Anda di halaman 1dari 12

BAB X

ORGANISASI PERUSAHAAN

A. Bentuk Perusahaan
PT. Healthy Pineapple merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di
bidang produksi pangan yaitu nanas dalam kaleng berbahan dasar nanas
varietas cayenne dengan light syrup yang diolah dari hati dan kulit nanas.
Bentuk-bentuk dasar organisasi meliputi Perusahaan Perseorangan,
Persekutuan, Perseroan, Koperasi, Perusahaan Negara dan Perusahaan
Daerah. Faktor yang mempengaruhi pemilihan bentuk perusahaan adalah
besarnya modal yang dibutuhkan, kelangsungan hidup badan usaha,
tanggung jawab terhadap hutang badan usaha dan siapa pemimpin badan
usaha.
Bentuk hukum perusahaan Healthy Pineapple adalah Perseroan
Terbatas (PT). Pengertian Perseroan Terbatas (PT) menurut Pasal 1 angka 1
Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 bahwa, “Perseroan Terbatas, yang
selanjutnya disebut Perseroan, adalah badan hukum yang merupakan
persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan
usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan
memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-undang ini serta
peraturan pelaksanaannya”. Untuk dapat disebut sebagai perseroan terbatas
suatu badan usaha harus mempunyai ciri-ciri antara lain harus mempunyai
kekayaan sendiri terpisah dari harta kekayaan para pendirinya, pemegang
saham, dan para pengurusnya, ada pemegang saham sebagai pemasok modal
yang tanggung jawabnya tidak melebihi dari nilai saham yang diambilnya
(modal yang disetor) dan harus ada pengurus yang terorganisir guna
mewakili perseroan dalam menjalankan aktivitasnya dalam lalu lintas
hukum di luar maupun di dalam pengadilan dan tidak bertanggung jawab
secara pribadi terhadap perikatan-perikatan yang dibuat oleh perseroan
terbatas. Perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu
membubarkan perusahaan.

99
Perseroan Terbatas merupakan badan hukum yang didirikan
berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang
seluruhnya terbagi dalam saham, dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan
dalam UU No.1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas (UUPT), serta
peraturan pelaksaaannya. Pertimbangan pemilihan bentuk perusahaan PT
adalah:
1. Kontinuitas perusahaan sebagai badan hukum lebih terjamin, sebab tidak
tergantung pada pemegang saham dimana pemegang saham dapat
berganti.
2. Mudah memindahkan hak pemilik dengan menjual sahamnya kepada
orang lain.
3. Mudah mendapatkan modal dari bank maupun dengan menjual saham.
4. Tanggung jawab yang terbatas dari pemegang saham terhadap hutang
perusahaan.
5. Penempatan peminjaman atas pelaksanaan tugas
Susunan organisasi perseroan terdiri dari pemegang saham, direksi dan
komisaris. Direksi memiliki fungsi antara lain: mengadakan hubungan
dengan pihak ketiga, mewakili perusahaan terbatas (PT), mengadakan
perjanjian-perjanjian serta merencanakan dan mengawasi pelaksanaan tugas
setiap personalia yang bekerja pada Perseroan Terbatas (PT) dan
menetapkan besarnya dividen perusahaan. Kekuasaan tertinggi ada pada
Komisaris Utama. Komisaris memiliki tugas mengawasi direksi,
memeriksa.menginspkesi pembukuan Perseroan Terbatas (PT) dan member
petunjuk dan nasehat pada direksi. Berdasarkan modal dan jumlah
pemegang sahamnya, PT. Healthy Pineapple merupakan perusahaan terbatas
umum, merupakan PT yang kebutuhan modalnya diperoleh dengan menjual
saham di bursa saham sehingga siapa saja dapat memiliki sahamnya.

