Anda di halaman 1dari 16

CRITICAL JOURNAL REPORT

PENDIDIKAN KEWARNEGARAAN

PENINGKATAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PADA MATA PELAJARAN PKN


MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TGT

DOSEN PENGAMPU : Junita Friska,S.pd, M.pd

DISUSUN OLEH:
BOBI AZLIANSYAH 5162111010

PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat serta karunianya
penulis dapat menyelesaikan CRITICAL JOURNAL REPORT
ini tepat waktu.
Penulis mengharapkan critical journal ini dapat memberikan informasi kepada
pembaca tentang materi ini dan dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para
pembaca.
Terlepas dari semua itu, penulis mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata
yang kurang berkenaan dan penulis memohon atas kritik dan saran yang membangun dari
pembaca demi perbaikan critical journal ini. Akhir kata, penulis sampaikan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membaca critical journal riview ini. Semoga Tuhan Yang
Maha Esa senantiasa melindungi segala kegiatan kita.
Medan, 12 maret 2018

Penulis

1
DAFTAR ISI

Kata Pengantar .................................................................................................. 1


Daftar Isi............................................................................................................ 2
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................. 3
1.1 Latar Belakang ............................................................................................ 3
1.2 Tujuan ......................................................................................................... 3
BAB II .............................................................................................................. 4
2.1 Identitas Jurnal I .......................................................................................... 4
2.2 Ringkasan Jurnal I ....................................................................................... 5
2.3 Identitas Jurnal II ........................................................................................ 8
2.4 Ringkasan Jurnal II ..................................................................................... 9
BAB III PERBANDINGAN JURNAL .......................................................... 12
BAB IV PENUTUP ........................................................................................ 13
4.1 Kesimpulan ............................................................................................... 13
4.2 Saran.......................................................................................................... 13
Daftar Pustaka ................................................................................................. 14

2
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan Kewarganegaraan atau sering disebut dengan PKn merupakan salah satu
mata pelajaran yang wajib di Sekolah Dasar (SD). Berdasarkan Permendiknas No. 22 Tahun
2006 tentang standar isi tertulis bahwa pendidikan kewarganegaraan adalah mata pelajaran
yang fokus pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-
hak serta kewajibannya sebagai warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan
berkarakter sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Oleh sebab itu PKn di SD merupakan
salah satu mata pelajaran yang penting untuk diajarkan kepada siswa. Melalui mata pelajaran
PKn siswa akan memahami mengenai hak dan kewajibannya sebagai warga negara sehingga
dapat membekali siswa sikap yang sesuai dengan norma yang berlaku. Selain itu, mata
pelajaran PKn juga bertujuan untuk menanamkan nilai dalam proses pembentukan warga
negara yang cinta terhadap NKRI. Agar tujuan dalam pembelajaran PKn di atas dapat
terwujud, maka pembelajaran PKn hendaknya disampaikan agar dapat bermakna bagi
kehidupan siswa. Pembelajaran dapat bermakna bagi siswa apabila tujuan dari pembelajaran
PKn dapat terwujud. Pembelajaran PKn dibuat sedemikian rupa sehingga peserta didik
mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang berharga. Pembelajaran PKn hendaknya
dilakukan dengan melibatkan siswa secara aktif. Siswa dilatih agar dapat menggali
pengetahuannya sendiri sehingga akan lebih bermakna bagi siswa. Selain itu, siswa dilatih
agar dapat aktif dalam proses pebelajaran melalui diskusi, permainan dan sebagainya.
Pembelajaran PKn harus dapat menjadi wahana untuk mengembangkan potensi yang dimiliki
oleh peserta didik agar dapat menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas, terampil dan
berkarakter sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Oleh sebab itu, pembelajaran PKn
haruslah berpusat pada siswa.

