Anda di halaman 1dari 59

Q

MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

KATA PENGANTAR
Buku petunjuk praktikum Mekanika Fluida Dan Hidraulika diterbitkan Februari 2018 adalah
edisi ke Pertama, dan masih perlu dikembangkan lebih lanjut. Namun dalam hal ini
Laboratorium Hidroteknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Mercu Buana telah dapat digunakan
kegiatan praktikum dan pengujian terkait mata kuliah Hidraulika, Tugas Akhir dan penelitian.

Buku petunjuk praktikum ini didasarkan kepada referensi buku, dalam hal ini buku-buku yang
ada pada daftar pustaka

Buku petunjuk praktikum ini akan tetap selalu diperbaharui dan di tingkatkan. Agar lebih
sempurnanya buku petunjuk praktikum ini, saran – saran dan sumbangan pemikiran diharapkan.
Hal ini dapat disampaikan langsung melalui Teknisi Laboratorium Asisten, Dosen dan Kepala
Laboratorium.

Semoga buku petunjuk praktikum ini dapat bermanfaat sebagaimana mestinnya.

Jakarta, 2 Februari 2018


Laboratorium Hidroteknik
Jurusan Teknik Sipil
Universitas Mercu Buana
Jakarta

i
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................................................................................................................................i

DAFTAR ISI...............................................................................................................................................ii

TATA TERTIB PRAKTIKUM.................................................................................................................iii

MATERI

PERCOBAAN I : KARAKTERISTIK ALIRAN DI ATAS AMBANG TJM BTK SEGI EMPAT..............2

PERCOBAAN II : HUKUM BERNOULLI..............................................................................................14

PERCOBAAN III : ALIRAN AIR DALAM PIPA SERI...........................................................................20

PERCOBAAN IV : ALIRAN AIR PADA SALURAN TERBUKA...........................................................30

PERCOBAAN V : TEKANAN HIDROSTATIS.......................................................................................39

PERCOBAAN VI : LUBANG DAN PANCARAN AIR...........................................................................50

DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................................................59

ii
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

PERCOBAAN I
KARAKTERISTIK ALIRAN DI ATAS AMBANG TAJAM BENTUK SEGI
EMPAT
1. TUJUAN
Menyelidiki hubungan antara ketinggian muka air di atas mercu (H) ambang tajam berbentuk
segi empat dan debit pengaliran melalui ambang tersebut.

2. PERALATAN
a. Bangku kerja hidraulis (Hydraulics bench)
b. Peralatan ambang berbentuk segi empat (Weir plate rectangular notch)
c. Stopwatch

3. DASAR TEORI
Rumus aliran di atas ambang berbentuk segi empat adalah :

Dimana :
Q = Debit aliran di atas ambang [m3/s]
Cd = Koefisien debit aliran di atas ambang tajam segi empat
B = Lebang ambang [m], dalam percobaan ini B = 0.03 m
H = Tinggi muka air di atas ambang [m], tinggi lubang ambang ± 8.5 cm
g = Gravitasi [m/s2], dalam percobaan ini ambil g = 9.8 m/ss

4. PROSEDUR PELAKSANAAN
ea Pasang lubang pengantar (delivery nozzle) (2A) pada dasar saluran terbuka (1Q) di sebelah
hulu saluran.
eb Selipkan sekat penenang (stilling baffle) (2B) ke dalam alur di sisi kiri dan kanan dinding
saluran.
ec Pasang pelat ambang tajam bentuk segi empat (2H) pada penyangga ambang (1R) di
sebelah hilir saluran, lalu kencangkan dengan mur kupu-kupu (thumbs nuts) (21).
ed Letakkan kait pengukur muka air (meteran taraf) pada dudukan instrument (instrument
carrier) (2G) yang bertumpu di atas sisi saluran (1X) kira-kira di tengah-tengah antara pelat
ambang dan sekat penenang, lalu pasang jarum (2J) pada bagian bawah tuang geser (2L).
ee Alirkan air ke saluran dengan membuka katub pengontrol (1C) dan menjalankan pompa
dengan memutar tombol stater (1D).

1
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

Gambar 1.1 Starter dan Katup Pengontrol

ef Alirkan air ke saluran dengan membuka katub pengontrol (1C) dan menjalankan pompa
dengan memutar tombol stater (1D).
eg Biarkan muka air aik hingga tepat setinggi mercu ambang, lalu tutup katup pengontrol dan
matikan pompa.

Gambar 1.2 Meteran Taraf

eh Arahkan ujung jarum meteran taraf tepat menyentuh muka air yang dianggap sebagai
bidang acuan (datum) dan saat itu setel nonius penunjuk pembacaan ketinggian tepat pada
angka nol (0). Ujung jarum meteran taraf dapat diturun-naikkan dengan melonggarkan

2
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

sekrup (screw) A (2C) untuk jarak jauh atau menggunakan sekrup penyetel halus (fine
adjustment nut) (2D) untuk jarak sangat dekat.

Gambar 1.3 Aliran Air setelah Mencapai Ketinggian yang Dikehendaki


ei Alirkan air ke saluran dan atur kran pengontrol (1C) untuk mendapatkan ketinggian H yang
dikehendaki, dengan penambahan ± 1 cm setiap tahap percobaan.

Gambar 1.4 Bola Karet Diturunkan

3
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

Gambar 1.5 Pembacaan Volume yang Melewati Ambang

ej Untuk setiap pengaliran yang berada dalam kondisi konstan, ukur dan catatlah nilai H dan
Q. Pengukuran Q dilakukan tiga kali, dengan menggunakan stopwatch. Bola karet
diturunkan, lalu ukur waktu untuk volume tertentu yang dilihat pada tabung skala voluke
tangki.
ek Lakukan tahap percobaan ini 7-8 kali untuk memperoleh hubungan H dan Q yang baik.

5. HASIL PERCOBAAN DAN PERHITUNGAN


a. Catat lebar ambang segi empat.
b. Tabelkan tinggi air di atas ambang H, volume aliran dan waktunya.
c. Hitung dan tabelkan nilai Q, H3/2 dan Cd. Rumus Cd :

d. Gambarkan grafik hubungan : Q2/3 versus H; log Q versus Log H; Cd versus H; Cd versus
H/B.
e. Susun table masing-masing grafik untuk menentukan persamaan regresi linearnya, serta
hitung Cd grafiknya (Cd regresi). Kemudian pilih salah satu grafik yang paling sesuai
dengan data hasil percobaan anda.

5.1 DATA HASIL PERCOBAAN


Tabel 1.1 Pengukuran Tinggi Muka Air, Volume dan Waktu
Volume (Liter) Waktu (detik)

4
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

Tinggi
No. Air
V1 V2 V3 t1 t2 t3
Percobaan (H)
[cm]

Analisis Dimensi

Cd tidak berdimensi

d
Tabel 1.2 Perhitungan C

Q H^3/2
Cd Q^2/3
[cm3/s] [cm3/2]

Contoh perhitungan (percobaan I) :


H = 0.8 cm
5/2
H = 0.83/2
= cm

Q = ( Volume (V) dan waktu (t) diperoleh dari tabel 1.1.1 )


5
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

=
= cm3/s

Q =

Cd =
Cd =
Cd =

Nilai rata-rata Cd adalah :

=
=
=

Nilai Cd pada percobaan ini . . . . .

