Anda di halaman 1dari 30

Analisis selisih biaya produksi langsung

– Model satu selisih (the one way model)


St = (HSt x KSt) – (HS x KS)
St : Selisih Total HSt : Harga Standar KSt : Kuantitas Standar

HS : Harga Sesungguhnya KS : Kuantitas Standar

Contoh :

PT AJP menggunakan system biaya standar. Biaya bahan baku standar perunit produk
ditentukan sebesar 100.000 kg @ Rp 500. biaya bahan baku sesungguhnya untuk
memproduksi dalam bulan Januari 19×1 adalah sebanyak 90.000 kg @ Rp 550.

Kuantitas Harga per Kg

Standar SS Standar SS

BBB 100.000 Kg 90.000 kg Rp 500 Rp 550

St = (HSt x KSt) – (HS x KS)

St = (500 x 100.000) – (550 x 90.000) = 5.000.000 – 4.950.000 = 50.000 (L)

– Model dua selisih (the two way model)


SH : (HSt – HS) x KS
SK : (KSt – KS) x HSt
SH : Selisih Harga SK : Selisih Kuantitas / Efisiensi

HSt : Harga Standar KSt : Kuantitas Standar

HS : Harga Sesungguhnya KS : Kuantitas Sesungguhnya

Contoh :

Kuantitas Harga per Kg

Standar SS Standar SS

BBB 100.000 Kg 90.000 kg Rp 500 Rp 550


SH : (HSt – HS) x KS

: (500 – 550) x 90.000 : 4.500.000 (R)

SK : (KSt – KS) x HSt

: 100.000 – 90.000) x 500 : 5.000.000 (L)

– Model tiga selisih (the three way model)


Dalam model ini ada 3 kemungkinan

1. harga dan kuantitas standar masing-masing lebih besar atau lebih kecil dari harga
dan kuantitas sesungguhnya
2. harga standar lebih rendah dari harga sesungguhnya, namun kuantitas standar lebih
tinggi dari kuantitas sesungguhnya
3. harga standar lebih tinggi dari harga sesungguhnya, namun kuantitas standar lebih
rendah dari kuantitas sesungguhnya
1. harga dan kuantitas standar lebih rendah dari sesungguhnya
SH : (HSt – HS) x KSt
SK : (KSt – KS) x HSt
SHK : (HSt – HS) x (KSt – KS)
SHK : Selisih harga/kuantitas (selisih gabungan)

Contoh :

Kuantitas Harga per Kg

Standar SS Standar SS

BBB 90.000 Kg 100.000 kg Rp 500 Rp 550

SH : (500 – 550) x 90.000 : 4.500.000 (R)

SK : (90.000 – 100.000) x 500 : 5.000.000 (R)

SHK : (500 – 550) x (90.000 – 100.000) : 500.000 (R)

2. harga dan kuantitas standar lebih tinggi dari sesungguhnya


SH : (HSt – HS) x KS
SK : (KSt – KS) x HS
SHK : (HSt – HS) x (KSt – KS)
Kuantitas Harga per Kg

Standar SS Standar SS

BBB 100.000 Kg 90.000 kg Rp 550 Rp 500

SH : (550 – 500) x 90.000 : 4.500.000 (L)

SK : (100.000 – 90.000) x 500 : 5.000.000 (L)

SHK : (550 – 500) x (100.000 – 90.000) = 500.000 (L)

3. harga standar lebih rendah namun kuantitas standar lebih tinggi


SH : (HSt – HS) x KS
SK : (KSt – KS) x HSt
Kuantitas Harga per Kg

Standar SS Standar SS

BBB 100.000 Kg 90.000 kg Rp 500 Rp 550

SH : (500 – 550) x 90.000 : 4.500.000 (R)

SK : (100.000 – 90.000) x 500 : 500.000 (L)

4. harga standar lebih tinggi namun kuantitas standar lebih rendah


SH : (HSt – HS) x KSt
SK : (KSt – KS) x HS
Kuantitas Harga per Kg

Standar SS Standar SS

BBB 90.000 Kg 90.000 kg Rp 550 Rp 500

SH : (550 – 500) x 90.000 : 4.500.000 (L)

SK : (90.000 – 100.000) x 500 : 5.000.000 (R)


Contoh
Untuk memproduksi 1 satuan produk diperlukan biaya produksi menurut standar :

Biaya bahan baku 5 Kg @ Rp. 1.000 Rp. 5.000

Biaya tenaga kerja 20 jam @ Rp. 500 Rp. 10.000

Biaya Overhead Pabrik :

Variable 20 jam @ Rp. 400 8.000


Tetap 20 jam @ Rp. 300 6.000

Total Rp. 29.000

Jam kerja kuantitas standar 5000 jam

Kapasitas produksi perbulan direncanakan 5.200 jam tenaga kerja langsung

Transaksi yang terjadi dalam bulan Januari 19×1 adalah :

