Anda di halaman 1dari 460

Katalog BPS : 1403.

5306

KABUPATEN BELU
DALAM ANGKA
BELU REGENCY
IN FIGURES
2009

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BELU


Katalog BPS : 1403.5306

KABUPATEN BELU
DALAM ANGKA
BELU REGENCY
IN FIGURES
2009

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BELU


KABUPATEN BELU DALAM ANGKA 2009
BELU REGENCY IN FIGURES 2009

ISSN.0215.6962
No. publikasi / publication number : 53066.0901
Jumlah halaman / numbers of pages : lxxix+440 halaman / pages

Naskah / manuscript :
Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu
BPS – Statistics of Belu Regency

Diterbitkan oleh / publised by :


Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu
BPS – Statistics of Belu Regency

Boleh dikutip dengan menyebut sumbernya


May be cited with reference to the source

Atambua, September 2009


PETA KABUPATEN BELU
Map of Belu Regency
DAFTAR ISI / CONTENTS

Peta Kabupaten Belu / Map of Belu Regency iii


F o t o / foto iv
Kata Pengantar / Perface v
Sambutan / Foreword vii
Daftar isi / Contents ix

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 1999 Tentang


Penyelenggaraan Statistik xxv

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 1998 tentang


Badan Pusat Statistik xliv

Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1998 tentang Statistik liv

Sejarah Belu / The Brief History of Belu lxix

Penjelasan Umum / Explanatory Notes lxxviii

TABEL / TABLE

Bab / Chapter I Geografi / Geography 1


1.1 Luas Daerah Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area of Belu Regency by District 7
1.2 Luas Kecamatan Malaka Barat Menurut Desa / Area of District Malaka Barat by Village 8
1.3 Luas Kecamatan Rinhat Menurut Desa / Area of District Rinhat by Village 9
1.4 Luas Kecamatan Wewiku Menurut Desa / Area of District Wewikut by Village 10
1.5 Luas Kecamatan Weliman Menurut Desa / Area of District Weliman by Village 11
1.6 Luas Kecamatan Malaka Tengah Menurut Desa/Area of District Malaka Tengah
by Village 12
1.7 Luas Kecamatan Sasita Mean Menurut Desa / Area of District Sasita Mean by Village 13
1.8 Luas Kecamatan Botin Leobele Menurut Desa / Area of District Botin Leobele by Village 14
1.9 Luas Kecamatan Io Kufeu Menurut Desa / Area of District Io Kufeu by Village 15
1.10 Luas Kecamatan Malaka Timur Menurut Desa / Area of District Malaka Timur by Village 16
1.11 Luas Kecamatan Laenmanen Menurut Desa / Area of District Laenmanen by Village 17
1.12 Luas Kecamatan Raimanuk Menurut Desa / Area of District Raimanuk by Village 18
1.13 Luas Kecamatan Kobalima Menurut Desa / Area of District Kobalima by Village 19
1.14 Luas Kecamatan Kobalima Timur Menurut Desa / Area of District Kobalima Timur by Village
20
1.15 Luas Kecamatan Tasifeto Barat Menurut Desa / Area of District Tasifeto Barat by Village 21
1.16 Luas Kecamatan Kakuluk Mesak Menurut Desa/Area of District Kakuluk Mesak
by Village 22
1.17 Luas Kecamatan Nanaet Dubesi Menurut Desa/Area of District Nanaet Dubesi
by Village 23
1.18 Luas Kecamatan Kota Atambua Menurut Desa/Area of District Kota Atambua by Village 24

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 ix


DAFTAR ISI / CONTENTS

1.19 Luas Kecamatan Atambua Barat Menurut Desa/Area of District Atambua Barat by Village 25
1.20 Luas Kecamatan Atambua Selatan Menurut Desa/Area of District Atambua Selatan by Village
26
1.21 Luas Kecamatan Tasifeto Timur Menurut Desa/Area of District Tasifeto Timur by Village 27
1.22 Luas Kecamatan Raihat Menurut Desa / Area of District Raihat by Village 28
1.23 Luas Kecamatan Lasiolat Menurut Desa / Area of District Lasiolat by Village 29
1.24 Luas Kecamatan Lamaknen Menurut Desa / Area of District Lamaknen by Village 30
1.25 Luas Kecamatan Lamaknen Selatan Menurut Desa / Area of District Lamaknen by Village 31
1.26 Banyaknya hari Hujan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Day that rain in
Belu Regency by District 2008 32
1.27 Banyaknya curah hujan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Rainfall in Belu
Regency by District 2008 34
1.28 Nama dan Panjang Sungai Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Name and Length of
Rivers by District in Regency of Belu 36

Bab / Chapter II Pemerintahan / Government 37


2.1 Banyaknya Desa/Kelurahan Menurut Kecamatan / Numbers of Villages by District 2008 41
2.2 Banyaknya Satuan Lingkungan Setempat menurut Kecamatan 2008 42
2.3 Banyaknya Desa/Kelurahan dan Tingkat perkembangan Desa/Kelurahan Menurut Kecamatan /
Numbers of Villages and Supporting level by District 2008 43
2.4 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah, Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Jenis Kelamin dan
Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2008 44
2.5 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah, Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Golongan dan
Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2008 48
2.6 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah, Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Tingkat
Pendidikan dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2008 52
2.7 Banyaknya Pemilih menurut Partisipasi dalam Pemilu 2004 – 2009 56
2.8 Hasil Pemungutan Suara Anggota DPRD kabupaten Belu Dalam Pemilu Lagislatif 2009 57
2.9 Banyaknya Anggota DPRD Kabupaten Belu menurut asal Partai Politik dan Jenis Kelamin dalam
Pemilu Legislatif 2009 58

Bab / Chapter III Penduduk dan Tenaga Kerja


Population and Man Power 59

Penduduk / Population 71
3.1.1 Jumlah Penduduk, Rumah Tangga, Luas Wilayah, dan kepadatan penduduk per Km2 dan per
Rumah Tangga Menurut Kecamatan / Number of Population, Household, Area, and Density
per District 2008 73

x Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


DAFTAR ISI / CONTENTS

3.1.2 Penduduk Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin / Population by District


and Sex 2008 74
3.1.3 Penduduk Menurut Kecamatan dan Kewarganegaraan / Population by District and
Cityzenship 2008 75
3.1.4 Perkembangan jumlah penduduk berdasarkan Sensus Penduduk dirinci menurut Kecamatan
1971, 1980, 1990, 2000 76
3.1.5 Persentase Penduduk Kabupaten Belu Berumur 10 Tahun ke Atas Menurut Status Perkawinan
/ Percentage 10 years old and over in Belu Regency by Marital Status 2008 77
3.1.6 Penduduk Kabupaten Belu Menurut Golongan Umur dan Jenis Kelamin / Population in Belu
Regency by Age Group and Sex 2008 78
3.1.7 Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan dan Golongan Umur / Number of Population by
Districk and Age Group 2008 79
3.1.8 Jumlah Rumah Tangga RTS PPLS 08 Kabupaten Belu dirinci menurut Kecamatan 82

Tingkat kelahiran / fertility rate 83


3.2.1. Perkiraan Angka Kelahiran Total / TFR menurut Kabupaten 1989-2005 85
3.2.2. Persentase Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Umur Perkawinan Pertama
di Kabupaten Belu / Percentage of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by
Age at First Marriage 2008 86
3.2.3. Persentase Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Lahir
Hidup di Kabupaten Belu / Percentage of Women 10 Years Old and Over Who Ever
Married by Numbers of Children Still live 2008 87
3.2.4. Persentase Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Masih
Hidup di Kabupaten Belu / Percentage of Women 10 Years Old and Over Who Ever
Married by Numbers of Children Still live 2008 88

Tingkat kematian / Mortality rate 89


3.3.1. Tingkat Kematian Bayi per 1000 Kelahiran Menurut Kabupaten / Infant Mortality Rate
( IMR) per 1000 birth by Regency 1999, 2002, 2004 91
3.3.2. Tingkat Harapan Hidup Penduduk Berumur Nol Tahun Menurut Kabupaten / The Life
Expectancy At Birth by Regency 2005 - 2007 92
3.3.3. Persentase Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Sudah
Meninggal di Kabupaten Belu 93

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 xi


DAFTAR ISI / CONTENTS

Angkatan kerja / Labour force 95


3.4.1 Penduduk 15 Tahun ke Atas Menurut Jenis Kelamin dan Kegiatannya Seminggu yang Lalu
/ Population 15 Years Old and Over by Sex and Activity During The Previous Week
2008 97
3.4.2 Penduduk 15 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Jenis Kegiatan / Population 15
Years Old and Over by Type of Activity in Belu Regency (Kota/Urban) 2000 98
3.4.3 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut
Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin / Population 15 Years Old and Over Who
Worked During The Previous Week By Main Employmen Status and Sex 2008 99
3.4.4 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut
Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin / Population 15 Years Old and Over Who
Worked During The Previous Week by Main Employmen Status and Sex 2000 100
3.4.5 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut
Jam Kerja Seluruhnya / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The
Previous Week by Total Working Hours 2008 101
3.4.6 Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Lapangan
Usaha Utama dan Jenis Kelamin / Population 15 Years Old and Over Who Worked
During The Previous Week by Main Industry and Sex 2008 102
3.4.7 Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Lapangan
Usaha Utama dan Jenis Kelamin / Population 15 Years Old and Over Who Worked
During The Previous Week by Main Industry and Sex 2000 103
3.4.8 Penduduk 10 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Jenis
Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin / Population 10 Years Old and Over Who Worked
During The Previous Week by Type of Main Occupation and Sex 2008 104
3.4.9 Jumlah Pencari Kerja, Permintaan, dan Penempatan Tenaga Kerja yang Terdaftar Menurut
Jenis Kelamin / Numbers of Registered Job Applicants, Vacancies, and Placement of
Workers by Sex 2008 105
3.4.10 Jumlah Pencari Kerja yang Terdaftar Menurut Tingkat Pendidikan Terakhir yang
Ditamatkan dan Jenis Kelamin / Numbers of Registered Jod Applicants by Educational
Attainment and Sex 2008 106
3.4.11 Perbandingan Rata-rata upah/gaji Bersih Karyawan dengan Kebutuhan Hidup
Minimum (KHM) dan upah Minimum Regional (UMR) Selama sebulan di
Kabupaten Belu 2006-2008 107
3.4.12 Banyaknya Transmigran dirinci per Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of
Transmigrant by district in Belu Regency 2008 108
3.4.13 Banyaknya Penduduk Pelintas Batas di Kabupaten Belu / Numbers of Transitter
in Belu Regency 2008 109

xii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


DAFTAR ISI / CONTENTS

Bab / Chapter IV Konsumsi dan Keadaan Rumah Tangga


Consumption and Household Condition 111

Pengeluaran dan Konsumsi Penduduk


Population Expenditure and Consumption 117
4.1.1 Persentase Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita
Sebulan / Percentage of Household in Belu by Percapita Monthly Expenditure Classes
2003 119
4.1.2 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Pengeluaran untuk Makanan dan Bukan
Makanan Per Kapita Sebulan / Numbers of Household in Belu by Percapita Monthly
Expenditure fot Food and Non-Food 2003 120
4.1.3 Penduduk di Kabupaten Belu Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan /
Population in Belu by Percapita Monthly Expenditure Classes 2008 121
4.1.4 Rata-Rata Konsumsi Bahan Makanan Per kapita Seminggu Menurut Jenis Bahan Makanan
Penting di Nusa Tenggara Timur / Average of Per Capita Food Consumption by Selected
Food in Nusa Tenggara Timur 2005 122
4.1.5 Rata-rata pengeluaran perkapita sebulan untuk makanan dan non makanan menurut
Kabupaten/Kota 2005 123
4.1.6 Rata-rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan untuk kelompok Makanan di Kabupaten Belu /
Averageof per Capita Monthly Expenditure and Food item in Belu Regency 2007 124
4.1.7 Rata-rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan untuk Kelompok bukan Makanan di Kabupaten
Belu / Average per capita Monthly Expenditure and Non Food item in Belu Regency
2007 126
4.1.8 Penduduk menurut golongan pengeluaran sebulan di Kabupaten Belu dan NTT 2008
128
4.1.9 Rata-rata Pengeluaran Riil (Biaya Hidup) menurut kabupaten 2005 – 2007 129

Keadaan Rumah Tangga & Tempat Tinggal


Household Condition & Home Owner 131
4.2.1 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Luas Lantai / Household in Belu regency by
Area of Floor 2008 133
4.2.2 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Atap terluas / Household in Belu regency
by Primary Roof Type 2008 134
4.2.3 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Lantai terluas / Household in Belu
regency by Primary Floor Type 2008 135
4.2.4 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Dinding Terbanyak / Household in Belu
regency by Area of Primary Roof Type 2008 136
4.2.5 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Sumber Penerangan / Household in Belu
regency by Source of Lighting 2008 137

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 xiii


DAFTAR ISI / CONTENTS

4.2.6 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Sumber Air Minum / Household in Belu
regency by Source of Drinking Water 2008 138
4.2.7 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Jamban / Household in Belu regency by
Toilet Facilities 2008 139
4.2.8 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Status Penguasaan Tempat Tinggal Household
in Belu regency by Status of House 2008 140
4.2.9 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Tempat Pembuangan Tinja / Household in
Belu Regency by Faeces Place of Exile 2008 141
4.2.10 Rumah tangga di Kabupaten Belu menurut kualitas bangunan rumah tinggal 2008 142

Bab / Chapter V Sosial / Social Affairs 143

Pendidikan / Education 151


5.1.1 Banyaknya Sekolah, Guru, dan Murid Menurut Tingkat Pendidikan / Numbers of Schools,
Teachers, and Pupils by Education Level 2008 153
5.1.2 Banyaknya Sekolah, Guru, dan Murid Taman Kanak-Kanak Negeri dan Swasta di
Kabupaten Belu Menurut kecamatan / Nimbers of school, teacher, and pupil of public and
private kindgarden by district 2006 154
5.1.3 Banyaknya Sekolah, Guru, dan Murid Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Swasta di
Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of School, Teacher, and Pupil of Public
and Private Primary School in Belu Regency by District 2008 155
5.1.4 Banyaknya Sekolah, Guru, dan Murid Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMTP) Umum
Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of School, Teacher,
and Pupil of Public and Private Junior High School (General) in Belu Regency by District
2008 156
5.1.5 Banyaknya Sekolah, Guru, dan Murid Sekolah Menegah Tingkat Atas (SMTA) Umum
Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of School, Teacher,
and Pupil of Public and Private Senior High School (General) in Belu Regency by
District 2008 157
5.1.6 Banyaknya Sekolah, Guru, dan Murid Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA) Kejuruan
Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of School, Teacher,
and Pupil of Public and Private Senior High School (Vocational) in Belu Regency by
District 2008 158
5.1.7 Banyaknya Sekolah, Guru, dan Murid Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMTP) Terbuka
Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2008 159
5.1.8 Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Status
Pendidikan dan Jenis Kelamin / Percentage 10 Years Old and Over in Belu Regency by
Education Status and Sex 2008 160
5.1.9 Penduduk 7 Tahun keatas yang Masih Sekolah, Tidak/Belum Pernah Sekolah, dan Tidak
Sekolah Lagi Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Belu / Population 7 Years and over
who attending School, Never/Not Yet Attending School by Age Group in Belu Regency
2007 161

xiv Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


DAFTAR ISI / CONTENTS

5.1.10 Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Kemampuan
Membaca dan Menulis per Jenis Kelamin / Percentage 10 Years Old and Over in Belu
Regency by Literacy per Sex 2008 162
5.1.11 Hasil Ujian Nasional SD/MI di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2007/2008 163
5.1.12 Hasil Ujian Nasional SMP/MTs/SMPT di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2007/2008
164
5.1.13 Hasil Ujian Nasional SMA/MA di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2007/2008 165
5.1.14 Hasil Ujian Nasional SMK di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2007/2008 166
5.1.15 Rata-rata lamanya sekolah menurut kabupaten tahun 2005-2007 167

Kesehatan / Health 169


5.2.1 Jumlah Sarana Kesehatan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Health
Service in Belu Regency by District 2008 171
5.2.2 Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut Jenis Tenaga Kesehatan di Kabupaten Belu Menurut
Kecamatan Numbers of Health Personal by Health Personal Type in Belu regency by
District 2008 172
5.2.3 Jumlah Penderita Rawat Jalan Menurut Puskesmas di Kabupaten Belu 2008 175
5.2.4 Sepuluh Penyakit Terbanyak dari Kunjungan Rawat Jalan di 19 Puskesmas di Kabupaten
Belu 2008 176
5.2.5 Sepuluh Penyakit Terbanyak Menurut Jumlah Pasien Rawat Inap Rumah Sakit Umum
Atambua 2008 180
5.2.6 Status Gizi Balita Menurut Kecamatan Menurut Puskesmas di kabupaten Belu Nutritional
Status of Children Under Five Years Old by Communitiy Health Centre in Belu Regency
2008 181
5.2.7 Banyaknya Peserta Aktif Menurut Metode Kontrasepsi yang digunakan per Kecamatan di
Kabupaten Belu / Numbers of Active Acceptor by Contraceptive method used per District
in Belu Regency 2008 182
5.2.8 Banyaknya Klinik, Peserta Keluarga Berencana (KB), dan Pasangan Usia Subur Menurut
Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Health Personal Service by Health Personal
Status and District in Belu Regency 2008 184

Kriminalitas / Crime 185


5.3.1 Jumlah Perkara dan Terdakwa/Tertuduh Dalam Perkara Pidana yang Diterima, Diputuskan
Menurut Bulan / Numbers of Criminal Cases and Defendants Received , Settled by Month
2008 187
5.3.2 Jumlah Terdakwa/Tertuduh Dalam Perkara Pidana yang diselesaikan Menurut Kelompok
Umur dan Jenis Kelamin di Kabupaten Belu / Numbers of Defendants in Criminal Cases
that Setlled by Age Group and Sex in Belu Regency 2008 188
5.3.3 Jumlah Terdakwa/Tertuduh yang diselesaikan Pengadilan Menurut bulan dan Sikap
Terhadap Putusan di Kabupaten Belu / Numbers of Defendants and Settled by Court, by
Month and Sex 2008 189

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 xv


DAFTAR ISI / CONTENTS

5.3.4 Banyaknya Masalah Sosial Menurut Bulan yang terjadi di Kabupaten Belu 2008 190
5.3.5 Banyaknya Masalah Sosial yang terjadi di Kabupaten Belu 2007 - 2008 192

Agama / Religion 193


5.4.1 Jumlah Pemeluk Agama Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Religion
Follower by District in Belu Regency 2008 195
5.4.2 Jumlah Tempat Ibadah di Kabupaten Belu Menurut Golongan Agama per Kecamatan /
Numbers of Mosque/Private Mosque, Church, Temple, and Vikoa in Belu regency by
District 2008 196
5.4.3 Banyaknya Rohaniawan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Spiritualist
in Belu Regency by District 2008 197

Sosial Lainnya / Others Social 199


5.5.1. Penyebaran Infra Struktur Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan /
Infra Structure of Social Affairs in Belu Regency by District 2008 201
5.5.2. Banyaknya Fakir Miskin dan Perumahan Tidak Layak di Kabupaten Belu Menurut
Kecamatan 2008 202
5.5.3. Jumlah Penduduk Lanjut Usia Terlantar dan Anak Yatim Piatu Di Kabupaten Belu Menurut
Kecamatan / Numbers of Over Age and No Parents in Belu regency by District 2008 203
5.5.4 . Banyaknya Penyandang Cacat, Ex Penyakit Kronis, Wanita Rawan Sosial, dan Masyarakat
Terasing di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2008 204
5.5.5. Banyaknya Yayasan yang Mengasuh Anak dengan Sistim Non Panti dan Jumlah Anak
asuh di Kabupaten Belu 2008 205
5.5.6. Bencana Alam Yang Terjadi dan Jumlah Korban Akibat Bencana Alam di Kabupaten Belu
Menurut Kecamayan dan Taksiran Kerugian yang Diderita 2008 206

Bab / Chapter VI Pertanian / Agriculture 209

Tanaman Pangan / Food Crops 219


6.1.1 Luas Panen, Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan /
Area Harvested, Yield Rate and Production of Paddy by District 2008 221
6.1.2 Luas Panen, Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi Sawah di Kabupaten Belu Menurut
Kecamatan / Area Harvested, Yield Rate and Production of Wetland Paddy by District
2008 222
6.1.3 Luas Panen, Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi Ladang di Kabupaten Belu Menurut
Kecamatan / Area Harvested, Yield Rate and Production of Dryland Paddy by District
2008 223

xvi Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


DAFTAR ISI / CONTENTS

6.1.4 Luas Panen, Rata-Rata Hasil dan Produksi Jagung di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan /
Area Harvested, Yield Rate and Production of Maize by District 2008 224
6.1.5 Luas Panen, Rata-Rata Hasil dan Produksi Ubi Kayu di Kabupaten Belu Menurut
Kecamatan / Area Harvested, Yield Rate and Production of Cassava by District 2008 225
6.1.6 Luas Panen, Rata-Rata Hasil dan Produksi Ubi Jalar di Kabupaten Belu Menurut
Kecamatan / Area Harvested, Yield Rate and Production of Sweet Potatoes by
District 2008 226
6.1.7 Luas Panen, Rata-Rata Hasil dan Produksi Kacang Tanah di Kabupaten Belu Menurut
Kecamatan / Area Harvested, Yield Rate and Production of Peanuts by District 2008 227
6.1.8 Luas Panen, Rata-Rata Hasil dan Produksi Kacang Hijau di Kabupaten Belu Menurut
Kecamatan / Area Harvested, Yield Rate and Production of Green Peas
by District 2008 228
6.1.9 Perkembangan Luas Panen Tanaman Pangan di Kabupaten Belu / Area Harvested of Food
Crops in Belu Regency 2003 – 2008 229
6.1.10 Perkembangan Produksi Tanaman Pangan di Kabupaten Belu / Food Production in Belu
Regency 2003 – 2008 230
6.1.11 Perkembangan Produktivitas Tanaman Pangan di Kabupaten Belu / Food Productivity in
Belu Regency 2003 – 2008 231
6.1.12 Produksi Sayur-Sayuran di Kabupaten Belu / Vegetables Production in Belu Regency
2003 - 2008 232
6.1.13 Produksi Buah-Buahan di Kabupaten Belu / Fruits Production in Belu Regency
2003 - 2008 233
6.1.14 Luas Tanah Menurut Penggunaan di Kabupaten Belu / Land Area by Used Type in Belu
Regency 2006 – 2008 234
6.1.15 Banyaknya Rumah Tangga, Rumah Tangga Pertanian, Rumah Tangga Peetanian Pengguna
Lahan dan Rumah Tangga Gurem di Kabupaten Belu Tahun 1993 dan 2003 235
6.1.16 Banyaknya Rumah Tangga Pertanian Pengguna Lahan Menurut Jenis Usaha Pertanian di
Kabupaten Belu Tahun 1993 dan 2003 236

Perkebunan / Estate 237


6.2.1 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kapuk Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Kapok
Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2008 239
6.2.2 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kemiri Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Cande
Nut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2008 240
6.2.3 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kelapa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu /
Coconut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2008 241
6.2.4 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kopi Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Coffee
Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2008 242
6.2.5 Luas Areal dan Produksi Tanaman Jambu Mente Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu /
Chasen Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2008 243
6.2.6 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kakao Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Cocoa
Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2008 244

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 xvii


DAFTAR ISI / CONTENTS

6.2.7 Luas Areal dan Produksi Tanaman Pinang Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Areca
Nut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2008 245
6.2.8 Luas Areal dan Produksi Tanaman Tembakau Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu /
Tobacco Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2008 246

Peternakan / Livestock 247


6.3.1 Banyaknya Ternak Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of
Livestock by Kind and District in Belu Regency 2008 249
6.3.2 Banyaknya Ternak Unggas Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu /
Numbers of Poultry by Kind and District in Belu Regency 2008 250
6.3.3 Banyaknya Ternak Berpenyakit SE Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten
Belu / Numbers of Livestock that SE Virus by Kind and District in Belu Regency 2008 251
6.3.4 Banyaknya Ternak yang Divaksinasi SE, Brucellosis, dan Hog-Cholera Menurut Jenis
Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Livestock that SE, Brucellosis,
and Hog-Cholera Vacination by Kind and District in Belu Regency 2008 252
6.3.5 Banyaknya Pemotongan Hewan yang terjadi di luar Rumah Potong Menurut Kecamatan di
Kabupaten Belu / Numbers of Slaughting that happened out of Slaughter House by District
in Belu Regency 2008 253
6.3.6 Banyaknya Pemotongan Hewan yang terjadi di dalam Rumah Potong Menurut Kecamatan
di Kabupaten Belu / Numbers of Slaughting that happened in Slaughter House by District
in Belu Regency 2008 254
6.3.7 Pengiriman Ternak dan Hasil Ikutannya Menurut Jenis Ternak di Kabupaten Belu /
Livestock Product and Others Product by Kind in Belu Regency 2008 255

Kehutanan / Foresty 257


6.4.1 Rencana Luas Kawasan Hutan Menurut Pola Tata Guna Hutan per Kecamatan di
Kabupaten Belu / Planning Foresty Area by it Function per
District in Belu Regency 2008 259
6.4.2. Produksi Kayu dan Hasil Ikutannya / Production of Wood and Others Product 2006 261
6.4.3. Pengiriman Antar Pulau Hasil Hutan Non Kayu 2008 263
6.4.4. Pengiriman Antar Pulau / ke luar Daerah Hasil Hutan Kayu 2008 264

Perikanan / Fishery 265


6.5.1 Jumlah Rumah Tangga Perikanan Laut di Kabupaten Belu Menurut Kategori Usaha /
Numbers of Marine Fishing Household in Belu Regency by Categories 2008 267
6.5.2 Jumlah Perahu/Kapal Penangkap Ikan di Kabupaten Belu Menurut Jenisnya / Numbers of
Marine Fishing Boat in Belu Regency by Type of Boat 2006 – 2008 268
6.5.3 Jumlah Alat Penangkapan Ikan di Kabupaten belu Menurut Jenisnya / Numbers of Marine
Fishing Gear in Belu Regency by Type of Gear 2006 – 2008 269
6.5.4 Produksi Perikanan di Kabupaten Belu Menurut Sub Sektor / Production of Fishery in Belu
Regency by Fisheries Group 2006 - 2008 270

xviii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


DAFTAR ISI / CONTENTS

6.5.5 Luas dan Produksi Budidaya Perikanan Darat di Kabupaten Belu / In Land Fishery
Production in Belu Regency 2008 271
6.5.6 Produksi Ikan Laut di Kabupaten Belu Menurut Jenis Ikan / Sea Fisheris Production by
Type 2008 272

Bab / Chapter VII Industri & Energi / Industries & Energy 275

Industri / Industries 281


7.1.1 Banyaknya Perusahaan / Usaha Sektor Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri
dan Kecamatan / Numbers of Manufacturing / Etablishment by District 2008 283
7.1.2 Banyaknya Pekerja Sektor Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri dan Kecamatan
/ Numbers of Person Enganged in Manufacturing Sector by Industry Categories and
District 2008 284
7.1.3 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Malaka Barat
Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in
District Malaka Barat by Industry Kinds 2008 285
7.1.4 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Rinhat Menurut
Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Rinhat
by Industry Kinds 2008 286
7.1.5 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Wewiku Menurut
Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District
Wewiku by Industry Kinds 2008 287
7.1.6 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Weliman Menurut
Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District
Weliman by Industry Kinds 2008 288
7.1.7 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Malaka Tengah
Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in
District Malaka Tengah by Industry Kinds 2008 289
7.1.8 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Sasita Mean
Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in
District Sasita Mean by Industry Kinds 2008 290
7.1.9 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Malaka Timur
Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in
District Malaka Timur by Industry Kinds 2008 291
7.1.10 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Laen Manen
Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in
District Laen Manen by Industry Kinds 2008 292
7.1.11 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Raimanuk
Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in
District Raimanuk by Industry Kinds 2008 293

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 xix


DAFTAR ISI / CONTENTS

7.1.12 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Kobalima
Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in
District Kobalima by Industry Kinds 2008 294
7.1.13 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Tasifeto Barat
Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in
District Tasifeto Barat by Industry Kinds 2008 295
7.1.14 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Kakuluk Mesak
Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in
District Kakuluk Mesak by Industry Kinds 2008 296
7.1.15 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Tasifeto Timur
Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in
District Tasifeto Timur by Industry Kinds 2008 297
7.1.16 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Raihat Menurut
Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Raihat
by Industry Kinds 2008 298
7.1.17 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Lasiolat Menurut
Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District
Lasiolat by Industry Kinds 2008 299
7.1.18 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Lamaknen
Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in
District Lamaknen by Industry Kinds 2008 300
7.1.19 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Lamaknen Selatan
Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in
District Lamaknen Selatan by Industry Kinds 2008 301
7.1.20 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Kota Atambua
Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in
District Kota Atambua by Industry Kinds 2008 302

Listrik / Electricity 305


7.2.1 Banyaknya Pelanggan, Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN di Kabupaten Belu
menurut PLTD/Sub ranting / Numbers of Costumers, Value of Power and Cunsumption
PLN Eiectric by PLTD/sub ranting 307
7.2.2 Perkembangan jumlah pelanggan dan pemakaian listrik PLN di Kabupaten Belu menurut
PLTD/sub ranting 2006-2008 308
7.2.3 Banyaknya Pelanggan, Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN di Kabupaten Belu
Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers, Value of Power and Cunsumption PLN
Electric by Clasaification 2008 309

xx Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


DAFTAR ISI / CONTENTS

Air Minum / Water Supply 311


7.3.1 Banyaknya Pelanggan dan Nilai Air Minum yang disalurkan Menurut Jenis Pelanggan /
Numbers of Costumers Water Supply by Costumer Type 2008 313

Pertambangan & Konstruksi / Mining & Construction 315


7.4.1 Banyaknya Perusahaan Jasa Konstruksi menurut Kecamatan dan Kualifikasinya di
Kabupaten Belu 2008 317
7.4.2 Banyaknya Perusahaan Jasa Konstruksi menurut Bentuk Badan Hukun dan Kecamatan
Kabupaten Belu 2008 318
7.4.3 Penggunaan bahan galian Golongan C menurut jenis dan kecamatan di Kabupaten Belu
2008 319
7.4.4 Realisasi penerimaan pajak penggalian, pemanfaatan bahan galian Golongan C menurut
kecamatan di Kabupaten Belu 2008 322
7.4.5 Realisasi penerimaan pajak air bawah tanah menurut kecamatan di Kabupaten Belu 2008
323

Bab / Chapter VIII Perdagangan & Hotel / Trade & Hotels 325

Perdagangan / Trade 331


8.1.1 Banyaknya Perusahaan/Usaha Sektor Perdagangan Menurut Jenis Usaha dan Kecamatan /
Numbers of Etablishment by Trade Scale and District 2008 333
8.1.2 Banyaknya Perusahaan/Usaha dan Tenaga Kerja Menurut Kategori Lapangan Usaha di
Kabupaten Belu 2008 334
8.1.3 Banyaknya Perusahaan/Usaha dan Tenaga Kerja Menurut Skala Usaha di Kabupaten Belu
2008 335
8.1.4 Volume Antar daerah ke luar Beberapa Komoditi di Kabupaten Belu 2008 336
8.1.5 Pengadaan Barang di Kabupaten Belu Menurut Jenis dan Bulan 2008 338
8.1.6 Banyaknya komoditi Beras yang disalurkan menurut kelompok penggunaan dan
bulan penyaluran di Kabupaten Belu 340

Perhotelan / Hotels 341


8.2.1 Banyaknya Akomodosi Hotel/Losmen, Jumlah Kamar, dan Tempat Tidur Menurut
Kecamatan / Numbers of Hotel/Lodgings, Rooms, and Beds by District 2007 – 2008 343
8.2.2 Banyaknya Tamu Menurut Kewarganegaraan dan Rata-Rata Tingkat Penghunian Kamar /
Numbers of Guest by Citizen and Average Occupancy Rate of Hotel 2008 344

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 xxi


DAFTAR ISI / CONTENTS

Bab / Chapter IX Transportasi & Komunikasi


Transportation & Communications 345

Perhubungan Darat / Land Communications 353


9.1.1 Banyaknya Kendaraan Bermotor di Kabupaten Belu Menurut Jenis Kendaraan / Numbers
of Motor Vehicles in Belu regency by Type of Motor Vehicles 2007 - 2008 355
9.1.2 Banyaknya Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Belu / Numbers of
Delinquency and Traffic Accident in Belu regency 2007 - 2008 356
9.1.3 Banyaknya SIM, STNK, dan BPKB, yang dikeluarkan Resort Kepolisian Kabupaten Belu /
Numbers of Driving and Vehicles License Issued by Type 2007 – 2008 357
9.1.4 Banyaknya Mobil, Bus Menutur Trayek di Kabupaten Belu 2007 - 2008 358
9.1.5 Banyaknya Mobil Barang di Kabupaten Belu Menurut Jenis dan Sifat 2008 359
9.1.6 Panjang Jalan Menurut Status Jalan di Kabupaten Belu / Length of Road by Road Status in
Belu Regency 2008 360
9.1.7 Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan Jalan di Kabupaten Belu / Length of Road by
Type of Surface in Belu Regency 2008 361
9.1.8 Panjang Jalan Menurut Kondisi Jalan di Kabupaten Belu / Length of Road by Condition in
Belu Regency 2008 362
9.1.9 Panjang Jalan Menurut Kelas Jalan di Kabupaten Belu / Length of Road by Class Road in
Belu Regency 2008 363

Perhubungan Udara / Air Communication 365


9.2.1 Jumlah Pesawat dan Penumpang Datang dan Berangkat di Pelabuhan Udara Haliwen
Menurut Bulan / Numbers of Aircraft and Passengers Arrival and Departures Via Haliwen
Air Port by Month 2008 367
9.2.2 Banyaknya Bongkar Muat Barang, Bagasi, dan Pos Paket Lewat Pelabuhan Udara Haliwen
Menurut Bulan / Volume of Cargo Loaded / Unloaded Via Haliwen Air Port by
Month 2008 368

Perhubungan Laut / Sea Communication 369


9.3.1 Banyaknya Kunjungan Kapal dan Arus Penumpang di Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan
/ Numbers of Ship Visit and Passenger via Atapupu Port by Month 2008 371
9.3.2 Banyaknya Bongkar Barang, BBM, dan Hewan Lewat Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan /
Volume of Cargo Loaded Via Atapupu Port by Month 2008 372
9.3.3 Banyaknya Muat Barang, BBM, dan Hewan Lewat Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan /
Volume of Cargo unLoaded Via Atapupu Port by Month 2008 373

xxii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


DAFTAR ISI / CONTENTS

Pos & Telekomunikasi / Post & Telecommunications 375


9.4.1 Banyaknya Surat Yang dikirim lewat Kantor PT. Pos di Kabupaten Belu Menurut
Triwulanan dan Jenis Surat / Numbers of Postal Mailed by Triple-Month and
Type 2008 377
9.4.2 Banyaknya Uang Yang diweselkan lewat Kantor PT. Pos di Kabupaten Belu Menurut
Triwulanan 2006 – 2008 378
9.4.3 Banyaknya Barang yang Dipaketkan lewat Kantor PT. Pos di Kabupaten Belu Menurut
Triwulanan 2006 – 2008 379
9.4.4 Jumlah Sambungan Telepon Yang Disambung Menurut Jenis Pelanggan per
Triwulan 2008 380

Bab / Chapter X Keuangan & Harga-Harga


Financial & Prices 381

Keuangan Pemerintah Daerah


Finance of The Regional Government 387
10.1.1 Realisasi Penerimaan Rutin Daerah Belu Tahun Anggaran / Actual Second Stage
Autonomus Regional Receipts of Belu Fiscal Year 2007-2008 389
10.1.2 Realisasi Pengeluaran Rutin Belu Tahun Anggaran / Actual Second Stage Autonomous
Regional Expenditure of Belu Fiscal Year 2007-2008 390
10.1.3 Jumlah Wajib Pajak , Target dan Realisasi Penerimaan Pajak Menurut Kecamatan di
Kabupaten Belu 2008 391

Koperasi / Cooperative 393


10.2.1 Banyaknya Anggota dan Simpanan Menurut Jenis Koperasi / Numbers of Members and
Saving Deposits by Kind of Cooperative 2008 395
10.2.2 Banyaknya Anggota, Simpanan di Koperasi Unit Desa Menurut Kecamatan di Kabupaten
Belu / Numbers of Members and Saving Deposits in Village Unit Cooperative by District
in Belu Regency 2008 396

Harga-Harga / Prices 397


10.3.1. Rata-Rata Indeks Harga Sembilan Bahan Pokok di Kota Atambua / Average of Indeks Price
of 9 Essential Commodities in Kota Atambua 2003 - 2008 399
10.3.2. Rata-Rata Bulanan Harga Eceran Sembilan Bahan Pokok dan barang strategis lainnya di
Pasar Atambua / Average retail Price of 9 Essential Commodities and others stratigies
commodities 2008 400

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 xxiii


DAFTAR ISI / CONTENTS

10.3.3. Rata-Rata Indeks Harga Sembilan Bahan Pokok di Kota Atambua / Average Indeks Price of
9 Essential Commodities in Kota Atambua 2008 402
10.3.4. Inflasi Atambua Menurut Bulan dan Kelompok Kebutuhan / Inflation Rate in Atambua by
Month and Group 2008 404
10.3.5. Laju Inflasi Kota Atambua / Inflation Rate in Kota Atambua 2003 - 2008 406
10.3.6. Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang digadai menurut jenis dan bulan di
Kabupaten Belu (Cabang Pasar Baru) 2008 407
10.3.7. Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang digadai menurut jenis dan bulan di
Kabupaten Belu (Cabang Atambua) 2007 408
10.3.8. Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang digadai menurut jenis dan bulan di
Kabupaten Belu (Cabang Betun) 2007 409

Bab / Chapter XI Pendapatan Regional / Regional Income 411


11.1 Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan
Usaha / Gross Regional Product of Belu Regency by Industrial Origin at Current Market
Prices 2005 - 2006 419
11.2. Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut
Lapangan Usaha / Gross Regional Product of Belu Regency by Industrial Origin at Constan
2000 Market Prices 2005 - 2006 421
11.3. Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Kabupaten Atas Dasar Harga Berlaku
Menurut Lapangan Usaha / Percentage Distribution of Gross Domestic Product by
Industrial Origin at Current Market Prices 2005 - 2006 423
11.4. Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Kabupaten Atas Dasar Harga Konstan 2000
Menurut Lapangan Usaha / Percentage Distribution of Gross Domestic Product by
Industrial Origin at Constant 2000 Market Prices 2005 – 2006 425
11.5. Indeks Berantai Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga
Berlaku Menurut Lapangan Usaha 2005 –2006 427
11.6. Indeks Berantai Produk Domestik Bruto Kabupaten Atas Dasar Harga Konstan 2000
Menurut Lapangan Usaha 2005 – 2006 429
11.7. Indeks Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku
Menurut Lapangan Usaha / Development Indeks of Gross Domestic Product by Industrial
Origin at Current Market Prices 2005 – 2006 431
11.8. Indeks Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku
Menurut Lapangan Usaha / Development Indeks of Gross Domestic Product by Industrial
Origin at Current Market Prices 2005 - 2006 433
11.9. Indeks Implisit Produk Domestik Bruto Kabupaten Atas Dasar Harga Konstan 2000
Menurut Lapangan Usaha / Implisit Indeks of Gross Domestic Product by Industrial Origin
at Constant 2000 Market Prices 2005 - 2006 435
11.10. Pertumbuhan Ekonomi Menurut Sektor Kabupaten Belu / Regional Economic Growth by
Sector and Sub Sector 2005 –2006 437

xxiv Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


DAFTAR ISI / CONTENTS

11.11. Rata-rata Pendapatan Perkapita Penduduk Kabupaten Belu atas Dasar Harga Berlaku /
Population Average per Capita Income at Current Market Prices of Belu Regency 2000 –
2006 438
11.12. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menurut Kabupaten Human Development Index by
Regency 2005-2007 441
11.13. Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) menurut Kabupaten Construction Costlines Index by
Regency 2005 -2007 440

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 xxv


PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 51 TAHUN 1999

TENTANG

PENYELENGGARAAN STATISTIK

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa dalam upaya memenuhi atas kepaduan, keakuratan, dan


kemutahiran data dalam kegiatan statistik perlu diatur mekanisme
penyelenggaraan statistik baik statistik dasar, sektoral, maupun khusus
menuju terwujudnya sistem Statistik Nasional yang andal, efektif, dan
efesien;
b. bahwa dalam rangka perencanaan pembangunan nasional pada
khususnya, dalam pembangunan sistem rujukan informasi statistik
nasional pada umumnya, penyelenggaran kegiatan statistik perlu
didukung upaya-upaya koordinasi dan kerjasama serta upaya
pembinaan terhadap seluruh komponen masyarakat statistik;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana tersebut pada huruf a
dan b, serta dalam rangka penjabaran lebih lanjut Undang-Undang
Nomor 16 tahun 1997 tentang statistik, dipandang perlu menetapkan
Peraturan Tentang Penyelenggaraan Statistik;

Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945


2. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik (Lembaran
Negara Tahun 1997 Nomor 39. Tambahan Lembaran Negara Nomor
3686);

MEMUTUSKAN

Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENYELENGGARAAN


STATISTIK.
BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan :


1. Sensus Penduduk adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui
pencacahan seluruh penduduk yang bertempat tinggal atau berada di wilayah
Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik penduduk pada saat tertentu.
2. Sensus Pertanian adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan
seluruh petani, rumah tangga pertanian, dan perusahaan pertanian di wilayah
Republik Indonesia untuk memperoleh kateristik pertanian pada saat tertentu.
3. Sensus ekonomi adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan
seluruh usaha dan atau perusahaan non pertanian di wilayah Republik Indonesia
untuk memperoleh karakteristik usaha dan perusahaan pada saat tertentu.
4. Survei adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan sampel
dari suatu populasi untuk memperkirakan karakteristik obyek pada saat tertentu.
5. Survei antar sensus adalah survei yang dilakukan diantara 2 (dua) sensus sejenis.
6. BPS adalah singkatan dari Badan Pusat Statistik sebagaimana dimaksud dalam
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
7. Instansi Pemerintah adalah Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen
Daerah, dan lembaga-lembaga lainnya di luar BPS.

BAB II
STATISTIK DASAR, SEKTORAL, DAN KHUSUS

Bagian Pertama
Statistik Dasar

Paragraf 1
Penyelenggaraan

Pasal 2

(1) Pemerintah berkewajiban menyediakan statistik dasar.


(2) Statistik dasar diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
(3) Dalam menyelenggarakan statistik dasar, BPS memperoleh data melalui sensus,
survei, kompilasi produk administrasi, dan cara lain sesuai dengan perkembangan
ilmu pengetahun dan teknologi.

xxvi
Pasal 3
(1) Sensus terdiri dari :
a. Sensus Penduduk;
b. Sensus Pertanian;
c. Sensus Ekonomi;
(2) Waktu penyelenggaraan sensus, dilaksanakan pada :
a. tahun berakhiran angka 0 (nol) bagi sensus penduduk;
b. tahun berakhiran angka 3 (tiga) bagi sensus pertanian;
c. tahun berakhiran angka 6 (enam) bagi sensus ekonomi.

Pasal 4

(1) Pencatatan dalam sensus penduduk dilaksanakan untuk mengumpulkan karakteristik


pokok dan rinci terhadap seluruh penduduk
(2) Karakteristik pokok dan rinci sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) mencakup
karakteristik tentang penduduk, perumahan dan lingkungannnya, dan karakteristik
lain yang termasuk dalam lingkup statistik dasar bidang kependudukan.

Pasal 5

(1) Pencatatan dalam sensus pertanian dilaksanakan untuk mengumpulkan karakteristik


pokok dan rinci terhadap seluruh petani, perusahaan pertanian, dan pengukuran
obyek pertanian.
(2) Karakteristik pokok dan rinci sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) mencakup
karakteristik petani, tanah, tanaman, kegiatan usaha di bidang pertanian,serta
karakteristik lain yang termasuk dalam lingkup statistik dasar bidang pertanian.

Pasal 6

(1) Pencatatan dalam sensus ekonomi dilaksanakan untuk mengumpulkan karakteristik


pokok dan rinci terhadap seluruh perusahaan dan kegiatan usaha di bidang
ekonomi.
(2) Karakteristik pokok dan rinci sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) mencakup
kegiatan usaha, penyerapan tenaga kerja, produksi, pemakai bahan baku, serta
karakteristik lain yang termasuk dalam lingkup statistik dasar bidang ekonomi.

Pasal 7

(1) Dalam penyelenggaran sensus Kepala BPS menetapkan wilayah pencacahan.

xxvii
(2) Wilayah pencacahan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat merupakan
bagian, seluruh, atau gabungan desa dan atau kelurahan.

Pasal 8

(1) BPS wajib mengumumkan rencana penyelenggaran sensus kepada masyarakat


sebelum sensus dilaksanakan.
(2) Setiap penyelenggaran sensus didahului dengan uji coba sensus.

Pasal 9

(1) Selain sensus, BPS juga menyelenggarakn survei dan kompilasi produk administrasi
untuk penyediaan statistik dasar.
(2) Survei dan kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
dilaksanakan secara berkala atau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan.
(3) Survei juga dilakukan diantara 2 (dua) sensus sejenis.
(4) Survei sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) adalah survei antar sensus.

Pasal 10

(1) Wilayah pencacahan survei ststistik dasar ditetapkan oleh Kepala BPS.
(2) Pelaksanaan survei statistik dasar di lapangan dilakukan oleh petugas survei yang
ditetapkan oleh BPS.

Pasal 11

Kompilasi produk administrasi statistik dasar dilaksanakan dengan memanfaatkan


berbagai dokumen produk administrasi.

Pasal (12)

(1) BPS berhak memperoleh produk administrasi dari instansi pemerintah dan
masyarakat.
(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan tetap
memperhatikan hak atas kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang
dilindungi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

xxviii
Pasal (13)

(1) Dalam penyelenggaran statistik dasar, BPS mendapatkan dukungan pelaksanaan


operasional dari Menteri, Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen,
Gubernur, Bupati, Walikota, Camat, Kepala Desa dan Kepala Kelurahan sesuai
lingkup tugas dan wewenangnya.
(2) Dukungan pelaksanaan operasional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi
dukungan pengadaan petugas, penyediaan data, serta sarana dan kompilasi produk
administrasi yang dilakukan oleh BPS.

Paragraf2
Petugas dan Responden

Pasal 14

(1) Pencacahan di lapangan dalam pelaksanaan sensus dilakukan oleh petugas sensu
yang diangkat secara sah oleh kepala BPS.
(2) Petugas sensus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bertugas melakukan
pencacahan, pengawasan, dan pemeriksaan.
(3) Pertugas sensus dapat berasal dari pegawai BPS dan atau direkrut dari pegawai
instansi pemerintah lainnya atau anggota masyarakat.
(4) Ketentuan tentang pengangkatan, pemberhentian dan pelatihan petugas sensus diatur
lebih lanjut oleh kepala BPS.

Pasal 15

Dalam melaksanakan tugasnya, setiap petugas sensus berhak memasuki wilayah kerja
yang telah ditetapkan untuk memperoleh keterangan yang diperlukan.

Pasal 16

Dalam melaksanakan tugasnya, setiap petugas sensus wajib :


a. memperlihatkan surat tugas atau tanda pengenal petugas sensus.
b. Memperhatikan nilai-nilai agama, adat istiadat, tata krama, dan ketertiban umum;
c. Menyampaikan hasil pelaksanaan sensus sebagaimana adanya.

Pasal 17

Setiap petugas sensus wajib memegang teguh rahasia atas keterangan yang diberikan
responden dan yang diperoleh dari obyek kegiatan sensus.

xxix
Pasal 18

(1) Petugas sensus yang merupakan tenaga lepas dan bukan pegawai negeri yang
mendapat kecelakaan dan mengakibatkan cacat atau meninggal dunia dalam
menjalankan tugasnya, mendapat jaminan asuransi.
(2) Biaya pembayaran premi untuk jaminan asuransi sebagaimana dimaksud dalam ayat
(1) merupakan bagian tidak terpisahkan dari anggaran penyelenggaraan sensus.
(3) Besarnya jaminan asuransi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan oleh
kepala BPS setelah mendapat persetujuan Menteri Keuangan.

Pasal 19

(1) setiap responden sensus wajib :


a. menerima petugas sensus;
b. memberi izin petugas sensus memasuki halaman atau pelataran, tanah atau
tempat usaha, serta masuk ke dalam bangunan yang berada di wilayah kerja
petugas sensus;
c. memberi izin petugas memasang, memeriksa, atau memperbaharui tanda nomor
bangunan atau stiker sensus baik bangunan tempat tinggal maupun bukan tempat
tinggal.
d. Memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan petugas sensus mengenai
diri sendiri, anggota keluarga, orang lain yang berkaitan, dan atau kegiatannya
secara lengkap dan benar.
e. Memperlihatkan catatan tertulis, buku-buku dan naskah-naskah yang diperlukan
oleh petugas sensus.
(2) Pimpinan lembaga atau orang lain yang ditunjuk dari lembaga yang telah ditetapkan
sebagai responden berkewajiban memberikan keterangan kepada petugas sensus
mengenai segala kegiatan lembaga sesuai dengan daftar isian dan atau
memperlihatkan catatan tertulis, buku-buku dan naskah-naskah.
(3) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak menghilangkan
hak atas kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
(4) Setiap responden berhak menolak petugas sensus yang tidak dapat memenuhi
ketentuan pasal 16 huruf a dan b.

Pasal 20

(1) Ketentuan yang berlaku bagi petugas sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 14,
pasal 15, pasal 16, pasal 17, dan pasal 18 berlaku bagi petugas statistik survei
statistik dasar.
(2) Ketentuan tentang kewajiban responden sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal
19 berlaku juga bagi responden survei statistik dasar.

xxx
Paragraf 3
Pengolahan Hasil

Pasal 21

(1) BPS bertanggung jawab melakukan pengolahan hasil sensus, survei, dan kompilasi
produk administrasi untuk menyediakan statistik dasar yang lengkap, akurat, dan
mutakhir untuk kebutuhan sampai pada lingkupsatuan pemerintahan terkecil.
(2) Sajian statistik dasar hanya disampaikan dalam bentuk data agregat dan bukan data
individu.
Pasal 22

(1) Perwakilan BPS di Daerah berwenang melakukan pengolahan hasil sensus, survei,
dan kompilasi produk administrasi untuk kebutuhan statistik dasar bagi lingkup
daerah yang bersangkutan.
(2) Perwakilan BPS di Daerah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut
oleh Kepala BPS.

Bagian Kedua
Statistik Sektoral

Paragraf 1
Penyelenggaraan

Pasal 23

(1) Instansi pemerinatah menyelenggarakan statistik sektoral sesuai tugas pokok dan
fungsinya.
(2) Penyelenggaraan statistik sektoral dapat dilakukan secara mandiri atau bersama-sama
dengan BPS.
(3) Statistik sektoral yang jangkauan populasinya berskala nasional dan hanya dapat
dilakukan degan cara sensus, wajib dilakukan bersama-sama BPS.

Pasal 24

(1) Dalam penyelenggaran statistik sektoral, instansi pemerintah memperoleh data


melalui survei, kompilasi produk administrasi, dan cara lain sesuai dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
(2) Survei dan kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
dilaksanakan secara berkala atau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan.
(3) Wilayah survei statistik sektoral meliputi sebagian atau seluruh wilayah republik
Indonesia

xxxi
Pasal 25

(1) Instansi pemerintah menyelenggarakan survei dan kompilasi produk administrasi


untuk penyediaan statistik sektoral guna mendukung pelaksanaan tugas pokok
instansi yang bersangkutan.
(2) Instansi pemerintah juga dapat menyelenggarakan survei dan kompilasi produk
untuk kebutuhan intern instansi yang bersangkutan.

Pasal 26

(1) Hasil survei statistik sektoral sebagaimana dimaksud pada pasal 25 ayat (1) juga
ditujukan untuk mendukung penyediaan informasi bagi kepentingan perencanaan
pembangunan nasional dan dalam rangka pembangunan Sistem Statistik Nasional.
(2) Penyelenggaraan survei statistik sektoral wajib :
a. memberitahukan rencana penyelenggaraan survei kepada BPS;
b. mengikuti rekomendasi yang diberikan BPS;
c. menyerahkan hasil penyelenggaraan survei yang dilakukan kepada BPS.
(3) Rencana penyelenggaraan survei sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf (a)
memuat : nama instansi, judul, tujuan survei, jenis data yang akan dikumpulkan,
wilayah kegiatan statistik, metode statistik yang akan dipergunakan, obyek populasi
dan jumlah responden, dan waktu pelaksanaan.
(4) Tata cara memberitahukan rencana penyelenggaraan survei sebagaimana dimaksud
ayat (3), diatur dengan Keputusan Kepala BPS.

Pasal 27

Kompilasi produk administrasi statistik sektoral dilaksanakan dengan memanfaatkan


berbagai dokumen produk administrasi.

Pasal 28

(1) penyelenggara statistik sektoral berhak memperoleh produk administrasi dari instansi
pemerintah atau masyarakat.
(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan tetap
memperhatikan hak atas kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang
dilindungi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Paragraf 2
Petugas dan Responden

xxxii
Pasal 29

(1) Pelaksanaan pencacahan survei statistik sektoral dilakukan oleh petugas survei yang
telah ditetapkan instansi penyelenggara.
(2) Ketentuan yang berlaku mengenai petugas sensus sebagaimana dimaksud dalam
pasal 16 dan 17 berlaku juga untuk petugas survei statistik sektoral.

Pasal 30

(1) Penyelenggara survei statistik sektoral menetapkan responden atau obyek penelitian
sebelum survei dilakukan.
(2) Setiap orang yang telah bersedia menjadi responden tunduk pada ketentuan
sebagaiman dimaksud dalam pasal 19.

Paragraf 3
Pengolahan Hasil

Pasal 31

(1) Instansi pemerintah yang menyelenggarakan statistik sektoral berwenang melakukan


pengolahan hasil statistik sektoral yang diselenggarakannnya.
(2) Pengolahan hasil statistik sektoral sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat
dilakukan oleh instansi pemerintah bersama-sama dengan pihak lain.

Pasal 32

Ketentuan tentang penyajian statistik dasar sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 ayat (2)
berlaku juga bagi penyelenggara statistik sektoral.

Bagian Ketiga
Statistik Khusus

Paragraf 1
Penyelenggaraan

Pasal 33

(1) Lembaga, organisasi, perorangan, dan atau unsur masyarakat lainnya dapat
menyelenggarakan statistik khusus.
(2) Penyelenggaraan statistik khusus dilakukan secara mandiri atau bersama-sama
dengan pihak lain.

xxxiii
Pasal 34

(1) Penyelenggaraan kegiatan statistik khusus memperoleh data melalui kompilasi


produk administrasi, dan cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi.
(2) Survei dan kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
dilaksanakan secara berkala atau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan.
(3) Wilayah survei statistik khusus meliputi sebagian atau seluruh wilayah Republik
Indonesia.

Pasal 35

(1) Survei statistik khusus meliputi :


a. survei yang hasilnya untuk dipublikasikan;
b. survei untuk kebutuhan intern.
(2) Hasil survei statistik khusus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) turut mendukung
pengembangan Sistem Statistik Nasional.

Pasal 36

(1) Penyelenggaraan survei statistik khusus wajib memberikan sinopsis hasil survei yang
diselenggarakannya kepada BPS.
(2) Sinopsis hasil survei yang wajib diberitahukan, meliputi survei yang memenuhi
kriteria :
a. hasilnya dipublikasikan;
b. menggunakan metode statistik;
c. merupakan data primer;
(3) Kewajiban memberitahukan sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak
berlaku bagi survei yang digunakan untuk keperluan intern.
(4) Sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) memuat judul, wilayah kegiatan
survei, obyek populasi, jumlah responden, waktu pelaksanaan, metode statistik,
nama dan alamat penyelenggara, dan abstraksi.
(5) Batas waktu dan tata cara penyampaian sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat
(1) diatur lebih lanjut oleh Kepala BPS.

xxxiv
Pasal 37

(1) Kewajiban memberitahukan sinopsis dibebankan kepada pihak yang mempunyai hak
untuk menyebarluaskan hasil kegiatan statistik.
(2) Pemberitahuan sinopsis dapat dikuasakan kepada penyelenggara kegiatan statistik di
dalam negeri apabila pihak yang memiliki hak berada di luar negeri.
(3) Penyampaian pemberitahuan sinopsis dapat dilakukan melalui pos, jaringan
komunikasi, dan atau cara penyampaian lainnya yang dianggap mudah bagi
penyelenggara kegiatan statistik.

Pasal 38

(1) kompilasi produk administrasi statistik khusus dilaksanakan dengan memanfaatkan


berbagai dokumen produk administrasi.
(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan tetap
memperhatikan hak atas kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang
dilindungi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Paragraf 2
Petugas dan Responden

Pasal 39

(1) Pelaksanaan pencacahan survei statistik khusus dilakukan oleh petugas survei yang
telah ditetapkan oleh penyelenggara.
(2) Ketentuan yang berlaku mengenai petugas sensus sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 16 dan 17 berlaku juga untuk petugas survei statistik khusus.

Pasal 40

Penyelenggaraan survei statistik khusus menetapkan responden atau obyek penelitian


sebelum survei dilakukan.