5.2 GRAFIK DAN PERHITUNGAN


a. Q2/3 vs H

Gambar 1.7 Grafik Q2/3 vs H

Tabel 1.3 Regresi Linear Hubungan Q2/3 vs H


Cd
No x y xy x2 % beda
regresi

6
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

Persamaan regresi linearnya adalah y = a + bx

a =
a =

b =
b =
Jadi, persamaan regresi untuk grafik hubungan Q2/3 versus H adalah
y = ax + b
y =
Q2/3 = aH + b
=

7
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

b. Log Q vs log H

Gambar 1.8 Grafik log Q vs log H

8
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

Tabel 1.5 Regresi Linear Hubungan log Q vs log H


Cd
No x y xy x2 % beda
regresi

Persamaan regresi linearnya adalah y = a + bx

a =
a =

b =
b =
Jadi, persamaan regresi untuk grafik hubungan Log Q versus Log H adalah :
y = ax + b
=

c. Cd vs H

Gambar 1.9 Grafik Cd vs H

Tabel 1.7 Regresi Linear Hubungan Cd vs H

9
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

Cd
No x y xy x2 % beda
regresi

Persamaan regresi linearnya adalah y = a + bx

a =
a =

b =
b =
Jadi, persamaan regresi untuk grafik hubungan Log Q versus Log H adalah :
y = ax + b
=

d. Cd vs H/B

10
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

Gambar 1.10 Grafik Cd vs H/B

Tabel 1.8 Regresi Linear Hubungan Cd vs H/B


Cd
No x y xy x2 % beda
regresi

Persamaan regresi linearnya adalah y = a + bx

a =
a =

b =
b =
Jadi, persamaan regresi untuk grafik hubungan Log Q versus Log H adalah :
Y = ax + b
11
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

Perhatian :
Semua alat praktikum setelah selesai harus dibersihkan dan disimpan pada tempat
semula.

12
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

PERCOBAAN II
HUKUM BERNOULLI
1. TUJUAN

a. Praktikum mengerti menggunakan hukum Bernoulli pada perhitungan Hidrolika.


b. Praktikum mengenal alat-alat pengukur energi aliran yang berkaitan dengan azas Bernoulli.
c. Praktikum mengerti dan mampu mengatasi kesulitan-kesulitan dalam mengukur energi
aliran air.

2. TUJUAN KHUSUS

a. Praktikan mampu menyelidiki kebenaran hukum Bernoulli yang dipergunakan pada aliran
air melalui pipa penampang bulat dengan diamter bervariasi.
b. Praktikan dapat menghitung tinggi kecepatan energi tekanan dan energi total pada setiap
penampang pipa yang diselidiki.
c. Praktikan dapat membandingkan dan menyimpulkan total energi secara perhitungan dan
penyelidikan.
d. Praktikan dapat mengomentari penggunaan hukum Bernoulli pada percobaan sistem aliran
mengumpulkan secara perlahan-lahan (convergent) dan sistem aliran menyebar secara
perlahan-lahan (divergent).

3. ALAT-ALAT YANG DIPERGUNAKAN

a. Bangku kerja Hidraulis (Hydraulics Bench).


b. Perlengkapan Theorema Bernoulli (Bernoulli’s Theorem Demonstration Apparatus).
c. Stop Watch.

4. DASAR TEORI
Pada aliran fluida yang kontinu dan tak termampatkan, energi total pada setiap penampang
akan tetap sama jika dianggap aliran tanpa gesekan. Energi total ini terdiri dari tiga komponen
yaitu : Energi Potensial, sering pula disebut sebagai Tinggi Tempat (ditulis dengan simbol Z),

Energi Spatik, sering pula disebut sebagai Tinggi Tekan dan Energi Kineti, sering pula

disebut sebagai Tinggi Kecepatan .


Secara matematik, energi total tersebut dilukiskan dalam suatu persamaan yang dikenal sebagai
Hukum Bernoulli sebagai berikut:

13
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

+ + = + + +∆

dimana:
Z = Tinggi Tempat

= Tinggi Tekan
∆ = Kehilangan energi anatar titik 1 dan titik 2

= Tinggi Kecepatan
p = Tekanan Hidrostatis = h
h =Tinggi Kolom Air (dibaca pada manometer)
V =Kecepatan Aliran
Subskrip (1) dan (2) menunjukkan titik (1) dan titik (2)

Pada percobaan ini sumbu pipa mendatar sehingga sehingga persamaan Bernoulli dapat
ditulis sebagai:

+ = + +∆
Dengan demikian hukum Bernoulli dapat dinyatakan dengan :

H=h+

dimana H adalah energi total yang akan mempunyai nilai tetap sepanjang pipa bila tak terjadi
kehilangan energi (∆ )

5. LANGKAH-LANGKAH PERCOBAAN

a. Letakan alat Teorema Bernoulli di atas bangku kerja hidraulis, atur kedudukannya agar
bener-benar hirizontal dengan menyetel sekrup kaki.
b. Tutup kran pengalian (1C) lalu jalankan pompa dengan memutar tombol (1D).
c. Buka sedikit kran pengatur debit (Flow control curve)(6K), kemudian dengan hati-hati
membuka kran pengalian (1C) sehinggaair mengalir ke dalam pipa. pelan0pelan buka kran
(6E) (Air inlet) sehingga tabung manometer terisi air dan pastikan seluruh pipa-pipa
penyadap dan tabung manometer bebaas dari gelembung udara. Tutup kembali kran (6E).
d. Buka kran pengalian (1C) dan kran pengatur debit, atur keduanya hingga memberikan
kombinasi aliran dan sistem tekanan yang diinginkan.
e. Catat h tangki pengukur volume dan waktu dengan stopwatch sampai3 kali.

14
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

f. Tarik probe pengukur energi total sejauh mungkin dengan terlebih dahulu mengundurkan
sekrup pengencang (gland nut).
g. Catat tinggi air dalam pipa manometer 1 sampai dengan 6.
h. Masukkan probe energi total sampai di dekat setiap lubang penyadapan. Pada setiap lubang
penyadapan catat tinggi pembacaan energi total praktis (tingg air di manometer 8).

i. Matikan pompa, keluarkan air dari dalam alat dan simpan kembali alat-alat yang dipakai.

6. HASIL PERCOBAAN DAN PERHITUNGAN

a. Kecepatan aliran pada setiap titik dihitung dengan rumus V =


Perhitungan debit ddidapat dari data di bawah ini

Tabel 2.1 Tinggi air, volume aliran, dan waktu.


Tinggi
Tinggi Air di Volume Waktu
No. Titik Energi
Manometer
PIpa Praktis
V1 V2 V3 t1 t2 t3
1.
V t rata-
2.
rata-rata rata
3. Debit liter/sekon
4.
5. Debit mm³/sekon
6.

= mm³/detik

b. Tinggi kecepatan Teoritis (mm) pada setiap titik diperoleh dengan rumus

Tabel 2.2 Tinggi Energi dan Persen Bola

Tinggi Energi
No Tinggi
Luas H
Diameter Debit Q Kecepatan Kecepatan
Titik Penampang (mm) % Beda
(mm) (mm³/ s) V(M/S) V2/2g
Pipa (mm) H H
(mm)
teoritis praktis

15
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

1.
2.
3.
4.
5.
6.

V= = m/s

Tinggi Kecepatan = = mm

c. Tinggi energi total teoritis (mm) diperoleh dengan menambahkan tinggi tekan
(penyelidikan) dan tinggi kecepatan (perhitungan).

H teoritis = +h= mm

d. Tinggi energi total aktual diperoleh dari pengamatan tinggi air dalam pipa manometer pada
setiap lubang penyadapan.

%beda = x 100% = %

e. Perbandingan hasil pengukuran tinggi energi praktis dan tinggi energi teoritis .

Tabel 2.3 Tinggi Energi


Koordinat
No. Titik
Jarak Pipa Tinggi Energi
Pipa Tinggi Air di Manometer
Teoritis Praktis
X Y X Y
1.
2.
3.
4.

16
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

5.
6.

Gambar 2.1 Grafik Jarak Pipa versus Tinggi Energi

Keterangan gambar:

1) Penurunan garis energi praktis pada titik 1 sampai 5 lebih landai dibandingkan dengan
penurunan garis energi praktis pada titik 5 sampai 6, hal ini disebabkan karena penyempitan
pipa pada titik 1 sampai 5 terjadi secara bertahap sedangkan pada titik 5 sampai 6 terjadi
pelebaran yang cepat.
2) Pada titik 1 sampai 5 garis tinggi tekan cenderung turun, hal ini disebabkan karena sejalan
dengan penyempitan pipa pada titik 1 sampai 5, maka kecepatannya makin besar dan
tekanannya makin kecil.
3) Pada titik 5 sampai 6 garis tinggi tekan cenderung naik, hal ini disebabkan karena sejalan
dengan pelebaran pipa pada titik 1 sampai 5, maka kecepatannya makin kecil dan
tekanannya makin besar.
4) pada titik 1 sampai 3 garis energi teoritis cenderung turun. Penyimpangan ini kemungkinan
besar disebabkan karena ketidakakuratan pembacaan manometer pada titik 1 sampai 3.

