Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN ACTIVE CASE FINDING

(F5 UPAYA PENEMUAN KASUS BARU)

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Pelayanan Kesehatan Masyarakat Primer


Program Internsip Dokter Indonesia

Disusun oleh:
dr. Meidita wahyu S

Pendamping
dr. Iin hartinah

PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA


UPT PUSKESMAS SEDONG
CIREBON
2018
INSTRUMEN PEMERIKSAAN

A. IDENTITAS KASUS
1. Nama Anak : An. R
2. Jenis Kelamin : perempuan
3. Umur : 3 bulan
4. Berat Badan : 5,2kg
5. Panjang Badan : 58 cm
6. Status Gizi (BB/U) : 0 SD (gizi normal )
7. Status Gizi (TB/U) : 0 SD (gizi normal )
8. Status Gizi (BB/TB) : 0 SD (gizi normal )
9. Anak ke/ dari : 3 dari 3 bersaudara
10. Nama Ayah : Tn. S
11. Pekerjaan : Buruh
12. Pendidikan : SMP
13. Nama Ibu : Ny. W
14. Alamat : desa kartawangun, Sedong
15. Pekerjaan :Ibu Rumah Tangga
16. Pendidikan : SMP
17. Alamat : desa kartawangun, sedong
Puskesmas/ kec : Sedong
B. STATUS GIZI (GRAFIK WHO)
C. KEADAAN GIZI DAN PENYAKIT

Gejala klinis yang dijumpai :

KWASHIORKOR YA TIDAK
Wajah bulat dan sembab V
Cengeng dan rewel V
Apatis V
Rambut tipis, seperti rambut jagung V
Bengkak/oedema pada kedua punggung kaki V
Bercak merah kehitaman di tungkai atau pantat V

MARASMUS YA TIDAK
Anak Sangat Kurus V
Wajah seperti orang tua V
Cengeng dan Rewel V
Kulit keriput V
Tulang iga tampak jelas (iga gambang) V
Pantat kendur (baggy pants) V

MARASMUS-KWAHIORKOR YA TIDAK
Terdapat gejala keduanya V
Penyakit Penyerta

1. Diare
2. ISPA
3. TBC
4. Campak
5. Lain-lain
Tidak ada penyakit penyerta pada pasien

D. POLA ASUH DAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KESEHATAN


1. Anak diasuh oleh siapa ? Ibu kandung
2. Status Orang tua? Kawin
3. Sanitasi lingkungan rumah ?
a. Tempat tinggal ? layak
b. Sumber air minum ? Sumur
4. Konsistensi kehadiran penimbangan posyandu ? tiap bulan
5. Waktu lahir (isi sesuai jawaban responden)
a. Persalinan ditolong oleh ? Bidan
b. Berat badan waktu lahir ? 3,8 Kg
6. Imunisasi yang sudah diperoleh ? Lengkap
7. Kapsul vitamin A ? Rutin
8. Jumlah kelahiran dalam keluarga ? tiga dari tiga bersaudara
9. Jumlah anak hidup ? dua
10. Jumlah anak yang meninggal ? tidak ada
11. Alasan kematian anak ? -
12. Ibu balita peserta KB ? ya, KB suntik 3 bulan
13. Kebiasaan mencuci tangan sebelum makan ? Jarang
14. Pengetahuan ibu tentang tanda-tanda gizi buruk dan bahayanya? Baik
E. RIWAYAT POLA MAKAN
1. Apakah ASI yang keluar pertama kali setlah melahirkan diberikan pada bayi ? ya
2. Sampai umur berapa diberi ASI aja ? masih diberi ASI
3. Kapan mulai disapih ? masih diberi ASI ekslusif
4. Umur berapa mulai diperkenalkan makanan padat (makanan selain ASI)? Belum
5. Jenis makanan padat apa yang diberikan pertama kali ? belum
6. Riwayat pola makan anak saat umur 0-24 bulan ?