1. biaya bahan baku yang dibeli adalah 1500 Kg @ Rp. 1.100


2. jumlah produksi yang diproduksi dan selesai diproses dalam bulan Januari 19×1
adalah 250 satuan dengan biaya produksi sesungguhnya sbb :
A. biaya bahan baku050 Kg @ Rp. 1.100 : 1.155.000
B. biaya tenaga kerja 5.100 jam @ Rp. 475 : 2.422.500
C. BOP : 3.650.000
Biaya Bahan Baku
1. Model satu selisih
Selisih biaya bahan baku

(HSt x KSt) – (HS x KS)

(1.000 x 1.250) – (1.100 x 1.050) : 95.000 (L)

2. Model dua selisih


Selisih harga biaya bahan baku

(HSt – HS) x KS

(1.000 – 1.100) x 1050 : 105.000 (R)


Selisih kuantitas biaya bahan baku

(KSt – KS) x HSt

(1.250 – 1.050) x 1.000 : 200.000 (L) –


Total selisih biaya bahan baku : 95.000 (L)

3. Model tiga selisih


Selisih harga biaya bahan baku

(HSt – HS) x KS

(1.000 – 1.100) x 1.050 : 105.000 (R)

Selisih kuantitas bahan baku

(KSt – KS ) x HSt

(1.250 – 1.050) x 1.000 : 200.000 (L)

Selisih harga/kuantitas : 0

Biaya tenaga kerja


1. Model satu selisih
Selisih biaya tenaga kerja

(TUSt x JKSt) – (TUS x JKS)

(500 x 5000) – (475 x 5100) : 77.500 (L)

2. Model dua selisih


Selisih tariff upah

(TUSt x TUS) x JKS

(500 – 475) x 5100 : 127.500 (L)

Selisih efisiensi upah

(JKSt – JKS) x TUSt


(5000 – 5100) x 500 : 50.000 (R) –
Total selisih BTKL : 77.500 (L)

3. Model tiga selisih


Selisih tariff upah

(TUSt – TUS) x JKSt

(500 – 475) x 5000 : 125.000 (L)

Selisih efisiensi upah

(JKSt – JKS) TUS

(5000 – 5100) x 475 : 47.500 (R)

Selisih harga/efisiensi upah

(JKSt – JKS) x (TUSt – TUS)

(5000 – 5100) x (500 – 475) : 0

Total selisih BTKL : 77.500 (L)

Selisih Biaya Overhead Pabrik


1. model satu selisih
BOP ss : 3.650.000

BOP dibebankan : 3.500.000 –


(250x20jamxRp700)

Selisih total BOP : 150.000 (R)

2. model dua selisih


selisih terkendalikan (controllable variance)
BOP ss : 3.650.000

BOP tetap pada kapasitas normal : 1.560.000 –


(5200 x Rp. 300)
BOP ss : 2.090.000 –
BOP variable pada jam standar : 2.000.000

(5000 x Rp 400)

Selisih terkendalikan : 90.000 (R)

Selisih volume (volume variance)


Jam tenaga kerja pada kapasitas normal : 5.200 jam

Jam tenaga kerja standar : 5.000 jam

Selisih volume : 200 jam

Tariff BOP tetap 300/ jam

Selisih volume : 60.000 (R)

3. model tiga selisih


selisih pengeluaran (spending variance)
BOP ss : 3.650.000

BOP tetap pada kapasitas normal : 1.560.000 –


(5200 x 300)

BOP variable ss : 2.090.000

BOP variable dianggarkan pada jam

Sesunguhnya : 5.100 x 400 : 2.040.000 –


Selisih pengeluaran : 50.000 (R)

Selisih kapasitas (idle capacity variance)


Kapasitas normal : 5.200 jam

Kapasitas sesungguhnya : 5.100 jam

Kapasitas tidak terpakai : 100 jam

Tariff BOP tetap : Rp. 300 perjam


Selisih kapasitas : Rp. 30.000 (R)

Selisih efisiensi
Jam standar : 5000 jam

Jam sesungguhnya : 5100 jam

Selisih efisiensi : 100 jam

Tariff BOP : Rp. 700

Selisih efisiensi : Rp. 70.000 (R)

4. model empat selisih


Selisih pengeluaran : Rp. 50.000 (R)

Selisih kapasitas : Rp. 30.000 (R)

Selisih efisiensi dipecah menjadi

Selisih efisiensi variable 100 jam x Rp 400 : Rp. 40.000 (R)

Selisih efisiensi tetap 100 jam x Rp 300 : Rp. 30.000 (R)

Total selisih BOP : Rp. 150.000 (R)

