Anda di halaman 1dari 5

No.

12 - September 2016

Mengenal Morfologi Bunga


untuk Meningkatkan Kualitas Benih Pepaya

Pepaya (Carica papaya L.) merupakan dan tipe penyerbukannya. Tipe penyerbukan
tanaman buah tropika yang mempunyai manfaat pada pepaya terbagi menjadi dua, yaitu tanaman
untuk kesehatan, nilai komersial tinggi, dan menyerbuk sendiri dan tanaman meyerbuk
tersedia sepanjang tahun. Pengembangan pepaya silang. Pepaya yang termasuk dalam kelompok
memerlukan dukungan benih yang berkualitas. menyerbuk sendiri misalnya Kapoho, Sun-rise
Benih berkualitas ditentukan oleh banyak faktor Solo, dan Eksotika. Pepaya yang mempunyai
terutama kemurnian benih, daya tumbuh benih, tipe bunga hermaprodit yang bersifat kleistogami
dan true to type. Benih yang dipergunakan termasuk dalam kelompok pepaya menyerbuk
harus mempunyai mutu genetis, fisiologis, dan sendiri (Pastor et al. 1990). Menurut Chan
mutu fisik yang tinggi sesuai dengan standar (2009), varietas pepaya yang memiliki ukuran
mutu di kelasnya. Benih dengan kemurnian dan buah besar biasanya termasuk dalam kelompok
bermutu tinggi dapat dihasilkan sendiri dengan menyerbuk silang.
cara yang terkontrol, baik untuk tanaman dengan Tanaman pepaya mempunyai tiga jenis
penyerbukan sendiri (selfing) maupun dengan kelamin bunga, yaitu tanaman jantan, tanaman
penyerbukan silang. betina, dan tanaman sempurna (Nakasone &
Produksi benih pepaya bersari bebas Paull 1998). Tanaman jantan hanya menghasilkan
dapat dilakukan dengan metode selfing atau bunga jantan, tanaman betina hanya menghasilkan
perkawinan antarjenis yang sama pada satu bunga betina (tanpa adanya serbuk sari),
populasi yang besar. Tujuan dari teknik ini ialah dan tanaman sempurna menghasilkan dua
untuk mempertahankan sifat tertentu agar stabil jenis bunga, yaitu bunga jantan dan bunga
tanpa ada kontaminasi sifat-sifat dari luar yang sempurna (Gambar 1). Apabila dilihat dari
mungkin terbawa oleh serbuk sari tanaman lain tipe pembungaanya tersebut, pepaya tergolong
yang dibawa oleh angin, serangga atau manusia. tanaman jenis dioecious (bunga jantan dan betina
pada tanaman terpisah) atau gynodioecious
Morfologi Bunga karena mempunyai bunga sempurna (bunga
Produksi benih pepaya bersari bebas/galur berkelamin ganda). Pepaya berbunga betina
murni harus memperhatikan morfologi bunga mempunyai bentuk buah bulat dan berbiji sedikit.

70
iptek hortikultura

Gambar 1. Bunga dan buah tanaman betina

Gambar 2. Bunga dan buah tanaman hermaprodit

Pada umumnya yang diinginkan konsumen sari dapat mengalami perubahan morfologi
ialah tanaman sempurna dengan buah berbentuk sehingga jumlanya berkurang menjadi lima buah
lonjong/silindris memanjang, daging tebal, dan (pentandria). Hal tersebut terjadi akibat cekaman
rasa manis (Gambar 2). lingkungan misalnya suhu yang sangat ekstrim,
Pada tanaman berbunga sempurna dapat cekaman kekeringan, dan kesuburan tanah.
ditemukan bunga sempurna dan bunga jantan. Putik bunga sempurna merupakan alat
Morfologi bunga pepaya sempurna terdiri dari kelamin betina. Putik tersusun atas daun-daun
kelopak (calix), mahkota (corolla), benang sari yang telah mengalami metamorfosis disebut
(stamen), dan putik. Benang sari terbagi menjadi daun buah (karpelum). Secara keseluruhan
tiga bagian, yaitu tangkai sari (filamentum), dan daun-daun buah penyusun putik dinamakan
kepala sari (antera). Tangkai sari, yaitu bagian gynaecium. Putik merupakan alat kelamin betina,
yang berbentuk benang dengan penampang yang salah satu bagiannya mengandung sel telur.
melintang yang umumnya berbentuk bulat, Putik terdiri dari tiga bagian, yaitu bakal buah
sedangkan kepala sari, yaitu bagian benang (ovarium), tangkai kepala putik (stilus), dan
sari yang terdapat pada ujung tangkai sari. Di kepala putik (stigma). Bakal buah (ovarium)
dalam ruang sari terdapat serbuk sari (polen), merupakan bagian putik yang pada umumnya
yaitu sel-sel kelamin jantan (gamet jantan) yang kelihatan membesar dan terletak pada dasar
berguna untuk penyerbukan. Pepaya memiliki bunga (Pandey & Chadha 1993).
10 benang sari dan masing-masing kotak sari Berdasarkan morfologi benang sarinya,
berisi serbuk sari yang berwarna kuning. Kotak bunga pepaya sempurna mempunyai dua tipe.
sari akan membuka mulai jam 08.00 pagi atau Tipe I, yaitu bunga sempurna yang mempunyai
saat matahari sudah bersinar. Jumlah benang kotak sari sejajar/dekat dengan putik dan tipe

