Anda di halaman 1dari 6

KUESIONER AWAL(PRE-TEST)

KURIKULUM PELATIHAN IMUNISASI


BAGI DOSEN JURUSAN KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
POLTEKKES KEMENKES ACEH
Banda Aceh, 15 - 18 Nopember 2011

Petunjuk:
Pilih jawaban yang paling tepat (Betul atau Salah)

No. Soal Jawaban


KEBIJAKAN NASIONAL IMUNISASI

1. Kebijakan Nasional Imuisasi menggunakan landasan hukum a.l. UU no.36


tahun 2009 tentang Kesehatan, Pasal 130: bahwa Pemerintah wajib
memberikan imunisasi lengkap kepada setiap bayi dan anak dan pasal
132 : bahwa setiap anak berhak memperoleh imunisasi dasar.

2. Target program imunisasi nasional a.l. :


1) 2011: Cakupan Hep. B saat lahir 80 %, dan memberikan
dosis ke-2 campak di sekolah dasar
2) 2012: Eliminasi MNTE (tetanus neonatorum)
3) 2014: Desa UCI 100 %

3. UCI / Universal Child Immunization adalah suatu keadaan tercapainya


imunisasi dasar lengkap pada semua balita < 5 tahun

PENGENALAN VAKSIN

4. Pemberian imunisasi adalah upaya pemberian pengebalan secara pasif

5. Yang termasuk kelompok vaksin peka beku (freeze sensitive ) dan rusak
bila lama terpapar suhu < 0 ºC antara lain adalah Polio, HB, DPT-HB, TT

6. Vaksin HB tidak selalu memerlukan rantai dingin dan dapat disimpan


dalam suhu ruang dengan memantau status VVM . Bila VVM sudah
berubah ke kondisi C atau D maka vaksin tidak boleh dipakai.

7. Yang dimaksud dengan KIPI adalah bila bayi meninggal dalam 1 hari pasca
imunisasi
PENGELOLAAN VAKSIN

8. Pada saat menerima vaksin harus diperiksa a.l.:


Jenis, jumlah,tanggal kedaluwarsa, nomer batch dan kondisi FreezeTag
untuk vaksin peka-beku

9. Vaksin yang akan dikeluarkan harus selalu memakai dalil FIFO, yang datang
duluan keluar paling awal.

10. Vaksin Campak yang sudah dilarutkan di posyandu harus sudah dipakai
dalam waktu 2 jam

11. Vaksin BCG yang sudah dilarutkan diposyandu tidak boleh dipakai setelah
lewat 3 jam pasca dilarutkan

12. Di tempat pelayanan statis Vaksin DPT/HB, DT, dan TT boleh digunakan
kembali hingga 4 minggu dan vaksin Polio dapat digunakan kembali hingga
2 minggu sejak vial dibuka

13. Vaksin yang masih utuh dan belum dibuka dalam pelayanan posyandu di
lapangan tidak boleh dipakai lagi bila melewati sesi hari itu

PERALATAN RANTAI VAKSIN

14. Lemari es yang dianjurkan untuk penyimpanan vaksin adalah lemari es


rumah tangga dengan pintu buka depan

15. Untuk menghemat ruangan lemari es harus selalu diletakkan rapat


kedinding

16. Sebelum dapat dipakai coolpack (kotak dingin cair) harus ditempatkan
dalam suhu 2-8 ºC selama 12 jam atau lebih

17. Vaksin yang peka-beku separti HB, TT, DT harus selalu ditempatkan jauh
dari evaporator atau bagian dasar lemari es

18. Untuk mencegah kerusakan ozon maka sejak beberapa tahun lemari es
tidak diperkenankan menggunakan pendingin Freon /CFC dan harus
memakai pendingin yang non-CFC

PERAWATAN LEMARI ES

19. Adanya bunga es dengan tebal > 2,5 cm dalam lemari es menandakan
lemari es berfungsi dengan baik dan sesuai untuk menyimpan vaksin
20. Perawatan bulanan pada lemari es a.l. dengan tes seal karet pintu untuk
lihat kerapatan pintu, pembersihan luar dalam lemari es dari genangan air
dan debu

21. Lemari es harus dibaiarkan dalam keadaan hidup/menyala saat dilakukan


pembersihan bunga es.

PERALATAN UNTUK MEMANTAU SUHU

22. Peralatan pemantau suhu sewaktu mencakup a.l. termometer cairan


raksa, termometer Mueller, dial termometer

23. Untuk memantau paparan suhu panas yang berlebih dapat dipakai VVM,
FreezeTag, VCCM

24. Kondisi vaksin dengan VVM pada B,C,D menunjukkan bahwa vaksin sudah
tidak layak pakai dan harus dibuang

25. Bila pada vaksin HB-Uniject/PID ditemukan VVM di A dan Freeze Tag tanda
silang (X) berarti vaksin masih boleh dipergunakan

26. Freeze Tag perlu dipakai untuk vaksin kelompok peka panas berlebih ( heat
sensitive) seperti Polio dan Campak

27. Lemari es tidak di pantau dan dicatat suhunya karena sejak awal sudah di-
set oleh pabrik

PELAYANAN IMUNISASI

28. Imunisasi dasar pada bayi adalah BCG, DPT-HepB 3x, Polio 4x dan Campak

29. Imunisasi adalah pengebalan lewat pemberian/suntikan antigen tertentu


dengan sasaran pada semua usia seperti bayi < 1 th, balita , usia remaja,
dan usia dewasa.