1.2 Tujuan
 untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan jurnal
 untuk mengetahui isi penelitian tentnag jurnal

3
BAB II
PEMBAHASAN

IDENTITAS JURNAL I

Judul Jurnal : JURNAL PPKN UNJ ONLINE

Judul Artikel :“PERAN GURU PENDIDIKAN PANCASILA DAN


KEWARGANEGARAAN DALAM UPAYA PEMBENTUKAN
KARAKTER PESERTA DIDIK”

Download :
http://www.undana.ac.id/jsmallfib_top/JURNAL/PENDIDIKAN/PEN
DIDIKAN_2013/PERAN%20GURU%20PENDIDIKAN%20PANCA
SILA%20DAN%20KEWARGANEGARAAN.pdf

Halaman : 15 halaman

Volume :1

Nomor :2

Tahun : 2013

Nama Pengarang : Fadil Yudia Fauzi, Ismail Arianto, Etin Solihatin)

Reviewer :

Tanggal : 22 November 2017

ISSN :2337-5205

4
RINGKASAN JURNAL I
Tujuan Penelitian

PPKn merupakan mata pelajaran yang sarat isi dengan nilainilai pancasila untuk
membentuk kepribadian. PPKn tidak cukup hanya sampai pada penghafalan, melainkan
PPKn diterapkan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik dalam bentuk perbuatan, nilai-
nilai yang terkandung dalam pancasila bukan untuk dihafal melainkan untuk dipraktekan
dalam kehidupan nyata. Tujuan penelitian ini yaitu untuk membentuk kepribadian. Akan
tetapi di era globalisasi saat ini seiring kemajuan teknologi, nilai-nilai kesopanan, budi
pekerti seakan telah diabaikan. Yang mengakibatkan prilaku yang peserta didik
menyimpang. Hal ini dikarenakan krisis karakter bangsa.

Jadi pendidikan karakter sangat terpengaruhi oleh pendidikan kewarganegaraan, dimana


pendidikan kewarganegaraan memiliki peranan penting dalam pembentukan karakter.
Karena pendidikan kewarganegaraan mencakup semua poin-poin karakter. Yang
termasuk poin karakter didalam pendidikan kewarganegaraan adalah budi pekerti, moral,
norma.

Subjek Penelitian

Warga negara Indonesia seperti pendidik, siswa/siswi, anak-anak bangsa dan masyarakat
Indonesia.

Assesment Data

Informasi tentang fakta- fakta yang ada dilapangan dengan metode penelitian deskriptif
dengan pendekatan kualitatif.

Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan
kualitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dirancang untuk memperoleh informasi
tentang fakta- fakta yang ada dilapangan, yakni mengenai ”PPKn dalam mewujudkan
pembentukan karakter peserta didik SMAN 1 Sukatani”. Peneliti mengguna kan metode
deskriptif dikarenakan datadata yang dikumpulkan berupa kata kata, gambar, dan bukan
angka-angka. Sehingga laporan penelitian akan berisi data- data untuk memberi gambaran
pada penyajian laporan tersebut.

5
Langkah Penelitian

Tentang fakta- fakta yang ada dilapangan, yakni mengenai ”PPKn dalam mewujudkan
pembentukan karakter peserta didik SMAN 1 Sukatani”. Peneliti mengguna kan metode
deskriptif dikarenakan datadata yang dikumpulkan berupa kata kata, gambar, dan bukan
angka-angka. Sehingga laporan penelitian akan berisi data- data untuk memberi gambaran
pada penyajian laporan tersebut.

Hasil Penelitian

Karakter sering disamakan dengan budi pekerti, ada pula yang mendefinisikan
karakter sebagai sistem keyakinan dan kebiasaan. Jika kita simpulkan karakter adalah akhlak
atau moralyang sudah tertanam dalam pikiran, dengan kata lain karakter itu sebuah
kebiasaan yang sudah ditanamkan oleh lingkungan keluarga.