Akuntansi Biaya Standar


1. Pencatatan Biaya Bahan Baku
BDP – BBB 1.155.000

Pers Bhn Baku 1.155.00

(Pemakaian Bhn Baku ss 1.050 x 1.000)

2. Pencatatan BTKL
BDP – BTKL 2.422.500

Gaji dan upah 2.422.500

(Pembebanan BTK ss 5.100 x 475)


3. Pencatatan BOP
BOP ss 3.650.000

Berbagai rekening dikredit 3.650.000

(BOP ss yang terjadi)

BDP – BOP 3.650.000

BOP ss 3.650.000

(Pembebanan BOP ss ke rekening BDP)

4. Pencatatan HPProduk Jadi


Persediaan Produk Jadi 7.250.000

BDP BBB 1.250.000

BDP BTK 2.500.000

BDP BOP 3.500.000

(BBB : 5.000 x 250)

(BTK : 10.000 x 250)

(BOP : 14.000 x 250)

5. Pencatatan Harga Pokok Produk dlm Proses


Persediaan Produk dlm Proses xxx

BDP BBB xxx

BDP BTK xxx

BDP BOP xxx

6. Pencatatan Harga Pokok


Harga Pokok Penjualan xxx
Persediaan Produk Jadi xxx

(kuantitas produk yang dijual selama periode akuntansi dengan biaya standar
persatuan)

7. Pencatatan Selisih antara Biaya Sesungguhnya dengan biaya standar


1. selisih BBB
Selisih Harga Bahan Baku 105.000

BDP BBB 95.000

Selisih Kuantitas Bahan Baku 200.000

1. Selisih BTKL
Selisih efisiensi upah 50.000

BDP – BTKL 77.500

Selisih tariff upah 127.500

(model dua selisih)

Selisih efisiensi upah 47.500

BDP – BTKL 77.500

Selisih tariff upah 125.000

(model tiga selisih)

1. Selisih BOP
Selisih terkendalikan 90.000

Selisih volume 60.000

BDP – BOP 150.000

(pencatatan selisih BOP model 2 selisih)

Selisih pengeluaran 50.000


Selisih kapasitas 30.000

Selisih efisiensi 70.000

BDP – BOP 150.000

(Pencatatan selisih BOP dengan model 3 selisih)

Selisih pengeluaran 50.000

Selisih kapasitas 30.000

Selisih efisiensi variable 40.000

Selisih efisiensi tetap 30.000

BDP – BOP 150.000

(Pencatan selisih BOP dengan model 4 selisih)

ANALISA SELISIH BIAYA PRODUKSI


Analisa Selisih Biaya Bahan Baku langsung
Ada tiga model selisih pada biaya bahan baku langsung antara lain:
1. Model Satu selisih (The One-Way Model)
Selisih antara biaya sesungguhnya dengan biaya standar tidak dipecah kedalam selisih harga
dan selisih kuantitas, tetapi hanya ada satu macam selisih yang merupakan gabungan antara
selisih harga dan selisih kuantitas.
St = (Hst × Kst) – (Hs × Ks)
Dimana :
St = Selisih total
Hst = Harga standar Kst = Kuantitas standar
Hs = Harga sesungguhnya Ks = Kuantitas sesungguhnya
2. Model Dua Selisih (The Two-Way Model)
Selisih antara biaya sesungguhnya dengan biaya standar dipecah menjadi dua macam selisih
yaitu selisih harga dan selisih kuantitas.
a. Selisih Harga, SH = (Hst – Hs) x Ks
b. Selisih Kuantitas, SK = (Kst - Ks) x Hst
3. Model Tiga Selisih (The Three-Way Model)
Selisih antara biaya sesungguhnya dengan biaya standar dipecah menjadi tiga macam selisih
antara lain:
a. Selisih Harga, SH = (Hst – Hs) x Kst
b. Selisih Kuantitas, SK = (Kst – Ks) x Hst
c. Selisih Harga/Kuantitas, SHK = (Hst – Hs) x (Kst – Ks).

