Anda di halaman 1dari 8

RINGKASAN MATA KULIAH (RMK)

“STATEMENT OF FINANCIAL ACCOUNTING


CONCEPT (SFAC) NO. 1,2,5,6,7,8)”
DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH

TEORI AKUNTANSI KEUANGAN

yang dibina oleh Bapak Prof. Dr. Sutrisno T.,SE.,M.Si.,Ak.,CA.

disusun oleh :

Vanc Sylvia Sopanti Panjaitan

155020301111098

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2018
1. SFAC NO.1 “Tujuan Pelaporan Keuangan Oleh Badan Usaha”
Laporan keuangan merupakan sarana untuk menyajikan informasi keuangan
dalam sebuah perusahaan yang akan dikomunikasikan bagi para pengguna yang
berkepentingan baik itu pengguna internal ataupun pengguna eksternal.
Tujuan dari pelaporan keuangan menurut SFAC NO. 1 (Statement of Financial
Accounting Concepts) :

 Pelaporan keuangan memberikan informasi yang bermanfaat bagi investor dan


kreditor, dan pemakai lainnya dalam mengambil keputusan investasi, kredit dan
yang serupa secara rasional.
 Pelaporan keuangan memberikan informasi untuk membantu investor , kreditor
dan pemakai lainnya tentang penerimaan kas bersih yang berkaitan dengan
perusahaan.
 Pelaporan keuangan memberikan informasi tentang sumber-sumber ekonomi
suatu perusahaan dan klaim terhadap sumber-sumber tersebut.
 Pelaporan keuangan menyediakan informasi tentang hasil usaha (performan
keuangan) selama satu periode.
 Pelaporan keuangan menyediakan informasi tentang bagaimana perusahaan
memperoleh dan membelanjakan kas, pinjaman dan pengembaliannya, transaksi
modal, dividen dan equities lainnya dan faktor yang mempengaruhi solvenci dan
likuiditas perusahan.
 Pelaporan keuangan menyediakan informasi tentang bagaimana manajemen
mempertanggung-jawabkan kepada pemilik atas pemakaian sumber ekonomi
yang dipercayakan kepadanya.
 Pelaporan keuangan memberikan informasi yang bermanfaat bagi manajer dan
direktur sesuai kepentingan pemilik.
2. SFAC NO.2 “Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi”
Fungsi Karakteristik kualitatif laporan keuangan berguna dalam meyakinkan
bahwa informasi keuangan adalah bermanfaat dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Agar berguna dalam pengambilan keputusan (decision usefulness), informasi
akuntansi harus memiliki dua kualitas yaitu kualitas primer dan kualitas sekunder. Tentu
saja terdapat beberapa kendala untuk mencapai dua kualitas tersebut.
 Kualitas Primer
1. Relevansi: agar relevan informasi akuntansi harus mampu membuat
perbedaan dalam sebuah keputusan.
2. Keandalan Informasi : dianggap andal jika dapat diverifikasi, netral,
disajikan secara tepat serta bebas dari kesalahan dan bias (penyimpangan).
 Daya Uji (verifiability): ditunjukkan ketika pengukur-pengukur
independen, dengan menggunakan metode pengukuran yang sama,
mendapatkan hasil yang serupa.
 Ketepatan penyajian (representational faithfulness): angka-
angka dan penjelasan dalam laporan keuangan mewakili apa yang
benar-benar ada dan terjadi.
 Netralitas (neutrality): informasi tidak dapat dipilih untuk
kepentingan sekelompok pemakai tertentu. Info yang disajikan
harus faktual, benar dan tidak bias..
3. Keberdayaujian (verifiability):
informasi harus dapat diuji kebenarannya. Dapat diujinya kebenaran
informasi akuntansi berdasar pada keobyektifan dan konsensus.
4. Kenetralan (neutrality):
informasi akuntansi dimaksudkan untuk memenuhi tujuan berbagai
kelompok pemakai. Oleh karena itu harus bebas dari usaha-usaha untuk
memberikan keuntungan lebih kepada kelompok tertentu.
5. Kejujuran penyajian (representational faithfulness):
penyajian yang jujur berarti adanya kesesuaian antara fakta dan informasi
yang disampaikan.
 Kualitas Sekunder
Kualitas sekunder yang harus dimiliki informasi akuntansi adalah
keberdayabandingan (comparability) dan konsistensi (consistency).
1. Keberdayabandingan:
Informasi akuntansi akan lebih bermanfaat jika dapat dibandingkan antara
satu perusahaan dengan perusahaan yang lain dalam satu industri
(perbandingan horizontal) atau membandingkan perusahaan yang sama untuk
periode yang berbeda (perbandingan vertikal).
2. Konsistensi:
Sebuah entitas dikatakan konsisten dalam menggunakan standar akuntansi
apabila mengaplikasikan perlakuan akuntansi (metode akuntansi) yang sama
untuk kejadian-kejadian serupa, dari periode ke periode.

