukan bentuk keseluruhan dari strukturnya dimana
permukaan lengkung searah, jadi merupakan bagian dari silinder.

Gambar : Sistem sambungan Space Deck

2.2.3. Sistem penyaluran Gaya struktur rangka ruang


Struktur rangka ruang (space frame) merupakan struktur statis tak tentu, artinya

dalam hal ini hubungan konstruksi yang sempurna pada pertemuan batang-batang dan

STRUKTUR & KOSTRUKSI BANGUNAN IV| 13


analisa gaya-gaya yang ada dalam konstruksi rangka ruang (space frame) hingga kini

mengalami kesukaran. Pada struktur rangka ruang gaya-gaya yang dibebankan

kepadanya disalurkan ke lebih dari satu gaya atau sumbu.

Gambar : Sistem penyaluran beban

2.2.4. Sistem pembebanan struktur rangka ruang

Pola penyaluran gaya yang terjadi pada unit-unit pembentuk space frame
mempunyai kestabilan yang kokoh. Gaya yang terjadi pada unit space frame bisa di

STRUKTUR & KOSTRUKSI BANGUNAN IV| 14


dapat dengan mempertimbangan keseimbangan dalam ruang yang diciptakan oleh
elemen-elemen dari unit tersebut. Keseimbangan dapat terjadi apabila;
– ∑Fx = 0
– ∑Fy = 0
– ∑Fz = 0
Dengan adanya gabungan unit-unit tersebut maka sistem tersebut menjadi
seimbang. Pengaruh gaya pada batang dapat dibedakan menjadi dua yaitu: batang
panjang dan batang pendek. Pada batang panjang momen dan gaya yang diterima
batang lebih besar dan dapat terjadi deformasi, sedangkan momen dan gaya diterima
pada batang pendek lebih kecil dan kemungkinan terjadinya deformasi sangat kecil.

Pada space frame beban tidak merata lebih dapat ditahan, karena beban titik
langsung disebarkan ke berbagai arah batang, sehingga reaksi yang timbul juga datang
dari arah batang-batang tersebut.

2.2.5. Kelebihan dan kekurangan Rangka ruang/space frame


1. Kelebihan :
a. Semua komponen dibuat di pabrik sehingga kualitasnya dapat dikontrol dengan
baik
b. Mampu mencakup daerah-daerah yag luas tanpa bantuan penumpu
c. Seluruh batang penghubung saling bekerja sama oleh sebab itu berat sendiri
struktur rangka ruang, bisa lebih kecil dibandingkan dengan struktur
konvensional.
Tegangan puntir dari balok-balok rangka ruang dapat diabaikan pada waktu
didesain pendahuluan.
2. Kekurangan :
a. Biaya kerja relatif mahal.
b. Teknik pekerjaan membutuhkan keahlian yang tinggi pada pelaksanaan kerja.
c. Terkadang sulit menterjemahkan gambar Engineering ke dalam gambar produksi,
kejelian pengamatan visual sangat diperlukan karena jika tidak tepat akan
merepotkan ereksi di site, dalam hal ini sistim identifikasi komponen sangat
penting antara gambar kerja, workshop, dan site.

STRUKTUR & KOSTRUKSI BANGUNAN IV| 15


2.2.6. Material rangka`ruang/space frame

Terdapat 2 material yang dapat diterapkan pada sistem struktur rangka ruang, yaitu baja
dan alumunium.
1. Baja
Kelebihan:
- Memiliki kekuatan tinggi, dibandingkan dengan material lainnya
- Mudah untuk dipasang,
- Keseragaman, dimana sifat baja tidak berubah oleh waktu
- Mudah didapatkan
- Memiliki elastisitas tinggi
- Memiliki umur yang panjang dan tahan lama
- Perawatannya mudah
- Memiliki ketahanan terhadap api
- Adaptif terhadap prefabrikasi
- Dapat digunakan kembali setelah dilakukan pembongkaran.
Kekurangan:
- Rentan terhadap korosi, terutama bila sering terjadi kontak dengan air
- Meskipun memiliki ketahanan dari api, namun baja adalah konduktor dan
kekuatannya akan menurun setelah terkena api
- Biaya pemeliharaan yang tinggi untuk mencegah terjadinya korosi
- Kekuatan baja akan menurun jika mendapat beban siklis
- Pada kondisi tertentu baja akan kehilangan daktilitasnya dan keruntuhan
getas dapat terjadi pada tempat dengan konsentrasi tegangan tinggi.
- Tidak fleksibel

2. Alumunium
Kelebihan:
- Tahan terhadap serangga dan cuaca
- Memiliki berat yang relatif ringan
- Pemasangan yang cepat dan mudah
- Material mudah didapatkan
- Tahan terhadap panas
- Fleksibel dan adaptif terhadap prefabrikasi

STRUKTUR & KOSTRUKSI BANGUNAN IV| 16


Kekurangan:
- Karena massanya yang ringan maka alumunium tidak kuat menahan beban
yang terlalu besar
- Perawatan yang rumit
- Rawan terhadap kebocoran, jika instalasinya tidak rapi
- Tidak tahan korosi
- Biaya pemeliharaan yang tinggi untuk mencegah terjadinya korosi.