1.4.2. Analisa selisih Biaya Tenaga kerja Langsung


Ada tiga 3 model analisa selisih biaya tenaga kerja langsung antara lain :
1. Model satu selisih (The One-Way Model)
Selisih antara biaya tenaga kerja langsung sesungguhnya dengan biaya tenaga kerja langsung
standar tidak dipecah kedalam selisih tarif upah dan selisih jam kerja.
Selisih BTKL = (JK std x Tarip std) – (JK ss x Tarip ss)
Dimana:
JK std = Jam kerja standar
JK ss = Jam kerja sesungguhnya
Tarip std = Tarip upah standar
Tarip ss = Tarip upah sesungguhnya
2. Metode Dua Selisih (The Two-Way Model)
Selisih biaya tenaga kerja dipecah antara lain :
a. Selisih Tarip Upah = (Tarip std – Tarip ss) x JK ss
b. Selisih Efisiensi Upah = (JK std - JK ss) x Tarip std
3. Metode Tiga Selisih (The Three-Way Model)
Selisih biaya tenaga kerja dipecah antara lain :
a. Selisih tarip upah = (Tarip std – Tarip ss) x JK std
b. Selisih efisiensi upah= (JK std –JK ss) x Tarip std
c. Selisih tarip/efisiensi upah
= (JK std – JK ss) x (Tarip std – Tarip ss)
1.4.3. Selisih Biaya Overhead Pabrik
Perhitungan selisih biaya overhead pabrik berbeda dengan perhitungan selisih biaya bahan
baku lang dan biaya tenaga kerja langsung. Perhitungan tarip biaya overhead pabrik adalah
menggunakan kapasitas normal, sedangkan pembebanan biaya overhead ke pabrik kepada
produk menggunakan kapasitas sesungguhnya.Perusahaan yang menggunakan sistem biaya
standar, analisis selisih biaya overhead pabrik dipengaruhi oleh kapasitas standar.

Ada 4 model analisis selisih biaya overhead pabrik antara lain:


1. Model Satu Selisih
Selisih total BOP :
BOP sesungguhnya xx
BOP yang dibebankan ke produk xx
Selisih total BOP xx
2. Model Dua Selisih
Selisih BOP yang dihitung dengan model satu selisih dapat dipecah menjadi 2 macam
yaitu:
a. Selisih terkendalikan (Controllable Variance):
BOP sesungguhnya xx
BOP tetap pada kapasitas normal xx
BOP variabel sesungguhnya xx
BOP variabel pada jam standar xx
Selisih terkendali xx
b. Selisih Volume (volume variance)
Jam tenaga kerja pada kapasitas normal xx
Jam tenaga kerja standar xx
Selisih volume xx
Tarip BOP tetap xx
Selisih Volume xx
3. Model Tiga Selisih
Selisih BOP yang dihitung dengan model satu selisih dapat dipecah menjadi 3 macam selisih
yaitu
a. Selisih Pengeluaran (Spending Variance).
BOP Sesungguhnya xx
BOP tetap pada kapasitas normal xx
BOP variabel sesungguhnya xx
BOP variabel yang dianggarkan pada
Jam sesungguhnya dicapai xx
Selisih pengeluaran xx

b. Selisih Kapasitas (idle capacity)


Kapasitas normal xx
Kapasitas sesungguhnya xx
Kapasitas tidak terpakai xx
Tarip BOP tetap xx
Selisih kapasitas xx
c. Selisih Efisiensi (Efficiency Variance)
Jam standar xx
Jam sesungguhnya xx
Selisih efisiensi xx
Tarif BOP total xx
Selisih efisiensi xx
4. Model Empat Selisih
Model empat selisih merupakan perluasan model tiga selisih. Dalam model ini selisih
efisiensi dalam model tiga selisih dipecah menjadi dua selisih yaitu selisih efisiensi variabel
dan selisih efisiensi tetap.
a. Selisih pengeluaran
b. Selisih kapasitas
c. Selisih efisiensi variabel = selisih efisiensi x tarif BOP variabel
d. Selisih efisiensi tetap = selisih efisiensi x tarif BOP tetap
CONTOH :
Untuk memproduksi 1 satuan produk diperlukan biaya produksi menurut standar sbb:
Biaya bahan baku 5 kg @ Rp. 1.000 Rp. 5.000
Biaya tenaga kerja 20 jam @ Rp. 500 Rp.10.000
Biaya overhead pabrik:
Variabel 20 jam @ Rp. 400 Rp. 8.000
Tetap 20 jam @ Rp. 300 Rp. 6.000+
Jumlah Rp. 29.000
Kapasitas normal produksi perbulan 5.200 jam kerja langsung. Transaksi yang terjadi dalam
bulan Januari 2008 adalah sebagai berikut:
1. Jumlah bahan baku yang dibeli adalah 1.500 kg @ Rp. 1.100.
2. Jumlah produk yang diproduksi dan selesai diproses dalam bulan Januari 2008 adalah 250
satuan dengan biaya produksi sesungguhnya sbb:
a. Biaya bahan baku 1.050 kg @ Rp. 1.100
b. Biaya tenaga kerja 5.100 jam kerja @ Rp 475
c. BOP sesungguhnya Rp. 3.650.000
Atas dasar data diatas diminta:
1. Analisis selisih biaya bahan baku
2. Analisis selisih biaya tenaga kerja
3. Analisis selisih biaya overhead pabrik
Penyelesaian :
1. Analisis selisih biaya bahan baku
a. Model satu selisih
(Rp.1.000x1.250 kg) – (Rp.1.100x1.050 kg)= Rp.95.000 L
b. Model dua selisih
- Selisih harga biaya bahan baku =
(Rp. 1.000 – Rp. 1.100) x 1.050 kg = Rp. 105.000 R
- Selisih kuantitas biaya bahan baku =
(1.250kg – 1.050kg) x Rp. 1.000 = Rp. 200.000 L
c. Model tiga selisih
- Selisih harga biaya bahan baku =
(Rp 1.000 – Rp. 1.100) x 1.250kg = Rp.125.000 R
- Selisih kuantitas biaya bahan baku =
(1250kg – 1050kg) x Rp. 1.000 = Rp. 200.000 L
- Selisih harga/kuantitas biaya bahan baku =
(Rp.1.000-Rp.1.100)x(1250–1050)=Rp.20.000 L