Umur Jenis Bahan Makanan/ Makanan


0-4 Bulan ASI ekskluasif
4-8 bulan -
9-17 bulan -

7. Riwayat pola makan saat ini ?

Asi eksklusif semaunya dan sekenyangnya bayi


PEMBAHASAN

Dari hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik dapat disimpulkan bahwa pasien ini memiliki
gizi yang baik. Penilaian gizi pada bayi dapat dilihat dari usia 0 bulan sampai tahun 5 bulan
dilakukan perhitungan antropometri . pada pemeriksaan fisik didapatkan bayi laki-laki dengan
berat badan 5,1 kg dan panjang badan 57cm setelah dilakukan pemeriksaan antopometri
didapatkan status gizi sesuai dengan usia. selain itu anak juga terlihat aktif, pergerakan motoric
kasar sesuai dengan usia yaitu mengangkat kepala. Adapun diagnosis pasien ini adalah gizi normal.
gizi normal pada bayi sangat diperlukan karena dapat menignkatkan peningkatan imun dan dapat
membuat bayi tidak mudah terkena penyakit.

Terdapat beberapa faktor yang mendukung bayi tersebut dapat memiliki gizi normal , diantaranya
:

1. Sosial ekonomi
Keadaan sosial ekonomi sangat erat dengan keadaan rumah, kepadatan hunian,
lingkungan dan sanitasi tempat tinggal yang baik. Hal tersebut dapat dikaitkan dengan
pendapatan keluarga yang cukup sehingga dapat hidup layak terutama hubungannya
dengan asupan makanan yang memenuhi syarat-syarat kesehatan. Berdasarkan dari data
yang didapat, pasien tinggal bersama orang tua yang sudah mandiri tinggal sendiri tanpa
ada kakek adan nenek pasien . Ayah pasien sebagai tulang punggung keluarga yang
pendapatan perharinya sekitar Rp. 50.000-100.000 per hari.
1. Perilaku

Pasien diberi ASI eksklusif setiap menangis dan diberikan semaunya setiap bayi
inginminum sekitar 6-8x perhari. Untuk vitamin didapat dari puskesmas . ibu pasien
tampak sangat memperhatikan kesehatan bayi tersebut karena bayi tampak bersih dan
wangi. Saat ini pasien di asuh oleh ibu yang mengetahui asupan makanan yang baik.
SARAN

1. Pengaruh ekononi terhadap status gizi adalah semakin tinggi tingkat ekonomi seorang
semankin baik status gizinya, sedangkan semakin rendah tingkat ekonomi seseorang
semakin rendah daya beli sehingga semakin buruk status gizinya. Sehingga, untuk
meningkatkan status gizi adalah dengan cara meningkatkan penghasilan untuk
memenuhi kebutuhan makanan gizi seimbang, seiring dengan peningkatan ekonimi
atau penghasilan harus disertai dengan peningkatan pengetahuan tentang pentingnya
pemenuhan kebutuhan kesehatan terutama gizi.

2. Orang tua hendaknya ikut bertanggung jawab dalam mendidik dan mengasuh pasien
disertai dengan pengetahuan pola makan dan nutrisi yang berpengaruh dalam
pertumbuhan dan perkembangan pasien serta kualitas daya tahan tubuh agar tidak
mudah terkena infeksi. Menjaga kebersihan bagi yang mengasuh pasien, dan
meningkatkan kunjungan posyandu untuk memantau perkembangan pasien.

Pola makan yang sesuai dengan usia pasien yaitu 1 tahun 5 bulan diantaranya sebagai
berikut :
UMUR BENTUK BERAPA KALI BERAPA
MAKANAN SEHARI BANYAK SETIAP
KALI MAKAN
12-24 bulan Makanan keluarga Makanan keluarga ¾ gelas nasi/penakar
3-4 kali sehari (250ml)
Makanan yang di Makanan selingan 1 potong kecil ikan/
cincang atau 1-2 kali sehari daging/ ayam/ telur
dihaluskan jika
diperlukan
ASI Teruskan pemberian 1 potong kecil
ASI tempe/tahu atau 1
sdm kacang-
kacangan
¼ gelas sayur
1 potong buah
½ gelas bubur/ 1
potong kue/ 1 potong
buah