Kendala-kendala

Terdapat dua kendala yang mempengaruhi tercapainya kualitas informasi seperti

a) Pertimbangan manfaat-biaya (cost-effectiveness):


Untuk menghasilkan informasi yang relevan,andal, berdaya banding, dan
konsisten dibutuhkan biaya yang mahal. Oleh karena biaya dan terutama manfaat
tidak mudah diukur, maka mempertimbangkan hubungan manfaat-biaya menjadi
masalah.
b) Materialitas (materiality):
berhubungan dengan dampak suatu item terhadap operasi keuangan perusahaan
secara keseluruhan. Suatu item akan dianggap material jika pencantuman atau
pengabaian item tersebut mempengaruhi atau mengubah penilaian seorang
pemakai laporan keuangan.
c) Praktik industri.(industry practices):
Sifat unik dari sejumlah industri dan perusahaan terkadang memerlukan
penyimpangan dari teori dasar.
d) Konservatisme (conservatism):
berarti jika ragu, maka pilihlah solusi yang sangat kecil kemungkinannya dalam
menghasilkan penetapan laba dan aktiva yang terlalu tinggi..

3. SFAC N0.5 “Pengakuan dan Pengukuran dalam Laporan Keuangan Perusahaan


Bisnis”
Secara garis besar, tujuan dari SFAC No 5 adalah menentukan kriteria pengakuan
yang fundamental dan panduan tentang informasi apa yang seharusnya dan kapan
informasi tersebut dimasukkan ke dalam Laporan keuangan. Selain itu SFAC No 5 juga
membicarakan masalah-masalah pengukuran yang berhubungan dengan pengakuan.
Pengakuan (recognition) adalah proses pencatatan atau pemasukan sebuah item
(butir) di dalam Laporan Keuangan sebuah entitas sebagai aset, kewajiban, pendapatan,
biaya, atau yang sejenis dengannya melalui penggambaran dalam bentuk kata dan angka.
Kriteria pengakuan pokok : Suatu pos dan informasi mengenai pos tersebut harus
memenuhi empat kriteria pengakuan pokok untuk dapat diakui dan harus diakui ketika
kriteria dipenuhi, subyek terhadap kendala biaya-manfaat dan batas materialitas.
1. Definitions: Pos memenuhi definisi sebuah elemen laporan keuangan. Untuk diakui
dalam laporan keuangan, sumberdaya harus memenuhi definisi aset, dan “keharusan”
harus memenuhi definisi kewajiban.
2. Measurability: Pos mempunyai atribut relevan yang dapat diukur dengan cukup
andal. Aset, kewajiban, atau perubahan ekuitas harus mempunyai atribut relevan yang
dapat dikuantifikasi dalam unit moneter dengan cukup andal. Pos-pos yang sekarang
disajikan dalam laporan keuangan diukur dengan berbagai atribut, tergantung pada
sifat suatu pos dan keandalan atribut yang diukur.
Atribut aset (kewajiban) yang digunakan dalam praktik
 Historical cost (historical proceeds)
 Current cost
 Current market value
 Net realizable (settlement) value
 Present (or discounted) value of future cash flows
3. Relevance.
Informasi dapat membuat perbedaan keputusan pemakai. Untuk relevan, informasi
mengenai suatu pos harus memiliki feedback value atau predictive value (atau
keduanya ) bagi pemakai dan harus tepat waktu.
4. Reliability
Informasi tersebut mewakili kenyataan, dapat diverifikasi, dan netral. Untuk
terandalkan, informasi mengenai suatu pos harus mewakili kenyataan, dapat
diverifikasi, dan netral. Keterandalan dapat mempengaruhi waktu/saat pengakuan

Pendapatan dan laba diakui apabila: Direalisasi atau dapat direaliasi (realized or
realizable) atau Diperoleh (earned).
Kejadian yang mengubah aset dan kewajiban ada dua jenis:
 Inflows (perolehan aset atau timbulnya kewajiban) dan outflows (penjualan atau
penghentian atau hilangnya aset dan pemenuhan atau pembatalan kewajiban) dan
 Perubahan jumlah aset semasa dikuasai atau kewajiban semasa terutang oleh
entitas: Perubahan utilitas dan substansi, Perubahan harga.

