Anda di halaman 1dari 2

1.

Apakah di setiap perusahaan memiliki jenis akun kas umum, akun impress, akun bank
cabang, dana kas kecil impress, dan setara kas?
Jawab : engga semua perusahaan memiliki 5 jenis akun tersebut tergantung pada tujuan
masing-masing perusahaan. Jika dirasa akun kas umum saja cukup untuk memenuhi tujuan
perusahaan maka akun yang lainnya tidak diperlukan lagi.

2. Kenapasih siklus audit saldo kas tidak mempengaruhi siklus persediaan? tetapi
mempengaruhi siklus audit yang lain dan siklus apa saja yang mempengaruhinya?
Jawab : Audit saldo kas mempengaruhi siklus audit lainnya kecuali siklus persediaan dan
pergudangan tidak memerlukan akun kas karena hanya menyimpan barang saja. Seperti
halnya : Siklus penjualan pada saat barang dijual akan melibatkan akun kas sebagai
penghasilan. Pada siklus penggajian pada saat pembayaran gaji akan melibatkan akun kas.
Pada siklus modal saat membayarkan dividen kepada pemegang akan melibatkan akus kas.
Pada siklus akuisisi dan pembayaran saat melakukan pembelian barang dagangan akan
melibatkan akun kas.

3. Apakah terdapat resiko bawaan dalam audit atas kas saldo? Jika ada, apa saja yang termasuk
risiko bawaan terhadap saldo kas?
Jawab :
-Kas mudah dicuri, mudah dipindah tangankan, kas sangat liquid sudah berbentuk uang
sehingga tidak susah menukarkan lagi. Uang mudah dibawa daripada set lainnya.
-risiko bawaan cukup tinggi untuk :
Tujuan keberadaan ; saldo kas tercatat benar-benar ada pada tanggal neraca.
Tujuan kelengkapan ; saldo kas tercatat meliputi pengaruh semua transaksi kas yang telah
terjadi. Transfer antar bank pada akhir tahun telah dicatat pada periode yang tepat.
Tujuan akurasi.
-tingginya potensi salah saji akibat volume transaksi yang tinggi.
-kesempatan manipulasi dalam bentuk kitting atau window dressing.

4. Mengapa perusahaan yang beroperasi dibanyak lokasi biasanya memiliki saldo bank terpisah
di setiap lokasi?
Jawab : karena masing-masing perusahaan memiliki tujuan yang berbeda-beda pada setiap
cabang. Selain itu untuk memudahkan memantau kinerja pada masing-masing cabang
perusahaan. Dengan memisahkan akun bank cabang perusahaan induk dapat menilai kinerja
pada cabang apakah tinggi biaya yang dikeluarkan atau rendah. Sehingga dapat membantu
dalam pembuatan keputusan managemen.