2.3 Penerapan struktur Rangka ruang pada bangunan (Studi Kasus)


Ada 2 contoh bangunan yang diambil untuk menjadi contoh penerapan struktur rangka
ruang/Space frame.
1. Paviliun Rekreasi anak-anak Tipe rangka ruang yang
digunakan adalah Double
Trussing of Vertical Prism Faces
(bentuk dasar limas) dengan
sistem joint Mero

Empat kolom sebagai


penyalur gaya dari
bidang atap

Nama bangunan : Paviliun Rekreasi anak-anak


Arsitek : Mies Van De Rohe.
Lokasi : Michigan, Amerika Serikat
Luas bangunan atau lebar bentangan bangunan studi kasus mencapai 116 x
125m. Pada bangunan tersebut menggunakan empat kolom sebagai penyalur gaya dari
bidang atap. Tinggi bangunan mencapai 10m.
Sistim struktur untuk bangunan bentangan lebar ini adalah sistim struktur
rangka ruang (space frame). Tipe rangka ruang yang digunakan adalah Double
Trussing of Vertical Prism Faces, merupakan tipe struktur rangka ruang dengan
menggunakan bentuk dasar limas. Penggunaan bentuk dasar ini dengan pertimbangan
menghemat batang-batang lebih dari 20% dibandingkan dengan tipe struktur lainnya.

STRUKTUR & KOSTRUKSI BANGUNAN IV| 17


Jenis joint point yang digunakan pada bangunan studi kasus ini adalah sistim

mero. Pada sistim mero ini sedikit variasi dalam panjangnya batang-batang yang

dihubungkan dengan sekrup pada suatu simpul yang khusus dan dihubungkannya

garis-garis as bertemu pada satu titik.

Sistim penyaluran gaya secara umum adalah semua gaya-gaya baik gaya
lateral maupun beban sendiri yang diterima dari atas (atap) disalurkan ke kolom
terdekat dan selanjutnya diteruskan ke tanah melalui pondasi.
Sistim penyaluran gaya pada konstruksi rangka atap (space frame/rangka
ruang) merupakan rangkaian batang-batang dari rangka ruang (space frame) menjadi

STRUKTUR & KOSTRUKSI BANGUNAN IV| 18


sistim statika tak tentu. Artinya sulit untuk menguraikan arah gaya secara pasti karena
gaya bekerja secara seimbang antara batang-batang rangka, dalam hal ini batang-
batang pada rangkaian struktur bekerja saling meredam gaya yang datang sehingga
menimbulkan keseimbangan pada rangkaian struktur.

2. Hanggar Pesawat Samarinda Baru


Hanggar adalah struktur tertutup, tempat dimana pesawat bernaung di dalam
sebuah gudang perlindungan berukuran besar. Hanggar digunakan sebagai
perlindungan pesawat dari cuaca, termasuk sinar matahari langsung, dan juga hanggar
berfungsi sebagai tempat pemeliharaan, perbaikan, pembuatan, perakitan dan
penyimpanan pesawat di lapangan terbang.
Hanggar yang terdapat pada bandara Samarinda Baru adalah hanggar
pemeliharaan. Secara garis besar hanggar pemeliharaan adalah suatu wadah yang
memiliki fasilitas pemeliharaan dan perawatan (maintenance) pesawat terbang, baik
itu perawatan berkala, maupun perawatan besar (overhaul).
Hanggar pesawat ini memiliki bentang bangunan 70 meter bebas kolom
dengan sistem struktur space frame. Penerapan sistem struktur rangka ruang
membentuk atap bangunan hanggar dan memiliki daya estetika tersendiri. Jenis
sambungan pada hanggar pesawat ini adalah dengan sistem mero dan
Dari tampak bangunan dapat dilihat penerapann sistem struktur rangka ruang pada
bagian atap bangunan.

STRUKTUR & KOSTRUKSI BANGUNAN IV| 19


Gambar : Denah Hanggar Pesawat

Gambar : Tampak samping Hanggar Pesawat

STRUKTUR & KOSTRUKSI BANGUNAN IV| 20


STRUKTUR & KOSTRUKSI BANGUNAN IV| 21
Gambar : Potongan Hanggar Pesawat

STRUKTUR & KOSTRUKSI BANGUNAN IV| 22


Gambar : Tampak Depan Hanggar Pesawat

3. Haydar Aliyev Center,Azerbaijan

Gambar : Tampak Depan Haydar Aliyev Center

STRUKTUR & KOSTRUKSI BANGUNAN IV| 23


Gambar : Konstruksi Haydar Aliyev Center
Nama Bangunan : Haydar Aliyev Center
Arsitek : Zaha Hadid
Bangunan ini menggunakan sistem struktur space frame dengan sistem
sambungan Mero yang dapat dilihat pada gambar konstruksi.