4. SFAC N0.6 “ Elemen-Elemen dalam Laporan Keuangan”


SFAC No 6 ini mempunyai lingkup dalam pembahasan mengenai definisi 10
elemen laporan keuangan ( 7 elemen untuk organisasi bisnis dan non-laba dan 3 elemen
hanya untuk organisasi bisnis) dan juga definisi 3 kelas aset bersih untuk organisasi non-
laba dan perubahan pada kelas ini selama perioda.
 Aset adalah manfaat ekonomik masa depan yang mungkin didapat atau
dikendalikan oleh entitas tertentu sebagai hasil dari transaksi atau peristiwa masa
lalu.
 Kewajiban adalah pengorbanan masa depan yang mungkin terjadi atas manfaat
ekonomik, berasal dari kewajiban saat ini dari sebuah entitas, untuk mentransfer
aset atau memberikan jasa ke entitas lain di masa depan dan sebagai akibat dari
transaksi atau peristiwa di masa lalu.
 Ekuitas atau Aset bersih adalah hak residual atas aset sebuah entitas yang tersisa
setelah dikurangi dengan kewajibannya.
 Investasi oleh pemilik adalah peningkatan ekuitas yang berasal dari transfer ke
entitas dari entitas lain atau peningkatan hak kepemilikan atau ekuitas. Aset yang
diterima dari pemilik adalah investasi pemilik.
 Karakteristik investasi oleh pemilik: melalui investasi oleh pemilik, perusahaan
bisa mendapatkan sumber daya yang dibutuhkannya untuk, memulai atau
mengembangkan operasi, melunasi hutang atau untuk tujuan bisnis yang lain.
 Karakteristik distribusi kepada pemilik: mengurangi aset bersih dan
meningkatkan atau menghentikan hak kepemilikan reakuisisi ekuitas oleh entitas
termasuk distribusi kepada pemilik.
 Laba komprehensif: Perubahan ekuitas perusahaan bisnis selama satu perioda
yang berasal dari transaksi atau peristiwa lain yang berasal dari sumber non-
pemilik.adalah return atas modal financial (return on financial capital).
 Pendapatan adalah aliran masuk atau peningkatan aset yang lain dari sebuah
entitas atau Pelunasan kewajibannya (atau kombinasi keduanya) yang berasal dari
penyerahan atau pemroduksian barang, penyerahan jasa, atau aktivitas lain yang
merupakan operasi utama atau sentral entitas.
 Keuntungan adalah peningkatan ekuitas dari transaksi periferal atau tidak rutin
dan dari semua transaksi dan peristiwa lain yang mempengaruhi entitas, kecuali
yang berasal dari pendapatan atau investasi oleh pemilik.
 Kerugian adalah penurunan ekuitas dari transaksi periferal atau tidak rutin dan
satu semua transaksi atau peristiwa lain yang mempengaruhi entitas, kecuali yang
berasal dari biaya atau distribusi kepada pemilik, umumnya tidak berada di bawah
kendali managemen, bisa bersifat operasional maupun tidak.
 Akuntansi akrual: Mencatat efek finansial dari transaksi dan peristiwa lain dan
keadaan yang memiliki konsekuensi kas bagi entitas di perioda di mana
transaksi/peristiwa/keadaan terjadi.
 Penandingan adalah pengakuan serentak atau kombinasian pendapatan dan biaya
yang langsung berasal dari transaksi yang sama atau berupa gabungan dari
transaksi atau peristiwa yang lain.
5. SFAC N0.7 “Penggunaan Informasi Arus Kas dan Nilai Sekarang dalam
Pengukuran Akuntansi”
Statement No. 7 lebih menekankan pada isu pengukuran spesifik daripada isu
konseptual yang lebih luas, karena itu statement ini dapat dilihat sebagai bagian dari
Statement No. 5. SFAC No. 7 digunakan pada situasi dimana current market value tidak
tersedia sehingga harus menggunakan estimasi aliran kas di masa mendatang.
 Present Value Measurement
Poin penting mengenai pengukuran asset adalah pengukuran present value yang
digunakan untuk mensimulasi fair value. Discount rate harus meliputi risiko dan
ketidakpastian yang merefleksikan pengukuran pasar terhadap nilai asset.
 Liability Measurement
Poin penting dalam pengukuran liabilitas adalah discount rate harus diikutkan
dalam perhitungan credit standing perusahaan. Pengukuran asset dan liabilitas
sesuai ketentuan SFAC No. 7 dinilai tidak konsisten.

6. SFAC N0.8 “Kerangka Kerja Konseptual untuk Pelaporan Keuangan”


Tujuan dari Pelaporan Keuangan yang bermanfaat umum adalah untuk
menyediakan informasi keuangan tentang entitas pelapor yang berguna bagi investor
yang sekarang ada dan yang potensial, pemberi pinjaman, dan kreditur lain untuk
membuat keputusan dalam rangka penyediaan sumber daya bagi entitas. Keputusan
penyedia sumberdaya tersebut tergantung pada return yang diekspektasi dari investasi
pada entitas. Ekspektasi ditentukan dari penilaian atas jumlah, saat, dan ketidakpastian
(prospek) aliran kas masuk masa depan ke entitas. Informasi yang dibutuhkan untuk itu
adalah: Sumberdaya entitas, Klaim atas entitas, Efisiensi dan keefektifan managemen
entitas mengemban tanggungjawab mereka menggunakan sumber daya entitas.