30. Yang termasuk kegiatan imunisasi tambahan antara lain sweeping, BLF di
desa yang non UCI 3 tahun berturut-turut, Crash Program di desa yang
non UCI 2 tahun berturut-turut

31. Cara memeriksa apakah vaksin dalam keadaan layak pakai adalah dengan
melihat VVM yang masih pada kondisi A dan B,dan tanggal kedaluwarsa

32. Cara menentukan usia bayi yaitu dengan melihat kartu imunisasi, lalu
menanyakan kepada ibunya, jika ibu tidak tahu, tanyakan kejadian penting
saat bayi lahir, lalu perkirakan usia bayi.
33. Alat suntik auto-disable (AD) adalah alat suntik yang setelah satu kali
digunakan dan masih dapat digunakan lagi bila disterilkan ulang dengan
memasak dalamair mendidih

34. Konseling membantu klien agar dapat membuat suatu keputusan tentang
imunisasi yang akan diterima.

35. Cara memantau dan menindaklanjuti dropout dilakukan antara lain


dengan menggunakan buku register imunisasi, kartu peringatan.

36. Vaksin adalah suatu produk biologis yang terbuat dari kuman, komponen
kuman (bakteri, virus) atau racun kuman (toxoid) yang telah dilemahkan
atau dimatikan dan akan menimbulkan kekebalan spesifik secara pasif
terhadap penyakit tertentu

37. Efek samping vaksin imunisasi dasar adalah gejala yang bersifat sementara
seperti lemas, demam, kemerahan pada tempat suntikan yang biasanya
terjadi dalam waktu 72 jam setelah imunisasi

38. Vaksin Campak diberikan 0,5 ml disuntikkan secara subkutan pada lengan
kiri atas, diberikan pada usia 9-11 bulan. Ulangan (booster) pada usia 6-7
tahun (kelas 1 SD) dan juga dalam catch-up campaign campak pada anak
sekolah SD kelas 1-6

39 Vaksin Hepatitis B disuntikkan secara intra muskuler pada anterolateral


paha dengan dosis 0,5 ml pada 0-hari dan selanjutnya 3 x suntikan
susulan dan kesemuanya menggunakan vaksin HB-PID/Uniject

40. Vaksin yang sensitif terhadap panas (heat sensitive) yaitu golongan vaksin
yang akan rusak bila terpapar/terkena suhu panas yang berlebihan yaitu
vaksin Polio, DT, DPT-HB dan Campak

PENYUNTIKAN YANG AMAN

41. Alat suntik Prefilled Injection device (PID)/Uniject adalah jenis alat suntik
siap pakai yang telah berisi vaksin dosis tunggal dan jarum yang telah
dipasang oleh pabrik dan hanya bisa digunakan sekali.

42. Semprit dan jarum (disposable syringe) yang hanya bisa dipakai sekali
ldapat direkomendasikan untuk suntikan dalam imunisasi karena dapat
menghemat dengan sterilisasi ulang.

43. Gerakan anak yang tidak diduga pada saat pemberian suntikan dapat
menyebabkan tusukan jarum yang tidak disengaja, minta ibu duduk
meletakkan anaknya diatas pangkuannya dan lengan ibu berada di
belakang punggung anak dan salah satu lengan anak melilit pinggang ibu

PENGELOLAAN LIMBAH IMUNISASI

44. Setelah digunakan maka jarum suntik harus dipasang kembali kea lat
suntik bersama tutupnya. (re-capping)

45. Alat suntik vial bekas imunisasi boleh didaur ulang sebagai bahan plastik
setelah melewati proses desinfeksi ?

46. Kotak pengaman (safety box) bisa dipakai ulang setelah isi spuit dan jarum
dikeluarkan untuk dimusnahkan.

PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN INDEKS PEMAKAIAN VAKSIN

47. Indek Pemakaian vaksin (IP) =


jumlah cakupan tahun lalu
dosis vaksin yg terpakai tahun lalu

48. Kebutuhan vaksin DPT-HB =


Jl sasaran x target (DPT-HB 1+2+3)
IP DPT-HB tahun lalu

49. Jumlah sasaran WUS = 21.9 % jumlah penduduk sedangkan sasaran Bumil
= 1.0 x projeksi jumlah bayi

PENCATATAN DAN PELAPORAN

50. Yang termasuk form pencatatan yang dipakai dalam kegiatan imunisasi
adalah Buku Grafik PWS, buku pencatatan imunisasi (kuning), KMS, Buku
Kohort Ibu, buku pencatatan WUS (buku merah).

51. Prinsip dari PWS adalah menggunakan data dibawah ini untuk indikator
mutu program adalah Cakupan Polio 4, DPT/HB3, Campak.

52. Syarat-syarat pelaporan yang baik adalah lengkap dan tepat waktu

MOBILISASI SOSIAL

53. Mobilisasi masyarakat merupakan upaya untuk membuat pelayanan


imunisasi dapat berjalan optimal dan timbul rasa memiliki dari masyarakat
terhadap pelayanan imunisasi.

54. Mobilisasi dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung dengan
materi yang singkat, pesan sederhana dan tidak perlu akurat

55. Metoda terbaik yang digunakan jika mengalami keterbatasan sumberdaya


yaitu antara lain melalui hubungan pribadi dengan masyarakat