Paragraf 3
Pengolahan Hasil

xxxv
Pasal 41

(1) Penyelenggara statistik khusus berwenang melakukan pengolahan hasil survei dan
kompilasi produk administrasi yang diselenggarakannnya.
(2) Pengolahan hasil statistik sektoral sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat
dilaksanakan secara mandiri atau bersama-sama dengan pihak lain.

BAB III
PENGUMUMAN, PENYEBARLUASAN, PEMANFAATAN, DAN PEMASYARAKATAN
HASIL STATISTIK

Pasal 42

(1) Pengumuman dan penyebarluasan hasil kegiatan statistik dilaksanakan oleh


penyelenggara.
(2) Dalam hal penyelenggaraan kegiatan statistik dilaksanakan secara bekerja sama,
maka yang berwenang mengumumkan dan menyebarluaskan hasil kegiatan adalah
kesepakatan masing-masing pihak.

Pasal 43

(1) BPS berwenang mengumumkan dan menyebarluaskan hasil statistik dasar yang
diselenggarakannnya kepada masyarakat, instansi pemerintah Pusat dan atau Daerah.
(2) Hasil statistik dasar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi sensus, hasil
survei, dan hasil kompilasi produk administrasi.
Pasal 44

(1) Pengumuman hasil statistik yang diselenggarakn olehh BPS dimuat dalam berita
Resmi Statistik atau media lainnya.
(2) Berita Resmi Statistik merupakan salah satu media penyebarluasan hasil statistik.
(3) Pelaksanaan teknis pengumuman dan penyebarluasan hasil statistik sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1) dan (2) ditetapkan oleh kepala BPS.

Pasal 45

(1) Hasil kegiatan statistik yang diselenggarakan oleh BPS, pemanfaatannya terbuka
untuk umum.
(2) BPS mememberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk memperoleh
hasil statistik yang diselenggarakannnya.
(3) Masyarakat berhak memperoleh manfaat dari hasil statistik yang diselenggarakan
oleh BPS.

Pasal 46

xxxvi
(1) Penyelenggaraan statistik sektoral dan statistik khusus yang hasilnya untuk
dipublikasikan, pemanfaatannya terbuka untuk umum.
(2) Penyelenggara kegiatan statistik sektoral dan khusus memberikan kesempatan yang
sama kepada masyarakat untuk memperoleh hasil statistik.
(3) Kegiatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan dengan
tetap memperhatikan hak kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang
dilindungi oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 47

(1) Pemasyrakatan statistik dilakukan dalam rangka memberikan kesadaran responden,


penyelenggara, dan pengguna statistik akan arti dan pentingnya statistik.
(2) Pemasyarakatan statistik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan BPS
bekerja sama dengan instansi pemerintah dan masyarakat.
(3) Pemasyarakatan statistik dilakukan dengan menyebarluaskan hasil kegiatan statistik
sesuai dengan kebutuhan pengguna statistik.
(4) Pemasyarakatan statistik dilakukan secara berkala dan atau sewaktu-waktu melalui
berbagai media informasi, seminar, atau dialog.

BAB IV
KOORDINASI DAN KERJASAMA

Bagian Pertama
Umum

Pasal 48

Koordinasi dan kerjasama penyelenggaraan statistik meliputi hal-hal yang berkaitan


dengan :
a. Pelaksanaan kegiatan statistik;
b. Pembakuan konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuran-ukuran.

Pasal 49

Koordinasi dan kerjasama penyelenggaraan statistik antara BPS, instansi pemerintah, dan
masyarakat dilaksanakan atas dasar prinsip kemitraan dengan tetap mengantisipasi serta
menerapkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Bagian Kedua
Pelaksanaan Kegiatan Statistik

xxxvii
Pasal 50

(1) Koordinasi dan atau kerjasama penyelenggaraan statistik dilakukan dalam rangka
membangun suatu rujukan informasi statistik nasional.
(2) Koordinasi dan atau kerjasama pelaksanaan kegiatan statistik mencakup
perencanaan, pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan atau analisis statistik.

Pasal 51

(1) Dalam hal kerjasama pelaksanaan kegiatan statistik sektoral antara pemerintah
dengan lembaga swasta, instansi pemerintah bertindak sebagai penyelenggara utama.
(2) Dalam hal koordinasi dan atau kerjasama dilakukan dengan pihak luar negeri maka
pihak Indonesi harus bertindak sebagai penyelenggara utama.

Pasal 52

Koordinasi dan atau kerjasama pelaksanaan kegiatan statistik antara instansi pemerintah
dan BPS dapat dilakukan dalam hal :
a. pelaksanaan kegiatan statistik sektoral yang jangkauan populasinya berskala nasional
dan hanya dapat dilakukan dengan cara sensus.
b. Pelaksanaan kegiatan statistik sektoral yang dapat dilakukan sendiri oleh instansi
pemerintah.

Pasal 53

(1) Penyelenggaraan statistik sektoral sebagaimana dimaksud dalam pasal 52 huruf a


wajib dilaksanakan bersama-sama oleh BPS dan instansi pemerintah yang
bersangkutan.
(2) Tata cara pelaksanaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh Kepala BPS
dan pimpinan instansi pemerintah yang bersangkutan.

Pasal 54

(1) Dalam hal penyelenggaraan kegiatan statistik sebagaimana dimaksud dalam pasal 52
huruf b dilakukan bekerjasama dengan BPS pelaksanaannya diatur oleh kepala BPS
bersama-sama dengan pimpinan instansi yang bersangkutan.
(2) Dalam hal penyelenggaraan kegiatan statistik sektoral tersebut dilaksanakan sendiri
oleh instansi pemerintah yang bersangkutan berlaku ketentuan sebagaimana
dimaksud dalam pasal 26.

xxxviii
Bagian Ketiga
Pembakuan Konsep, Definisi,
Klasifikasi, dan Ukuran-ukuran

Pasal 55

BPS, instansi pemerintah, dan masyarakat bekerjasama melakukan pembakuan konsep,


definisi, klasifikasi, dan ukuran-ukuran untuk mewujudkan dan mengembangkan Sistem
Statistik Nasional.

Pasal 56

(1) Dalam rangka mewujudkan kerjasama pembakuan sebagaimana dimaksud dalam


pasal 55, BPS bertindak aktif memprakarsai kerjasama dengan instansi pemerintah
dan masyarakat.
(2) Dalam melaksanakan pembakuan konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuran-ukuran,
Kepala BPS memperoleh saran dan pertimbangan dari Forum Masyarakat Statistik.

Pasal 57

(1) Hasil kerjasama pembakuan konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuran-ukuran,


sebagaimana dimaksud dalam pasal 55, selanjutnya disusun oleh BPS.
(2) Konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuran-ukuran yang disusun oleh BPS sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1) menjadi acuan utama penyelenggaraan statistik di
Indonesia.

BAB V
PEMBINAAN

Pasal 58

(1) BPS melakukan pembinaan statistik.


(2) Dalam melakukan pembinaan statistik, BPS dapat bekerja sama dengan instansi
pemerintah, perguruan tinggi, lembaga swasta, dan atau masyarakat lainnya.

Pasal 59

(1) Pembinaan statistik ditujukan untuk lebih :


a. meningkatkan kontribusi dan apresiaisi masyarakat terhadap statistik;
b. membangun satu pusat rujukan informasi statistik nasional;
c. mengembangkan Sistem Statistik Nasional;
d. mendukung pembangunan nasional.

xxxix
(2) Sasaran pembinaan statistik mencakup :
a. penyelenggara kegiatan statistik;
b. respoden;
c. pengguna statistik.

Pasal 60

Upaya pembinaan statistik meliputi :


a. peningkatan kemampuan sumber daya manusia dalam penyelenggaraan statistik;
b. pengembangan statistik sebagai ilmu;
c. peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung
penyelenggaraan statistik;
d. perwujudan kondisi yang mendukung terbentuknya pembakuan dan pengembangan
konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuran-ukuran dalam kerangka semangat kerjasama
dengan para penyelenggara kegiatan statistik lainnya.
e. Pengembangan sistem informasi statistik;
f. Peningkatan penyebarluasan informasi statistik;
g. Peningkatan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statistik untuk
mendukung pembangunan nasional;
h. Peningkatan kesadaran masyrakat akan arti dan kegunaan statistik.

Pasal 61

Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam penyelenggaraan statistik


dilaksanakan melalui :
a. pendidikan formal;
b. pelatihan;
c. seminar, lokakarya, dan pertemuan ilmiah statistik;
d. peningkatan kerjasama pendidikan dan pelatihan statistik antar instansi pemerintah
dan atau swasta.

Pasal 62

Pengembangan statistik sebagai ilmu dilaksanakan melalui :


a. penelitian dan pengembangan;
b. pengadaan dan penyebaran metode ilmiah statistik;
c. peningkatan pengembangan profesi;
d. peningkatan penerapan ilmu statistik melalui pelatihan, seminar, lokakarya, dan atau
pertemuan ilmiah lainnya;
e. pengadaan bahan rujukan tentang ilmu statistik;

xl
f. peningkatan kerjasama pengembangan statistik sebagai ilmu antar instansi
pemerintah dan atau swasta.

Pasal 63

Peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung


penyelenggaraan statistik dilaksanakan melalui :
a. penerapan dan pengembangan jaringan informasi statistik;
b. penerapan dan pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak komputer;
c. penerapan dan pengembangan penginderaan jarak jauh;
d. peningkatan kerjasama pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi mendukung
kegiatan statistik.

Pasal 64

Perwujudan kondisi yang mendukung terbentuknya pembakuan dan pengembangan,


konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuran-ukuran dalam semangat kerjasama dengan para
penyelenggara kegiatan statistik lainnya dilaksanakan melalui :
a. pengkajian, evaluasi, dan penerapan konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuran-ukuran;
b. pembakuan dan penyebarluasan konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuran-ukuran yang
dibakukan;
c. peningkatan kerjasama pengembangan dan penerapan konsep, definisi, klasifikasi,
dan ukuran-ukuran yang dibakukan antar instansi pemerintah atau swasta.

Pasal 65

Pengembangan sistem informasi statistik dilaksanakan melalui :


a. peningkatan keterpaduan penyusunan jaringan sistem informasi statistik;
b. peningkatan komunikasi sistem informasi statistik antar penyelenggara statistik;
c. peningkatan hubungan sistem jaringan antar penyelenggara kegiatan statistik;
d. peningkatan kerjasama pengembangan jaringan sistem informasi statistik.

Pasal 66

Peningkatan penyebarluasan informasi statistik dilaksanakan melalui :


a. peningkatan mutu dan frekuensi penyebarluasan informasi statistik melalui berbagai
media cetak dan elektronik;
b. penganekaragaman bentuk dan cara penyajian data sesuai dengan penggolongan
pengguna statistik;
c. peningkatan kemudahan dalam memperoleh data hasil kegiatan statistik;

xli
d. peningkatan kerjasama penyebarluasan informasi hasil kegiatan statistik antar instansi
pemerintah dan atau swasta.

Pasal 67

Peningkatan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statistik untuk mendukung


pembangunan nasional dilaksanakan melalui :
a. peningkatan penyuluhan tentang pemanfaatan hasil statistik secara berkala;
b. peningkatan penyebarluasan hasil statistik secara menyeluruh atau bertahap;
c. peningkatan kerjasama penerangan dan pemasyarakatan kegiatan statistik antar
instansi pemerintah dan atau swasta.
BAB VI
PEMBIAYAAN

Pasal 68

(1) Pembiayaan penyelenggaraan statistik dasar, dibebankan pada Anggaran Pendapatan


dan Belanja Negara dan sumber lain yang sah.
(2) Dalam rangka memenuhi kebutuhan data statistik dasar untuk keperluan Pemerintah
Daerah, pembiayaannya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah yang bersangkutan.
(3) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan (2), berlaku juga untuk
pembinaan statistik.

BAB VII
KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 69

Semua ketentuan peraturan pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1979


tentang Pelaksanaan Sensus Penduduk, Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1983
tentang Sensus Pertanian, Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1985 tentang Sensus
Ekonomi, dan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1992 tentang Organisasi Biro Pusat
Statistik dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan atau diganti
dengan ketentuan baru berdasarkan Peraturan Pemerintah ini.

BAB VIII
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 70

Dengan ditetapkan Peraturan Pemerintah ini maka :

xlii
a. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1979 tentang Pelaksanaan Sensus Penduduk;
b. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1983 tentang Sensus Pertanian;
c. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1985 tentang Sensus Ekonomi;
d. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1992 tentang Organisasi Biro Pusat Statitik;
dinyatakan tidak berlaku.
Pasal 71

Peraturan pemerintah ini berlaku pada tanggal diundangkan.


Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah
ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 26 Mei 1999

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

ttd

BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE

Diundangkan di Jakarta

Pada tanggal 26 Mei 1999


MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA
REPUBLIK INDONESIA

ttd

PROF. DR. H. MULADI, S.H.

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1999 NOMOR 96

Salinan sesuai dengan aslinya Salinan sesuai dengan aslinya


SEKRETARIAT KABINET RI BADAN PUSAT STATISTIK
Kepala Biro Peraturan Kepala Biro Perencanaan,
Perundang-undangan II
Plt.

ttd ttd

Edy Sudibyo Pietojo, MSA

xliii
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 86 TAHUN 1998

TENTANG

BADAN PUSAT STATISTIK


PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Menimbang : a. bahwa statistik mempunyai peran yang penting bagi


perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi
penyelenggaraan berbagai kegiatan;
b. bahwa dalam rangka penyelenggaraan statistik, Undang-
undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik
mengamanatkan untuk membentuk Badan Pemerintah yang
menyelenggarakan statistik dasar serta melaksanakan
koordinasi dan pembinaan penyelenggaraan statistik;
c. bahwa sehubungan dengan hal tersebut di atas dipandang
perlu untuk menetapkan Keputusan Presiden tentang Badan
Pusat Statistik;

Mengingat : 1. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945


2. Undang-undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik
(Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 39, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 3683);

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN PRESIDEN TENTANG BADAN PUSAT STATISTIK


BAB I
KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI

Pasal 1

(1) Badan Pusat Statistik yang selanjutnya dalam Keputusan Presiden ini disingkat BPS
adalah Lembaga Non Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab
kepada Presiden.
(2) BPS dipimpin oleh seorang Kepala

Pasal 2

BPS juga mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan statistik dasar,
melaksanakan koordinasi dan kerjasama, serta mengembangkan dan membina statistik
sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 3

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 2, BPS


menyelenggarakan fungsi :
a. perumusan kebijakan nasional di bidang statistik;
b. penyusunan rencana dan program nasional di bidang statistik;
c. penyelenggaraan statistik dasar;
d. koordinasi dan kerjasama statistik dengan instansi pemerintah, lembaga, organisasi,
perseorangan dan/atau unsur masyarakat lainnya baik di dalam maupun di luar
wilayah Indonesia;
e. penyusunan dan pengembangan pembakuan konsep, definisi, klasifikasi, dan
ukuran-ukuran, serta pengembangan ilmu dan teknologi yang mendukung
penyelenggaraan statistik;
f. pelayanan data dan informasi serta hasil statistik kepada pemerintah dan masyarakat
secara berkala dan sewaktu-waktu baik dari hasil penyelenggaraan sendiri maupun
hasil kompilasi produk administrasi dan cara lainnya.
g. Penyebarluasan statistik melalui berbagai cara baik langsung maupun tidak langsung
serta pelaksanaan upaya peningkatan sadar statistik masyarakat;
h. Pembinaan penyelenggaran statistik responden, dan pengguna statistik;
i. Pembinaan sumber daya manusia di lingkungan BPS;
j. Pembinaan, pengendalian, dan pengawasan administrasi di lingkungan BPS;
k. Tugas lain yang diberikan presiden;

xlv
BAB II
ORGANISASI

Bagian Pertama
Susunan Organisasi

Pasal 4

Susunan organisasi BPS terdiri dari :


a. Kepala;
b. Wakil Kepala;
c. Deputi Administrasi;
d. Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik;
e. Deputi Statistik Produksi dan Kependudukan;
f. Deputi Statistik Produksi dan Neraca Wilayah;
g. Perwakilan BPS di Daerah;
h. Unit Pelaksana Teknis.

Bagian Kedua
Kepala

Pasal 5

(1) Kepala BPS berkedudukan dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.
(2) Kepala BPS bertugas memimpin BPS sesuai dengan tugas dan fungsi BPS yang telah
digariskan serta membina aparatur BPS agar berdaya guna dan berhasil guna.

Bagian Ketiga
Wakil Kepala

Pasal 6

(1) Wakil Kepala BPS berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada
Kepala BPS.
(2) Wakil Kepala BPS bertugas :
a. membantu Kepala BPS dalam membina dan mengembangkan administrasi BPS
agar berdaya guna dan berhasil guna;

xlvi
b. membantu Kepala BPS dalam mengkoordinasikan pelaksanaan tugas unit kerja di
lingkungan BPS baik di Pusat maupun Daerah;
c. mewakili Kepala BPS dalam hal Kepala BPS berhalangan;
d. melaksanakan tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala BPS.
Bagian keempat
Deputi Administrasi

Pasal 7

Deputi Administrasi adalah unsur pembantu pimpinan, yang berada di bawah dan
bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS.

Pasal 8

Deputi Administrasi mempunyai tugas membantu Kepala BPS dalam melaksanakan


pembinaan, pengelolaan dan pelayanan administrasi umum dalam bidang ketatausahaan,
keuangan, kerumahtanggaaan, kepegawaian, hukum, organisasi dan tata laksana,
perlengkapan dan perbekalan, serta pengendalaian pelaksanaan program di lingkungan
BPS.

Pasal 9

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Deputi Administrasi


menyelenggarakan fungsi :
a. perumusan kebijakan di bidang pelayanan administrasi di lingkungan BPS;
b. pembinaan, pengelolaan dan pelayanan administrasi di bidang ketatausahaan,
keuangan, kerumahtanggaaan, kepegawaian, hukum, organisasi dan tata laksana;
c. penyebarluasan informasi kegiatan statistik;
d. pengelolaan perlengkapan dan perbekalan;
e. pengendalian, pembinaan dan pengelolaan keuangan dan manajemen BPS;
f. tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala BPS.

Bagian Kelima
Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik

Pasal 10

Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan
fungsi BPS, yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS

Pasal 11

xlvii
Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik mempunyai tugas membantu Kepala BPS dalam
melaksanakan perencanaan dan evaluasi statistik, pembinaan dan pengembangan
metodologi, penyajian dan pelayanan data, analisis statistik, serta pemanfaatan sistem
informasi statistik.

Pasal 12

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11, Deputi Perencanaan
dan Analisis Statistik menyelenggarakan fungsi :
a. perumusan kebijakan di bidang Perencanaan dan Analisis Statistik;
b. penyusunan rencana dan evaluasi program kegiatan statistik serta penyusunan dan
pengembangan metodologi statistik serta pelaksanaan sensus, survei, kompilasi
produk administrasi, dan cara lain;
c. pembinaan dan penyusunan sistem informasi statistik, diseminasi, penyebarluasan,
penyajian, dan pelayanan statistik;
d. pembinaan analisis dan pengembangan statistik;
e. tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala BPS.

Bagian Keenam
Deputi Statistik Produksi dan Kependudukan

Pasal 13

Deputi Statistik Produksi dan kependudukan adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan
fungsi BPS, yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS.

Pasal 14

Deputi Statistik Produksi dan Kependudukan mempunyai tugas membantu Kepala BPS
dalam melaksanakan penyelenggaraan, koordinasi dan kerjasama, serta pembinaan
statistik pertanian, industri, pertambangan, energi, konstruksi, demografi, ketenagakerjaan
dan kesejahteraan rakyat.

Pasal 15

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 14, Deputi Statistik
Produksi dan Kependudukan menyelenggarakan fungsi :
a. perumusan kebijakan di bidang statistik produksi dan kependudukan;
b. penyelenggaraan, koordinasi dan kerjasama, serta pembinaan statistik pertanian,
industri, pertambangan, energi, konstruksi, demografi, ketenagakerjaan dan
kesejahteraan rakyat;

xlviii
c. peningkatan mutu data statistik pertanian, industri, pertambangan, energi, konstruksi,
demografi, ketenagakerjaan, dan kesejahteraan rakyat;
d. penyerasian, pemeliharaan sistem, dan peningkatan kecermatan data statistik
pertanian, industri, pertambangan, energi, konstruksi, demografi, ketenagakerjaan,
dan kesejahteraan rakyat;
e. tugas lain yang ditetapkan oleh kepala BPS.

Bagian Ketujuh
Deputi Statistik Distribusi dan Neraca Nasional

Pasal 16

Deputi Statisik Distribusi dan Neraca Nasional adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan
fungsi BPS, yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS.

Pasal 17

Deputi Statisik Distribusi dan Neraca Nasional mempunyai tugas membantu Kepala BPS
dalam melaksanakan penyelenggaraan, koordinasi dan kerjasama, serta pembinaan
statistik harga, keuangan, perdagangan dan jasa, neraca produksi, serta neraca konsumsi
dan akumulasi.

Pasal 18

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 17, Deputi Statistik
Distribusi dan Neraca Nasional menyelenggarakan fungsi :
a. perumusan kebijakan di bidang statistik distribusi dan neraca nasional;
b. penyelenggaraan, koordinasi dan kerjasama, serta pembinaan statistik statistik harga,
keuangan, perdagangan dan jasa, neraca produksi, serta neraca konsumsi dan
akumulasi;
c. peningkatan mutu data statistik statistik harga, keuangan, perdagangan dan jasa,
neraca produksi, serta neraca konsumsi dan akumulasi;
d. penyerasian, pemeliharaan sistem, dan peningkatan kecermatan data statistik statistik
harga, keuangan, perdagangan dan jasa, neraca produksi, serta neraca konsumsi dan
akumulasi;
e. tugas lain yang ditetapkan oleh kepala BPS.

Bagian Kedelapan
Perwakilan BPS di Daerah

Pasal 19

xlix
(1) BPS Propinsi adalah instansi vertikal BPS yang berada di ibukota Propinsi.
(2) Dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi BPS Propinsi, pada tingkat
kabupaten/kotamadya dapat dibentuk BPS Kabupaten/Kotamadya.
(3) Pembentukan BPS Propinsi dan BPS Kabupaten/Kotamadya ditetapkan dengan
Keputusan Kepala BPS setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Negara
Koordinator Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara.

Pasal 20

(1) Dalam rangka pelaksanaan operasional statistik di lapangan, pada tingkat kecamatan
dapat diangkat seorang atau lebih petugas statistik sebagai Mantri Statistik.
(2) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), diatur lebih lanjut
oleh Kepala BPS.

Bagian Kesembilan
Unit Pelaksana Teknis

Pasal 21

(1) Dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi BPS, di lingkungan BPS
dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis yang selanjutnya disebut UPT.
(2) UPT merupakan unit teknis yang melaksanakan tugas dan fungsi tertentu dalam
rangka menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi BPS.

Pasal 22

Pembentukan UPT di lingkungan BPS dilaksanakan dan ditetapkan oleh Kepala BPS
setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Negara Koordinator
Bidang Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara.

BAB III
TATA KERJA

Pasal 23

(1) Semua unsur di lingkungan BPS dalam melaksanakan tugasnya menerapkan prinsip
koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi baik dalam lingkungan BPS sendiri maupun
dalam hubungan antar instansi lainnya untuk kesatuan gerak sesuai tugas dan
fungsinya.
(2) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan
bila terjadi penyimpangan diwajibkan mengambil langkah-langkah yang diperlukan
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

l
BAB IV
PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN

Pasal 24

(1) Kepala dan Wakil Kepala adalah jabatan eselon 1a.


(2) Deputi adalah jabatan eselon 1b.
Pasal 25

(1) Kepala BPS diangkat dan diberhentikan oleh Presiden.


(2) Wakil Kepala BPS diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Kepala BPS.
(3) Deputi diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Kepala BPS.
(4) Pejabat eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Kepala BPS.

BAB V
PEMBIAYAAN

Pasal 26

(1) Segala pembiayaan dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi BPS dibebankan
pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
(2) Dalam rangka memenuhi kebutuhan data statistik regional bagi pemerintah daerah,
penyediaan dana dan fasilitasnya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah setempat.
(3) BPS dapat menerima dana dari pihak lain dalam rangka kerjasama yang dapat
dipergunakan untuk mengembangkan pelaksanaan tugas dan fungsi BPS, yang tata
cara penerimaan dan pengeluarannya dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.

BAB VI
FORUM MASYARAKAT STATISTIK

Pasal 27

Dalam rangka penyelenggaraan statistik Kepala BPS membentuk Forum Masyarakat


Statistik.

Pasal 28

(1) Forum Masyarakat Statistik bersifat non struktural dan independen yang anggotanya
terdiri atas unsur pemerintah, pakar, praktisi, dan tokoh masyarakat.

li
(2) Forum Masyarakat Statistik bertugas memberi saran dan pertimbangan kepada Kepala
BPS dalam bidang statistik.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tugas, susunan organisasi dan tata kerja Firum
Masyarakat Statistik diatur oleh Kepala BPS.

BAB VII
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 29
Rincian tugas, fungsi, susunan organisasi, dan tata kerja satuan organisasi di lingkungan
BPS ditetapkan oleh Kepala BPS setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis
dari Menteri Negara Koordinator Bidang Pengawasan Pendayagunaan Aparatur Negara.

Pasal 30

Semua peraturan pelaksanaan Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 1992 tentang


Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Biro Pusat Statistik
dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan atau diganti dengan yang
berdasarkan Keputusan Presiden ini.

Pasal 31

Pada saat mulai berlakunya Keputusan Presiden ini, maka Keputusan Presiden Nomor 6
Tahun 1992 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Biro
Pusat Statistik dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 32

Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

lii
Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 17 Juni 1998
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

ttd

BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE

Salinan sesuai dengan aslinya


SEKRETARIAT KABINET RI
Kepala Biro Hukum
Dan Perundang-undangan

ttd

Lambock V. Nahattands

Salinan sesuai dengan aslinya


Kepala Biro Kepegawaian
Dan Organisasi, BPS

Pietojo, MSA
NIP. 340003653

liii
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 16 TAHUN 1997
TENTANG
STATISTIK
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : a. bahwa statistik penting artinya bagi perencanaan, pelaksanaan,
pemantauan, dan evaluasi penyelenggaraan berbagai kegiatan di
segenap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
dalam pembangunan Nasional sebagai pengamalan Pancasila, untuk
memajukan kesejahteraan rakyat dalam rangka mencapai cita-cita
bangsa sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang
Dasar 1945;
b. bahwa dengan memperhatikan pentingnya peranan statistik tersebut,
diperlukan langkah-langkah untuk mengatur penyelenggaraan statistik
nasional terpadu dalam rangka mewujudkan sistem statistik nasional
yang andal, efektif, dan efesien;
c. bahwa Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik pada saat ini
tidak sesuai lagi dengan perkembangan keadaan, tuntutan masyarakat,
dan kebutuhan pembangunan nasional;
d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf
a, b, dan c di atas, dipandang perlu membentuk Undang-Undang
tentang Statistik yang baru;
Mengingat : Pasal 5 ayat (1) dan pasal 20 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945;

Dengan Persetujuan
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG STATISTIK


BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan :

1. Statistik adalah data yang diperoleh dengan cara pengumpulan, pengolahan,


penyajian, dan analisis serta sebagai sistem yang mengatur keterkaitan antar unsur
dalam penyelengaraan statistik.

2. Data adalah informasi yang berupa angka tentang karakteristik (ciri-ciri khusus) suatu
populasi.

3. Sistem Statistik Nasional adalah suatu tatanan yang terdiri atas unsur-unsur yang
secara teratur saling berkaitan, sehingga membentuk totalitas dalam penyelenggaraan
statistik.

4. Kegiatan statistik adalah tindakan yang meliputi upaya penyediaan dan


penyebarluasan data, upaya pengembangan ilmu statistik, dan upaya yang mengarah
pada berkembangnya Sistem Statistik Nasional.

5. Statistik dasar adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk keperluan yang
bersifat luas, baik bagi pemerintah maupun masyarakat, yang memiliki ciri-ciri lintas
sektoral, berskala nasional, makro dan yang penyelenggaraanya menjadi tanggung
jawab Badan.

6. Statistik sektoral adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi


kebutuhan instansi tertentu dalam rangka penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan
dan pembangunan yang merupakan tugas pokok instansi yang bersangkutan.

7. Statistik khusus adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi


kebutuhan spesifik dunia usaha, pendidikan, sosial budaya, dan kepentingan lain
dalam kehidupan masyarakat, yang penyelenggaraannya dilakukan oleh lembaga,
organisasi, perorangan, dan atau unsur masyarakat lainnya.

8. Sensus adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan semua
unit populasi di seluruh wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik
suatu populasi pada saat tertentu.

9. Survei adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan sampel
untuk memperkirakan suatu populasi pada saat tertentu.

lv
10. Kompilasi produk administrasi adalah cara pengumpulan, pengolahan, penyajian,
dan analisis data yang didasarkan pada catatan administrasi yang ada pada
pemerintah dan atau masyarakat.

11. Badan adalah Badan Pusat Statistik.

12. Populasi adalah keseluruhan unit yang menjadi objek kegiatan statistik baik yang
berupa instansi pemerintah, lembaga organisasi, orang, benda maupun objek
lainnya.

13. Sampel adalah sebagian unit populasi yang menjadi objek penelitian untuk
memperkirakan karakteristik suatu populasi.

14. Sinopsis adalah suatu ikhtisar penyelenggaraan statistik

15. Penyelenggara kegiatan statistik adalah instansi pemerintah, lembaga, organisasi,


perorangan, dan atau unsur masyarakat lainnya.

16. Petugas statistik adalah orang yang diberi tugas oleh penyelengara kegiatan statistik
untuk melaksanakan pengumpulan data, baik melalui wawancara, pengukuran,
maupun cara lain terhadap objek kegiatan statistik.

17. Responden adalah instansi pemerintah, lembaga, organisasi, orang dan atau unsur
masyarakat lainnya ditentukan sebagai objek kegiatan statistik.

BAB II
ASAS, ARAH, DAN TUJUAN

Pasal 2

Selain berlandaskan asas-asas pembangunan nasional, Undang-Undang ini juga


berasaskan :
a. Keterpaduan;
b. Keakuratan; dan
c. Kemutakhiran

Pasal 3

Kegiatan Statistik diarahkan untuk :


a. mendukung pembangunan nasional;
b. mengembangkan statistik nasional yang andal, efektif, dan efesien;
c. meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik; dan

lvi
d. mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknoogi.

Pasal 4

Kegiatan statistik bertujuan untuk menyediakan data statistik yang lengkap, akurat, dan
mutakhir dalam rangka mewujudkan Sistem Statistik Nasional yang andal, efektif, dan
efesien guna mendukung pembangunan nasional.

BAB III
JENIS STATISTIK DAN CARA
PENGUMPULAN DATA

Bagian Pertama
Jenis Statistik

Pasal 5

Berdasarkan tujuan pemanfaatannya, jenis statistik terdiri atas :


a. Statistik dasar;
b. Statistik sektoral;
c. Statistik khusus;

Pasal 6

(1) Statistik dasar dan statistik sektoral terbuka pemanfaatannya untuk umum, kecuali
ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku
(2) Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengetahui dan memanfaatkan
statistik khusus dengan tetap memperhatikan hak seseorang atau lembaga yang
dilindungi undang-undang.

Bagian Kedua
Cara Pengumpulan Data

Pasal 7

Statistik diselenggarakan melalui pengumpulan data yang dilakukan dengan cara :


a. sensus;
b. survei;
c. kompilasi produk administrasi; dan

lvii
d. cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pasal 8

(1) Sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 huruf a diselenggarkan sekurang-


kurangnya sekali dalam 10 (sepuluh) tahun oleh Badan, yang meliputi :
a. sensus penduduk;
b. sensus pertanian; dan
c. sensus ekonomi.

(2) Penetapan tahun penyelenggaraan dan perubahan jenis sensus sebagaimana


dimaksud dalam ayat (1), diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.

Pasal 9

(1) Survei sebagaiman dimaksud dalam pasal 7 huruf b diselenggarakan secara berkala
dan sewaktu-waktu untuk memperoleh data yang rinci.
(2) Survei antarsensus dilakukan pada pertengahan 2 (dua) sensus sejenis untuk
menjembatani 2 (dua) sensus tersebut.

Pasal 10

(1) Kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 huruf c


dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi.
(2) Hasil kompilasi produk administrasi milik instansi pemerintah terbuka
pemanfaatannya untuk umum, kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
(3) Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk mengetahui dan
memanfaatkan hasil kompilasi produk administrasi milik lembaga, organisasi,
perorangan, dan atau unsur masyarakat lainnya dengan tetap memperhatikan hak
seseorang atau lembaga yang dilindungi undang-undang.

BAB IV
PENYELENGGARAN STATISTIK

Bagian Pertama
Statistik Dasar

Pasal 11

(1) Statistik Dasar diselenggarakan oleh Badan

lviii
(2) Dalam menyelenggarakan statistik dasar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1),
Badan memperoleh data dengan cara :
a. sensus;
b. survei;
c. kompilasi produk administrasi; dan
d. cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Bagian Kedua
Statistik Sektoral

Pasal 12

(1) Statistik sektoral diselenggarakan oleh instansi pemerintah sesuai lingkup tugas dan
fungsinya, secara mandiri atau bersama dengan Badan.
(2) Dalam menyelenggarakan ststistik sektoral, instansi pemerintah memperoleh data
dengan cara:
a. Survei;
b. Kompilasi produk administrasi; dan
c. Cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
(3) Statistik Sektoral harus diselenggarakan bersama dengan Badan apabila statistik
tersebut hanya dapat diperoleh dengan cara sensus dan dengan jangkauan populasi
berskala nasional.
(4) Hasil Statistik Sektoral yang diselenggarakan sendiri oleh instansi pemerintah wajib
diserahkan kepada Badan.

Bagian Ketiga
Statistik Khusus

Pasal 13
(1) Statistik diselenggarakan oleh masyarakat baik lembaga, organisasi, perorangan,
maupun unsur masyarakat lainnya secara mandiri atau bersama dengan Badan.
(2) Dalam menyelenggarakan statistik khusus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1),
masyarakat memperoleh data dengan cara :
a. survei;
b. kompilasi produk administrasi;
c. cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

lix
Pasal 14

(1) Dalam rangka pembangunan Sistem Statistik Nasional, masyarakat sebagaimana


dimaksud dalam pasal 13 ayat (1) wajib memberitahukan sinopsis kegiatan statistik
yang telah selesai diselenggarakan kepada Badan.

(2) Sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) memuat :


a. Judul;
b. Wilayah kegiatan statistik;
c. Objek populasi;
d. Jumlah responden;
e. Waktu pelaksanaan;
f. Metode statistik;
g. Nama dan alamat penyelenggara;
h. Abstrak.

(3) Penyampaian pemberitahuan sinopsis dapat dilakukan melalui pos, jaringan


komunikasi data, atau cara penyampaian lainnya yang dianggap mudah bagi
penyelenggara kegiatan statistik.

(4) Kewajiban memberitahukan sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), tidak
berlaku bagi statistik yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan intern.

BAB V
PENGUMUMAN DAN PENYEBARLUASAN

Pasal 15

(1) Badan berwenang mengumumkan hasil statistik yang diselenggarakannya.


(2) Pengumuman hasil statistk dimuat dalam berita resmi statistik

Pasal 16

Badan menyebarluaskan hasil statistik yang diselenggarakannya.

BAB VI
KOORDINASI DAN KERJASAMA

lx
Pasal 17

(1) Koordinasi dan kerjasama penyelenggaraan statistik dilakukan oleh Badan dengan
instansi pemerintah dan masyarakat, di tingkat pusat dan daerah.
(2) Dalam rangka mewujudkan dan mengembangkan Sistem Statistik Nasional, Badan
bekerja sama dengan instansi pemerintah dan masyarakat untuk membangun
pembakuan konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuran-ukuran.
(3) Koordinasi dan kerjasama sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan atas
dasar kemitraan dan dengan tetap mengantisipasi serta menerapkan perkenbangan
ilmu pengetahuan dan teknologi
(4) Ketentuan mengenai tata cara dan lingkup koordinasi dan kerjasama
penyelenggaraan statistik antara Badan, instansi pemerintah, dan masyarakat diatur
lebih lanjut dengan keputusan presiiden.

Pasal 18

(1) Kerja sama penyelenggaraan statistik dapat juga oleh Badan, instansi pemerintah, dan
atau masyarakat dengan lembaga internasional, negara asing, atau lembaga swasta
asing sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(2) Kerja sama penyelenggaraan statistik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
didasarkan pada prinsip bahwa penyelenggara utama adalah Badan, instansi
pemerintah, atau masyarakat Indonesia

BAB VII
HAK DAN KEWAJIBAN

Bagian Pertama
Penyelenggara Kegiatan Statistik

Pasal 19

Penyelenggara kegiatan statistik berhak memperoleh keterangan dari responden


mengenai karakteristik setiap unit populasi yang menjadi objek.

Pasal 20

Penyelenggara kegiatan statistik wajib memberikan kesempatan yang sama kepada


masyarakat untuk mengetahui dan memperoleh manfaat dari statistik yang tersedia, sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

lxi
Pasal 21

Penyelenggara kegiatan statistik wajib menjamin kerahasiaan keterangan yang diperoleh


dari responden.

Bagian Kedua
Petugas Statistik

Pasal 22

Setiap petugas statistik Badan berhak memasuki wilayah kerja yang telah ditentukan
untuk memperoleh keterangan yang diperlukan.

Pasal 23

Setiap petugas statistik wajib menyampaikan hasil pelaksanaan statistik sebagaimana


adanya.

Pasal 24

Ketentuan mengenai jaminan kerahasiaan keterangan sebagaimana dimaksud dalam pasal


21 berlaku juga bagi petugas statistik.

Pasal 25

Setiap petugas statistik harus memperlihatkan surat tugas dan atau tanda pengenal, serta
wajib memperlihatkan nilai-nilai agama, adat istiadat setempat, tata krama, dan ketertiban
umum.

Bagian Ketiga
Responden

Pasal 26

(1) Setiap orang berhak menolak untuk dijadikan responden, kecuali dalam
penyelenggaraan statistik dasar oleh Badan.
(2) Setiap responden berhak menolak petugas statistik yang tidak dapat memenuhi
ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 25.

lxii
Pasal 27

Setiap responden wajib memberitahukan keterangan yang diperlukan dalam


penyelenggaraan statistik dasar oleh Badan.

BAB VIII
KELEMBAGAAN

Pasal 28

(1) Pemerintah membentuk Badan yang berada di bawah dan bertanggung jawab
langsung kepada presiden
(2) Badan mempunyai perwakilan wilayah daerah yang merupakan instansi vertikal.
(3) Ketentuan mengenai tugas, fungsi, susunan organisasi, dan tata kerja Badan,
sebagaimanan dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2), diatur lebih lanjut dengan
Keputusan Presiden.

Pasal 29

(1) Pemerintah membentuk Forum Masyarakat Statistik yang bertugas memberikan saran
dan pertimbangan di bidang statistik kepada Badan.
(2) Forum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bersifat nonstruktural dan independen,
yang anggotanya terdiri atas unsur pemerintah, pakar, praktisi, dan tokoh masyarakat.

Pasal 30

(1) Instansi pemerintah dapat membentuk satuan organisasi di lingkungannya untuk


melaksanakan statistik sektoral.
(2) Ketentuan mengenai tugas, fungsi, susunan organisasi, dan tata kerja satuan
organisasi sebagaimanan dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh instansi yang
bersangkutan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(3) Dalam menyelenggarakan statistik sektoral, satuan organisasi sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1) harus mengadakan koordinasi dengan Badan untuk menerapkan
konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuran-ukuran yang telah dibakukan dalam rangka
pengembangan Sistem Statistik Nasional.

BAB IX
PEMBINAAN

Pasal 31

lxiii
Badan bekerja sama dengan instansi pemerintah dan unsur masyarakat melakukan
pembinaan terhadap penyelenggara kegiatan statistik dan masyarakat, agar lebih
meningkatkan kontribusi dan apresiasi masyarakat terhadap statistik, mengembangkan
sistem statistik nasional, dan mendukung pembangunan nasional.

Pasal 32

Dalam rangka pembinaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 31, Badan melakukan
upaya-upaya sebagai berikut :
a. meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam penyelengaraan statistik;
b. mengembangkan statistik sebagai ilmu;
c. meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung
penyelenggaraan statistik;
d. mewujudkan kondisi yang mendukung terbentuknya pembakuan dan
pengembangan konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuran-ukuran dalam kerangka
semangat kerja sama dengan para penyelenggara kegiatan statistik lainnya;
e. mengembangkan sistem informasi statistik;
f. meningkatkan penyebarluasan informasi statistik
g. meningkatkan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statistik untuk
mendukung pembangunan nasional;
h. meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik.

Pasal 33

Pelaksanaan pembinaan sebagiamana dimaksud dalam pasal 31 diatur lebih lanjut


dengan Peraturan Pemerintah.

BAB X
KETENTUAN PIDANA

Pasal 34

Setiap orang yang tanpa hak menyelenggarakan sensus sebagaimana dimaksud dalam
pasal 11 ayat (2) huruf a, dipidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling
banyak Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).

Pasal 35

lxiv
Setiap orang yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam
pasal 14 ayat (1), dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau
denda paling banyak Rp 25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah).

Pasal 36

(1) Penyelenggaraa kegiatan statistik yang dengan sengaja dan tanpa alasan yang sah
tidak memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam pasal 20, dipidana dengan
pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp
25.000.000,00 (dua pulu lima juta rupiah).
(2) Penyelenggara kegiatan statistik yang dengan sengaja melanggar ketentuan
sebagaimana dimaksud dalam pasal 21, dipidana dengan pidana penjara paling lama
5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Pasal 37

Petugas statistik yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam
pasal 24, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan
denda paling banyak Rp. 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah).

Pasal 38

Responden yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam


pasal 27, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan
denda paling banyak Rp 25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah).

Pasal 39

Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa alasan sah mencegah, menghalang-halangi,
atau menggagalkan jalannya penyelenggaraan statistik yang dilakukan oleh
penyelenggara kegiatan statistik dasar dan atau statistik sektoral, dipidana dengan pidana
penjara paling lamam 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000,00
(seratus juta rupiah).

Pasal 40

(1) Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 34, pasal 36 ayat (2), pasal 37,
pasal 38, dan pasal 39 adalah kejahatan.
(2) Tindak pidana sebagimana dimaksud dalam pasal 35 dan pasal 36 ayat (1) adalah
pelanggaran.

lxv
BAB XI
KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 41

Semua peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik dinyatakan tetap berlaku
sepanjang tidak bertentangan atau belum diganti dengan yang baru berdasarkan undang-
undang ini.

BAB XII
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 42

Pada saat mulai berlakunya Undang-Undang ini, maka Undang-Undang Nomor 6 Tahun
1960 tentang Sensus dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik
dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 43

Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-Undang


ini dengan penempatan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Disahkan di Jakarta
pada tanggal 19 Mei 1997
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

ttd.
Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 19 Mei 1997 SOEHARTO
MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA
REPUBLIK INDONESIA

ttd.

MOERDIONO

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1997 NOMOR 39

lxvi
SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU

SEJARAH SINGKAT
KABUPATEN BELU
A BRIEF HISTORY OF BELU REGENCY

Gambaran Umum Masyarakat Common Picture Of Belu’s


Belu Society
Ditinjau dari segi Budaya dan
Antropologis, penduduk Kabupaten Belu Observed anthropologically and
dalam susunan masyarakatnya terbagi atas 4 culturally, Belu’s people society formatted
sub etnik yang besar yaitu : Ema Tetun, Ema into four sub-ethnic that is: Ema Tetun, Ema
Kemak, Ema Bunak dan Ema Dawan Manlea. Kemak, Ema Bunak, and Ema Dawan
Keempat sub etnik mendiami lokasi-lokasi Manlea. Those sub-ethnic inhabit the
dengan karakteristik tertentu dengan location of certain characteristic with the
kekhasan penduduk bermayoritas penganut individuality of catholic follower as majority.
agama Kristen Katolik. Masing-masing etnik Each ethnic have both difference and
tersebut mempunyai bahasa dan praktek similarity language and culture practice.
budaya yang saling berbeda satu sama lain Even that way, the society earn easily live
dan kesamaan dilain segi. Kendati demikian, the foundation because of the specific
masyarakat Belu dapat dengan mudah hidup similarity aspects. Their dominant means of
rukun dikarenakan aspek kesamaan- livelihood is farming which is still done by
kesamaan spesifik. Mata pencaharian utama traditionally extensive.
adalah bertani yang masih dikerjakan secara
ekstensif tradisional. Ecologically, the condition of
Dari aspek ekologis, kondisi tanah land, ground of Belu is fertile because
Belu sangat subur karena selain memiliki owning black and sandy type of
lapisan tanah jenis berpasir dan hitam juga geology as well as the rainfall which is
dikondisikan dengan curah hujan yang relatif relative flat during the year. The fertile
merata sepanjang tahun. Daerah Belu yang area of Belu making of its potential to
subur tersebut membuatnya potensial untuk
dikembangkan menjadi daerah peternakan
be developed to become the ranch and
dan pertanian. Sub sektor perikanan dengan agriculture area. Fishery sub-sector with
kawasan pantai yang membentang dari Belu the coast area unfolding from north to
bagian selatan sampai utara turut south of Belu take part in influenced
mempengaruhi pemerataan pekerjaan dan the job and earning’s generalization.
pendapatan. Selain itu dari sub sektor Besides, from forestry sub-sector,
kehutanan kontribusi yang diperoleh juga contribution obtained are also
signifikan dengan beberapa jenis pohon significant with some productive birch
like sandalwood, eucalyptus, red

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 lxix


SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU

seperti cendana, eukaliptus, kayu wood, and teak. The sector of trade and
merah dan jati. Dari sektor dan sub services, industry and others also give
sektor lainnya seperti perdagangan dan productivef significant contribution in
jasa, industri dan lainnya juga forming Gross Regional Domestic
memberikan kontribusi yang signifikan Products and raising PAD.
terhadap pembentukan PDRB dan
peningkatan PAD.

Sejarah Singkat Orang Belu Brief History Of Belu Resident


Sesuai berbagai penelitian dan cerita According to various research
sejarah daerah di Belu, manusia Belu and old story, the first Belu resident was
pertama yang mendiami wilayah Belu adalah Melus. The tribes of Melus recognized
“Suku Melus“. Orang Melus dikenal dengan as “Emafatuk oan Ema Ai Oan” (woods
sebutan “Emafatuk oan ema ai oan“,
and petrity human being). They had a
(manusia penghuni batu dan kayu). Tipe
manusia Melus adalah berpostur kuat, kekar strong, short posture of body. In fact, all
dan bertubuh pendek. Selain para pendatang of new comer dwelled in this area came
yang menghuni Belu sebenarnya berasal dari from Sina Mutin Malaka. The land of
“Sina Mutin Malaka”. Malaka sebagai tanah Malaka was the origin of Belu’s new
asal-usul pendatang di Belu yang berlayar comer who sailed to Timor passing
menuju Timor melalui Larantuka. Khusus through Larantuka. There are various
untuk para pendatang baru yang mendiami story about Belu’s new comer. Even
daerah Belu terdapat berbagai versi cerita.
that way, there is a universal similarity
Kendati demikian, intinya bahwa, ada
kesamaan universal yang dapat ditarik dari pulled out from all data and
semua informasi dan data. information.
Ada cerita bahwa ada tiga orang bersaudara
dari tanah Malaka yang datang dan tinggal di Once upon a time, there was
Belu, bercampur dengan suku asli Melus. three brothers came from Malaka and
Nama ketiga bersaudara itu menurut para stayed in Belu, associated with the
tetua adat masing-masing daerah berlainan. origin Melus. They had different unique
Dari Makoan Fatuaruin menyebutnya Nekin
name according to each headman of
Mataus (Likusaen), Suku Mataus (Sonbai),
dan Bara Mataus (Fatuaruin). Sedangkan region. Makoan Fatuaruin called them
Makoan asal Dirma menyebutnya Loro Nekin Mataus (Likusaen), Mataus
Sankoe (Debuluk, Welakar), Loro Banleo (Sonbai), and Bara Mataus (Fatuaruin).
(Dirma, Sanleo) dan Loro Sonbai (Dawan). Whereas Makoan Dirma called them
Namun menurut beberapa makoan asal Loro Sankoe (Debuluk,Welakar), Loro
Besikama yang berasal dari Malaka ialah; Banleo (Dirma,Sanleo), and Loro
Wehali Nain, Wewiku Nain dan Haitimuk Sonbai (Dawan). According to Makoan
Nain.
Besikama, they’re called Wehali Nain,
Wewiku Nain, and Haitimuk Nain.

lxx Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU

Bahwa para pendatang dari Malaka The three brothers were


itu bergelar raja atau loro dan memiliki aristhocrat and own their settled
wilayah kekuasaan yang jelas dengan dominion with a good association with
persekutuan yang akrab dari masyarakatnya.
the society. Their arrival to Malaka was
Kedatangan mereka ke tanah Malaka hanya
untuk menjalin hubungan dagang antar to aim at trading the sandalwoods and
daerah di bidang kayu cendana dan built religious-ethnic connection up.
hubungan etnis keagamaan. Among all Belu’s new comer,
Sedangkan dari semua pendatang di Liurai Nain “Maromak Oan” in the
Belu itu pimpinan dipegang oleh “Maromak south of Belu became the leader.
Oan“ Liurai Nain di Belu bagian Selatan. According to foreign scientist, the
Bahkan menurut para peneliti asing Maromak Oan’s dominion was
Maromak Oan kekuasaannya juga merambah
expanded to some region of Dawan
sampai sebahagian daerah Dawan (Insana
dan Biboki). Dalam melaksanakan tugasnya (Insana and Biboki). In his duty in Belu,
di Belu, Maromak Oan memiliki Maromak Oan had an autocrat in
perpanjangan tangan yaitu Wewiku-Wehali Wewiku-Wehali and Haitimuk Nain.
dan Haitimuk Nain. Selain juga ada di And also in Fatuaruin, Sonbai, and Suai
Fatuaruin, Sonbai dan Suai Kamanasa serta Kamanasa, Loro Lakekun, Dirma,
Loro Lakekun, Dirma, Fialaran, Maubara, Fialaran, Maubara, Biboki, and Insana.
Biboki dan Insana. Maromak Oan sendiri Maromak Oan itself stayed in Laran as
menetap di Laran sebagai pusat kekuasaan
the authority centre of Wewiku-Wehali.
kerajaan Wewiku-Wehali.
Para pendatang di Belu tersebut, All of Belu’s new comers divided
tidak membagi daerah Belu menjadi Selatan no region of Belu by 2 parts, South and
dan Utara sebagaimana yang terjadi North as it is right now. According to
sekarang. Menurut para sejararawan, historian, the assignment of Belu’s
pembagian Belu menjadi Belu bagian Selatan regency into south and north Belu was
dan Utara hanyalah merupakan strategi only a colonial Dutch strategies to
pemerintah jajahan Belanda untuk make the society control system easier.
mempermudah system pengontrolan
In the custom governmental, a
terhadap masyarakatnya.
broadcast appear in number from the
Dalam keadaan pemerintahan adat
empire governmental called “the
tersebut muncullah siaran dari
empire golden age”. What was
pemerintah raja-raja dengan apa yang
recorded and known in the history of
disebutnya “Zaman Keemasan
Belu’s regency is that there was an
Kerajaan”. Apa yang kita catat dan
empire of Wewiku-Wehali (which its
dikenal dalam sejarah daerah Belu
adalah adanya kerajaan Wewiku-Wehali dominion covered in a whole area of
(pusat kekuasaan seluruh Belu). Di Dawan Belu). There was an empire of Sonbai
ada kerajaan Sonbay yang berkuasa di which dominate the area of Mutis. The
daerah Mutis. Daerah Dawan termasuk population of Dawan was 40.000
Miamafo dan Dubay sekitar 40.000 jiwa person. According to the elders of
masyarakatnya. Menurut penuturan para Wewiku – wehali, in oreder to make
tetua adat dari Wewiku-Wehali, untuk the government system arrangement
mempermudah pengaturan system
easier, Maromak Oan delegated his
pemerintahan, Sang Maromak Oan mengirim
para pembantunya ke seluruh wilayah Belu servants to the entire region of Belu as
sebagai Loro dan Liurai. Loro and Liurai

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 lxxi


SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU

Tercatat nama-nama pemimpin It was recorded some famous


besar yang dikirim dari Wewiku-Wehali great leaders delegated from wewiku-
seperti Loro Dirma, Loro Lakekun, wehali, such as Loro Dirma, Loro
Biboki Nain, Herneno dan Insana Nain Lakekukn, Biboki Nain, Herneno,
serta Nenometan Anas dan Fialaran. Insana Nain, Nenometan Anas, and
Ada juga kerajaan Fialaran di Belu Fialaran. There was also an empire of
bagian Utara yang dipimpin Dasi Mau Fialaran settled in the north of belu
Bauk dengan kaki tangannya seperti which led by Dasi Mau Bauk whose
Loro Bauho, Lakekun, Naitimu, servants were Loro Bauho, Laklukun,
Asumanu, Lasiolat dan Lidak. Selain itu Naitimu, Asumanu, Lasiolat, and Lidak.
ada juga nama seperti Dafala, Besides, it was known also Dafala,
Manleten, Umaklaran Sorbau. Dalam Manleten, Umaklaran, Sorbau. In its
perkembangan pemerintahannya governmental development there was
muncul lagi tiga bersaudara yang ikut an appearance of three others brothers
memerintah di Utara yaitu Tohe Nain, administrating/ commanding in the
Maumutin dan Aitoon. north of belu, they are Tohe Nain,
maumutin, and Aitoan.
Sesuai pemikiran sejarawan Belu,
perkawinan antara Loro Bauho dan According to Belu’s historian, there was
Klusin yang dikenal dengan nama As a mixed-marriage between Loro Bauho
Tanara membawahi dasi sanulu yang and Klusin, called As Tanara.
dikenal sampai sekarang ini yaitu Supervices Dasi Sanulu known as
Lasiolat, Asumanu, Lasaka, Dafala, Lasiolat, Asumanu, Lasaka, Dafala,
Manukleten, Sorbau, Lidak, Tohe Manukleten, Sorbau, Lidak, Tohe
Maumutin dan Aitoon. Dalam berbagai Maumutin, and Aitoan. It is known in
penuturan di Utara maupun di Selatan the north and south that there was four
terkenal dengan nama empat jalinan interrelated connection. In the western
terkait. Di Belu Utara bagian Barat of north belu there was Umahat, Rin
dikenal Umahat, Rin besi hat yaitu besihat known as Dafala, Manuleten,
Dafala, Manuleten, Umaklaran Umaklaran Sorbayan, and in the
Sorbauan dibagian Timur ada Asumanu eastern there was Asumanu-Tohe,
Tohe, Besikama-Lasaen, Umalor- Besikama-Lasaen, Umalor-Lawan. Thus,
Lawain. Dengan demikian rupanya among the four brothers, one was
keempat bersaudara yang satunya unvisible, marked the descent of Belu’s
menjelma sebagai tak kelihatan itu yang new comer/ stranger assimilated with
menandai asal-usul pendatang di Belu the original Melus and extinct for a long
membaur dengan penduduk asli Melus time.
yang sudah lama punah.

lxxii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU

Susunan Strafikasi Masyarakat Stratification Of Belu’s Society


Belu
Membahas tentang struktur Studying about the society
masyarakat tidak lain dari pada mengulas structure means analyze the existing
tentang tingkatan- tingkatan dalam society’s level arranged in one
masyarakat yang ada dalam suatu komunitas community called social stratification.
atau persekutuan tertentu. Yang tersusun Division and distinction of the society
dalam susunan atau lapisan-lapisan dalam into hierarchical classes as follows rely
masyarakat yang disebut stratifikasi sosial.
on the existing race/ generation since
Pembagian dan pembedaan masyarakat Belu
dalam kelas-kelas hirarkis di bawah ini di
the residents came until “the gold-age
dasarkan pada turunan/ras yang ada sejak of the empire”.
penduduk para pendatang sampai dengan
kejayaan zaman kerajaan.