Pembentukan karakter anak memang semestinya dilakukan oleh orang tua. Namun,
ketika anak berada di sekolah, maka yang menjadi orang tua anak adalah guru.
Sehubungan dengan perannya sebagai pembentuk karakter anak di sekolah, maka guru
dituntut untuk sungguh-sungguh menjalankan peran tersebut, karena salah membentuk
karakter anak akan berakibat fatal bagi kehidupan anak. Oleh karena itu guru memiliki
peran penting dan strategis bagi setiap pembaharuan pendidikan, hal ini yang menuntut
guru untuk memiliki cara bertindak untuk menanmkan pendidikan karakter.

Maka dari itu anak memiliki karakter yang berbeda-beda, karena setiap keluarga
memiliki karakter yang berbeda yang ditanamkan kepada anak dan menjadi kebiasaan,
pihak sekolah hanya bersifat mengasah dan memperdalam lagi karakter mereka. Oleh
karena itu apabila si anak tidak mendapatkan pendidikan karakter dari keluarganya dari
pihak sekolah agak kesulitan dalam membentuk karakter peserta didik.

Seorang guru harus menjadi seorang pengasuh bagi peserta didik, menjadi panutan dan
teladan untuk dicontoh oleh peserta didik, guru pula harus menjadi pembimbing untuk
membimbing anak didiknya yang memiliki integritas dan kedisiplanan dalam kehidupan
sehari-hari. Namun upaya pembentukan karakter anak merupakan hal yang tidak mudah
dijalankan oleh seorang guru. Guru akan kesulitan dalam membentuk karakter anak, jika
tidak ada dukungan dari keluarga dan masyarakat yang ada di lingkungan peserta didik.
Pembentukan karakter merupakan tanggung jawab bersama antara guru, keluarga dan

6
masyarakat.Peranan guru dalam pembentukan karakter di sekolah sebagai contoh atau
teladan bagi anak khususnya dan masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu seorang
guru haruslah memberi contoh yang baik, segala tingkah lakunya tidak bertentangan
dengan norma dan nilai yang berlaku dimasyarakat.

Kekuatan Penelitian

1. Penelitian mudah dilaksanakan karena peneliti mengadakan penelitian secara


langsung ke lapangan untuk mensurvei tentang informasi serta fakta-fakta yang akan
diteliti.
2. Pendeskripsian hasil penelitian secara jelas di paparkan dan membuat para pembaca
mudah memahaminya.
3. Penelitian ini juga memiliki menghasilkan banyak pengetahuan khususnya mengenai
betapa pentingnya pelajaran PKN yang dimana peserta didik diharapkan memiliki
kepribadian yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila sehingga terciptalah generasi
bangsa yang cerdas dan bermoral.

Kelemahan Penelitian

1. Yang membuat penelitian ini memiliki kelemahan yaitu karena peneliti tidak
menampilkan gambar permasalahan yang sedang Ia teliti membuat penilitian ini
kurang akurat.
2. Penjelasan mengenai proses dari penelitian tidak jelas dicantumkan dalam artikel
tersebut.
3. Hasil dari penelitian yang dilakukan tidak merinci dicantumkan dalam artikel
tersebut.

Kesimpulan

Guru PKn dalam membentuk karakter peserta didik memiliki peranan yang sangat
penting. Karena PKn merupaka pelajaran yang bertujuan untuk membentuk warganegara
yang baik dalam kehidupan sehari-hari atau dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Serta
memiliki karakter yang berbudi luhur. Dengan demikian, dengah adanya guru yang memiliki
mutu tinggi dalam pembinaan karakter peserta didik serta pendidikan pancasila dan
kewarganegaraan diharapkan dapat membentuk peserta didik yang memiliki kepribadian
yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila sehingga terciptalah generasi bangsa yang cerdas dan
bermoral.