71
No. 12 - September 2016

Mahkota bunga

Kepala putik

Kotak sari

Ovarium

A B

Gambar 3. (A) Bunga hermaprodit tipe I dan (B) bunga hermaprodit tipe II

II, yaitu kotak sari berada di bawah kepala Teknik Produksi Benih
putik (Gambar 3). Kotak sari yang sejajar/ Metode produksi benih pepaya berdasarkan
dekat dengan putik mempunyai kemungkinan dua tipe morfologi bunga sempurna, berbeda
penyerbukan silang yang rendah dibanding terutama pada tahap isolasi bunga. Tingkat
bunga yang kotak sarinya jauh dari kepala penyerbukan silang yang tinggi pada bunga
putik. Hasil pengamatan terhadap morfologi sempurna tipe II menyebabkan perlunya metode
bunga pepaya koleksi Balitbu Tropika dapat isolasi bunga yang lebih ketat dibandingkan bunga
diketahui jenis-jenis pepaya berdasarkan sempurna tipe I. Selain itu untuk meningkatkan
letak serbuk sarinya. Pepaya dengan bunga persentase benih berbunga sempurna perlu
sempurna tipe I dimana kotak sari dekat diketahui pewarisan jenis kelamin bunga pepaya.
dengan kepala putik, yaitu pepaya Carmida, Hasil penyerbukan bunga pepaya dengan sumber
Carmina, Hawai, dan Carisya, sedangkan putik dan serbuk sari dari tanaman yang berbeda
yang termasuk tipe II dimana kotak sari jenis kelaminnya akan menghasilkan tanaman
berada di bawah kepala putik, yaitu pepaya pepaya dengan jenis kelamin yang berbeda
Merah Delima, Dampit, Semangko, Gading dengan perbandingan tertentu seperti pada Tabel
Merah, dan Sungai Tarab. Keragaman bentuk 1. Oleh karena itu tanaman induk dipilih dari
morfologi bunga sempurna dapat dilihat pada tanaman berbunga sempurna yang sudah stabil
Gambar 4. pada beberapa generasi.

A B C D E F G

Gambar 4. Keragaman morfologi bunga pepaya hermaprodit. (A) bunga pepaya Merah
Delima, (B) pepaya Sicincin, (C) pepaya tangkai ungu, (D) pepaya Dampit, (E)
pepaya Carmelita, (F) pepaya Carmida, dan (G) pepaya Carmina
72
iptek hortikultura

Tabel 1. Perbandingan kemungkinan munculnya jenis kelamin bunga tanaman pepaya hasil
persilangan berdasarkan sumber putik dan serbuk sarinya
Asal putik Asal sebuk sari Sempurna Jantan Betina
Bunga betina Bunga jantan 0 1 1
Bunga betina Bunga sempurna 1 0 1
Bunga sempurna Bunga sempurna 2 0 1
Bunga sempurna Bunga jantan 1 1 1
Sumber : Storey, WB 1953

a b c

Gambar 5. Pohon induk berbunga sempurna Gambar 6. (a) bunga sempurna siap diselfing/
dan berada ditengah- tengah kebun diserbuki, (b) penyerbukan dengan
polen dari tanaman yang sama, (c)
Prosedur produksi benih dengan penyerbukan bunga dibungkus dengan kertas
sendiri, yaitu sebagai berikut: tahan air/kertas minyak dan
dipasang label selfing. (Sumber:
1. Pohon induk pepaya ditanam dalam satu Noflindawati 2004)
hamparan dengan jumlah yang banyak (500-
5.000 tanaman).
7. Pada bunga sempurna tipe II tidak perlu
2. Musnahkan tanaman yang berkelamin jantan
dilakukan bantuan penyerbukan.
dan varietas jenis lain dari populasi pohon
induk pepaya. 8. Bungkus bunga sempurna yang sudah
diserbuki dengan kertas minyak (berukuran 7
3. Pilih pohon induk, yaitu tanaman berbunga
x 10 cm). Hal ini penting untuk menghindari
sempurna, mempunyai produksi tinggi,
masuknya pollen dari bunga lain pada
stabil, dan sehat serta berada di tengah-
saat bunga telah terbuka. Bungkus kertas
tengah kebun (Gambar 5)
juga melindungi bunga dari kelembaban
4. Menentukan bunga sempurna yang akan yang berlebihan yang dapat mengganggu
diselfing/diserbuki. Ciri bunga yang siap untuk pembentukan buah. Agar bungkus tertutup
diserbuki yaitu kelopak bunga masih tertutup dengan baik maka diperlukan klip penjepit.
dan warnanya putih krem (Gambar 6 a). Apabila buah tumbuh dan membesar,
5. Pada bunga sempurna tipe II perlu dilakukan bungkus dengan sendirinya akan terbuka
bantuan penyerbukan untuk meningkatkan akibat dari desakan dari buah yang membesar.
jumlah dan menjaga kemurnian benih yang 9. Pasangkan label tahan air pada bunga yang
dihasilkan. Penyerbukan bunga sempurna sudah diserbuki, sebagai tanda bunga sudah
dilakukan dengan cara mengambil sumber di-selfing.
polen dari bunga jantan yang berada satu
10. Pada umur 4–5 bulan setelah penyerbukan,
rangkaian dengan bunga sempurna pada satu
buah pepaya sudah dapat dipanen. Buah
pohon yang sama. Pilih bunga jantan yang
yang bisa dipanen ditandai dengan perubahan
sudah pecah polen/serbuk sarinya.
warna kuning pada kulit buah antara 10–20%.
6. Bukalah kelopak bunga sempurna dengan
hati-hati, kemudian oleskan serbuk sari dari Prosesing Benih Papaya
bunga jantan pada putik bunga sempurna Buah hasil penyerbukan yang sudah
tersebut. dipanen disimpan sampai 100% kulit berwarna