17
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

Gambar 2.2 Bernoulli’s Apparatus


Saran:
Kaliibrasi alat harus dilakukan secara berkala dan sebelum percobaan.

Perhatian :
Semua alat praktikum setelah selesai harus dibersihkan dan disimpan pada tempat
semula.

18
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

PERCOBAAN III
ALIRAN AIR DALAM PIPA SERI

1. TUJUAN
a. Praktikan mengerti menggunakan hukum Darcy-Weisbach untuk menghitung kehilangan
energi akibat gesekan pada pengaliran air dalam pipa.
b. Praktikan dapat menentukan kekasaran pipa dengan menggunakan hukum Darcy-
Weisbach dan diagram Moody.
c. Praktikan dapat menentukan kehilangan energi sekunder akibat penyempitan dan
pelebaran pipa secara tiba-tiba.

2. ALAT – ALAT YANG DIPERGUNAKAN


a. Bak pengatur tekanan yang dilengkapi dengan meteran taraf.
b. Susunan pipa seri yang terdiri dari tiga jenis diameter pipa. Masing-masing pipa terdapat
tiga titik pengukuran tinggi tekanan. Di ujung pipa (pada bagian pembuangan air)
dilengkapi sebuah kran untuk mengatur debit aliran dan tekanan di dalam pipa.
c. Setir pengatur kedudukan pipa (diatur horizontal).
d. Satu set manometer untuk pembacaan tinggi tekan pada tiap titik.
e. Literan (volume= 10 liter).
f. Termometer.
g. Stopwatch.

3. DASAR TEORI / ANALISA


Kehilangan energi pada aliran dalam pipa dapat dibagi menjadi dua yaitu kehilangan energi
primer/mayor dan kehilangan sekunder/minor. Kehilangan energi primer pada aliran dalam
pipa disebabkan karena gesekan. Besarnya kehilangan energi primer ini dapat dihitung
menggunakan rumus Darcy-Weisbach sebagai berikut :

Dimana :
= Kehilangan enersi dalam pipa akibat gesekan [m]
F = Koefisien gesekan pipa
L = Panjang pipa [m]
D = Diameter pipa bagian dalam [m]
V = Kecepatan aliran dalam pipa [m]
g = Gravitasi [m/detik²] = 9.8 m/s²

koefisien gesekan f merupakan fungsi dari bilangan Reynold ( ) dan kekasaran


relatif pipa (e/ D), dimana :

19
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

υ = Kekentalan kinematik air [m²/detik]


e = Kekasaran pipa [m]
D = Diameter pipa [m]

Untuk menentukan f dapat dipergunakan diagram Moody


Kehilangan enersi sekunder bersifat lokal, terjadi pada penyempitan, pelebaran, belokan dan
pada katub.
Kehilangan energi sekunder bersifat lokal/setempat, terjadi akibat adanya perubahan
penampang (misalnya pada penyempitan / kontraksi, pelebaran / ekspansi, belokan, katub,
dll).
Kehilangan energi sekunder akibat penyempitan tiba-tiba antara titik 1 dan titik 2 dapat
dilukiskan sebagai berikut :

Gambar 3.1 kehilangan energi sekunder akibat penyempitan


Kehilangan energi sekunder dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :

Dimana :
= Kehilangan energi pada penyempitan tiba-tiba [m]
= Kecepatan dalam pipa kecil [m/s]
= Koefisien kehilangan enersi pada penyempitan, merupakan fungsi dari kecepatan pada
pipa diameter yang lebih kecil dan perbandingan antara diameter pipa kecil dan
diameter pipa besar seperti ditunjukkan pada tabel berikut :

Tabel 3.1. Koefisien pada penyempitan tiba-tiba

20
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

Kec. Ratio Diameter Pipa Kecil dan Pipa Besar,


Dlm pipa
kecil 0,0 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7 0,8 0,9
[m/det]
1
2
3
6
12

Kehilangan energi sekunder akibat pelebaran tiba-tiba mengikuti rumus sebagai berikut:

Gambar 3.2 kehilangan energi sekunder akibat penyempitan

Dimana :
= Kehilangan enersi pada pelebaran tiba-tiba [m]
= Kecepatan air dalam pipa diameter kecil [m/detik]
= Kecepatan air dalam pipa diameter besar [m/detik]

Rumus-rumus lain yang dapat dipergunakan untuk menyelesaikan aliran dalam pipa adalah :
1. Hukum Bernoulli

21
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

Pada aliran air dalam pipa yang mempunyai kekasaran dinding, persamaan enersi antara
dua titik dengan mempertimbangkan kehilangan enersi (hukum bernoulli) adalah sebagai
berikut :

Dimana :
Z = Tinggi tempat [m]

= Tinggi tekan [m]

= Tinggi kecepatan [m]


h = Tinggi kolom air [m]
V = Kecepatan aliran [m/s]
= Kehilangan energi antara titik 1 dan titik 2 [m]
Subskrip (1) dan (2) menunjukkan titik (1) dan titik (2)
Pada percobaan ini sumbu pipa mendatar sehingga , maka persamaan Bernoulli
dapat ditulis sebagai :

2. Hukum Kontinuitas
Q = V.A = Konstan
Dimana :
Q = Debit aliran [m³/detik]
V = Kecepatan aliran [m/detik]
A = Luas penampang aliran [m³]

3. Bilangan Reynold

Dimana :
= Bilangan Reynolds
V = Kecepatan aliran [m/s]
D = Diameter dalam dari pipa [m]
υ = Kekentalan kinematik air, nilainya bervariasi, merupakan fungsi dari temperatur air
[m2/det]

22
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

Bila < 2000 aliran adalah laminair


Bila > 4000 aliran adalah turbulen

Tabel 3.2. Kekentalan Kinematik air (v )


Temp. T[ºC] 0 5 10 20 25 30
v x [m²/s]

4. Rumus Prandtl

dimana :
= Tebal lapisan batas laminair [m]
= Kekentalan kinematik air [m²/s], tergantung temperatur air
g = Percepatan gravitasi [m²/s]
R = Jari-jari hidraulik [m]
I = Kemiringan garis energi

Dengan membandingkan antara kekasaran pipa e dan , terdapat tiga jenis kekasaran pipa
sebagai berikut :
 Aliran hidraulik licin apabila :
 Aliran transisi apabila :
 Aliran hidraulik kasar apabila :e>6

4. LANGKAH KERJA / PROSEDUR PERCOBAAN


a. Catat diameter dalam dan panjang setiap segmen pipa dapat dilihat pada gambar 4-1 dan
tabel 3.3.
b. Alirkan air kedalam sistem pipa dengan membuka kran pemasukan air. Bukaan kran
diatur sedemikian rupa sehingga permukaan air di bak pengatur tekanan tetap dan tidak
meluap. Hal ini dapat dilihat dengan meteran taraf yang ada di bak pengatur tekanan.
c. Tinggi tekan di dalam sistem pipa dapat diatur dengan mengatur buaan pada kran di
ujung akhir dari rangkaian pipa. Atur agar debit yang masuk ke pipa sama dengan debit
yang keluar dari ujung pipa dengan mengatur bukaan keran.
d. Setelah debit air konstan, catat tinggi air yang naik pada manometer 1 sampai 9.
e. Ukur debit air yang keluar dari pipa dengan menggunakan literan isi 10 liter dan
stopwatch. Pengukuran dilakukan sebanyak tiga kali. Debit yang dipakai adalah debit
rata-rata dari ketiga pengukuran tersebut.
f. Ukur suhu air di bak pengatur tekanan dengan alat thermometer celcius

23
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

g. Tutup kran pemasukan, bersihkan alat yang dipakai dan kembalikan pada petugas
laboratorium.