100
B. Struktur Organisasi
Pengaturan wewenang serta tanggung jawab dalam organisasi sangat
penting, sehingga perusahaan akan dimudahkan dengan adanya struktur
organisasi. Struktur organisasi menjelaskan mengenai wewenang serta
tanggung jawab masing-masing bagian dan juga memudahkan garis
koordinasi antara satu bagian dengan bagian yang lain. Hal ini ditujukan
yaitu untuk memudahkan penyelesaian tugas perusahaan yang mana masing-
masing bagian bekerja saling bersinergi.
Perusahaan dikepalai oleh Direktur Utama sebagai puncak pimpinan
dan dibantu oleh Wakil Direktur dan Direktur Bagian. Dalam pelaksanaan
kegiatan perusahaan melalui masing-masing departemen yang dikepalai oleh
manager divisi. Kemudian masing-masing departemen diteruskan pada staf
serta karyawan. Selanjutnya tugas dan wewenang serta tanggung jawab
masing-masing bagian dijelaskan sebagai berikut :

101
DIREKTUR
UTAMA

WAKIL
DIREKTUR

DIVISI DIVISI DIVISI DIVISI SUPPLY


DIVISI HRD DIVISI QA
KEUANGAN MARKETING MANUFACTURING CHAIN MANAGER

- Dept. Personalia
- Dept. Organization - Dept. Produksi - Dept. Purchasing
Development - Dept. Finansial - Dept Delivery
- Dept. Sales - Dept. R&D
- Dept. Pelayanan - Dept. - Dept. Warehouse
- Dept. Marketing - Dept QC
Umum Akuntansi - Dept. PPIC
- Dept. Maintenance

102
1. Direktur Utama
a) Memimpin seluruh dewan
b) Menawarkan visi dan imajinasi di tingkat tertinggi
c) Memimpin rapat umum, dalam hal: untuk memastikan pelaksanaan tata-tertib;
keadilan dan kesempatan bagi semua untuk berkontribusi secara tepat; menyesuaikan
alokasi waktu per item masalah; menentukan urutan agenda; mengarahkan diskusi ke
arah konsensus; menjelaskan dan menyimpulkan tindakan dan kebijakan
d) Bertindak sebagai perwakilan organisasi dalam hubungannya dengan dunia luar
e) Mengawasi seluruh kegiatan perusahaan secara umum
f) Bertanggung jawab atas segala tindakan hukum, baik di dalam maupun di luar
perusahaan
2. Wakil Direktur :
a) Memberikan pengarahan umum serta menetapkan tugas, tanggung jawab dan
wewenang setiap manager yang berada di bawahnya
b) Menerima dan mengevaluasi laporan dari para manajer mengenai kegiatan masing-
masing bagian
c) Bertanggung jawab langsung kepada Kepala Direktur atas semua kegiatan
perusahaan
d) Mengawasi keuangan dan ekonomi kepegawaian.
3. Divisi HRD
Divisi HRD dipimpin oleh seorang Human Resource Development Manager
membawahi tiga departemen yaitu Departemen Personalia, Departemen Organization
Development dan Departemen Pelayanan Umum.
a) Departemen Personalia
Departemen Personalia dipimpin oleh seorang Personalia Supervisor,
departemen ini bertugas mengatur pendayagunaan sumber daya manusia melalui
rekrutmen dan seleksi, pemeliharaan iklim dan hubungan kerja yang baik,
penyelenggaraan gaji dan jaminan sosial, termasuk di dalamnya keamanan,
pelayanan kesehatan, pertamanan dan kebersihan.
b) Departemen Organization Development

