Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM

PENETAPAN EKSPANSI SETTING


BAHAN GIPSUM
BLOK 2 IMTKG III

SEMESTER IV
TAHUN AKADEMIK 2012/2013
KELOMPOK V
1. Navy Novansy Vega I NIM 2011.07.0.0047
2. Hariningtyas D R NIM 2011.07.0.0069
3. Nincandra Dyantara NIM 2011.07.0.0041
4. Iin indah Ariswati NIM 2011.07.0.0060
5. Reza Nurlina NIM 2011.07.0.0026
6. Arlita Dewi N NIM 2011.07.0.0005
7. Aditya Gaung NIM 2011.07.0.0048
8. Bella Djaufiar Risvi NIM 2011.07.0.0027
9. Ivon Kaunang NIM 2011.07.0.0063
10. Cicik Kartika NIM 2011.07.0.0046
11. Arniyati Pristika U NIM 2011.07.0.0034
12. Benita Aryani NIM 2011.07.0.0070
13. Dyah Ayu L NIM 2011.07.0.0081
14. Natalia Fransisca NIM 2011.07.0.0064
15. Yessi Pangestu NIM 2011.07.0.0056
16. Bella Sagita NIM 2011.07.0.0038

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS HANG TUAH
SURABAYA
I. PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Gipsum merupakan produk samping dari beberapa proses kimia.
Secara kimiawi, gipsum adalah kalsium sulfat dihidrat (CaSO 4· 2H2O)
murni.
Produk gipsum digunakan dalam kedokteran gigi untuk membuat
model studi dari rongga mulut serta struktur maksilo- fasial dan
sebagai piranti penting untuk pekerjaan laboratorium kedokteran gigi
yang melibatkan pembuatan protesa gigi. Ada beberapa macam gips
yang digunakan di kedoteran gigi, yaitu gips plaster, gips stone, gips
die stone, dan gips investmen.
Gips plaster disebut juga kalsium sulfat β hemidrat. Gips ini
merupakan hasil pengapuran sulfat dihidrat atau gipsum. Gips ini
mempunyai partikel besar dan irreguler sedangkan reaksinya bersifat
eksotermis. Biasanya gips plaster digunakan untuk mounting
artikulator, flasking resin akrilik, dan model studi ortodonsi.
Gips stone disebut kalsium sulfat α hemidrat. Gips ini juga
merupakan hasil pengapuran sulfat dihidrat atau gipsum. Perbedaan
dengan kalsium sulfat β hemidrat hanya bergantung pada metode
pengapuran. Gips ini mempunyai partikel kecil dan reguler serta
reaksinya bersifat eksotermis. Gips stone digunakan model kerja
pembuatan gigi tiruan, model kerja inlay, die mahkota, dan pengikat
invesment. Gips ini bersifat lebih kuat, kurang porus, dan lebih keras
dibanding gips plaster.
Gips invesment digunakan sebagai material tanam pada
pengecoran logam dengan suhu sekitar 700ºG.

II. TUJUAN PRAKTIKUM


1. Mahasiswa mampu memanipulasi material gips plaster, stone, die
stone dan gipsum bonded investment secara tepat serta dapat
mengukur waktu settingnya
III. ALAT DAN BAHAN
Alat:
- Spatula
- Mangkuk karet
- Gelas ukur
- Stopwatch
- Timbangan analitis
- Ekstensormeter
- Dial indicator

Bahan:
- Gips plaster
- Gips stone
- Gips die stone

IV. CARA KERJA


1. Olesi bagian dalam cetakan pada alat ekstensometer dengan vaselin
secara merata.
2. Siapkan alat uji ekstensiometer, kemudian pasang dial indicator pada
posisi yang tepat dengan jarum menunjuk ke angka nol (pastikan
jarum menunjuk ke arah angka nol sebelum digunakan)
3. Manipulasi masing masing material gips sesuai dengan prosedur (w/p
ratio harus sesuai)
4. Tuang adonan gips ke dalam cetakan (tanpa merubah posisi cetakan
dan jarum dial indicator) cetakan dan jarum, kemudian ratakan
permukaannya memakai spatula.
5. Ukur panjang awal gips cetakan gips pada alat ekstensometer.
Setelah 30 dan 60 menit, amati dan catat terjadinya ekspansi gip pada
petunjuk mikrometer di dial indicator. Ekspansi setting dihitung:

