Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH KELOMPOK

“Ancaman Menyembunyikan Ilmu”

IAIN PALOPO

Disampaikan dalam Rangka Mengikuti Mata Kuliah


Hadits Tarbawi Semester VI JurusanTadris Matematika

Disusun Oleh : Kelompok 6

Nurdiah : 15 0204 0070


Umar : 15 0204 0073

Dosen Pembimbing

Alimuddin, S.Ud., M.Pd.

PROGRAM STUDI TADRIS MATEMATIKA


FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERIPALOPO
2018
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini tentang “Ancaman Menyembunyikan Ilmu”

Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi
dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu
dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar
kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang limbah dan
manfaatnya untuk masyarakan ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi
terhadap pembaca.

Palopo, 23 April 2018

Penyusun (Kelompok 3)

1
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang Masalah ............................................................................ 1


B. Rumusan Masalah ..................................................................................... 1
C. Tujuan Penuliasan Makalah ...................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN

A. Anjuran Menyampaikan Ilmu ................................................................... 3


B. Ancaman Menyembunyikan Ilmu ............................................................. 4

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan ............................................................................................... 8
B. Saran .......................................................................................................... 8

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Islam mewajibkan umatnya untuk mencari ilmu, hal ini menunjukkan betapa
pentingnya menuntut ilmu. Dengan ilmu, manusia dapat menjadi hamba Allah yang
beriman dan beramal shaleh, dengan ilmu pula manusia mampu mengolah kekayaan
alam yang Allah berikan kepadanya. Dengan demikian , manusia juga mampu
menjadi hambaNya yang bersyukur, dan hal itu memudahkan menuju surga.

Di sisi lain, manusia yang berilmu memiliki kedudukan yang mulia tidak
hanya disisi manusia, tetapi juga disisi Allah. Sebagaimana dijelaskan bahwa dalam
firman Allah dalam Q.S.Al-Mujadilah : 11, yang artinya“Allah akan meninggikan
orang -orang yang beriman diantara kamu dan orang –orang yang diberi ilmu
pengetahuan beberapa derajat”. Oleh karena itu, Islam memandang bahwa menuntut
ilmu itu sangat penting bagi kehidupan dunia maupun akhirat.

Pada makalah ini dalam pembahasannya akan memaparkan penafsiran-


penafsirantentang hadist-hadist tarbawi mengenai anjuran ancaman menyembunyikan
ilmu, diantaranya menjelaskan dan memaparkan hadits-hadits tentang ancuran
mengajarkan ilmu dan hadits-hadits tentang ancaman bagi orang yang
menyembunyikan ilmu.1

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan penjelasan dari latar belakang, maka rumusan masalah
makalah ini sebagai berikut:

1. Bagaimana bunyi hadits tentang Anjuran mengajarkan ilmu?


1
Heri Heribay. Makalh Hadits Tarbawi tentang Pendidikan.
https://www.scribd.com/doc/98482134/Makalah-Hadist-Tarbawi-Tentang-Pendidikan-2 (24 April
2018)

3
2. Bagaimana bunyi hadits tentang ancaman menyembunyikan ilmu?

C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan Makalah ini adalah sebagai
berikut:

1. Untuk mengetahui hadits tentang Anjuran mengajarkan ilmu.


2. Untuk mengetahui hadits tentang ancaman menyembunyikan ilmu.

4
BAB II
PEMBAHASAN

A. Anjuran Menyampaikan Ilmu


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam:2

َ ‫علَّ َمهُ َونَش ََرهُ َو َولَدًا‬


‫صا ِل ًحا‬ َ ‫سنَاتِ ِه بَ ْعدَ َم ْوتِ ِه ِع ْل ًما‬ َ ‫ع َم ِل ِه َو َح‬َ ‫إِ َّن ِم َّما يَ ْل َح ُق ْال ُمؤْ ِمنَ ِم ْن‬
ً‫صدَقَة‬ َ ‫س ِبي ِل َبنَاهُ أ َ ْو َن ْه ًرا أ َ ْج َراهُ أ َ ْو‬
َّ ‫ص َحفًا َو َّرثَهُ أ َ ْو َمس ِْجدًا َبنَاهُ أَ ْو َب ْيتًا ِِل ْب ِن ال‬
ْ ‫ت َ َر َكهُ َو ُم‬
‫ص َّح ِت ِه َو َح َيا ِت ِه َي ْل َحقُهُ ِم ْن َب ْع ِد َم ْو ِت ِه‬
ِ ‫أ َ ْخ َر َج َها ِم ْن َما ِل ِه ِفي‬

“Sesungguhnya yang sampai kepada seorang mukmin dari amalannya dan


kebaikannya setelah meninggal dunia ialah, ilmu yang ia ajarkan dan ia
sebarkan, anak shaleh yang ia tinggalkan, mushaf AL-Qur’an yang ia
wariskan, masjid yang ia bangun, rumah yang diperuntukkan untuk ibnu sabil
yang ia bangun, sungai yang ia alirkan, sedekah yg ia keluarkan dari
hartanya dalam keadaan sehat dan hidup.” (HR Ibnu Majah, Al-Baihaqi dan
Khuzaimah).

Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa


sallam:

‫خير ما يخلف الرجل من بعده ثالث ولد صالح يدعو له وصدقة تجري يبلغه أجرها‬
‫وعلم يعمل به من بعده‬

2
Abu Yahya Badrusalam. Anjuran untuk Mnyebar Ilmu dan Ancaman Menyembunyikan Ilmu.
https://www.radiorodja.com/5753-hadits-tentang-anjuran-untuk-menyebarkan-ilmu-dan-ancaman-dari-
menyembunyikan-ilmu-kitab-shahih-targhib-wa-tarhib-ustadz-abu-yahya-badrusalam-lc (24 April
2018)

5
“Sebaik-baiknya apa yang ditinggalkan oleh seseorang setelah ia meninggal
dunia adalah tiga hal, yang pertama anak shaleh yang mendoakannya,
sedekah jariyah yang terus mengalir pahalnya kepadanya, dan ilmu yang
diamalkan setelahnya.” (HR Ibnu Majah)

Di hadits yang lain disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa


sallam:

َ ‫ َو َولَ ٍد‬،‫ َو ِع ْل ٍم يُ ْنتَفَ ُع ِب ِه‬،ٍ‫صدَقَ ٍة َجا ِر َية‬


ٍ‫صا ِلح‬ ٍ َ‫ط َع َع َملُهُ ِإِلَّ ِم ْن ثَال‬
َ :‫ث‬ َ َ‫ات اب ُْن آدَ َم ا ْنق‬
َ ‫ِإذَا َم‬
ُ‫ع ْو لَه‬
ُ ‫يَ ْد‬

“Jika seorang anak Adam meninggal dunia maka terputuslah semua amalnya,
kecuali 3 hal: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang
mendo’akannya.” (HR Muslim).3

B. Ancaman Orang yang Menyembunyikan Ilmu

Sehubung dengan kewajiban mengajar, Rasulullah Shallallahu alaihi wa


sallah. memperingatkan agar orang yang sudah memiliki ilmu pengetahuan (‘alim,
ustadz, guru) agar tidak kikir dalam memberikan ilmunya, apalagi sampai
menyembunyikannya. sehubung dengan ini terdapat hadits antara lain:

‫س ِئ َل َع ْن‬
ُ ‫ « َم ْن‬-‫صلى هللا عليه وسلم‬- ِ‫َّللا‬ َّ ‫سو ُل‬ ُ ‫َع ْن أ َ ِبى ُه َري َْرة َ َقا َل َقا َل َر‬
‫ رواه أبو داود وأحمد‬.» ‫َار َي ْو َم ْال ِق َيا َم ِة‬ َّ ُ‫ِع ْل ٍم فَ َكت َ َمهُ أ َ ْل َج َمه‬
ٍ ‫َّللاُ ِب ِل َج ٍام ِم ْن ن‬
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallah
bersabda : “Siapa yang di tanya tentang suatu ilmu lalu ia menyembunyikannya

3
Abu Yahya Badrusalam. Anjuran untuk Mnyebar Ilmu dan Ancaman Menyembunyikan Ilmu.
https://www.radiorodja.com/5753-hadits-tentang-anjuran-untuk-menyebarkan-ilmu-dan-ancaman-dari-
menyembunyikan-ilmu-kitab-shahih-targhib-wa-tarhib-ustadz-abu-yahya-badrusalam-lc (24 April
2018)

6
(tidak menjawab), Allah akan mengekangnya dengan kekangan api neraka pada hari
kiamat nanti”4

‫سئِ َل َع ْن‬
ُ ‫ « َم ْن‬-‫صلى هللا عليه وسلم‬- ِ‫َّللا‬ َّ ‫سو ُل‬ ُ ‫َع ْن أَبِى ُه َري َْرة َ قَا َل قَا َل َر‬
ٍ ‫ِع ْل ٍم َع ِل َمهُ ث ُ َّم َكت َ َمهُ أ ُ ْل ِج َم يَ ْو َم ْال ِقيَا َم ِة ِب ِل َج ٍام ِم ْن ن‬
‫رواه الترمذى‬.» ‫َار‬
Abu Huraurah meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallah
bersabda: “Siapa yang ditanya tentang suatu ilmu yang ia ketahui, lalu ia
menyembunyikannya (tidak menjawab), ia akan dikekang pada hari kiamat dengan
kekangan api neraka.”5