2. Analisis biaya tenaga kerja


a. Model satu selisih
SBTK=(5000xRp.500)–5100xRp.475)=Rp.77.500L
b. Model dua selisih
- Selisih tarip upah =
(500-475)x5100= Type equation here.Rp.127.500 L
- Selisih efisiensi upah =
(5000-5100)xRp.500=Rp.50.000 R
c. Model tiga selisih
- Selisih tarif upah=(500–475)x5000=Rp.125.000 L
- Selisih efisiensi upah=
(5000–5100)xRp.500=Rp.50.000 R
- Selisih tarif/efisiensi upah =
(Rp.500 – Rp.475) x (5000 – 5100) = Rp. 2.500 R
3. Analisis biaya overhead pabrik
a. Model satu selisih
Selisih total biaya overhead pabrik:
BOP sesungguhnya Rp.3.650.000
BOP yang dibebankan:
250x20jamx 700 3.500.000-
Selisih total BOP Rp. 150.000 R

b. Model dua selisih


-Selisih Terkendali (Controllable):
BOP sesungguhnya Rp. 3.650.000
BOP tetap pada kapasitas normal:
5.200 x Rp. 300 1.560.000
BOP variabel sesungguhnya Rp. 2.090.000
BOP variabel pada jam standar:
5.000 jam x Rp.400 Rp. 2.000.000
Selisih terkendali Rp. 90.000R
- Selisih Volume (Volume Variance):
Jam tenaga kerja pada kapasitas normal 5.200 jam
Jam tenaga kerja standar 5.000 jam
Selisih volume 200 jam
Tarif BOP tetap Rp.300/jam
Selisih volume Rp.60.000 R
c. Model tiga selisih
- Selisih Pengeluaran (Spending Variance):
BOP sesungguhnya Rp. 3.650.000
BOP tetap pada kapasitas normal:
5.200 x Rp.300 Rp 1.560.000
BOP variabel sesungguhn Rp. 2.090.000
BOP variabel yang dianggarkan pada
Jam yang sesungguhnya dicapai:
5100 jam x Rp.400 Rp. 2.040.000
Selisih pengeluaran Rp. 50.000 R
- Selisih Kapasitas (Idle Capacity Variance)
Kapasitas normal 5.200 jam
Kapasitas sesungguhnya 5.100 jam
Kapasitas yang tidak terpakai 100 jam
Tarif BOP tetap Rp. 300/jam x
Selisih kapasitas Rp. 30.000 R
- Selisih Efisiensi
Jam standar 5.000 jam
Jam sesungguhnya 5.100 jam
Selisih efisiensi100 jam
Tarif BOP Rp.700/jam
Selisih efisiensi Rp.70.000/jamR
d. Model Empat Selisih
- Selisih pengeluaran Rp. 50.000 R
- Selisih kapasitas Rp. 30.000 R
- Selisih efisiensi variabel 100jamxRp400 Rp40.000 R
- Selish efisiensi tetap 100 jam x Rp.300 Rp.30.000R
Total selisih BOP Rp.150.000R
Perhitungan analisa1,2 dan 3 Selisih pada Tarif BOP

Pengertian

 Sistem Harga Pokok Standar merupakan sistem harga pokok yang ditentukan di muka untuk
mengolah produk atau jasa.

 Harga pokok standar ditetapkan dengan cara menentukan besarnya biaya standar dari biaya bahan
baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik, dengan asumsi kondisi ekonomi dan
faktor-faktor lain tetap.

 Biaya ditentukan di muka merupakan pedoman di dalam pengeluaran biaya yang sesungguhnya.