Menurut H. J. Grijzen seperti


dikutip dalam Tulisan Rm. Florens Maxi Un According to H.J Grijen cited in
Bria dalam “The Way To Happiness Of Belu article of Rm. Florens Maxi Un Bria in
People” bahwa masyarakat Belu mengenal
“The Way to Happiness of Belu People”
klasifikasi masyarakatnya atas 3 (tiga)
golongan, yang secara hirarkis terdiri dari :
that the society recognized its
- Dasi atau golongan bangsawan yang classification for three groups consists
menempati lapisan terpusat dan dari of:
kelompok inilah terpilih Loro / Liurai / • DASI, a group whose taking the
Na’i yang akan memangku jabatan central possession and from this
kepemerintahan secara turun temurun. group was chosen
- Kelompok kedua adalah Golongan Loro/Liurai/Na’I to profess the
Renu yang tidak lain adalah rakyat
governance hereditarily
jelata yang merdeka.
• The second group called Renu,
• Kelompok terakhir disebut Ata atau the independent ordinary people
Klason yang merupakan golongan The last group called Ata or
hamba sahaya. Mereka yang masuk Klasan representing a faction of
Jenilu, Atapupu) dalam golongan ini sahaya’s slave. Those who were
biasanya merupakan tawanan perang included into this group usually
yang dijadikan budak untuk melayani until it was abolished by “Pax
kebutuhan masyarakat golongan renu Nederlandica”. a prisoner of war
atau golongan dasi. Perdagangan budak
taken as slave to serve the
belian ini sempat menjadi komoditi
pada tahun 1892 (pada daerah Jenilu- requirement of DASI and RENU.
Atapupu) sampai pada akhirnya di awal The slave’s commerce becomes
abad 20-an Pemerintah Belanda the commodity in the year 1892
mengeluarkan “Pax Nederlandica” (at Nederlandica” in the early
sehingga perdagangan budak dihapus. 20th century of the Dutch
governance

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 lxxiii


SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU

Pembagian masyarakat Belu sendiri


ditinjau dari segi ekonomis terdiri dari The stratification itself
klasifikasi “orang berpunya/the haves“ (Ema economically evaluated as consists of
Mak Soin) dan kelompok “orang miskin/the
“the haves” (Ema Mak Soin) and “the
haves not “(Ema Kmukit). Ukuran untuk
menentukan dua macam kelas ini tergantung haves not” (Ema Kmukit). To determine
pada pendapatan yang ia peroleh dan cara the classes, it was depend on the
atau pola hidupnya setiap hari. earnings they could obtain or their
Dari sudut politik pemerintahan nasional, habits every day. From the aspect of
kita mengetahui bahwa penggolongan national governance politics, we know
masyarakat Jawa atas tiga golongan / tiga that the Javanese classified into three
kelompok besar yang saling melengkapi satu big groups which is equipping one
dengan yang lain. Dalam keterkaiatannya
another, consists of:
dengan struktur masyarakat Belu maka kita
mengenal beberapa kelompok /golongan - Group of kings (Nain Oan)
masyarakat yang teridiri dari : included aristhocrat
Pertama adalah kelompok teratas atau - Group of subordinate ordinary
kelompok raja (Nain Oan) masuk kelompok people called Hutun Renu
priyayi. - Among the two groups there
- Kelompok lain adalah kelompok was group of mediators
masyarakat bawah (Hutun Renu) referred as Fukun Dato
atau marjinal dan orang kecil.
- Antara dua kelompok itu ada kelompok
penengah atau disebut Fukun dato.

The interrelated among three


Keterkaitan antara ketiga kelompok
groups formed in the tangible jobs and
utama tersebut terwujud dalam realisasi
realization. In this case, the group of
program dan kerja nyata. Dalam hal ini,
kings had a role of observe the
kelompok Raja berperan mengawasi
development execution and made the
pelaksanaan pembangunan dan
governance decision. Group of
membuat putusan pemerintahan.
Hutun Renu had a role of program
Kelompok Hutun Renu sebagai
executor. While Futun Dato were
pelaksana program secara nyata.
personating mediator among the two
Sedangkan Fukun Dato akan berperan
other groups. It is recorded that the
sebagai mediator antara kedua
course of decision-making (fui mutu
kelompok tersebut. Perlu di catat di sini
lian-fui mtun ibun) was done
bahwa dalam proses pengambilan
traditionally by sacrificing burnt up
keputusan (fui mutu lian-fui mtun ibun)
offerings.
secara adat dengan korban bakaran.

lxxiv Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU

Perlu ditambahkan disini bahwa dalam Enhanced, in the alignment of


jajaran dan tataran kelompok panututan Panututan groups, named as horizontal
raja atau kerabatan horizontal yang consaquinity “Klaken Saman”. There
dinamakan “klaken soman“Ada juga was also a vertical groups called Tahu
kelompok vertical yang disebut “Tohu Larus Hudi Oan. Based on local history,
Larus Hudi Oan“. Dalam catatan the empire of Wewiku-Wehali had four
sejarah lokal, Datos playing a significant function as
menuturkan bahwa di mediator, called Dato Leki Nahak
kerajaan Wewiku – Wehali ada 4 dato Tamiru Usi Hawai Lerek (Meti Ketuik).
yang sangat berperan dalam fungsinya Dato Klisuk Rae and Klisuk Lor were
sebagai mediator yaitu, Dato Leki dominating the enclave of sea. While
Nahak Tamiru Usi Hawai Lerek Dato Mota dominating the seaboard of
(penguasa daerah pesisir laut) atau yang Benenai. Once in a while, nowadays,
disebut Meti Ketuik. Dato Klisuk Rae Dato is obliged to bring the tribute to
dan Klisuk Lor yang menguasai daerah their king.
enclave laut (hasan). Sedangkan Dato
Mota menguasai daerah pesisir kali
Benenai (Mota Ninin Here Ninin).
Sehingga sesekali dalam kurun waktu
tertentu seorang Dato wajib membawah
upeti kepada rajanya.

Makna, Bentuk dan Motif Meanings, Form, and Motif In


dalam Lambang Daerah The Symbol Of Belu’s Regency
Kabupaten Belu

1. Form of the device area is a five side


1. Bentuk Lambang Daerah adalah Perisai
shield mean as follow: The shield
bersisi lima mempunyai arti sebagai
berikut : symbolize the appliance of people’s
• Perisai melambangkan alat protection. The five side symbolize
perlindungan rakyat Pancasila as the national philosophy
• Sisi lima melambangkan Pancasila
sebagai dasar negara

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 lxxv


SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU

2. Warna dan Isi Lambang 2. Colour and fill of symbol


Tata warna lambang berwarna • The symbol colored in Red,
Merah, Kuning, Coklat, Hijau, Yellow, Brown, Green, White,
Putih dan Hitam; melambangkan and Black symbolizing Belu’s
woven cloth meaning as
kain tenunan rakyat Kabupaten follows:
Belu, yang mempunyai arti : • Red symbolize the bravery
• Merah melambangkan • Yellow symbolize the
keberanian; supremacy
• Kuning melambangkan • Brown symbolize the firmness
keagungan; • Green symbolize the prosperity
• Coklat melambangkan • White symbolize the chastity
ketabahan hati; • Black symbolize the justice
• Hijau melambangkan
kemakmuran;
• Putih melambangkan kesucian;
• Hitam melambangkan
ketenangan/keadilan.

3. Arti Lambang 3. Meaning of symbol


• Lukisan bintang berwarna • The gold star symbolize the
kuning emas melambangkan Almighty God
keagungan Tuhan Yang Maha • Paddy and cotton symbolize the
Esa; food and clothes prosperity
• Padi dan kapas melambangkan • 20 items of paddy and 12 seeds
kemakmuran sandang pangan; of cotton and also numeral of
• Padi 20 butir dan kapas 12 biji 1958 showing the day, date of,
serta angka 1958 menunjukkan and year Belu Regency was
hari, tanggal, tahun formed in the province area of
terbentuknya Kabupaten Belu East Nusa Tenggara
dalam wilayah daerah Propinsi • Tiber symbolize the original
Nusa Tenggara Timur ; appliance of Belunese art of
• Tiber melambangkan alat asli dance
seni tari rakyat (tarian Likurai)
yang telah ada serta tumbuh
dalam masyarakat Belu sejak
dahulu dan berkembang terus
hingga sekarang;

lxxvi Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU

• Kelewang dalam keadaan • Kelewang located in its case


tersarung terletak di antara among the ruddling and yellow
warna merah dan kuning symbolize the bravely struggle,
melambangkan perjuangan firmness, and the spirit
keberanian, kesungguhan hati • The banyan tree symbolize the
dan semangat; association and people’s
• Pohon beringin melambangkan protector, placed above Tiber
persatuan dan tempat rakyat and Kelewang
berlindung, terletak di atas tiber • Under the gold star and above
dan kelewang; the banyan tree, it is written
• Dibawah Bintang dan di atas “Belu” means “friend”
Pohon Beringin tertulis dengan
kata latin berbunyi “BELU“
yang berarti “SAHABAT“.

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 lxxvii


PENJELASAN UMUM / EXPLANATORY NOTES

PENJELASAN UMUM
Beberapa data yang kami sajikan dalam penerbitan ini merupakan data perbaikan
dari penerbitan tahun-tahun sebelumnya.

1. Tanda-tanda yang dipakai:


i. ... : Data belum tersedia
ii. - : Data tidak tersedia atau dapat diabaikan
iii. , : Tanda Desimal

2. Satuan :

i. Batang (sabun cuci)…………………….. ……… : 400 gram


ii. Botol ……………………………………………….. : 700 cc
iii. Km (Kilometer) ………………………….. ……… : 1000 meter
iv. Lusin ……………………………………………….. : 12 buah
v. Ton ………………………………………………… : 1000 kg
vi. Zak …………………………………………………. : 40 kg
vii. Kw (kwintal) ……………………………………… : 100 kg
viii. Liter ………………………………………………… : 1000 cc
ix. Liter (untuk beras) ………………………………. : 0.80 kg
x. Buah, bungkus, butir, helai, kilogram (kg), meter (m).

3. Sumber Data :
Data yang ada dalam penerbitan ini ada yang dikumpulkan langsung oleh
Badan Pusat Statistik melalui survei rutin maupun sensus lengkap, dan sebagian
lainnya merupakan data sektoral yang bersumber dari Dinas/Badan/Kantor/Lembaga
terkait.

lxxviii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PENJELASAN UMUM / EXPLANATORY NOTES

EXPLANATORY NOTES
Symbol, unit and other which are used in this publication, are as follows.

1. Symbols:
i. ... : Data not yet available
ii. - : Data not available or data negligible
iii. . : Tanda Desimal

2. UnIt :

i. Briguette for soap ………………………………. : 400 gram


ii. Bottle……………………………………………….. : 700 cc
iii. Kilometers (Km) ………….……………………… : 1000 meter
iv. Dozen .…………………………………………….. : 12 unit
v. Metric ton ………………………………………… : 1000 kg
vi. Sack …………………………………………………. : 40 kg
vii. Quintal (ql) …………..…………………………… : 100 kg
viii. Litre ………………………………………………… : 1000 cc
ix. Litre (for rice) ………….…………………………. : 0.80 kg
x. Unit, pach, number, piece, kilogram (kg), meter
(m).

3. Sources :
Statistical data presented in this publication are based on secondary statistical
data compiled as a part of the normal activities of various government and private
institution in Belu and some of data represent the result of survey, conducted by the
BPS Belu.

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 lxxix


BAB / CHAPTER
1
Geografi
Geography
GEOGRAFI / GEOGRAPHY

GEOGRAFI
KEADAAN ALAM mengikuti arah kemiringan
lerengnya.
Kabupaten Belu adalah salah satu Sungai–sungai yang ada di
kabupaten yang ada di Provinsi Kabupaten Belu mengalir dari
Nusa Tenggara Timur yang bagian selatan dan bermuara di
wilayahnya terletak di sebelah Selat Ombai dan Laut Timor. Dari
Timur. Kabupaten Belu terletak 14 sungai yang bermuara di bagian
pada koordinat 1240 – 1260 lintang utara, yang banyak digunakan
selatan. Posisinya sangat strategis penduduk untuk pertanian adalah
karena berada pada persimpangan sungai Baukama, Malibaka, dan
Negara Timor Leste dengan bagian Talau.
lain Provinsi Nusa Tenggara Timur Wilayah datar terletak di bagian
serta pada titik silang antara selatan memanjang sampai ke
Kabupaten Flores Timur dan tenggara pada pesisir pantai Laut
Kabupaten TTU. Timor dengan kemiringan kurang
dari 2%, sedangkan daerah datar
Adapun batas wilayah Kabupaten berombak sampai bergelombang 3-
Belu adalah sebagai berikut: 40% hampir merata di seluruh
sebelah utara dengan Selat Ombai, wilayah yaitu mencapai 55.86%
sebelah selatan dengan Laut Timor, dari luas wilayah. Wilayah
sebelah timur dengan Negara Timor pegunungan (>40%) terdapat di
Leste serta sebelah barat dengan wilayah tengah ke arah Timur
Kabupaten Timor Tengah Utara dan dengan luas wilayah sekitar
Timor Tengan Selatan. 17.40%.
Dengan wilayah seluas 2,445.57
Km2 atau 5.16% dari luas wilayah Dari aspek kemampuan tanah,
Povinsi Nusa Tenggara Timur yang sebagian besar Kabupaten Belu
keseluruhannya berupa daratan, bertekstur tanah sedang yang
Kabupaten Belu terbagi dalam 24 meliputi hampir seluruh wilayah
Kecamatan. dan sebagian kecil bertekstur tanah
halus dan kasar. Jenis tanah yang
Bentuk topografi wilayah ada seperti tanah aluvial dapat di
Kabupaten Belu merupakan daerah jumpai di dataran Besikama,
datar berbukit-bukit hingga sepanjang pantai selatan dan sedikit
pegunungan dengan sungai-sungai di utara, dan pada umumnya jenis
yang mengalir ke utara dan selatan tanah ini sangat subur karena
banyak mengandung unsur hara.

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 3


GEOGRAFI / GEOGRAPHY

Intensitas pelapukan-pelapukan di
IKLIM
wilayah ini tidak begitu besar
disebabkan beriklim sedang. Tanah
Daerah Kabupaten Belu dengan
campuran aluvial dan litosol di
temperatur rata-rata 24-34°C
jumpai di dataran Oeroki, Halilulik
beriklim tropis, umumnya berubah–
kemudian tanah litosol tersebar
ubah tiap setengah tahun berganti
merata di Kabupaten Belu dan
dari musim kemarau dan musim
terakhir campuran tanah mediteran,
penghujan dengan musim kemarau
renzina dan litosol tersebar di
yang lebih dominan. Hal tersebut
wilayah Malaka Tengah bersifat
bisa dilihat dari data hari hujan dan
porous sehingga banyak di jumpai
curah hujan yang rendah. Musim
air tanah.
hujan yang sangat singkat dimulai
dari bulan Januari sampai dengan
bulan Mei. Curah hujan tertinggi
yaitu 4 067 mm terdapat di
Kecamatan Wewiku. Letak geografis
yang lebih dekat dengan Australia
dibanding Asia, membuat
Kabupaten Belu memiliki curah
hujan yang rendah.

4 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


GEOGRAFI / GEOGRAPHY

Gambar 1.1. Banyaknya Hari Hujan di Kabupaten Belu Tahun 2004-2008

10.00
9.00
8.00
7.00
6.00
5.00
4.00
3.00
2.00
1.00
0.00
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des

2004 2005 2006 2007 2008

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu

Gambar 1.2. Banyaknya Curah Hujan di Kabupaten Belu Tahun 2004-2008 (mm)

700.00

600.00

500.00

400.00

300.00

200.00

100.00

0.00
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des

2004 2005 2006 2007 2008

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 5


GEOGRAFI / GEOGRAPHY

Gambar 1.3. Banyaknya Hari Hujan Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Tahun 2008

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu

Gambar 1.4. Banyaknya Curah Hujan Menurut Kecamatan di Belu Tahun 2008 (mm)

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu

6 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


GEOGRAFI / GEOGRAPHY

Tabel / Table 1.1


Luas Daerah Kabupaten Belu Menurut Kecamatan
Area of Belu Regency by Districk

Luas
Kecamatan Persentase
Area
Districk Percentage
( Km2)
(1) (2) (3)
01. Malaka Barat 87,41 3,57
02. Rinhat 151,72 6,20
03. Wewiku 97,90 4,00
04. Weliman 88,25 3,61
05. Malaka Tengah 168,69 6,90
06. Sasita Mean 65,48 2,68
07. Io Kufeu 67,79 2,77
08. Botin Leobele 39,03 1,60

09. Malaka Timur 83,28 3,41


10. Laen Manen 94,02 3,84
11. Raimanuk 179,42 7,34
12. Kobalima 120,95 4,95
13. Kobalima Timur 96,11 3,93
14. Tasifeto Barat 224,19 9,17
15. Kakuluk Mesak 187,54 7,67
16. Nanaet Dubesi 60,25 2,46

17. Kota Atambua 24,90 1,02


18. Atambua Barat 15,55 0,64
19. Atambua Selatan 15,73 0,64
20. Tasifeto Timur 211,37 8,64
21. Raihat 87,20 3,57
22. Lasiolat 64,48 2,64
23. Lamaknen 105,90 4,33
24. Lamaknen Selatan 108,41 4,43

Kabupaten Belu 2 445,57 100,00

Sumber : Potensi Desa (PODES) 2008, BPS


Source : PODES 2008, BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 7


GEOGRAFI / GEOGRAPHY

Tabel / Table 1.2


Luas wilayah Kecamatan Malaka Barat Menurut Desa
Area District of Malaka Barat by Village
2008

Luas
Desa Persentase
Area
Village Percentage
(Km2)

(1) (2) (3)

01. Rabasa 5,76 6,59


02. Rabasahain 5,15 5,89
03. Umatoos 12,30 14,07
04. Fafoe 9,70 11,10
05. Sikun 3,29 3,76
06. Lasaen 5,39 6,17
07. Besikama 8,04 9,20
08. Umalor 3,40 3,89
09. Loofoun 5,00 5,72
10. Maktihan 3,27 3,74
11. Motaulun 5,97 6,83
12. Rabasa Haerain 5,22 5,97
13. Motaain 5,12 5,86
14. Oanmane 3,02 3,45
15. Raimatus 3,01 3,44
16. Naas 3,77 4,31

Kec. Malaka Barat 87,41 100,00

Sumber : Potensi Desa (PODES) 2008 BPS


Source : PODES 2008 BPS

8 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


GEOGRAFI / GEOGRAPHY

Tabel / Table 1.3


Luas wilayah Kecamatan Rinhat Menurut Desa
Area District of Rinhat by Village
2008

Luas
Desa Persentase
Area
Village Percentage
(Km2)

(1) (2) (3)

01. Saenama 10,54 6,95


02. Wekmidar 8,13 5,36
03. L o t a s 2,43 1,60
04. Webetun 6,17 4,07
05. Biudukfoho 7,15 4,71
06. N i t i 7,21 4,75
07. B o e n 10,78 7,11
08. Wekeke 9,88 6,51
09. Tafuli 13,55 8,93
10. N a e t 16,84 11,10
11. Nanin 8,74 5,76
12. Oekmurak 6,57 4,33
13. Alala 4,84 3,19
14. Raisamane 6,12 4,03
15. Weain 6,21 4,09
16. Nabutaek 3,60 2,37
17. Tafuli 13,59 8,96
18. Nanobot 4,87 3,21
19. Muke 2,25 1,48
20. Naiusu 2,25 1,48

Kec. Rinhat 151,72 100,00

Sumber : Potensi Desa (PODES) 2008,BPS


Source : PODES 2008,BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 9


GEOGRAFI / GEOGRAPHY

Tabel / Table 1.4


Luas wilayah Kecamatan Wewiku Menurut Desa
Area District of Wewiku by Village
2008

Luas
Desa Persentase
Area
Village Percentage
(Km2)

(1) (2) (3)

01. Lamea 12,50 12,77


02. Alkani 8,36 8,54
03. Seserai 7,42 7,58
04. Lorotolus 7,78 7,95
05. Weoe 20,00 20,43
06. Badarai 8,72 8,91
07. Webriamata 5,87 6,00
08. Halibasar 6,00 6,13
09. Weseben 7,64 7,80
10. Rabasa Biris 3,61 3,69
11. Weulun 5,41 5,53
12. Biris 4,59 4,69

Kec. Wewiku 97,90 100,00

Sumber : Potensi Desa (PODES) 2008,BPS


Source : PODES 2008,BPS

10 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


GEOGRAFI / GEOGRAPHY

Tabel / Table 1.5


Luas wilayah Kecamatan Weliman Menurut Desa
Area District of Weliman by Village
2008

Luas
Desa Persentase
Area
Village Percentage
(Km2)

(1) (2) (3)

01. Forekmodok 5,08 5,76


02. Lamudur 8,00 9,07
03. Hauklaran 2,26 2,56
04. Umalawain 2,00 2,27
05. Bone Tasea 2,26 2,56
06. Taaba 3,10 3,51
07. Leunklot 3,42 3,88
08. Lakulo 9,73 11,03
09. Laleten 12,79 14,49
10. Kleseleon 6,51 7,38
11. Wedeok 8,71 9,87
12. Angkaes 8,44 9,56
13. Haitimuk 7,33 8,31
14. Wesey 8,62 9,77

Kec. Weliman 88,25 100,00

Sumber : Potensi Desa (PODES) 2008,BPS


Source : PODES 2008,BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 11


GEOGRAFI / GEOGRAPHY

Tabel / Table 1.6


Luas wilayah Kecamatan Malaka Tengah Menurut Desa
Area District of Malaka Tengah by Village
2008

Luas
Desa Persentase
Area
Village Percentage
(Km2)

(1) (2) (3)

01. Barene 11,28 6,69


02. Kakaniuk 17,57 10,42
03. Bakiruk 23,37 13,85
04. Kateri 20,00 11,86
05. Wehali 6,10 3,62
06. Umanenlawalu 6,04 3,58
07. Umakatahan 6,10 3,62
08. Naimana 7,40 4,39
09. Lawalu 14,30 8,48
10. Fahiluka 9,80 5,81
11. Kletek 13,68 8,11
12. Kamanasa 13,96 8,28
13. UPT Harekakae 0,50 0,30
14. Barada 9,54 5,66
15. Bereliku 1,50 0,89
16. Railor Tahak 4,50 2,67
17. Suai 3,05 1,81

Kec. Malaka Tengah 168,69 100,00

Sumber : Potensi Desa (PODES) 2008, BPS


Source : PODES 2008, BPS

12 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


GEOGRAFI / GEOGRAPHY

Tabel / Table 1.7


Luas wilayah Kecamatan Sasita Mean Menurut Desa
Area District of Sasita Mean by Village
2008

Luas
Desa Persentase
Area
Village Percentage
(Km2)
(1) (2) (3)

01. Manulea 8,81 13,45


02. Naibone 6,89 10,52
03. Fatuaruin 6,89 10,52
04. As Manulea 7,63 11,65
05. Beaneno 5,42 8,28
06. Manumutin Silole 5,36 8,19
07. Builaran 4,94 7,54
08. Umutnana 5,27 8,05
09. Naisau 14,27 21,79

Kec. Sasita Mean 65,48 100,00

Sumber : Potensi Desa (PODES) 2008, BPS


Source : PODES 2008, BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 13


GEOGRAFI / GEOGRAPHY

Tabel / Table 1.8


Luas wilayah Kecamatan Botin Leobele Menurut Desa
Area District of Sasita Mean by Village
2008

Luas
Desa Persentase
Area
Village Percentage
(Km2)
(1) (2) (3)

01. Kereana 19,33 49,53


02. Takarai 6,23 15,96
12. Babotin Selatan 4,45 11,40
13. Babotin Maemina 4,42 11,32
14. Babotin 4,60 11,79

Kec. Botin Leobele 39,03 100,00

Sumber : Potensi Desa (PODES) 2008, BPS


Source : PODES 2008, BPS

14 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


GEOGRAFI / GEOGRAPHY

Tabel / Table 1.9


Luas wilayah Kecamatan Io Kufeu Menurut Desa
Area District of Sasita Mean by Village
2008

Luas
Desa Persentase
Area
Village Percentage
(Km2)
(1) (2) (3)

01. Fatoin 13,79 20,34


02. Bani - Bani 11,20 16,52
03. Ikan Tuanbeis 14,27 21,05
04. K u f e u 11,20 16,52
05. B i a u 7,63 11,26
06. Tunabesi 4,85 7,15
07. Tunmat 4,85 7,15

Kec. Io Kufeu 67,79 100,00

Sumber : Potensi Desa (PODES) 2008, BPS


Source : PODES 2008, BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 15


GEOGRAFI / GEOGRAPHY

Tabel / Table 1.10


Luas wilayah Kecamatan Malaka Timur Menurut Desa
Area District of Malaka Timur by Village
2008

Luas
Desa Persentase
Area
Village Percentage
(Km2)

(1) (2) (3)

01. Numponi 5,68 6,82


02. Sanleo 32,92 39,53
03. Dirma 11,84 14,22
04. Kusa 4,37 5,25
05. Wemeda 13,62 16,35
06. Raiulun 14,85 17,83

Kec. Malaka Timur 83,28 100,00

Sumber : Potensi Desa (PODES) 2008, BPS


Source : PODES 2008, BPS

16 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


GEOGRAFI / GEOGRAPHY

Tabel / Table 1.11


Luas wilayah Kecamatan Laenmanen Menurut Desa
Area District of Laenmanen by Village
2008

Luas
Desa Persentase
Area
Village Percentage
(Km2)

(1) (2) (3)

01. Tniumanu 13,18 14,02


02. Uabau 12,80 13,61
03. Bonibais 5,37 5,71
04. Besesmus 12,80 13,61
05. Oenaek 12,80 13,61
06. Naekekusa 15,00 15,95
07. Kapitanmeo 7,38 7,85
08. Tesa 7,38 7,85
09. Meotroy 7,31 7,77

Kec. Laenmanen 94,02 100,00

Sumber : Potensi Desa (PODES) 2008, BPS


Source : PODES 2008, BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 17


GEOGRAFI / GEOGRAPHY

Tabel / Table 1.12


Luas wilayah Kecamatan Raimanuk Menurut Desa
Area District of Raimanukby Village
2008

Luas
Desa Persentase
Area
Village Percentage
(Km2)

(1) (2) (3)

01. Tasain 18,88 10,52


02. Teun 18,89 10,53
03. Renrua 25,50 14,21
04. Mandeu Raimanus 27,40 15,27
05. Faturika 23,60 13,15
06. Rafae 5,00 2,79
07. Duakoran 11,67 6,50
08. Mandeu 13,98 7,79
09. Leuntolu 34,50 19,23

Kec. Raimanuk 179,42 100,00

Sumber : Potensi Desa (PODES) 2008, BPS


Source : PODES 2008, BPS

18 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


GEOGRAFI / GEOGRAPHY

Tabel / Table 1.13


Luas wilayah Kecamatan Kobalima Menurut Desa
Area District of Kobalima by Village
2008

Luas
Desa Persentase
Area
Village Percentage
(Km2)

(1) (2) (3)

01. Lakekun Barat


6,37 5,27
02. Lakekun
7,23 5,98
03. Lakekun Utara
7,00 5,79
04. Litamali
16,25 13,44
05. S i s i
17,00 14,06
06. Rainawe
17,00 14,06
08. Babulu Selatan
20,65 17,07
09. Babulu
29,45 24,35

Kec. Kobalima 120,95 100,00

Sumber : Potensi Desa 2008


Source : PODES 2008, BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 19


GEOGRAFI / GEOGRAPHY

Tabel / Table 1.14


Luas wilayah Kecamatan Kobalima Timur Menurut Desa
Area District of Kobalima by Village
2008

Luas
Desa Persentase
Area
Village Percentage
(Km2)

(1) (2) (3)

01. Alas Selatan


30,60 31,84
02. Kotabiru
20,05 20,86
03. A l a s
27,06 28,16
04. Alas Utara
18,40 19,14

Kec. Kobalima Timur 96,11 100,00

Sumber : Potensi Desa 2008


Source : PODES 2008, BPS

20 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


GEOGRAFI / GEOGRAPHY

Tabel / Table 1.15


Luas wilayah Kecamatan Tasifeto Barat Menurut Desa
Area District of Tasifeto Barat by Village
2008

Luas
Desa Persentase
Area
Village Percentage
(Km2)

(1) (2) (3)

01. Rinbesihat 10,13 4,52


02. Naitimu 10,14 4,52
03. Lawalutolus 23,61 10,53
04. Lookeu 25,21 11,24
05. Derok Faturene 27,72 12,36
06. Bakustulama 27,72 12,36
07. Naekasa 54,60 24,35
08. Tukuneno 45,06 20,10

Kec. Tasifeto Barat 224,19 100,00

Sumber : Potensi Desa (PODES) 2008, BPS


Source : PODES 2008, BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 21


GEOGRAFI / GEOGRAPHY

Tabel / Table 1.16


Luas wilayah Kecamatan Kakuluk Mesak Menurut Desa
Area District of Kakuluk Mesak by Village
2008

Luas
Desa Persentase
Area
Village Percentage
(Km2)

(1) (2) (3)

01. Fatukety 53,70 28,63


02. Kabuna 37,31 19,89
03. Kenebibi 20,74 11,06
04. Jenilu 20,73 11,05
05. Leosama 37,30 19,89
06. Dualaus 17,76 9,47

Kec. Kakuluk Mesak 187,54 100,00

Sumber : Potensi Desa (PODES) 2008, BPS


Source : PODES 2008, BPS

22 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


GEOGRAFI / GEOGRAPHY

Tabel / Table 1.17


Luas wilayah Kecamatan Nanaet Dubesi Menurut Desa
Area District of Tasifeto Barat by Village
2008

Luas
Desa Persentase
Area
Village Percentage
(Km2)

(1) (2) (3)

01. Dubesi 23,61 39,19

02. Nanaet 12,21 20,27


03. Fohoeka 12,21 20,27
04. Nanaeone 12,22 20,28

Kec. Nanaet Dubesi 60,25 100,00

Sumber : Potensi Desa (PODES) 2008, BPS


Source : PODES 2008, BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 23


GEOGRAFI / GEOGRAPHY

Tabel / Table 1.18


Luas wilayah Kecamatan Kota Atambua Menurut Desa
Area District of Kota Atambua by Village
2008

Luas
Desa Persentase
Area
Village Percentage
(Km2)

(1) (2) (3)

01. Fatubenao
10,55 42,37
02. Atambua
1,40 5,62
03. Manumutin
11,35 45,58
04. Tenukiik
1,60 6,43

Kec. Kota Atambua 24,90 100,00

Sumber : Potensi Desa (PODES) 2008, BPS


Source : PODES 2008, BPS

24 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


GEOGRAFI / GEOGRAPHY

Tabel / Table 1.19


Luas wilayah Kecamatan Atambua Barat Menurut Desa
Area District of Kota Atambua by Village
2008

Luas
Desa Persentase
Area
Village Percentage
(Km2)

(1) (2) (3)

01. Beirafu
0,63 4,05
02. Berdao
0,62 3,99
03. Tulamalae
2,38 15,31
04. Umanen
11,92 76,66

Kec. Atambua Barat 15,55 100,00

Sumber : Potensi Desa (PODES) 2008, BPS


Source : PODES 2008, BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 25


GEOGRAFI / GEOGRAPHY

Tabel / Table 1.20


Luas wilayah Kecamatan Atambua Selatan Menurut Desa
Area District of Kota Atambua by Village
2008

Luas
Desa Persentase
Area
Village Percentage
(Km2)

(1) (2) (3)

01. Fatukbot 5,80 36,87

02. L i d a k 3,21 20,41


03. Manuaman 3,52 22,38
04. Rinbesi 3,20 20,34

Kec. Atambua Selatan 15,73 100,00

Sumber : Potensi Desa (PODES) 2008, BPS


Source : PODES 2008, BPS

26 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


GEOGRAFI / GEOGRAPHY

Tabel / Table 1.21


Luas wilayah Kecamatan Tasifeto Timur Menurut Desa
Area District of Tasifeto Timur by Village
2008

Luas
Desa Persentase
Area
Village Percentage
(Km2)

(1) (2) (3)

01. Fatuba'a 34,00 16,09


02. Dafala 19,70 9,32
03. Takirin 9,30 4,40
04. Manleten 35,40 16,75
05. Umaklaran 13,30 6,29
06. Tulakadi 15,95 7,55
07. Silawan 30,00 14,19
08. S a d i 18,00 8,52
09. Sarabau 6,56 3,10
10. B a u h o 14,40 6,81
11. Halimodok 4,76 2,25
12. Tialai 10,00 4,73

Kec. Tasifeto Timur 211,37 100,00

Sumber : Potensi Desa (PODES) 2008, BPS


Source : PODES 2008, BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 27


GEOGRAFI / GEOGRAPHY

Tabel / Table 1.22


Luas wilayah Kecamatan Raihat Menurut Desa
Area District of Rinhat by Village
2008

Luas
Desa Persentase
Area
Village Percentage
(Km2)

(1) (2) (3)

01. Asumanu 22,95 26,32


02. T o h e 16,55 18,98
03. Raifatus 8,40 9,63
04. Aitoun 14,40 16,51
05. Maumutin 9,56 10,96
06. Toheleten 15,34 17,59

Kec. Raihat 87,20 100,00

Sumber : Potensi Desa (PODES) 2008, BPS


Source : PODES 2008, BPS

28 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


GEOGRAFI / GEOGRAPHY

Tabel / Table 1.23


Luas wilayah Kecamatan Lasiolat Menurut Desa
Area District of Lasiolat by Village
2008

Luas
Desa Persentase
Area
Village Percentage
(Km2)

(1) (2) (3)

01. Lasiolat 9,20 14,27


02. Maneikun 9,10 14,11
03. Fatulotu 9,25 14,35
04. Lakanmau 9,00 13,96
05. Raiulun 9,00 13,96
06. Dualasi 9,00 13,96
07. Baudauk 9,93 15,40

Kec. Lasiolat 64,48 100,00

Sumber : Potensi Desa (PODES) 2008, BPS


Source : PODES 2008, BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 29


GEOGRAFI / GEOGRAPHY

Tabel / Table 1.24


Luas wilayah Kecamatan Lamaknen Menurut Desa
Area District of Lamaknen by Village
2008

Luas
Desa Persentase
Area
Village Percentage
(Km2)

(1) (2) (3)

01. Maudemu 17,00 16,05


02. D i r u n 15,40 14,54
03. Leowalu 6,28 5,93
04. Duarato 3,42 3,23
05. F u l u r 9,64 9,10
06. K e w a r 21,64 20,43
07. Mahuitas 9,10 8,59
08. M a k i r 14,09 13,31
09. Lamaksenulu 9,33 8,81

Kec. Lamaknen 105,90 100,00

Sumber : Potensi Desa (PODES) 2008, BPS


Source : PODES 2008, BPS

30 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


GEOGRAFI / GEOGRAPHY

Tabel / Table 1.25


Luas wilayah Kecamatan Lamaknen Selatan Menurut Desa
Area District of Lamaknen by Village
2008

Luas
Desa Persentase
Area
Village Percentage
(Km2)

(1) (2) (3)

01. Debululik 12,00 11,07


02. Lutarato 15,00 13,84
03. H e n e s 6,22 5,74
04. Lakmaras 21,39 19,73
05. Nualain 11,82 10,90
06. E k i n 4,94 4,56
07. Loonuna 30,04 27,71
08. Sisi Fatuberal 7,00 6,46

Kec. Lamaknen Selatan 108,41 100,00

Sumber : Potensi Desa (PODES) 2008, BPS


Source : PODES 2008, BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 31


GEOGRAFI / GEOGRAPHY

Tabel /
Banyaknya Hari Hujan di Kabupaten
Numbers of Day of Rain in Regency
2 0

Kecamatan Januari Pebruari Maret April Mei Juni


District January February March April May June

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

01. Malaka Barat 14 9 20 10 19 9


02. Rinhat 17 12 15 15 3 18
03. Wewiku - - 14 9 - -
04. Weliman 8 13 17 15 10
05. Malaka Tengah 7 21 12 10 6 4

06. Sasita Mean*) 12 8 11 5 6 6


07. Malaka Timur**) - - - - - -
08. Laen Manen 8 9 14 - - -
09. Raimanuk**) - - - - - -
10. Kobalima*) 8 10 17 14 15 15
11. Tasifeto Barat*) 15 21 - - - -
12. Kakuluk Mesak 19 11 11 14 0 0

13. Kota Atambua*) - - - - - -


14. Tasifeto Timur 22 18 24 23 6 -
15. Raihat 0 0 12 0 0 0
16. Lasiolat**) - - - - - -
17. Lamaknen*) 23 13 23 11 6 0

Rata-Rata 7,29 6,90 9,05 6,00 3,38 2,48

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu


Source : Agriculture and Estate Service of Belu Regency
Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran
**) Data Tidak Tersedia

32 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


GEOGRAFI / GEOGRAPHY

Table 1.26
Belu Menurut Kecamatan Per Bulan
of Belu by District per Month
0 8
(hari)

Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah


July August September October November December Total

(8) (9) (10) (11) (12) (13) (14)

- - - - 7 8 96
3 5 - - 11 10 109
- - - - - - 23
- - - - - - 63
1 3 0 3 7 25 99

4 3 - - 9 3 67
- - - - - - 0
- - - - - - 31
- - - - - - 0
3 - - - 10 17 109
- - - - - - 36
0 0 0 0 4 4 63

- - - - 19 - 19
- - - - 4 16 113
- - - 0 0 0 12
- - - - - - 0
- - - 0 3 17 96

0,52 0,52 0,00 0,14 3,52 4,76 44,57

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 33


GEOGRAFI / GEOGRAPHY

Tabel /
Banyaknya Curah Hujan di Kabupaten
Rainfall in Regency
2 0

Kecamatan Januari Pebruari Maret April Mei Juni


District January February March April May June

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

01. Malaka Barat 236 110 477 60 233 33


02. Rinhat 430 154 383 218 38 149
03. Wewiku**) - - 3008 1059 - -
04. Weliman 149 168 382 145 107 -
05. Malaka Tengah 159 320 165 127 47 255

06. Sasita Mean*) 81 105 158 26 7 13


07. Malaka Timur**) - - - - - -
08. Laen Manen 495 780 2380 - - -
09. Raimanuk**) - - - - - -
10. Kobalima*) 46 61 153 158 106 465
11. Tasifeto Barat*) 231 292 - - - -
12. Kakuluk Mesak 305 191 - - - -

13. Kota Atambua*) - - - - - -


14. Tasifeto Timur 553 450 270 250 65 -
15. Raihat - - - - - -
16. Lasiolat**) - - - - - -
17. Lamaknen*) - - - - - -

Rata-Rata 127,86 125,29 351,24 97,29 28,71 43,57

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu


Source : Agriculture and Estate Service of Belu Regency
Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran
**) Data Tidak Tersedia

34 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


GEOGRAFI / GEOGRAPHY

Table 1.27
Belu Menurut Kecamatan Per Bulan
of Belu by District per Month
0 8
(mm)

Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah


July August September October November December Total

(8) (9) (10) (11) (12) (13) (14)

- - - - 255 116 1 520


14 12 - - 196 221 1 815
- - - - - - 4 067
- - - - - - 951
10 17 - 27 311 220 1 658

33 12 - - 150 156 741


- - - - - - 0
- - - - - - 3 655
- - - - - - 0
12 - - - 186 137 1 324
- - - - - - 523
- - - - - - 496

- - - - - - 0
- - - - 73 524 2 185
- - - - - - 0
- - - - - - 0
- - - - - - 0

3,29 1,95 0.00 1,29 55,76 65,43 901,67

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 35


GEOGRAFI / GEOGRAPHY

Tabel / Table 1.28


Nama dan Panjang Sungai Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu
Name and Length of Rivers by District in Regency of Belu

Panjang Sungai
Kecamatan Nama Sungai
Length of Rivers
District Name of Rivers
(Km)
(1) (2) (3)

1. Malaka Barat Benenai 100


Delek 15

2. Malaka Tengah Baen 30


Wedik 10

3. Malaka Timur Talimetan 8


Motahoar 7

4. Tasifeto Barat Buik 40


Luradik 10

5. Tasifeto Timur Baukama 45


Baukoek 10
Motamuru 15

6. Lamaknen Welulik 18
Malibaka 50

7. Kota Atambua Talau 50

Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu

36 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


BAB / CHAPTER
2
Pemerintahan
Government
PEMERINTAHAN / GOVERNMENT

Pemerintahan
Kabupaten Belu berdiri pada tanggal 20 Desember 1958 dengan Atambua
sebagai ibukota kabupaten. Saat ini wilayah Kabupaten Belu terdiri atas 24
kecamatan, yaitu :

1. Kecamatan Malaka Barat 13. Kecamatan Kobalima Timur


2. Kecamatan Rinhat 14. Kecamatan Tasifeto Barat
3. Kecamatan Wewiku 15. Kecamatan Nanaet Dubesi
4. Kecamatan Weliman 16. Kecamatan Kakuluk Mesak
5. Kecamatan Malaka Tengah 17. Kecamatan Kota Atambua
6. Kecamatan Sasita Mean 18. Kecamatan Atambua Barat
7. Kecamatan Botin Leobele 19. Kecamatan Atambua Selatan
8. Kecamatan Io Kufeu 20. Kecamatan Tasifeto Timur
9. Kecamatan Malaka Timur 21. Kecamatan Raihat
10. Kecamatan Laenmanen 22. Kecamatan Lasiolat
11. Kecamatan Raimanuk 23. Kecamatan Lamaknen
12. Kecamatan Kobalima 24. Kecamatan Lamaknen Selatan

Menurut data dari Bagian Pemerintahan Desa pada Kantor Bupati Belu hingga
awal tahun 2009 terdapat 208 desa/kelurahan di Kabupaten Belu yang terdiri
dari 196 desa dan 12 kelurahan, dimana semuanya telah berstatus definitif.

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 39


PEMERINTAHAN / GOVERNMENT

Gambar 2.1. Persentase Jumlah Desa Menurut Klasifikasi Desa


di Kabupaten Belu Tahun 2008

Swakarya
76.92%

Swadaya
16.35%

Swasembada
6.73%

Sumber : PMD

Gambar 2.2. Jumlah Wilayah Administrasi Setingkat Desa Menurut Kecamatan di


Kabupaten Belu Tahun 2008

20
18
16
14
12
10
8
6
4
2
0
010 011 012 013 020 021 022 023 030 031 032 040 041 050 051 052 060 061 062 070 071 072 080 081

Sumber : Bagian Pemerintahan Desa

40 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PEMERINTAHAN / GOVERNMENT

Tabel / Table 2.1


Banyaknya Desa/Kelurahan Menurut Kecamatan
Numbers Villages by District
2008
Desa / Kelurahan
Village
Kecamatan UPT
Regency Definitif Persiapan Pre- Pre- Jumlah
Definitive village transmi- Total
gration village
(1) (2) (3) (4) (5)
01. Malaka Barat 16 - - 16
02. Rinhat 20 - - 20
03. Wewiku 12 - - 12
04. Weliman 14 - - 14
05. Malaka Tengah 17 - - 17
06. Sasita Mean 9 - - 9
07. Botin Leobele 5 - - 5
08. Io Kufeu 7 - - 7
09. Malaka Timur 6 - - 6
10. Laen Manen 9 - - 9
11. Raimanuk 9 - - 9
12. Kobalima 8 - - 8
13. Kobalima Timur 4 - - 4
14. Tasifeto Barat 8 - - 8
15. Kakuluk Mesak 6 - - 6
16. Nanaet Dubesi 4 - - 4
17. Kota Atambua 4 - - 4
18. Atambua Selatan 4 - - 4
19. Atambua Barat 4 - - 4
20. Tasifeto Timur 12 - - 12
21. Raihat 6 - - 6
22. Lasiolat 7 - - 7
23. Lamaknen 9 - - 9
24. Lamaknen Selatan 8 - - 8
Kabupaten Belu 208 - - 208
Sumber : Bagian Pemerintahan Desa, Kantor Bupati Belu

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 41


PEMERINTAHAN / GOVERNMENT

Tabel / Table 2.2


Banyaknya Satuan Lingkungan Setempat Menurut Kecamatan
2008

Kecamatan
Dusun/Lingkungan Rukun Tetangga (RT)
District
(1) (2) (3)
01. Malaka Barat 82 214
02. Rinhat 119 215
03. Wewiku 66 211
04. Weliman 88 188
05. Malaka Tengah 98 332
06. Sasita Mean 49 93
07. Botin Leobele 30 57
08. Io Kufeu 45 87
09. Malaka Timur 46 109
10. Laen Manen 66 126
11. Raimanuk 78 140
12. Kobalima 48 119
13. Kobalima Timur 23 50
14. Tasifeto Barat 59 177
15. Kakuluk Mesak 35 90
16. Nanaet Dubesi 20 40
17. Kota Atambua 9 110
18. Atambua Selatan 9 79
19. Atambua Barat 8 90
20. Tasifeto Timur 58 175
21. Raihat 31 91
22. Lasiolat 25 70
23. Lamaknen 43 103
24. Lamaknen Selatan 39 109
Kabupaten Belu 1,174 3,075
Sumber : Potensi Desa (PODES) 2008, BPS
Source : PODES 2008, BPS

42 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PEMERINTAHAN / GOVERNMENT

Tabel / Table 2.3


Banyaknya Desa/Kelurahan dan Tingkat perkembangan Desa/Kelurahan
Menurut Kecamatan
Numbers of Villages and Supporting level by District
2008

Perkotaan Pedesaan Jumlah Desa/


Kecamatan Swakarya Swa- Swakarya Swa- Kelurahan
Swa- Swa-
District Self sembada Self sembada Numbers
daya daya
Deve- Sup- Deve- Sup- of Villages
loping porting loping porting
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

01. Malaka Barat - - - 5 10 1 16


02. Rinhat - - - 7 13 - 20
03. Wewiku - - - 3 9 - 12
04. Weliman - - - 3 11 - 14
05. Malaka Tengah - - - 5 10 2 17
06. Sasita Mean - - - 3 5 1 9
07. Botin Leobele - - - 2 3 - 5
08. Io Kufeu - - - 3 4 - 7

09. Malaka Timur - - - - 6 - 6


10. Laen Manen - - - 2 7 - 9
11. Raimanuk - - - 1 7 1 9
12. Kobalima - - - - 7 1 8
13. Kobalima Timur - - - - 4 - 4
14. Tasifeto Barat - - - - 8 - 8
15. Kakuluk Mesak - - - - 6 - 6
16. Nanaet Dubesi - - - - 4 - 4

17. Kota Atambua - 2 2 - - - 4


18. Atambua Selatan - 2 2 - - - 4
19. Atambua Barat - 1 3 - - - 4
20. Tasifeto Timur - - - - 11 1 12
21. Raihat - - - - 6 - 6
22. Lasiolat - - - - 7 - 7
23. Lamaknen - - - - 9 - 9
24. Lamaknen Selatan - - - - 8 - 8

Kabupaten Belu - 5 7 34 155 7 208


Sumber : PMD
Source : PMD

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 43


PEMERINTAHAN / GOVERNMENT

Tabel / Table 2.4


Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah, Pusat dan BUMN/BUMD
Menurut Jenis Kelamin dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu
2008

Pegawai sipil
Pegawai BUMN/ Honorer/
pusat Jumlah
Kantor/Dinas/Instansi Sipil Daerah BUMD Kontrak/PTT
dipekerjakan
L P L P L P L P L P
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)
01. Sekretariat Daerah* 185 100 - - - - - - 185 100
02. Kecamatan
a. Malaka Barat 16 4 - - - - - - 16 4
b. Rinhat* 19 2 - - - - - - 19 2
c. Wewiku 7 1 - - - - - - 7 1
d. Weliman 20 3 - - - - - - 20 3
e. Malaka Tengah* 44 16 - - - - - - 44 16
f. Sasita Mean 16 1 - - - - - - 16 1
g. Io Kufeu 4 1 - - - - - - 4 1
h. Malaka Timur 28 4 - - - - - - 28 4
i. Laen Manen 10 3 - - - - - - 10 3
j. Raimanuk* 10 3 - - - - - - 10 3
k. Kobalima 35 12 - - - - - - 35 12
l. Kobalima Timur 7 2 - - - - - - 7 2
m. Tasifeto Barat 28 10 - - - - - - 28 10
n. Kakuluk Mesak 39 7 - - - - - - 39 7
o. Nanaet Dubesi 8 - - - - - - - 8 -
p. Kota Atambua 14 8 - - - - - - 14 8
q. Atambua Barat 8 5 - - - - - - 8 5
r. Tasifeto Timur* 19 3 - - - - - - 19 3
s. Raihat 21 1 - - - - - - 21 1
t. Lasiolat* 22 6 - - - - - - 22 6
u. Lamaknen 11 2 - - - - - - 11 2
v. Lamaknen Selatan 7 - - - - - - - 7 -
03. Kelurahan
a. Atambua 7 1 - - - - - - 7 1
b. Tenukiik 6 9 - - - - - - 6 9
c. Manuaman 6 5 - - - - - - 6 5
d. Manumutin 16 5 - - - - - - 16 5
e. Tulamalae 11 5 - - - - - - 11 5
f. Bardao 11 4 - - - - - - 11 4
g. Beirafu 6 5 - - - - - - 6 5
h. Lidak* 12 5 - - - - - - 12 5
i. Umanen 9 2 - - - - - - 9 2
Jumlah I 662 235 - - - - - - 662 235

44 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PEMERINTAHAN / GOVERNMENT

Lanjutan / Continued Tabel 2.4

Pegawai sipil
Pegawai Sipil BUMN/ Honorer/
pusat Jumlah
Kantor/Dinas/Instansi Daerah BUMD Kontrak/PTT
dipekerjakan
L P L P L P L P L P
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)
j. Fatubenao 6 8 - - - - - - 6 8
k. Fatukbot* 14 7 - - - - - - 14 7
l. Rinbesi 6 7 - - - - - - 6 7
Sekretariat DPRD 38 27 - - - - - - 38 27
Kejaksaan Negeri - - 25 8 - - - - 25 8
Pengadilan Negeri - - 27 12 - - 7 - 34 12
Departemen Agama * - - 108 85 - - 3 - 111 85
Pengadilan Agama - - 16 1 - - 5 - 21 1
BPN * - - 34 7 - - - - 34 7
BPS - - 20 6 - - - - 20 6
Lembaga
1 - 45 11 - - - - 46 11
Pemasyarakatan
KPPN - - 26 1 - - 4 1 30 2
PNS Polri - - 21 5 - - - - 21 5
PNS Kodim - - 208 8 - - - - 208 8
Bandara Udara
- - 8 - - - 3 - 11 -
Haliwen*
Pengelolaan Pajak
- - 4 - - - 3 1 7 1
Atambua*
Imigrasi - - 31 3 - - - - 31 3
Badan Pengawas 42 10 - - - - - - 42 10
Badan Kesbanglinmas 37 9 - - - - - - 37 9
Bappeda 63 11 - - - - - - 63 11
Bapedalda* 22 13 - - - - - - 22 13
Badan Kepegawaian 33 31 - - - - - - 33 31
Badan PMD 13 6 - - - - - - 13 6
Dinas Kimpraswil 159 15 - - - - - - 159 15
Dinas Infokom* 41 17 - - - - - - 41 17
Dinas Perindustrian
66 13 - - - - - - 66 13
&Perdagangan
Dinas Pendaftaran
38 21 - - - - - - 38 21
Penduduk
Jumlah II 579 195 573 147 - - 25 2 1 177 344

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 45


PEMERINTAHAN / GOVERNMENT

Lanjutan / Continued Tabel 2.4

Pegawai sipil
Pegawai BUMN/ Honorer/
pusat Jumlah
Kantor/Dinas/Instansi Sipil Daerah BUMD Kontrak/PTT
dipekerjakan
L P L P L P L P L P
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)

Dinas Kebudayaan dan


31 13 - - - - - - 31 13
Pariwisata
Dinas Pendidikan 97 16 - - - - - - 97 16
Dinas Pendidikan (Guru)* 1 950 1 863 - - - - - - 1 950 1 863
Dinas Kesehatan 227 240 - - - - - - 227 240
Dinas Nakertrans 79 24 - - - - - - 79 24
Dinas Pendapatan Daerah 61 22 - - - - - - 61 22
Dinas Kehutanan 100 23 - - - - - - 100 23
Dinas Keluarga Berencana* 98 30 - - - - - - 98 30
Dinas Perhubungan 119 24 - - - - - - 119 24
Dinas Pertanian &
121 29 - - - - - - 121 29
Perkebunan
Dinas Perikanan &
52 25 - - - - - - 52 25
Kelautan
Dinas Pertambangan &
48 9 - - - - - - 48 9
Energi
Dinas Peternakan 73 35 - - - - - - 73 35
Dinas Koperasi PK&M* 38 6 - - - - - - 38 6
Dinas Kesejahteraan Sosial* 22 7 - - - - - - 22 7
Dinas Kebersihan &
35 25 - - - - - - 35 25
Pertamanan*
Kantor Satpol Pamong
53 6 - - - - - - 53 6
Praja
Kantor Arsip Daerah* 11 8 - - - - - - 11 8
Kantor Ketahanan Pangan 46 10 - - - - - - 46 10
Kantor Perpustakaan 45 20 - - - - - - 45 20
Kantor PDE* 10 8 - - - - - - 10 8
PD. Belu Bhakti* 9 3 - - - - - - 9 3
PDAM* 2 5 - - - - - - 2 5
Jumlah III 3 327 2 451 - - - - - - 3 327 2 451

46 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PEMERINTAHAN / GOVERNMENT

Lanjutan / Continued Tabel 2.4

Pegawai sipil
Pegawai Sipil BUMN/ Honorer/
pusat Jumlah
Kantor/Dinas/Instansi Daerah BUMD Kontrak/PTT
dipekerjakan
L P L P L P L P L P
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)

RSUD Atambua 85 121 - - - - - - 85 121


Akademi Perawat* 18 4 - - - - - - 18 4
Sekretariat KPU* 12 5 - - - - - - 12 5
BRI - - - - 31 9 14 4 45 13
BPD Betun - - - - 7 - 13 2 20 2
BPD Capem Atapupu - - - - 2 4 7 - 9 4
PLN - - - - 24 1 - - 24 1
Telkom* - - - - 4 - 9 6 13 6
Pos & Giro - - - - 21 1 5 2 26 3
Pegadaian Ps. Baru - - - - 6 4 - - 6 4
Pegadaian Atambua - - - - 6 - - - 6 -
Pegadaian Betun* - - - - 3 2 3 - 6 2
Asuransi Jiwa Sraya - - - - - 1 6 5 6 6
Asuransi Bumi Putra - - - - 3 3 17 35 20 38
Perum Dolog Atambua - - - - 17 - 8 - 25 -
Bank Mandiri - - - - 2 1 8 4 10 5
BNI - - - - 4 2 4 - 8 2
Jumlah IV 115 130 - - 130 22 98 58 329 216

Jumlah I+II+III+IV 4 683 3 011 573 147 130 22 123 60 5 495 3 246

Sumber : BKD dan masing-masing Instansi, Badan, Kantor BUMN/BUMD

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 47


PEMERINTAHAN / GOVERNMENT

Tabel / Table 2.5


Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah, Pusat dan BUMN/BUMD
Menurut Golongan dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu
2008

Golongan BUMN/ Honorer/ Jumlah


BUMD Kontrak/PTT
Kantor/Dinas/Instansi
I II III IV L P L P L P
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)
01. Sekretariat Daerah* 16 164 91 14 - - - - 185 100
02. Kecamatan
a. Malaka Barat 4 10 4 2 - - - - 18 2
b. Rinhat* 3 10 8 - - - - - 19 2
c. Wewiku - 5 3 - - - - - 8 -
d. Weliman 2 12 9 - - - - - 17 6
e. Malaka Tengah* 8 34 18 - - - - - 44 16
f. Sasita Mean 1 7 9 - - - - - 16 1
g. Io Kufeu 1 2 2 - - - - - 4 1
h. Malaka Timur 2 17 13 - - - - - 28 4
i. Laen Manen - 3 10 - - - - - 10 3
j. Raimanuk* - 5 8 - - - - - 10 3
k. Kobalima 17 27 3 - - - - - 35 12
l. Kobalima Timur 1 4 4 - - - - - 7 2
m. Tasifeto Barat 1 26 11 - - - - - 28 10
n. Kakuluk Mesak 6 26 14 - - - - - 39 7
o. Nanaet Dubesi - 2 6 - - - - - 7 1
p. Kota Atambua 1 11 10 - - - - - 14 8
q. Atambua Barat 1 8 4 - - - - - 8 5
r. Tasifeto Timur* 1 12 9 - - - - - 19 3
s. Raihat 2 12 8 - - - - - 21 1
t. Lasiolat* - 15 13 - - - - - 22 6
u. Lamaknen - 3 10 - - - - - 10 3
v. Lamaknen Selatan - - 7 - - - - - 7 -
03. Kelurahan
a. Kota Atambua - 2 5 1 - - - - 8 -
b. Tenukiik - 8 7 - - - - - 10 5
c. Manuaman - 3 8 - - - - - 6 5
d. Manumutin 5 9 7 - - - - - 14 7
e. Tulamalae 1 8 7 - - - - - 11 5
f. Bardao 1 7 7 - - - - - 11 4
g. Beirafu - 2 9 - - - - - 6 5
h. Lidak* 2 8 7 - - - - - 12 5
i. Umanen - 3 8 - - - - - 9 2
Jumlah I 76 465 339 17 - - - - 662 235

48 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PEMERINTAHAN / GOVERNMENT

Lanjutan / Continued Tabel 2.5

BUMN/ Honorer/
Golongan Jumlah
Kantor/Dinas/Instansi BUMD Kontrak/PTT
I II III IV L P L P L P
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)
j. Fatubenao - 6 8 - - - - - 6 8
k. Fatukbot* 2 11 8 - - - - - 14 7
l. Rinbesi - 6 7 - - - - - 6 7
Sekretariat DPRD 16 29 16 4 - - - - 38 27
Kejaksaan Negeri - 17 15 1 - - - - 25 8
Pengadilan Negeri 1 12 22 4 - - 7 - 34 12
Departemen Agama* - 114 77 2 - - 3 - 111 85
Pengadilan Agama - 3 12 2 - - 5 - 21 1
BPN* - 9 31 1 - - - - 34 7
BPS - 9 16 1 - - - - 20 6
Lembaga
- 35 21 1 - - - - 46 11
Pemasyarakatan
KPPN - 16 11 - - - 4 1 30 2
PNS Polri 12 9 5 - - - - - 21 5
PNS Kodim 173 43 - - - - - - 208 8
Bandara Udara Haliwen* 4 2 2 - - - 3 - 11 -
Pengelolaan Pajak
- 2 2 - - - 3 1 7 1
Atambua*
Imigrasi - 23 11 - - - - - 31 3
Badan Pengawas* 2 13 28 9 - - - - 42 10
Badan Kesbanglinmas* - 29 10 7 - - - - 37 9
Bappeda* - 48 21 5 - - - - 63 11
Bapedalda 4 11 18 2 - - - - 22 13
Badan Kepegawaian 1 43 15 5 - - - - 33 31
Badan PMD - 12 6 1 - - - - 13 6
Dinas Kimpraswil 38 65 61 10 - - - - 159 15
Dinas Infokom* 3 30 20 5 - - - - 41 17
Dinas Perindustrian
2 42 28 7 - - - - 66 13
&Perdagangan
Dinas Pendaftaran
- 34 20 5 - - - - 38 21
Penduduk
Jumlah II 258 673 491 72 - - 25 2 1 177 344

