Anda di halaman 1dari 2

15030224016_Rahayu Yudia Mufida_Fisika terapan 11_Gelombang Elektromagnetik

GROUND PENETRATING RADAR

Ground Penetrating Radar (GPR) biasa disebut Georadar. Berasal dari dua kata yaitu geo berarti
bumi da radar singkatan dari radio detection and ranging. Jadi arti harfiahnya adalah alat
pelacak bumi menggunakan gelombang radio. GPR baik digunakan untuk eksplorasi dangkal
(nearsurface) dengan ketelitian (resolusi) yang sangat tinggi. GPR merupakan salah satu metode
geofisika yang menggunakan sumber gelombang elektromagnetika. Kelebihan lain GPR adalah
biaya operasionalnya yang rendah, prosedur pengerjannya mudah, dan ketelitian sangat tinggi
(resolusi tinggi). Kelemahannya, penetrasinya tidak terlalu dalam atau daya tembus metode ini
hanya sampai puluhan meter (±100 meter).

Itu sebabnya, metode ini bisa dikatakan cocok untuk pencarian situs (atau harta karun). Dengan
catatan tempat itu benar-bener diyakini atau barang tambang yang tempatnya tidak terlalu dalam.
Karena panjang gelombang itu mencerminkan ukuran minimum benda yang dapat terdeteksi.
Makin tinggi frekuensi makin kecil panjang gelombang, sehingga makin kecil ukuran benda
yang dapat terdeteksi (makin kecil pula ketelitiannya).

Radar memancarkan gelombang electromagnet yang kemudian ditangkap balik oleh sensor alat.
Spectrum frekuensi yang digunakan disesuaikan kebutuhan pengukurannya. Gelombang yang
dipancarkan adalah gelombang pendek (mikro) agar bisa terpenetrasi ke bawah permukaan bumi.
Respon data yang diterima, diolah berdasarkan hokum pantulan (refleksi) dan pembiasan
(gelombang). Tentu saja banyak hal yang mempengaruhi penjalaran (propagasi) gelombang.

Alat ini bekerja dengan dua antena. Satu berfungsi sebagai transmitter, yaitu bertugas
memancarkan gelombang radar. Lainnya sebagai receiver, bertugas menerima gelombang radar
yang dipantulkan bahan disekelilingnya kemudian pola pemantulan ditampilkan dalam bentuk
radargram. Data diambil dilintasan secara kontinu, lalu direkam secara langsung kedalam laptop
(processing unit). Penerima diset untuk melakukan scan yang secara normal mencapai 32-512
scan per detik. Setiap hasil scan ditampilkan pada layar monitor sebagai fungsi waktu two-way
time travel time, yaitu waktu tempuh gelombang elektromagnetik menjalar dari transisi-target-
penerim. Tampilan ini disebut radargram.

http://digilib.itb.ac.id/files/disk1/547/jbptitbpp-gdl-badaisamud-27302-3-2007ta-2.pdf