Anda di halaman 1dari 5

E.

SNI PAKAN IKAN LELE

1. Syarat Mutu Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus)


Persyaratan
Satuan
No Jenis Uji Pembesaran
(as feed) Benih induk
grower/finisher
1 Kadar air, maks % 12 12/12 12
2 Kadar abu, maks % 13 13/13 13
3 Kadar protein, min % 30 28/25 30
4 Kadar lemak, min % 5 5/5 5
5 Kadar serat kasar, maks % 6 8/8 8
6 Non protein Nitrogen, % 0,2 0,2 0,2
maks
7 Diameter pellet mm <2 2-3/3-4 >4
8 Floating rate, min % 80 80 80
9 Kestabilan dalam air menit 15/5 15/5 15/5
mengapung/tenggelam,
min
10 Kandungan mikroba/toksin Ppb kol/g <50 <50 <50
-aflatoksin -(neg) -(neg) -(neg)
-salmonella
11 Kandungan antibiotic Mikro 0 0 0
terlarang gram/kg
- Nitrofuran
- Ranidosol
- Dapson
- Kloramfenikol
- Kolikisin
- Klorpromazon
- Triklorfon
- Dimetildazol
- Aristolochia spp

2. Tingkat toksisitas aflatoksin B dan G


Volume yang Konsentrasi Aflatoksin Tingkat
diterapkan (UI) (U g/kg) Dengan flouresent toksisitasflouresent yang
Tanpa flouresent diamati
5 U (larutan a) < 1000 >1000 Sangat tinggi
10 U (larutan a) < 500 500 – 1000 Tinggi
10 U (larutan b) < 100 100 – 500 Menengah
20 U (larutan b) <50 50 - 100 Rendah
3. Syarat penandaan
Penandaan dalam kemasan menggunakan bahasa Indonesia. Dalam kemasan
mencantumkan:
a) Merek dagang
b) Nama produsen
c) Klasifikasi pakan
d) Bobot netto
e) Jenis pakan yang digunakan
f) Jenis bahan yang ditambahkan
g) Kandungan nutrisi nutrisi yang terdiri dari :
- Air, maks
- Protein, min
- Lemak, min
- Serat kasar, maks
- Abu, maks
h) Cara penyimpanan
i) Cara penggunaan
j) Bentuk (crumble, remah, pelet) dan sifat-sifat fisik (tenggelam)
k) Kestabilan dalam air
l) Tanggal kadaluarsa
m) Kode produksi

5. Cara pengemasan
Pakan dikemas dalam wadah yang tertutup rapat, aman dalam penyimpanan dan
pengangkutan.

Sumber: SNI 01-408-2006. Pakan buatan untuk lele dumbo pada budidaya intensif
UMUM
Standar ini menetapkan hal-hal yang meliputi definisi, istilah dan persyaratan produksi serta cara
pengukuran dan pemeriksaan untuk ikan lele dumbo (Clarias gariepinus x C.fuscus) kelas
pembesaran di kolam. Produksi ikan lele dumbo (Clarias gariepinus x C.fuscus) kelas
pembesaran di kolam adalah suatu rangkaian kegiatan pra-produksi, proses produksi dan
pemanenan untuk menghasilkan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus x C.fuscus) kelas
pembesaran di kolam.
PERSYARATAN PRODUKSI
1 Pra produksi
1. Lokasi kolam : lahan bebas banjir dan bebas pengaruh pencemaran serta sesuai dengan
RTRW, tanah dasar stabil, memiliki tekstur lempung (50-60%), pasir lebih kecil dari 20
% dan sisanya bahan organik, keasaman (pH) tanah 3,5 – 8,5, sumber
air tersedia sepanjang tahun, memenuhi persyaratan baku mutu budidaya dan
sanitasi.
2. Wadah : konstruksi kolam tanah atau tembok dengan pematang yang kuat dan
mampu menampung air, luas minimal 100 m², kedalaman air 0,75 m – 1,5 m, kondisi
wadah dapat dikeringkan.
3. Benih : benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus x C.fuscus) kelas benih sebar sesuai
dengan SNI 01-6484.4-2000.
4. Bahan : pakan buatan ikan lele sesuai dengan SNI 01-4087-1996, pupuk organik dan atau
anorganik, bahan kimia dan obat-obatan: desinfektan.
5. Peralatan : pengukur kualitas air : pH tester, termometer, DO meter, piring sechi,
peralatan perikanan : hapa/waring, ember, cangkul, serok, alat timbang.
2 Proses produksi
1) Kisaran optimum kualitas air : seperti pada tabel di bawah ini.
Tabel : Kisaran optimum kualitas air
Parameter Satuan Kisaran optimum
Suhu
°C 25 – 30