103
Departemen Organization Development dipimpin oleh seorang
Organization Development Supervisor, departemen ini memiliki tugas mengatur
pengorganisasian karyawan dan pegawai.
c) Departemen Pelayanan Umum
Departemen Pelayanan Umum dipimpin oleh seorang Supervisor yang
bertugas mengatur perijinan, fasilitas percobaan dan lainnya dengan instansi
pemerintah (misalnya Departemen Perindustrian, Dirjen POM, Bulog, dan instansi
lainnya)
4. Divisi keuangan (Finance and Accounting/ FA)
Divisi keuangan terdiri dari Departemen Finance dan Departemen Accounting
yang dipimpin oleh Financeand Accounting Manager yang memiliki tugas dan
wewenang sebagai berikut:
a. Menyiapkan rencana anggaran dan pendapatan belanja perusahaan
b. Mengatur dan bertanggung jawab atas keuangan
c. Menerima dan menyimpan uang dari berbagai sumber
d. Mencatat semua transaksi yang terjadi dan membuat laporan keuangan perusahan
secara periodik
5. Divisi Marketing
Divisi Marketing dipimpin oleh seorang Marketing Manager terdiri dari
Departemen Sales dan Departemen Marketing yang memiliki tugas dan wewenang
sebagai berikut:
a. Merencanakan dan mengkoordinasi semua kegiatan pemasaran dan penjualan
seluruh hasil produksi
b. Menyelenggarakan administrasi pemasaran dan penjualan yang telah ditetapkan
c. Merencanakan dan mengkoordinasi sistem pemasaran dan periklanan melalui
berbagai media massa seperti televisi, koran, pamflet, reklame dan sponsor suatu
kegiatan.
d. Menyelenggarakan dan melakukan semua kebijaksanaan penelitian dan
pengembangan pemasaran
e. Menetapkan dan melakukan semua kebijakan pemasaran dan penjualan yang
diperlukan.

104
6. Divisi Manufacturing
Dalam menjalankan tugasnya Manufacturing Manager membawahi beberapa
departemen antara lain Departeman Produksi, Departemen R&D, dan Departemen
Maintenance.
a. Departemen Produksi
Departemen produksi dipimpin oleh seorang Production Supervisor, departemen ini
memiliki tugas dan wewenang :
1) Merencanakan, mengkoordinasi dan mengendalikan aktivitas produksi sesuai
persyaratan (standar) yang telah ditetapkan
2) Membuat takaran bahan yaitu perbandingan tertentu antara bahan baku dan
bahan penolong untuk dijadikan minuman nata de coco
3) Melakukan pengawasan produksi dan bertanggung jawab dengan produk yang
dihasilkan
b. Departeman Research and Development (R&D)
Departemen R&D dipimpin oleh seorang Research and Development
Supervisor, departemen ini bertugas memonitor pelaksanaan pengembangan produk
baru dan produk yang sudah berjalan serta menjamin kesesuaian produk bila terjadi
perubahan formula, penggantian bahan dan pengembangan produk.
c. Departemen Quality Control (QC)
Departemen QC dipimpin oleh seorang Quality Control Supervisor,
departemen ini memiliki tugas dan wewenang:
1) Memeriksa bahan baku dan bahan pengemas
2) Pengelolaan sampel tertinggal
3) Pembuatan spesifikasi dan metode pemeriksaan
4) Kalibrasi alat laboratorium
5) Pengelolaan pengambilan contoh.
d. Departemen Maintenance (Teknis dan Perbengkelan)
Departemen Maintenance dipimpin oleh seorang Maintenance Supervisor
yang bertugas merencanakan, mengkoordinasi dan mengendalikan kegiatan

105
perawatan dan perbaikan bagian teknik dalam mesin produksi serta sarana
penunjang produksi.
7. Divisi Quality Asurance (QA)
Divisi QA dipimpin oleh seorang Quality Asurance Manager, divisi ini memiliki
tugas dan wewenang :
a. Mengukur, menilai, memastikan & mengevaluasi proses produksi
b. Menjamin kualitas produk yang memuaskan dan ekonomis bagi customer
c. Eliminasi kinerja dibawah standar & meningkatkan efisiensi system pelayanan
kesehatan
d. Menentukan apa yang harus dilakukan, mengukur keberhasilan kinerja, bila tidak
sesuai, bagaimana mengkoreksi agar dimasa depan dapat diterima
8. Divisi Supply Chain Management (SCM)
Divisi SCM dipimpin oleh seorang Supply Chain Management Manager yang
mengurusi suplai produk dari luar yang terdiri dari Departemen Purchasing,
Departemen Delivery, Departemen Warehouse, dan Departemen PPIC yang memiliki
tugas dan wewenang sebagai berikut :
a. Departemen Purchasing
Departemen Purchasing dipimpin oleh Purchasing Supervisor, departemen
ini mengurusi pengadaan bahan baku, bahan pengemas, dan bahan penunjang untuk
keperluan produksi dan keperluan kantor.
b. Departemen Delivery
Departemen Delivery dipimpin oleh seorang Delivery Supervisor, mengurusi
pengiriman produk jadi ke agensi-agensi dan pedagang lain.
c. Departemen Warehouse
Departemen Warehouse dipimpin oleh seorang Warehouse Supervisor,
departemen ini mengurusi penggudangan seluruh bahan yang akan digudangkan
untuk keperluan produksi.
d. Departemen Production Planning and Inventory Control (PPIC)
Departemen PPIC dipimpin oleh seorang PPIC Supervisor, departemen ini
bertugas sebagai perencana jadwal produksi, dan sebagai sumber data informasi
yang berkaitan dengan pelaksanaan produksi.