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 49


PEMERINTAHAN / GOVERNMENT

Lanjutan / Continued Tabel 2.5

BUMN/ Honorer/
Golongan Jumlah
Kantor/Dinas/Instansi BUMD Kontrak/PTT
I II III IV L P L P L P
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)

Dinas Kebudayaan dan


1 21 19 3 - - - - 31 13
Pariwisata
Dinas Pendidikan 2 60 39 12 - - - - 97 16
Dinas Pendidikan (Guru) 69 1 343 2 134 267 - - - - 1 950 1 863
Dinas Kesehatan 10 241 208 8 - - - - 227 240
Dinas Nakertrans - 66 28 9 - - - - 79 24
Dinas Pendapatan Daerah 2 42 33 6 - - - - 61 22
Dinas Kehutanan 1 75 43 4 - - - - 100 23
Dinas Keluarga Berencana* - 48 74 6 - - - - 98 30
Dinas Perhubungan 4 75 57 7 - - - - 119 24
Dinas Pertanian &
6 76 61 7 - - - - 121 29
Perkebunan
Dinas Perikanan &
1 44 25 7 - - - - 52 25
Kelautan
Dinas Pertambangan &
1 31 19 6 - - - - 48 9
Energi
Dinas Peternakan* 2 59 42 5 - - - - 73 35
Dinas Koperasi PK&M - 18 22 4 - - - - 38 6
Dinas Kesejahteraan Sosial* - 15 9 5 - - - - 22 7
Dinas Kebersihan &
7 36 14 3 - - - - 35 25
Pertamanan*
Kantor Satpol Pamong
4 44 10 1 - - - - 53 6
Praja
Kantor Arsip Daerah* 1 11 6 1 - - - - 11 8
Kantor Ketahanan Pangan 1 25 25 5 - - - - 46 10
Kantor Perpustakaan 2 30 26 7 - - - - 45 20
Kantor PDE* - 10 7 1 - - - - 10 8
PD. Belu Bhakti* 2 8 2 - - - - - 9 3
PDAM* - 4 3 - - - - - 2 5
Jumlah III 116 2 382 2 906 374 - - - - 3 327 2 451

50 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PEMERINTAHAN / GOVERNMENT

Lanjutan / Continued Tabel 2.5

BUMN/ Honorer/
Golongan Jumlah
Kantor/Dinas/Instansi BUMD Kontrak/PTT
I II III IV L P L P L P
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)

RSUD Atambua 6 8 173 19 - - - - 85 121


Akademi Perawat 1 7 13 1 - - - - 18 4
Sekretariat KPU 2 7 6 2 - - - - 12 5
BRI - - - - 31 9 14 4 45 13
BPD Betun - - - - 7 - 13 2 20 2
BPD Capem Atapupu - - - - 2 4 7 - 9 4
PLN - - - - 24 1 - - 24 1
Telkom* - - - - 4 - 9 6 13 6
Pos & Giro - - - - 21 1 5 2 26 3
Pegadaian Ps. Baru - - - - 6 - 4 - 6 4
Pegadaian Atambua - - - - 6 - - - 6 -
Pegadaian Betun* - - - - 3 2 3 - 6 2
Asuransi Jiwa Sraya - - - - - 1 6 5 6 6
Asuransi Bumi Putra* - - - - 2 2 22 32 20 38
Perum Dolog Atambua - - - - 17 - 8 - 25 -
Bank Mandiri - - - - 2 1 8 4 10 5
BNI - - - - 4 2 4 - 8 2
Jumlah IV 9 22 192 22 129 23 103 55 339 216

Jumlah I+II+III+IV 459 3 542 3 928 485 129 23 128 57 5 505 3 246

Sumber : BKD dan masing-masing Instansi, Badan, Kantor BUMN/BUMD

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 51


PEMERINTAHAN / GOVERNMENT

Tabel / Table 2.6


Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah, Pusat dan BUMN/BUMD
Menurut Tingkat Pendidikan dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu
2008

Tingkat Pendidikan Honorer/


Kantor/Dinas/Instansi Kontrak/ Jumlah
SD SLTP SLTA D1-D3 S1 S2 PTT
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
01. Sekretariat Daerah* 36 32 185 25 6 1 - 285
02. Kecamatan
a. Malaka Barat 1 3 12 2 2 - - 20
b. Rinhat* 1 2 13 2 3 - - 21
c. Wewiku - - 4 1 3 - - 8
d. Weliman 4 2 14 1 2 - - 23
e. Malaka Tengah* 20 6 28 3 3 - - 60
f. Sasita Mean 1 2 11 - 2 1 - 17
g. Io Kufeu - - - 1 4 - - 5
h. Malaka Timur - 9 20 - 3 - - 32
i. Laen Manen - - 10 - 3 - - 13
j. Raimanuk* 1 1 7 - 4 - - 13
k. Kobalima 9 7 26 1 3 1 - 47
l. Kobalima Timur - 2 4 - 3 - - 9
m. Tasifeto Barat * 5 9 17 2 5 - - 38
n. Nanaet Dubesi - 1 4 - 3 - - 11
o. Kakuluk Mesak 11 3 28 2 1 1 - 46
p. Kota Atambua 2 - 11 - 9 - - 22
q. Atambua Barat 2 - 5 - 5 1 - 13
r. Tasifeto Timur* 4 2 8 3 5 - - 22
s. Raihat 5 3 14 - - - - 22
t. Lasiolat* 3 4 16 - 5 - - 28
u. Lamaknen 2 2 6 1 2 - - 13
v. Lamaknen Selatan - - 4 - 3 - - 7
03. Kelurahan
a. Kota Atambua 2 - 2 - 4 - - 8
b. Tenukiik 1 - 10 - 4 - - 15
c. Manuaman - - 5 1 5 - - 11
d. Manumutin 9 4 3 1 4 - - 21
e. Tulamalae 3 2 6 - 5 - - 16
f. Bardao 6 - 5 - 2 - - 15
g. Beirafu - - 5 - 6 - - 11
h. Lidak* 5 2 7 - 3 - - 17
i. Umanen 1 - 4 - 5 1 - 11
Jumlah I 134 98 494 46 117 6 0 897

52 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PEMERINTAHAN / GOVERNMENT

Lanjutan / Continued Tabel 2.6

Tingkat Pendidikan Honorer/


Kantor/Dinas/Instansi Kontrak/ Jumlah
SD SLTP SLTA D1-D3 S1 S2 PTT
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
j. Fatubenao 1 5 4 - 4 - - 14
k. Fatukbot* 5 1 12 1 2 - - 21
l. Rinbesi 2 2 4 1 3 1 - 13
Sekretariat DPRD 7 8 35 - 15 - - 65
Kejaksaan Negeri 3 - 18 - 12 - - 33
Pengadilan Negeri - 1 25 1 18 1 - 46
Departemen Agama * 1 1 54 61 75 1 3 196
Pengadilan Agama - - 2 - 11 4 5 22
BPN * 1 1 30 1 8 - - 41
BPS - - 17 1 8 - - 26
Lembaga
Pemasyarakatan 1 3 36 - 17 - - 57
KPPN - - 17 10 4 1 - 32
PNS Polri 8 5 12 - 1 - - 26
PNS Kodim 182 23 11 - - - - 216
Bandara Udara Haliwen* - 4 3 1 - - 3 11
Pengelolaan Pajak
Atambua* 1 - 2 - 1 - 4 8
Imigrasi - - 26 1 7 - - 34
Badan Pengawas* 7 2 27 4 12 - - 52
Badan Kesbanglinmas 1 1 27 2 14 1 - 46
Bappeda* 1 3 35 6 26 3 - 74
Bapedalda 7 5 12 1 10 - - 35
Badan Kepegawaian 2 1 45 5 9 2 - 64
Badan PMD - - 13 2 3 1 - 19
Dinas Kimpraswil 35 14 79 11 34 1 - 174
Dinas Infokom 13 14 13 6 11 1 - 58
Dinas Perindustrian
&Perdagangan 4 3 56 2 13 1 - 79
Dinas Pendaftaran
Penduduk* 4 1 41 2 11 - - 59
Jumlah II 286 98 656 119 329 18 15 1 521

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 53


PEMERINTAHAN / GOVERNMENT

Lanjutan / Continued Tabel 2.6

Tingkat Pendidikan Honorer/


Kantor/Dinas/Instansi Kontrak/ Jumlah
SD SLTP SLTA D1-D3 S1 S2 PTT
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
Dinas Kebudayaan dan
1 1 26 4 11 1 - 44
Pariwisata
Dinas Pendidikan 2 8 71 9 22 1 - 113
Dinas Pendidikan
- - 1 211 851 1 751 - - 3 813
(Guru)*
Dinas Kesehatan* 19 54 295 68 27 4 - 467
Dinas Nakertrans 2 2 73 4 20 2 - 103
Dinas Pendapatan
4 3 55 2 17 2 - 83
Daerah
Dinas Kehutanan 13 4 80 1 24 1 - 123
Dinas Keluarga
1 7 76 6 38 - 128
Berencana*
Dinas Perhubungan* 12 7 109 6 9 - 143
Dinas Pertanian &
13 17 47 22 50 1 - 150
Perkebunan*
Dinas Perikanan &
6 - 46 5 19 1 - 77
Kelautan
Dinas Pertambangan &
4 3 34 - 13 3 - 57
Energi
Dinas Peternakan* 7 3 64 10 23 1 - 108
Dinas Koperasi PK&M 1 - 24 4 14 1 - 44
Dinas Kesejahteraan
1 4 17 2 5 - 29
Sosial*
Dinas Kebersihan &
13 8 30 2 7 - - 60
Pertamanan*
Kantor Satpol Pamong
3 2 45 2 7 - - 59
Praja*
Kantor Arsip Daerah* 1 2 11 2 3 - - 19
Kantor Ketahanan
1 2 43 6 4 - - 56
Pangan*
Kantor Perpustakaan 1 2 51 1 10 - - 65
Kantor PDE* 1 3 9 - 5 - - 18
PD. Belu Bhakti* 3 2 3 1 3 - - 12
PDAM* - - 6 - 1 - - 7
Jumlah III 109 134 2 426 1 008 2 083 18 - 5 778

54 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PEMERINTAHAN / GOVERNMENT

Lanjutan / Continued Tabel 2.6

Tingkat Pendidikan Honorer/


Kantor/Dinas/Instansi Kontrak/ Jumlah
SD SLTP SLTA D1-D3 S1 S2 PTT
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
RSUD Atambua* 6 8 173 19 - - - 206
Akademi Perawat* 1 1 15 4 1 - 22
Sekretariat KPU* 1 1 14 1 - - - 17
BRI* 1 1 31 3 21 1 - 58
BPD Betun - - - - 7 - 15 22
BPD Capem Atapupu - - 2 1 2 1 7 13
PLN - - 22 2 1 - - 25
Telkom* - - 3 1 - - 15 19
Pos & Giro 1 6 15 - - - 7 29
Pegadaian Ps. Baru - - 5 - 1 - 4 10
Pegadaian Atambua - - 4 - 2 - - 6
Pegadaian Betun* 1 - 4 - 3 - - 8
Asuransi Jiwa Sraya* - - 10 - 2 - - 12
Asuransi Bumi Putra - - 52 - 6 - - 58
Perum Dolog Atambua 4 - 10 1 2 - 8 25
Bank Mandiri - - - - 3 - 12 15
BNI - - 1 - 4 1 4 10
Jumlah IV 15 17 361 32 55 3 72 555

Jumlah I+II+III+IV 544 347 3 937 1 205 2 584 45 87 8 751

Sumber : BKD dan masing-masing Instansi, Badan, Kantor BUMN/BUMD

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 55


PEMERINTAHAN / GOVERNMENT

Tabel / Table 2.7


Banyaknya Pemilih menurut Partisipasi dalam Pemilu
2004 - 2009

Legislatif Presiden
Pemilih 2004 2009 2004 2009
(1) (2) (3) (4) (5)

a. Terdaftar 193 610 223 309 193 035 220 515

b. Menggunakan hak pilih 170 711 164 250 167 462 156 527

- Suara sah 153 468 154 787 167 251 147 078

- Suara tidak sah 17 243 11 704 308 11 059

c. Tidak menggunakan hak pilih 61 489 59 059 27 604 63 988

56 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PEMERINTAHAN / GOVERNMENT

Tabel / Table 2.8


Hasil Pemungutan Suara Anggota DPRD Kabupaten Belu
Dalam Pemilu Legislatif
2009

Partai Politik Jumlah Perolehan Suara

(1) (2)
1. Partai Demokrat 19 514
2. Partai Golongan Karya (Golkar) 13 202
3. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) 11 222
4. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) 10 351
5. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) 8 171
6. Partai Demokrasi Kebangsaan PDK) 7 338
7. Partai Amanat Nasional (PAN) 6 760
8. Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP) 5 025
9. Partai Pelopor 4 825
10. Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) 4 386
11. Partai Perjuangan Indonesia baru (PPIB) 4 381
12. Partai Barisan Nasional (Barnas) 4 122
13. Partai Damai Sejahtera (PDS) 3 653
14. Partai Republik Nusantara (RepublikaN) 3 522
15. Partai Karya Perjuangan (Pakar pangan) 3 415
16. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 3 269
17. Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) 3 180
18. Partai Pengusha dan Pekerja Indonesia (PPPI) 3 008
19. Partai Nasional Indonesia Marhaenisme (PNI-M) 2 981
20. Partai Pemuda Indonesia (PPI) 2 743
21. Lainnya 29 680

Total 154 748

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 57


PEMERINTAHAN / GOVERNMENT

Tabel / Table 2.9


Banyaknya Anggota DPRD Kabupaten Belu
menurut Asal Partai Politik dan Jenis Kelamin
Dalam Pemilu Legislatif
2009

Asal Partai Politik Laki-laki Perempuan Total

(1) (2) (3) (4)

1. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) 3 1 4


2. Partai Karya Peduli Bangsa 2 0 2
3. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) 2 1 3
4. Partai Barisan Nasional 1 0 1
5. Partai Amanat Nasional 3 0 3
6. Partai Perjuangan Indonesia baru (PPIB) 1 0 1
7. Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP) 0 1 1
8. Partai Karya Perjuangan (Pakar pangan) 1 0 1
9. Partai Demokrasi Kebangsaan 2 1 3
10. Partai Pelopor 1 1 2
11. Partai Golongan Karya (Golkar) 3 1 4
12. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 1 0 1
13. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) 3 0 3
14. Partai Demokrat 4 1 5
15. Partai Buruh 1 0 1

Jumlah 28 7 35

58 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


BAB / CHAPTER
3
Penduduk & Tenaga Kerja
Population & Man Power
PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER

PENDUDUK & TENAGA KERJA

PENDUDUK menjadi sumber kemiskinan dan


Tema kepedudukan selalu keterbelakangan yang tidak lain
muncul menjadi suatu juga menjadi musuh utama dari
permasalahan yang cukup menarik misi pembangunan bangsa.
dan hangat untuk diperdebatkan Dari hasil Sensus
karena mempunyai kaitan erat Penduduk, jumlah penduduk di
dengan kesejahteraan hidup Kabupaten Belu tahun 1990
manusia. Perkembangan penduduk sebanyak 216 019 jiwa dan
yang pesat tanpa diimbangi dengan meningkat menjadi 277 484 jiwa
persediaan resourses yang memadai pada tahun 2000, dengan
maka jumlah penduduk yang pertumbuhan rata–rata 2,54%.
banyak tersebut menjadi beban bagi Tingkat pertumbuhan ini sedikit
pembangunan. Sebaliknya lebih tinggi dibanding pertumbuhan
percepatan pertumbuhan penduduk 1980-1990 yang hanya 1,78%.
jauh lebih lamban dari percepatan Pada tabel 3.1.1. jumlah
peningkatan sumber daya dan penduduk Kabupaten Belu 2008
sumber dana yang ada maka dari 384 182 jiwa, dengan tingkat
penduduk yang banyak dengan kepadatan rumah tangga rata-rata 4
kualitas yang memadai akan orang dan kepadatan penduduk 157
menjadi modal pembangunan yang orang per Km².
sangat berharga. Dibandingkan tahun
Pemerintah dalam berbagai sebelumnya angka pertumbuhan
format perencanaan selalu penduduk periode 2000-2008
menempatkan masalah tergolong cukup tinggi yakni
kependudukan sebagai kerangka 4,15%. Hal ini karena selain
acuannya, karena penduduk dengan perkembangan penduduk secara
aspek kualitas dan kuantitasnya alamiah, juga diakibatkan oleh
merupakan pelaku sentral sekaligus adanya eksodus ex pengungsi
sebagi objek yang menikmati hasil- Timor Timur ke wilayah Kabupaten
hasil pembangunan secara lebih Belu yang pada Sensus Penduduk
adil dan berkeprikemanusiaan. 2000 belum terhitung.
Penduduk yang banyak dengan Faktor migrasi masuk juga
kualitas yang tinggi akan menjadi menjadi pemicu tingginya angka
asset yang berharga bagi kelancaran pertumbuhan penduduk mengingat
proses pembangunan, sedangkan kedudukan wilayah geografis
apabila sebagian besar dari mereka Kabupaten Belu yang berbatasan
berkualitas rendah tentu akan langsung dengan Negara Timor

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 61


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER

Leste akan menjadi daerah transit - Angka ketergantungan


bagi penduduk dari luar untuk (Dependency Ratio) pada
expansi usaha ke negara baru tahun 2008 adalah 79 yang
tersebut. menunjukkan bahwa setiap
Selain itu dengan adanya 100 orang penduduk usia
pergeseran paradigma Keluarga produktif harus
Berencana dari Norma Keluarga menanggung sekitar 79
Kecil Bahagia menjadi Keluarga orang yang belum atau
Berkualitas nampak disalah tafsirkan tidak produktif.
sebagai peluang untuk banyak anak
asal bisa/mampu menghidupinya. KETENAGAKERJAAN
Pada kasus ini, hidup layak sebuah
keluarga menjadi relatif dan sangat Penduduk usia kerja
tergantung pada pandangan didefinisikan sebagai penduduk
kepentingan yang bersifat subjektif. yang berumur 10 tahun keatas,
Analisis kependudukan sedangkan khusus dalam Sensus
tahun 2008 memperlihatkan Penduduk 2000 dan Sakernas 2008
indikator sebagai berikut: menggunakan konsep penduduk
- Angka sex ratio pada tahun berumur 15 tahun keatas. Mereka
2008 sebesar 100,52 terdiri dari angkatan kerja dan
menunjukkan bahwa bukan angkatan kerja.
jumlah penduduk laki-laki Proporsi penduduk yang
sedikit lebih tinggi dari tergolong angkatan kerja dikenal
penduduk perempuan dengan istilah Tingkat Partisipasi
yakni setiap 101 penduduk Angkatan Kerja ( T P A K). TPAK
laki-laki terdapat 100 orang mengkikuti pola huruf *U* terbalik.
penduduk perempuan. Angka ini rendah pada usia muda
- Dilihat dari struktur umur (usia sekolah), kemudian naik
penduduk memperlihatkan sejalan dengan kenaikan umur
bahwa sebagaian besar sampai mencapai puncaknya pada
penduduk Belu berada umur 25–29 tahun, yang
pada usia muda, dimana selanjutnya turun lagi perlahan
konstruksi piramida pada umur-umur berikutnya
penduduknya masih (antara lain karena pensiun,
berbentuk ekspansif. Dari kesehatan yang tidak
384 182 pada tahun 2008 memungkinkan dan telah mencapai
40,65%, merupakan usia tua).
penduduk usia muda yang Selama kurun waktu 2000-2008,
berumur 0 – 14 tahun. TPAK Kabupaten Belu sedikit
berfluktuasi yakni 77,64 di tahun

62 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER

2000, 61,35 pada tahun 2005, sektor pertanian di pedesaan masih


61,00 tahun 2006, tahun 2007 cukup tinggi.
68,28% dan 2008 ini bergerak Komposisi penduduk yang
turun menjadi 67,20%. Diduga bekerja pada tahun 2008
fluktuasi TPAK ini erat kaitannya memperlihatkan bahwa sebagian
dengan situasi kesulitan ekonomi besar yakni 60,09 % dari penduduk
yang dialami sebagian besar yang bekerja,mempunyai lapangan
masyarakat. Pada kondisi ekonomi pekerjaan utama di sektor
masyarakat secara umum relatif pertanian. Sementara sisanya
baik maka ada sebagian penduduk masing-masing bekerja pada sektor
usia kerja terutama ibu rumah sekunder 12,84% dan sektor tersier
tangga tidak aktif mencari nafkah. 27,07%. Bila di bandingkan dengan
Sebaliknya ketika kondisi ekonomi hasil sensus penduduk tahun 1990
tingkat rumah tangga memasuki dan 2000 di mana penduduk yang
fase kronis maka sebagian ibu bekerja di sektor pertanian masing
rumah tangga terpaksa ikut mencari masing 68,28% dan 76,15% maka
nafkah melalui usaha antara lain selama lebih dari dua dekade
kerajinan rumah tangga, terakhir ini sedikit sekali terjadi
perdagangan eceran atau sebagai transformasi tenaga kerja dari sektor
pekerja keluarga pada sektor primer ke sektor ekonomi moderen.
pertanian. Padahal kunci dari kemajuan
Angka kesempatan kerja pembangunan ekonomi terletak
merupakan perbandingan antara pada akselarasi kinerja dari sektor-
penduduk yang bekerja dengan sektor ekonomi moderen yang
angkatan kerja. Pada tahun 2008 dimanifestasikan lewat semakin
angka kesempatan kerja Kabupaten besarnya porsi tenaga kerja yang
Belu tergolong tinggi yakni 96.87%. bekerja pada sektor sekunder dan
Ini berarti angka pengangguran tersier.
terbuka pada tahun 2008 hanya Lambatnya transformasi tenaga
sebesar 3,13% atau lebih sedikit kerja ke sektor moderen sangat erat
dibanding hasil sensus SP 2000 kaitannya dengan tingkat
sebesar 7,44%. Kendatipun tingkat pendidikan pekerja. Data hasil
pengangguran terbuka relatif kecil, Sakernas 2008 memperlihatkan
namun bila dibandingkan dengan bahwa sekitar 73,10% penduduk
tingkat pendapatan perkapita yang bekerja berpendidikan paling
penduduk yang masih rendah tinggi hanya tamat Sekolah Dasar
menunjukkan bahwa sebenarnya (SD). Dengan masih rendahnya
angka setengah pengangguran dan tingkat pendidikan maka
pengangguran terselubung di kemampuan untuk mengadopsi
Kabupaten Belu terutama pada perkembangan teknologi produksi

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 63


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER

yang lebih baik maupun pikiran


kreatif untuk menyeleksi aktivitas
ekonomi yang lebih
menguntungkan menjadi relatif
terbatas.
Penyebaran penduduk
yang bekerja menurut jumlah jam
kerja selama seminggu
memperlihatkan bahwa sebagian
besar pekerja kita masih memiliki
ethos kerja yang rendah. Dari 187
820 penduduk yang bekerja pada
tahun 2008 sekitar 51,62% di
antaranya bekerja dibawah jam
kerja normal yakni rata-rata di
bawah 6 jam perhari. Penduduk
yang bekerja di atas 35 jam
perminggu atau lebih dari 7 jam
perhari sekitar 48,38%.
Untuk mengetahui tingkat
kemandirian dan kesejahteraan
pekerja dapat di amati dari status
pekerjaannya. Dari jumlah pekerja
pada tahun 2008 memperlihatkan
bahwa 20,43% (38 378 Jiwa)
diantaranya adalah pekerja
keluarga/pekerja tidak di bayar
sementara sisanya masing-masing
bekerja di bantu dengan buruh
tidak di bayar/pekerja keluarga
41,22% berusaha sendiri dan di
bantu buruh di bayar masing
masing 17,28 % dan 2,17 % buruh
karyawan 18,28 dan pekerja bebas
cuma 0.45 % .

64 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER

Gambar 3.1. Jumlah Penduduk Kabupaten Belu Tahun 1995 - 2008


384182
400000 378882
361862 371530
350000 331385324165

284074291967
300000 277137
256815
235508243236 245224
250000 231815

200000

150000

100000

50000

0
1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008

Sumber : Registrasi Penduduk 1995-2008

Gambar 3.2. Piramida Penduduk Kabupaten Belu Tahun 2008

75+
70 - 74
65 - 69 laki laki
60 - 64
perempuan
55 - 59
50 - 54
45 - 49
40 - 44
35 - 39
30 - 34
25 - 29
20 - 24
15 - 19
10 - 14
5-9
0-4

-40000 -30000 -20000 -10000 0 10000 20000 30000 40000

Kelompok Umur

Sumber : Registrasi Penduduk 2008, BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 65


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER

Gambar 3.3. Penduduk Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Tahun 2008


Lamaknen
SelatanLamaknen
Las iolat
Raihat
Tasifeto Timur
Atambua Selatan
Atambua Barat
Kota Atambua
Nanaet Dubesi
Kakuluk Mesak
Tasifeto Barat
Kobalima Timur
Kobalima
Raimanuk
Laen Manen
Malaka Timur
Io Kufeu
Io Kufeu
Sasita Mean
Malaka Tengah
Weliman
Wewiku
Rinhat
Malaka Barat

0 10000 20000 30000 40000 50000


penduduk rumah tangga
Sumber : Registrasi Penduduk 2008

Gambar 3.4. Kepadatan Penduduk per Km² di Kabupaten Belu Tahun 2008

Lamaknen
Selatan
Lamaknen
Lasiolat
Raihat
Tasifeto Timur
Atambua Selatan
Atambua Barat
Kota Atambua
Nanaet Dubesi
Kakuluk Mesak
Tasifeto Barat
Kobalima Timur
Kobalima
Raimanuk
Laen Manen
Malaka Timur
Io kufeu
Botin leobele
Sasita Mean
Malaka Tengah
Weliman
Wewiku
Rinhat
Malaka Barat
0 500 1000 1500 2000

Sumber : Registrasi Penduduk 2008

66 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER

Gambar 3.5. Persentase Wanita 10 Tahun ke Atas yang Pernah Kawin Menurut Umur
Perkawinan Pertama di Kabupaten Belu Tahun 2008
25 tahun ke 15 tahun ke
atas bawah
19 - 24 tahun 17.07% 2.32%
56.72%

16 tahun
4.47%

17 - 18 tahun
19.42%

Sumber : Susenas 2008, BPS

Gambar 3.6. Persentase Penduduk Kabupaten Belu Usia 15 Tahun Menurut Status
Pekerjaan Utamanya Tahun 2008

lain lain Berusaha


0.62% sendiri
17.28%

Pekerja tak Berusaha dg.


dibayar buruh tidak
20.43% tetap
41.22%

Buruh/
karyawan
Berusaha dg.
18.28%
buruh tetap
2.17%
Sumber : Sakernas 2008, BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 67


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER

Gambar 3.7. Persentase Penduduk Kabupaten Belu Usia 15 Tahun Menurut Jumlah Jam
Kerjanya Tahun 2008

35 +

15 - 34

1 - 14

0*)

0.00 10.00 20.00 30.00 40.00 50.00 60.00

Sumber : Sakernas 2008, BPS

Gambar 3.8. Jumlah Permintaan dan Pencari Kerja yang Terdaftar di Dinas Tenaga Kerja
& Transmigrasi Kabupaten Belu Tahun 1999 - 2008

12000

10000

8000

6000

4000

2000

0
1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008
pencari kerja permintaan tenaga kerja
Sumber : Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Belu

68 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER

Gambar 3.9. Jumlah Pencari Kerja yang Terdaftar di Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi
Kabupaten Belu Menurut Tingkat Pendidikannya Tahun 2006 - 2008

1600
2006 2007 2008
1400
1200
1000
800
600
400
200
0
SD SMTP SMTA D I, D II D III Sarjana

Sumber : Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Belu

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 69


Penduduk
Populations
PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER

Tabel / Table 3.1.1


Jumlah Penduduk, Rumah Tangga, Luas Wilayah, dan kepadatan penduduk per Km2 dan
per Rumah Tangga Menurut Kecamatan
Number of Population, Household, Area, and Density per Districk
2008

Kepadatan Per
Rumah Luas Ke-padatan
Kecamatan Penduduk RT Density
Tangga Area Density
Districk Population per
House-hold (Km2) (Km2)
Household
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
01. Malaka Barat 23 266 5 474 87,41 266 4
02. Rinhat 16 611 3 920 151,72 109 4
03. Wewiku 21 047 4 877 97,90 215 4
04. Weliman 21 174 4 763 88,25 240 4
05. Malaka Tengah 39 316 8 660 168,69 233 5
06. Sasita Mean 10 195 2 192 65,48 156 5
07. Botin Leobele 9 013 1 530 39,03 231 6
08. Io Kufeu 8 896 2 099 67,79 131 4

09. Malaka Timur 9 162 2 324 83,28 110 4


10. Laen Manen 11 147 3 096 94,02 119 4
11. Raimanuk 12 023 3 009 179,42 67 4
12. Kobalima 17 548 4 482 120,95 145 4
13. Kobalima Timur 6 650 1 665 96,11 69 4
14. Tasifeto Barat 22 077 4 590 224,19 98 5
15. Kakuluk Mesak 17 422 4 041 60,25 93 4
16. Nanaet Dubesi 4 738 1 059 187,54 79 4

17. Kota Atambua 26 123 5 394 24,90 1 049 5


18. Atambua Barat 24 272 4 161 15,55 1 561 6
19. Atambua Selatan 21 042 4 304 15,73 1 338 5
20. Tasifeto Timur 20 669 5 143 211,37 98 4
21. Raihat 14 677 3 777 87,20 168 4
22. Lasiolat 6 803 1 498 64,48 106 5
23. Lamaknen 12 424 2 306 105,90 117 5
24. Lamaknen Selatan 7 887 1 514 108,41 73 5

Kabupaten Belu 384 182 85 878 2 445,57 157 4

Sumber : Registrasi Penduduk 2008

11/15/2009

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 73


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER

Tabel / Table 3.1.2


Penduduk Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin
Population by Districk and Sex
2008

Kecamatan Laki-laki Perempuan Jumlah


Districk Male Female Total
(1) (2) (3) (4)
01. Malaka Barat 11 601 11 665 23 266
02. Rinhat 8 247 8 364 16 611
03. Wewiku 10 609 10 438 21 047
04. Weliman 10 637 10 537 21 174
05. Malaka Tengah 19 120 20 196 39 316
06. Sasita Mean 5 051 5 144 10 195
07. Botin Leobele 4 528 4 485 9 013
08. Io Kufeu 4 109 4 787 8 896

09. Malaka Timur 4 540 4 622 9 162


10. Laen Manen 5 485 5 662 11 147
11. Raimanuk 5 849 6 174 12 023
12. Kobalima 8 658 8 890 17 548
13. Kobalima Timur 3 312 3 338 6 650
14. Tasifeto Barat 11 240 10 837 22 077
15. Kakuluk Mesak 8 800 8 622 17 422
16. Nanaet Dubesi 2 350 2 388 4 738

17. Kota Atambua 13 128 12 995 26 123


18. Atambua Barat 13 247 11 025 24 272
19. Atambua Selatan 10 899 10 143 21 042
20. Tasifeto Timur 10 279 10 390 20 669
21. Raihat 7 425 7 252 14 677
22. Lasiolat 3 347 3 456 6 803
23. Lamaknen 6 178 6 246 12 424
24. Lamaknen Selatan 3 952 3 935 7 887

Kabupaten Belu 192 591 191 591 384 182

Sumber : Registrasi Penduduk 2008

74 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER

Tabel / Table 3.1.3


Penduduk Menurut Kecamatan dan Kewarganegaraan
Population by Districk and Cityzenship
2008

WNA WNA
Kecamatan WNI Jumlah
Cina lainnya
Districk Indonesian Total
Cinesse Others
(1) (2) (3) (4) (5)
01. Malaka Barat 23 266 - - 23 266
02. Rinhat 16 611 - - 16 611
03. Wewiku 21 047 - - 21 047
04. Weliman 21 174 - - 21 174
05. Malaka Tengah 39 316 - - 39 316
06. Sasita Mean 10 195 - - 10 195
07. Botin Leobele 9 013 - - 9 013
08. Io Kufeu 8 896 - - 8 896

09. Malaka Timur 9 162 - - 9 162


10. Laen Manen 11 147 - - 11 147
11. Raimanuk 12 023 - - 12 023
12. Kobalima 17 548 - - 17 548
13. Kobalima Timur 6 650 - - 6 650
14. Tasifeto Barat 22 077 - - 22 077
15. Kakuluk Mesak 17 422 - - 17 422
16. Nanaet Dubesi 4 738 - - 4 738

17. Kota Atambua 26 123 - - 26 123


18. Atambua Barat 24 272 - - 24 272
19. Atambua Selatan 21 042 - - 21 042
20. Tasifeto Timur 20 669 - - 20 669
21. Raihat 14 677 - - 14 677
22. Lasiolat 6 803 - - 6 803
23. Lamaknen 12 424 - - 12 424
24. Lamaknen Selatan 7 887 - - 7 887

Kabupaten Belu 384 182 - - 384 182

Sumber : Registrasi Penduduk 2008

11/15/2009

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 75


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER

Tabel / Table 3.1.4


Perkembangan Jumlah Penduduk Kabupaten Belu
Berdasarkan Sensus Penduduk Dirinci Menurut Kecamatan
1971, 1980, 1990, 2000

Penduduk (Jiwa) Pertumbuhan


Kecamatan 1971 1980 1990
District 1971 1980 1990 2000 - - -
1980 1990 2000
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

01. Malaka Barat 38 929 38 364 43 939 54 431 1,89 1,37 2,16
02. Rinhat - 7 726 9 488 12 627 - 2,08 2,90
03. Wewiku - - - - - - -
04. Weliman - - - - - - -
05. Malaka Tengah 29 917 19 547 22 225 28 815 1,29 1,29 2,63

06. Sasita Mean*) - 14 208 16 440 18 644 - 1,60 1,27


07. Malaka Timur 27 037 20 818 25 418 28 998 1,38 2,02 1,33
08. Laen Manen - - - - - - -
09. Raimanuk - - - - - - -
10. Kobalima*) - 9 765 10 504 15 174 - 0,73 3,75
11. Tasifeto Barat*) 23 566 17 823 24 362 21 073 0,69 3,17 (-1,44)
12. Kakuluk Mesak - 7 242 10 164 8 169 - 3,45 (-2,16)

13. Kota Atambua*) - 9 372 12 501 44 965 - 2,92 13,66


14. Tasifeto Timur 19 592 15 699 18 643 19 150 1,08 1,73 0,27
15. Raihat - 5 875 6 251 7 440 - 0,62 1,76
16. Lasiolat - - - - - - -
17. Lamaknen*) 14 123 14 634 16 084 17 998 0,40 0,95 1,13

Jumlah/Total 153 164 181 073 216 019 277 484 1,81 1,78 2,54

Sumber : Sensus Penduduk 1971, 1980, 1990, 2000, BPS


Source : Population Census 1971, 1980, 1990, 2000, , BPS
Keterangan : * ) Termasuk Kecamatan Pemekaran

76 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER

Tabel / Table 3.1.5


Persentase Penduduk Kabupaten Belu Berumur 10 Tahun ke Atas
Menurut Status Perkawinan
Percentage 10 years old in Belu Regency by Marital Status
2008

Status Perkawinan Laki-laki Perempuan Jumlah


Marital Status Male Female Total

(1) (2) (3) (4)

Belum Kawin / single 43,01 33,24 37,95

kawin / married 54,24 52,37 53,27

cerai hidup / divorced 0,63 4,74 2,76

cerai mati / widowed 2,12 9,65 6,02

Jumlah / Total 100,00 100,00 100,00

Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2008, BPS


Source : National Social Economic Survey 2008, BPS

11/15/2009

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 77


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER

Tabel / Table 3.1.6


Penduduk Kabupaten Belu Menurut Golongan Umur dan Jenis Kelamin
Population in Belu Regency by Age Group and Sex
2008

Golongan Umur Laki-Laki Perempuan Jumlah


Age Group Male Female Total
(1) (2) (3) (4)

0-4 26 244 28 370 54 614


5-9 29 157 26 719 55 876
10 - 14 21 522 24 171 45 693
15 - 19 23 469 15 183 38 652
20 - 24 16 150 14 601 30 751
25 - 29 18 436 13 374 31 810
30 - 34 9 484 15 766 25 250
35 - 39 10 483 12 666 23 149
40 - 44 5 085 11 486 16 571
45 - 49 8 659 8 828 17 487
50 - 54 7 568 5 766 13 334
55 – 59 4 752 4 356 9 108
60 – 64 3 355 4 094 7 449
65 – 69 3 201 2 397 5 598
70 – 74 1 894 2 011 3 905
75 + 3 132 1 803 4 935

Jumlah / Total 192 591 191 591 384 182

Sumber : Registrasi Penduduk 2008

78 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER

Tabel / Table 3.1.7


Penduduk Menurut Kecamatan dan Golongan Umur
Population by Districk and Age Group
2008

Kecamatan
0-4 5-9 10 - 14 15 - 19 20 - 24 25 - 29
Districk
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

01. Malaka Barat 3 251 3 502 3 026 2 083 1 613 1 817


02. Rinhat 2 321 2 501 2 161 1 487 1 150 1 296
03. Wewiku 2 942 3 171 2 741 1 883 1 454 1 639
04. Weliman 2 959 3 189 2 757 1 894 1 464 1 650
05. Malaka Tengah 5 392 5 752 4 798 3 868 2 781 2 970
06. Sasita Mean 1 398 1 489 1 246 1 015 729 778
07. Botin Leobele 1 239 1 320 1 101 886 636 678
08. Io Kufeu 1 217 1 300 1 083 877 632 679

09. Malaka Timur 1 326 1 404 1 079 769 639 785


10. Laen Manen 1 613 1 708 1 313 935 779 957
11. Raimanuk 1 741 1 841 1 417 1 008 842 1 033
12. Kobalima 2 540 2 687 2 068 1 472 1 225 1 504
13. Kobalima Timur 962 1 019 784 558 465 568
14. Tasifeto Barat 3 096 3 064 2 547 2 780 2 208 2 043
15. Nanaet Dubesi 665 657 548 596 474 439
16. Kakuluk Mesak 2 443 2 417 2 012 2 193 1 743 1 613

17. Kota Atambua 3 664 3 625 3 016 3 289 2 614 2 418


18. Atambua Barat 3 398 3 361 2 793 3 058 2 420 2 240
19. Atambua Selatan 2 950 2 918 2 426 2 650 2 102 1 945
20. Tasifeto Timur 3 150 2 998 2 167 1 760 1 605 1 626
21. Raihat 2 238 2 129 1 540 1 250 1 137 1 154
22. Lasiolat 1 037 986 713 579 529 535
23. Lamaknen 1 879 1 736 1 442 1 078 924 883
24. Lamaknen Selatan 1 193 1 102 915 684 586 560

Kabupaten Belu 54 614 55 876 45 693 38 652 30 751 31 810

Sumber : Proporsi Registrasi Penduduk terhadap hasil Sensus Penduduk 1990 dan 2000

11/15/2009

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 79


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER

Lanjutan Tabel 3.1.7

Kecamatan
30 - 34 35 -39 40 - 44 45 - 49 50 - 54 55 – 59
Districk
(1) (8) (9) (10) (11) (12) (13)

01. Malaka Barat 1 524 1 570 1 098 1 096 814 569


02. Rinhat 1 088 1 121 783 783 581 406
03. Wewiku 1 378 1 420 993 994 736 516
04. Weliman 1 385 1 429 1 000 999 740 519
05. Malaka Tengah 2 432 2 369 1 717 2 065 1 525 1 020
06. Sasita Mean 633 618 398 543 393 271
07. Botin Leobele 558 542 394 475 350 234
08. Io Kufeu 551 537 388 466 344 232

09. Malaka Timur 633 607 426 417 335 203


10. Laen Manen 772 740 520 507 406 247
11. Raimanuk 832 798 559 546 438 266
12. Kobalima 1 213 1 164 818 799 641 389
13. Kobalima Timur 460 441 310 304 243 147
14. Tasifeto Barat 1 525 1 189 811 810 613 390
15. Nanaet Dubesi 328 255 176 173 131 85
16. Kakuluk Mesak 1 204 938 641 637 483 308

17. Kota Atambua 1 803 1 408 960 956 723 461


18. Atambua Barat 1 685 1 313 890 896 680 430
19. Atambua Selatan 1 454 1 136 772 774 586 373
20. Tasifeto Timur 1 275 1 168 1 003 1 042 869 684
21. Raihat 904 829 712 741 618 486
22. Lasiolat 419 384 330 343 286 225
23. Lamaknen 730 718 534 685 489 396
24. Lamaknen Selatan 464 455 338 436 310 251

Kabupaten Belu 25 250 23 149 16 571 17 487 13 334 9 108

80 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER

Lanjutan Tabel 3.1.7

Kecamatan
60 - 64 65 - 69 70 - 74 75 + Jumlah
Districk
(1) (14) (15) (16) (17) (18)

01. Malaka Barat 483 350 244 226 23 266


02. Rinhat 345 250 174 164 16 611
03. Wewiku 437 317 220 206 21 047
04. Weliman 441 320 222 206 21 174
05. Malaka Tengah 840 699 414 674 39 316
06. Sasita Mean 218 181 108 177 10 195
07. Botin Leobele 192 159 94 155 9 013
08. Io Kufeu 190 159 92 149 8 896

09. Malaka Timur 190 137 93 119 9 162


10. Laen Manen 232 168 113 137 11 147
11. Raimanuk 249 180 121 152 12 023
12. Kobalima 364 263 177 224 17 548
13. Kobalima Timur 138 100 67 84 6 650
14. Tasifeto Barat 325 227 186 263 22 077
15. Nanaet Dubesi 70 50 40 51 4 738
16. Kakuluk Mesak 256 179 148 207 17 422
17. Kota Atambua 385 269 220 312 26 123
18. Atambua Barat 359 252 206 291 24 272
19. Atambua Selatan 310 216 177 253 21 042
20. Tasifeto Timur 469 313 253 287 20 669
21. Raihat 334 224 179 202 14 677
22. Lasiolat 154 102 84 97 6 803
23. Lamaknen 286 296 167 181 12 424
24. Lamaknen Selatan 182 187 106 118 7 887

Kabupaten Belu 7 449 5 598 3 905 4 935 384 182

11/15/2009

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 81


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER

Tabel / Table 3.1.8


Jumlah Rumah Tangga dan RTS PPLS 08 Kabupaten Belu
dirinci menurut Kecamatan
2008

Kecamatan Jumlah Rumah


RTS PPLS 08 Persentase
Tangga*)
(1) (2) (3) (4)

01. Malaka Barat 3254 5534 58,80


02. Rinhat 2829 4097 69,05
03. Wewiku 2835 4852 58,43
04. Weliman 2615 4696 55,69
05. Malaka Tengah 5275 8315 63,44
06. Sasita Mean 1548 2539 60,97
07. Botin Leobele 949 1703 55,73
08. Io Kufeu 1776 2014 88,18

09. Malaka Timur 2108 2215 95,17


10. Laen Manen 2496 2949 84,64
11. Raimanuk 2808 2881 97,47
12. Kobalima 2464 5112 48,20
13. Kobalima Timur 1259 1951 64,53
14. Tasifeto Barat 2299 4297 53,50
15. Kakuluk Mesak 2582 3751 68,83
16. Nanaet Dubesi 625 1054 59,30

17. Kota Atambua 2887 6200 46,56


18. Atambua Barat 1455 3924 37,08
19. Atambua Selatan 1666 3773 44,16
20. Tasifeto Timur 3077 4673 65,85
21. Raihat 2836 3613 78,49
22. Lasiolat 920 1547 59,47
23. Lamaknen 1830 2278 80,33
24. Lamaknen Selatan 1261 1497 84,24

Kabupaten Belu 53654 85465 62,78

Catatan : *) Perkiraan Jumlah Rumah Tangga berdasarkan Registrasi Penduduk


Sumber : Pendataan Program Perlindungan Sosial 2008 (PPLS08), BPS

82 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


Tingkat
Kelahiran
Fertility Rate
PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER

Tabel / Tabel 3.2.1


Perkiraan Angka Kelahiran Total / TFR menurut Kabupaten
1989-2005

Kabupaten 1989-1990*) 1995-1996**) 2004/2005


Regency

(1) (2) (3) (4)

01. Sumba Barat 5.60 4.99 4.93


02. Sumba Timur 4.15 4.08 3.78
03. Kupang 4.67 4.31 3.80
04. Timor Tengah Selatan 4.66 3.48 2.99
05. Timor Tengah Utara 3.45 3.54 3.65
06. Belu 4.46 4.48 3.63
07. Alor 3.86 3.45 2.85
08. Lembata - - 3.06
09. Flores Timur 3.92 2.97 3.39
10. Sikka 3.96 2.81 2.59
11. Ende 4.09 2.94 2.50
12. Ngada 3.93 3.57 3.39
13. Manggarai 5.03 4.34 4.25
71. Kota Kupang - - 2.54

Nusa Tenggara Timur - 3.83 3.49

Catatan : *) Dihitung dari Sensus Penduduk 1980 dan 1990 (metode arriaga)
**) Dihitung dari data gabungan (SP90 dan Susenas 96 metode Role
***) Laporan indikator database 2004/2005

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 85


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER

Tabel / Tabel 3.2.2


Persentase Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin
Menurut Umur Perkawinan Pertama di Kabupaten Belu
Percentage of Women 10 Years Old and Over
Who Ever Married by Age at First Marriage
2008

Umur Perkawinan Pertama Persentase


Age at First Marriage Percentage

(1) (2)

≤15 tahun 2,32

16 tahun 4,47

17 - 18 tahun 19,42

19 - 24 tahun 56,73

25 tahun ke atas 17,07

Jumlah / Total 100,00

Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2008, BPS


Source : National Social Economic Survey 2008, BPS

86 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER

Tabel / Tabel 3.2.3


Persentase Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin
Menurut Jumlah Anak yang Lahir Hidup di Kabupaten Belu
Percentage of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married
by Numbers of Children
2008

Jumlah Anak Yang Lahir Hidup Persentase


Numbers of Children Still live Percentage
(1) (2)

0 5,35

1 13,89

2 16,42

3 14,55

4 12,65

5 10,64

6 8,39

7 7,95

8 4,26

9 2,36

10+ 3,53

Jumlah / Total 100,00

Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2008, BPS


Source : National Social Economic Survey 2008, BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 87


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER

Tabel / Tabel 3.2.4


Persentase Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin
Menurut Jumlah Anak yang Masih Hidup di Kabupaten Belu
Percentage of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married
by Numbers of Children Still live
2008

Jumlah Anak Yang Masih Hidup Persentase


Numbers of Children Still live Percentage
(1) (2)

0 6,40

1 15,23

2 18,84

3 17,88

4 13,24

5 11,73

6 8,68

7 4,12

8 2,36

9 1,05

10+ 0,46

Jumlah / Total 100,00

Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2008, BPS


Source : National Social Economic Survey 2008, BPS

88 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


Tingkat
Kematian
Mortality Rate
PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER

Tabel / Table 3.3.1


Tingkat Kematian Bayi per 1000 Kelahiran Menurut Kabupaten
Infant Mortality Rate ( IMR) per 1000 birth by Regency
1999, 2002, 2004

Kabupaten
1999 2002 2004
Regency

(1) (2) (3) (4)

01. Sumba Barat 64 60 55


02. Sumba Timur 76 73 53
03. K u p a n g *) 57 52 55
04. Timor Tengah Selatan 49 46 53
05. Timor Tengah Utara 50 49 50
06. B e l u 57 55 46
07. A l o r 59 57 54
08. Flores Timur 46 44 46
09. S i k k a 47 45 48
10. E n d e 60 56 44
11. N g a d a 51 48 42
12. Manggarai 54 52 47
13. Kodya Kupang - - 24
14. Lembata - - 47

Nusa Tenggara Timur 62.6 51 49

Keterangan : Laporan Indonesia Pembangunan Manusia 2001, 2004


Remarks :
*) Termasuk Kodya Kupang / Include Kodya Kupang

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 91


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER

Tabel / Table 3.3.2


Tingkat Harapan Hidup Penduduk Berumur Nol Tahun Menurut Kabupaten
The Life Expectancy At Birth by Regency
2005 - 2007

Kabupaten/Kota
2005 2006 2007
Regency/Municipality
(1) (2) (3) (4)

01. Sumba Barat 63,3 63,8 64,11


02. Sumba Timur 61,2 61,3 61,42
03. Kupang 64,5 64,6 64,77
04. Timor Tengah Selatan 66,2 66,3 66,40
05. Timor Tengah Utara 66,8 66,9 67,27
06. Belu 64,3 64,6 64,72
07. Alor 65,1 65,6 65,89
08. Lembata 65,8 66,1 66,17
09. Flores Timur 66,5 66,9 67,17
10. Sikka 67,1 67,8 68,06
11. Ende 63,7 64,0 64,16
12. Ngada 65,5 66,7 66,77
13. Manggarai 66,1 66,5 66,65
14. Rote Ndao 65,8 66,4 66,78
15. Manggarai Barat 65,4 65,6 65,75
16. Sumba Barat Daya - 62,6 62,82
17. Sumba Tengah - 62,1 62,22
18. Nagekeo - 63,0 63,09
19. Manggarai Timur - - -
71. Kota Kupang 71,0 71,1 71,48

Nusa Tenggara Timur 64,9 66,5 66,70

Sumber : BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur


Source : BPS of Nusa Tenggara Timur Province

92 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER

Tabel / Tabel 3.3.3


Persentase Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin
Menurut Jumlah Anak yang Sudah Meninggal di Kabupaten Belu
2008

Jumlah Anak Yang Persentase


Sudah Meninggal Percentage

(1) (2)

0 67,68

1 16,78

2 8,76

3 3,22

4 2,08

5 0,88

6 0,32

7 0,15

8 0,00

9 0,15

10 + 0,00

Jumlah / Total 100,00

Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2008, BPS


Source : National Social Economic Survey 2008, BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 93


Angkatan
Kerja
Labour Force
PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER

Tabel / Table 3.4.1


Penduduk 15 Tahun ke Atas Menurut Jenis Kelamin
dan Kegiatannya Seminggu yang Lalu
Population 15 Years Old and Over by Sex and Activity During The Previous Week
2008

Laki-Laki Perempuan Jumlah


Kegiatan Seminggu Male Female Total
yang Lalu
Activity During Jumlah Jumlah Jumlah
% % %
The Previous Week Numbers Numbers Numbers

(1) (2) (3) (4) (7)

a. Angkatan kerja
121 674 85,82 72 213 49,22 193 887 67,21
economically active

1. Bekerja / Worked 119 036 83,96 68 784 46,88 187 820 65,10
2. Mencari Pekerjaan / 2 638 1,86 3 429 2,34 6 067 2,11
Pengangguran
looking for work

b. Bukan angkatan kerja 20 106 14,18 74 502 50,78 94 608 32,79


not economically active

1. Sekolah 10 198 7,19 13 089 8,92 23 287 8,07


attending school
2. Urus rumah tangga 2 244 1,58 58 160 39,64 60 404 20,94
house keeping
3. Lainnya / others 7 664 5,41 3 253 2,22 10 917 3,78

Jumlah / total 141 780 100,00 146 715 100,00 288 495 100,00

Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2008, BPS


Source : National Labor ForceSurvey 2008, BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 97


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER

Tabel / Table 3.4.2


Penduduk 15 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Jenis Kegiatan
Population 15 Years Old and Over by Type of Activity in Belu Regency
2000

Jumlah
Jenis Kegiatan Total
Type of Activity Jumlah
%
Numbers
(1) (2) (3)

a. Angkatan kerja / economically active 133 125 77,64

1. Bekerja / Worked 130 273 75,98

2. Mencari Pekerjaan / looking for work 2 852 1,66

b. Bukan angkatan kerja / not economically active 38 347 22,36

1. Sekolah / attending school 13 390 7,81

2. Mengurus rumah tangga / house keeping - -

3. Lainnya / others *) 24 957 14,55

Jumlah / total 171 472 100,00

Sumber : Sensus Penduduk 2000, BPS


Source : Population Census 2000, BPS

Keterangan : termasuk mengurus rumah tangga


Remarks : including house keeping

98 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER

Tabel / Table 3.4.3


Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja
Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin
Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week
By Main Employment Status and Sex
2008

Perem-
Status Pekerjaan Utama Laki-Laki Jumlah Persentase
puan
Main Employment Status Male Total Percentage
Female
(1) (2) (3) (4) (5)

1. Berusaha sendiri tanpa dibantu orang 16 395 16 057 32 452 17,28


lain / self employed

2. Berusaha sendiri dibantu buruh tidak 59 369 18 050 77 419 41,22


tetap/buruh tidak dibayar

3. Berusaha dengan dibantu buruh 3 687 386 4 073 2,17


dibayar / employer

4. Buruh, karyawan / employee 25 288 9 054 34 342 18,28

5. Pekerja bebas pertanian 121 720 841 0,45

6. Pekerja bebas non-pertanian 315 - 315 0,18

7. Pekerja tak dibayar 13 861 24 517 38 378 20,43

Jumlah / total 119 036 68 784 187 820 100,00

Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2008, BPS


Source : National Labor Force Survey 2008, BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 99


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER

Tabel / Table 3.4.4


Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja
Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin
Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week
by Main Employmen Status and Sex
2000

Status Pekerjaan Utama Laki-Laki Perempuan Jumlah


Main Employment Status Male Female Total

(1) (2) (3) (4)

1. Berusaha sendiri tanpa dibantu orang lain 14 400 11 751 26 151


Self employed

2. Berusaha sendiri dibantu dg. Buruh tidak tetap 33 437 3 890 37 327
Self employed assisted by member / temporary
worker

3. Berusaha dengan dibantu buruh tetap 373 117 490


Employer

4. Buruh / Karyawan / Employee 10 607 3 162 13 769

5. Pekerja Keluarga / Family worker 13 431 39 074 52 505

6. Tak Terjawab / No Stated 21 10 31

Jumlah / Total 72 269 58 004 130 273

Sumber : Sensus Penduduk 2000, BPS


Source : Population Census 2000, BPS

100 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER

Tabel / Table 3.4.5


Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja
Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jam Kerja Seluruhnya
Population 15 Years Old and Over Who Worked
During The Previous Week by Total Working Hours
2008

Jumlah Jam Laki-Laki Perempuan Jumlah


Kerja Male Female Total
Seluruhnya
Jumlah Jumlah Jumlah
Total Working % % %
Numbers Numbers Numbers
Hours
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

0*) 2 970 2,50 3 767 5,48 6 737 3,59

1 - 14 5 834 4,90 8 096 11,77 13 930 7,42

15 - 34 43 135 36,24 33 149 48,19 76 284 40,62

35 + 67 097 56,37 23 772 34,56 90 869 48,38

Jumlah / Total 119 036 100,00 68 784 100,00 187 820 100,00

Keterangan / remarks : *) Sementara tidak bekerja / Temporary not working


Sumber : Diproporsikan dari jumlah penduduk NTT, yang bekerja menurut jam kerja
hasil Sakernas 2008

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 101


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER

Tabel / Table 3.4.6


Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu
Menurut Lapangan Usaha Utama dan Jenis Kelamin
Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week
by Main Industry and Sex
2008

Laki-Laki Perempuan Jumlah


Male Female Total
Lapangan Usaha Utama
Main Industry Jumlah Jumlah
% Jumlah % %
Numbers Numbers
Numbers
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
01. Primer 74 379 62,48 38 476 55,94 112 855 60,09

02. Sekunder 11 600 9,74 12 517 18,20 24 117 12,84

03. Tertier 33 057 27,77 17 791 25,87 50 848 27,07

Jumlah / Total 119 036 100,00 68 784 100,00 187 820 100,00

Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2008, BPS


Source : National Labor ForceSurvey 2008, BPS

102 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER

Tabel / Table 3.4.7


Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu
Menurut Lapangan Usaha Utama dan Jenis Kelamin
Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week
by Main Industry and Sex
2000

Laki-Laki Perempuan Jumlah


Lapangan Usaha Male Female Total
Utama
Jumlah Jumlah
Main Industry % Jumlah % %
Numbers Numbers
Numbers
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

01. Pertanian 57 019 78,90 42,188 72,73 99 207 76,15

02. Industri 537 0,74 8,587 14,80 9 124 7,00

03. Perdagangan 2 980 4,12 2,403 4,14 5 383 4,13

04. Jasa 8 464 11,71 3,029 5,22 11 493 8,82

05. Angkutan 1 645 2,28 78 0,13 1 723 1,32

06. Lainnya 1 622 2,24 1,713 2,95 3 335 2,56

07. Tidak terjawab 2 0,00 6 0,01 8 0,01

Jumlah / Total 72 269 100,00 58,004 100,00 130 273 100,00

Sumber : Sensus Penduduk 2000, BPS


Source : Population Census 2000, BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 103