Tabel 3.3. Panjang dan diameter dalam pipa


Diameter Pipa [cm]
Segmen pipa Panjang pipa [m]
Luar Dalam

5. HASIL PERCOBAAN DAN PERHITUNGAN


a. Debit rata-rata aliran (Q)

Q=
=
=
=

b. Tabel tinggi tekan, luas penampang (A), kecepatan aliran (V), tinggi kecepatan (V²/2g),
tinggi energi H, dan kehilangan energi ΔH.
Pembacaan manometer Pengukuran debit
No. Titik
Saat tidak Saat terjadi Volume Waktu
Tinjauan
ada aliran aliran [liter] [sekon]

t rata-rata

24
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

Pengukuran suhu air


t air Suhu [C]

Tinggi Kehilangan
Tinggi Luas Kecepatan Tinggi
No. Titik energi energi
tekan penampang aliran (V) kecepatan
Tinjauan praktis praktis
(H) [m] (A) [m2] [m/s] (V2/2g) [m]
(H) [m] (dH) [m]

Contoh perhitungan :
Mencari tinggi tekan (h) : garis datum diambil melalui titik skala nol terendah yaitu pada
saat titik datum berada pada 0.335 , sehingga :
Tinggi tekan di titik 1 :
= 0,397 m
Tinggi tekan di titik 2 :
= 0,396 m
dan seterusnya....

c. Grafik energi

25
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

Gambar 3.3 Grafik energi

d. Lapisan Laminer
Segmen I (pipa A - )

R=

I=

Jika dibandingkan dengan pipa e, aliran pada segmen in adalah aliran hidraulik licin (
)

Segmen II (pipa - )

R=

I=

26
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

Jika dibandingkan dengan pipa e, aliran pada segmen in adalah aliran hidraulik licin (
)

e. Koefisien kekerasan pipa f dan jenis aliran


Segmen I (pipa A - )

Jenis alirannya adalah turbulen dari diagram moody didapat f = 0.043

Segmen II (pipa - )

Jenis alirannya adalah turbulen dari diagram moody didapat f = 0.04

f. Kehilangan energi primer


Segmen I (pipa A - )

g. Kehilangan energi sekunder

h. Perbandingan hasil perhitungan H Teoritis dan H praktis


Tabel 3.4 perbandingan H teoritis dan H praktis
H Teoritis H Praktis

27
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

Perhatian :
Semua alat praktikum setelah selesai harus dibersihkan dan disimpan pada tempat
semula.

28
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

PERCOBAAN IV
ALIRAN AIR PADA SALURAN TERBUKA
1. TUJUAN
a. Praktikan dapat memahami pengaruh adanya bendung pada aliran air di saluran terbuka
b. Praktikan dapat menentukan kedalaman normal dan kedalaman kritis aliran air di saluran
terbuka tanpa bendung
c. Praktikan dapat mengetahui fenomena loncat air yang terjadi di hilir bendung
d. Praktikan mampu menggambarkan profil muka air sepanjang saluran

2. ALAT – ALAT
a. Bak air yang di lengkapi dengan meteran taraf dan ambang thomson
b. Saluran terbuka dengan dua sisi dari kaca dan dasar dari semen, di ujung hilir saluran
terdapat pintu geser untuk mengatur tinggi aliran air di hilir bendung
c. Bendung dari fiberglass dan perlengkapannya (kolam olak)
d. Meteran taraf sebanyak 8 buah
e. Bak penampung air di hilir saluran untuk mengukur volume aliran dalam waktu tertentu.
Bak penampung air mempunyai ukuran 1m x 1m, di lengkapi dengan penutup pipa
pembuang
f. Bak ukur (mistar duga) di Masukan ke dalam bak air untuk membaca selisih permukaan
air pada selang dua waktu tertentu, untuk mengetahui besarnya debit aliran
g. Stopwatch

3. DASAR TEORI
1. Rumus Aliran Seragam
Rumus aliran seragam pada saluran terbuka antara lain rumus manning sebagai berikut :

Pada aliran seragam kemiringan dasar saluran = kemiringan garis energy, sehingga rumus
dapat diubah menjadi :

Dimana :
V = kecepatan aliran (m/detik)
N = koefisien kekasaran manning
= 0.009-0.013 (untuk kaca) ambil n = 0.009
= 0.010-0.013 (untuk semen) ambil n = 0.013
R = jari-jari hidraulis = A/P (m)
A = luas penampang basah (m²)
P = keliling basah (m)

29
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

So = kemiringan dasar saluran (m/m)

2. Kekasaran Komposit
Rumus kekasaran komposit dari Horton dan Einstein adalah :

Dimana :
nk = kekasaran koposit
pi = keliling basah sub-tampang i (m)
ni = koefisien kekasaran sub-tampang i
P = keliling basah total (m)
n = jumlah sub-tampang

3. Hukum kontinuitas
Q = V . A = konstan , artinya V1 . A1 = V2 . A2
Dimana :
Q = debit aliran (m³/detik )
V = kecepatan aliran (m/detik)
A = luas penampang basah (m²)
Indeks (1) (2) menunjukan titik penampang (1) dan (2)

4. Rumus Garis Peninggi Metode Tahapan Langsung (Direct Step Method)

=
Dimana :
Δx = jarak antar penampang (1) dan (2) (m)
E = tinggi energy spesifik (m)
H = kedalaman aliran air (m)
Sf = kemiringan garis energy (m/m)
V = kecepatan aliran (m/detik)

30
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

N = koefisien kekasaran manning


R = radius hidraulis (m)
G = gravitas bumi (m/detik²)
Indeks (1) dan (2) menunjukan titik di penampang (1) dan (2)

5. Bilangan Froude ( Froude number )

= =
Dimana :
Fr = bilangan Froude
V = kecepatan aliran (m/detik)
A = luas penampang basah (m²)
B = lebar permukaan air (m)
Q = debit aliran air (m³/detik)
G = percepatan gravitasi bumi (m/detik²)

6. Saluran Landai,Kritis , Dan Curam


Kriteria tentang kemiringan dasar saluran terbuka adalah :
 Saluran landai apabila : Yn > Yc
 Saluran kritis apabila : Yn=Yc
 Saluran curam apabila : Yn<Yc
Dimana :
Yn = kedalaman normal (m)
Yc = kedalaman kritis (m)

7. Aliran Subkritis , Kritis , dan Superkritis


Kriteria tentang jenis aliran pada saluran terbuka adalah :
 Aliran subkritis apabila : Fr<1
 Aliran kritis apabila : Fr=1
 Aliran superkritis apabila : Fr>1

8. Rumus Loncat Air

ΔH
Dimana :
Y1 = kedalaman awal loncatan air (m)

31
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

Y2 = kedalaman akhir loncatan air (m)


Fr = bilangan Froude
L = panjang loncatan air (m)
ΔH = kehilangan energi pada loncatan air (m)
g = percepatan gravitasi (m/detik²)

4. LANGKAH KERJA / PROSEDUR PECOBAAN


a. Tutup/turunkan pintu air di ujung hilir saluran, lalu siapkan tanah liat di sekitar pintu
agar air tidak rembes dari saluran, lalu buka kran penutup pipa saluran pembuang
b. Catat lebar dasar saluran dan jarak tiap segmen saluran seperti di tunjukan pada
gambar 5-1 tabel 5.1 dan 5.2
c. Bersihkan tanah liat dari dasar bendung (di colok dengan mistar) agar air dapat
melalui celah di dasar bendungan. Buka kran pemasukan sehingga air masuk ke
seluruh saluran hingga menggenangi seluruh panjang saluran setinggi ±5-10 cm. setel
semua meteran taraf pembacaan dasar saluran = 0 lalu baca kembali ketinggian muka
air genangan dan catat hasilnya di table yang tersedia
d. Buka/naikan pintu air di hilir sehingga air genangan terbuang ke bak penampung, lalu
siapkan kembali tahan liat di dasar dan kedua sisi bendung agar kedap air.
e. Buka kran pemasukan air kesaluran dengan debit tertentu, biarkan air limpas
mengalir di atas mercu. Setelah permukaan aliran air konstan, ukur kedalaman aliran
air dengan meteran taraf di titik penampang 1 s/d 5
f. Turunkan pintu air di ujung hilir saluran sehingga kedalaman air di hilir bendung naik
secukupnya ( dapat di lihat pengaruhnya dari posisi loncatan air agar mendekati
bendung ). Kemudian ukur kedalalaman aliran dengan meteran taraf di titik
penampang 6,7 dan 8 ukur juga kedalaman awal (Y1) kedalaman akhir (Y2) dan
panjang (L) loncatan air
g. Gambar sketsa profil muka air sepanjang saluran dan pastikan posisi loncatan air.
h. Tutup keran pipa saluran pembuangan dan biarkan air mengisi bak pengukur volume
air (ukuran 1m x 1m ) hingga setinggi 20 cm dari dasar bak (dilihat dengan
memasukan mistar ukur kedalam bak air dengan posisi vertical) catatalah waktu yang
di perlukan untuk menaikan air dalam bak setinggi 10 cm , 20 cm , dan 30 cm
i. Buka kran penutup pipa pembuangan
j. Untuk demo, buka/tutup pintu air lalu amati lokasi loncatan air yang akan bergerak ke
hilir atau ke hulu sesuai kedalaman muka air hilir saluran
k. Pasanglah kolam olak di hilir bendung amati penghancuran energi pada kolam olam
dan berikan komentar untuk keadaan pada langkah ke 9 dan 10
l. Tutup kran pemasukan air . percobaan selesai.

