Anda di halaman 1dari 3

Penelitian yang dilakukan oleh Bradke (2009), didapatkan data bahwa faktor yang menyebabkan

terjadinya rawat inap ulang pada pasien CHF adalah kurangnya pendidikan kesehatan tentang

bagaimanaperawatan diri di rumah, penggunaan obat- obatan yang tidak tepat, kurangnya komunikasi

dari pemberian pelayanan kesehatan dan kurangnya perencanaan tindak lanjut saat pasien pulang dari

rumah sakit. Penelitian ini semuanya dilakukan oleh peneliti luar negeri dan tentu saja hal ini sangat

bertolak belakang dan mungkin berbeda dengan kondisi yang ada di luar negeri seperti budaya dan

pola hidup.

Penyakit terbanyak yang ada di seluruh rumah sakit di Provinsi Riau pada tahun 2006 adalah

penyakit pada sistem pembuluh darah sebesar 21, 63 % (Depkes, 2006). Tahun 2009 di Rumah

Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru didapatkan pasien dengan penyakit jantung

dan pembuluh darah adalah sebanyak 31.277 orang. Pada ruangan Irna Medikal Nuri 1 (ruangan

khusus untuk penyakit jantung) jumlah pasien jantung pada tahun 2009 adalah sebanyak 448 orang,

tahun 2010 adalah sebanyak 494 orang, tahun 2011 adalah sebanyak 688 orang, tahun 2012 adalah

sebanyak 470, dan tahun 2013 jumlah pasien jantung meningkat kembali menjadi 522 orang.

Jumlah pasien CHF pada tahun 2013 menempati urutan pertama pada kasus penyakit jantung

dengan jumlah sebanyak 110 orang dan lebih dari 75% merupakan rawat inap ulang karena CHF

(Rekam Medik RSUD Arifin Achmad, 2014).


Umur merupakan salah satu faktor penting pada self care. Bertambahnya umur sering dihubungkan

dengan berbagai keterbatasan maupun kerusakan fungsi sensoris. Pemenuhan kebtuhan self care akan

bertambah efektif seiring dengan bertambahnya umur dan kemampuan (Orem, 2001).

Data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Kementerian Kesehatan Indonesia tahun 2013

menunjukkan bahwa Prevalensi penyakit CHF meningkat seiring dengan bertambahnya umur,

terdapat 0,43% penduduk Indonesia menderita penyakit CHF. Prevalensi gagal jantung berdasarkan

jumlah yang terdiagnosa dokter sebesar 0,13 % dan diagnosa dokter atau gejala sebesar 0,3 % Data

tersebut juga menunjukkan bahwa dari angka mortalitas yang tercatat, 0,24 % diantaranya

disebabkan oleh penyakit jantung (Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen

Kesehatan RI, 2013).

Penilaian terhadap dukungan social bagi pasien heart failure menggunakan instrument edical

outcomes study social


Pasien CHF yang memiliki dukungan keluarga baik berjumlah 35 orang ditemukan

sebanyak 31 orang (88,6%) yang tidak mengalami rawat inap ulang dan 4 orang (11,4%)

mengalami rawat inap ulang, pasien dengan CHF yang mendapatkan dukungan keluarga

dengan kriteria cukup ditemukan berjumlah 12 orang ditemukan 2 orang (16,7%) yang tidak

mengalami rawat inap ulang dan 10 orang (83,3%) mengalami rawat inap ulang dan

dukungan keluarga dengan kriteria kurang tidak ditemukan (0%) di RSUD Ulin

Banjarmasin.

Anda mungkin juga menyukai