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER

Tabel / Table 3.4.8


Penduduk 10 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu
Menurut Jenis Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin
Population 10 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week
by Type of Main Occupation and Sex
2008

Laki-Laki Perempuan Jumlah


Male Female Total
Jenis Pekerjaan Utama
Jumlah Jumlah
Type of Main Occupation Jumlah
Number % % Number %
Number
s s
s
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Tenaga Profesional, tehnisi
5 281 4,44 5 273 7,67 10 554 5,62
dan sejenisnya
2. Tenaga Kepemimpinan
2 055 1,73 492 0,72 2 547 1,36
dan ketatalaksanaan
3. Tenaga Tata Usaha dan
3 882 3,26 1 732 2,52 5 614 2,99
sejenisnya

4. Tenaga Usaha Penjualan 5 426 4,56 7 710 11,21 13 136 6,99

5. Tenaga Usaha Jasa 2 432 2,04 1 986 2,89 4 418 2,35


6. Tenaga Usaha Pertanian,
kehutanan, perburuan dan 74 379 62,48 38 476 55,94 112 855 60,09
perikanan
7. Tenaga Produksi, operator
alat-alat angkutan, pekerja 24 551 20,62 13 115 19,07 37 666 20,05
kasar, transportasi
8. Lainnya 1 030 0,87 - - 1 030 0,55

Jumlah 119 036 100,00 68 784 100,00 187 820 100,00

Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2008, BPS


Source : National Social Economic Survey 2008, BPS

104 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER

Tabel / Table 3.4.9


Jumlah Pencari Kerja, Permintaan, dan Penempatan Tenaga Kerja
yang Terdaftar Menurut Jenis Kelamin
Numbers of Registered Job Applications, Vacancies, and Placement of Workers by Sex
2008

Jenis Kegiatan Laki-Laki Perempuan Jumlah


Activity Male Female Total

(1) (2) (3) (4)

01. Pencari kerja / job applications 1 328 2 153 3 481

02. Permintaan tenaga kerja / vacanciens 168 613 781

03. Penempatan tenaga kerja / placement 168 613 781

Sumber : Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Belu


Source : Transmigration and Man Power Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 105


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER

Tabel / Table 3.4.10


Jumlah Pencari Kerja yang Terdaftar
Menurut Tingkat Pendidikan Terakhir yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin
Numbers of Registered Job Applicants by Educational Attainment and Sex
2008

Tingkat Pendidikan Laki-Laki Perempuan Jumlah


Educational Attainment Male Female Total

(1) (2) (3) (4)

01. SD dan sederajat / primary school 204 249 453

02. SMTP / junior high school 151 595 746

03. SMTA / senior high school 264 308 572

04. D I, D II / diploma I, II 48 166 214

05. D III / academy, diploma III 136 214 350

06. Universitas / university 395 456 851

Jumlah / total 1 198 1 988 3 186

Sumber : Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Belu


Source : Transmigration and Man Power Service of Belu Regency

106 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER

Tabel / Table 3.4.11


Perbandingan Rata-Rata Upah/Gaji Bersih Karyawan dengan Kebutuhan Hidup
Minimum (KHM) dan Upah Minimum Regional (UMR) Selama Sebulan
Di Kabupaten Belu
2006 - 2008

Wilayah 2006 2007 2008

(1) (2) (3) (4)


Belu
a. Rata-rata Upah/Gaji Bersih Sebulan 425 000 575 000 -
b. Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) 625 000 750 000 823 500
c. Upah Minimum Regional (UMR) 550 000 600 000 650 000

Nusa Tenggara Timur


a. Rata-rata Upah/Gaji Bersih Sebulan - 725 000 -
b. Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) - - -
c. Upah Minimum Regional (UMR) 550 000 600 000 650 000
Sumber : Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Belu
Source : Transmigration and Man Power Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 107


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER

Tabel / Table 3.4.12


Banyaknya Transmigran dirinci per Kecamatan di Kabupaten Belu
Number of Transmigrant by District in Belu Regency
2008

Kecamatan
Kepala Keluarga Jiwa
Districk

(1) (2) (3)

01. Malaka Barat - -


02. Rinhat 100 473
03. Wewiku - -
04. Weliman - -
05. Malaka Tengah - -

06. Sasita Mean - -


07. Malaka Timur - -
08. Laen Manen - -
09. Raimanuk - -
10. Kobalima - -
11. Tasifeto Barat - -
12. Kakuluk Mesak - -

13. Kota Atambua - -


14. Tasifeto Timur - -
15. Raihat - -
16. Lasiolat - -
17. Lamaknen - -

Kabupaten Belu 100 473

Sumber : Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Belu


Source : Transmigration and Man Power Service of Belu Regency

108 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER

Tabel / Table 3.4.13


Banyaknya Penduduk Pelintas Batas di Kabupaten Belu
Numbers of Transitter in Belu Regency
2008

Bulan Masuk Keluar

(1) (2) (3)


01. Januari 1 881 1 988
02. Pebruari 1 462 1 703
03. Maret 1 687 1 722
04. April 1 588 1 853
05. Mei 1 816 1 016
06. Juni 7 863 2 226
07. Juli 2 454 2 515
08. Agustus 2 401 2 671
09. September 2 812 2 759
10. Oktober 2 279 2 734
11. Nopember 3 021 2 682
12. Desember 2 820 2 688

Jumlah 32 084 26 557

Sumber : Kantor Imigrasi


Source : Imigration Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 109


BAB / CHAPTER
4
Konsumsi
& Keadaan RumahTangga
Consumption
& Household Condition
KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION AND HOUSEHOLD CONDITION

KONSUMSI &
KEADAAN RUMAH TANGGA
KONSUMSI konsumsi makanan masih berkisar
Pengeluaran konsumsi perkapita antara 69-72% dari total
merupakan indikator yang pengeluaran. Ini memperlihatkan
menggambarkan tingkat bahwa tingkat kesejahteraan
kemampuan rata-rata penduduk penduduk Belu masih relatif rendah
suatu wilayah dalam membiayai sehingga sebagian besar dari porsi
kebutuhan konsumsinya. Indikator pendapatannya dibelanjakan untuk
ini secara tidak langsung kebutuhan makanan, bukan untuk
mencerminkan tingkat kebutuhan yang selevel lebih maju
kesejahteraan masyarakat terutama seperti kebutuhan sekunder dan
dari sisi kemampuan ekonomi tersier.
masyarakat untuk memenuhi Dibandingkan dengan tahun 2005
kebutuhan dasar dan kebutuhan yang lalu, rata-rata pengeluaran
komplementer lainnya. perkapita secara nominal
Pengeluaran rata-rata mengalami peningkatan.Kenaikan
perkapita sebulan menurut hasil yang cukup tajam ini diduga tidak
susenas 2007 di kabupaten Belu saja disebabkan karena adanya
mencapai Rp 177 744. Dari jumlah perubahan pola konsumsi
pengeluaran rata rata perkapita 177 masyarakat yang semakin baik
744 perbulan sebesar 71,43 % atau namun juga karena meningkatnya
Rp 126 992 di antaranya adalah harga nominal berbagai kebutuhan
pengeluaran untuk kebutuhan pokok. Pola meningkatnya
makanan sedangkan sisanya 28,55 pengeluaran semacam ini
% adalah pengeluaran non diprediksikan akan terus berlanjut
makanan seperti perkiraan sewa pada tahun-tahun mendatang
rumah, aneka barang dan jasa, karena fenomena kenaiakan harga
pendidikan, kesehatan, pakaian dan kebutuhan pokok tetap menjadi isu
lain-lain. Bila diamati data hasil sensitive dalam krisis ekonomi
susenas sejak tahun 1993-2004, negara kita yang belum berujung
memperlihatkan bahwa belum sapai dengan saat ini.
terjadi pergeseran pola konsumsi Untuk pengeluaran makanan pada
secara berarti karena selama kurun tahun 2007 sekitar 40,53%
waktu tersebut pengeluaran diantaranya dibelanjakan untuk
bahan pangan jagung, padi-padian,

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 113


KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION AND HOUSEHOLD CONDITION

umbi-umbian dan kacang-kacangan. KEADAAN RUMAH


Sementara sisanya masing-masing,
TANGGA
ikan, daging, telur dan susu
15,49%, sayur-sayuran dan buah-
Dari aspek sumber penerangan
buahan 16,86%, tembakau dan
rumah tangga data Susenas
sirih pinang 8,67%, minyak dan
memperlihatkan bahwa pada tahun
lemak 4,11%, bahan minuman dan
2008 dari 94 495 rumah tangga
makanan jadi 4,03%, bumbu-
ternyata sekitar 26,05% dijangakau
bumbuan, alkohol dan konsumsi
oleh listrik PLN dan 3,57% listrik
lainnya 3,25%. Untuk pengeluaran
non PLN dan sisanya 69,17%
perkapita non makanan sebesar Rp
menggunakan lampu minyak tanah
50752 dimana sekitar 44,68%
atau pelita.
diantaranya adalah perkiraan sewa
Kondisi rumah tangga dari aspek
rumah, 20,89% untuk aneka barang
kesehatan menunjukkan bahwa
dan jasa, 9,47% untuk pakaian dan
pada tahun 2008 dari 94 495
alas kaki, 5,71% untuk biaya
rumah tangga ternyata yang
kesehatan, 5,60% untuk
mempunyai sumber air minum
pendidikan, 7,87% untuk keperluan
ledeng hanya 6,27% sementara
pesta, 4,20% untuk barang tahan
sisanya masing-masing sumur
lama serta pembayaran pajak dan
48,30%, mata air 33,66%, sungai
asuransi 1,59%.
dan lainnya 1,07%.
Sementara ini untuk bahan dinding
perumahan masih didominasi
rumah dengan dinding bebak
66,04% dan tembok hanya
16,10%.

114 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION

Gambar 4.1. Persentase Rumah Tanggadi Kabupaten Belu Menurut Besarnya


Pengeluaran Perkapita Selama Sebulan Tahun 2008

30
25
20
15
10
5
0
Ku 10 15 20 30 >5
ra n 0,0 0,0 0,0 0,0 00
gd 00 00 00 00 ,00
ari -1 -1 -2 -4 0
10 4 9 9 9 9 9 99
0 ,0 , 00 , 99 , 99 , 99
00 0 9 9 9

Sumber : Susenas 2008

Gambar 4.2 Jumlah Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Kondisi Tempat
Tinggalnya Tahun 2007 dan 2008

50000
45000
40000
35000
30000
25000
20000
15000
10000
5000 2008
2007
0
Be Pe Be A ir
rla ne rd i Mi
n ta i r an nd nu
Bu ga ing m
ka n Te Le
nT Lam mb de
p o ng
an u k
ah Lis
tr i
Sumber : Susenas 2007 & 2008

115
Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009
Pengeluaran
& Konsumsi
Penduduk
Population Expenditure
& Consumption
KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION

Tabel / Table 4.1.1


Persentase Rumah Tangga di Kabupaten Belu
Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan
Percentage of Household in Belu by Percapita Monthly Expenditure Classes
2008

Golongan Pengeluaran
Persentase
Expenditure Classes
Percentage
(Rupiah)

(1) (2)

< 100 000 15,56

100 000 - 149 000 28,46

150 000 - 199 999 22,21

200 000 - 299 999 25,22

300 000 - 499 999 8,26

500 000 - 749 999 0,28

750 000 - 999 999 0,00

≥ 1 000 000 0,00

Jumlah / total 100.00

Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2008, BPS


Source : National Social Economic Survey 2008, BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 119


KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION

Tabel / Table 4.1.2


Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Pengeluaran untuk Makanan
dan Bukan Makanan Per Kapita Sebulan
Numbers of Household in Belu by Percapita Monthly Expenditure
for Food and Non-Food
2003
Untuk Makanan Untuk bukan Makanan
Golongan Pengeluaran for Food For Non-Food
Expenditure Classes
Banyaknya Banyaknya
(Rupiah) % %
Numbers Numbers
(1) (2) (3) (4) (5)

< 15,000 0 0,00 4 140 6,05

15,000 - 19,999 0 0,00 8 260 12,08

20,000 - 29,999 0 0,00 18 305 26,77

30,000 - 39,999 1 776 2,60 13 774 20,14

40,000 - 59,999 9 335 13,65 12 086 17,67

60,000 - 79,999 16 876 24,68 6 751 9,87

80,000 - 99,999 15 248 22,30 1 623 2,37

100,000 - 149,999 18 453 26,99 1 880 2,75

150,000 - 199,999 4 949 7,24 480 0,70

>199,999 1 744 2,55 1 082 1,58

Jumlah / total 68 381 100,00 68 381 100,00

Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2003 BPS


Source : National Social Economic Survey 2003, BPS

120 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION

Tabel / Table 4.1.3


Penduduk di Kabupaten Belu Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan
Population in Belu by Percapita Monthly Expenditure Classes
2007

Golongan Pengeluaran
Jumlah Persentase
Expenditure Classes
Numbers Percentage
(Rupiah)

(1) (2) (3)

≤ 100,000 58 958 15,56

100,000 - 149,999 107 842 28,46

150,000 - 199,999 84 165 22,21

200,000 - 299,999 95 564 25,22

300,000 - 499,999 31 306 8,26

500,000 - 749,999 1 047 0,28

750,000 - 999,999 - -

> 1,000,000 - -

Jumlah/Total 378 882 100,00

Sumber : Hasil Susenas 2008 diproporsikan dengan jumlah penduduk Registrasi


Penduduk 2008

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 121


KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION

Tabel / Table 4.1.4


Rata-Rata Konsumsi Bahan Makanan Per kapita Seminggu
Menurut Jenis Bahan Makanan Penting di Nusa Tenggara Timur
Average of Per Capita Food Consumption by Selected Food in Nusa Tenggara Timur
2005
Jenis Pengeluaran
Satuan Rata-Rata Perkapita
Expenditure Items
(1) (2) (3)
01. Beras & Hasilnya / Cereal & their products Kg 1,980
02. Jagung Basah dg Kulit / Fresh Maize in Husk Kg 0,144
03. Jagung Pipilan / Maize Kg 0,687
04. Ketela Pohon / Cassava Kg 0,455
05. Gaplek / Moniac Kg 0,014
06. Talas / Keladi Kg 0,037
07. Tepung Gaplek / Moniac Flour Kg 0,014
08. Ketela Rambat/ Sweet Potatoes Kg 0,096
09. Ikan segar / Fresh Fish Kg 0,033
10. Ikan teri diawetkan / Preserved Fish Ons 0,172
11. Daging Sapi/ Kerbau/ Beef / Buffalo Kg 0,013
12. Telur ayam / Hens Eggs Kg 0,183
13. Telur itik manila / Duck manila eggs Btr 0,005
14. Kelapa / Coconut Btr 0,263
15. Minyak Kelapa/Coconut oil Ltr 0,073
16. Minyak goreng/Cooking oil Ltr 0,062
17. Gula Merah/Other sugar Ons 0,131
18. Gula Pasir/Refined Sugar Ons 1,434

Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2005, BPS


Source : National Social Economic Survey 2005, BPS

122 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION

Tabel / Table 4.1.5


Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan Untuk Makanan dan
Non Makanan menurut Kabupaten/Kota
2005

Non
Kabupaten / Kota Makanan Jumlah
Makanan

(1) (2) (3) (4)

01. Sumba Barat 88 661 35 223 123 885


02. Sumba Timur 98 478 42 154 140 632
03. Kupang 91 865 35 878 127 744
04. Timor Tengah Selatan 80 398 24 434 104 831
05. Timor Tengah Utara 89 216 39 269 128 485
06. Belu 96 226 48 855 145 080
07. Alor 95 850 37 132 132 982
08. Lembata 106 585 36 324 142 909
09. Flores Timur 116 758 53 832 170 590
10. Sikka 87 540 41 903 129 443
11. Ende 96 485 45 555 142 040
12. Ngada 108 520 51 328 159 848
13. Manggarai 81 441 26 892 108 333
14. Rote Ndao 89 651 35 120 124 771
15. Manggarai Barat 90 916 43 448 134 364
16. Kota Kupang 160 512 135 026 295 538
Nusa Tenggara Timur 96 730 44 626 141 356
Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2005, BPS
Source : National Social Economic Survey 2005, BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 123


KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION

Tabel /
Rata-Rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan
Average of Per Capita Monthly Expenditure
2 0

Golongan Pengeluaran / Group of Expenditure


Jenis Pengeluaran
100 000 – 150 000 –
Expenditure Items ≤ 100 000
149 999 199 999
(1) (2) (3) (4)
01. Padi-padian / Cereals 29 057 42 520 54 306

02. Ubi-ubian / Cassava 2 675 3 595 3 018

03. Ikan / Fish 1 755 3 635 5 404

04. Daging / Meats 1 003 1 705 3 825

05. Telur & Susu / Eggs & Milk 276 890 2 367

06. Sayuran / Vegetables 8 704 11 480 14 488

07. Kacang / Nuts 1 596 2 293 2 913

08. Buah / Fruits 1 626 2 201 3 191

09. Minyak & Lemak / Fats & Cooking Oil 3 025 4 165 4 987

10. Bahan Minuman/Non Prepared Drink 1 919 4 067 5 952

11. Bumbu-bumbuan / Spices 1 365 1 600 2 008


1 280 2 790 3 924
12. Konsumsi lainnya / Miscellaneous Food Itery

13. Makanan & Minuman Jadi / Prepared Food & 964 2 486 4 080
Drink

14. Minumanalkohol/Alcoholic Beverages 242 391 759


5 262 8 107 10 293
15. Tembakau&Sirih/Tobacco & Betelnuts
Jumlah / Total 60 747 91 925 121 515
Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007, BPS
Source : National Social Economic Survey 2007, BPS

124 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION

Table 4.1.6
untuk Kelompok Makanan di Kabupaten Belu
and Food Item in Belu Regency
0 7

Golongan Pengeluaran / Group of Expenditure


200 000 – 300 000 – >499 000 rata-rata
299 999 499 999
(5) (6) (7) (8)

56 886 61 700 59 732 48 299

2 909 3 698 5 946 3 165

12 540 27 727 42 857 8 081

12 747 28 145 43 500 7 152

7 988 18 593 24 750 4 441

19 226 23 585 24 107 14 705

5 552 6 749 6 643 3 524

4 176 6 238 8 143 3 180

6 568 9 207 12 107 5 215

8 554 11 257 17 625 5 915

2 365 3 632 4 232 2 022

5 783 9 312 11 250 4 125

8 190 14 893 20 143 5 116

1 662 3 427 0 1 020

15 372 20 612 14 144 11 032

170 518 248 773 295 179 126 992

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 125


KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION

Tabel /
Rata-Rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan
Average of Capita Monthly Expenditure
2 0

Golongan Pengeluaran / Group of Expenditure


Jenis Pengeluaran
100 000 - 150 000 –
Expenditure Items ≤ 100 000
149 999 199 999
(1) (2) (3) (4)

1. Perumahan 8 483 14 515 21 448


Housing

2. Aneka Barang dan Jasa 3 265 5 842 10 681


Miscellaneous Goods and service

3. Biaya Pendidikan 1 315 2 671 2 825


Cost of Education

4. Biaya Kesehatan 1 757 2 180 3 441


Cost of Health

5. Pakaian dan Alas Kaki 2 838 4 098 5 152


Clothing and Footwear

6. Barang Tahan Lama 781 1 532 2 091


Durable Goods

7. Pajak dan Asuransi 212 455 670


Tax and Insurance

8. Keperluan Pesta 1 894 2 060 5 174


Parties

Jumlah / Total 20 545 33 353 51 482

Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007, BPS


Source : National Social Economic Survey 2007, BPS

126 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION

Table 4.1.7
untuk Kelompok Bukan Makanan di Kabupaten Belu
and Non Food Item in Belu Regency
0 7

Golongan Pengeluaran / Group of Expenditure


200 000 – 300 000 – 500 000 – rata-rata
299 999 499 999 799 999
(5) (6) (7) (8)

31 626 49 915 129 615 22 676

14 931 24 119 108 104 10 601

3 448 4 393 5 208 2 840

3 472 4 202 6 667 2 899

5 262 8 441 9 844 4 804

2 750 4 609 12 198 2 130

1 012 2 771 4 076 807

5 462 6 811 8 729 3 995

67 963 105 261 284 441 50 752

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 127


KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION

Tabel / Tabel 4.1.8


Penduduk Menurut Golongan Pengeluaran Sebulan
di Kabupaten Belu dan NTT
2007

Kabupaten Belu Propinsi NTT


Golongan Pengeluaran
Jumlah Persentase Jumlah Persentase
(1) (2) (3) (4) (5)

< 100.000 65 275 15,56 595 549 13,39

100.000 – 149.999 119 397 28,46 1 524 351 34,29

150.000 – 199.999 93 184 22,21 1 040 727 23,41

200.000 – 299.999 105 804 25,23 777 925 17,50

300.000 – 499.999 34 660 8,26 382 960 8,61

500.000 – 749.999 1 160 0,28 97 523 2,19

750.000 – 999.999 - - 21 110 0,48

1.000.000 dan lebih - - 5 962 0,13

Jumlah 419 480 100,00 4 446 107 100,00

Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional 2007, BPS


Source : National Social Economic Survey 2007, BPS

128 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION

Tabel / Tabel 4.1.9


Rata-rata Pengeluaran Riil (Biaya Hidup) menurut Kabupaten
2005 – 2007

(dalam ribuan)
Kabupaten/Kota
2005 2006 2007
Regency/Municipality
(1) (2) (3) (4)

01. Sumba Barat 596 596 597


02. Sumba Timur 583 584 586
03. Kupang 583 585 591
04. Timor Tengah Selatan 589 591 596
05. Timor Tengah Utara 594 600 600
06. Belu 586 589 592
07. Alor 584 588 591
08. Lembata 589 591 593
09. Flores Timur 603 604 604
10. Sikka 587 589 589
11. Ende 589 592 595
12. Ngada 597 600 606
13. Manggarai 585 587 588
14. Rote Ndao 581 584 584
15. Manggarai Barat 574 576 581
16. Sumba Barat Daya - 595 599
17. Sumba Tengah - 594 597
18. Nagekeo - 598 599
19. Manggarai Timur - - -
71. Kota Kupang 617 619 622

Nusa Tenggara Timur 590 591 594

Sumber : BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur


Source : BPS of Nusa Tenggara Timur Province

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 129


Keadaan
Rumah Tangga
& Tempat Tinggal
Household Condition &
Home Owner
KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION

Tabel / Table 4.2.1


Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Luas Lantai
Household in Belu regency by Area of Floor
2008

Luas Lantai Jumlah Persentase


Area of Floor (m2) Numbers Percentage

(1) (2) (3)


< 20 7 563 8,00
20 - 49 64 303 68,05

50 - 99 19 645 20,79

≥ 100 2 984 3,16

Jumlah / Total 94 495 100,00

Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2008, BPS


Source : National Social Economic Survey 2008, BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 133


KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION

Tabel / Table 4.2.2


Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Atap Terluas
Household in Belu regency by Primary Roof Type
2008

Jenis Atap terluas Jumlah Persentase


Primary Roof Type Numbers Percentage

(1) (2) (3)

Beton / Conerete 160 0,17

Genteng / Tile 347 0,37

Sirap 333 0,35

Seng / Zine 64 149 67,89

Asbes - 0,00

Ijuk / rumbia 2 085 2,21

Lainnya / Others 27 421 29,02

Jumlah / Total 94 495 100,00

Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2008, BPS


Source : National Social Economic Survey 2008, BPS

134 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION

Tabel / Table 4.2.3


Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Lantai terluas
Household in Belu regency by Primary Floor Type
2008

Jenis lantai Terluas Jumlah Persentase


Primary Floor Type Numbers Percentage

(1) (2) (3)

Bukan Tanah / Non-dirth earth 48 360 51,18

Tanah / Dirt Earth 46 135 48,82

Jumlah / Total 94 495 100,00

Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2008, BPS


Source : National Social Economic Survey 2008, BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 135


KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION

Tabel / Table 4.2.4


Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Dinding Terbanyak
Household in Belu regency by Area of Primary Roof Type
2008

Jenis Dinding Terbanyak Jumlah Persentase


Primary Roof Type Numbers Percentage

(1) (2) (3)

Tembok / Brick 15 176 16,10

Kayu / Wood 1 776 1,88

Bambu / bamboo 15 136 16,02

Lainnya / Others 62 407 66,04

Jumlah / Total 94 495 100,00

Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2008, BPS


Source : National Social Economic Survey 2008, BPS

136 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION

Tabel / Table 4.2.5


Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Sumber Penerangan
Household in Belu regency by Source of Lighting
2008

Sumber Penerangan Jumlah Persentase


Source of Lighting Numbers Percentage

(1) (2) (3)

Listrik PLN / Elictricity (PLN) 24 619 26,05

Listrik Non PLN / Elictricity (Non-


PLN) 3 378 3,57

Petromak / Pumped Lamp 814 0,86

Pelita, Sentir, Obor / Kerosene 65 363 69,17

Lainnya / Others 321 0,34

Jumlah / Total 94 495 100,00

Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2008, BPS


Source : National Social Economic Survey 2008, BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 137


KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION

Tabel / Table 4.2.6


Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Sumber Air Minum
Household in Belu regency by Source of Drinking Water
2008

Sumber Air Minum Jumlah Persentase


Source of Drinking Water Numbers Percentage

(1) (2) (3)

Air Dalam Kemasan - 0,00

Ledeng / Pipe 5 928 6,27

Pompa / Water Pump 3 044 3,22

Sumur / Well 45 641 48,30

Mata Air / Spring 31 810 33,66

Sungai / River 7 060 7,47

Hujan / Rain Water 173 0,18

Lainnya / Others 839 0,89

Jumlah / Total 94 495 100,00

Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2008, BPS


Source : National Social Economic Survey 2008, BPS

138 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION

Tabel / Table 4.2.7


Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Jamban
Household in Belu regency by Toilet Facilities
2008

Jenis Jamban Jumlah Persentase


Toilet Facility Numbers Percentage

(1) (2) (3)

Leher Angsa / Closet 34 281 36,28

Plengsengan 33 118 35,05

Cemplung 25 280 26,75

Tidak pakai 1 816 1,92

Jumlah / Total 94 495 100,00

Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2008, BPS


Source : National Social Economic Survey 2008, BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 139


KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION

Tabel / Table 4.2.8


Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Status Penguasaan Tempat Tinggal
Household in Belu regency by Status of House
2008

Status Rumah Jumlah Persentase


Status of House Numbers Percentage

(1) (2) (3)

Milik Sendiri / Self Owned 79 975 84,64

Kontrak / Rent Longtem Basis 693 0,76

Sewa / rent Montly Basis 3 117 3,30

Bebas Sewa / Free of Charge 2 804 2,97

Dinas / Provided by Employer 1 282 1,36

Rumah Milik Orang


Tua/Sanak/Saudara 5 501 5,82

Lainnya / Others 1 123 1,19

Jumlah / Total 94 495 100,00

Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2008, BPS


Source : National Social Economic Survey 2008, BPS

140 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION

Tabel / Table 4.2.9


Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Tempat Pembuangan Tinja
Household in Belu regency by Faeces Place of Exile
2008

Tempat Pembuangan Tinja Jumlah Persentase


Faeces Place of Exile Numbers Percentage

(1) (2) (3)

Tangki 34 784 36,81

Kolam / Sawah 482 0,51

Sungai / Danau / Laut 803 0,85

Lubang Tanah 34 047 36,03

Pantai / Kebun 16 045 16,98

Lainnya 8 334 8,82

Jumlah / Total 94 495 100,00

Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2008, BPS


Source : National Social Economic Survey 2008, BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 141


KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION

Tabel / Table 4.2.10


Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Kualitas Bangunan Rumah Tinggal
2008

Kualitas Bangunan Jumlah Persentase

(1) (2) (3)


1. Rumah Permanen 8 564 11,07
2. Rumah Semi Permanen 20 414 26,38

3. Rumah Tidak Permanen 48 363 62,50

4. Bangunan ruko / Rukan 38 0,05

Jumlah / Total 77 379 100,00

Sumber : Potensi Desa (PODES) 2008, BPS


Source : PODES 2008, BPS

142 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


BAB / CHAPTER
5
S o s i a l
Social Affairs
SOSIAL / SOCIAL

SOSIAL

PENDIDIKAN Dilihat dari tingkat


Berhasil atau gagalnya pendidikan yang ditamatkan sesuai
kelangsungan pembangunan suatu hasil Susenas 2008 memperlihatkan
bangsa banyak dipengaruhi oleh bahwa sebanyak 68,79% penduduk
tingkat pendidikan sebagaian besar umur 10 tahun ke atas
penduduknya. Semakin tinggi berpendidikan paling tinggi cuma
tingkat pendidikan akan membawa tamat SD. Sedangkan sisanya tamat
dampak positif bagi masa depan SLTP 15,61%, tamat SLTA 12,95%,
berbagai bidang kehidupan, baik serta tamat akdemi dan perguruan
sosial maupun ekonomi. Demikian tinggi cuma 3,10%. Sebagai
pentingnya peranan pendidikan , perbandingan Sensus Penduduk
maka tidaklah mengherankan 2000 menunjukkan bahwa dari
apabila pendidikan senantiasa penduduk umur 5 tahun keatas
mendapat perhatian pemerintah pada tahun 2000, yang paling tinggi
maupun dari kalangan swasta. sampai tingkat SD 82,62%, tamat
Peningkatan partisipasi SLTP 8,68%, tamat SLTA 7,54 %
sekolah dari berbagai lapisan dan tamat akademi dan sarjana
masyarakat tentunya harus 1,15%.
diimbangi penyediaan sarana fisik Dengan masih rendahnya tingkat
pendidikan maupun tenaga guru pendidikan formal dari sebagian
yang memadai. besar penduduk Belu akan sangat
Pada tahun 2008 jumlah mempengaruhi akselerasi
Taman Kanak-Kanak 24 unit dengan pembangunan, dan kecepatan
jumlah murid 1 066 siswa. Di transformasi tenaga kerja dari sektor
tahun 2008 jumlah sekolah SD ekonomi tradisional ke sektor-sektor
338 unit, SLTP 48 unit ,SLTA umum ekonomi modern.
21 unit dan kejuruan 11 unit. Untuk melihat kemampuan
Dibandingkan dengan tahun lalu , penduduk dalam membaca dan
guru SD meningkat 6,89%, guru menulis di suatu aderah dapat
SLTP 1,56% dan SLTA 1,37%. dilihat dari angka melek hurufnya.
Sementara untuk jumlah murid Persentase penduduk umur 10
masing-masing jenjang pendidikan tahun keatas yang buta huruf pada
yaitu SD naik 3,85% SLTP turun tahun 2008 hanya 17,80%, dimana
6,35%, dan SLTA meningkat lebih dari separuhnya adalah kaum
3,52%. perempuan. Ini memperlihatkan

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 145


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

bahwa pendidikan bagi kaum 3,00% dibanding dengan keadaan


perempuan masih dianggap kurang tahun lalu.
perlu oleh sebagian besar Dari jumlah kunjungan
masyarakat di Kabupaten Belu. tersebut, komposisi jenis penyakit
yang dominan masing-masing
KESEHATAN Infeksi Saluran Pernafasan (ispa),
Pembangunan bidang 29,27%, rematik 14,70%.
kesehatan bertujuan agar semua Sementara khusus pada penderita
lapisan masyarakat dapat rawat inap selama tahun 2008
memperoleh pelayanan kesehatan pada RSU Atambua sebanyak 882
secara mudah, merata dan murah. kunjungan (pasien) atau turun
Dengan tujuan yang demikian 30,00% dari keadaan tahun
diharapkan seluruh program dan sebelumnya. Komposisi penyakit
kegiatan di bidang kesehatan dominan untuk kunjungan rawat
diarahkan untuk tercapainya derajat inap masing-masing TBC 30,38%,
kesehatan masyarakat yang baik ISPA 19,50%, dyspepsia 10,77%,
dan pada gilirannya tercipta bronchitis 8,39%, dan penyakit
kehidupan yang sehat dan lainnya 20,86%.
produktif. Jumlah pasangan usia subur
Pada tahun 2008 (PUS) pada tahun 2008 sebanyak
ketersediaan sarana kesehatan 48 998 pasang, dimana 34 951
secara umum mengalami sedikit (71,33%) diantarannya adalah
peningkatan dibandingkan dengan peserta pasangan peserta KB aktif.
tahun sebelumnya antara lain Dari metode kontrasepsi yang
puskesmas naik 10,53%, puskesmas digunakan oleh pasangan KB aktif
pembantu naik 6,25% dan balai sebanyak 83,61% memilih KB
pengobatan juga meningkat suntik, sedangkan sisanya adalah pil
15,38%. Sejalan dengan 6,26%, IUD 2,69%, Implant 4,63%,
meningkatnya sarana, jumlah MOW dan MOP 2,23% dan cara
tenaga pelayanan kesehatan (medis kondom 0,58%.
dan paramedis) juga mengalami
peningkatan signifikan seperti S1 AGAMA
Kesehatan 15,00%, D3 kesehatan
86,07% perawat dan Bidan naik Sesuai dengan falsafah
21,92 % dan 0,43 %. negara, kehidupan beragama dan
Jumlah penderita rawat kepercayaan terhadap Tuhan Yang
jalan pada puskesmas , selama Maha Esa senantiasa dikembangkan
tahun 2008 sebanyak 599 410 kali dan ditingkatkan penghayatannya
kunjungan (pasien) atau turun sehingga dapat tercipta kondisi

146 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


SOSIAL / SOCIAL

kehidupan yang rukun dan damai. 747 kasus dengan tetap masalah
Dewasa ini sebagian besar penganiayaan yang terbanyak.
masyarakat kita mempunyai
sensitifitas yang tinggi terhadap SOSIAL LAINNYA
masalah-masalah yang berkaitan
dengan agama. Karena itu apabila Data dalam sub bab ini berisikan
terjadi pemaksaan kehendak data-data tentang kondisi sosial
pemeluk agama tertentu terhadap masyarakat di Kabupaten Belu,
pemeluk agama lainnya maka akan seperti jumlah fakir miskin,
menimbulkan konflik sosial yang penyandang cacat, manusia lanjut
berkepanjangan. Dalam hal ini usia (jompo), dan lain-lain. Data
pemerintahan dituntut untuk infrastruktur kesejahteraan
memfasilitasi kehidupan beragama masyarakat juga dapat dilihat dari
bagi masyarakatnya, sehingga setiap tabel-tabel dalam sub bab ini.
pemeluknya memiliki hak yang Selain data kejadian bencana alam
sama untuk menunaikan kewajiban- yang pernah terjadi di tahun 2008.
kewajiban keagamaannya. Semua data pada sub bab ini
bersumber dari Dinas Sosial dan
KRIMINALITAS Kesejahteraan Rakyat Kabupaten
Banyaknya perkara yang masuk dan Belu.
terselesaikan di Pengadilan Negeri
Atambua pada tahun 2008 dengan Masalah sosial yang masih meminta
karakteristik terdakwa/tertuduh serta perhatian di Kabupaten Belu adalah
sikapnya terhadap putusan tersaji lanjut usia terlantar dan anak yatim
dalam sub bab ini, yang piatu terlantar karena pada tahun
kesemuanya merupakan data 2007 tercatat 6 358 dan 6 332
sekunder dari Pengadilan Negeri orang meningkat masing-masing
Atambua, disamping data dari pada tahun 2008 menjadi 10 889
Kepolisian Resort Belu tentang dan 7 361 orang.
masalah-masalah sosial yang terjadi
di Kabupaten ini.
Tingkat kriminalitas di Kabupaten
Belu masih cukup memprihatinkan
karena dibandingkan dengan tahun
2007 ternyata masalah sosial
meningkat dari 680 kasus menjadi

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 147


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Gambar 5.1. Rata-Rata Jumlah Murid per Sekolah Menurut Status Sekolah 1999-2008

600

500

400

300

200

100

0
1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008
SLTA Umum SLTA Kejuruan SLTP SD

Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu

Gambar 5.2. Persentase Penduduk Belu Usia 10 Tahun Ke Atas Menurut Ijasah Tertinggi
yang Dimilikinya Tahun 2008
DI/DII
SMU 0.95%
12.95%

SLTP SD
32.60%
15.17%

DIII
0.44%
Sarjana
1.71%
Tidak/Belum
punya ijasah
36.18%

Sumber : Susenas 2008, BPS

148 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Gambar 5.3. Jumlah Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Belu Tahun 1999 – 2008
60

50

40

30

20

10

0
1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008
Rumah Sakit Balai Pengobatan Puskesmas Pus. Pembantu

Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu

Gambar 5.4. Frekuensi masalah sosial yang dilaporkan di Polres Belu


Tahun 2002 - 2008

90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des
2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008

Sumber : Polres Belu

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 149


Pendidikan
Education
SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel / Table 5.1.1


Banyaknya Sekolah, Guru, dan Murid Menurut Tingkat Pendidikan
Numbers of Schools, Teachers, and Pupils by Education Level
2008

Rata-
Rata-
Rata
Tingkat Pendidikan Sekolah Guru Murid Rata
Murid
Education Level School Teacher Pupil Guru Per
Per
Sekolah
Sekolah
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

01. Taman Kanak-Kanak 24 88 1 066 3,67 44,42


kindgarden

02. Sekolah Dasar 338 4 359 65 631 12,89 194,17


primary school
03. SMTP umum 48 779 13 828 16,23 288,08
junior high school (general)
04. SMTP Kejuruan - - - - -
junior high school (vacational)
05. SMP Terbuka Umum 6 74 3 301 12 550,17

06. SMP Terbuka Kejuruan - - - - -

07. SMTA umum 21 519 7 807 24,71 371,76


senior high school (general)
08. SMTA kejuruan
senior high school (vacational)

a. STM 1 32 301 32 301


senior technical school

b. SMKK 1 24 233 24 233


senior home economics high
school
c. SMEA 2 68 964 34 482
senior economics high school

d. lainnya / others 7 136 880 19,43 125,71

Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu


Source : National Education Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 153


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel / Table 5.1.2


Banyaknya Sekolah, Guru, dan Murid Taman Kanak Kanak (TK) Negeri dan Swasta
di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan
Numbers of School, Teacher, and Pupil of Public and Private Kindgarden in Belu
Regency by District
2008

TK Negeri TK Swasta
Kecamatan Public Kindgarden Private Kindgarden
District Sekolah Guru Murid Sekolah Guru Murid
School Teacher Pupil School Teacher Pupil
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
01. Malaka Barat 0 0 0 1 2 40
02. Rinhat 0 0 0 1 2 10
03. Wewiku 0 0 0 1 2 20
04. Weliman 0 0 0 0 0 0
05. Malaka Tengah 0 0 0 1 4 25
06. Sasita Mean 0 0 0 0 0 0
07. Botin Leobele 0 0 0 0 0 0
08. Io Kufeu 0 0 0 1 5 38

09. Malaka Timur 0 0 0 2 5 69


10. Laen Manen 0 0 0 1 2 20
11. Raimanuk 0 0 0 1 2 76
12. Kobalima 0 0 0 1 2 54
13. Kobalima Timur 0 0 0 0 0 0
14. Tasifeto Barat 0 0 0 2 7 76
15. Kakuluk Mesak 0 0 0 2 4 24
16. Nanaet Dubesi 0 0 0 0 0 0

17. Kota Atambua 0 0 0 4 37 486


18. Atambua Barat 1 4 51 2 5 76
19. Atambua Selatan 1 3 48 0 0 0
20. Tasifeto Timur 0 0 0 0 0 0
21. Raihat 0 0 0 0 0 0
22. Lasiolat 0 0 0 0 0 0
23. Lamaknen 0 0 0 2 2 52
24. Lamaknen Selatan 0 0 0 0 0 0

Kabupaten Belu 2 7 99 22 81 1 066

Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu


Source : National Education Service of Belu Regency

154 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel / Table 5.1.3


Banyaknya Sekolah, Guru, dan Murid Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Swasta
di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan
Numbers of School, Teacher, and Pupil of Public and Private Primary School
in Belu Regency by District
2008

SD Negeri SD Swasta
Kecamatan Public Elementry School Private Elementry School
District Sekolah Guru Murid Sekolah Guru Murid
School Teacher Pupil School Teacher Pupil
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
01. Malaka Barat 5 67 696 15 169 3 044
02. Rinhat 11 101 1 481 8 77 1 195
03. Wewiku 10 113 1 472 10 146 1 949
04. Weliman 9 124 1 946 7 107 1 671
05. Malaka Tengah 20 267 3 374 14 211 2 979
06. Sasita Mean 8 71 1 033 4 49 579
07. Botin Leobele 5 46 540 2 30 355
08. Io Kufeu 7 65 748 4 49 687

09. Malaka Timur 9 80 1 261 3 48 637


10. Laen Manen 9 77 1 138 7 79 1 046
11. Raimanuk 7 86 1 501 5 58 1 225
12. Kobalima 9 99 1 511 9 104 1 578
13. Kobalima Timur 6 68 660 4 59 596
14. Tasifeto Barat 11 103 2 593 8 78 1 688
15. Kakuluk Mesak 8 98 2 353 4 65 1 293
16. Nanaet Dubesi 4 45 544 2 26 466

17. Kota Atambua 9 227 3 658 5 126 2 310


18. Atambua Barat 4 104 1 674 3 81 853
19. Atambua Selatan 3 99 1 426 2 54 991
20. Tasifeto Timur 12 149 2 087 7 95 1 320
21. Raihat 9 99 1 620 4 57 619
22. Lasiolat 5 51 714 3 52 646
23. Lamaknen 7 77 891 8 88 1 277
24. Lamaknen Selatan 8 79 958 5 56 748

Kabupaten Belu 195 2 395 35 879 143 1 964 29 752

Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu


Source : National Education Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 155


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel / Table 5.1.4


Banyaknya Sekolah, Guru, dan Murid Sekolah Menengah Tingkat Pertama
(SMTP) Umum Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan
Numbers of School, Teacher, and Pupil of Public and Private Junior High School
(General) in Belu Regency by District
2008

SMPNegeri SMP Swasta


Kecamatan Public Juniorr High School Private Juniorr High School
District Sekolah Guru Murid Sekolah Guru Murid
School Teacher Pupil School Teacher Pupil
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
01. Malaka Barat 2 43 897 1 10 592
02. Rinhat 1 7 52 2 14 227
03. Wewiku 1 19 240 2 33 365
04. Weliman 1 9 174 1 15 101
05. Malaka Tengah 1 47 862 1 12 193
06. Sasita Mean 1 14 275 2 26 300
07. Botin Leobele 0 0 0 0 0 0
08. Io Kufeu 3 12 187 0 0 0

09. Malaka Timur 1 18 690 0 0 0


10. Laen Manen 1 12 198 0 0 0
11. Raimanuk 1 6 171 0 0 0
12. Kobalima 1 21 522 2 24 683
13. Kobalima Timur 0 0 0 0 0 0
14. Tasifeto Barat 0 0 0 2 46 970
15. Kakuluk Mesak 1 16 413 1 9 203
16. Nanaet Dubesi 1 16 130 0 0 0

17. Kota Atambua 1 48 1 198 6 83 827


18. Atambua Barat 0 0 0 2 37 200
19. Atambua Selatan 2 74 1 632 1 15 429
20. Tasifeto Timur 0 0 0 0 0 0
21. Raihat 1 20 69 0 0 0
22. Lasiolat 1 18 45 1 14 167
23. Lamaknen 2 30 656 1 11 160
24. Lamaknen Selatan 0 0 0 0 0 0

Kabupaten Belu 23 430 8 411 25 349 5 417

Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu


Source : National Education Service of Belu Regency

156 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel / Table 5.1.5


Banyaknya Sekolah, Guru, dan Murid Sekolah Menegah Tingkat Atas
(SMTA) Umum Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan
Numbers of School, Teacher, and Pupil of Public and Private Senior High School
(General) in Belu Regency by District
2008

SMU Negeri
SMU Swasta
Public Senior High
Kecamatan Private Senior High School
School
District
Sekolah Guru Murid Sekolah Guru Murid
School Teacher Pupil School Teacher Pupil
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
01. Malaka Barat 1 25 684 1 13 146
02. Rinhat 0 0 0 0 0 0
03. Wewiku 0 0 0 1 17 296
04. Weliman 0 0 0 1 15 135
05. Malaka Tengah 1 33 620 1 32 860
06. Sasita Mean 0 0 0 1 5 30
07. Botin Leobele 0 0 0 0 0 0
08. Io Kufeu 0 0 0 0 0 0

09. Malaka Timur 0 0 0 0 0 0


10. Laen Manen 0 0 0 0 0 0
11. Raimanuk 0 0 0 0 0 0
12. Kobalima 0 0 0 0 0 0
13. Kobalima Timur 0 0 0 0 0 0
14. Tasifeto Barat 1 23 610 2 49 454
15. Kakuluk Mesak 0 0 0 0 0 0
16. Nanaet Dubesi 0 0 0 0 0 0

17. Kota Atambua 1 63 724 4 110 443


18. Atambua Barat 0 0 0 3 88 2 386
19. Atambua Selatan 0 0 0 1 17 51
20. Tasifeto Timur 0 0 0 0 0 0
21. Raihat 0 0 0 0 0 0
22. Lasiolat 0 0 0 0 0 0
23. Lamaknen 1 18 275 1 11 93
24. Lamaknen Selatan 0 0 0 0 0 0

Kabupaten Belu 5 162 2 9 13 16 357 4 894

Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu


Source : National Education Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 157


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel / Table 5.1.6


Banyaknya Sekolah, Guru, dan Murid
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Swasta
di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan
Numbers of School, Teacher, and Pupil of Public and Private Senior High School
(Vocational) in Belu Regency by District
2008

SMK Negeri SMK Swasta


Kecamatan Public Senior High School Private Senior High School
District Sekolah Guru Murid Sekolah Guru Murid
School Teacher Pupil School Teacher Pupil
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
01. Malaka Barat 0 0 0 1 17 60
02. Rinhat 0 0 0 0 0 0
03. Wewiku 1 19 58 0 0 0
04. Weliman 0 0 0 0 0 0
05. Malaka Tengah 0 0 0 0 0 0
06. Sasita Mean 0 0 0 2 37 205
07. Botin Leobele 0 0 0 0 0 0
08. Io Kufeu 0 0 0 0 0 0

09. Malaka Timur 0 0 0 0 0 0


10. Laen Manen 0 0 0 0 0 0
11. Raimanuk 0 0 0 0 0 0
12. Kobalima 1 24 296 0 0 0
13. Kobalima Timur 0 0 0 0 0 0
14. Tasifeto Barat 0 0 0 1 32 301
15. Kakuluk Mesak 1 24 106 0 0 0
16. Nanaet Dubesi 0 0 0 0 0 0

17. Kota Atambua 0 0 0 1 24 233


18. Atambua Barat 0 0 0 0 0 0
19. Atambua Selatan 1 58 824 0 0 0
20. Tasifeto Timur 1 14 184 0 0 0
21. Raihat 1 11 111 0 0 0
22. Lasiolat 0 0 0 0 0 0
23. Lamaknen 0 0 0 0 0 0
24. Lamaknen Selatan 0 0 0 0 0 0

Kabupaten Belu 6 150 1 579 5 110 799

Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu


Source : National Education Service of Belu Regency

158 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel / Table 5.1.7


Banyaknya Sekolah, Guru, dan Murid
Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Terbuka Negeri dan Swasta
di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan
2008

Negeri Swasta
Kecamatan Public School Private School
District Sekolah Guru Murid Sekolah Guru Murid
School Teacher Pupil School Teacher Pupil
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
01. Malaka Barat 1 28 145 0 0 0
02. Rinhat 0 0 0 0 0 0
03. Wewiku 0 0 0 0 0 0
04. Weliman 0 0 0 0 0 0
05. Malaka Tengah 1 9 1 008 0 0 0
06. Sasita Mean 0 0 0 0 0 0
07. Botin Leobele 0 0 0 0 0 0
08. Io Kufeu 0 0 0 0 0 0

09. Malaka Timur 1 18 440 0 0 0


10. Laen Manen 0 0 0 0 0 0
11. Raimanuk 0 0 0 0 0 0
12. Kobalima 0 0 0 0 0 0
13. Kobalima Timur 0 0 0 0 0 0
14. Tasifeto Barat 0 0 0 0 0 0
15. Kakuluk Mesak 1 16 380 0 0 0
16. Nanaet Dubesi 0 0 0 0 0 0

17. Kota Atambua 1 3 1 240 0 0 0


18. Atambua Barat 0 0 0 0 0 0
19. Atambua Selatan 1 - 88 0 0 0
20. Tasifeto Timur 0 0 0 0 0 0
21. Raihat 0 0 0 0 0 0
22. Lasiolat 0 0 0 0 0 0
23. Lamaknen 0 0 0 0 0 0
24. Lamaknen Selatan 0 0 0 0 0 0

Kabupaten Belu 6 74 3 301 0 0 0

Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu


Source : National Education Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 159


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel / Table 5.1.8


Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu
Menurut Ijasah Tertinggi yang Dimiliki dan Jenis Kelamin
Percentage 10 Years Old and Over in Belu Regency by Education Attainment and Sex
2008

Pendidikan Yang Laki +


Laki-Laki Perempuan
Ditamatkan Perempuan Male
Male Female
Education Attainment + Female
(1) (2) (3) (4)

Tidak / Belum
Mempunyai Ijasah
38,08 34,33 36,18
Did not completed/Not
yet Completedl
30,42 34,74 32,60
SD / Primary School
14,90 15,42 15,17
SLTP / Junior High school

SMU Umum
8,49 9,64 9,07
Senior High School
(General)

SMU Kejuruan
4,39 3,38 3,88
Senior High School
(Vocational)
0,74 1,15 0,95
D I, II / Diploma I, II
0,64 0,24 0,44
DIII/DiplomaIII, academy
2,34 1,10 1,71
DIV / S3

Jumlah / Total 100,00 100,00 100,00

Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2008, BPS


Source : National Social Economic Survey 2008, BPS

160 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel / Table 5.1.9


Penduduk 7 Tahun ke Atas yang Masih Sekolah, Tidak/Belum Pernah Sekolah, dan Tidak
Sekolah Lagi Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Belu
Population 7 Years and over who Attending School, Never/Not Yet Attending
School in Belu Regency by Age Group
2007

Tidak/Belum
Golongan Jumlah Masih Sekolah Pernah Sekolah
Tidak
Umur Penduduk Attending Never/Not yet
Sekolah Lagi
Age Group Population School attending
school

(1) (2) (3) (4) (5)

7 – 12 68 705 64 233 2 792 1 680

13 – 15 26 946 20 099 1 251 5 596

16 – 18 20 147 10 913 1 680 7 554

19 – 24 36 801 3 976 2 230 30 595

Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007, BPS


Source : National Social Economic Survey 2007, BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 161


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel / Table 5.1.10


Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu
Menurut Kemampuan Membaca dan Menulis per Jenis Kelamin
Percentage 10 Years Old and Over in Belu Regency by Literacy per Sex
2008

Kemampuan
Laki +
Membaca Laki-Laki Perempuan
Perempuan
Dan Menulis Male Female
Male + Female
Literacy
(1) (2) (3) (4)

Huruf Latin 83,34 81,14 82,20

Tidak Dapat 16,66 18,86 17,80

Jumlah / Total 100,00 100,00 100,00

Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2008, BPS


Source : National Social Economic Survey 2008, BPS

162 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel / Table 5.1.11


Hasil Ujian Nasional SD/MI
Di Kabupaten Belu
Tahun Pelajaran 2007/2008

Lulus Tidak Lulus


Kecamatan Peserta
Jumlah Persentase Jumlah Persentase
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
01. Malaka Barat 441 358 81,18 83 18,82
02. Rinhat 243 206 84,77 37 15,23
03. Wewiku 385 287 74,55 98 25,45
04. Weliman 382 302 79,06 80 20,94
05. Malaka Tengah 807 722 89,47 85 10,53
06. Sasita Mean 197 175 88,83 22 11,17
07. Botin Leobele 126 104 82,54 22 17,46
08. Io Kufeu 183 146 79,78 37 20,22

09. Malaka Timur 226 165 73,00 61 26,99


10. Laen Manen 282 213 75,53 69 24,47
11. Raimanuk 315 129 40,95 186 59,05
12. Kobalima 369 282 76,42 87 23,58
13. Kobalima Timur 141 57 40,43 84 59,57
14. Tasifeto Barat 557 525 94,25 32 5,75
15. Kakuluk Mesak 364 317 87,09 47 12,91
16. Nanaet Dubesi 99 89 89,90 10 10,10

17. Kota Atambua 797 758 95,11 39 4,89


18. Atambua Barat 272 249 91,54 23 8,46
19. Atambua Selatan 312 289 92,63 23 7,37
20. Tasifeto Timur 355 319 89,86 36 10,14
21. Raihat 219 214 97,72 5 2,28
22. Lasiolat 133 106 79,70 27 20,30
23. Lamaknen 236 199 84,32 37 15,68
24. Lamaknen Selatan 156 123 78,85 33 21,15

Kabupaten Belu 7 597 6 334 83,38 1 263 16,62

Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu


Source : National Education Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 163


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel / Table 5.1.12


Hasil Ujian Nasional SMP/MTs/SMPT
Di Kabupaten Belu
Tahun Pelajaran 2007/2008

Lulus Tidak Lulus


Kecamatan Peserta
Jumlah Persentase Jumlah Persentase
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
01. Malaka Barat 443 436 98,42 7 1,58
02. Rinhat 84 84 100,00 0 0,00
03. Wewiku 210 209 99,52 1 0,48
04. Weliman 94 93 98,94 1 1,04
05. Malaka Tengah 957 835 87,25 122 12,75
06. Sasita Mean 89 89 100,00 0 0,00
07. Botin Leobele - - - - -
08. Io Kufeu 19 15 78,95 4 21,05

09. Malaka Timur 236 231 97,88 5 2,12


10. Laen Manen 42 37 88,10 5 11,90
11. Raimanuk - - - - -
12. Kobalima 153 124 81,05 29 18,95
13. Kobalima Timur 57 42 73,68 15 26,32
14. Tasifeto Barat 388 301 77,58 87 22,42
15. Kakuluk Mesak 61 11 18,03 50 81,97
16. Nanaet Dubesi - - - - -

17. Kota Atambua 597 277 46,40 320 53,60


18. Atambua Barat 343 172 50,15 171 49,85
19. Atambua Selatan 634 480 75,71 154 24,29
20. Tasifeto Timur 311 160 51,45 151 48,55
21. Raihat - - - - -
22. Lasiolat 60 60 100,00 0 0,00
23. Lamaknen 201 158 78,61 43 21,39
24. Lamaknen Selatan - - - - -

Kabupaten Belu 4 979 3 814 76,60 1 165 23,40

Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu


Source : National Education Service of Belu Regency

164 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel / Table 5.1.13


Hasil Ujian Nasional SMA/MA
Di Kabupaten Belu
Tahun Pelajaran 2007/2008

Lulus Tidak Lulus


Kecamatan Peserta
Jumlah Persentase Jumlah Persentase
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
01. Malaka Barat 255 255 100,00 0 0,00
02. Rinhat - - - - -
03. Wewiku 116 115 99,14 1 0,86
04. Weliman - - - - -
05. Malaka Tengah 431 430 99,77 1 0,61
06. Sasita Mean - - - - -
07. Botin Leobele - - - - -
08. Io Kufeu - - - - -

09. Malaka Timur - - - - -


10. Laen Manen - - - - -
11. Raimanuk - - - - -
12. Kobalima - - - - -
13. Kobalima Timur - - - - -
14. Tasifeto Barat 219 208 94,98 11 5,02
15. Kakuluk Mesak - - - - -
16. Nanaet Dubesi - - - - -

17. Kota Atambua 332 316 95,18 16 4,82


18. Atambua Barat 762 564 74,02 198 25,98
19. Atambua Selatan - - - - -
20. Tasifeto Timur - - - - -
21. Raihat 44 20 45,45 24 54,55
22. Lasiolat - - - - -
23. Lamaknen 99 33 33,33 66 66,67
24. Lamaknen Selatan - - - - -

Kabupaten Belu 2 258 1 941 85,96 317 14,04

Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu


Source : National Education Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 165


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel / Table 5.1.14


Hasil Ujian Nasional SMK
Di Kabupaten Belu
Tahun Pelajaran 2007/2008

Lulus Tidak Lulus


Kecamatan Peserta
Jumlah Persentase Jumlah Persentase
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
01. Malaka Barat - - - - -
02. Rinhat - - - - -
03. Wewiku - - - - -
04. Weliman - - - - -
05. Malaka Tengah 17 17 100,00 0 0,00
06. Sasita Mean - - - - -
07. Botin Leobele - - - - -
08. Io Kufeu - - - - -

09. Malaka Timur - - - - -


10. Laen Manen - - - - -
11. Raimanuk - - - - -
12. Kobalima 54 54 100,00 0 0,00
13. Kobalima Timur - - - - -
14. Tasifeto Barat 79 79 100,00 0 0,00
15. Kakuluk Mesak 24 24 100,00 0 0,00
16. Nanaet Dubesi - - - - -

17. Kota Atambua 94 92 97,87 2 2,13


18. Atambua Barat - - - - -
19. Atambua Selatan 268 262 97,76 6 2,24
20. Tasifeto Timur 37 37 100,00 0 0,00
21. Raihat - - - - -
22. Lasiolat - - - - -
23. Lamaknen - - - - -
24. Lamaknen Selatan - - - - -