5. HASIL PERCOBAAN DAN PERHITUNGAN


a. Catat kedalaman aliran pada meteran taraf 1 s/d 8

32
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

b. Hitung debit aliran Q dari rata-rata tiga kali pengukuran


c. Hitung koefisien kekasaran saluran di hulu bendung dengan rumus komposit
d. Menggunakan nilai rata- rata koefisien kekasaran dari butir (3) di atas, hitung
kedalaman normal Yn dan kedalaman kritis Yc ( di asumsikan aliran seragam).
Tentukan jenis kemiringan dasar saluran dan jenis alirannya
e. Pada saat loncat air terjadi dekat kaki bendung, ukur kedalaman akhir loncat air Y 2
dan kedalaman awal loncat air Y1. Berdasarkan Y1 pengukuran hitunglah Y2 dan
sebaliknya berdasarkan Y2 pengukuran hitunglah Y1. Menggunakan pasangan Y1 dan
Y2 tersebut hitunglah panjang loncatan air dan bandingkanlah hasilnya dengan
pengukuran. Demikian juga terhadap hasil perhitungan ΔH loncat air
f. Berikanlah laporan tentang pengaruh kedalaman air hilir terhadap posisi loncat air
g. Berikanlah laporan tentang pengaruh kolam olak dan kedalaman air hilir terhadap
posisi loncatan air
h. Gambarlah profil muka air sepanjang saluran lengkap dengan nama lengkung profil
muka airnya
i. Buatlah table perhitungan pembendungan (backwater) dengan metoda tahapan
langsung ( dari titik penampang 5 s/d kedalaman Yn). Periksa salah satu segmen ΔX
terhadap jarak antar meteran taraf sebenarnya. Lalu buat lagi table DSM untuk satu
segmen tersebut

6. TABEL HASIL PERCOBAAN DAN PERHITUNGAN


1. Kedalaman aliran pada meteram taraf 1 s/d 8

Table 4.1 panjang segmen saluran


Bagian Jarak Antara Bagian Jarak Antara
(cm) (cm)
A-I
I-II
II-III
III-IV
IV-V

Table 4.2 Lebar Dasar Saluran


Meteran taraf Lebar Meteran taraf Lebar
(cm) ( cm)
I
II

33
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

III
IV

Table 4.3 Pembacaan Meteran Taraf


Pembacaan
Meteran Taraf Dasar Muka Air Muka Air Setelah
Saluran Genangan Aliran Konstan
cm cm cm
I
II
III
IV
V
VI
VII
VIII

Table 4.4 Pembacaan Mistar Ukur Dan Stopwatch


Pembacaan mistar ukur (cm)

Pembacaan stopwatch (cm)

Table 4.5 Loncatan Air


Kedalaman Awal Loncatan Air Y1 (Cm)
Kedalaman Awal Loncatan Air Y2 (Cm)
Panjang Awal Loncatan Air (Cm)
Lokasi Loncat Air Antara 5 Dan 6

2. Debit aliran Q
Table 6.6 Debit
Pembacaan mistar ukur (m)
Pembacaan stopwatch (detik)
Q waktu ke-n
Q rata-rata

34
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

Luas bak sebesar 1m x 1m = 1m²


3. Koefisien kekasaran n saluran

Keliling basah pada kaca = tinggi muka air aliran konstan


Keliling basah pada beton = lebar dasar saluran
Meteran taraf Y b x µ n kaca 0.009
I n beton 0.013
II
III
IV
V
∑=

4. Kedalaman normal (Yn) dan kritis (Yc)


Perhitungan kemiringan dasar saluran (So) :

Perhitungan kedalaman normal (Yn) :

Perhitungan kedalaman kritis (YC) :

Tentukan jenis kemiringan saluran :


*saluran landai , kritis , atau curam*
Peritungan jenis aliran :

35
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

5. Kedalaman loncat air (Y1 dan Y2) dan ΔH


Perhitungan Kedalaman Loncat Air :

Perhitungan Panjang Loncatan Air :


Panjang loncat air praktikum : 30 cm
Panjang loncat air teoritis : L = 6 ( y2 teoritis – y1 teoritis )

6. Pengaruh kedalaman air hilir terhadap posisi loncat air


kedalaman air di hilir bendungan yang mengalamai perubahan akan memengaruhi
posisi loncat air yang terjadi. Kedalaman air di hilir yang cukup tinggi dapat
mengakibatkan posisi loncar air berpindah kearah hulu karena aliran air berubah tiba-
tiba ke superkritis bertemu dengan aliran subkritis yang cukup tinggi. Sedangkan
kedalaman air di hilir saluran rendah maka posisi loncat air akan terjadi kearah hilir.
Namun loncat air juga dpat tidak terjadi apabila air di hilir bendungan sangat rendah.

7. Pengaruh kolam olak dan kedalaman air hilir terhadap posisi loncat air
Kolam olak terketak pada pertemuan suatu penampang miring, melengkung, dan lurus.
Bentuk hidrolis kolam olak di pengaruhi oleh tinggi muka air di hulu di atas mercu dan
perbedaan muka air di hulu dan di hilir ( menurut vlugter )
Kolam olak berpengaruh pada letak terjadinya loncatan air akibat bendung. Kolam olak
juga dapat meredam energi yang di hasilkan oleh pembendungan. Energi yang di
hasilkan oleh bendung tersebut dapat merusak dasar saluran dimana terjadi loncar air
dan dasar saluran di sepanjang saluran tersebut (erosi). Selain itu juga kolam olak
berfungsi agar terjadinya loncat air tidak terjadi sembarang tempat hanya terjadi di
kolam olak dan akan meminimalisir biaya pembangunan pada proyek bendungan
tersebut ( pembuatan dasar saluran untuk menahan energi dari gerusan air )

36
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

8. Profil muka air sepanjang saluran

9. Table perhitungan pembendungan (backwater)


Y b R
Bagian A (m²) V (m/s) E (m) nk Sf Δx
(m) (m) (m)
I
II
III
IV
V
bendung

Perhatian :
Semua alat praktikum setelah selesai harus dibersihkan dan disimpan pada tempat
semula.

37
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

PERCOBAAN V
TEKANAN HIDROSTATIS

1. MAKSUD DAN TUJUAN PERCOBAAN


a. Menentukkan besarnya gaya hidrostatis yang bekerja pada bidang datar yang berada
dalam air.
b. Menentukkan posisi pusat kerja gaya hidrostatis yang bekerja pada bidang datar yang
berada dalam air dan membandingkan antara posisi dan hasil percobaan dan posisi secara
teoritis.

2. METODA
Metoda untuk memperoleh posisis pusat kerja gaya hidrostatis yang bekerja pada bidang
datar dala air adalah dengan keseimbangan antara momen-momen yang bekerja pada lengan
keseimbangan ( balance arm ) dari peralatan percobaan. Gaya yang bekerja adalah gaya
berat yang dikerjakan pada lengan dan gaya hidrostatis yang bekerja pada bidang.

3. ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN


a. Bangku kerja hidraulis ( hydraulic bench ).
b. Perlengkapan Tekanan Hidrostatis F1-12 (Hydrostatic Pressure Apparatus).
c. Satu set beban yang mempunyai berat 50 gram, 20 gram dan 10 gram.