106
C. Tenaga Kerja
1. Jumlah Tenaga Kerja
Jumlah tenaga kerja suatu perusahaan mencerminkan seberapa besar kemampuan
produksi suatu perusahaan. Semakin besar jumlah tenaga kerja semakin besar pula
kapasitas produksi perusahaan tersebut. Jumlah karyawan dan pekerja saat ini di PT.
Healthy Pineapple sebanyak 240 orang.
Tabel 10.1 Jumlah Karyawan dan Pekerja PT. Healthy Pineapple
No Kelompok Jumlah
Office
1 Direktur Utama 1
2 Sekretaris Direktur 1
3 Kepala Divisi 7
4 Divisi HRD 2
5 Divisi Keuangan 2
6 Divisi Marketing 2
7 Divisi Manufacturing 2
8 Divisi QA 2
9 Divisi R&D 2
10 Divisi Suply Chain Management 2
Karyawan
1 Bagian Pelaksana Produksi 20
2 Keamanan 4
3 Supir 5
4 Petugas kebersihan dan dapur 7
5 Administrasi 1
Petugas Kesehatan
1 Dokter 1
2 Perawat 2
Jumlah 63
Dalam sistem rekruitmen tenaga kerja di PT. Healthy Pineapple tidak dilakukan
secara berkala, tetapi kapanpun saat dibutuhkan tenaga kerja. Syarat penerimaan tenaga
kerja adalah pendidikan minimal SMA atau sederajat dan menandatangani ikatan kerja
sebagai karyawan kontrak selama satu tahun, dengan tiga bulan pertama sebagai masa
training. Sistem rekruitmen dapat dilakukan melalui berbagai cara seperti memasang iklan
di internet maupun kerja sama dengan universitas atau sekolah. Seleksi perekrutan
dilaksanakan oleh bagian HRD (Human Research and Development) PT. Healthy
Pineapple. Tenaga kerja di PT. Healthy Pineapple merupakan pekerja tetap. Pekerja tetap
merupakan pekerja yang telah memenuhi syarat- syarat yang ditentukan akan diterima,