7
IDENTITAS JURNAL II

Judul Jurnal : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Judul Artikel :Peningkatan Hasil Belajar Kognitif Pada Mata Pelajaran PKn
melalui Model Cooperative LearningTipe TGT (Teams Games
Tournament)

Download :http://www.e-jurnal.com/2017/05/peningkatan-hasil-belajar-kognitif-
pada.html

Halaman : 12 halaman

Volume : 17

Nomor :-

Tahun : 2016

Nama Pengarang :ItaPurnamasari

Reviewer : Ikhsan Shobirin Ritonga

Tanggal : 22 Oktober 2017

ISSN :-

8
RINGKASAN JURNAL II
Tujuan Penelitian

PKn hendaknya disampaikan agar dapat bermakna bagi kehidupan siswa.


Pembelajaran dapat bermakna bagi siswa apabila tujuan dari pembelajaran PKn dapat
terwujud. Pembelajaran PKn dibuat sedemikian rupa sehingga peserta didik mendapatkan
pengetahuan dan pengalaman yang berharga. Pembelajaran PKn hendaknya dilakukan
dengan melibatkan siswa secara aktif. Siswa dilatih agar dapat menggali
pengetahuannya sendiri sehingga akan lebih bermakna bagi siswa. Selain itu, siswa
dilatih agar dapat aktif dalam proses pebelajaran melalui diskusi,permainan dan sebagainya.
Pembelajaran PKn harus dapat menjadi wahana untuk mengembangkan potensi yang
dimiliki oleh peserta didik agar dapat menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas,
terampil dan berkarakter sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Oleh sebab itu,
pembelajaran PKn haruslah berpusat pada siswa.

Subjek Penelitian

Siswa kelas IV B di SD N Sendangsari

Assesment Data

Peneliti menggunakan data yang akurat seperti presentase para siswa kelas IV B di SD N
Sendangsari.

Metode Penelitian

Jenis Penelitian, Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yaitu penelitian
yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan cara (1) merencanakan, (2)
melaksanakan, (3) dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan
tujuan memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa dapat
meningkat (WijayaKusumah & Dedi Dwitagama, 2011 : 7). Dalam penelitian ini,
peneliti berkolaborasi dengan guru kelas IV di SD N Sendangsari. Model penelitian
yang digunakan yaitu model penelitian menurut Kemmis dan Mc Taggart. Pada model
penelitian tersebut peneliti menggunakan dua siklus.Waktu dan Tempat Penelitian,
Penelitian ini dilaksanakan pada Semester II Tahun Ajaran 2015/2016 yaitu tepatnya pada

9
bulan Maret sampai April tahun 2016. Adapun tempat penelitian dilakukan di SD
Negeri Sendangsari Pajangan Bantul. Subjek dan Objek Penelitian Subjek dalam penelitian
ini adalah siswa kelas IV SD N Sendangsari dengan jumlah 27 siswa yang terdiri dari 12
siswa perempuan dan 15 siswa laki-laki. Objek penelitian ini yaitu peningkatan hasil
belajar kognitif pada mata pelajaran PKn melalui model cooperative learning tipe TGT
(Teams Games Tournament).Data, Instrumen, dan Teknik Pengumpulan Data Teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, wawancara dan dokumentasi.
observasi dilakukan untuk mengamati jalannya proses pembelajaran menggunakan
modelcooperative learning tipe TGT yang sesuai dengan RPP yang telah dibuat dan
mencatatnya dalam lembar observasi checklist. Tes digunakan untuk mengetahui hasil
belajar kognitif siswa pada mata pelajaran PKn. Tes dalam penelitian ini diberikan
pada setiap pertemuan di akhir pembelajaran yang berupa LKS dan soal evaluasi.
Wawancara dilakukan dengan guru kelas untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas IV B
SD N Sendangsari sedangkan dokumentasi digunakan untuk mendokumentasikan proses
pembelajaran yang dilakukan pada saat pembelajaran berupa gambar.