4. DATA TEKNIS
Dimensi dari peralatan tekanan hidrostatis dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 5.1 Dimensi Pokok Peralatan Tekanan Hidrostatis


Bagian Simbol Panjang [m] Keterangan
Lengan L 275 Jarak dari penggantung
beban ke sendi
Sisi bawah bidang H 200 Dasar dari permukaan
kwadran ke sendi bidang kwadran sampai
sendi
Tinggi bidang D 100 Tinggi vertikal bidang
kwadran kwadran
Lebar bidang B 75 Lebar bidang Kwadran
kwadran

5. DASAR TEORI
Gambar skematik dari peralatan tekanan hidrostatis dapat dilihat pada Gambar 6- 1 berikut :

38
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

Gambar 5.1 Gambar Sketsa Peralatan Tekan Hidrostatis

Gambar 5.2 Peralatan Tekan Hidrostatis

Skema dimensi pokok dari peralatan tekanan hidrostatis yang menggambarkan dimensi fisik
dan simbol yang digunakan dapat dilihat pada Gambar 5.2. Walaupun teori dari bidang yang
tenggela sebagian tenggelam sepenuhnya dalam air adalah sama, akan lebih jelas bila
dibahas secara terpisah.

39
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

Dimana :
L = Jarak horisontal antara sendi sampai penggantung beban
D = Tinggi Permukaan bidang kwadran
B = Lebar permukaan bidang kwadran
H = Jarak vertikal dari permukaan bawah bidang kwadran sampai sendi
C = Pusat berat bidang kwadran
P = Pusat tekanan hidrostatis pada bidang kwadran

Bidang Vertikal Tenggelam Sebagian

Gambar 5.3 sketsa dari


alat,
menggambarkan dimensi fisik
Arti dari simbol pada gambar adalah :
d = Tinggi genangan air diatas dasar bidang kwadran
F = Gaya hidrostatis yang bekerja pada bidang kwadran
h = Jarak pusat berat bidang yang tenggelam dari permukaan air
h’ = Jarak pusat tekanan dari permukaan air
h” = Jarak dari garis keja gaya hidrostatis sampai sendi

Gaya hidrostatis F dapat dihitung dengan rumus :

40
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

F = ρgAh [Newton]

Dimana A = B d, sehingga :

F = ρg
Momen lawan (peyeimbang) dihasilkan oleh pemberat W yang digantung pada penggantung
beban di ujung lengan. Besarnya momen ini proporsional terhadap panjang lengan L.
Untuk keseimbangan statik, kedua momen di atas akan sama, sehingga :

F h” = W L = m g L

Dengan mensubsitusikan nilai F dari persamaan (6-1) diperoleh nilai h” sebagai berikut :

h” = [m]

Jarak teoritis dari pusat tekanan P dibawah permukaan air adalah :

h’ =

Dimana Ix momen inersia bidang permukaan kwadran yang terendam air tehadap sumbu
pada permukaan air.
Dengan menggunakan hukum sumbu sejajar

Ix = Ic + A h2

IX = = [m4]

Jarak pusat tekanan di bawah sendi adalah :

h” = h’ + H – d [m]

Subsitusikan (6.3) ke (6.2) menghasilkan jarak teoritis h” sebagai berikut :

h” = H -

41
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

Bidang Vertikal Tenggelam Seluruhnya

Gambar 6 – 4 melukiskan kondisi alat pada saat bidang kwadran tenggelam seluruhnya
dalam air. Dalam gambar disajikan dimensi fisik dan simbolnya dengan arti seperti pada
gambar 6 – 3 diatas.
Gaya hidrostatis yang bekerja pada bidang kwadran dapat dihitung dengan rumus:

F = ρ g A h = ρ g B D ( d - ) [N]

Momen akibat gaya hidrostatis , M, adalah :

M = F h” (Nm)

Momen lawan (peyeimbang) dihasilkan oleh pemberat W yang di gantung pada


penggantung beban di ujung lengan. Besarnya momen ini proporsional terhadap panjang
lengan L.

Gambar 5.4 sketsa Bidang Kwadran Tenggelam Seluruhnya

42
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

Momen akibat gaya hidrostatis, M, adalah :

M = F h” (Nm)
Momen lawan (peyeimbang) dihasilkan oleh pemberat W yang digantung pada penggantung
beban di ujung lengan. Besarnya momen ini proporsional terhadap panjang lengan L.
Untuk keseimbangan statik, kedua momen di atas akan sama, sehingga

F h” = W L = m g L

Dengan mensubsitusikan nilai F dari persamaan (6.5) diperoleh nilai h” sebagai berikut :

h” =

Jarak teoritis dari pusat tekanan P di bawah permukaan air adalah

h’ =
Dimana Ix momen inersia bidang permukaan kwadran yang terendam air terhadap sumbu
pada permukaan air.
Dengan menggunakan hukum sumbu sejajar

I x = I c + A h2

Ix = B D [ ] [m4]

Jarak pusat tekanan di bawah sendi adalah

h” = h’ + H – d [m]

subsitusi (6.6) ke (6.2) menghasilkan jarak teoritis h” sebagai berikut :

h’ = +H-d

6. LANGKAH KERJA / PROSEDUR PERCOBAAN

43
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

a. Tempatkan peralatan F1-12 diatas bangku kerja hidraulis, aturlah sekrup pengatur di
bagian bawah alat (levelling feet ) sehingga gelombang udara pada waterpass (spirit
level ) berada di tengah lingkaran, mengindikasikan bahwa alat dalam posisi horizontal.
b. Pasanglah penggantung beban pada ujung lengan kemudian aturlah pemberat-
penyeimbang ( counter balance weight ) dengan cara memutar pemberat sdemikian rupa
sehingga lengan bergerak pada posisi horisontal (posisi bagian bawah lengan tepat pada
garis tengah indikator horisontal (level indicator)).
c. Tutup keran pengeluaran (drain cock).
d. Tambahkan beban awal pad apengantung beban (50 gram), lengan akan bergerak
kebawah.
e. Tambahkan seluruh beban yang ada (450 gram, 8 @ 50 gram, 2 @ 20 gram dan 1 buah
10 gram ) pada penggantung beban.
f. Tambahkan air ke dalam tangki, dengan cara menuangkan air dari tabung literan
menggunakan selang sampai posisi lengan berada di atas indikator horisontal.
g. Buka kran pengeluaran secara perlahansehingga lengan bergerak ke bawah, pada saat
lengan mencapai posisi horisontal, tutup keran pengeluaran.
h. Bacalah tinggi genangan air di atas dasar bidang kwadran (d) pada skala yang terdapat
pada kwadran, catat pada formulir praktikum pada kolom (6).
i. Kurangi beban kemudian ulangi langkah (7) dan (8) lakukanlah percobaan sebanyak 6
kali, 3 percobaan untuk bidang tenggelam seluruhnya (d > 10 cm) dan 3 percobaan untuk
bidang tenggelam sebagian (d < 10 cm)
j. Keluarkan sisa air dari dalam alat dan simpan kembali alat-alat yang dipakai.

7. HASIL PERCOBAAN DAN PERHITUNGAN


a. Catat berat beban (m) dan tinggi genangan air di atas dasar bidang kwadran (d).
b. Untuk bidang tenggelam sebagian, hitung :
c. Untuk bidang tenggelam seluruhnya, hitung :
d. Berikanlah komentar variasi besarnya gaya hidrostatis terhadap kedalaman air. Semakin
dalam kwadran tenggelam maka semakin besar gaya hidrostatis yang dihasilkan, karena
tinggi muka air berpengaruh pada gaya hidrostatis.
e. Berikanlah komentar atas hubungan antara pusat tekanan dan tinggi air di atas dasar
bidang kwadran
Pusat tekanan berada pada sepertiga dari bawah kwadran. Tinggi air mempengaruhi letak
pusat bidang tekanan. Semakin rendah air maka semakin rendah letak pusat bidang
tekanannya maka tinggi pusat tekanan dipengaruhi oleh kedalaman bidang kwadran yang
tenggelam.
f. Berikanlah komentar terhadap perbedaan yang terjadi antara h” hasil percobaan dan h”
teoritis.