 Jika biaya yang sesungguhnya berbeda dengan biaya standar, maka yang dianggap benar adalah
biaya standar, sepanjang asumsi-asumsi yang mendasari penentuan harga pokok standar tidak
berubah

Manfaat Harga Pokok Standar

 Perencanaan

 Koordinasi

 Pengambilan keputusan

 Pengendalian biaya

Perhitungan Selisih Biaya :

Keterangan :

H : harga

Kssg : kuantitas/jam sesungguhnya

Ssg : sesungguhnya

Std : standart

J : jumlah

U : upah

BB : Bahan baku

Tt : total tarif
Selisih Biaya Bahan Baku

a. Selisih Harga Bahan baku (Material Price Variance)

 SHBB=( Hssg – Hstd ) x Kt ssg

b. Selisih Kuantitas Bahan Baku (Material Quantity Variance)

 SKBB=( Ktssg - Kstd ) x Hstd

a. Selisih Tarif Upah Tenaga Kerja (Labor Rate Variance)

 STU=(Tussg – Tustd ) x Jk ssg

b. Selisih Jam Kerja / Selisih Efisiensi Upah (Labor Efficiency Variance)

 SJK=(JKssg-Jkstd) x Tu std

Selisih Biaya Overhead Pabrik

Analisa 2 Selisih

a. Selisih Terkendali / Pengawasan (Controllable Variance) adalah selisih antara overhead pabrik aktual
yang terjadi dengan kelonggaran anggaran ( total jumlah standar dari overhead variabel yang
dianggarkan untuk produksi aktual ditambah total Overhead Pabrik tetap yang dianggarkan)

 ST=BOP ssg -( KN x Tttp )+( Kstd x Tv )

b. Selisih Volume (Volume Variance)

 SV=( KN – Kstd )x Tttp

Analisa 3 Selisih
a. Selisih Pengeluaran / anggaran (Spending Variance) adalah selisih antara biaya aktual dengan
kelonggaran anggaran (suatu anggaran yang disesuaikan untuk mencerminkan tingkat aktivitas
aktual)

 SP=BOP ssg – (KN x Tttp) + (K ssg x Tv )

b. Selisih Kapasitas (Idle Capacity Variance) adalah perbedaan antara jumlah biaya overhead tetap
dianggarkan dengan aktivitas aktual.

 SK=(kn –K ssg) xTT

c. Selisih Efisiensi ( Efficiency Variance) setara dengan tarif overhead dikalikan dengan selisih antara
tingkat dasar alokasi aktual dengan jumlah standar

 SE=(Kssg – Kstd) x T.BOP

Analisa 4 Selisih

Merupakan perluasan dari Analisa 3 selisih dimana Selisih Efisiensi dibagi menjadi 2 yaitu :

c. Selisih Efisiensi Tetap ( Fixed Efficiency Variance)


 SET=(Kssg – Kstd) x T.BOP

d. Selisih Efisiensi Variabel ( Variable Efficiency Variance)


 SEV=( Kssg – Kstd ) x T.Variabel

Contoh :

Sebuah perusahaan garmen yang menghasilkan kemeja pria menggunakan sistem harga pokok
standar dalam menghitung harga pokok dari produk yang dihasilkannya. Kapasitas normal per bulan
adalah 2.500 helai kemeja yang dikerjakan dalam 10.000 jam mesin. Anggaran biaya overhead
pabrik yang disusun berdasarkan jam mesin berjumlah Rp 37.500.000 di mana 60 % diantaranya
bersifat variabel.

Harga pokok standar untuk menghasilkan satu helai kemeja adalah sebagai berikut :

Biaya bahan baku 2 m @ Rp 12.500 = Rp 25.000

Biaya tenaga kerja langsung 5 jkl @ Rp 2.000 = Rp 10.000


Biaya overhead pabrik 4 JM

Selama satu periode telah dihasilkan kemeja sebanyak 2.490 helai dengan biaya sebagai berikut :

 Dipakai kain sebanyak 4990 m @ Rp 12.490

 Dibayar gaji dan upah sebesar Rp 24.910.000 untuk 12.455 jam kerja langsung

 Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp 37.320.400 dengan 9.965 jam mesin

Diminta :

 Hitung besarnya harga pokok standar untuk menghasilkan 1 helai kemeja.

 Hitung selisih biaya yang terjadi untuk menghasilkan 2.490 helai kemeja.

 Analisa penyebab terjadinya selisih biaya tersebut.