Kabupaten Belu 573 565 98,60 8 1,40

Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu


Source : National Education Service of Belu Regency

166 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel / Table 5.1.15


Rata-rata Lamanya Sekolah menurut Kabupaten
2005 – 2007

(tahun)
Kabupaten/Kota
2005 2006 2007
Regency/Municipality
(1) (2) (3) (4)

01. Sumba Barat 5,7 5,7 5,7


02. Sumba Timur 5,8 5,8 5,8
03. Kupang 5,8 6,0 6,7
04. Timor Tengah Selatan 5,7 5,9 6,1
05. Timor Tengah Utara 5,8 5,8 6,1
06. Belu 6,0 6,0 6,1
07. Alor 6,9 7,4 7,4
08. Lembata 6,1 6,3 6,3
09. Flores Timur 6,1 6,4 6,4
10. Sikka 6,0 6,0 6,0
11. Ende 6,6 6,6 6,6
12. Ngada 6,6 6,6 6,6
13. Manggarai 6,6 6,6 6,6
14. Rote Ndao 5,6 6,2 6,2
15. Manggarai Barat 6,2 6,2 6,2
16. Sumba Barat Daya - 5,4 5,4
17. Sumba Tengah - 5,2 5,2
18. Nagekeo - 6,3 6,7
19. Manggarai Timur - - -
71. Kota Kupang 10,2 10,2 10,9

Nusa Tenggara Timur 6,3 6,4 6,4

Sumber : BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur


Source : BPS of Nusa Tenggara Timur Province

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 167


Kesehatan
Health
SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel / Table 5.2.1


Jumlah Sarana Kesehatan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan
Numbers of Health Service in Belu Regency by District
2008

Sarana Kesehatan
Health Service
Puskesmas Balai
Kecamatan Puskesmas
Pembantu Pengobatan
District Rumah Sakit Community
Community Health
Hospital Health
Health Sub Service
Centre
Centre House
(1) (2) (3) (4) (5)

01. Malaka Barat 0 1 2 1


02. Rinhat 0 1 3 0
03. Wewiku 0 1 3 0
04. Weliman 0 1 4 0
05. Malaka Tengah 1 1 5 2
06. Sasita Mean 0 1 4 0
07. Botin Leobele 0 0 - 0
08. Io Kufeu 0 1 1 0

09. Malaka Timur 0 1 1 0


10. Laenmanen 0 1 4 1
11. Raimanuk 0 1 2 0
12. Kobalima 0 1 6 1
13. Kobalima Timur 0 0 0 0
14. Tasifeto Barat 1 1 1 0
15. Kakuluk Mesak 0 2 1 3
16. Nanaet Dubesi 0 1 0 0

17. Kota Atambua 2 1 1 2


18. Atambua Barat 1 0 1 0
19. Atambua Selatan 0 0 2 3
20. Tasifeto Timur 0 1 2 0
21. Raihat 0 1 1 0
22. Lasiolat 0 1 1 1
23. Lamaknen 0 1 4 1
24. Lamaknen Selatan 0 1 2 0

Kabupaten Belu 5 21 51 15
Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu
Source : Health Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 171


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel /
Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut Status Tenaga
Numbers of Health Personal by Health Personal
2 0

Dokter Umum Dokter Gigi S1 D3


Kecamatan Dokter Pera-
Kese- Kese-
District Ahli PNS PTT PNS PTT wat
hatan hatan
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
01. Malaka Barat 0 1 0 0 0 0 5 6
02. Rinhat 0 0 1 0 0 1 3 4
03. Wewiku 0 0 1 1 0 0 6 9
04. Weliman 0 0 1 0 1 0 5 5
05. Malaka Tengah 0 2 1 0 0 1 27 14
06. Sasita Mean 0 0 1 0 0 0 4 6
07. Botin Leobele 0 0 0 0 0 0 0 0
08. Io Kufeu 0 0 1 0 0 0 2 5

09. Malaka Timur 0 0 0 0 1 0 2 2


10. Laenmanen 0 0 1 0 1 0 6 6
11. Raimanuk 0 0 0 0 0 0 2 5
12. Kobalima 0 0 1 0 1 0 2 12
13. Kobalima Timur 0 0 0 0 0 0 0 1
14. Tasifeto Barat 0 0 2 0 1 0 16 8
15. Kakuluk Mesak 0 0 0 1 1 6 12 8
16. Nanaet Dubesi 0 0 0 0 0 0 0 1

17. Kota Atambua 4 2 3 2 2 2 101 48


18. Atambua Barat 0 3 0 0 0 13 14 17
19. Atambua Selatan 0 0 0 0 0 0 0 1
20. Tasifeto Timur 0 0 1 0 1 0 6 6
21. Raihat 0 0 1 0 0 0 6 5
22. Lasiolat 0 0 0 0 0 0 2 3
23. Lamaknen 0 0 1 0 0 0 3 5
24. Lamaknen Selatan 0 0 0 0 0 0 3 1

Kabupaten Belu 4 8 16 4 9 23 227 178

Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu


Source : Health Service of Belu Regency

172 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

/ Table 5.2.2
Kesehatan per Kecamatan di Kabupaten Belu
Personal Status per District in Belu Regency
0 8

Bidan
Bidan
Desa SPRG SMAK SPAG SPPH SMF PKE PKU
(PNS)
(PTT)

(8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16)


11 0 0 0 0 0 0 0 1
7 0 1 0 0 0 0 0 0
4 0 2 0 0 0 0 0 0
12 0 2 0 0 0 0 0 0
21 1 4 1 1 1 1 0 1
3 11 0 0 0 0 0 0 0
0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 0 0 0 0 0 1 0 0

6 0 1 1 0 1 0 0 0
6 3 1 0 0 0 0 0 0
6 0 0 0 0 0 0 0 0
10 0 1 0 0 0 0 0 1
4 1 0 0 0 0 0 0 0
9 1 2 1 1 0 0 0 0
19 1 2 0 1 0 1 0 0
3 0 0 0 0 0 0 0 0

40 0 3 6 0 1 6 0 0
10 0 3 2 0 1 2 0 0
4 0 0 0 0 0 0 0 0
13 0 1 0 0 0 0 0 0
4 0 1 0 0 0 0 0 0
6 2 0 0 0 0 0 0 0
8 0 1 0 1 0 0 0 0
5 1 0 0 0 0 0 0 0

215 21 25 11 4 4 11 0 3

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 173


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Lanjutan / Continued Table 5.2.2

Pemb.
Kecamatan Jurkes/ Lain-
PKAB Pera- Pekes PKF Jumlah
District Jurkim nya
wat
(1) (17) (18) (19) (20) (21) (22) (23)
01. Malaka Barat 0 0 0 1 0 3 28
02. Rinhat 0 0 0 0 0 0 17
03. Wewiku 0 0 0 2 0 3 28
04. Weliman 0 0 0 1 0 4 31
05. Malaka Tengah 0 0 0 2 0 14 92
06. Sasita Mean 0 0 0 0 0 2 27
07. Botin Leobele 0 0 0 0 0 0 0
08. Io Kufeu 0 0 0 0 0 1 14

09. Malaka Timur 0 0 0 4 0 1 19


10. Laenmanen 0 0 0 0 0 1 25
11. Raimanuk 0 0 0 0 0 0 13
12. Kobalima 0 0 0 4 0 6 38
13. Kobalima Timur 0 0 0 0 0 0 6
14. Tasifeto Barat 0 0 0 0 0 38 79
15. Kakuluk Mesak 0 0 0 2 0 31 85
16. Nanaet Dubesi 0 0 0 0 0 0 4

17. Kota Atambua 0 0 0 3 0 49 272


18. Atambua Barat 0 0 0 0 0 59 124
19. Atambua Selatan 0 0 0 0 0 0 5
20. Tasifeto Timur 0 0 0 4 0 0 32
21. Raihat 0 0 0 0 0 2 19
22. Lasiolat 0 0 0 0 0 0 13
23. Lamaknen 0 0 1 2 0 3 25
24. Lamaknen Selatan 0 0 0 0 0 0 10

Kabupaten Belu 0 0 1 25 0 188 1 006

Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu


Source : Health Service of Belu Regency

174 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel / Table 5.2.3


Jumlah Penderita Rawat Jalan Menurut Puskesmas di Kabupaten Belu
2008

Puskesmas Jumlah
Community Health Centre Total

(1) (2)
01. Puskesmas Halilulik 33 149
02. Puskesmas Atapupu 24 480
03. Puskesmas Wedomu 27 600
04. Puskesmas Haekesak 29 827
05. Puskesmas Weoe 36 368
06. Puskesmas Besikama 41 228
07. Puskesmas Biudukfoho 16 076
08. Puskesmas Seon 21 730
09. Puskesmas Betun 39 569
10. Puskesmas Kaputu 29 380
11. Puskesmas Namfalus 42 700
12. Puskesmas Weluli 25 523
13. Puskesmas Kota 62 967
14. Puskesmas Nurobo 28 360
15. Puskesmas Nualaian 26 727
16. Puskesmas Haliwen 28 539
17. Puskesmas Tunabesi 13 828
18. Puskesmas Webora 16 342
19. Puskesmas Weliman 36 066
20. Puskesmas Aululik 18 951

Jumlah / total 599 410

Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu


Source : Health Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 175


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel /
Sepuluh Penyakit Terbanyak dari
Di 20 Puskesmas
2 0

Jenis Penyakit Pus Pus. Pus. Pus


Type of disease Halilulik Atapupu Wedomu Haekesak

(1) (2) (3) (4) (5)


01. ISPA 12 922 9 406 9 914 9 428

02. Penyakit pada sistem otot


(Termasuk Reumatik) 4 618 4 600 295 4 366

03. Penyakit Kulit Alergi 1 262 1 322 881 1 001

04. Penyakit kulit infeksi 1 234 1 567 673 874

05. Gastritis 2 311 1 162 882 1 906

06. Malaria Klinis 815 1 769 1 146 867

07. Diare 876 - 827 1 345

08. Asma 1 037 734 745 807

09. Anemia - - - -

10. Bronchitis - 680 507 1 124

11. Penyakit lain-lain 8 074 3 240 11 730 8 109

Jumlah 33 149 24 480 27 600 29 827

Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu


Source : Health Service of Belu Regency

176 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Table 5.2.4
Kunjungan Rawat Jalan
di Kabupaten Belu
0 8

Pus Pus Pus Pus Pus Pus Pus


Weoe Besikama Biudukfoho Seon Betun Kaputu Namfulus

(6) (7) (8) (9) (10) (11) (12)


6 789 12 735 2 572 5 691 10 279 9 566 13 359

6 423 6 883 3 276 3 758 5 282 6 064 6 637

1 973 1 194 919 779 1 442 1 004 1 934

4 625 3 311 725 1 012 1 916 1 126 1 753

2 618 1 812 1 242 1 387 1 741 2 456 3 152

1 685 1 135 1 364 485 2 388 831 1 920

- - 649 - 1 190 583 1 545

1 126 1 683 306 - 1 220 - 1 427

2 410 806 344 564 - 667 -

- - - 693 1 556 - -

8 719 11 669 4 679 7 361 12 555 7 083 10 973

36 368 41 228 16 076 21 730 39 569 29 380 42 700

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 177


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Lanjutan Tabel / Table 5.2.4

Jenis Penyakit Pus Pus Kota Pus Pus


Type of disease Weluli Atambua Nurobo Nualain

(1) (13) (14) (15) (16)


01. ISPA 6 690 20 667 7 298 9 382

02. Penyakit pada sistem otot


(Termasuk Reumatik) 3 267 6 020 3 757 3 841

03. Penyakit Kulit Alergi 1 220 1 757 1 224 916

04. Penyakit kulit infeksi 897 1 820 1 375 1 045

05. Gastritis 1 760 5 422 1 371 1 807

06. Malaria Klinis - 1 826 607 -

07. Diare 941 - 1 019 946

08. Asma 741 - - 863

09. Anemia - 1 392 596 -

10. Bronchitis 786 - 808 -

11. Penyakit lain-lain 16 249 24 063 10 305 7 927

Jumlah 25 523 62 967 28 360 26 727

Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu


Source : Health Service of Belu Regency

178 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Pus Pus Pus Pus Pus


Jumlah
Haliwen Tunabesi Webora Weliman Aululik

(17) (18) (19) (20) (21) (22)

6 811 4 572 5 652 8 833 4 922 177 488

5 799 2 936 2 747 6 737 1 822 89 128

1 020 364 672 1 889 341 23 114

1 636 324 720 1 877 584 29 094

1 609 886 843 1 252 635 36 254

- 1 787 421 2 309 416 21 771

1 007 452 532 903 459 13 274

- - - 730 272 11 691

1 866 364 446 740 183 10 378

- - - - 426 6 580

8 791 2 143 4 309 10 796 8 891 178 775

28 539 13 828 16 342 36 066 18 951 599 410

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 179


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel / Table 5.2.5


Sepuluh Penyakit Terbanyak Menurut Jumlah Pasien Rawat Inap
Pada Pelayanan Rawat Inap Rumah Sakit Umum Atambua
2008

Jenis Penyakit
Jumlah Kunjungan
Type of disease

(1) (2)

01. Tuberkulosis Paru 268

02. ISPA 172

03. Dispepsia 95

04. Appendiks 89

05. Bronchitis 74

06. Infeksi Saluran Kencing 48

07. Jaringan Ikat dan sub kutan lainnya 48

08. Hypertensi 42

09. Diabetes Melitas 29

10. Broncho Pneumonia 17

Jumlah 882

Sumber : Rumah Sakit Umum Daerah Atambua

180 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel / Table 5.2.6


Status Gizi Balita Menurut Kecamatan Menurut Puskesmas di kabupaten Belu
Nutritional Status of Children Under Five Years Old
by Communitiy Health Centre in Belu Regency
2008

Puskesmas Status Gizi / Nutritional Status


Jumlah Anak
Community Health Baik Kurang Buruk
Ditimbang % % %
Centre Normal Moderate Severe
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
01. Pus. Halilulik 2 204 1 178 53,45 835 37,89 191 8,67
02. Pus. Atapupu 1 670 927 55,51 619 37,07 124 7,43
03. Pus. Wedomu 1 709 1 009 59,04 570 33,35 130 7,61
04. Pus. Haekesak 1 957 1 085 55,44 836 42,72 36 1,84
05. Pus. Weoe 2 283 1 456 63,78 769 33,68 58 2,54
06. Pus. Besikama 2 420 1 328 54,88 957 39,55 135 5,58
07. Pus.Biudukfoho 1 285 937 72,92 322 25,06 26 2,02
08. Pus. Seon 1 256 963 76,67 273 21,74 20 1,59
09. Pus. Betun 2 997 1 983 66,17 876 29,23 138 4,60
10. Pus. Kaputu 1 571 918 58,43 550 35,01 103 6,56

11. Pus. Namfalus 2 005 1 247 62,19 628 31,32 130 6,48
12. Pus. Weluli 1 653 1 151 69,63 473 28,61 29 1,75
13. Pus. Kota 3 125 1 982 63,42 970 31,04 173 5,54
14. Pus. Nurobo 1 461 983 67,28 427 29,23 51 3,49
15. Pus. Nualaian 1 104 529 47,92 451 40,85 124 11,23
16. Pus. Tunabesi 1 459 870 59,63 485 33,24 104 7,13
17. Pus. Weliman 1 029 575 55,88 391 38,00 63 6,12
18. Pus. Webora 1 768 1 178 66,63 503 28,45 87 4,92
19. Pus. Haliwen 2 372 1 350 56,91 863 36,38 159 6,70
20. Pus. Aululik 807 448 55,51 356 44,11 3 0,37
Jumlah / total 36 135 22 097 61,15 12 154 33,63 1 884 5,21
Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu
Source : Health Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 181


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel /
Banyaknya Peserta Aktif Menurut Metode Kontrasepsi
Numbers of Active Acceptor by Contraceptive
2 0

Kecamatan IUD Pil Kondom


District Spiral Pill Condom

(1) (2) (3) (4)

01. Malaka Barat 17 81 6


02. Rinhat 11 223 -
03. Wewiku 13 8 2
04. Weliman 23 22 1
05. Malaka Tengah 114 254 27
06. Sasita Mean 101 137 16
07. Botin Leobele - - -
08. Io Kufeu - - -

09. Malaka Timur 9 48 13


10. Laenmanen 3 122 10
11. Raimanuk 17 105 2
12. Kobalima 19 132 2
13. Kobalima Timur 9 29 2
14. Tasifeto Barat 42 120 18
15. Kakuluk Mesak 29 50 1
16. Nanaet Dubesi - 48 -

17. Kota Atambua 202 317 24


18. Atambua Barat 141 246 32
19. Atambua Selatan 149 137 33
20. Tasifeto Timur 10 43 -
21. Raihat 3 21 11
22. Lasiolat 1 20 -
23. Lamaknen 25 16 -
24. Lamaknen Selatan 2 8 2

Kabupaten Belu 940 2 187 202

Sumber : Dinas Keluarga Berencana Kabupaten Belu


Source : Family Planning Service of Belu Regency

182 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Table 5.2.7
yang Digunakan per Kecamatan di Kabupaten Belu
Method Used per District in Belu Regency
0 8

Suntikan Implant Jumlah


MOP MOW OV
Injection Implant Total

(5) (6) (7) (8) (9) (10)

10 7 - 2 196 133 2 450


- 1 - 1 786 28 2 049
1 10 - 1 057 196 1 287
13 4 - 1 300 147 1 510
19 79 - 2 628 52 3 173
- 25 - 2 030 381 2 690
- - - - - -
- - - - - -

10 20 - 681 19 800
3 15 - 891 76 1 120
9 20 - 1 149 22 1 324
2 9 - 1 285 33 1 482
1 7 - 541 25 614
8 35 - 1 488 2 1 713
- 29 - 1 352 36 1 497
- 4 - 328 - 380

2 122 - 1 773 17 2 457


5 90 - 1 358 13 1 885
2 99 - 1 656 15 2 091
16 24 - 2 750 10 2 853
14 14 - 1 070 26 1 159
2 10 - 502 89 624
19 17 - 911 224 1 212
- 4 - 491 74 581

136 645 - 29 223 1 618 34 951

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 183


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel / Table 5.2.8


Banyaknya Klinik, Peserta Keluarga Berencana (KB), dan Pasangan Usia Subur
Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu
Numbers of Health Personal Service
by Health Personal Status and District in Belu Regency
2008

Peserta KB Pasangan Usia


Klinik KB Persentase CU terhadap
Kecamatan Aceptor Family Subur
Family Planing PUS Percentage CU
District Planing Fertile Age
Clinics to PUS
(CU) Couple (PUS)
(1) (2) (3) (4) (5)

01. Malaka Barat 1 2 450 3 064 79,96


02. Rinhat 1 2 049 2 682 76,40
03. Wewiku 1 1 287 1 788 71,98
04. Weliman 1 1 510 2 311 65,34
05. Malaka Tengah 1 3 173 4 496 70,57
06. Sasita Mean 1 2 690 2983 90,18
07. Io Kufeu - - - -
08. Botin Leobele 1 - - -

09. Malaka Timur 1 800 1 196 66,89


10. Laen Manen 1 1 120 1 567 71,47
11. Raimanuk 1 1 324 2 041 64,87
12. Kobalima 1 1 482 2 400 61,75
13. Kobalima Timur - 614 929 66,09
14. Tasifeto Barat 1 1 713 2 399 71,40
15. Kakuluk Mesak 2 1 497 2 159 69,34
16. Nanaet Dubesi - 380 580 65,52

17. Kota Atambua 2 2 457 3 574 68,75


18. Atambua Barat - 1 885 2 822 66,80
19. Atambua Selatan - 2 091 2 814 74,31
20. Tasifeto Timur 1 2 853 3 600 79,25
21. Raihat 1 1 159 1 942 59,68
22. Lasiolat 1 624 842 74,11
23. Lamaknen 1 1 212 1 772 68,40
24. Lamaknen Selatan 1 581 1 037 56,03

Kabupaten Belu 21 34 951 48 998 71,33

Sumber : Dinas Keluarga Berencana Kabupaten Belu


Source : Family Planning Service of Belu Regency

184 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


Kriminalitas
Crime
SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel / Table 5.3.1


Jumlah Perkara dan Terdakwa/Tertuduh Dalam Perkara Pidana
yang Diterima, Diputuskan Menurut Bulan
Numbers of Criminal Cases and Defendants Received , Settled by Month
2008

Yang Diterima Yang Diputuskan


Received Setlled
Bulan
Perkara Perkara
Month Terdakwa Terdakwa
Criminal Criminal
Defendants Defendants
Cases Cases
(1) (2) (3) (4) (5)
Januari / January 61 67 18 18

Pebruari / February 201 213 172 166

Maret / March 71 80 16 19

April / April 78 93 29 43

Mei / May 78 120 30 38

Juni / June 85 142 41 43

Juli / July 111 166 74 111

Agustus / August 140 158 103 105

September / September 132 152 107 124

Oktober / October 96 126 59 59

Nopember / November 315 354 68 75


112 151 70 79
Desember / December

Tahun 2008 1 480 1 822 787 880

Sumber : Kantor Pengadilan Negeri Atambua


Keterangan : Perkara termasuk sumir

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 187


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel / Table 5.3.2


Jumlah Terdakwa/Tertuduh Dalam Perkara Pidana yang diselesaikan
Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kabupaten Belu
Numbers of Defendants in Criminal Cases that Setlled
by Age Group and Sex in Belu Regency
2008

< 16 tahun 16 – 30 tahun > 30 tahun *)


< 16 years old 16 – 30 years old > 30 years old
Bulan
Month Laki- Wanita Laki- Wanita Laki- Wanita
laki Female laki Female laki Female
Male Male Male
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Januari / January - - 8 - 11 1

Pebruari / February 1 - 18 - 18 2

Maret / March - - 7 1 7 4

April / April - - 25 - 18 -

Mei / May - - 16 - 20 -

Juni / June 5 - 14 1 11 -

Juli / July 1 - 36 - 33 2

Agustus / August - 1 8 - 13 -

September / September - - 14 - 15 -

Oktober / October - - 7 - 3 -

Nopember / November 2 - 15 - 8 -
- - 20 - 9 -
Desember / December

Tahun 2008 9 1 188 2 166 9

Sumber : Kantor Pengadilan Negeri Atambua


Keterangan : *) diluar sumir dan pelanggaran

188 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel / Table 5.3.3


Jumlah Terdakwa/Tertuduh yang diselesaikan Pengadilan Negeri Atambua
Menurut bulan dan Sikap Terhadap Putusan di Kabupaten Belu
Numbers of Defendants and Settled by Court, by Month and
2008

Bulan Menerima Banding Grasi Kasasi Jumlah

(1) (2) (3) (4) (5) (6)


Januari / January 18 2 - - 20

Pebruari / February 39 - - - 39

Maret / March 17 2 - - 19

April / April 43 - - - 43

Mei / May 33 3 - - 36

Juni / June 31 - - - 31

Juli / July 72 - - - 72

Agustus / August 21 1 - - 22

September / September 29 - - - 29

Oktober / October 10 - - - 10

Nopember / November 25 - - - 25
29 - - - 29
Desember / December
Tahun 2008 367 8 - - 375
Sumber : Kantor Pengadilan Negeri Atambua

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 189


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel
Banyaknya Masalah Sosial
2 0
Frekuensi Terjadi
Masalah Sosial
Jan Peb Mar Apr Mei Jun
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
01. Pembunuhan - - - - 1 -
02. Penganiayaan biasa 24 19 16 20 27 18
03. Penganiayaan ringan 4 4 2 6 6 3
04. Pencurian biasa 2 3 7 5 2 2
05. Pencurian pemberatan 6 14 9 8 6 6
06. Pencurian kekerasan - 1 1 - - -
07. Pengroyokan 11 7 11 13 12 9
08. Perkosaan - - 1 - 3 3
09. Perzinahan - - - 1 - -
10. Pengrusakan 8 2 8 7 4 3
11. Perjudian 1 3 2 - - 1
12. Penggelapan 2 2 3 3 3 7
13. Penipuan 3 5 - 5 3 2
14. Pengancaman 7 3 5 3 5 2
15. Pemfitnahan/Penghinaan 4 5 3 5 6 5
16. Pemerasan/Perampokan - - 1 - - -
17. Penculikan - - - - - -
18. Penadahan - - - - - -
19. Membawa senjata tajam - - 2 1 - -
20. Melarikan anak bawah umur 1 1 - - 1 1
21. Penodaan agama - 1 - - - -
22. Korupsi 1 - - - - -
23. Kesusilaan - - - - 2 1
24. Lain-lain - - - - - -

Jumlah / total 74 70 71 77 81 63

Keterangan : terbatas pada masalah yang dilaporkan ke pihak kepolisian


Sumber : Kepolisian Resort Belu

190 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

/ Tabel 5.3.4
yang terjadi di Kabupaten Belu
0 8

Frekuensi Terjadi Jumlah


Jul Ags Sep Okt Nop Des Total
(8) (9) (10) (11) (12) (13) (14)
1 - 1 1 - - 4
19 16 12 13 16 9 209
6 9 6 11 2 6 65
4 6 3 2 2 3 41
10 5 1 6 1 4 76
- - - 1 - 2 5
9 13 13 8 4 13 123
1 - 1 1 2 - 12
1 1 - - - 1 4
2 4 1 3 1 2 45
- - - - 2 2 11
1 4 1 - 2 4 32
1 - 1 - 1 - 21
2 1 1 2 1 4 36
1 - 4 3 1 4 41
1 - - - 1 - 3
- - - - - - -
- - - - - - -
1 - 1 - - - 5
- - 2 - 1 - 7
- - - - - - 1
- - - - - - 1
- - 1 - 1 - 5
- - - - - - -

60 59 49 51 38 54 747

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 191


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel / Table 5.3.5


Masalah Sosial di Kabupaten Belu

Masalah Sosial 2007 2008 Perubahan (%)

(1) (2) (3) (4)


01. Pembunuhan 1 4 300,00
02. Penganiayaan biasa 150 209 39,33
03. Penganiayaan ringan 50 65 30,00
04. Pencurian biasa 30 41 36,67
05. Pencurian pemberatan 54 76 40,74
06. Pencurian kekerasan 4 5 25,00
07. Pengroyokan 115 123 6,96
08. Perkosaan 13 12 -7,69
09. Perzinahan 10 4 -60,00
10. Pengrusakan 24 45 87,50
11. Perjudian 8 11 37,50
12. Penggelapan 34 32 -5,88
13. Penipuan 34 21 -38,24
14. Pengancaman 42 36 -14,29
15. Pemfitnahan/Penghinaan 29 41 41,38
16. Pemerasan/Perampokan 4 3 -25,00
17. Penculikan 2 - -
18. Penadahan - - -
19. Membawa senjata tajam 1 5 400,00
20. Melarikan anak bawah umur 1 7 600,00
21. Penodaan agama 3 1 -66,67
22. Korupsi 10 1 -90,00
23. Kesusilaan 2 5 150,00
24. Lain-lain 59 - -

Jumlah / total 681 747 9,69

Keterangan : terbatas pada masalah yang dilaporkan ke pihak kepolisian


Sumber : Kepolisian Resort Belu

192 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


Agama
Religion
SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel / Table 5.4.1


Jumlah Pemeluk Agama Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu
Numbers of Religion Follower by District in Belu Regency
2008

Kristen
Kecamatan Katholik Islam Hindu Budha
Protestan
District Catholic Moslem Hinduism Budhism
Christian
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

01. Malaka Barat 18 319 4 912 96 1 0


02. Rinhat 15 356 2 042 4 0 0
03. Wewiku 8 256 1 621 0 0 0
04. Weliman 19 360 1 577 0 0 0
05. Malaka Tengah 37 891 2 890 1 175 12 0

06. Sasita Mean*) 27 695 533 15 0 0


07. Malaka Timur 17 063 688 10 0 0
08. Laen Manen 12 782 882 10 0 0
09. Raimanuk 12 921 446 0 0 0
10. Kobalima*) 22 031 228 75 39 0
11. Tasifeto Barat*) 23 808 1 813 560 7 0

12. Kakuluk Mesak 15 310 459 425 5 0


13. Kota Atambua*) 51 988 6 421 3 690 237 93
14. Tasifeto Timur 20 445 232 450 91 0
15. Raihat 11 097 12 9 0 0
16. Lasiolat 6 862 0 0 0 0
17. Lamaknen*) 24 344 27 5 0 0

Kabupaten Belu 345 528 24 783 6 524 392 93

Sumber : Kantor Departemen Agama Kabupaten Belu


Source : Office of The Departments of Religions of Belu Regency
Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 195


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel / Table 5.4.2


Jumlah Tempat Ibadah di Kabupaten Belu Menurut Golongan Agama per Kecamatan
Numbers of Mosque/Private Mosque, Church, Temple, and Vikoa in Belu regency
by District
2008

Gereja Masjid,
Gereja
Katholik/ Langgar
Kecamatan Protestan Pura Wihara
Kapela Mosque,
District Christian Temple Vihara
Catholic Private
Church
Church Mosque
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
01. Malaka Barat 3 3 0 0 0
02. Rinhat 14 12 0 0 0
03. Wewiku 11 6 0 0 0
04. Weliman 4 12 0 0 0
05. Malaka Tengah 15 8 3 0 0

06. Sasita Mean*) 32 1 0 0 0


07. Malaka Timur 19 1 0 0 0
08. Laen Manen 15 6 0 0 0
09. Raimanuk 6 0 0 0 0
10. Kobalima*) 25 1 0 0 0
11. Tasifeto Barat*) 26 5 1 0 0

12. Kakuluk Mesak 5 6 1 0 0


13. Kota Atambua*) 7 8 8 1 1
14. Tasifeto Timur 11 3 1 1 0
15. Raihat 11 0 0 0 0
16. Lasiolat 7 0 0 0 0
17. Lamaknen*) 28 0 0 0 0

Kabupaten Belu 239 72 14 2 1

Sumber : Kantor Departemen Agama Kabupaten Belu


Source : Office of The Departments of Religions of Belu Regency
Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

196 Kabupaten Belu Dalam Angka / BeluRegency in Figures 2009


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel / Table 5.4.3


Banyaknya Rohaniawan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan
Numbers of Spiritualist in Belu Regency by District
2008

Kecamatan Guru
Pendeta Pastor Bruder Suster Pinandita Imam Chatib
District Injil

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

01. Malaka Barat 4 0 1 2 0 0 0 0


02. Rinhat 1 0 2 0 3 0 0 0
03. Wewiku 1 2 2 0 0 0 0 0
04. Weliman 0 2 2 0 0 0 0 0
05. Malaka Tengah 5 4 5 0 11 0 6 6

06. Sasita Mean*) 0 0 4 0 0 0 0 0


07. Malaka Timur 1 0 3 0 0 0 0 0
08. Laen Manen 1 0 1 0 0 0 0 0
09. Raimanuk 0 0 3 0 0 0 0 0
10. Kobalima*) 0 0 3 0 6 0 0 0
11. Tasifeto Barat*) 3 1 33 17 23 0 2 2
12. Kakuluk Mesak 1 0 2 0 2 0 2 2

13. Kota Atambua*) 17 14 8 1 108 2 14 14


14. Tasifeto Timur 0 1 2 0 4 0 0 0
15. Raihat 0 0 0 0 3 0 0 0
16. Lasiolat 0 0 2 0 6 0 0 0
17. Lamaknen*) 0 0 6 0 8 0 0 0

Kabupaten Belu 34 24 79 20 174 2 24 24

Sumber : Kantor Departemen Agama Kabupaten Belu


Source : Office of The Departments of Religions of Belu Regency
Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 197


Sosial
Lainnya
Others Social
SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel / Table 5.5.1


Penyebaran Infra Struktur Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan
Infra Structure of Social Affair Distribution in Belu Regency by District
2008

Pekerja Tenaga
Pembinaan Tokoh Karang
Sosial Kesejah-
Kecamatan Kesejah- Wanita Taruna
Masyarakat teraan
District teraan Promoment Youth
Social Sosial
Sosial Women Organization
Worker Sukarela
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
01. Malaka Barat - 77 - - 16
02. Rinhat - 20 - - 20
03. Wewiku - 7 - - 12
04. Weliman - 5 - - 14
05. Malaka Tengah - 35 - - 17
06. Sasita Mean - 21 - - 9
07. Botin Leobele - 8 - - 5
08. Io Kufeu - 9 - - 7

09. Malaka Timur - 50 - - 6


10. Laen Manen - 6 - - 7
11. Raimanuk - 11 - - 9
12. Kobalima - 9 - - 8
13. Kobalima Timur - 4 - - 4
14. Tasifeto Barat - 24 - - 8
15. Kakuluk Mesak - 6 - - 6
16. Nanaet Dubesi - 6 - - 4

17. Kota Atambua - 8 - - 4


18. Atambua Selatan - 6 - - 4
19. Atambua Barat - 6 - - 4
20. Tasifeto Timur - 30 - - 12
21. Raihat - 25 - - 6
22. Lasiolat - 7 - - 7
23. Lamaknen - 54 - - 9
24. Lamaknen Selatan - 15 - - 8

Kabupaten Belu - 449 - - 206

Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu


Source : Social Affair Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 201


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel / Table 5.5.2


Banyaknya Fakir Miskin dan Perumahan Tidak Layak di Kabupaten Belu
Menurut Kecamatan
2008

Kecamatan
Fakir Miskin Rumah Tidak Layak
District

(1) (2) (3)


01. Malaka Barat 3 307 341
02. Rinhat 2 410 510
03. Wewiku 3 015 102
04. Weliman 2 721 263
05. Malaka Tengah 5 032 1 410
06. Sasita Mean 1 051 965
07. Botin Leobele 1 700 362
08. Io Kufeu 1 200 560

09. Malaka Timur 1 910 1 039


10. Laen Manen 2 147 278
11. Raimanuk 2 813 405
12. Kobalima 2 614 755
13. Kobalima Timur 1 062 347
14. Tasifeto Barat 2 040 471
15. Kakuluk Mesak 2 593 415
16. Nanaet Dubesi 1 001 460

17. Kota Atambua 4 130 563


18. Atambua Selatan 1 756 261
19. Atambua Barat 1 563 273
20. Tasifeto Timur 3 366 686
21. Raihat 2 621 100
22. Lasiolat 898 447
23. Lamaknen 1 803 417
24. Lamaknen Selatan 1 027 409

Kabupaten Belu 53 730 11 839

Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu


Source : Social Affair Service of Belu Regency

202 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel / Table 5.5.3


Jumlah Penduduk Lanjut Usia Terlantar dan Anak Yatim Piatu
Di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan
Numbers of Over Age and No Parents in Belu regency by District
2008

Kecamatan
Lanjut Usia Terlantar Anak Terlantar
District

(1) (2) (3)


01. Malaka Barat 620 306
02. Rinhat 101 375
03. Wewiku 602 163
04. Weliman 521 239
05. Malaka Tengah 602 410
06. Sasita Mean 517 272
07. Botin Leobele 345 102
08. Io Kufeu 362 191

09. Malaka Timur 771 556


10. Laen Manen 442 107
11. Raimanuk 447 104
12. Kobalima 805 603
13. Kobalima Timur 567 423
14. Tasifeto Barat 468 314
15. Kakuluk Mesak 444 253
16. Nanaet Dubesi 278 169

17. Kota Atambua 384 789


18. Atambua Selatan 124 367
19. Atambua Barat 165 272
20. Tasifeto Timur 697 601
21. Raihat 390 104
22. Lasiolat 705 102
23. Lamaknen 369 332
24. Lamaknen Selatan 163 207

Kabupaten Belu 10 889 7 361

Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu


Source : Social Affair Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 203


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel / Table 5.5.4


Banyaknya Penyandang Cacat, Ex Penyakit Kronis, Wanita Rawan Sosial,
dan Masyarakat Terasing di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan
2008

Kecamatan Penyandang Ex Penyakit Wanita Masyarakat


District Cacat Kronis Rawan Sosial Terasing

(1) (2) (3) (4) (5)

01. Malaka Barat 142 48 240 -


02. Rinhat 42 - 102 -
03. Wewiku 67 60 190 -
04. Weliman 89 42 198 -
05. Malaka Tengah 306 117 496 -

06. Sasita Mean*) 172 111 351 274


07. Malaka Timur 220 130 560 -
08. Laen Manen 59 25 180 -
09. Raimanuk 62 32 160 -
10. Kobalima*) 234 147 610 -
11. Tasifeto Barat*) 90 164 225 -
12. Kakuluk Mesak 63 31 140 -

13. Kota Atambua*) 80 56 226 -


14. Tasifeto Timur 305 96 450 -
15. Raihat 72 74 81 40
16. Lasiolat 58 42 120 -
17. Lamaknen*) 130 147 285 250

Kabupaten Belu 2 191 1 322 4 614 564

Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu


Source : Social Affair Service of Belu Regency
Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

204 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel / Table 5.5.5


Banyaknya Yayasan yang Mengasuh Anak dengan Sistim Non Panti
dan Jumlah Anak asuh di Kabupaten Belu
2008

Jumlah Lokasi
Anak Location
Nama Yayasan Numbers Kecamatan Desa
of District Village
Children
(1) (2) (3) (4)

01. Yayasan Regina Angelorum 25 Malaka Tengah Umakatahan


02. Yayasan Bina Bunga Bangsa 30 Kota Atambua Manuaman
03. Yayasan Kongregasi Biarawan SVD Timor - Tasifeto Barat Naikasa
04. Yayasan Remaja Suluh Obor 145 Malaka Timur Rafae
05. Yayasan SMKK Kusumah St. Theresia 99 Kota Atambua Atambua
06. Yayasan St. Petrus Lahurus 74 Tasifeto Timur Fatulotu
07. Yayasan Hadinan Haklaran 45 Kota Atambua Atambua
08. Yayasan Membagi Kasih - Kota Atambua Atambua
09. Yayasan ALMA 45 Kota Atambua Tulamalae
10. Yayasan Bina Karya Seon 75 Malaka Timur Wemeda
11. Yayasan SDLB Tenubot 45 Kota Atambua Tenukiik
12. Yayasan Sola Gracia 22 Kakuluk Mesak Dualaus
13. Yayasan Jompo Halilulik/YASRA 32 Tasifeto Barat Naekasa
14. Yayasan Pondok Mersi 25 Atambua Selatan Fatukbot
15. Yayasan Al Mujahirin 75 Atambua Selatan Manuaman
16. Yayasan Bina Remaja 50 Rinhat Biudukfoho

Jumlah / Total 787

Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu


Source : Social Affair Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 205


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Tabel / Table 5.5.6


Bencana Alam Yang Terjadi dan Jumlah Korban Akibat Bencana Alam
di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan dan Taksiran Kerugian yang Diderita
2008

Jumlah Taksiran
Kecamatan Jenis
Frekuensi Korban Kerugian
District Bencana
(KK) (Rupiah)
(1) (2) (3) (4) (5)
01. Malaka Barat Banjir 1 1 566 2 590 000 000

02. Rinhat Banjir 1 20 90 000 000

03. Wewiku - - - -

04. Weliman Banjir - 1 852 *


Kebakaran 6 6 180 000 000

05. Malaka Tengah Banjir * 838 *

06. Sasita Mean - - - -

07. Botin Leobele - - - -

08. Io Kufeu Kebakaran 1 1 15 000 000

09. Malaka Timur Kebakaran 2 2 50 000 000

10. Laenmanen Kebakaran 5 5 35 000 000

11. Raimanuk Kebakaran 1 1 5 000 000

12. Kobalima Kebakaran 3 3 20 000 000

206 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS

Lanjutan / continued Tabel / Table 5.5.6

Jumlah Taksiran
Kecamatan Jenis
Frekuensi Korban Kerugian
District Bencana
(KK) (Rupiah)
(1) (2) (3) (4) (5)
13. Kobalima Timur - - - -

14. Tasifeto Barat Angin 1 2 15 000 000


Kebakaran 1 1 2 000 000

15. Kakuluk Mesak Banjir 1 375 *

16. Nanaet Dubesi Kebakaran 1 1 10 000 000

17. Kota Atambua Kebakaran 1 1 20 000 000

18. Atambua Barat - - - -

19. Atambua Selatan Kebakaran 2 2 25 000 000

20. Tasifeto Timur Kebakaran 2 2 7 000 000

21. Raihat - - - -

22. Lasiolat Kebakaran 1 1 10 000 000

23. Lamaknen - - - -

24. Lamaknen Selatan Kebakaran 1 1 15 000 000

Kabupaten Belu 31 4 680 3 089 000 000

Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu


Source : Social Affair Service of Belu Regency
Keterangan : *) Data tidak tersedia

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 207


BAB / CHAPTER
6
Pertanian
Agriculture
PERTANIAN / AGRICULTURE

PERTANIAN

TANAMAN PANGAN pasar, penguatan kelembagaan dan


melakukan restrukturisasi aspek
Masalah pangan selalu sosial budaya yang menghambat
dirasa vital karena menyangkut produktivitas petani.
kehidupan manusia yang paling
asasi. Untuk mempertahankan Produksi tanaman pangan
eksistensinya, manusia berupaya selama tahun 2008 secara umum
untuk mencukupi kebutuhan mengalami penurunan di
pangan baik secara langsung bandingkan dengan tahun
maupun tidak langsung. Apabila sebelumnya. Hal ini tidak terlepas
kebutuhan primer tersebut tidak dari pengaruh kondisi curah hujan
dapt dipenuhi, maka kerawanan yang fluktuatif sepanjang tahun
pangan akan berdampak luas ke 2008. Kendati mengalami
dalam sendi sendi kehidupan penurunan produksi, bagi tanaman
masyarakat yang kompleks. yang waktu penanamannya relatif
Bagi daerah yang struktur tepat dan adaptif terhadap fluktuasi
perekonomiannya didominasi oleh curah hujan memperlihatkan hasil
sektor pertanian khususnya sub yang relatif baik seperti padi
sektor tanaman pangan seperti di sawah dan jagung, sedangkan
Kabupaten Belu di mana menjadi tanaman seperti padi ladang,
tempat bagi sebagian besar kacang hijau, ubi kayu, dan kacang
masyarakatnya mencari sumber tanah mengalami penurunan yang
penghasilan, maka keberadaan dan signifikan karena rata-rata curah
keberlangsungan sub sektor ini hujan baru normal setelah fase
menjadi sangat strategis. Untuk itu pembuahan pada tanaman tersebut
Pemda Belu telah memfokuskan sudah lewat. Ketersediaan produksi
sektor pertanian khusus tanaman pangan dari komoditas padi selama
pangan menjadi salah satu Program tahun 2008 sebanyak 19 303 ton
utama dalam mengkatalisasi gabah kering giling (Konversi ke
pertumbuhan ekonomi daerah. beras 12 546,95 ton) atau
Misinya adalah dengan mengalami sedikit penurunan
meningkatkan pemanfaatan sebesar 6,45% dari keadaan tahun
teknologi pertanian tepat guna, sebelumnya. Secara parsial
merevisi pola bertani yang bersifat produksi padi sawah turun 2,06%
sub system pedesaan tradisional ke sementara padi ladang juga
pola pertanian yang berorientasi mengalami penurunan produksi
55,29%. Penurunan produksi padi

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 211


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER

lading lebih banyak disebabkan petsai/sawi 29,40%, kacang


fluktuasi curah hujan. Ketersediaan panjang 5 158,33% dan wortel
produksi pangan dari komoditi 51,55%. Tomat 1 607%, terung 1
jagung yang menjadi makanan 549,4%, kangkung 887,02%,
pokok sebagian besar masyarakat bayam 15,38%. Sedangkan yang
Belu selama tahun 2008 sebanyak mengalami penurunan produksi
59 197,4 ton atau mengalami antara lain bawang putih turun
penurunan 3,16% dari tahun lalu. 72,52% dan ketimun 33,33%.
Untuk produksi tanaman kacang-
kacangan masing masing kacang Untuk komoditi buah-
tanah turun 48,62%, kacang hijau buahan dalam musim panen tahun
turun 48,89 dan kacang kedelei 2008 hampir seluruhnya mengalami
naik tajam sekitar 780,9%. kenaikan produksi secara drastis.
Ketersediaan produksi untuk Dibandingkan dengan tahun 2007
makanan berpati selama tahun yang lalu, produksi advokat naik
2008 yakni ubi kayu menurun 479,80% , jambu biji 95,09%,
tajam 12,07% sementara ubi jalar jambu air 86,23%, pisang 1
turun 50,54% 642,59%, nenas 82,10% dan jeruk
864,88%, dan nangka 5 567%.
Produksi komoditas sayur-
sayuran selama musim panen tahun
2008 memperlihatkan hasil yang
PERKEBUNAN RAKYAT
cukup fluktuatif yakni untuk
beberapa jenis sayur, sayuran
Pada umumnya baik
mengalami peningkatan, sementara
produksi maupun luas panen
pada jenis lainnya mengalami
komoditas perkebunan di
sedikit penurunan produksi
Kabupaten Belu pada tahun 2008
dibanding dengan tahun
belum memperlihatkan kapasitas
sebelumnya.
yang cukup memadai. Hal ini
Diduga hal ini lebih disebabkan
disebabkan penanganan budi daya
karena kemampuan adaptif secara
perkebunan rakyat oleh sebagian
alamiah ataupun ketepatan waktu
besar petani masih diletakkan
tanam bagi beberapa komoditas
sebagai usaha komplementer dari
dengan kondisi curah hujan yang
usaha pokok yaitu usaha tanaman
bersifat flutuatif tersebut.
pangan.
Adapun jenis sayuran-
Produksi tanaman kelapa
sayuran yang mengalami
pada tahun 2008 sebesar 9 379,50
peningkatan produksi masing-
ton yang dihasilkan dari luas panen
masing bawang merah naik
159,73%, kubis 1 646,67%,

212 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PERTANIAN / AGRICULTURE

8 586,50 ha atau sekitar 87,81% suaka marga satwa 4 699,32 ha,


dari potensi areal tanam yang ada. dan hutan dapat di konversi
Tanaman kopi sebagai salah satu 1 140,00 ha.
tanaman potensi yang harus Primadona hasil hutan
dikembangkan di daerah, pada berupa kayu cendana baik produksi
tahun 2008 menghasilkan 73,09 maupun populasinya belakangan
ton atau mengalami peningkatan semakin menurun. Data tahun 2008
70,57% dari keadaan tahun 2007. produksi kayu cendana kelas gubal
produksi tersebut dihasilkan dari 1 350 kg dan kelas campuran 1 650
luas panen panen 303,41 ha. kg. Hasil hutan lain yang cukup
Kakao sebagai komoditi menonjol adalah kemiri isi 509,70
daerah yang sedang digalakan pada ton (naik 24,02 %). Asam biji
tahun 2008 baru menghasilkan 551,70 ton (naik 48,49 %).
26,86 ton atau mengalami
peningkatan 1,63 % dari keadaan
tahun 2007. produksi tersebut PETERNAKAN
dihasilkan dari luas areal panen
150,21 ha. Untuk komoditas Peternakan merupakan
perkebunan yang lain, kapasitas salah satu sektor vital yang mampu
produksi selama tahun 2008 menyanggah kehidupan ekonomi
masing-masing kapuk 53,16 ton, sebagaian besar keluarga tani di
kemiri 2 553,54 ton, jambu mente pedesaan. Paling tidak dengan
159,28 ton, pinang 50,82 ton, dan memelihara ternak rumahtangga
tembakau 7,9 ton. tani dapat membiayai kebutuhan di
luar pangan seperti menyekolahkan
KEHUTANAN anak, kesehatan dan perumahan.
Bahkan pada saat kondisi kritis
Hutan memiliki peranan seperti gagal panen, komoditi
penting bagi kelestarian alam dan ternak justru diandalkan untuk
menopang kehidupan komonitas menopang pengadaan ketersediaan
ekosistim alam di sekitarnya. Luas pangan keluarga.
hutan di Kabupaten Belu 69.401,57 Populasi sapi tahun 2008
ha atau sekitar 28,38 % dari luas sebanyak 95715 ekor atau
daratan Belu. Bila diamati menurut meningkat 1,27 % dibandingkan
fungsi hutan maka komposisi dengan keadaan tahun sebelumnya.
luasnya sebagai berikut : hutan Upaya pemerintah daerah untuk
lindung 51 841,25 ha, hutan meningkatkan populasi ternak
produksi 3 189,28 ha, dan hutan andalan ini menghadapi kendala
Cagar Alam 8 531,72 ha, hutan yang semaikn serius karena

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 213


PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER

belakangan ini lalulintas mutasi %) dan ayam buras 240 330 ekor
ternak keluar, terutama bibit (naik 1,64 %).
pejantan menjadi semakin sulit
dikendalikan; ditambah ancaman PERIKANAN
penyakit brucellosis yang sampai
dengan saat ini terus menjadi Komoditas perikanan
momok yang menghantui para memiliki nilai ekonomis tinggi
peternak. karena selain menjadi bahan
Kendala lainnya adalah pangan yang memiliki kandungan
sebagian besar petani ternak masih protein tinggi, juga mampu
bertahan pada pola budaya yang memberikan tingkat kehidupan
bersifat tradisional sebagai akibat yang layak bagi keluarga tani
dari kurang variatifnya pola nelayan. Dengan semakin
pembinaan dan penyuluhan yang terbatasnya lahan pertanian yang
selama ini terkesan konvensional. subur belakangan ini, sector
Pola budidaya ternak yang bersifat perikanan diharapkan menjadi
sub system ini mengakibatkan alternative lapangan kerja yang
pertambahan populasi ternak menjanjikan bagi pertambahan
berjalan lambat dan terkesan angka kerja baru.
alamiah tanpa rekayasa teknologi Produksi ikan di Kabupaten
peternakan secara signifikan. Belu sebagian besar berasal dari
Mutasi ternak yang sempat perikanan laut. Dari total produksi 1
tercatat selama tahun 2008 adalah 946,47 ton pada tahun 2007
sebagai berikut: di potong RPH dan sebanyak 81,83 % atau 1 592,74
di luar RPH yang sempat dilaporkan ton diantaranya adalah produksi
sebanyak 3800 ekor sedangkan perikanan laut, sedangkan sisanya
yang diantar pulaukan melalui 18,17 % adalah produksi perikanan
pelabuhan Atapupu ataupun darat, yang mencakup perairan
transportai darat sebanyak 9 286 umum, tambak, kolam dan sawah.
ekor. Jumlah mutasi penggunaan Produksi perikanan laut
yang cukup tinggi ini jika tidak hanya terdapat pada enam
diimbangi dengan mutasi kecamatan yang secara geografis
pengadaan terutama lahir baru memiliki pontensi kelautan yakni
maka dipastikan populasi sapi pada Malaka Barat, Wewiku, Malaka
masa datang akan semakin Tengah, Kobalima, Kakuluk Mesak
berkurang. dan Tasifeto Timur. Sedangkan
Populasi ternak kecil dan kecamatan lainnya hanya memiliki
unggas pada tahun 2008 masing- potensi perikanan darat, khususnya
masing babi 55 836 ekor (naik 0,94 dari kolam.
%), kambing 9 830 ekor (turun 6,68

214 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PERTANIAN / AGRICULTURE

Produksi perikanan laut


pada tahun 2008, masih didominasi
jenis ikan tembang, kembung,
tongkol dan ekor kuning. Sementara
jenis ikan perairan lainnya seperti
kerapu, pari, cumi-cumi belum
diproduksi secara maksimal karena
keterbatasan sarana penangkapan.
Dari 1 228 rumah tangga
nelayan pada tahun 2008 sekitar
28,58% diantaranya adalah nelayan
sambilan tambahan, 39,33% adalah
nelayan sambilan utama dan
32,09% adalah nelayan penuh,
dengan alat penangkapan yang
digunakan adalah perahu tanpa
motor 529 (59,98 %), perahu motor
tempel 317 (35,94 %) dan kapal
motor 36 (4,08 %). Dengan
sebagian besar rumah tangga
nelayan yang memiliki sarana
penangkapan ikan yang masih
bersifat tradisional maka dipastikan
kemampuan wilayah operasi
penangkapannya masih sebatas
wilayah perairan pesisir dengan
hasil tangkapan yang kurang
maksimal.