44
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

h” teoritis hitung dari data-data yang didapatkan dari percobaan yang dilakukan dan saat
dilakukan percobaan akan didapatkan kesalahan pembacaan pada alat ukur sehingga akan
didapatkan perbedaan h” hasil percobaan dan h” teoritis.
g. Berikanlah komentar variasi besarnya gaya hidrostatis terhadap kedalaman air. Semakin
dalam kwadran tenggelam maka semakin besar gaya hidrostatis yang dihasilkan, karena
tinggi muka air berengaruh pada gaya hidrostatis.
h. Berikanlah komentar atas hubungan antara pusat tekanan dan tinggi air di atas dasar
bidang kwadran.
Pusat tekanan berada pada sepertiga dari bawah kwadran. Tinggi air mempengaruhi letak
pusat bidang tekanan. Semakin rendah air maka semakin rendah letak pusat bidang
tekanannya maka tinggi pusat tekanan dipengaruhi oleh kedalaman bidang kwadran yang
tenggelam
i. Berikanlah komentar terhadap perbedaan yang terjadi antara h” hasil percobaan dan h”
teoritis.
h” teoritis hitung dari data-data yang didapatkan dari percobaan yang dilakukan dan saat
dilakukan percobaan akan didapatkan kesalahan pembacaan pada alat ukur sehingga akan
didapatkan perbedaan h” hasil percobaan dan h” teoritis.
8. TABEL HASIL PERCOBAAN DAN PERHITUNGAN

Tinggi Lebar Panjang Jarak Massa Dalam Air


Kwadran Kwadran Lengan Kwadran ke Beban
No
sendi
D (m) B (m) L (m) H (m) m (kg) d (m)
1
2
3
4
5
6

Tenggelam Sebagian Tenggelam Seluruhnya


Jarak Gaya Jarak
Gaya Jarak h” Beda Jarak h” Beda
h” hidrostat h”
Hidrostatis percobaan h”ρ-h”t percobaan h”ρ-h”t
F(N) (m) teori (%) is (m) teori (%)
(m) F(N) (m)

45
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

Contoh perhitungan:

 Tenggelam seluruhnya (no.1)

F=ρgBD(d- )=

h” percobaan = =

h” teori = H-d =
% beda = ( h” percobaan – h” teori ) / h” percobaan . 100

 Tenggelam sebagian (no. 7)

F=ρg =

h” percobaan = =

h” teori = H - =

% beda =

Grafik perbandingan antara h” teori dan h”percobaan versus kedalaman air untuk tenggelam
seluruhnya.

46
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

Grafik perbandingan antara h” teori dan h”percobaan versus kedalaman air untuk tenggelam
sebagian

47
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

Perhatian :
Semua alat praktikum setelah selesai harus dibersihkan dan disimpan pada tempat
semula.

48
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

BAB VI
LUBANG DAN PANCARAN AIR

1. DESKRIPSI ALAT
Sketsa peralatan lubang dan pancaran air F1-17 (Orifice and Jet Apparatus)

Gambar 6.1 Sketsa Peralatan Lubang Dan Pancaran Air F1-17

Peralatan ini didesign untuk diletakan di atas bangku kerja hidraulika. Pipa pemasukan (Inlet
pipe) harus dihubungkan ke pipa suplai dari bangku kerja hidraulika.
Pipa peluap dapat diatur (adjustable overflow pipe) terletak di samping tangki air, digunakan
untuk mengatur tinggi muka air dalam tangki (head). Pipa pembuangan air fleksibel (flexible
hose) dihubungkan dengan pipa peluap, mengalirkan air kembali ke bak air (sump tank).
Pada dinding tangki terdapat skala untuk mengetahui elevasi muka air di tangki. Penyekat
pada dasar tangki menciptakan kondisi aliran air tenang sebelum keluar dari plat berlubang
(orifice plate).
Alat ini dilengkapi dengan dua plat berlubang dengan diameter berbeda yang dapat
dipasangkan dengan menggunakan sekrup (thumb nuts), mengganti plat berlubang dan
mengencangkan skrup kembali. Plat berlubang ini disegel dengan ring “O” dengan fitting
khusus sehingga menciptaan peralihan yang mulus pada dinding dalamnya.
Lintasan pancaran air dapat digambarkan menggunakan satu set jarum vertical. Pada saat
dioperasikan, selembar kertas ditempelkan pada bidang di belakang jarum-jarum tersebut dan
dijepit dengan penjepit kertas, jarum-jarum diatur sedemikian rupa sehingga ujung bawah
jarum mengikuti lintasan pancaran air. Jarum-jarum ini dapat dikunci dengan
mengencangkan skrup. Lintasan pancaran air dapat digambarkan dengan menandai posisi
puncak setiap jarum pada kertas.

49
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

2. MAKSUD DAN TUJUAN PERCOBAAN


Tujuan perccobaan adalah menentukan koefisien kecepatan (Cv) dan koefisien debit (Cd)
pada dua lubang kecil. Metode penentuan koefisien kecepatan adalah dengan mengukur
lintasan pancaran air yang keluar dari lubang di sisi tangka pada kondisi aliran tetap (tinggi
muka air di tangka tetap (constant reservoid head))
3. ALAT – ALAT
1. Bangku kerja Hidrauis (Hydroaulics Bench)
2. Peralatan lubang dan pancaran air (Orifice and Jet Apparatus)
3. Stop Watch

4. DATA TEKNIS
Peralatan dilengkapi dengan dua buah plat berlubang dengan dimensi
 Diameter lubang kecil = 0,003 m
 Diameter lubang besar = 0,006 m

5. DASAR TEORI / ANALISA


 Penentuan koefisien kecepatan Cv dari lintasan pancaran air
Dengan menggunakan hokum Bernoulli, kecepatan pancaran air ideal pada
penyempitan maksimum (Vena Contracta) adalah :
V1=
dimana h adalah tinggi air diatas lubang seperti diperlihatkan pada gambar 6.2

Gambar 6.2 Lubang Pancaran Air

Kecepatan air sebenarnya adalah :


V= (6.1)
dimana Cv Adalah koefisien kecepatan, akibat pengaruh kekentalan sehingga nilai Cv
ⵦ 1. Cv dapat ditentukan dari lintasan pancaran air dengan penurunan rumus berikut.
Bila gesekan udara diabaikan, komponen horizontal dan kecepatan air diasumsikan
tetap, sehingga pada waktu t, jarak horizontal yang ditemouh adalah
x = v.t (6.2)

50
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

karena gaya gravitasi maka air mempunyai komponen kecepatan vertical ke bawah,
dengan demikian pada saat t (setelah menempuh jarak x), pancaran air akan bergerak
pada arah y, dimana bearnya y adalah :

y= atau t= (6.3)

subtitusi (7.3) ke (7.2) dan v dari (7.1) didapat


cv = (6.4)
Dengan demikian pada aliran tetap,yaitu nilai h tetap, Cv dapat dicari dari koordinat x
dan y dari lintasan pancaran air. Suatu grafik hubungan antara x dan akan
mempunyai kemiringan 2 Cv.

6. LANGKAH KERJA PERCOBAAN MENENTUKAN Cv


a. Letakanlah peralatan lubang dan pancaran air D1-17 diatas bangku kerja hidraulis,
disamping saluran samping
b. Hubungkan pipa pemasukan (Intel Pipe) ke pipa suplai dari bangku kerja hidraulik.
c. Aturlah agar posisi alat horizontal dengan mengatur sekrup pengatur tinggi kaki
(adjustable feet) sampai gelembung udara di alat waterpass (spirit level) berada di tengah.
d. Pasanglah plat berlubang (orifice plate) padatempatnya dan kencangkan sekrupnya.
e. Aturlah posisi pipa peluap untuk menghasilkan tinggi tekan (h) yang besar.
f. Hitunglah pompa dan bukalah katub pengatur aliran secara perlahan – lahan. Usahakan
air dalam tangka naik sampai setinggi 2 – 3 mm diatas permukaan pipa peluap. Kondisi
ini menjamin terjadinya aliran tetap melalui lubang dengan tinggi pengaliran (head)
sebesar h. Catat nilai h.
g. Ukur posisi lintasan pancaran air dengan mengatur posisi ujung bawah jarum (jarum
dapat digerakan dengan terlebih dahulu mengendorkan sekrup pengunci setiap jarum,
setelah posisinya sesuai sekrp dikencangkan lagi) tepat di sisi atas lintasan pancaran air.
Lakukanlah langkah ini untuk ke 8 jarum.
h. Tempelkan kerjtas millimeter pada bidang dibelakang jarum dan jepit dengan penjepit
kertas dengan posisi sisi kertas horizontal.
i. Tandai dengan pensil,posisi ujung jarum atas jarum pada kertas. Cata jarak horizontal
terhadap bidang lubang (pada bidang lubang x = 0) sampai titik koordinat pertama dari
jarum pertama. Koordinat pertama ini harus cukup dekat dengan lubang sedemikian rupa
sehingga y = 0. Dengan demikian jarak y dihitung terhadap titik ini.
j. Lalu ulangi lagi percobaan untuk h yang kecil.
k. Ulangi seluruh langkah diatas untuk plat berlubang yang kedua.
l. Gambar grafik hubungan antara x dan dan cari keiringan garisnya, maka besarnya
koefisien kecepatan Cv sama dengan kemiringan rata – rata/2.