Langkah Penelitian

Prosedur Penelitian Pelaksanaan penelitian dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai


berikut:

1. Observasi pra tindakan, yaitu melalui wawancara dengan guru untuk mencari
data
2. hasil belajar kognitif PKn siswa kelas IV SD N Sendangsari.
3. Perencanaan yang meliputi pembuatan RPP,mempersiapkan peralatan serta media
yangdigunakan, lembar observasi dan kamera untukmendokumentasikan
pembelajaran.
Hasil Penelitian

Dari hasil penelitian terbukti bahwa penggunaan model cooperative learning tipe TGT
dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa. Cara yang dapat dilakukan dengan
menciptakan suatu pembelajaran yang aktif serta menyenangkan bagi siswa yaitu salah
satunya dengan pemilihan model pembalajaran yang tepat. Salah satu model
pembalajaran yang menyenangkan dan menjadikan siswa aktif adalah model cooperative
learningtipe TGT (Teams Games Tournament) karena dalam pembelajaran terdapat game
akademik, turnamen dan penghargaan terhadap tim. Dengan pembelajaran yang aktif

10
dan menyenangkan maka siswa akan dengan mudah memahami materi yangdipelajari
sehingga akanmeningkatkan hasil belajar siswa. Hal tersebut didukung oleh pendapat Slavin
(2008: 163) yang menyatakan bahwa TGT menggunakan turnamen akademik, dan
menggunakan kuis-kuis, sistem skor kemajuan individu dimana para siswa berlomba
sebagai wakil tim mereka dengan anggota tim lain yang kinerja akademik sebelumnya
setara seperti mereka. Melalui turnamen akademik, kuis serta penghargaan terhadap tim
yang memperoleh skor tertinggi menjadikan pembelajaran dengan model cooperative
learning tipe TGT sebagai model pembelajaran yang menyenangkan dan mengaktifkan
siswa sehingga hasil belajar siswa akan meningkat yang nilainya memenuhi KKM ( ≥75)
yaitu pada pra tindakan hanya 9 siswa atau 33,333% meningkat di siklus I menjadi 17
siswa atau 62,963% dan meningkat kembali di siklus II menjadi 24 siswa atau
88,889%. Peningkatan hasil belajar kognitif dikarenakan guru menggunakan model
cooperative learning tipe TGT sehingga dapat menjadikan pembelajaran menyenangkan
dan menarik bagi siswa serta menjadikan siswa aktif selama proses pembelajaran yang
mengakibatan hasil belajar kognitif dapat meningkat.

Kekuatan Penelitian

1. Peneliti membuat jurnal ini menjadi komples dan sangat jelas karenapeneliti
menyajikan data secara akurat
2. Peneliti sangat baik dalam tinjauan lapangan yang Ia teliti sehingga jurnal ini mudah
di pahami
3. Peneliti benar-benar melakukan penelitian dengan baik sehingga mampu menyajikan
data secara akurat

Kelemahan Penelitian

Saya rasa jurnal ini tidak memiliki kelemahan karena peneliti memaparkan informasi dengan
sangat jelas dan mudah dipahami oleh pembacanya.

11
BAB III

PERBANDINGAN ANTARA JURNAL I DAN JURNAL II

Adapun perbadingan antara kedua jurnal tersebut ialah jurnal I dan II, keduanya membahas
topik yang sama, yaitu pendidikan kewarganegaraan. Pendidikan kewarganegaraan adalah
topic utama dalam kedua jurnal tersebut. Di dalam jurnal I dibahas mengenai bagamana peran
guru pendidikan pancasila dan kewarganegaraan dalam upaya pembentukan karakter peserta
didik. Di jurnal II membahas bagaimana hasil belajar kognitif Mata Pelajaran
PKnpadasiswa. Dalam hal ini jurnal I dan II dapat disatukan menjadi jurnal yang sangat
bagus dan efektif karena isinya saling mengisi dan keterkaitan antar jurnal tersebut sangat
erat. Karena kedua jurnal ini saling berkesinambungan satu dengan yang lain. Jika jurnal I
mengacu kepada mengacu pada pendalaman kewarganegaraan si guru yang akan mengajari
peserta didiknyamaka jurnal II mengacu pada cara si guru yang akan
meningkatkannilaikognitifsiswanya. Dan dikarenakan hal itu, menurut saya kedua jurnal ini
daapat dikategorikan sebagai jurnal yang bagus.