Penyelesaian :

Harga pokok standar per helai kemeja adalah :

Perhitungan Selisih Biaya


Analisa Selisih

Selisih Biaya Bahan Baku Rp 75.100 UV

Selisih Harga Bahan baku

SHBB = ( H ssg – H std ) x Kt ssg

= ( 12.490 - 12.500 ) x 4.990

= 49.900 FV

Selisih Kuantitas Bahan Baku

SKBB = ( Kt ssg – Kt std ) x H std

= ( 4.990 – 2.490 x 2 ) x 12.500

= ( 4.990 – 4.980 ) x 12.500

= 125.000 UV

Selisih Biaya Tenaga Kerja Rp 10.000 UV

Selisih Tarif Upah (Labor Rate Variance)

STU = ( TU ssg – TU std ) x JK ssg

= ( 2.000 – 2.000 ) x 12.455

= 0

Selisih Jam Kerja / Selisih Efisiensi Upah SJK = ( JK ssg – JK std ) x TU std

= ( 12.455 – 2.490 x 5 ) x 2.000

= ( 12.455 – 12.450 ) x 2.000

= 10.000 UV

Selisih Biaya Overhead Pabrik Rp 29.600 FV

Analisa 2 Selisih

Selisih Terkendali

ST = BOP ssg - {( KN x TT) + ( K std x TV )}


= 37.320.400 - {(10.000 x 1.500 ) + ( 2.490 x 4 x 2.250 )}

= 37.320.400 - ( 15.000.000 + 22.410.000 )

= 37.320.400 - 37.410.000

= 89.600 FV

Selisih Volume (Volume Variance)

SV = ( KN – K std ) x TT

= ( 10.000 – 9.960 ) x 1.500

= 60.000 UV

Analisa 3 Selisih

a. Selisih Pengeluaran (Spending Variance)


SP = BOP ssg - {( KN x TT ) + ( K ssg x TV )}
= 37.320.400 - {( 10.000 x 1.500 ) + ( 9.965 x 2.250 )}

= 37.320.400 - ( 15.000.000 + 22.421.250 )

= 37.320.400 - 37.421.250

= 100.850 FV

Selisih Kapasitas

SK = ( KN – K ssg ) x TT

= ( 10.000 – 9.965 ) x 1.500

= 52.500 UV

Selisih Efisiensi

SE = ( K ssg – K std ) x T. BOP

= ( 9.965 – 9.960 ) x 3.750

= 18.750 UV

Analisa 4 Selisih

Selisih Efisiensi dipecah menjadi dua :

c. Selisih Efisiensi Tetap


SET = ( K ssg – K std ) x TT
= ( 9.965 – 9.960 ) x 1.500

= 7.500 UV

Selisih Efisiensi Variabel

SEV = ( K ssg – K std ) x TV


= ( 9.965 – 9.960 ) x 2.250

= 11.250 UV

Ringkasan
Selisih Komposisi dan Selisih Hasil (Material Mix Variance dan Yield Variance)

Apabila untuk menghasilkan barang jadi dibutuhkan lebih dari satu jenis bahan baku maka
akan timbul selisih komposisi dan selisih hasil

Perhitungan Selisih Biaya

Selisih Komposisi Bahan Baku (Material Mix Variance)

Selisih Hasil Bahan Baku (Material Yield Variance)

Selisih Hasil Tenaga Kerja (Labor Yield Variance)

Selisih Hasil Overhead Pabrik

Contoh

Sebuah perusahaan garmen yang menghasilkan pakaian anak-anak menggunakan sistem harga pokok
standar dalam menghitung harga pokok dari produk yang dihasilkannya.

Pakaian yang dihasilkan menggunakan kombinasi dua jenis kain yaitu kain motif dan kain polos.

Kapasitas normal per bulan adalah 2.500 helai pakaian yang dikerjakan dalam 10.000 jam mesin.
Anggaran biaya overhead pabrik yang disusun berdasarkan jam mesin berjumlah Rp 37.500.000
dimana 60 % diantaranya bersifat variabel.
Harga pokok standar untuk menghasilkan satu helai pakaian anak-anak adalah sebagai berikut

Selama satu periode telah dihasilkan pakaian anak-anak sebanyak 2.490 helai dengan biaya sebagai
berikut :

 Dipakai kain motif sebanyak 3.740 m @ Rp 12.000 dan kain polos sebanyak 1.250 m @ Rp 13.990

 Dibayar gaji dan upah sebesar Rp 24.910.000 untuk 12.455 jam kerja langsung

 Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp 37.320.400 dengan 9.965 jam mesin

Diminta :

 Hitung selisih biaya yang terjadi untuk menghasilkan 2.490 helai pakaian.

 Analisa selisih biaya yang terjadi.

Perhitungan Selisih Biaya

Biaya bahan baku :