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 215


PERTANIAN / AGRICULTURE

Gambar 6.1. Persentase Penggunaan Lahan di Kabupaten Belu Tahun 2008

sawah
4.82% pekarangan
lainnya 3.57%
57.13%

tegal dan
perkebunan
19.99%
lahan tanaman
kayu-kayuan
ladang 8.22%
6.27%

Sumber : Dinas Pertanian & Perkebunan Kabupaten Belu

Gambar 6.2. Produksi Padi, Jagung dan Ubi Kayu di Kabupaten Belu Tahun 2002-2008 (ton)

120000

100000

80000

60000

40000

20000

0
2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008
padi jagung ubi kayu

Sumber : Dinas Pertanian & Perkebunan Kabupaten Belu

216 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PERTANIAN / AGRICULTURE

Gambar 6.3. Produksi Ubi Jalar, Kacang Tanah dan Kacang Hijau di Kabupaten Belu
Tahun 2002-2008 (ton)

8000

7000

6000

5000

4000

3000

2000

1000

0
2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008
Ubi Jalar Kacang Tanah Kacang Hijau

Sumber : Dinas Pertanian & Perkebunan Kabupaten Belu

Gambar 6.4. Produksi Hasil Perkebunan di Kabupaten Belu Tahun 2002 – 2008 (ton)
10000

8000

6000

4000

2000

0
2002
2003
2004
2005
2006

2007

2008

Tanaman Lainnya Kemiri Kelapa

Sumber : Dinas Pertanian & Perkebunan Kabupaten Belu

Kabupaen Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 217


PERTANIAN / AGRICULTURE

Gambar 6.5. Jumlah Ternak di Kabupaten Belu Tahun 2004 – 2008

100000

80000

60000
2008
40000
2007
2006
20000
2005
2004
0
Sapi babi Kambing Kuda Kerbau

Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu

Gambar 6.6. Produksi Perikanan di Kabupaten Belu Tahun 2002 – 2008 (ton)

2500

2000

1500

1000

500

0
2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008

Perikanan Darat Perikanan Laut

Sumber : Dinas Perikanan & Kelautan Kabupaten Belu

218 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


Tanaman
Pangan
Food Crops
PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.1.1


Luas Panen, Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan
Area Harvested, Yield Rate and Production of Paddy by District
2008

Produksi / Production (ton)


Luas Panen Rata-Rata
Kecamatan Area Produksi Gabah
District Harvested Yield Rate Kering Beras
(Ha) (Ton/Ha) Giling Cereals
Pre Cereals
(1) (2) (3) (4) (5)
01. Malaka Barat 766 2,08 1 592,0 1 034,80
02. Rinhat - - - -
03. Wewiku 47 3,60 169,1 109,98
04. Weliman 320 2,67 855,0 555,75
05. Malaka Tengah 998 2,45 2 441,1 1 586,72

06. Sasita Mean*) 28 2,25 63,0 40,95


07. Malaka Timur 5 1,00 5,0 3,25
08. Laen Manen 156 3,00 468,0 304,20
09. Raimanuk 780 2,93 2 286,0 1 485,90
10. Kobalima*) 246 2,41 592,6 385,19
11. Tasifeto Barat*) 441 2,96 1 307,0 849,55
12. Kakuluk Mesak 86 2,80 240,5 156,32

13. Kota Atambua*) 20 1,95 39,0 25,35


14. Tasifeto Timur 1 388 2,97 4 126,5 2 682,22
15. Raihat 460 4,00 1 840,0 1 196,00
16. Lasiolat 45 2,89 130,0 84,50
17. Lamaknen*) 810 3,89 3 148,2 2 046,33

Kabupaten Belu 6 596 2,93 19 303,0 12 547,02

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu


Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency
Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 221


PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.1.2


Luas Panen, Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi Sawah
di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan
Area Harvested, Yield Rate and Production of Wetland Paddy by District
2008

Luas Panen Rata-Rata Produksi / Production (ton)


Kecamatan Area Produksi Gabah Kering
District Harvested Yield Rate Beras
Giling
(Ha) (ton/Ha) Cereals
Pre Cereals
(1) (2) (3) (4) (5)
01. Malaka Barat 576 2,5 1 440,0 936,00
02. Rinhat - - - -
03. Wewiku 47 3,6 169,1 109,92
04. Weliman 270 3,0 810,0 526,50
05. Malaka Tengah 801 2,9 2 322,9 1 509,88

06. Sasita Mean*) 28 2,3 63,0 40,95


07. Malaka Timur - - - -
08. Laen Manen 156 3,0 468,0 304,20
09. Raimanuk 753 3,0 2 259,0 1 468,35
10. Kobalima*) 124 3,5 434,0 282,10
11. Tasifeto Barat*) 433 3,0 1 299,0 840,35
12. Kakuluk Mesak 79 3,0 237,0 154,05

13. Kota Atambua*) 19 2,0 38,0 24,70


14. Tasifeto Timur 1 313 3,0 3 939,0 2 560,35
15. Raihat 460 4,0 1 840,0 1 196,00
16. Lasiolat 40 3,0 120,0 78,00
17. Lamaknen*) 776 4,0 3 104,0 2 017,60

Kabupaten Belu 5 875 3,1 18 543,0 12 052,95

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu


Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency
Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

222 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.1.3


Luas Panen, Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi Ladang di Kabupaten Belu
Menurut Kecamatan
Area Harvested, Yield Rate and Production of Dryland Paddy by District
2008

Rata-Rata Produksi / Production (ton)


Luas Panen
Kecamatan Produksi Gabah Kering
Area Harvested Beras
District Yield Rate Giling
(Ha) Cereals
(ton/Ha) Pre Cereals
(1) (2) (3) (4) (5)

01. Malaka Barat 190,0 0,8 152 98,80


02. Rinhat - - - -
03. Wewiku - - - -
04. Weliman 50,0 0,9 45,0 29,25
05. Malaka Tengah 197,0 0,6 118,2 76,83

06. Sasita Mean*) - - - -


07. Malaka Timur 5,0 1,0 5,0 3,25
08. Laen Manen - - - -
09. Raimanuk 27,0 1,0 27,0 17,55
10. Kobalima*) 122,0 1,3 158,6 103,09
11. Tasifeto Barat*) 8,0 1,0 8 5,20
12. Kakuluk Mesak 7,0 0,5 3,5 2,28

13. Kota Atambua*) 1.0 1,0 1,0 0,65


14. Tasifeto Timur 75,0 2,5 187,5 121,88
15. Raihat - - - -
16. Lasiolat 5,0 2,0 10 6,50
17. Lamaknen*) 34,0 1,3 44,2 28,73

Kabupaten Belu 721,0 1,05 760,0 494,00

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu


Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency
Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 223


PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.1.4


Luas Panen, Rata-Rata Hasil dan Produksi Jagung di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan
Area Harvested, Yield Rate and Production of Maize by District
2008

Rata-Rata
Luas Panen Produksi
Kecamatan Produksi
Area Harvested Production
District Yield Rate
(Ha) (ton)
(Ton/Ha)
(1) (2) (3) (4)

01. Malaka Barat 2 801 2,5 7 002,5


02. Rinhat 4 673 1,6 7 476,8
03. Wewiku 4 050 2,0 8 100,0
04. Weliman 1 800 1,9 3 420,0
05. Malaka Tengah 2 657 1,8 4 782,6

06. Sasita Mean*) 3 113 1,3 4 046,9


07. Malaka Timur 501 1,4 701,4
08. Laen Manen 982 1,0 982,0
09. Raimanuk 1 481 1,5 2 221,5
10. Kobalima*) 5 236 1,0 5 236,0
11. Tasifeto Barat*) 1 589 1,5 2 383,5
12. Kakuluk Mesak 643 1,2 771,6

13. Kota Atambua*) 186 1,5 279,0


14. Tasifeto Timur 1 084 2,5 2 710,0
15. Raihat 1 748 2,0 3 496,0
16. Lasiolat 803 2,0 1 606,0
17. Lamaknen*) 3 318 1,2 3 981,6

Kabupaten Belu 36 665 1,6 59 197,4

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu


Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency
Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

224 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.1.5


Luas Panen, Rata-Rata Hasil dan Produksi Ubi Kayu di Kabupaten Belu
Menurut Kecamatan
Area Harvested, Yield Rate and Production of Cassava by District
2008

Luas Panen Rata-Rata Produksi Produksi


Kecamatan
Area Harvested Yield Rate Production
District
(Ha) (Ton/Ha) (ton)
(1) (2) (3) (4)

01. Malaka Barat 83,0 4,0 332,0


02. Rinhat 800,0 2,0 1 600,0
03. Wewiku 762,0 3,0 2 286,0
04. Weliman 157,0 4,0 628,0
05. Malaka Tengah 560,0 2,2 1 232,0

06. Sasita Mean*) 272,0 9,0 2 448,0


07. Malaka Timur 400,0 3,0 1 200,0
08. Laen Manen 310,0 3,0 930,0
09. Raimanuk 1 078,0 3,0 3 234,0
10. Kobalima*) 314,0 5,0 1 570,0
11. Tasifeto Barat*) 458,0 2,5 1 145,0
12. Kakuluk Mesak 175,0 1,0 175,0

13. Kota Atambua*) 65,0 3,2 208,0


14. Tasifeto Timur 641,0 6,0 3 846,0
15. Raihat 409,0 4,0 1 636,0
16. Lasiolat 160,0 3,5 560,0
17. Lamaknen*) 2674 3,0 8 022,0

Kabupaten Belu 9 318,0 3,3 31 052,0

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu


Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency
Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 225


PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.1.6


Luas Panen, Rata-Rata Hasil dan Produksi Ubi Jalar di Kabupaten Belu
Menurut Kecamatan
Area Harvested, Yield Rate and Production of Sweet Potatoes by District
2008

Luas Panen Rata-Rata Produksi Produksi


Kecamatan
Area Harvested Yield Rate Production
District
(Ha) (Ton/Ha) (ton)
(1) (2) (3) (4)

01. Malaka Barat - - -


02. Rinhat - - -
03. Wewiku - - -
04. Weliman - - -
05. Malaka Tengah 11 2,1 23,1

06. Sasita Mean*) 15 2,0 30,0


07. Malaka Timur - - -
08. Laen Manen 13 2,5 32,5
09. Raimanuk 12 2,5 30,0
10. Kobalima*) 51 3,0 153,0
11. Tasifeto Barat*) 531 3,0 1 593,0
12. Kakuluk Mesak 11 2,0 22,0

13. Kota Atambua*) 3 2,0 6,0


14. Tasifeto Timur 115 0,8 92,0
15. Raihat 20 4,0 80,0
16. Lasiolat 16 3,0 48,0
17. Lamaknen*) 23 3,0 69,0

Kabupaten Belu 821 2,7 2 178,6

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu


Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency
Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

226 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.1.7


Luas Panen, Rata-Rata Hasil dan Produksi Kacang Tanah di Kabupaten Belu
Menurut Kecamatan
Area Harvested, Yield Rate and Production of Peanuts by District
2008

Luas Panen Rata-Rata Produksi Produksi


Kecamatan
Area Harvested Yield Rate Production
District
(Ha) (Ton/Ha) (ton)
(1) (2) (3) (4)

01. Malaka Barat - - -


02. Rinhat - - -
03. Wewiku - - -
04. Weliman - - -
05. Malaka Tengah 43,0 0,3 12,9

06. Sasita Mean*) 15,0 0,7 10,5


07. Malaka Timur 14,0 0,6 8,4
08. Laen Manen 3,0 0,6 1,8
09. Raimanuk 15,0 0,6 9,0
10. Kobalima*) 64,0 1,0 64,0
11. Tasifeto Barat*) 183,0 1,2 219,6
12. Kakuluk Mesak 22,0 0,4 8,8

13. Kota Atambua*) - - -


14. Tasifeto Timur 250,0 1,4 350,0
15. Raihat 171,0 1,0 171,0
16. Lasiolat 45,0 1,0 45,0
17. Lamaknen*) 361,0 0,4 144,4

Kabupaten Belu 1 213,0 0,9 1 069,8

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu


Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency
Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 227


PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.1.8


Luas Panen, Rata-Rata Hasil dan Produksi Kacang Hijau di Kabupaten Belu
Menurut Kecamatan
Area Harvested, Yield Rate and Production of Green Peas by District
2008

Rata-Rata
Luas Panen Produksi
Kecamatan Produksi
Area Harvested Production
District Yield Rate
(Ha) (ton)
(Ton/Ha)
(1) (2) (3) (4)

01. Malaka Barat 330,0 0,6 198,0


02. Rinhat 300,0 1,2 360,0
03. Wewiku 2 255,0 0,6 1 353,0
04. Weliman - - -
05. Malaka Tengah 593,0 0,8 474,4

06. Sasita Mean*) 19,0 0,4 7,6


07. Malaka Timur 14,0 0,6 8,4
08. Laen Manen 27,0 0,4 10,8
09. Raimanuk 34,0 0,9 30,6
10. Kobalima*) 640,0 0,5 320,0
11. Tasifeto Barat*) - - -
12. Kakuluk Mesak 8,0 0,4 3,2

13. Kota Atambua*) 1,0 1,0 1,0


14. Tasifeto Timur 750,0 0,9 675,0
15. Raihat 177,0 0,6 106,2
16. Lasiolat 24,0 1,0 24,0
17. Lamaknen*) 284,0 0,4 113,6

Kabupaten Belu 5 456,0 0,7 3 685,8

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu


Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency
Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

228 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.1.9


Perkembangan Luas Panen Tanaman Pangan di Kabupaten Belu
Area Harvested of Food Crops in Belu Regency
2003 - 2008
(hektar)

Jenis Tanaman
2003 2004 2005 2006 2007 2008
Type of Crops

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Padi 4 631 4 779 2 590 6 166 5 407 6 596


Paddy

2. Jagung 27 750 37 704 24 832 32 653 34 359 36 665


Maize

3. Ubi Kayu 8 456 8 336 5 377 12 096 11 012 9 318


Cassava

4. Ubi Jalar 742 726 505 911 1 414 821


Sweet Potatoes

5. Kacang Tanah 1 039 947 1 164 2 404 1 789 1 213


Peanuts

6. Kacang Kedele - 10 - 12 21 168


Soyabens

7. Kacang Hijau 6 740 7 081 4 983 6 977 8 885 5 456


Green Peas

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu


Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 229


PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.1.10


Perkembangan Produksi Tanaman Pangan di Kabupaten Belu
Food Production in Belu Regency
2003 - 2008
(ton)

Jenis Tanaman
2003 2004 2005 2006 2007 2008
Type of Crops

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Padi 15 141 7 846 9 429 22 962 20 633 19 303,0


Paddy

2. Jagung 52 727 48 238 32 283 38 531 61 127 59 197,4


Maize

3. Ubi Kayu 38 055 4 168 46 993 105 066 35 313 31 052,0


Cassava

4. Ubi Jalar 2 301 363 4 216 4 231 4 405 2 178,6


Sweet Potatoes

5. Kacang Tanah 624 319 697 1 979 2 082 1 069,8


Peanuts

6. Kacang Kedele - 4 - 7.2 12.6 111,0


Soyabens

7. Kacang Hijau 4 179 3 540 6 477 6 110 7 212 3 685,8


Green Peas

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu


Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency

230 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.1.11


Perkembangan Produktivitas Tanaman Pangan di Kabupaten Belu
Food Productivity in Belu Regency
2003 - 2008
(Kwintal/Ha)

Jenis Tanaman
2003 2004 2005 2006 2007 2008
Type of Crops

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Padi 32,69 16,42 36,41 37,24 38,16 29,26


Paddy

2. Jagung 19,00 12,79 13,00 11,80 17,79 16,14


Maize

3. Ubi Kayu 45,00 5,00 87,40 86,86 32,07 33,32


Cassava

4. Ubi Jalar 31,01 5,00 83,49 46,44 31,15 26,54


Sweet Potatoes

5. Kacang Tanah 6,01 3,37 5,99 8,23 11,64 8,82


Peanuts

6. Kacang Kedele - 4,00 - 6,00 6,00 6,61


Soyabens

7. Kacang Hijau 6,20 5,00 12,99 8,76 8,12 6,56


Green Peas

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu


Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 231


PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.1.12


Produksi Sayur-Sayuran di Kabupaten Belu
Vegetables Production in Belu Regency
2003- 2008

(ton)
Jenis Sayuran
2003 2004 2005 2006 2007 2008
Type of Vegetable
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

01. Bawang merah 1 200 436,5 440,50 361,50 149,00 387,00


02. Bawang putih 1 950 187,5 87,50 80,00 246,00 67,60
03. Bawang daun 20 4,0 15,00 0,00 2,00 2,00
04. Kentang 290 10,5 12,50 7,50 0,00 37,50
05. K u b i s 1 010 54,5 171,20 1,22 24,00 419,20
06. Petsai / sawi 1 200 157,5 119,40 177,50 307,50 397,90
07. Wortel 00 19,5 46,00 60,00 58,00 87,90
08. Lombok/Cabe besar 00 0,0 0,00 0,00 0,00 31,20
09. Kacang merah 00 5,0 0,00 0,00 3,50 0,00
10. Kacang panjang 1 240 12,7 10,70 1,40 3,60 189,30
11. Cabe Rawit 680 139,8 148,50 53,00 213,00 133,50
12. T o m a t 850 126,2 153,50 1,24 8,30 141,70
13. Terung 820 109,6 39,50 1,23 8,90 146,80
14. Buncis 80 2,0 15,00 0,00 4,00 4,00
15. Ketimun 720 114,0 83,50 0,00 13,80 9,20
16. Labu siam 860 113,0 42,90 0,00 7,70 5,40
17. Kangkung 750 132,2 108,40 1,99 18,50 182,60
18. Bayam 330 66,0 40,00 0,00 11,00 13,00
19. Semangka 1 300 75,0 108,00 100,40 160,00 156,00

Jumlah / total 13 300 1 765,5 1 642,10 1 55140 1 238,80 2 411,80

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu


Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency

232 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.1.13


Produksi Buah-Buahan di Kabupaten Belu
Fruits Production in Belu Regency
2003 - 2008
(ton)
Jenis Buah
2003 2004 2005 2006 2007 2008
Type of Fruit
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

01. Advokat 11,0 6,7 3,3 27,1 9,8 56,82


02. Mangga 106,5 145,4 525,8 1 927,4 446,9 3 351,56
03. Rambutan 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,00
04. Duku / langsa 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,00
05. Jeruk 151,5 8,5 28,9 24,5 61,6 594,37
06. Durian 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,00
07. Jambu biji 39,2 12,3 24,1 61,7 36,4 741,00
08. Jambu air 1,1 1,7 0,9 7,4 2,5 18,15
09. Jambu bol 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,00
10. S a w o 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,00
11. Pepaya 83,6 937,8 41,4 733,8 998,0 843,89
12. Pisang 594,6 944,3 318,5 1 300,5 1 231,9 21 466,96
13. Nanas 126,1 25,6 18,7 186,9 178,2 324,51
14. Salak 0,8 9,2 0,1 10,2 10,1 2,39
15. Nangka 327,8 44,3 28,2 19,7 17,8 1 008,83
16. Sirsak 299,9 15,1 14,0 25,1 28,6 114,89

17. Lainnya 0,0 0,1 0,1 0,0 ,- 0.,00

Jumlah / total 1 742,1 2 151,0 1 004,0 4 324,3 3 021,8 28 523,37

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu


Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 233


PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.1.14


Luas Tanah Menurut Penggunaan di Kabupaten Belu
Land Area by Used Type in Belu Regency
2006 - 2008
(hektar)
Jenis PenggunaanTanah
2006 2007 2008
Land Used Type
(1) (3) (4) (4)
01. Luas lahan sawah / weatland area 10 078 11 790 11 790

a. Irigasi teknis 595 388 485


b. Irigasi setengah teknis 5 589 2 905,5 2 947
c. Irigasi sederhana 1 381 1 385 1 287
d. Irigasi desa / non PU 1 296 1 399 1 247
e. Irigasi tadah hujan 1 217 5 712,5 5 824
02. Luas lahan kering / dryland area 234 479 232 767 232 767
a. pekarangan untuk bangunan dan halaman
11 955 8 728,58 8 724
house compound and soroundings
b. tegal, kebun / dryland, garden 37 396 40 773,05 41 287
c. penggembalaan, padang rumput / meadows 16 314 22 814,20 22 317
d. ladang, huma / dryland, garden 15 432 15 207,85 15 337
e. rawa (tidak ditanam) / swams 0 702,59 702
f. tambak / coasted water pond 267 423,10 423
g. kolam, tebak, empang / fresh water pond 321 11,85 12
h. tanah kering sementara tidak digunakan
60 606 60 336,33 60 311
temporary fallow land
i. lahan yang ditanami tanaman kayu-kayuan, hutan rakyat
21 559 20 107,30 20 107
private wood land
j. hutan negara / state estate 17 474 6 347,00 6 347
k. lahan perkebunan / crop land 5 014 7 349,46 7 602
l. lain-lain / others 48 141 49 965,69 49 598

Jumlah / total 244 557 244 557 244 557

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu


Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency

234 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.1.15


Banyaknya Rumah Tangga, Rumah Tangga Pertanian, Rumah Tangga Pertanian Pengguna
Lahan dan Rumah Tangga Petani Gurem di Belu
1993 dan 2003

1993 2003
Uraian Kota+ Kota+
Kota Desa Kota Desa
Desa Desa
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Rumah Tanga (RT) * * * 9 560 53 604 63 164

2. RT Pertanian (RTP) 616 39 947 40 563 5 026 51 374 56 400

3. RTP Penggguna Lahan 622 39 941 40 563 5 026 51 134 56 160

4. RT Gurem 356 6 580 6 936 3 156 11 115 14 271

Sumber : Sensus Pertanian 1993 dan 2003


Keterangan : *) Data tidak dicantumkan

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 235


PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.1.16


Banyaknya Rumah Tangga Pertanian Pengguna Lahan
Menurut Jenis Usaha Pertaniannya di Belu
1993 dan 2003

Rumah Tangga Pertanian Pertumbuhan


Sub Sektor
1993 2003 per tahun (%)

(1) (2) (3) (4)

1. Padi / Palawija 35 583 54 634 4,16

- Padi * 10 806 -

- Palawija * 53 023 -

2. Hortikultura 17 563 31 225 7,78

3. Perkebunan 16 346 13 947 -1,47

4. Budidaya Tanaman 40 563 26 789 -3,40

5. Peternakan 25 318 26 754 0,57

Rumah Tangga Pertanian 40 563 56 400 3,90

Sumber : Sensus Pertanian 1993 dan 2003


Keterangan : *) Data tidak tersedia

236 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


Perkebunan
Estate
PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.1


Luas Areal dan Produksi Tanaman Kapuk Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu
Kapok Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency
2008

Luas / Area (ha) Jumlah Jumlah


Produk-
luas Produksi
Belum tivitas
Kecamatan Sudah Areal Total
Menghasi Produk-
District Mengha Rusak Total of Pro-
lkan tivity
silkan destroyed area duction
Not Yet (ton/ha)
Yielding (ha) (ton)
Yielding
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
01. Malaka Barat 2,00 13,00 - 15,00 2,15 0,17
02. Rinhat 4,41 14,52 - 18,93 2,58 0,18
03. Wewiku 10,00 10,00 - 20,00 1,82 0,18
04. Weliman 2,00 9,29 - 11,29 1,67 0,18
05. Malaka Tengah 2,90 21,00 - 23,19 3,81 0,18
06. Sasita Mean 2,00 9,30 - 11,30 1,67 0,18
07. Botin Leobele 0,40 3,60 - 4,00 1,67 0,46
08. Io Kufeu 0,50 3,00 - 3,50 1,67 0,56
09. Malaka Timur 5,00 21,00 - 26,00 4,12 0,20
10. Laen Manen 3,00 11,20 - 14,20 2,10 0,19
11. Raimanuk 2,46 5,10 - 7,56 0,94 0,18
12. Kobalima 5,92 36,88 - 42,80 7,14 0,19
13. Kobalima Timur 3,00 21,50 - 24,50 7,14 0,33
14. Tasifeto Barat 1,12 5,26 - 6,38 1,04 0,20
15. Kakuluk Mesak 1,52 7,97 - 9,49 1,48 0,19
16. Nanaet Dubesi 2,46 5,10 - 7,56 0,94 0,18
17. Kota Atambua 1,21 6,62 - 7,83 1,26 0,19
18. Atambua Selatan 0,40 2,30 - 2,70 1,26 0,55
19. Atambua Barat 1,20 4,20 - 5,40 1,26 0,30
20. Tasifeto Timur 1,30 10,35 - 11,65 2,14 0,21
21. Raihat 1,97 6,45 - 8,42 1,16 0,18
22. Lasiolat 1,27 5,00 - 6,27 1,02 0,20
23. Lamaknen 2,83 8,57 - 11,40 1,56 0,18
24. Lamaknen Selatan 2,83 8,57 - 11,40 1,56 0,18
61,7 249,78 310,77 53,16 0,21
Kabupaten Belu -

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu


Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu regency in Figures 2009 239


PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.2


Luas Areal dan Produksi Tanaman Kemiri Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu
Cande Nut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency
2008

Luas / Area (ha) Jumlah Jumlah


Produk-
Belum luas Produksi
Sudah tivitas
Kecamatan Mengha Areal Total
Mengha Rusak Produk-
District silkan Total of Pro-
silkan destroyed tivity
Not Yet area duction
Yielding (ton/ha)
Yielding (ha) (ton)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
01. Malaka Barat - - - - - -
02. Rinhat 398,62 321,46 - 720,08 356,62 1,11
03. Wewiku - - - - - -
04. Weliman 167,27 17,53 - 184,80 17,27 0,99
05. Malaka Tengah 15,41 30,20 - 45,61 3,81 0,13
06. Sasita Mean 247,51 301,53 - 549,04 332,69 1,10
07. Botin Leobele 145,50 211,00 - 356,50 332,69 1,58
08. Io Kufeu 102,50 143,00 - 245,50 332,69 2,33
09. Malaka Timur 130 190 - 320 145,08 0,76
10. Laen Manen 53 50 - 103 52,03 1,04
11. Raimanuk 22,23 19,38 - 41,61 20,68 1,07
12. Kobalima 109,29 136,24 - 245,53 147,94 1,09
13. Kobalima Timur 112 98 - 210 147,94 1,51
14. Tasifeto Barat 52,51 80,54 - 133,05 86,29 1,07
15. Kakuluk Mesak 0,37 1,48 - 1,85 1,59 1,07
16. Nanaet Dubesi 22,23 19,38 - 41,61 20,68 1,07
17. Kota Atambua 1,87 3,69 - 5,56 3,67 0,99
18. Atambua Selatan 1,20 2,10 - 3,30 3,67 1,75
19. Atambua Barat 0,30 2,30 - 2,60 3,67 1,60
20. Tasifeto Timur 15,26 90,08 - 105,34 97,38 1,08
21. Raihat 26,34 21,37 - 47,71 22,36 1,05
22. Lasiolat 2,39 106,30 - 345,30 111,69 1,05
23. Lamaknen 111,24 144,85 - 256,09 156,55 1,08
24. Lamaknen Selatan 111,24 144,85 - 256,09 156,55 1,08

Kabupaten Belu 1 848,28 2 135,28 - 4 220,17 2 553,54 1,20

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu


Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency

240 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.3


Luas Areal dan Produksi Tanaman Kelapa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu
Coconut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency
2008

Luas / Area (ha) Jumlah Jumlah


Produk-
luas Produksi
Belum tivitas
Kecamatan Sudah Areal Total
Mengha Produk-
District Mengha Rusak Total of Pro-
silkan tivity
silkan destroyed area duction
Not Yet (ton/ha)
Yielding (ha) (ton)
Yielding
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
01. Malaka Barat 210,00 1 636,00 16,00 1 862,00 1 799,00 1,10
02. Rinhat 5,50 25,20 5,00 35,70 75,35 2,99
03. Wewiku 153,00 1 021,00 12,00 1 186,00 1 045,50 1,02
04. Weliman 110,00 586,00 14,00 710,00 596,70 1,02
05. Malaka Tengah 511,00 4 026,00 21,00 4 558,00 4 550,22 1,13
06. Sasita Mean 2,00 31,50 1,00 34,50 62,46 1,98
07. Botin Leobele 1,00 21,20 1,00 23,20 62,46 2,95
08. Io Kufeu 1,00 2,00 1,00 3,00 62,46 31,23
09. Malaka Timur 20,00 272,40 5,00 297,40 430,51 1,58
10. Laen Manen 10,00 14,70 2,00 26,70 34,08 2,32
11. Raimanuk 9,00 8,40 1,00 18,40 21,91 2,61
12. Kobalima 36,00 450,50 - 486,50 490,25 1,09
13. Kobalima Timur 23,00 290,50 - 313,50 490,25 1,69
14. Tasifeto Barat 5,00 11,00 - 16,00 24,62 2,24
15. Kakuluk Mesak 9,00 57,00 - 66,00 56,35 0,99
16. Nanaet Dubesi 2,00 10,40 1,00 13,40 21,91 2,11
17. Kota Atambua 2,00 9,40 - 11,40 24,37 2,59
18. Atambua Selatan 1,20 9,00 - 10,20 24,37 2,71
19. Atambua Barat 0,20 3,30 - 3,50 24,37 7,38
20. Tasifeto Timur 4,00 47,00 - 51,00 90,43 1,92
21. Raihat 2,00 10,00 - 12,00 15,33 1,53
22. Lasiolat 4,00 17,00 - 21,00 26,70 1,57
23. Lamaknen 4,00 15,00 - 19,00 38,76 2,58
24. Lamaknen Selatan 2,00 12,00 - 14,00 38,76 3,23

Kabupaten Belu 1 126,90 8 586,50 80,00 9 792,40 9 379,50 1,18

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu


Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu regency in Figures 2009 241


PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.4


Luas Areal dan Produksi Tanaman Kopi Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu
Coffee Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency
2008

Luas / Area (ha) Jumlah Jumlah


Produk-
luas Produksi
Belum tivitas
Kecamatan Sudah Areal Total
Mengha Produk-
District Mengha Rusak Total of Pro-
silkan tivity
silkan destroyed area duction
Not Yet (ton/ha)
Yielding (ha) (ton)
Yielding
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
01. Malaka Barat - - - - - -
02. Rinhat 1,46 15,27 - 16,73 3,08 0,20
03. Wewiku - - - - - -
04. Weliman - 0,24 - 0,24 0,06 0,25
05. Malaka Tengah - 0,56 - 0,56 0,13 0,23
06. Sasita Mean 1,53 5,30 - 6,83 1,77 0,33
07. Botin Leobele 0,90 2,40 - 3,30 1,77 0,74
08. Io Kufeu 0,50 2,00 - 2,50 1,77 0,89
09. Malaka Timur 2,00 9,63 - 11,63 2,24 0,23
10. Laen Manen - - - - - -
11. Raimanuk 2,56 10,15 - 12,71 3,06 0,30
12. Kobalima 1,28 5,13 - 6,41 1,21 0,24
13. Kobalima Timur 0,50 3,40 - 3,90 1,21 0,36
14. Tasifeto Barat 2,50 16,30 - 18,80 3,71 0,23
15. Kakuluk Mesak - - - - - -
16. Nanaet Dubesi 2,56 10,15 - 12,71 3,06 0,30
17. Kota Atambua 0,48 2,39 - 2,87 0,36 0,15
18. Atambua Selatan 0,02 1,30 - 1,32 0,36 0,28
19. Atambua Barat 1,50 1,00 - 2,50 0,36 0,36
20. Tasifeto Timur 2,12 11,03 - 13,15 2,69 0,24
21. Raihat 1,51 4,46 - 5,97 0,84 0,19
22. Lasiolat 2,20 8,20 - 10,40 1,99 0,24
23. Lamaknen 33,74 97,25 - 130,99 21,71 0,22
24. Lamaknen Selatan 33,74 97,25 - 130,99 21,71 0,22

Kabupaten Belu 91,10 303,41 - 394,51 73,09 0,24

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu


Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency

242 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.5


Luas Areal dan Produksi Tanaman Jambu Mente Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu
Chasen Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency
2008

Luas / Area (ha) Jumlah Jumlah


Produk
luas Produksi
Belum -tivitas
Kecamatan Sudah Areal Total
Mengha Produk
District Mengha Rusak Total of Pro-
silkan -tivity
silkan destroyed area duction
Not Yet (ton/ha)
Yielding (ha) (ton)
Yielding
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

01. Malaka Barat - - - - - -


02. Rinhat 0,50 2,72 - 3,22 1,21 0,44
03. Wewiku - - - - - -
04. Weliman 200,00 50,00 - 250,00 - -
05. Malaka Tengah 50,00 - - 50,00 - -
06. Sasita Mean 51,57 5,27 - 56,84 1,80 0,34
07. Botin Leobele 34,50 19,00 - 53,50 1,80 0,09
08. Io Kufeu 27,00 2,00 - 29,00 1,80 0,90
09. Malaka Timur 40,00 23,25 - 63,25 10,93 0,47
10. Laen Manen 300,00 273,73 - 573,73 1,84 0,01
11. Raimanuk 159,00 50,00 - 209,00 4,93 0,10
12. Kobalima 350,00 60,60 - 410,60 22,16 0,37
13. Kobalima Timur 231,00 36,50 - 267,50 22,16 0,61
14. Tasifeto Barat 374,00 67,60 - 441,60 33,19 0,49
15. Kakuluk Mesak 209,51 206,15 - 415,66 2,21 0,01
16. Nanaet Dubesi 159,00 50,00 - 209,00 4,03 0,08
17. Kota Atambua 50,00 74,60 - 124,60 1,50 0,02
18. Atambua Selatan 39,00 48,00 - 87,00 1,50 0,03
19. Atambua Barat 27,00 27,00 - 48,00 1,50 0,06
20. Tasifeto Timur 304,00 64,00 - 368,00 33,11 0,52
21. Raihat 2,43 1,85 - 4,28 2,41 1,30
22. Lasiolat 54,26 20,08 - 74,34 9,62 0,48
23. Lamaknen - 1,54 - 1,54 0,79 0,51
24. Lamaknen Selatan - 1,54 - 1,54 0,79 0,51

Kabupaten Belu 2 662,77 1 085,43 - 3 742,20 159,28 0,15


Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu
Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu regency in Figures 2009 243


PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.6


Luas Areal dan Produksi Tanaman Kakao Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu
Cocoa Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency
2008

Luas / Area (ha) Jumlah Jumlah


Produk-
luas Produksi
Belum tivitas
Kecamatan Sudah Areal Total
Mengha Produk-
District Mengha Rusak Total of Pro-
silkan tivity
silkan destroyed area duction
Not Yet (ton/ha)
Yielding (ha) (ton)
Yielding
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
01. Malaka Barat 10,00 31,19 16,86 58,05 6,22 0.20
02. Rinhat 25,00 - - 25,00 - -
03. Wewiku 180,00 12,00 18,00 210,00 2,28 0.19
04. Weliman 44,30 85,00 14,00 143,30 16,22 0.19
05. Malaka Tengah 2,50 12,20 8,91 23,61 1,07 0.09
06. Sasita Mean - - - - - -
07. Botin Leobele - - - - - -
08. Io Kufeu - - - - - -
09. Malaka Timur - 0,47 - 0,47 0,08 0.17
10. Laen Manen - - - - - -
11. Raimanuk - - - - - -
12. Kobalima 50,00 4,81 - 54,81 0,39 0.08
13. Kobalima Timur 24,50 3,40 - 27,90 0,39 0.11
14. Tasifeto Barat - 0,21 - 0,21 0,02 0.10
15. Kakuluk Mesak - - - - - -
16. Nanaet Dubesi - - - - - -
17. Kota Atambua - 0,12 - 0,12 0,02 0.17
18. Atambua Selatan - 0,40 - 0,40 0,02 0.05
19. Atambua Barat - 0,30 - 0,30 0,02 0.07
20. Tasifeto Timur - 0,11 - 0,11 0,13 1.18
21. Raihat - - - - - -
22. Lasiolat - - - - - -
23. Lamaknen - - - - - -
24. Lamaknen Selatan - - - - - -

Kabupaten Belu 336,30 150,21 57,77 544,28 26,86 0,18

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu


Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency

244 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.7


Luas Areal dan Produksi Tanaman Pinang Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu
Areca Nut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency
2008

Luas / Area (ha) Jumlah Jumlah


Produk-
luas Produksi
Belum tivitas
Kecamatan Sudah Areal Total
Mengha Produk-
District Mengha Rusak Total of Pro-
silkan tivity
silkan destroyed area duction
Not Yet (ton/ha)
Yielding (ha) (ton)
Yielding
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
01. Malaka Barat 1,52 2,75 - 4,00 0,12 0.04
02. Rinhat 8,23 12,56 - 20,79 2,53 0.20
03. Wewiku 1,00 2,00 - 3,00 0,70 0.35
04. Weliman 1,19 1,19 - 2,38 0,78 0.66
05. Malaka Tengah 3,00 8,80 - 11,80 2,24 0.25
06. Sasita Mean 6,00 12,53 - 18,53 2,77 0.22
07. Botin Leobele 5,50 6,20 - 11,70 2,77 0.45
08. Io Kufeu 2,50 5,40 - 7,90 2,77 0.51
09. Malaka Timur 3,00 8,00 - 11,00 11,55 1.44
10. Laen Manen 1,11 3,20 - 4,31 4,62 1.44
11. Raimanuk 1,20 3,06 - 4,26 1,50 0.49
12. Kobalima 5,11 13,50 - 18,61 3,16 0.23
13. Kobalima Timur 3,40 5,00 - 8,40 3,16 0.63
14. Tasifeto Barat 3,46 7,25 - 10,71 1,75 0.24
15. Kakuluk Mesak 0,47 0,41 - 0,88 0,16 0.39
16. Nanaet Dubesi 1,20 3,06 - 4,26 1,50 0.49
17. Kota Atambua 0,23 0,36 - 0,59 0,09 0.25
18. Atambua Selatan 0,14 0,21 - 0,35 0,09 0.43
19. Atambua Barat 0,12 0,24 - 0,36 0,09 0.38
20. Tasifeto Timur 1,48 2,67 - 4,15 0,71 0.27
21. Raihat 3,16 4,85 - 8,01 1,14 0.24
22. Lasiolat 4,00 7,50 - 11,50 1,78 0.24
23. Lamaknen 4,52 10,24 - 14,76 2,42 0.24
24. Lamaknen Selatan 4,52 10,24 - 14,76 2,42 0.24

Kabupaten Belu 66,06 131,22 - 197,01 50,82 0,39

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu


Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu regency in Figures 2009 245


PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.8


Luas Areal dan Produksi Tanaman Tembakau Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu
tobacco Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency
2008

Luas / Area (ha) Jumlah Jumlah


Produk-
luas Produksi
Belum tivitas
Kecamatan Sudah Areal Total
Mengha Produk-
District Mengha Rusak Total of Pro-
silkan tivity
silkan destroyed area duction
Not Yet (ton/ha)
Yielding (ha) (ton)
Yielding
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
01. Malaka Barat 0,25 2,00 - 2,25 0,10 0,05
02. Rinhat - - - - - -
03. Wewiku 7,00 2,50 - 9,50 4,20 1,68
04. Weliman - - - - - -
05. Malaka Tengah - - - - - -
06. Sasita Mean 10,00 5,20 - 15,20 1,20 0,23
07. Botin Leobele 6,40 2,40 - 8,80 1,20 0,50
08. Io Kufeu 5,00 2,50 - 7,50 1,20 0,48
09. Malaka Timur - - - - - -
10. Laen Manen - - - - - -
11. Raimanuk - - - - - -
12. Kobalima - - - - - -
13. Kobalima Timur - - - - - -
14. Tasifeto Barat - - - - - -
15. Kakuluk Mesak - - - - - -
16. Nanaet Dubesi - - - - - -
17. Kota Atambua - - - - - -
18. Atambua Selatan - - - - - -
19. Atambua Barat - - - - - -
20. Tasifeto Timur - - - - - -
21. Raihat - - - - - -
22. Lasiolat - - - - - -
23. Lamaknen - - - - - -
24. Lamaknen Selatan - - - - - -

Kabupaten Belu 28,65 14,60 - 43,25 7,9 0,54

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu


Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency

246 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


Peternakan
Livestock
PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.3.1


Banyaknya Ternak Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu
Numbers of Livestock by Kind and District in Belu Regency
2008
(ekor)

Kecamatan Kuda Sapi Kerbau Kambing Domba Babi


District Horse Cow Buffalo Goat Sheep Pig

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

01. Malaka Barat 26 1 930 2 148 - 3 311


02. Rinhat 90 6 489 9 322 - 3 504
03. Wewiku 30 3 294 1 236 - 4 047
04. Weliman 45 3 463 8 289 - 4 708
05. Malaka Tengah 184 7 501 71 535 - 5 362

06. Sasita Mean*) 327 7 432 11 897 - 5 697


07. Malaka Timur 82 5 026 171 705 6 2 864
08. Laen Manen 93 7 440 192 647 - 3 128
09. Raimanuk 58 5 656 65 888 - 2 696
10. Kobalima*) 255 9 492 231 1 005 - 4 251
11. Tasifeto Barat*) 162 13 173 368 992 18 4 359
12. Kakuluk Mesak 3 5 122 108 886 1 1 643

13. Kota Atambua*) 3 2 626 9 496 7 2 904


14. Tasifeto Timur 31 5 089 58 377 - 1 348
15. Raihat 55 2 862 165 399 - 1 063
16. Lasiolat 15 2 430 19 172 - 874
17. Lamaknen*) 708 6 690 77 836 - 4 077

Kabupaten Belu 2 167 95 715 1 565 9 830 32 55 836

Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu


Source : Livestock Service of Belu Regency
Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 249


PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.3.2


Banyaknya Ternak Unggas Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu
Numbers of Poultry by Kind and District in Belu Regency
2008
(ekor)

Kecamatan Ayam Ras Ayam Kampung Itik


District Layer Domestic Hens Duck

(1) (2) (3) (4)

01. Malaka Barat - 21 522 -


02. Rinhat - 22 327 -
03. Wewiku - 25 336 -
04. Weliman - 29 630 -
05. Malaka Tengah - 18 306 1 124

06. Sasita Mean*) - 28 908 581


07. Malaka Timur - 9 287 59
08. Laen Manen - 11 130 46
09. Raimanuk - 7 517 36
10. Kobalima*) - 8 812 615
11. Tasifeto Barat*) - 11 846 143
12. Kakuluk Mesak - 7 463 126

13. Kota Atambua*) - 4 991 748


14. Tasifeto Timur - 8 154 396
15. Raihat - 5 052 769
16. Lasiolat - 6 297 272
17. Lamaknen*) - 13 752 71

Kabupaten Belu - 240 330 4 986

Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu


Source : Livestock Service of Belu Regency
Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

250 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.3.3


Banyaknya Ternak Berpenyakit SE Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan
di Kabupaten Belu
Numbers of Livestock that SE Virus by Kind and District in Belu Regency
2008
(ekor)

Kam-
Kecamatan Kuda Sapi Kerbau Domba Babi
bing
District Horse Cow Buffalo Sheep Pig
Goat

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


01. Malaka Barat - 14 - - - -
02. Rinhat - 7 - - - -
03. Wewiku - 6 - - - -
04. Weliman - - - - - -
05. Malaka Tengah - - - - - -
06. Sasita Mean*) - 8 - - - -
07. Malaka Timur - - - - - -
08. Laen Manen - - - - - -
09. Raimanuk - - - - - -
10. Kobalima*) - 6 - - - -
11. Tasifeto Barat*) - - - - - -
12. Kakuluk Mesak - 26 - - - 41
13. Kota Atambua*) - 2 - - - -
14. Tasifeto Timur - - - - - -
15. Raihat - - - - - -
16. Lasiolat - - - - - -
17. Lamaknen*) - - - - - 4

Kabupaten Belu - 69 - - - 45

Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu


Source : Livestock Service of Belu Regency
Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 251


PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.3.4


Banyaknya Ternak yang Divaksinasi SE,Brucellosis, dan Hog-Cholera
Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu
Numbers of Livestock that SE, Brucellosis, and Hog-Cholera Vacination
by Kind and District in Belu Regency
2008
(ekor)
SE Brucellosis Hoq Cholera
Kecamatan
District
Sapi Kerbau Babi Sapi Babi
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
01. Malaka Barat 1 835 - 3 165 200 500
02. Rinhat 4 267 - 1 733 300 1 000
03. Wewiku 3 024 - 1 176 500 550
04. Weliman 2 680 - 2 820 300 2 500
05. Malaka Tengah 7 686 - 1 064 750 950
06. Sasita Mean 2 864 4 - 1 000 537
07. Botin Leobele 1 628 - - - 327
08. Io Kufeu 3 004 - - - 636

09. Malaka Timur 5 313 - - 1 443 1 500


10. Laen Manen 8 670 - 1 330 2 500 3 250
11. Raimanuk 7 187 - - 2 052 -
12. Kobalima 5 485 105 362 302 957
13. Kobalima Timur 3 793 208 47 198 293
14. Tasifeto Barat 5 437 91 750 1 000 750
15. Nanaet Dubesi 5 020 - 2 980 500 2 000
16. Kakuluk Mesak 2 222 - - - -

17. Kota Atambua 528 - 2 178 55 2 449


18. Atambua Selatan 369 - 1 684 92 2 227
19. Atambua Barat 252 - 1 489 53 1 824
20. Tasifeto Timur 3 500 - - 150 1 000
21. Raihat 3 029 - 3 021 200 2 500
22. Lasiolat 3 000 - 1 000 - 1 000
23. Lamaknen 3 779 - 891 1 000 856
24. Lamaknen Selatan 3 566 - 768 - 644

Kabupaten Belu 88 138 408 26 454 12 600 28 250

Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu


Source : Livestock Service of Belu Regency

252 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.3.5


Banyaknya Pemotongan Hewan yang terjadi di luar Rumah Potong
Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu**)
Numbers of Slaughting that happened out of Slaughter House by District in Belu Regency
2008
(ekor)

Kam-
Kecamatan Kuda Sapi Kerbau Domba Babi
bing
District Horse Cow Buffalo Sheep Pig
Goat

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

01. Malaka Barat - - - - - -


02. Rinhat - - - - - -
03. Wewiku - - - - - -
04. Weliman - 2 - - - -
05. Malaka Tengah - - - - - -

06. Sasita Mean*) - 4 - - - -


07. Malaka Timur - - - - - -
08. Laen Manen - - - - - -
09. Raimanuk - - - - - -
10. Kobalima*) - - - - - -
11. Tasifeto Barat*) - - - - - -
12. Kakuluk Mesak - - - - - -

13. Kota Atambua*) - - - - - -


14. Tasifeto Timur - - - - - -
15. Raihat - - - - - -
16. Lasiolat - - - - - -
17. Lamaknen*) - - - - - -

Kabupaten Belu - 6 - - - -

Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu


Source : Livestock Service of Belu Regency
Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran
**) Pemotongan yang dilaporkan

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 253


PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.3.6


Banyaknya Pemotongan Hewan yang terjadi di dalam Rumah Potong
Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu
Numbers of Slaughting that happened in Slaughter House by District in Belu Regency
2008
(ekor)

Kam-
Kecamatan Kuda Sapi Kerbau Domba Babi
bing
District Horse Cow Buffalo Sheep Pig
Goat

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

01. Malaka Barat 0 7 0 0 0 0


02. Rinhat 0 0 0 0 0 0
03. Wewiku 0 0 0 0 0 0
04. Weliman 0 0 0 0 0 0
05. Malaka Tengah 0 569 0 0 0 37

06. Sasita Mean*) 0 0 0 0 0 0


07. Malaka Timur 0 0 0 0 0 0
08. Laen Manen 0 0 0 0 0 0
09. Raimanuk 0 0 0 0 0 0
10. Kobalima*) 0 0 0 0 0 0
11. Tasifeto Barat*) 0 161 1 0 0 32
12. Kakuluk Mesak 0 0 0 0 0 0
13. Kota Atambua*) 0 1 913 38 0 0 1 042
14. Tasifeto Timur 0 0 0 0 0 0
15. Raihat 0 0 0 0 0 0
16. Lasiolat 0 0 0 0 0 0
17. Lamaknen*) 0 0 0 0 0 0

Kabupaten Belu 0 2 650 39 0 0 1 111

Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu


Source : Livestock Service of Belu Regency
Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

254 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.3.7


Pengiriman Ternak dan Hasil Ikutannya ke Luar Daerah
Menurut Jenis Ternak di Kabupaten Belu
Livestock Product and Others Product by Kind in Belu Regency
2008

Hasil Ternak dan Ikutannya


Jenis Ternak Livestock Product and others product
Kind of Livestock
Bibit (ekor) Potong (ekor) Kulit (Kg)
(1) (2) (3) (4)

01. Kuda / horse 0 70 0

02. Sapi / cow 0 8 693 47 920

03. Kerbau / buffalo 0 381 0

04. Kambing / goat 0 140 0

05. Babi / pig 0 2 0

06. Ayam / hens 0 0 0

07. Lainnya / others 0 0 0

Jumlah / total 0 9 286 47 920

Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu


Source : Livestock Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 255


Kehutanan
Foresty
PERTANIAN /AGRICULTURE

Tabel / Table 6.4.1.


Rencana Luas Kawasan Hutan Menurut Pola Tata Guna Hutan
per Kecamatan di Kabupaten Belu
Planning Foresty Area by it Function per District in Belu Regency
2008
(Hektar)
Fungsi Hutan / Foresty Function
Suaka
Kecamatan Hutan Hutan Hutan Cagar
Marga
District Lindung Tetap Produksi Alam
Satwa
Protective Difinitive Productive Original
Natural
Forest Forest Forest Forest
Park
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
01. Malaka Barat - - - 3 775,00 -
02. Rinhat - - 2 241,97 - -
03. Wewiku - - - - -
04. Weliman - - - - -
05. Malaka Tengah - - - 3 356,00 2 950,32

06. Sasita Mean*) 2 150,00 - - - 1 375,00


07. Malaka Timur 9 950,00 - - - -
08. Laen Manen - - - - -
09. Raimanuk - - - - -
10. Kobalima*) 3 127,47 - - 1 400,72 374,00
11. Tasifeto Barat*) 20 166,16 - 591,92 - -
12. Kakuluk Mesak 4 632,40 - - - -

13. Kota Atambua*) 296,27 - 355,39 - -


14. Tasifeto Timur 5 768,95 - - - -
15. Raihat - - - - -
16. Lasiolat - - - - -
17. Lamaknen*) 5 750,00 - 355,39 - -

Kabupaten Belu 51 841,25 - 3 189,28 8 531,72 4 699,32

Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu


Source : Foresty Forest of Belu Regency
Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 259


PERTANIAN / AGRICULTURE

Lanjutan / Continued Table 6.4.1

Fungsi Hutan / Foresty Function


Hutan yang
Kecamatan Dapat Jumlah
Taman Taman Wisata
District Dikonversi Total
Burung Reserve
Convered
Bird Park Forest
Foresty

(1) (7) (8) (9) (10)

01. Malaka Barat - - - 3 775,00


02. Rinhat - - - 2 241,97
03. Wewiku - - - -
04. Weliman - - - -
05. Malaka Tengah - - - 6 306,32

06. Sasita Mean*) - - - 3 525,00


07. Malaka Timur - - 1 140,00 11 090,00
08. Laen Manen - - - -
09. Raimanuk - - - -
10. Kobalima*) - - - 4 902,19
11. Tasifeto Barat*) - - - 20 758,08
12. Kakuluk Mesak - - - 4 632,40

13. Kota Atambua*) - - - 651,66


14. Tasifeto Timur - - - 5 768,95
15. Raihat - - - -
16. Lasiolat - - - -
17. Lamaknen*) - - - 5 750,00

Kabupaten Belu - - 1 140,00 69 401,57

Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu


Source : Foresty Service of Belu Regency
Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

260 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PERTANIAN /AGRICULTURE

Tabel / Table 6.4.2


Produksi Kayu dan Hasil Ikutannya
Production of Wood and Others Product
2008

Produksi Nilai
Jenis Hasil Perincian Harga/Unit
satuan Numbers of Produksi
Production Type ( Rupiah )
Production (Rp 000,- )
(1) (2) (3) (4) (5)

A. Kayu pertukangan/penjualan

1. Kayu jati bulat M3 411,33 600 000 246 799,14


2. Kayu jati olahan M3 4 174,29 1 200 000 5 009 517,24
3. Kayu rimba bulat M3 - - -
4. Kayu rimba campuran M3 51,09 800 000 40 874,00
5. Mahoni Olahan M3 - - -
6. Kayu Indah M3 - - -
7. Kayu Lamtoro Gung Kg - - -
8. Balok Kelapa M3 - - -

B. Hasil hutan ikutan

01. Kemiri biji Kg 638 800,00 1 500 95 820,00


02. Kemiri isi Kg 509 700,00 3 500 178 395,00
03. Asam biji Kg 551 200,00 500 275 850,00
04. Asam isi Kg - - -
05. Lilin Kg - - -
06. Madu Ltr 2 230,00 40 000 89 200,00
07. Nuri Ekor - - -
08. Siri Hutan Kg - - -
09. Kayu jati bulat besar M3 - - -
10. Sirih hutan ton - - -

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 261


PERTANIAN / AGRICULTURE

Lanjutan Tabel / Continued Table 6.4.2

Produksi Nilai
Jenis Hasil/Perincian Harga /Unit
Satuan Numbers of Produksi
Production Type ( Rupiah )
Production ( Rp 000,- )
(1) (2) (3) (4) (5)
11. Utas / ules - i
12. Kayu rimba bulat besar kelas III M3 i
13. Kayu kuning Kg i
14. Biji lamtoro gung Kg i
15. Kunyit Kg i
16. Bebak Lmbr i
17. Bambu Btg i
18. Sarang burung kg i
19. Balok kelapa M3 i
20. Sheed lack kg i
21.a. perlel dada kuning - i
b. kakatua putih kecil Ekor i
c. ayam hutan Ekor i
d. b e o Ekor i
e. nuri duski Ekor i
f. cecak rawo Ekor i
22. Kayu cendana:
a. kelas gubal Kg 1 350,00 4 000 5 400,00
b. kelas campuran kg 1 650,00 9 000 14 850,00
23. Kayu Papi Kg 16 362,00 250 4 090,50
23. Mupuk Kelapa - 22,88 900 000 20 597,22

Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu


Source : Foresty Service of Belu Regency
Keterangan : i) Data tidak tersedia

262 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PERTANIAN /AGRICULTURE

Tabel / Table 6.4.3


Pengiriman Antar Pulau Hasil Hutan Non Kayu
2008

Jenis Hasil Hutan


Bulan Kayu
Asam Biji Kemiri Kemiri Madu Kayu Papi
Kuning
(Kg) Kulit (Kg) Kupas (Kg) (liter) (kg)
(Kg)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Januari 124 200 4 900 11 740 - - -

Pebruari 62 000 8 600 8 280 - 150 -

Maret 90 000 16 100 5 600 - - -

April 85 000 8 800 - - - -

Mei - 10 400 4 800 - - -

Juni - 7 680 4 160 - - -

Juli - - - - - 16 362

Agustus - 2 400 3 920 - 1 800 -

September 39 000 - 2 720 - 280 -

Oktober 49 000 - - - - -

Nopember 102 000 - 7 500 - - -

Desember - 5 000 2 250 - - -

Jumlah 551 700 63 880 50 970 - 2 230 16 362

Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu


Source : Foresty Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 263


PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.4.4


Pengiriman Antar Pulau / ke luar Daerah Hasil Hutan Kayu
2008

Jenis Hasil Hutan


Bulan kayu jati Kayu Rimba Kayu Jati Kayu Rimba Kayu Indah
olahan (M3) Olahan (M3) Bulat (M3) Bulat (M3) Olahan (M3)
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Januari 340,96 - 20,03 - -

Pebruari 190,01 - - - -

Maret 410,81 - - - -

April 393,47 - - - -

Mei 460,43 - - - -

Juni 452,42 - 5,32 10,01 -

Juli 418,87 - 34,87 37,31 -

Agustus 514,15 - - - -

September 288,65 - 30,17 3,77 -

Oktober 60,80 - - - -

Nopember - - - - -

Desember 643,68 - - - -

Jumlah 4 174,29 - 411,33 51,09 -

Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu


Source : Foresty Service of Belu Regency

264 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


Perikanan
Fishery
PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.5.1


Jumlah Rumah Tangga Perikanan Laut di Kabupaten Belu Menurut Kategori Usaha
Numbers of Marine Fishing Household in Belu Regency by Categories
2008

Jumlah
Jumlah Nelayan/Jiwa
Kategori Usaha Category rumah tangga perikanan
Numbers
Marine fishing household

(1) (2) (3)

1. Nelayan Penuh 1 182 394

2. Nelayan sambilan utama 1 404 483

3. Nelayan sambilan tambahan 1 029 351

Jumlah 3 615 1 228

Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Belu


Source : Fishery Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 267


PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.5.2


Jumlah Perahu/Kapal Penangkap Ikan di Kabupaten Belu Menurut Jenisnya
Numbers of Marine Fishing Boat in Belu Regency by Type of Boat
2006 - 2008

Kategori
2006 2007 2008
Category

(1) (2) (3) (4)

1. Perahu Tanpa Motor / Non Powered


Boat

- Jukung / Dogout Boat 385 516 485


- Perahu Kecil / Small Boat 25 20 20
- Perahu Sedang / Medium Boat 18 17 17
- Perahu Besar / Big Boat/Ship 9 7 7

2. Perahu Motor Tempel / Out Board


250 258 317
Motor

3. Kapal Motor

- 0 - 5 GT 18 22 32
- 6 - 10 GT 3 4 4
- 10 GT ke atas / 10 GT and Over - - -

Sumber : Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Belu


Source : Fishery Service of Belu Regency

268 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.5.3


Jumlah Alat Penangkapan Ikan di Kabupaten Belu Menurut Jenisnya
Numbers of Marine Fishing Gear in Belu Regency by Type of Gear
2006 - 2008
(unit)
Kategori Usaha
2006 2007 2008
Category
(1) (2) (3) (4)

1. Pukat Kantong / Basket Scine


- Payang Lampara / Payang 2 6 -
- Pukat Pantai / Beach scine 0 100 -

2. Pukat Cincin / Ring Scine 6 8 10

3. Jaring Insang / Gill Net 746 919 1 139

4. Trammel Net 112 181 469

5. Jaring Angkat
- Bagan Tancap 0 1 -
- Bagan Rakit/ Perahu 0 - 1
- Lainnya / Others 0 - -

6. Pancing / Pole and line


- Long Line Dasar 6 10 -
- Pole and Line 0 2 -
- Pancing Tonda 106 117 117
- Pancing Lainnya / others 168 170 106

7. Alat Lainnya
- Jala lempar 139 136 136
- Bubu 132 115 115
Sumber : Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Belu
Source : Fishery Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 269


PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.5.4


Produksi Perikanan di Kabupaten Belu Menurut Sub Sektor
Production of Fishery in Belu Regency by Fisheries Group
2006 - 2008
(ton)

Sub Sektor
2006 2007 2008
Group

(1) (2) (3) (4)

1. Perikanan Laut / Sea Fishery 907,24 1 381,92 1 592,74

2. Perikanan Darat / In Land Fishery 120,37 85,45 353,73

- Perikanan Umum / Open Water 0,00 0,00 0,00

- Tambak / Breakish Water pond 117,07 81,90 345,05

- Kolam / Fresh Water Pond 4,00 3,55 4,50

- Sawah / Wet land - - -

- Air Laut (rumput laut) / Sea Water Pond


- - 4,18

Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Belu


Source : Fishery Service of Belu Regency

270 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.5.5


Luas dan Produksi Budidaya Perikanan Darat di Kabupaten Belu
In Land Fishery Production in Belu Regency
2008

Luas Produksi
Kategori Usaha
Area Production
Category
(Hektar) (ton)
(1) (2) (3)

1. Kolam / Fresh Water Pond 210 4,50

2. Tambak / Breakish Water Pond 401 345,05

3. Perairan Umum / Open Water 0 0

4. Budidaya Air Laut / Sea Water Pond 15 4,18

Jumlah / Total 635 353,73

Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Belu


Source : Fishery Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 271


PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.5.6


Produksi Ikan Laut di Kabupaten Belu Menurut Jenis Ikan
Sea Fisheris Production by Type
2008

Jenis Ikan / kinds of fish Produksi / Production (ton)


(1) (2)
A. IKAN PELAGIS KECIL 608,05
01. Tembang 70,78
02. Tembang Kobi 19,92
03. Tembang Kaleng 29,65
04. Teri 16,64
05. Terbang 52,30
06. Belanak 38,06
07. Bentong 48,54
08. Layang 38,32
09. Selar 5,41
10. Kembung 63,71
11. Talang-talang 2,57
12. Tetengkek 3,42
13. Alu-alu 3,74
14. Julung-julung 71,86
15. Selanget 23,33
16. Cendro 17,20
17. Siro 0,13
18. Terubuk 5,54
19.Lemuru 20,33
20. Bawal Hitam 6,28
21. Kapas-kapas 0,78
22. Ikan lainnya 69,54
B. IKAN PELAGIS BESAR 548,56
01. Tuna Ekor Kuning 338,20
02. Cakalang 51,33
03. Tongkol 122,90
04. Tenggiri 36,13

272 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PERTANIAN / AGRICULTURE

Lanjutan / continued table 6.5.6

Jenis Ikan / kinds of fish Produksi / Production (ton)


(1) (2)
C. IKAN DEMERSAL 153,37
01. Kerapu Karang 3,48
02. Kerapu Lumpur 2,49
03. Kerapu sunu 2,72
04. Kerapu Balong 2,27
05. Pinjalo 6,69
06. Kurisi 0,73
07. Biji Nangka 5,06
08. Pari 1,80
09. Kwee 36,83
10. Kakap Merah 56,35
11. Kakap Putih 19,58
12. Lencam 4,94
13. Gerot-Gerot 8,61
14. Cucut 1,82
D. MOLUSCA 28,28
01. Cumi-Cumi 9,79
02. Gurita 4,60
03. Kerang Hijau 3,66
04. Kerang Darah 6,22
05. Tiram 2,67
06. Simping 1,34
E. CRUSTACEA 254,48
01. Udang Putih 72,45
02. Udang Windu 11,82
03. Udang Barong (Lobster) 6,72
04. Udang Krosok 149,16
05. Kepiting bakau 14,33
JUMLAH 1 592,74
Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Belu
Source : Fishery Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 273


BAB / CHAPTER
7
Industri & Energi
Industries & Energy
INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

INDUSTRI & E N E R G I
INDUSTRI PENGOLAHAN sebanyak 2 878 unit atau turun
Pembangunan industri adalah sebesar 8,46% dari keadaan tahun
bagian dari pembangunan ekonomi lalu. Penurunan terjadi pada semua
yang diharapkan dapat memacu kelompok industri yakni industri
laju pertumbuhan ekonomi secara aneka, industri hasil pertanian serta
simultan dengan memanfaatkan industri logam, mesin dan kimia.
output sektor primer sebagai bahan Dilihat dari komposisi jenis
dasarnya. Dengan industri yang industri, sebanyak 1 231 unit
berkembang maju maka akan (42,77%) diantaranya industri
menjadi lokomotif yang menarik aneka, dan industri hasil pertanian
gerbong pertumbuhan sektor-sektor dan kehutanan 994 unit (34,54%)
supply sebagai penyedia bahan- dan industri logam, mesin dan
bahan baku dan pada gilirannya kimia 653 unit (22,69%).
akan mendorong maju sektor Penyerapan tenaga kerja
demand seperti perdagangan, untuk sektor industri pada tahun
transportasi, lembaga keuangan dan 2008 sebanyak 6 163 orang terdiri
sektor jasa-jasa. dari tenaga kerja formal 284 orang
Perkembangan industri di (4.32%) dan non formal 6,289
Kabupaten Belu relative lamban, orang (95.68%). Penyerapan tenaga
bahkan cenderung berjalan kerja di sektor industri ini
ditempat. Hal ini disebabkan karena sebenarnya baru sekitar 4.03% dari
usaha industri kita didominasi sub total pekerja di Kabupaten Belu
sector industri kerajinan rumah (163,221 orang). Sama halnya
tangga yang kapasitas produksinya dengan komposisi penyebaran jenis
sangat terbatas, bersifat padat karya perusahaan industri sub sektor
dan rentan terhadap krisis karena industri aneka tercatat paling
memiliki akses pasar lokal yang banyak menyedot tenaga kerja
nota bene memiliki keterbatasan yakni 2 492 orang (40,43%) dan
daya beli. Apa lagi bagi sebagian sub sektor industri hasil pertanian
besar rumah tangga pengrajin, dan kehutanan menyedot tenaga
usaha ini diposisikan semata-mata kerja 2 272 orang (36,87%) serta
sebagai usaha sampingan dan sub sektor industri logam mesin dan
bersifat musiman dengan kimia menyedot tenaga kerja 1 399
kemampuan modal yang sangat orang (22,70%).
terbatas.
Pada tahun 2008 jumlah
usaha industri di Kabupaten Belu

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 277


INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

KONSTRUKSI, sebanyak 46,82% dari perusahaan


yang ada bermukim di Kota
PERTAMBANGAN DAN
Atambua sedangkan sisanya
PENGGALIAN masing-masing Atambua Barat
Konstruksi merupakan segala 24,47%, Atambua Selatan 17,53%,
kegiatan yang berkaitan dengan Malaka Tengah 3,89%, Tasifeto
pembuatan, pemasangan, Barat 2,31%. Realisasi pemakaian
rehabilitasi dan pemeliharaan bahan bangunan galian golongan C
bangunan/konstruksi yang menyatu selama tahun 2008 di dominasi
dengan lahan tempat tanah urug 213 354,14 m3, sertu
kedudukannya seperti gedung, 199 164,98 m3, batu kali 176
jalan, jembatan, waduk jaringan 741,81 m3, pasir 84 509,76 m3.
listrik, instalasi air, pengeboran
sumur pompa dan pemasangan atap
serta rehab gedung. LISTRIK DAN AIR MINUM
Pada umumnya kegiatan konstruksi Kebijaksanaan pemerintah dibidang
termasuk kegiatan yang melibatkan kelistrikan ditujukan untuk
barang-barang modal, karena itu meningkatkan kesejahteraan
membutuhkan spesifikasi keahlian masyarakat dan mendorong
dan kekuatan modal yang memadai. kegiatan ekonomi, teruntama
Sesuai dengan kondisi aktifitas sector industri dan jasa-jasa.
perekonomian di Kabupaten Belu Untuk mencapai sasaran tersebut
perusahaan konstruksi yang ada diupayakan peningkatan daya
merupakan perusahaan borongan pasang pembangkit tenaga listrik
yakni mengerjakan borongan dan perluasan jaringan distribusi
konstruksi berdasarkan pesanan agar tersedia tenaga listrik dalam
pemilik proyek semata-mata dalam jumlah yang memadai dengan
hal ini adalah proyek-proyek mutuh pelayanan yang prima.
pemerintah. Sedangkan pengerjaan Pada tahun 2008, daya terpasang
konstruksi yang bersifat “direct pembangkit tenaga listrik PLN di
investment” praktis sulit dilakukan Kabupaten Belu sebesar 14 353 800
karena kendala keterbatasan modal VA dengan pemakaian 1 824 197
para pengusaha dan kapasitas daya Kwh
beli masyarakat. Pada tahun 2008 Secara umum jumlah
jumlah perusahaan konstruksi pelanggang listrik di Kabupaten
sebanyak 519 unit dengan Belu sampai pada tahun 2008
perincian klasifikasi perusahaan sebanyak 12 411 unit atau
sebagai berikut: klasifikasi M meningkat 11,47% dari tahun yang
sebesar 27 unit (5,20%) dan K lalu. Dari jumlah pelanggan
sebesar 492 unit (94,80%). Dilihat tersebut sebesar 12 154 unit (97,93
dari penyebaran tempat kedudukan %) diantaranya pelanggan rumah
perusahaan secara kewilayaan tangga; sedangkan sisanya masing-
278 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009
INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

masing pelanggan bisnis dan


perhotelan 0,23%, Badan sosial
0,24%, Kantor Pemerintahan dan
penerangan jalan 1,60% serta
pelanggan usaha industri hanya
0,04%.
Keberadaan air bersih
merupakan tuntutan yang sangat
vital karena menyangkut
kelangsungan hidup manusia
sehari-hari. Dengan semakin
bertambahnya jumlah penduduk
dari tahun ke tahun yang dibarengi
dengan kerumitan aktifitas social –
ekonominya membawa dampak
pada peningkatan jumlah dan
ragam permintaan akan air bersih.
Jumlah pelanggan air bersih
di Kabupaten Belu tahun 2008
sebanyak 3 205 pelanggan yang
terdiri dari 4 kelompok pelanggan
yakni pelanggan umum (kran
umum, tempat ibadah, terminal)
sebanyak 0,59%; pelanggan sosial
(yayasan, sekolah negeri, rumah
sakit) 1,06%; dan pelanggan rumah
tangga, niaga kecil, industri rumah
tangga serta instansi pemerintah
sebesar 98,60%.