Nilai pH
6,5 – 8,5

Oksigen terlarut
Mg/l >4

Amoniak (NH3)
Mg/l <0,01

Kecerahan
Cm – 50

2) Padat tebar benih : seperti pada tabel di bawah ini


3) Ukuran benih : seperti pada tabel di bawah ini
4) Waktu pemeliharaan : seperti pada tabel di bawah ini
5) Penggunaan bahan : a) pakan : dosis dan frekuensi pemberian, seperti pada tabel di bawah
ini; b) obat-obatan dan bahan kimia : kalium permanganat 1 mg/l-3 mg/l,
formalin dengan dosis 15 ml/ m3– 25 ml/m3, garam dosis 500 mg/l – 1000 mg/l dengan
cara perendaman selama 12 jam – 24 jam dan diaerasi; c) pupuk : organik dengan dosis
250 g/m² – 500 g/m², anorganik dengan dosis urea 10/m² – 20 g/m²; TSP 5/m² -10 g/m²;
d) kapur tohor : dengan dosis 50 g/m² – 100 g/m².
3 Pemanenan
Proses produksi ikan lele dumbo kelas pembesaran di kolam seperti pada tabel di
bawah ini.
Tabel : Proses produksi ikan lele dumbo (Clarias gariepinus x C.fuscus)
kelas pembesaran di kolam
N Penebaran Pemberian pakan Waktu Pemanenan
o pemeli
ha
Kepadatan(ekor/ Ukura Dosis Frekuensi(kali/h raan Sintas Bobot(gra Panja
m²) n (% ari) (hari) an m) ng
(cm) bobot (%) standa
bioma r
s) (cm)

1. 25 – 35 5–8 4–5 2–3 21 – 30 70 – 8 – 10 10 – 12


80

2. 10 – 15 10 – 3–4 2–3 60 – 75 80 – 100-150 25 – 30


12 90

CARA PENGUKURAN DAN PEMERIKSAAN


1. Umur : dihitung sejak telur menetas
2. Panjang standar : dengan mengukur jarak antara ujung mulut sampai dengan pangkal
ekor dengan menggunakan penggaris atau jangka sorong dan dinyatakan dalam
satuan centimeter.
3. Bobot tubuh : dengan menggunakan timbangan dinyatakan dalam gram atau kilogram.
4. Mengukur suhu : dengan menggunakan termometer yang dinyatakan dalam satuan °C.
Pengukuran suhu air dan dasar wadah, pengukuran dilakukan dengan frekuensi dua kali
yaitu pagi dan sore.
5. Oksigen terlarut : dengan menggunakan DO meter, pengukuran oksigen air dilakukan
dipermukaan air dan dasar wadah, pengukuran dilakukan dengan frekuensi dua kali yaitu
pagi dan sore.
6. pH air : dilakukan dengan menggunakan pH tester.
7. Kecerahan air : dengan menggunakan piring sechi, yang dimasukan kedalam wadah,
ukuran kecerahan dengan mengukur jarak antara permukaan air dengan batas
piringan yang tampak jelas dalam satuan cm.
8. Jumlah pakan : dilakukan dengan menghitung bobot rata-rata ikan (minimal dari 30
ekor sample) dikalikan dengan jumlah populasi ikan yang ditebar dikalikan dengan
persentase tingkat pemberian pakan yang telah ditetapkan dalam satuan gram atau
kilogram.
9. Jumlah pupuk : dosis pupuk per meter persegi dikalikan dengan luas wadah
pemeliharaan yang dinyatakan dalam satuan gram atau kilogram.
10. Jumlah kapur : dosis kapur per meter persegi dikalikan dengan luas wadah
pemeliharaan yang dinyatakan dalam satuan gram atau kilogram.
11. Padat tebar benih : perkalian antara jumlah benih yang ditebar persatuan meter
persegi dikalikan dengan luas wadah pemeliharaan atau total volume air.
12. Memeriksa kesehatan : a) pengambilan contoh untuk pengujian kesehatan ikan
dilakukan secara acak sebanyak 1 % dari populasi, dengan jumlah minimal 5 ekor baik
untuk pengamatan visual maupun mikroskopik; b) pengamatan visual dilakukan
untuk pemeriksaan
adanya gejala penyakit dan kesempurnaan morfologi ikan; c) pengamatan
mikroskopik dilakukan untuk pemeriksaan jasad patogen (parasit, jamur, virus dan
bakteri) di laboratorium.