Panjang akhir – panjang awal x 100%


Panjang awal
V. HASIL
Berdasarkan hasil praktikum diatas, diketahui adanya pertambahan
panjang (ekspansi) pada ketiga jenis gips. Adapun hasil praktikum yang
telah dilakukan sebagai berikut:
Jenis Gips Waktu Panjang
Awal 100 mm
Gips investment 30 menit 100.07 mm
60 menit 100.09 mm
Awal 125 mm
Gips stone 30 menit 125.12 mm
60 menit 125.12 mm
Awal 100 mm
Gips die stone 30 menit 100.05 mm
60 menit 100.20 mm

Dapat dilihat pada tabel hasil bahwa ketiga jenis gips mengalami
pertambahan panjang (ekspansi) yang berbeda beda beda. Diketahui gips
investment mengalami ekspansi sampai batas waktu yang yang
ditentukan yaitu 60 menit, begitu juga gips die stone. Namun ekspansi
pada gips stone hanya sampai menit ke- 30, setelah itu tidak mengalami
ekpansi. Hal tersebut mungkin dikarenakan adanya perbedaan w/p ratio.
1. Gips investment:
100.09 – 100 x 100% = 0.09 %
100
2. Gips stone
125.12 – 125 x100% = 0.096 %
125
3. Gips die stone
100.20 – 100 x 100% = 0.02 %
100
VI. PEMBAHASAN
Gipsum merupakan produk samping dari beberapa proses kimia.
Secara kimiawi, gipsum adalah kalsium sulfat dihidrat (CaSO 4· 2H2O)
murni (phillips, 2004)
Berdasarkan standar ISO, dental gipsum dapat diklasifikasikan
menjadi lima tipe, yaitu sebagai berikut:
Type Name
I Dental plaster, impression
II Dental plaster, model
III Dental stone, die, model
IV Dental stone, die, high strength, low expansion
V Dental stone, die, high strength, high expansion
(McCabe and Walls, 2008)

Tabel 1. Sifat dari produk dental gipsum (McCabe and Walls,2008)

Semua produk gipsum melakukan ekspansi eksternal pada saat


setting. Ekspansi plaster biasanya, sebesar 0,2% sampai 0,3%. Ekspansi
stone 0,08% menjadi 0,10%. Ekspansi High-strength stone, pada 0,05%
menjadi 0,07%.(McCabe and Walls, 2008)
Menurut teori Ekspansi massa gipsum dapat dideteksi selama
perubahan dari partikel hemihidrat menjadi partikel dihidrat. Setting
expansion dapat dijelaskan berdasarkan mekanisme kristalisasi. Proses
kristalisasi digambarkan sebagai suatu pertumbuhan kristal – kristal
dihidrat dari nukleus, yang saling berikatan satudengan yang lainnya. Bila
proses ini terjadi pada ribuan kristal – kristal selama pertumbuhan, suatu
tekanan atau dorongan keluar dapat terjadi dan menghasilkan ekspansi
massa keseluruhan. Tumbukan atau gerakan dari kristal – kristal ini
menyebabkan terbentuknya mikroporus. Volume eksternal hasil reaksi
gipsum yang lebih besar daripada volume kristalin sehingga
menyebabkan terbentuknya porus. Oleh karena itu, struktur gipsum yang
telah mengeras terdiri dari kristal – kristalyang saling terkait, di antaranya
adalah mikroporus dan porus yang mengandungair berlebih. Air tersebut
diperlukan ketika pengadukan. Namun, ketika mengering, kelebihan air
tersebut menghilang dan ruangan kosong meningkat (Phillips, 2004)

VII. KESIMPULAN
Setiap jenis gips memiliki ekspan setting yang berbeda- beda,
tergantung dari jenis gips yang digunakan. Selain itu juga w/p ratio
juga dapat mempengaruhi ekspansi setting pada gips. Berdasarkan
hasil praktikum ini didapatkan ekspansi setting terbesar adalah gips die
stone.

VIII. DAFTAR PUSTAKA


Phillips, 2004. Buku Ajar Ilmu Bahan Material Kedokteran Gigi.
Penerbit buku kedokteran: EGC.
McCabe, JF and Walls, AWG 2008, Applied Dental Materials 9th ed.,
Victoria: Blackwell, Inc.

IX. LAMPIRAN

Gambar XI.1 alat dan bahan


Gambar XI.2 langkah- langkah

Gambar XI.3 pembacaan pada dial indicator