Dari segi peningkatan kemampuan, jurnal I memberikan beberapa hal yang spesifik
mengenai peran guru jaman sekarang, sedangkan pada jurnal II berisi hal yang harus
diperhatikan seorang guru pendidikan pancasila dan kewarganegaraan untuk meningkatkan
kemampuannya. Dalam hal ini menurut sayakedua jurnal ini juga sama bagusnya, karena
dalam kedua jurnal ini terdapat hal-hal yang harus diperhatikan oleh subjek penelitian
(peserta didik dan guru) untuk peningkatan kemampuan mereka dalam pendidikan
kewarganegaraan.

Dari segi penyajian penelitian, jurnal Itidak terdapat detail penelitian yang telah
dilakukan pada guru pendidikan pancasila dan kewarganegraan. Sedangkan jurnal II
memberikan hasil dan proses yang merinci serta mendetail mengenai proses penelitian yang
dibahas. Meskipun telah dijelaskan bahwa metode penelitian adalah deskripsi tetapi menurut
saya ini adalah kekurangan. Karena menurut saya, jurnal yang baik itu adalah jurnal yang
memiliki data yang merinci mengenai penelitian yang telah dilakukan. Dalam hal ini menurut
saya, jurnal II lebih baik dibanding dengan jurnal I.

12
BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa hasil belajar
kognitif PKn pokok bahasan globalisasi siswa kelas IV B SD Negeri Sendangsari dapat
meningkat karena pembelajaran menggunakan model cooperative learning tipe TGT (Teams
Games Tournament). Langkah-langkah yang dilakukan dalam pembelajaran PKn
menggunakan model cooperative learning tipe TGT yaitu dengan adanya game akademik,
tournament tim, penghitungan skor dan penghargaan terhadap tim yang memperoleh skor
tertinggi. Pembelajaran dengan model tersebut terbukti dapat meningkatkan hasil belajar
kognitif siswa pada mata pelajaran PKn kelas IV B SD Negeri Sendangsari. Hal tersebut
ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata kelas yaitu pada saat pra tindakan sebesar 67
meningkat di siklus I menjadi 75,73 serta meningkat menjadi 83,15 pada siklus II.

4.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan tersebut, maka disarankan hal-hal sebagai berikut :

13
1.Untuk siswa, hasil belajar kognitif yang sudahbaik karena pembelajaran dengan
modelcooperative learning tipe TGT (Teams GamesTournament) sehingga siswa aktif
dalamkegiatan pembelajaran PKn harus tetapditingkatkan lagi.

2.Untuk guru, peningkatan hasil belajar kognitifsiswa dengan menggunakan model


cooperativelearning tipe TGT (Teams Games Tournament)dapat digunakan sebagai dasar
pertimbanganuntuk merancang kegiatan pembelajatanselanjutnya.

3.Untuk sekolah, pembelajaran denganmenggunakan model pembelajaran


cooperativelearning tipe TGT (Teams Games Tournament)perlu didukung dengan
penyediaan berbagaisarana dan prasana yang dibutuhkan.

14
DAFTAR PUSTAKA

Agus Suprijono. (2012). Cooperative Learning Teori & Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta :
Pustaka Pelajar.

Erna Iswanti. (2008). Mendidik Anak dengan Bermain. Yogyakarta : Arti Bumi Intaran.

Isjoni. (2007). Pembelajaran Visioner Perpaduan Indonesia- Malaysia. Yogyakarta : Pustaka


Pelajar.

Nana Sudjana. (2006). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya Offset.

Ngalim Purwanto. (2006). Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: Rosda
Karya.

15