Gambar : Sistem sambungan Mero pada Haydar Aliyev Center

STRUKTUR & KOSTRUKSI BANGUNAN IV| 24


Gambar : Konstruksi Haydar Aliyev Center

Gambar : Pemasangan atap pada Haydar Aliyev Center

Gambar : Kostruksi Haydar Aliyev Center

STRUKTUR & KOSTRUKSI BANGUNAN IV| 25


BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Bangunan bentang lebar merupakan bangunan yang memungkinkan penggunaan
ruang bebas kolom yang selebar dan sepanjang mungkin. Struktur bentang lebar dibagi
kedalam beberapa sistem struktur,yaitu : Struktur rangka ruang dan struktur rangka batang,
Struktur furnicular,kabel dan pelengkung, Struktur plan dan grid, Struktur membran :
pneumatik,tenda dan jaring dan Struktur cangkang.
Struktur rangka ruang/space frame adalah suatu bentuk struktur yang dibuat dengan
merakit batang-batang lurus, pendek dengan pola segi tiga dalam bentuk tiga dimensi. Ada 3
tipe strukur rangka ruang diantaranya tipe hetehedron, Type Single Trussing Of Vertical
Prism Faces dan Type Double Trussing Of Vertical Prism Faces.
Penggunaan struktur space frame dapat diterapkan pada beberapa jenis bangunan
diantaranya : Gedung olah raga, gedung opera, hanggar-hanggar pesawat, gedung konferensi,
convention centre. Pada sistem sambungan rangka ruang kebanyakan bangunan (Studi Kasus)
menggunakan sistem sambungan Mero. Sambungan mero merupakan sambungan dengan
menggunakan bola baja. Pada bola baja terdapat 18 lubang sehingga batang/member space
frame dapat disambungkan ke dalam bola tersebut. Untuk sistem pembebanan,Beban pada
struktur rangka ruang akan diteruskan dari batang-batang menuju ke kolom terdekat dan dari
kolom beban tersebut akan disalurkan ke tanah melalui pondasi.

STRUKTUR & KOSTRUKSI BANGUNAN IV| 26


DAFTAR ISTILAH

Adaptif : Mudah menyesuaikan dengan keadaan.


Analisis : peneyelidikan suat peristiwa untuk mendapatkan fakta yang tepat.
Daktalitas Kemampuan struktur untuk mempertahankan kemampuan daya dukung beban.
Efisiensi : perbandingan keluaran terhadap masukan elemen-elemen dasar suatu sistem.
Elastisitas : keadaan yang dapat berubah.
Empiris : pengalaman indera secara langsung yang berlawanan dengan pengetahuan teori.
Fleksibel : Mudah dibentuk,luntur.
Fleksibilitas : Penyesuaian terhadap sesuatu dengan cepat dan mudah.
Gaya : Suatu interaksi yang bekerja dan menebabkan perubahan pada keadaan gerak benda.
Gelagar : Balok mendatar yang dipasang bersaf dan bertumpu pada dinding untuk
menopang papan lantai atau langit-langit.
Geometri : Susunan benda atau bagian berdasarkan garis dan bidang.
Getas : mudah patah/rapuh.
Kerangka kerja : Kumpulan hubungan-hubungan yang sistematis.
Kolom : mendukung beban vertikal dan menyalurkan kedalam tanah melalui pondasi.
Komposit : Gabungan/campuran.
Konduktor : Benda penghantar panas.
Konstruksi : Tata letak suatu susunan model cara pembuatan bangunan.
Korosi : Proses perubahan atau perusakan yang disebabkan oleh reaksi kimia.
Momen : Beban yang terjadi diluar titik berat.
Prefabikasi : teknik dimana komponen individual dari struktur yang dibuat pada pabrik dan
dikirim ke situs lokasi untuk perakitan.
Siklis/siklus : Putaran waktu yang didalamnya terdapat rangkaian kejadian.
Struktur bangunan : Rangkaian yang tersusun dari bahan bangunan denga suatu sistem
tertentu dan dengan cara yang logis sehingga membentuk wujud yang mempunyai nama dan
dapat dimanfaatkan secara optimum.
Struktur rangka : Suatu bentuk struktur yang terdiri dari kolom dan balok yang
keseluruhannya membentuk suatu persatuan fungsi.
Tetrahedron : Bidang bersegi empat.

STRUKTUR & KOSTRUKSI BANGUNAN IV| 27


DAFTAR PUSTAKA

Hariyanto,A,dkk. (2013). Penerapan struktur space frame pada hanggar pemeliharaan


pesawat di samarinda baru.Jurusan Arsitektur Universitas Brawijaya
Huthudi. (2005). Struktur rangka ruang sebagai pendukung lantai atas.Jurusan arsitektur
Institut Teknologi Nasional Bandung
Modul perkuliahan struktur bangunan bentang lebar Teknik Arsitektur Universitas
Hasanuddin
Schodek. (1998). Struktur.Jakarta:Erlangga.

STRUKTUR & KOSTRUKSI BANGUNAN IV| 28