107
dipekerjakan dan diberi imbalan jasa serta terikat pada hubungan kerja dengan perusahaan
yang tidak terbatas waktunya.
2. Jam Kerja
Jam kerja adalah jam pekerja melakukan pekerjaan, jam kerja biasa di PT. Healthy
Pineapple adalah selama 8 jam kerja sehari (7 jam kerja dan 1 jam istirahat) dan 48 jam
dalam seminggu selama 6 hari kerja dan hari Minggu dihitung kerja lembur. Untuk para
tenaga kerja dan karyawan bagian QC dan Produksi pembagian jam kerja sesuai dengan
shift, yang dibagi menjadi 2 shift yaitu shift I dan II. Sedangkan untuk para karyawan
kantor dan staff, pembagian jam kerja sesuai dengan day shift. Perusahaan akan
memberlakukan libur resmi di Indonesia sebagaimana setiap tahun ditetapkan dan
diumumkan oleh pemerintah dan hari-hari libur yang ditentukan oleh perusahaan.
Pengisian daftar hadir pekerja menggunakan mesin absen bersistem sidik jari yang diisi
pada saat masuk dan pulang kerja. Perincian jam kerja shift bagi tenaga kerja dan
karyawan bagian QC dan Produksi yaitu sebagai berikut :
a) Shit I : Pukul 07.00-15.00 WIB
b) Shift II : Pukul 15.00-23.00 WIB
Waktu kerja telah diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) yang berlaku
mengenai ketenagakerjaan. Khusus pada hari Minggu terdapat karyawan bagian teknik
maintenance yang tidak libur karena melakukan kegiatan sanitasi, perawatan mesin dan
peralatan yang dilakukan secara rutin.
PT. Healthy Pineapple juga memperhatikan ketertiban para karyawannya dalam
melaksanakan tugasnya dengan mengeluarkan surat peringatan yang dapat mencapai 3 kali.
Peringatan-peringatan itu sebagai konsekuensi untuk karyawan yang melakukan
pelanggaran dalam melaksanakan tugasnya. Surat peringatan tersebut terdiri dari :
a) Datang terlambat dan pulang lebih awal sebelum jam kerja habis, mendapat peringatan
secara lisan.
b) Melanggar peraturan keselamatan kerja atau petunjuk atasan mendapat surat peringatan
1.
c) Menolak perintah yang layak mendapat surat peringatan 1.
d) Melalaikan kewajiban secara serampangan mendapat surat peringatan 2 atau 3 bila
kesalahannya tidak bisa ditolerir.

108
Pekerja yang selalu tertib peraturan dan berprestasi akan mendapatkan reward.
Untuk pekerja yang selalu tertib akan peraturan mendapatkan reward berupa tambahan ijin
hari libur yang dapat diambil atau diakumulasikan pada 1 tahun setelah penerimaan
reward. Untuk karyawan yang berprestasi akan diberikan reward berupa uang dengan
nominal tertentu sesuai dengan prestasi yang dimiliki.
D. Jaminan Sosial
Karyawan merupakan aset penting perusahaanyang sangat perlu diperhatikan. Bentuk
perhatian perusahaan adalah dengan jaminan sosial yang diberikan perusahaan kepada
pegawai ditunujukkan dengan adanya beberapa fasilitas untuk meningkatkan kesejahteraan
pegawai. Kesejahteraan pegawai merupakan hal yang harus diperhatikan untuk menjamin
kelancaran produksi serta menciptakan produktifitas kerja yang optimal. PT. Healthy
pineapple menyadari bahwa karyawan merupakan aset penting perusahaan, oleh karena itu
dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pegawai, Beberapa fasilitas yang disediakan PT.
Healthy pineapple diantaranya adalah:
1. Menyediakan fasilitas poliklinik di lingkungan perusahaan bagi karyawan.
2. Memberikan tunjangan hari raya keagamaan, tunjangan jabatan, dan tunjangan
kematian.
3. Menyediakan layanan berupa bus yang dapat mengantar karyawan pulang dan pergi
pabrik secara gratis tanpa dipungut biaya.
4. Menyediakan fasilitas koperasi karyawan.
5. Menyediakan fasilitas kantin bagi seluruh pegawai pada jam-jam istirahat.
6. Ikut serta dalam program Jaminan Asuransi Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK) dan
BPJS Kesehatan
Selain itu, setiap karyawan berhak untuk mendapatkan cuti selama bekerja. Cuti kerja
yang diberikan PT. antara lain:
1. Cuti tahunan: cuti yang diberikan kepada karyawan selama 12 hari kerja selama 1
tahun.
2. Cuti kehamilan: cuti yang diberikan kepada karyawan selama 90 hari (3 bulan) sebelum
atau sesudah persalinan.
3. Cuti keguguran: cuti yang diberikan kepada karyawan apabila terjadi keguguran selama
1,5 bulan/45 hari.

109
4. Cuti sakit.
5. Cuti khusus lainnya.

110