Menurut pengarang ‘Aun al-Ma’bud dan Tuhfat al-Ahwazi siapa yang ditanya
tentang suatu ilmu yang dibutuhkan oleh penanya dalam masalah agama, lalu ia
sembunyikan dengan cara tidak menjawab atau tidak menulis, maka Allah akan
memasukkan kekangan api neraka kedalam mulutnya karena ia telah menahan dirinya
untuk berbicara. Menurut Al-Kaththabiy, orang yang menahan diri dari berbicara
disamakan dengan mengekang dirinya. Apabila ia mengekang dirinya dari berbicara
tentang kebenaran, menginformasikan ilmu dan menjelaskannya diazab di akhirat
dengan kekangan api neraka. Hal ini berlaku pada lmu yang jelas baginya
kefarduannya. Misalnya: seseorang melihat/mengetahui seorang kafir yang mau
masuk islam dan berkata : Ajarilah aku tentang Islam, apakah agama Islam itu?
bagaimana aku mengerjakan shalat? begitu juga masalah halal dan haram. Tidak
termasuk kedalam hal itu urusan yang tidak Dharuriy (sangat dibutuhkan oleh
manusia).6

Dari penjelasan diatas terlihat bahwa dari segi urgensinya, ilmu itu terbagi
kepada yang Dharuri dan tidak Dharuri. Ilmu yang termasuk kategori Dharuri ini
sama sekali tidak boleh disembunyikan. Artinya bila orang yang memiliki ilmu
tersebut ditanya oleh orang yang membutuhkannay, ia wajib menjawab baik lisan

4
Abu Daud, Op.cit., Juz 3, hal. 321
5
Al-Tirmiziy, Op.cit., Juz 4, hal. 138
6
Abi At-Tayyib Muhammad Syams al-Haqq al-Azhim Abadiy, Awn al-Ma’bud Syarh Sunan
Abi Daud, Juz.8, hal. 156 (Beirut: Dar al-Fikr, 1399 H = 1979 M), cet. ke-3, hal.487

7
maupun tulisan. Akan tetapi, bila ilmu kategori kedua (tidak dharuri), seperti ilmu
tentang teknologi, ekonomi dan sebagianya, maka orang yang ditanya itu tidak wajib
menjawabnya.

Orang yeng menyembunyikan ilmu terutama ilmu Syari’at seperti yang


dikemukakan diatas diancam oleh Allah laknat-Nya dan laknat makhluk-Nya
sebagaimama di tegaskan dalam ayat berikut:

‫ت َو الْ هُ د َ ٰى ِم ْن ب َ عْ ِد َم ا‬ ِ ‫إ ِ َّن ال َّ ِذ ي َن ي َ كْ ت ُ ُم و َن َم ا أ َنْ زَ لْ ن َا ِم َن الْ ب َ ي ِ ن َ ا‬


َّ ُ‫َّللا ُ َو ي َ لْ ع َ ن ُ هُ م‬
‫الال ِع ن ُ و َن‬ َّ ُ‫ك ي َ لْ ع َ ن ُ هُ م‬َ ِ ‫اس ف ِ ي الْ ِك ت َا بِ ۙ أ ُو ٰل َ ئ‬ ِ َّ ‫ب َ ي َّ ن َّ ا ه ُ لِ ل ن‬
“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami
turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah
Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati
Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat melaknati,”

Menurut Fakhr al-Din al-Raziy, ketentuan ayat ini berlaku bagi semua yang
menyembunyikan agama kendatipun ia turun dalam kasus orang Yahudi dan Nasrani
yang menyembunyikan isi Taurat ketika ditanya oleh orang-orang Anshar tentang
sifat-sifat Nabi.7 Mereka tidak mau menjawab dan menjelaskan sifat Nabi yang sudah
dijelaskan oleh Allah dalam kitab Taurat.

M. Quraish Shihab mengemukakan bahwa ayat ini, walaupun turun dalam


konteks kecaman terhadap orang-orang Yahudi, namun redaksinya yang bersifat
umum menjadikannya kecaman terhadap setiap orang yang menyembunyikan apapun
yang diperintahkan agama untuk disampaikan, baik ajaran agama maupun ilmu
pengetahuan atau hak manusia.8 Memang tidak semua yang kita ketahui harus

7
Abu ‘Abdillah Muhammad ibn ‘Umar ibn al-Hasan ibn al-Husayin al-Timimiy al-Razy alias
Fakhr al-Din al-Raziy, Mafatih al-Ghayb, dalam al-Maktabah al-Syamilah. (cari asli surah Al-
Baqarah/2:159, juz. 2, hal.461).
8
M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Quran, Volume 1, Cet.
ke-1, (Jakarta: Lentara Hati, 1421/2000), h. 346

8
disampaikan kepada orang lain karena tergantung kepada keadaan dan tidak juga
semua pertanyaan harus dijawab.