7. TABEL DATA HASIL PERCOBAAN MENENTUKAN Cv

51
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

Diameter (…) m – Tinggi air (….) m


Jarum Lubang air Horizontal vertikal S Kecepatan
d(m) H(m) x(m) y(m) (m) Cv
1
2
3
4
5
6
7
8

Keterangan Pengisian tabel


Judul kolom Satuan Simbol Tipe Keterangan
Diameter Lubang m d Diukur Diameter lubang diukur (mm).
Konversikan ke meter untuk
perhitungan.
Tinggi Air (head) m h Diukur Tinggi air didalam tangki saat percobaan
pancaran air. Tinggi air dalam (mm),
ubah ke meter untuk perhitungan.
Jarak horizontal m x Diukur Jarak jarum ke lubang. Jarak diukur
dalam mm, ubah ke meter untuk

52
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

perhitungan
Jarak Vertikal m y Diukur Jarak vertical lintasan air terhadap
lubang. Jarak diukur dalam mm, ubah ke
meter untuk perhitungan
Diukur Memungkinkan untuk menggambar garis
lurus hubungan Cv dan x. grafik ini
mempunyai kemiringan 2 Cv
Kemiringan S Dihitung Kemiringan x vs tiap titik
Koef Kecep Cv Cv Dihitung
Cv =

Penentuan koefisien debit Cd dari debit aliran pada tinggi air tetap
Dengan menggunakan hokum Bernoulli, kecepatan pancaran air ideal pada penyempitan
maksimum ( vena contracta) adalah :

Dimana h adalah tinggi air diatas lubang


Kecepatan air sebenarnya adalah :
(6.1)
Dimana Cv adalah koefisien kecepatan, akibat pengaruh kekentalan sehingga nilai Cv<1.
Debit sesungguhnya dari pancaran air adalah :
(6.5)
Dimana adalah luad penampang pada penyempitan maksimum (vena contracta), yaitu :
(6.6)
Dimana adalah luas lubang dan adalah koefisien kontraksi, sehingga
(6.7)
Hasil kali disebut koefisien debit Cd, sehingga :
(6.8)
Jika Cd dianggap tetap, maka grafik hubungan antara Qt dan akan linier dan kemiringan
garis,

8. LANGKAH KERJA MENENTUKAN Cd PADA TINGGI AIR TETAP


a. Ukur debit aliran dari pancaran air dengan menggunakan tabung literan dan stop watch
b. Cata tinggi ait h
c. Ulangi percobaan untuk tinggi air lain dengan mengatur posisi pipa peluap
d. Ulangi juga seluruh prosedur untuk plat berlubang yang kedua.
e. Gambar grafik Qt versus , dan tentukan kemiringan dari grafik tersebut.

f. Koefisien debit Cd dihitung dengan rumus : Cd =

53
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

9. TABEL DATA HASIL PERCOBAAN MENENTUKAN Cd pada b TETAP


Diameter (….) m
No Diameter tinggi volume Waktu Debit h^0.5 kemiringan koefisien
lubang air V t Qt Cv debit
percobaan
d(m) H(m) (ml) (sekon) (m3/s) (m^0.5) S Cd
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Keterangan pengisian tabel


Judul kolom Satuan Simbol Tipe Keterangan
Diameter lubang diukur (mm).
Diameter Lubang M d Diukur
Konversikan ke meter untuk perhitungan.
Tinggi air didalam tangki saat percobaan
Tinggi Air (head) M h Diukur pancaran air. Tinggi air dalam (mm), ubah
ke meter untuk perhitungan.

54
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

Volume V Jarak jarum ke lubang. Jarak diukur dalam


Diukur
mm, ubah ke meter untuk perhitungan
Waktu yang diperlukan untuk mengalirkan
Waktu S t Diukur volume air tertentu. Diukur dengan Stop
Watch
Debit Qt Dihitung
Memungkinkan untuk menggambar garis
Dihitung
lurus hubungan Cv dan Qt.
Kemiringan S Dihitung Kemiringan Qt vs tiap titik
Koef debit Cd Cd Dihitung
Cd =

Penentuan koefisien debit Cd dari debit aliran pada air berubah


Untuk aliran tidak tetap (unsteady flow), waktu t, pada saat tinggi air akan turun dari hi
sampai h,digunakan rumus berikut.

(6.9)
Dimana adalah luas penampang tangka (termasuk secondary chamber)
Keterangan : rumus tersebut adalah nilai pendekatan, dimana tidak memperhitungkan
pengaruh aliran tidak langgeng sepenuhnya.

10. LANGKAH KERJA PEROBAAN MENENTUKAN Cd PADA DEBIT DENGAN


TINGGI AIR BERUBAH
a. Untuk aliran dengan tinggi air berubah, naikka pipa peluap untuk mendapatkan tinggi
muka air maksimum, tangka diisi sampai mendekati permukaan.
b. Tutup katup pengntril cairan (1C) dan matikan pompa dengan memutar tombol stater
(1D) ke posisi stop.
c. Tekan tombol stop watch pada saat elevasi muka air di tangka mencapai posisi tertentu
(yinggi h1)
d. Baca posisi Mukai air setiap interval waktu 20 sekon, dengan menempelkan kertas dekat
skala, kemudian tadai posisi muka air setiap interval 20 sekon. Setelah selesai baru
dibaca elevasi muka air tanah setiap interval 20 sekon berdasarkan tanda tersebut.
e. Langkah diatas diulang untuk plat berlubang kedua.
f. Buat grafik t versus dan ditentukan kemiringan garis tersebut.
g. Koefisien debit Cd dapat dihitung dengan rumus :

55
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

h. Apakah dapat di benarkan bila menganggap bahwa nilai Cd tetap pada aliran tetap?
i. Mengapa nilai Cd jauh lebih kecil dari 1?
j. Bandingkanlah Cd yang darih tetap dan h berubah. Nilai mana yang lebih mendukng
kebenaran?

11. TABEL DATA HASI PERCOBAAN MENENTUKAN Cd PADA DEBT DENGAN


TINGGI MUKA AIR BERUBAH
Diameter (…) m

Luas tinggi
no Diameter Luas tamp. tinggi air waktu h0,5 slope koef
jarum lubang Lubang tangki air awal debit
d A0 ar h h1 t S Cd
(m) (m2) (m2) (m) (m3/s) (sekon) (m^0.5)
1
2
3
4
5

56
Q
MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM MEKANIKA FLUIDA DAN
HIDRAULIKA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
No.Dokumen 052.731.412.00 Distribusi
Tgl. Efektif 07 Februari 2018 Prodi Teknik Sipil

Grafik t vs

Perhatian :
Semua alat praktikum setelah selesai harus dibersihkan dan disimpan pada tempat
semula.

DAFTAR PUSTAKA

W.KING , Horace, O.Wsler , Chester , Woodborn , James G . 1992 . Hidraulics. New York :
JOHN WOLEY & SOS, INC .

Yuwono , Nur Ir . 1977 . Hidrolika 1 . Yogyakarta : PT> Hanindita Offset .

R Subramanya . 1982 . Flow in open channels . New Dehli : TATA McGRAWHILL


PUBLISHING COMPANY LIMITED.

Chin , David A . Water Resource Engineering.

57

Anda mungkin juga menyukai