73
No. 12 - September 2016

a b c

Gambar 7. (A) Buah dipanen dan disimpan sampai matang, (b) Ambil biji pada bagian
tengah, dan (c) biji dicuci dan dikeringkan

kuning dan masak sempurna. Proses penyiapan KESIMPULAN


benih mulai dari saat biji diambil dari buah
sampai penyimpanan melalui beberapa tahapan, Faktor genetik menyebabkan terjadinya
yaitu pembuangan sarkotesta, pengeringan, keragaman pada morfologi bunga pepaya
pembungkusan, dan penyimpanan serta pelabelan. hermaprodit. Morfologi bunga sangat berpengaruh
terhadap teknik produksi benih pepaya. Benih
Pembuangan Sarkotesta pepaya yang baik harus terjaga kemurniannya,
Sarkotesta adalah selaput lendir yang daya tumbuh benih tinggi, dan true to type.
membungkus biji yang masih segar. Sarkotesta
pada biji segar ini sulit untuk dibuang, oleh karena
DAFTAR PUSTAKA
itu biji yang baru dicuci perlu di simpan pada
tempat dengan peredaran udara baik selama 2 hari 1. Chan, YK 2009, ‘Breeding papaya (Carica
(kering-angin) sampai sarkotesta berangsur-angsur papaya L.), in Mohan Jain, S & Priyadarshan, PM
menjadi keriput. Setelah itu biji dicuci dan diremas- (ed.)’, Breeding plantation tree crops: Tropical
remas dengan kain kasar atau abu gosok untuk Species, Springer New York, pp. 121-59.
menanggalkan sarkotesta dari biji. Sarkotesta yang 2. Nakasone, HY & Paull, RE 1998, Tropical fruits,
telah keriput ini mudah ditanggalkan. Sarkotesta CAB International, UK.
perlu dibuang karena mengandung bahan yang 3. Noflindawati, Budiyanti, T, Sunyoto & Fatria
menghambat perkecambahan benih. Setelah D 2014, Produksi benih pepaya, Laporan hasil
sarkotesta dibuang, biji direndam 10 menit dalam penelitian TA. 2014.
larutan fungisida (2 g/l) sebelum dikeringkan. 4. Pandey, SN & Chadha, A 1993, A text book
Ofbotany: Plant Anatomy and Economic Botany,
Pengeringan Pubhlising Hhouse PVT LTD, New Delhi.
Pengeringan biji bisa dilakukan dengan 5. Pastor, R, Galan, S & Herrero, M 1990,
pengeringan menggunakan matahari ataupun evalution of papaya autogamy, vol. 45, no.
diangin-anginkan saja. Biasanya masa pengeringan 4, pp. 387-91.
selama 5 hari sampai kadar air benih berkisar 10%. 6. Storey, WB 1953, ‘Genetics of the papaya’, J.
Cara yang baik ialah dengan meletakkan biji di Heredity, vol. 44, no. 2, pp. 70-8.
atas kertas, kemudian dikeringanginkan. Dengan
pengeringan ini, viabilitas benih dapat lebih dijaga
bila dibandingkan dengan benih basah atau masih
mengandung sarkotesta.
Pengemasan dan Penyimpanan
Penyimpanan benih harus dilakukan sebaik-
baiknya untuk menjaga agar tidak kemasukan Tri Budiyanti
air maupun udara. Penyimpanan dapat dilakukan Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika
menggunakan kantong plastik berklip maupun wadah Jln. Raya Solok-Aripan Km 8
lain yang tertutup rapat (aluminium foil) atau kedap PO Box 5, Solok, Sumatera Barat 27301
udara. Selanjutnya benih disimpan dalam suhu 10°C. E-mail : tri_budiyanti@yahoo.com

74