Pemakaian kain motif : 3.740 m x Rp 12.000 = Rp 44.880.000

Pemakaian kain polos : 1.250 m x Rp 13.990 = Rp 17.487.500

Total pemakaian kain : 4.990 m …………… .Rp 62.367.500

Perhitungan Selisih Biaya


Analisa Selisih

Selisih Biaya Bahan Baku Rp 117.500 UV

Selisih Harga Bahan baku

SHBB = ( H ssg – H std ) x Kt ssg

Motif = (12.000 - 12.000) x 3.740 = Rp 0

Polos = (13.990 - 14.000) x 1.250 = Rp 12.500 FV

SHBB ……………………………………. Rp 12.500 FV

c. Selisih Hasil Bahan Baku

SHsBB = (Hs ssg – Hs std) x BBB std per unit hasil

= (2.490 – 2.495**) x 25.000

= 125.000 UV

** Catatan :

Setiap dipakai 2 m kain ( motif + polos ) dapat dihasilkan 1 helai pakaian anak-anak ( standar
).Jika dipakai total 4.990 m kain maka dapat dihasilkan 4.990 : 2 = 2.495
pakaian hasil standar Selisih Biaya Tenaga Kerja Langsung Rp 10.000 UV

a. Selisih Tarif Upah

STU = ( TU ssg – TU std ) x JK ssg

= ( 2.000 – 2.000 ) x 12.455

= 0

b. Selisih Jam Kerja / Selisih Efisiensi Upah

SJK = ( JK ssg – JK std ) x TU std

= ( 12.455 – 2.495 x 5 ) x 2.000

= ( 12.455 – 12.475 ) x 2.000

= 40.000 FV
c. Selisih Hasil Tenaga Kerja

SHsTK = ( Hs ssg – Hs std ) x BTK std per unit hasil

= ( 2.490 – 2.495 ) x 10.000

= 50.000 UV

Selisih Biaya Overhead Pabrik Rp 29.600 FV

Analisa 2 Selisih

a. Selisih Terkendali

ST = BOP ssg - {( KN x TT + ( K std x TV )}

= 37.320.400 - {( 10.000 x 1.500 ) + ( 2.495 x 4 x 2.250 )}

= 37.320.400 - ( 15.000.000 + 22.455.000 )

= 37.320.400 - 37.455.000

= 134.600 FV

b. Selisih Volume

SV = ( KN – K std ) x TT

= ( 10.000 – 9.980 ) x 1.500

= 30.000 UV

Analisa 3 Selisih

a. Selisih Pengeluaran

SP = BOP ssg - {( KN x TT + ( K ssg x TV )}

= 37.320.400 - {( 10.000 x 1.500 ) + ( 9.965 x 2.250 )}

= 37.320.400 – ( 15.000.000 + 22.421.250 )

= 37.320.400 – 37.421.250

= 100.850 FV

b. Selisih Kapasitas

SK = ( KN – K ssg ) x TT

= ( 10.000 – 9.965 ) x 1.500

= 52.500 UV

c. Selisih Efisiensi

SE = ( K ssg – K std ) x T. BOP

= ( 9.965 – 9.980 ) x 3.750


= 56.250 FV

Analisa 4 Selisih

Selisih Efisiensi dipecah menjadi dua selisih, yaitu :

c. Selisih Efisiensi Tetap

SET = ( K ssg – K std ) x TT

= ( 9.965 – 9.980 ) x 1.500

= 22.500 FV

d. Selisih Efisiensi Variabel

SEV = ( K ssg – K std ) x TV

= ( 9.965 – 9.980 ) x 2.250

= 33.750 FVUntuk analisa 2, 3 dan 4 selisih, selanjutnya hitung Selisih Hasil


Overhead Pabrik

Selisih Hasil Overhead Pabrik

SHsOP = ( Hs ssg – Hs std ) x BOP std per unit hasil

= ( 2.490 – 2.495 ) x 15.000

= 75.000 UV

RINGKASAN
PT. ABC menghitung Harga Pokok dengan menggunakan harga pokok standar . Harga Pokok untuk
menghasilkan 1 batang coklat adalah sebagai berikut:
Selama bulan Maret telah dihasilkan sebanyak 2.050 batang coklat dengan pemakaian coklat
sebanyak 6.100 gr @ Rp. 150, kacang 2.000 gr @ Rp. 90 dan gula 1.900 @ Rp. 60

Diminta :

a. Hitung selisih biaya bahan baku yang terjadi selama bulan Maret
b. Analisa selisih biaya yang terjadi ke dalam selisih harga bahan baku, selisih
komposisi bahan baku dan selisih hasil bahan baku
Berdasarkan data di atas selanjutnya diasumsikan untuk menghasilkan 1 batang coklat dibutuhkan
waktu 0,03 JKL dengan tarif upah Rp. 5.000/JKL dan 0,02 JM dengan tarif BOP Rp. 12.500 (TV Rp.
7.500 dan TT Rp. 5.000). Jam kerja sesungguhnya 62 jam dengan tarif upah sesungguhnya Rp.
5.500/JKL serta BOP sesungguhnya Rp. 500.000 untuk 42 JM.
Kapasitas Normal adalah 40 JM.

a. Hitung Harga pokok standar per batang coklat


b. Hitung selisih BTK dan analisa ke dalam STU, SJK dan SHsTK
c. Hitung selisih BOP dan analisa ke dalam ST, SV dan SHsBOP