Anda di halaman 1dari 10

Reservoir Modelling

Permodelan Reservoir Geothermal Menggunakan


Software Petrasim

Eka Cahya Putra S. 3714100031

Panca Putri Karunia W. 3714100034

Dimas Kusuma Andanu 3714100041

Maria Juliana Gultom 3714100058

Gilang Wiranda 3714100060

DEPARTEMEN TEKNIK GEOFISIKA

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

SURABAYA
Tugas Geothermal
Modelling lapisan menggunakan Software Petrasim

I. Model Komputer

Model komputer di TOUGH 2


menggunakan EOS1,model Equation
of state(EOS) digunakan untuk
multifase air dan tracer. Dimensi yang
dibentuk adalah 4000 x 2000 x 3600

Gambar 1. Membuat Model Baru

Gambar 2. Model Kosong

II. Membuat Material


Selanjutnya didefinisikan semua matterial dengan propertinya masing-masing

1
Gambar 3. Data Material

Berdasarkan nilai di tabel ini

Gambar 4. Tabel Data Masing-masing Material


III. Mendefinisikan Kontur Puncak

Menggunakan file x,y,z

Gambar 5. Koordinat Kontur Puncak

2
IV. Mendefinisikan Lapisan-lapisan
Didefinisikan geometri lapisan di permukaan

Gambar 6. Mengedit Lapisan menggunakan parameter

Menggunakan file top.xyz, dapat didefinisikan bentuk geometri dari perlapisan yang
dimodelkan.

Gambar 7. Terbentuk 15 lapisan

V. Membuat Mesh

Selanjutnya, akan diterapkan kondisi batas yang spesifik pada sisi kanan (+X), diinginkan suatu
lapisan sel yang tipis. Untuk itu, digunakan divisi sotum.

3
Gambar 8. Membentuk Mesh

Terbentuk mesh.

VI. Menerapkan material ke layer

Ketika memberikan material kepada setiap sel, Petrasim menggunakan sistem berjenjang
yang mengizinkan sel untuk menerima nilai dari daerah yang dikandungnya, daerah dari
layer yang dimuat dan layer dari bawaan global. Pada contoh ini, akan diterapkan material
ke layer.

Gambar 9. Model utuh

4
Gambar 10. Model telah dipotong

Gambar 11. Model Bottom Layer Tampak Atas

5
Gambar 12. Persebaran Material Masing-masing Layer

VII. Kondisi Awal

Ketika menspesifikan parameter seperti kondisi awal, Petrasim menggunakna sistem


berjenjang yang mengijinkan sel untuk menerima nilai dari daerah yang dimuat, daerah dari
layer yang dimuat, dan layer dari bawaan global. Ketika kita mengatur ke kondisi awal,
nilai tersebut akan digunakan oleh semua kecuali dimana yang sudah memiliki nilai tertentu.

Gambar 13. Kondisi Inisial (awal)

Pada model kali ini, digunakan tekanan linier dan gradien temperatur. Pada permukaan
(1000m), tekanan nya 1E5 Pa (1 bar) dan temperatur 23 C. Pada dasar reservoir (-2500m),
tekanan akan berada pada Pa kepala hidrolik dan temperatur dari C. Seperti diilustrasikan,
nilai bawaan dari kondisi awal dapat ditimpa untuk masing-masing sel.

6
VIII. Kondisi Batas

Selanjutnya, didefinisikan kondisi batas permukaan untuk model. Kondisi ini berupa tekanan
dari 1E5 Pa (1 bar) dan temperatur 25C.

Gambar 14. Kondisi Batas

IX. Edit Kontrol Solusi

Parameter yang berhubungan dengan penyelesai dam pelangkahan waktu dapat ditemukan
dalam dialog kontrol solusi. Digunakan material dengan konduktivitas nol, menunjukan
bahwa solusi akan berkonvergen lebih baik menggunakan gradien penyelesaian “bi-
konjungasi”.

7
Gambar 15. Pengendalian Solusi

X. Save dan Jalankan

Pada menu Analysis, di klik Run TOUGH2.

Gambar 16. Menjalankan Analisa Menggunakan Waktu


Simulasi berjalan dan setelah simulasi selesai, output file akan terbentuk.

XI. Melihat hasil 3D


Hasil running dari software adalah data simulasi aliran energi panas dan
termodinamika dari reservoir yang dimodelkan. Berikut merupakan tampilan 3D dari
running:

8
Gambar 17.Arah Aliran Panas pada model 3D