Dari analisis di atas perlu diingatkan bahwa orang yang memiliki ilmu tentang
syari'at (guru agama Islam, guru Alquran) jangan bersifat bakhil dengan ilmu. Jangan
ikut-ikutan seperti pakar teknologi dan ilmu duniawi lainnya yang meminta bayaran
yang mahal baru mau memberikan ilmunya. Pandanglah honor yang diterima itu
sebagai panjarmardhatillah. Yakinlah bahwa pahala dari Allah jauh lebih besar dari
gaji dan honor yang diberikan oleh manusia di dunia.

9
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Islam mewajibkan umatnya untuk mencari ilmu, hal ini menunjukkan betapa
pentingnya menuntut ilmu. Dengan ilmu, manusia dapat menjadi hamba Allah yang
beriman dan beramal shaleh, dengan ilmu pula manusia mampu mengolah kekayaan
alam yang Allah berikan kepadanya. Dengan demikian , manusia juga mampu
menjadi hambaNya yang bersyukur, dan hal itu memudahkan menuju surga.
Islam sangat menganjurkan umatnya untuk mengajarkan suatu ilmu, karena
dengan ilmu yang diajarkan, bisa bermanfaat bagi oran lain dan juga bagi dirinya.
Bahkan jika seseorang mengajarkan ilmu kepada orang lain, maka ia tercatat sebagai
sebaik-baik manusia.
Dari beberapa keterangan hadits yang telah di jelaskan diatas, baik dari
riwayat Abu Daud, At-Tirmidzi dan fatwa beberapa ulama, jelas kiranya bahwa
larangan keras untuk tidak menyembunyikan ilmu tertentu (Dharuri). Karena sudah
jelas di sabdakan bahwa siapa yang ditanya tentang suatu ilmu yang dibutuhkan oleh
penanya dalam masalah agama, lalu ia sembunyikan dengan cara tidak menjawab
atau tidak menulis, maka Allah akan memasukkan kekangan api neraka kedalam
mulutnya karena ia telah menahan dirinya untuk berbicara. Ini menandakan bahwa
pentingnya untuk menyampaikan ilmu yang di ketahui.

B. Saran

Makalah diatas menjadi sebuah referensi untuk mengajarkan kepada kita tentang
pentingnya atau anjuran untuk mengajarkan ilmu dan pelajaran tentang ancaman bagi orang-
orang yang tidak mengajarkan ilmu. Apabila ada kesalahan dan kekurangan dalam
makalah ini, sebagai penulis makalah saya sangat berharap kritik dan saran untuk
mnyempurnakan makalah ini dan sebagai ajang evaluasi bagi diri saya. Jasakumullah
Khair…

10
DAFTAR PUSTAKA

Heri Heribay. Makalh Hadits Tarbawi tentang Pendidikan.


https://www.scribd.com/doc/98482134/Makalah-Hadist-Tarbawi-Tentang-
Pendidikan-2 (24 April 2018)
Abu Yahya Badrusalam. Anjuran untuk Mnyebar Ilmu dan Ancaman
Menyembunyikan Ilmu. https://www.radiorodja.com/5753-hadits-tentang-
anjuran-untuk-menyebarkan-ilmu-dan-ancaman-dari-menyembunyikan-ilmu-
kitab-shahih-targhib-wa-tarhib-ustadz-abu-yahya-badrusalam-lc (24 April
2018)
Abu Daud, Op.cit., Juz 3, hal. 321
Al-Tirmiziy, Op.cit., Juz 4, hal. 138
Abi At-Tayyib Muhammad Syams al-Haqq al-Azhim Abadiy, Awn al-Ma’bud Syarh
Sunan Abi Daud, Juz.8, hal. 156 (Beirut: Dar al-Fikr, 1399 H = 1979 M), cet.
ke-3, hal.487
Abu ‘Abdillah Muhammad ibn ‘Umar ibn al-Hasan ibn al-Husayin al-Timimiy al-
Razy alias Fakhr al-Din al-Raziy, Mafatih al-Ghayb, dalam al-Maktabah al-
Syamilah. (cari asli surah Al-Baqarah/2:159, juz. 2, hal.461).
M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah Pesan, Kesan dan Keserasian Al-
Quran, Volume 1, Cet. ke-1, (Jakarta: Lentara Hati, 1421/2000), h. 346

11