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 279


INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Gambar 7.1. Jumlah Perusahaan/Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri di


Kabupaten Belu Tahun 1997 - 2000

2500

2000

1500

1000

500
Industri Kerajinan
0 Industri Kecil
1997 Industri besar/sedang
1998
1999
2000
Sumber : Dinas Perindag Kabupaten Belu

Gambar 7.2. Persentase Industri Pengolahan Menurut Bidang Usahanya di Kabupaten


Belu Tahun 2008

Industri
Logam, mesin Industri Hasil
dan kimia Pertanian &
23% Kehutanan
35%

Industri Aneka
42%

Sumber : Dinas Perindag Kabupaten Belu

280 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


Industri
Industries
INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Tabel / Table 7.1.1


Banyaknya Perusahaan / Usaha Sektor Industri Pengolahan
Menurut Golongan Industri dan Kecamatan
Numbers of Manufacturing / Etablishment by District
2008

Industri Industri
Kecamatan Hasil Industri Logam, Jumlah
District Pertanian & Aneka Mesin & Total
Kehutanan Kimia
(1) (2) (3) (4) (5)

01. Malaka Barat 128 160 252 540


02. Rinhat 20 70 1 91
03. Wewiku 30 20 38 88
04. Weliman 0 60 20 80
05. Malaka Tengah 202 45 41 288
06. Sasita Mean 2 24 0 26
07. Botin Leobele 0 0 0 0
08. Io Kufeu 0 0 0 0

09. Malaka Timur 46 70 21 137


10. Laen Manen 20 80 0 100
11. Raimanuk 40 0 0 40
12. Kobalima 86 100 0 186
13. Kobalima Timur 0 0 0 0
14. Tasifeto Barat 60 100 47 207
15. Nanaet Dubesi 40 93 89 222
16. Kakuluk Mesak 0 0 0 0

17. Kota Atambua 191 129 134 454


18. Atambua Selatan 0 0 0 0
19. Atambua Barat 0 0 0 0
20. Tasifeto Timur 64 0 0 64
21. Raihat 20 60 10 90
22. Lasiolat 0 60 0 60
23. Lamaknen 41 160 0 201
24. Lamaknen Selatan 4 0 0 4

Kabupaten Belu 994 1 231 653 2 878

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu


Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 283


INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Tabel / Table 7.1.2


Banyaknya Pekerja Sektor Industri Pengolahan
Menurut Golongan Industri dan Kecamatan
Numbers of Person Enganged in Manufacturing Sector by Industry Categories and District
2008

Industri Industri
Kecamatan Hasil Industri Logam, Jumlah
District Pertanian & Aneka Mesin & Total
Kehutanan Kimia
(1) (2) (3) (4) (5)

01. Malaka Barat 265 283 513 1 061


02. Rinhat 40 140 10 190
03. Wewiku 60 40 76 176
04. Weliman 0 180 40 220
05. Malaka Tengah 373 90 84 547
06. Sasita Mean 5 48 0 53
07. Botin Leobele 0 0 0 0
08. Io Kufeu 0 0 0 0

09. Malaka Timur 92 140 45 277


10. Laen Manen 40 140 0 180
11. Raimanuk 80 0 0 80
12. Kobalima 132 200 0 332
13. Kobalima Timur 0 0 0 0
14. Tasifeto Barat 120 200 94 414
15. Nanaet Dubesi 80 186 178 444
16. Kakuluk Mesak 0 0 0 0

17. Kota Atambua 607 285 339 1 231


18. Atambua Selatan 0 0 0 0
19. Atambua Barat 0 0 0 0
20. Tasifeto Timur 128 0 0 128
21. Raihat 20 120 20 160
22. Lasiolat 0 120 0 120
23. Lamaknen 110 320 0 430
24. Lamaknen Selatan 120 0 0 120

Kabupaten Belu 2 272 2 492 1 399 6 163

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu


Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

284 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Tabel / Table 7.1.3


Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Malaka Barat
Menurut Jenis Industri, dan Sub Jenis Industri
Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Barat
by Industry Kinds
2008

unit usaha tenaga kerja


Kelompok Industri non non
formal formal
formal formal
(1) (2) (3) (4) (5)
I. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN
01. Ind. Minyak goreng dari kelapa
0 120 0 240
02. Ind. Roti manis, kue kering & sejenisnya
0 8 0 25

JUMLAH I 0 128 0 265


II. INDUSTRI ANEKA
01. Ind. Pertenunan 0 115 0 190
02. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 0 16 0 32
03. Ind. Tambur likurai 0 20 0 40
04. Ind. Sapu ijuk 0 7 0 7
05. Ind. Perabotan RT (meubel) 2 0 14 0
JUMLAH II 2 158 14 269

01. Ind. Alat pertanian dari logam


0 41 0 89
02. Ind. Bengkel mobil
1 0 4 0
03. Ind. Garam yodium/garam rakyat
0 134 0 268
04. Ind. Gerabah
0 76 0 152

JUMLAH III 1 251 4 509

JUMLAH I + II + III 3 537 18 1 043


Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu
Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 285


INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Tabel / Table 7.1.4


Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Rinhat
Menurut Jenis Industri, dan Sub Jenis Industri
Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Rinhat
by Industry Kinds
2008

unit usaha tenaga kerja


Kelompok Industri non non
formal formal
formal formal
(1) (2) (3) (4) (5)
I. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN

01. Ind. Minyak goreng dari kelapa


0 0 0 0
02. Ind. Roti manis, kue kering & sejenisnya
0 20 0 40

JUMLAH I 0 20 0 40
II. INDUSTRI ANEKA
01. Ind. Pertenunan 0 60 0 120
02. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 0 10 0 20
03. Ind. Tambur likurai 0 0 0 0
JUMLAH II 0 70 0 140
III. INDUSTRI LOGAM, MESIN & KIMIA
01. Ind. Alat pertanian dari logam 0 0 0 0
02. Ind. Bengkel mobil 0 0 0 0
03. Ind. Garam yodium/garam rakyat 0 0 0 0
04. Ind. Batu merah 0 1 0 10
JUMLAH III 0 1 0 10

JUMLAH I + II + III 0 91 0 190


Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu
Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

286 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Tabel / Table 7.1.5


Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Wewiku
Menurut Jenis Industri, dan Sub Jenis Industri
Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Wewiku
by Industry Kinds
2008

unit usaha tenaga kerja


Kelompok Industri non non
formal formal
formal formal
(1) (2) (3) (4) (5)
I. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN

01. Ind. Minyak goreng dari kelapa


0 20 0 40
02. Ind. Roti manis, kue kering & sejenisnya
0 0 0 0
03. Ind. Tahu Tempe
0 10 0 20

JUMLAH I 0 30 0 60
II. INDUSTRI ANEKA
01. Ind. Pertenunan 0 20 0 40
02. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 0 0 0 0
03. Ind. Tambur likurai 0 0 0 0
JUMLAH II 0 20 0 40
III. INDUSTRI LOGAM, MESIN & KIMIA
01. Ind. Alat pertanian dari logam 0 0 0 0
02. Ind. Bengkel mobil 0 0 0 0
03. Ind. Garam yodium/garam rakyat 0 0 0 0
04. Ind. Gerabah 0 38 0 76
JUMLAH III 0 38 0 76

JUMLAH I + II + III 0 88 0 176


Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu
Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 287


INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Tabel / Table 7.1.6


Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Weliman
Menurut Jenis Industri, dan Sub Jenis Industri
Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Weliman
by Industry Kinds
2008

unit usaha tenaga kerja


Kelompok Industri non non
formal formal
formal formal
(1) (2) (3) (4) (5)
I. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN

01. Ind. Minyak goreng dari kelapa 0 0 0 0


02. Ind. Roti manis, kue kering & sejenisnya 0 0 0 0
JUMLAH I 0 0 0 0
II. INDUSTRI ANEKA
01. Ind. Pertenunan 0 60 0 180
02. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 0 0 0 0
03. Ind. Tambur likurai 0 0 0 0
JUMLAH II 0 60 0 180
III. INDUSTRI LOGAM, MESIN & KIMIA
01. Ind. Alat pertanian dari logam 0 0 0 0
02. Ind. Bengkel mobil 0 0 0 0
03. Ind. Garam yodium/garam rakyat 0 0 0 0
04. Ind. Ind. Pande Besi 0 20 0 40
JUMLAH III 0 20 0 40

JUMLAH I + II + III 0 80 0 220


Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu
Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

288 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Tabel / Table 7.1.7


Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Malaka Tengah
Menurut Jenis Industri, dan Sub Jenis Industri
Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Tengah
by Industry Kinds
2008

unit usaha tenaga kerja


Kelompok Industri non non
formal formal
formal formal
(1) (2) (3) (4) (5)
I. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN

01. Ind. Minyak goreng dari kelapa 0 107 0 205


02. Ind. Roti manis kering, dan sejenisnya 0 40 0 48
03. Ind. Gula merah 0 5 0 10
04. Ind. Macam-macam es 1 0 6 0
05. Ind. Keripik pisang/ubi 0 24 0 48
06. Ind. Perabot rumah tangga dari kayu 3 0 13 0
07. Ind. Foto copy 1 0 1 0
08. Ind. Penggilingan Padi 1 0 2 0
09. Ind. Kerupuk udang 0 20 0 40

JUMLAH I 6 196 22 351


II. INDUSTRI ANEKA

01. Ind. Pertenunan 0 40 0 80


02. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit)
0 5 0 10

JUMLAH II 0 45 0 90
III. INDUSTRI LOGAM, MESIN, & KIMIA

01. Ind. Bengkel Mobil 1 0 4 0


02. Ind. Bengkel Motor 0 40 0 80
03. Ind. Garam yodium/rakyat 0 0 0 0
04. Ind. Pande Besi 0 0 0 0

JUMLAH III 1 40 4 80

JUMLAH I + II + III 7 281 26 521


Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu
Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 289


INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Tabel / Table 7.1.8


Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Sasita Mean
Menurut Jenis Industri, dan Sub Jenis Industri
Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Sasita Mean
by Industry Kinds
2008

unit usaha tenaga kerja


Kelompok Industri non non
formal formal
formal formal
(1) (2) (3) (4) (5)
I. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN

01. Ind. Minyak goreng dari kelapa 0 0 0 0


02. Ind. Roti manis kering, dan sejenisnya 0 0 0 0
03. Ind. Gula merah 0 0 0 0
04. Ind. Macam-macam es 0 0 0 0
05. Ind. Keripik pisang/ubi 0 0 0 0
06. Ind. Perabot kelengkapan rum tangga dari kayu 0 2 0 5
07. Ind. Foto copy 0 0 0 0
08. Ind. Penggilingan Padi 0 0 0 0

JUMLAH I 0 2 0 5

II. INDUSTRI ANEKA


01. Ind. Pertenunan 0 24 0 48
02. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit)
0 0 0 0

JUMLAH II 0 24 0 48

III. INDUSTRI LOGAM, MESIN, & KIMIA


01. Ind. Bengkel motor 0 0 0 0
02. Ind. Bengkel Motor 0 0 0 0
03. Ind. Garam yodium/rakyat 0 0 0 0
JUMLAH III 0 0 0 0

JUMLAH I + II + III 0 26 0 53
Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu
Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

290 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Tabel / Table 7.1.9


Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Malaka Timur
Menurut Jenis Industri, dan Sub Jenis Industri
Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Timur
by Industry Kinds
2008

unit usaha tenaga kerja


Kelompok Industri Non non
formal formal
formal formal
(1) (2) (3) (4) (5)
I. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN
01. Ind.Pengupas&pembersih biji selain kopi 0 5 0 10
(mete)
02. Ind. Gula merah 0 10 0 20
03. Ind. Anyam-anyaman dari lontar dan 0 31 0 62
pandan
JUMLAH I 0 46 0 92

II. INDUSTRI ANEKA


01. Ind. Pertenunan 0 70 0 140

JUMLAH II 0 70 0 140

III. INDUSTRI LOGAM, MESIN, & KIMIA


01. Industri gerabah 0 20 0 40
02. Industri Marmer 0 1 0 5

JUMLAH III 0 21 0 45

JUMLAH I + II + III 0 137 0 277


Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu
Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 291


INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Tabel / Table 7.1.10


Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Laen Manen
Menurut Jenis Industri, dan Sub Jenis Industri
Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Laen Manen
by Industry Kinds
2008

unit usaha tenaga kerja


Kelompok Industri non non
formal formal
formal formal
(1) (2) (3) (4) (5)
I. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN

01. Ind. Minyak goreng dari kelapa


0 0 0 0
02. Ind. Roti manis, kue kering & sejenisnya
0 0 0 0
03. Ind. Gula Merah
0 20 0 40

JUMLAH I 0 20 0 40

II. INDUSTRI ANEKA


01. Ind. Pertenunan
0 60 0 100
02. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit)
0 0 0 0
03. Ind. Anyaman Lontar
0 20 0 40

JUMLAH II 0 80 0 140

III. INDUSTRI LOGAM, MESIN & KIMIA


01. Ind. Gerabah
0 0 0 0
02. Ind. Marmer
0 0 0 0
03. Ind. Garam Rakyat
0 0 0 0
04. Ind. Pande Besi
0 0 0 0

JUMLAH III 0 0 0 0

JUMLAH I + II + III 0 100 0 180


Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu
Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

292 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Tabel / Table 7.1.11


Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Raimanuk
Menurut Jenis Industri, dan Sub Jenis Industri
Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Raimanuk
by Industry Kinds
2008

unit usaha tenaga kerja


Kelompok Industri non non
formal formal
formal formal
(1) (2) (3) (4) (5)

I. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN


01. Ind. Minyak goreng dari kelapa 0 0 0 0
02. Ind. Roti manis, kue kering & sejenisnya 0 40 0 80
JUMLAH I 0 40 0 80

II. INDUSTRI ANEKA


01. Ind. Pertenunan 0 0 0 0
02. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 0 0 0 0
03. Ind. Anyaman dari Lontar 0 0 0 0
04. Ind. Sapu ijuk 0 0 0 0
JUMLAH II 0 0 0 0

III. INDUSTRI LOGAM, MESIN & KIMIA


01. Ind. Gerabah 0 0 0 0
02. Ind. Marmer 0 0 0 0
03. Ind. Garam yodium/garam rakyat 0 0 0 0
JUMLAH III 0 0 0 0

JUMLAH I + II + III 0 40 0 80
Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu
Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 293


INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Tabel / Table 7.1.12


Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Kobalima
Menurut Jenis Industri, dan Sub Jenis Industri
Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kobalima
by Industry Kinds
2008

Unit usaha tenaga kerja


Kelompok Industri non non
Formal formal
formal formal
(1) (2) (3) (4) (5)

I. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN

01. Ind. Minyak Goreng dari kelapa 0 20 0 40


02. Ind. Biskuit dari ubi kayu/pisang 0 40 0 40
03. Ind. Kripik pisang / ubi 0 26 0 52

JUMLAH I 0 86 0 132

II. INDUSTRI ANEKA


01. Ind. Pertenunan 0 100 0 200

JUMLAH II 0 100 0 200

JUMLAH I + II 0 186 0 332

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu


Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

294 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Tabel / Table 7.1.13


Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Tasifeto Barat
Menurut Jenis Industri, dan Sub Jenis Industri
Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District TasifetoBarat
by Industry Kinds
2008

unit usaha tenaga kerja


Kelompok Industri Non Non
formal formal
formal formal
(1) (2) (3) (4) (5)
I. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN
01. Ind.Pengupas&pembersihbiji selain kopi (mete) 0 10 0 20
02. Ind. Madu 0 10 0 20
03. Ind. Biskuit Pisang 0 20 0 40
04. Ind. Dendeng/Abon Sapi 0 20 0 40

0 60 0 120
JUMLAH I

II. INDUSTRI ANEKA


01. Ind. Pertenunan 0 60 0 120
02. Ind. Tas tali gewang 0 20 0 40
03. Ind. Penjahit 0 20 0 40
0 100 0 200
JUMLAH II

III. INDUSTRI LOGAM, MESIN, & KIMIA


01. Industri gerabah 0 24 0 48
02. Ind. Batu bata dari tanah liat 0 23 0 46
0 47 0 94
JUMLAH III

JUMLAH I + II + III 0 207 0 414

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu


Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 295


INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Tabel / Table 7.1.14


Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Kakuluk Mesak
Menurut Jenis Industri, dan Sub Jenis Industri
Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kakuluk Mesak
by Industry Kinds
2008

unit usaha tenaga kerja


Kelompok Industri non non
formal formal
formal formal
(1) (2) (3) (4) (5)

I. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN


01. Ind. Emping jagung 0 20 0 40
02. Ind. Dendeng/abon sapi 0 20 0 40
03. Ind. Gula Merah 0 0 0 0

0 40 0 80
JUMLAH I

II. INDUSTRI ANEKA


01. Ind. Pertenunan 0 50 0 100
02. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 0 3 0 6
03. Ind. Tas Tali Gewang 0 40 0 80

0 93 0 186
JUMLAH II

III. INDUSTRI LOGAM, MESIN, & KIMIA


01. Ind. Garam Yodium / Garam rakyat 0 79 0 158
02. Ind. Pande Besi 0 10 0 20
0 89 0 178
JUMLAH III

JUMLAH I + II + III 0 222 0 444

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu


Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

296 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Tabel / Table 7.1.15


Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Tasifeto Timur
Menurut Jenis Industri, dan Sub Jenis Industri
Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Tasifeto Timur
by Industry Kinds
2008

unit usaha tenaga kerja


Kelompok Industri non non
formal formal
formal formal
(1) (2) (3) (4) (5)
I. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN
01. Ind.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 0 10 0 20
02. Ind. Madu 0 10 0 20
03. Ind. Anyam-anyaman dari lontar dan pandan 0 44 0 88
04. Ind. Gula Merah 0 0 0 0

0 64 0 128
JUMLAH I

II. INDUSTRI ANEKA

01. Ind. Pertenunan 0 0 0 0


02. Ind. Sapu ijuk 0 0 0 0
03. Ind. Tas Tali Gewang 0 0 0 0
04. Ind. Tas Tali Sisil 0 0 0 0
0 0 0 0
JUMLAH II
III. INDUSTRI LOGAM, MESIN, & KIMIA
01. Ind. Alat pertanian dari logam 0 0 0 0
02. Ind. Garam yodium/garam rakyat 0 0 0 0
03. Ind. Kapur 0 0 0 0

JUMLAH III 0 0 0 0

JUMLAH I + II + III 0 64 0 128

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu


Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 297


INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Tabel / Table 7.1.16


Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Raihat
Menurut Jenis Industri, dan Sub Jenis Industri
Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Raihat
by Industry Kinds
2008

unit usaha tenaga kerja


Kelompok Industri non non
formal formal
formal formal
(1) (2) (3) (4) (5)

I. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN


01. Ind.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 0 0 0 0
02. Ind. Madu 0 0 0 0
03. Ind. Anyam-anyaman dari lontar dan pandan 0 0 0 0
04. Ind. Biskuit dari ubi kayu/pisang 0 20 0 20
0 20 0 20
JUMLAH I

II. INDUSTRI ANEKA

01. Ind. Pertenunan 0 60 0 120


02. Ind. Sapu ijuk 0 0 0 0
0 60 0 120
JUMLAH II
III. INDUSTRI LOGAM, MESIN, & KIMIA
01. Ind. Alat pertanian dari logam 0 0 0 0
02. Ind. Garam yodium/garam rakyat 0 0 0 0
03. Ind. Gerabah 0 10 0 20
0 10 0 20
JUMLAH III

JUMLAH I + II + III 0 90 0 160

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu


Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

298 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Tabel / Table 7.1.17


Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Lasiolat
Menurut Jenis Industri, dan Sub Jenis Industri
Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Lasiolat
by Industry Kinds
2008

unit usaha tenaga kerja


Kelompok Industri non non
formal formal
formal formal
(1) (2) (3) (4) (5)

I. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN


01. Ind.Minyak goring dari kelapa 0 0 0 0
02. Ind. Roti manis, kue & sejenisnya 0 0 0 0
03. Ind. Saos Tomat 0 0 0 0
0 0 0 0
JUMLAH I

II. INDUSTRI ANEKA

01. Ind. Pertenunan 0 60 0 120


02. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 0 0 0 0
0 60 0 120
JUMLAH II

III. INDUSTRI LOGAM, MESIN, & KIMIA


01. Ind. Alat pertanian dari logam 0 0 0 0
02. Ind. Garam yodium/garam rakyat 0 0 0 0
03. Ind. Kapur 0 0 0 0

JUMLAH III 0 0 0 0

JUMLAH I + II + III 0 60 0 120

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu


Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 299


INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Tabel / Table 7.1.18


Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Lamaknen
Menurut Jenis Industri, dan Sub Jenis Industri
Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Lamaknen
by Industry Kinds
2008

unit usaha tenaga kerja


Kelompok Industri non non
formal formal
formal formal
(1) (2) (3) (4) (5)

I. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN


01. Ind. Minyak goring dari kelapa 0 0 0 0
02. Ind. Roti, kue kering dan sejenisnya 0 0 0 0
03. Ind. Meubel bambu 0 20 0 40
04. Ind. Anyam-anyaman dari lontar dan pandan 0 20 0 40
05. Ind. MinyakNilam / Atsiri 0 1 0 30
06. Ind. Meubel dari kayu 0 0 0 0
0 41 0 110
JUMLAH I

II. INDUSTRI ANEKA

01. Ind. Pertenunan 0 100 0 200


02. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 0 0 0 0
03. Ind. Tas Tali Gewang 0 60 0 120

JUMLAH II 0 160 0 320

JUMLAH I + II 0 201 0 430

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu


Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

300 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Tabel / Table 7.1.19


Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Lamaknen Selatan
Menurut Jenis Industri, dan Sub Jenis Industri
Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Lamaknen
by Industry Kinds
2008

unit usaha tenaga kerja


Kelompok Industri non non
formal formal
formal formal
(1) (2) (3) (4) (5)

I. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN


01. Ind. Minyak goring dari kelapa 0 0 0 0
02. Ind. Roti, kue kering dan sejenisnya 0 0 0 0
03. Ind. Meubel bambu 0 0 0 0
04. Ind. Anyam-anyaman dari lontar dan pandan 0 0 0 0
05. Ind. MinyakNilam / Atsiri 0 4 0 120
06. Ind. Meubel dari kayu 0 0 0 0
0 4 0 120
JUMLAH I

II. INDUSTRI ANEKA

01. Ind. Pertenunan 0 0 0 0


02. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 0 0 0 0
03. Ind. Tas Tali Gewang 0 0 0 0

JUMLAH II 0 0 0 0

JUMLAH I + II 0 4 0 120

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu


Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 301


INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Tabel / Table 7.1.20


Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Kota Atambua
Menurut Jenis Industri, dan Sub Jenis Industri
Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kota Atambua
by Industry Kinds
2008

unit usaha tenaga kerja


Kelompok Industri non non
formal formal
formal formal
(1) (2) (3) (4) (5)
I. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN
01. Ind. pengolahan & pengawetan daging 5 7 13 15
02. Ind.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 0 1 0 2
03. Ind. Mie basah 1 0 2 0
04. Ind. Roti manis, kue kering & sejenisnya 8 30 37 108
05. Ind. Macam-macam es 0 2 0 4
06. Ind. Kelapa parut 0 6 0 7
07. Ind. Pengolahan kopi 1 0 2 0
08. Ind. Tempe 0 9 0 21
09. Ind. Tahu 3 5 14 14
10. Ind. Keripik pisang/ubi 1 0 2 0

11. Ind. Kerupuk kulit 1 0 4 0


12. Ind. Minuman ringan/sari buah 1 0 5 0
13. Ind. Jamu 1 0 5 0
14. Ind. Peti mati 0 7 0 16
15. Ind. Meubelair 24 33 137 99
16. Ind.Kerajinan dari kayu kecuali meubel 2 5 8 9
17. Industri kasur bantal 0 16 0 32
18. Ind. Percetakan dan penjilidan 3 1 11 2
19. Ind. Photo copy 8 0 18 0
20. Ind. Tahu Tempe 0 10 0 20
JUMLAH I 59 132 258 349

302 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Lanjutan Tabel / Continued Table 7.1.20

unit usaha tenaga kerja


Kelompok Industri non non
formal formal
formal formal
(1) (2) (3) (4) (5)

II. INDUSTRI ANEKA


01. Ind. Pertenunan 0 30 0 60
02. Ind. Perajutan (obras) 0 11 0 11
03. Ind. Pakaian jadi dan tekstil (penjahit) 3 27 12 92
04. Ind. Aneka sovenir dari tenunan 0 8 0 16
05. Ind. Pengawetan kulit 1 2 8 4
06. Ind. Reperasi sepatu 0 2 0 4
07. Ind. Reparasi radio, tape, TV dll 1 5 1 10
08. Ind. Stempel karet 0 2 0 2
09. Ind. Pemangkas rambut 0 4 0 4
10. Ind. Tambal ban 1 9 2 17
11. Ind. Salon kecantikan 0 12 0 18
12. Ind. Foto studio 3 0 3 0
13. Ind. Cuci cetak foto bewarna 2 0 8 0
14. Ind. Sablon 0 6 0 13

JUMLAH II 11 118 34 251

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 303


INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Lanjutan Tabel / Continued Table 7.1.20

unit usaha tenaga kerja


Kelompok Industri Non Non
formal formal
formal formal
(1) (2) (3) (4) (5)
III. INDUSTRI LOGAM, MESIN & KIMIA
A. INDUSTRI LOGAM
01. Ind. Permata (batu aji) 1 5 4 10
02. Ind. Pandai emas/perak 1 3 1 6
B.INDUSTRI MESIN
01. Ind. Bengkel mobil 13 8 50 24
02. Ind. Bengkel motor 7 7 24 14
03. Ind. Karoseri kendaraan roda empat atau lebih 4 1 10 3
04. Ind. Reparasi jam 0 4 0 8
05. Ind. Bengkel las 2 8 6 16
C.INDUSTRI KIMIA
01. Ind. Vulkanisir Ban 2 0 5 0
02. Ind. Pemotongan kaca 0 2 0 2
03. Ind. Barang dari semen 4 1 28 3
04. Ind. Batu bata dari tanah liat 0 60 0 120
05. Ind. Genteng dari tanah liat 0 1 0 5

JUMLAH III 34 100 128 211

JUMLAH I + II + III 104 350 420 811

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu


Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

304 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


Listrik
Electricity
INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Tabel / Table 7.2.1


Banyaknya Pelanggan, Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN
di Kabupaten Belu Menurut PLTD/Sub Ranting
Numbers of Costumers, Value of Power and Cunsumption PLN Electric
in Belu Regency by PLTD/Sub ranting
2008

Pemakaian
Jumlah Pelanggan Daya Pasang
Value of
PLTD/Sub Ranting Numbers of Value of Power
Consumption
Costumer (VA)
(KWH)
(1) (2) (3) (4)

1. Atambua 6 775 9 090 900 1 273 373


2. Atapupu 553 578 350 62 588
3. Betun 1 927 1 946 200 181 497
4. Besikama 594 476 700 50 750
5. Naitimu 1 048 899 250 106 086
6. Silawan 181 154 100 18 524
7. Lamaknen 251 194 950 17 543
8. Manleten 253 355 600 56 191
9. Kobalima 240 225 450 21 823
10. Boas 274 201 050 18 479
11. Kaputu 132 111 400 7 701
12. Biudukfoho 95 61 700 4 525
13. Haekesak 88 58 150 5 117

Jumlah / Total 12 411 14 353 800 1 824 197

Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua


Source : State Electrical Company Branch of Atambua

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 307


INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Tabel / Table 7.2.2


Perkembangan Jumlah Pelanggan dan Pemakaian Listrik PLN
Di Kabupaten Belu menurut PLTD / Sub Ranting
2006-2008

PLTD/Sub Pelanggan Pemakaian (KWH)


Ranting 2006 2007 2008 2006 2007 2008
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

01. Atambua 5 861 6 217 6 775 1 416 545 1 236 933 1 273 373
02. Atapupu 438 476 553 49 923 59 370 62 588
03. Betun 1 563 1 642 1 927 158 489 166 223 181 497
04. Besikama 485 493 594 34 967 44 496 50 750
05. Naitimu 899 966 1 048 92 042 73 666 106 086
06. Silawan 116 141 181 4 638 10 974 18 524
07. Lamaknen 214 215 251 15 892 15 213 17 543
08. Manleten 222 232 253 60 802 99 757 56 191
09. Kobalima 188 200 240 16 996 6 880 21 823
10. Boas 257 264 274 14 501 16 048 18 479
11. Kaputu 105 108 132 6 039 7 146 7 701
12. Biudukfoho 91 95 95 4 245 3 543 4 525
13. Haekesak 83 85 88 4 520 5 017 5 117

Jumlah / Total 10 522 11 134 12 411 1 879 599 1 745 266 1 824 197

Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua


Source : State Electrical Company Branch of Atambua

308 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Tabel / Table 7.2.3


Banyaknya Pelanggan, Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN di Kabupaten Belu
Menurut Klasifikasi Tarif
Numbers of Costumers, Value of Power and Cunsumption PLN Electricin Belu Regency
by Clasification
2008

Pemakaian
Jumlah Pelanggan Daya Pasang
Klaisifikasi Tarif Value of
Numbers of Value of Power
Classification Consumption
Costumer (VA)
(KWH)
(1) (2) (3) (4)

S 30 160 350 14 903

R 12 154 12 880 400 1 525 403

B 28 236 900 45 639

I - - -

P 199 1 076 150 238 252

Jumlah 12 411 14 353 800 1 824 197

Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua


Source : State Electrical Company Branch of Atambua

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 309


Air Minum
Water Supply
INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Tabel / Table 7.3.1


Volume dan Nilai Air Minum Air Bersih / Minum yang disalurkan
Menurut Jenis Pelanggan
Numbers of Costumers Water Supply by Costumer Type
2008

Jumlah Volume Nilai


Kategori Pelanggan
Pelanggan (m3) (Rp)

(1) (2) (3) (4)

I. KELOMPOK PELANGGAN I 16 1 589 4 225 700

1. Hidran Umum/Kran Umum 10 1 448 4 014 800


2. Kamar Mandi/WC Umum - - -
3. Terminal Air - - -
4. Tempat Ibadah 6 141 210 900

II. KELOMPOK PELANGGAN II 29 971 2 762 500

1. RSS - - -
2. Panti Asuhan - - -
3. Yayasan Sosial 10 362 803 200
4. Sekolah Negeri 15 377 1 027 100
5. RS Pemerintah 4 232 932 200
6. Ins. Pem/ABRI Tngkt Kec & Kel - - -

III. KELOMPOK PELANGGAN III 3 160 62 776 158 412 700

1. Rumah (selain RSS & Mewah) 2 926 57 456 134 604 900
2. Niaga Kecil 117 2 386 9 825 000
3. Industri RT 65 1 356 9 510 000
4. Ins. Pem/ABRI Tngkt Kabupaten 52 1 578 4 472 800

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 313


INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Lanjutan / Continued Table 7.3.1

Jumlah Volume Nilai


Kategori Pelanggan
Pelanggan (m3) (Rp)

(1) (2) (3) (4)

IV. KELOMPOK PELANGGAN IV

1. Rumah Mewah - - -
2. Niaga Besar - - -
3. Ins. Pem/ABRI Tngkt Propinsi - - -
4. Kedubes/Konsulat Asing - - -

V. KELOMPOK PELANGGAN KHUSUS - - -

VI. SUSUT (HILANG DLM PENGELUARAN) - - -

TOTAL 3 205 65 336 165 400 900

Sumber : Badan Pengelola Air Minum Kabupaten Belu


Source : State Water Board of Belu Regency

314 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


Konstruksi &
Pertambangan
Construction &
Mining
INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Tabel / Table 7.4.1


Banyaknya Perusahaan Jasa Konstruksi menurut Kecamatan dan
Kualifikasinya di Kabupaten Belu
2008

Kualifikasi Perusahaan
Kecamatan Jumlah
Menengah (M) Kecil (K)
(1) (2) (3) (7)

01. Malaka Barat - 8 8


02. Rinhat - - -
03. Wewiku - 2 2
04. Weliman - 2 2
05. Malaka Tengah - 15 15
06. Sasita Mean - - -
07. Io Kufeu - - -
08. Botin Leobele - - -

09. Malaka Timur - 9 9


10. Laen Manen - 3 3
11. Raimanuk - 1 1
12. Kobalima - 1 1
13. Kobalima Timur - - -
14. Tasifeto Barat - 12 12
15. Kakuluk Mesak - 4 4
16. Nanaet Dubesi - - -

17. Kota Atambua 12 231 243


18. Atambua Barat 9 118 127
19. Atambua Selatan 6 85 91
20. Tasifeto Timur - - -
21. Raihat - 1 1
22. Lasiolat - - -
23. Lamaknen - - -
24. Lamaknen Selatan - - -

Kabupaten Belu 27 492 519

Sumber : Bagian Pembangunan Pemda Belu

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 317


INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Tabel / Table 7.4.2


Banyaknya Perusahaan Jasa Konstruksi menurut Bentuk Badan Hukum dan
Kecamatan Di Kabupaten Belu
2008

Perusahaan Jumlah
Kecamatan PT CV
Daerah
(1) (2) (3) (4) (5)

01. Malaka Barat - 8 - 8


02. Rinhat - - - -
03. Wewiku - 2 - 2
04. Weliman - 2 - 2
05. Malaka Tengah - 15 - 15
06. Sasita Mean - - - -
07. Io Kufeu - - - -
08. Botin Leobele - - - -

09. Malaka Timur - 9 - 9


10. Laen Manen - 3 - 3
11. Raimanuk - 1 - 1
12. Kobalima - 1 - 1
13. Kobalima Timur - - - -
14. Tasifeto Barat - 12 - 12
15. Kakuluk Mesak - 4 - 4
16. Nanaet Dubesi - - - -

17. Kota Atambua 12 230 1 243


18. Atambua Barat 9 118 - 127
19. Atambua Selatan 6 85 - 91
20. Tasifeto Timur - - - -
21. Raihat - 1 - 1
22. Lasiolat - - - -
23. Lamaknen - - - -
24. Lamaknen Selatan - - - -

Kabupaten Belu 27 491 1 519

Sumber : Bagian Pembangunan Pemda Belu

318 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Tabel / Table 7.4.3


Penggunaan Bahan Galian Golongan C menurut Jenis dan Kecamatan
Di Kabupaten Belu
2008

Jenis Bahan Galian (M³)


Kecamatan Pasir Pasir Pasir
Batu Kali Sirtu
Pasang Beton Urug
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

01. Malaka Barat 95 513,03 48 757,71 14,61 133,86 81 652,15


02. Rinhat 368,37 232,84 - 238,15 1 189,25
03. Wewiku 1 004,92 586,79 29,08 242,68 5 815,32
04. Weliman 607,77 346,04 49,94 1 217,26 178,09
05. Malaka Tengah 3 502,56 2 175,67 2,85 152,65 4 168,81
06. Sasita Mean 1 727,30 821,98 7,60 70,23 6 881,38
07. Botin Leobele 5,51 6,69 2,34 4,74 -
08. Io Kufeu - - - - -

09. Malaka Timur 1 065,71 640,84 - 92,60 772,53


10. Laen Manen 1 182,31 631,64 8,06 73,37 2 334,78
11. Raimanuk 3 513,22 1 760,43 11,55 62,19 2 943,50
12. Kobalima 3 833,83 518,52 9,39 31,83 5 588,70
13. Kobalima Timur 135,48 137,94 - 45,82 95,76
14. Tasifeto Barat 12 212,53 4 562,24 76,11 1 290,97 19 691,06
15. Kakuluk Mesak 1 123,18 803,66 19,17 110,50 3 477,65
16. Nanaet Dubesi 277,02 209,90 - 38,32 95,76

17. Kota Atambua 14 888,69 3 439,48 88,64 883,19 12 519,52


18. Atambua Selatan 2 651,05 1 484,34 14,98 151,91 2 288,64
19. Atambua Barat 1 417,66 671,82 11,04 5,13 657,24
20. Tasifeto Timur 18 297,53 3 825,35 1 335,79 1 218,79 24 272,95
21. Raihat 7 305,45 2 044,91 32,80 140,34 8 197,46
22. Lasiolat 643,58 412,27 13,88 126,80 2 531,27
23. Lamaknen 5 463,27 1 934,50 87,57 353,81 13 813,15
24. Lamaknen Selatan 1,84 2,23 0,77 0,66 -

Kabupaten Belu 176 741,81 76 007,80 1 816,17 6 685,79 199 164,98

Sumber : Dinas Pertambangan

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 319


INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Lanjutan Tabel / Table 7.4.3

Jenis Bahan Galian (M³)


Kecamatan Batu Pecah Batu Pecah Batu Pecah Batu Pecah
Tanah Urug
Uk.1/2 Uk.2/3 Uk.3/5 Uk.5/7
(1) (7) (8) (9) (10) (11)

01. Malaka Barat 45,31 584,86 3 214,47 - 172 361,72


02. Rinhat - 54,17 - - -
03. Wewiku 68,98 738,78 8,39 - -
04. Weliman 92,80 230,09 - - -
05. Malaka Tengah 89,62 1 055,85 193,00 - -
06. Sasita Mean 198,31 1 915,50 95,61 - -
07. Botin Leobele - 3,55 - - -
08. Io Kufeu - - - - -

09. Malaka Timur - 161,02 - - -


10. Laen Manen 66,65 100,57 900,18 - 62,23
11. Raimanuk - 114,94 451,71 - -
12. Kobalima 43,84 211,96 399,43 - 5 167,25
13. Kobalima Timur - 14,93 - - -
14. Tasifeto Barat 7 120,48 11 611,33 789,17 - 19 085,52
15. Kakuluk Mesak 261,30 465,74 9,35 - 356,98
16. Nanaet Dubesi - 15,03 - - -

17. Kota Atambua 1 834,58 3 231,28 - - 3 091,45


18. Atambua Selatan 111,77 480,12 - - 820,77
19. Atambua Barat 161,50 316,55 - - -
20. Tasifeto Timur 1 897,20 6 812,19 475,57 1 620,00 5 299,68
21. Raihat 698,60 2 390,82 968,83 - 3 047,94
22. Lasiolat - 58,67 7,42 - -
23. Lamaknen 1 214,95 2 403,89 3,88 - 4 060,60
24. Lamaknen Selatan - 1,16 - - -

Kabupaten Belu 13 905,89 32 973,00 7 517,01 1 620,00 213 354,14

Sumber : Dinas Pertambangan

320 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Lanjutan Tabel / Table 7.4.3

Jenis Bahan Galian (M³)


Kecamatan Agregat Agregat
Tanah Liat Kerikil
Kelas A Kelas B
(1) (12) (13) (14) (15)

01. Malaka Barat 5,27 3680,27 - 691,20


02. Rinhat 22,61 0,90 - -
03. Wewiku 56,94 10,42 - -
04. Weliman 10,82 4,64 - -
05. Malaka Tengah 15,40 4,21 - 1 382,40
06. Sasita Mean 10,81 2,32 - 2 442,27
07. Botin Leobele 1,34 - - -
08. Io Kufeu - - - -

09. Malaka Timur 2,80 - - -


10. Laen Manen 27,71 4,65 - 1 728,00
11. Raimanuk 957,14 4,66 - 864,00
12. Kobalima 4,19 1,70 - 777,60
13. Kobalima Timur 3,20 - - -
14. Tasifeto Barat 80,31 39,34 - 1 523,52
15. Kakuluk Mesak 18,40 13,47 - -
16. Nanaet Dubesi 3,19 - - -

17. Kota Atambua 70,25 9,24 - 45,50


18. Atambua Selatan 31,30 5,40 - 455,76
19. Atambua Barat 10,13 24,43 - 10,80
20. Tasifeto Timur 31,42 324,04 - 1 900,80
21. Raihat 31,44 37,14 - 2 524,80
22. Lasiolat 25,26 5,46 - -
23. Lamaknen 32,71 12,63 - 748,80
24. Lamaknen Selatan 0,45 - - -

Kabupaten Belu 1 453,10 4 184,92 - 15 095,45

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 321


INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Tabel / Table 7.4.4


Realisasi Penerimaan Pajak Pengambilan Pemanfaatan
Bahan Galian Golongan C menurut Kecamatan di Kabupaten Belu
2008

Persentase
Kecamatan Target (Rupiah) Realisasi (Rupiah)
(%)
(1) (2) (3) (4)
01. Malaka Barat - 1 282 396 449 -
02. Rinhat - 7 592 000 -
03. Wewiku - 31 979 000 -
04. Weliman - 10 809 500 -
05. Malaka Tengah - 74 475 500 -
06. Sasita Mean - 59 976 500 -
07. Botin Leobele - 110 500 -
08. Io Kufeu - - -

09. Malaka Timur - 11 951 500 -


10. Laen Manen - 33 065 500 -
11. Raimanuk - 44 482 500 -
12. Kobalima - 53 104 000 -
13. Kobalima Timur - 1 832 500 -
14. Tasifeto Barat - 334 021 500 -
15. Kakuluk Mesak - 25 803 500 -
16. Nanaet Dubesi - 2 842 500 -

17. Kota Atambua - 200 176 000 -


18. Atambua Selatan - 31 410 500 -
19. Atambua Barat - 15 909 650 -
20. Tasifeto Timur - 326 576 000 -
21. Raihat - 118 943 500 -
22. Lasiolat - 14 367 000 -
23. Lamaknen - 111 158 500 -
24. Lamaknen Selatan - 34 000 -

Kabupaten Belu 3 068 075 300 2 793 017 599 91,03

Sumber : Dinas Pertambangan

322 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY

Tabel / Table 7.4.5


Realisasi Penerimaan Pajak Air Bawah Tanah menurut Kecamatan
Di Kabupaten Belu
Actual Receipts Retribution Under Soil Water by District in Belu Regency
2008

Realisasi Persentase
Kecamatan Sasaran
Realitation Percentage
District Target (Rupiah)
(Rupiah) (%)
(1) (2) (3) (4)
01. Malaka Barat - - -
02. Rinhat - - -
03. Wewiku - - -
04. Weliman - - -
05. Malaka Tengah - - -
06. Sasita Mean - - -
07. Botin Leobele - - -
08. Io Kufeu - - -

09. Malaka Timur 3 110 400 3 110 400 100,00


10. Laen Manen - - -
11. Raimanuk - - -
12. Kobalima - - -
13. Kobalima Timur - - -
14. Tasifeto Barat 3 110 400 3 110 400 100,00
15. Kakuluk Mesak - - -
16. Nanaet Dubesi - - -

17. Kota Atambua 16 075 560 10 484 500 65,22


18. Atambua Selatan - - -
19. Atambua Barat - - -
20. Tasifeto Timur - - -
21. Raihat - - -
22. Lasiolat 12 967 060 2 642 400 20,38
23. Lamaknen - - -
24. Lamaknen Selatan - - -

Kabupaten Belu 35 263 420 19 347 700 54,87

Sumber : Dinas Pertambangan

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 323


BAB / CHAPTER
8
Perdagangan
& Perhotelan
Trade & Hotels
PERDAGANGAN & HOTEL / TRADE & HOTELS

PERDAGANGAN & PERHOTELAN

PERDAGANGAN sisanya kecamatan Malaka Tengah


10,48%, Tasifeto Barat 5,09%,
Sektor perdagangan merupakan Malaka Barat 3,31%, Kakuluk
sektor yang sangat strategis dalam Mesak 2,90%, Malaka Timur
mata rantai aktivitas ekonomi 2,29%, Raihat 1,83%, Tasifeto
karena berperan sebagai mediator Timur 1,73% dan kecamatan
antara rumah-tangga konsumen dan lainnya sebesar 5,43%.
rumahtangga produsen. Sebagai Pada tabel 8.14 dapat
jaringan distribusi yang melayani dilihat volume pengadaan beberapa
kebutuhan masyarakat baik untuk komoditi strategis terutama yang
barang konsumtif maupun produktif berasal dari luar wilayah Belu
maka segala kebijakan di sektor dimana pada umumnya mencakup
perdagangan selalu diarahkan untuk barang-barang hasil pertanian dan
menjamin penyebaran serta industri pengolahan seperti beras,
ketersediaan berbagai barang jagung, gula pasir, minyak goreng,
kebutuhan tersebut secara lebih dan minyak tanah. Pengadaan
merata dengan harga yang dapat bahan makanan biasanya
dijangkau daya beli masyarakat. memuncak pada bulan-bulan yang
Pada tahun 2008 jumlah berkaitan dengan hari raya seperti
perusahaan di sektor perdagangan hari raya Lebaran, Natal maupun
yang telah mengantongi surat izin Tahun Baru. Sedangkan untuk
usaha perdagangan sebanyak 1 966 pengadaan barang-barang non
unit dengan klasifikasi jenis usaha makanan jumlahnya relatif sama
perdagangan besar 36 unit (1,83%), setiap bulan kecuali bahan
perdagangan menengah 578 unit bangunan yang biasanya
(29,40%), perdagangan kecil/eceran membengkak pada bulan-bulan
1 269 unit (64,55%) serta rumah akhir tahun karena berkaitan
makan sebanyak 69 unit (3,51%). dengan pengerjaan proyek
Dari penyebaran secara geografis konstruksi/ pemerintah yang segera
memperlihatkan bahwa 66,94% diselesaikan pada akhir tahun
dari jumlah usaha perdagangan anggaran.
yang ada tersebar di wilayah
Kecamatan Kota Atambua (Kota
Atambua, Atambua Barat dan
Atambua Selatan), sedangkan

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 327


PERDAGANGAN & HOTEL / TRADE & HOTELS

PERHOTELAN usaha dan tamu-tamu asing.


Sedangkan tamu non niaga atau
Banyaknya akomodasi tamu keluarga yang menggunakan
perhotelan sampai akhir tahun 2008 jasa akomodasi masih relatif kecil
sebanyak 15 buah dengan total karena berkaitan dengan
kapasitas tempat tidur yang tersedia keterbatasan kemampuan ekonomi
470 buah yang tersebar dalam 253 masyarakat.
buah kamar tidur. Rata-rata tarif per hari-orang
Jumlah tamu yang yakni tarif minimum Rp 35,000,-
menginap selama tahun 2008 dan tarif maksimum Rp 600,000,-.
sebanyak 19 985 orang dengan Sedangkan secara parsial antar hotel
perincian 18 497 orang (92,55%) tarif terendah di hotel Merdeka,
adalah tamu domestik dan sisanya 1 Wisata, dan Minang yakni Rp
488 orang (7,45%) merupakan tamu 35,000. sedangkan yang tertinggi
asing. Dibandingkan dengan untuk kelas VIP di hotel Nusantara
keadaan tahun yang lalu jumlah II, Permata, Timor dan King Star
tamu mengalami peningkatan masing-masing Rp 232,000,-, Rp
sebesar 49,49%. Kendatipun 375,000,-, Rp 385,000,-, dan Rp
meningkat, namun dengan jumlah 600,000,-.
tamu yang relatif kecil diduga ada
kaitannya dengan perubahan pola
kunjungan dimana pada tahun-
tahun sebelumnya sebagian besar
tamu adalah aparat pemerintah
tingkat propinsi maupun pusat yang
melakukan tugas-tugas kedinasan di
wilayah Kabupaten Belu. Namun
semenjak diberlakukannya
pelaksanaan otonomi daerah,
frekuensi kunjungan dalam rangka
konsultasi dan pengawasan di
daerah telah banyak berkurang.
Justru yang terjadi sebaliknya
adalah meningkatnya frekuensi
kunjungan dari Kabupaten ke
tingkat propinsi dan pusat untuk
kepentingan konsultasi. Untuk tamu
dari kalangan swasta masih
bertumpu pada kalangan dunia

328 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Gambar 8.1. Banyaknya Tamu yang Menginap pada Hotel di Kabupaten Belu Menurut
Kewarganegaraannya Tahun 1999 – 2008

14000

12000

10000

8000

6000

4000

2000

0
1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008

WNI WNA

Sumber : BPS Kabupaten Belu

Gambar 8.2. Tingkat Hunian Kamar Hotel di Kabupaten Belu Tahun 1999 – 2008

2008 10.33

2007 9.32

2006 7.93

2005 9.39

2004 11.27

2003 7.23

2002 6.66

2001 8.22

2000 10.61

1999 13.70

Sumber : BPS Kabupaten Belu

329
Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009
Perdagangan
Trade
PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel / Table 8.1.1


Banyaknya Perusahaan/Usaha Sektor Perdagangan Menurut Jenis Usaha dan Kecamatan
Numbers of Etablishment by Trade Scale and District
2008

Perda- Perda-
Perdagang Rumah Hotel
gangan Swalayan gangan
Kecamatan Menengah Makan Losmen Jumlah
Besar Super Kecil
District Large
Medium
Market Small
Resto Hotel Total
Scale -rant
Scale Scale
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
01. Malaka Barat 0 27 0 38 0 0 65
02. Rinhat 0 2 0 4 0 0 6
03. Wewiku 0 1 0 7 0 0 8
04. Weliman 0 0 0 4 0 0 4
05. Malaka Tengah 0 49 0 143 11 3 206
06. Sasita Mean 0 1 0 16 0 0 17
07. Io Kufeu 0 * 0 * * 0 *
08. Botin Leobele 0 * 0 * * 0 *

09. Malaka Timur 0 15 0 30 0 0 45


10. Laen Manen 0 0 0 9 0 0 9
11. Raimanuk 0 1 0 4 0 0 5
12. Kobalima 0 3 0 23 0 0 26
13. Kobalima Timur 0 * 0 * 0 0 *
14. Tasifeto Barat 0 19 0 78 3 0 100
15. Kakuluk Mesak 0 15 0 41 1 0 57
16. Nanaet Dubesi 0 * 0 * 0 0 *

17. Kota Atambua 36 431 0 785 52 12 1 316


18. Atambua Barat * * * * * * *
19. Atambua Selatan * * * * * * *
20. Tasifeto Timur 0 9 0 23 2 0 34
21. Raihat 0 0 0 36 0 0 36
22. Lasiolat 0 0 0 1 0 0 1
23. Lamaknen 0 5 0 26 0 0 31
24. Lamaknen Selatan 0 * 0 * 0 0 *

Kabupaten Belu 36 578 0 1 269 69 15 1 966

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu


Source : Industry and Trade Service of Belu Regency
Keterangan: *) Data masih tergabung dengan kecamatan induk

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 333


PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel / Table 8.1.2


Banyaknya Perusahaan/Usaha dan Tenaga Kerja
Menurut Kategori Lapangan Usaha di Kabupaten Belu
2006

Kategori Lapangan Usaha Perusahaan/Usaha Tenaga Kerja

(1) (2) (3)


01. Pertambangan dan Penggalian 438 837
02. Industri Pengolahan 6 881 12 651
03. Listrik, Gas dan Air 35 95
04. Konstruksi 713 2 467
05. Perdagangan Besar dan Eceran 14 630 24 334
06. Akomodasi dan Makan Minum 318 714
07. Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi 3 342 4 219
08. Perantara Keuangan 144 900
09. Real Estate, Usaha Persewaan 2 025 3 884
10. Jasa Pendidikan 410 6 188
11. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 252 778
12. Jasa Kemasyarakatan, Sosbud, Hiburan 792 1 621
Dan Perorangan lainnya
13. Jasa Yang Melayani RT 22 23

Jumlah 30 002 58 711

Sumber : Sensus Ekonomi 2006, BPS


Source : Economic Census 2006, BPS

334 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel / Table 8.1.3


Banyaknya Perusahaan/Usaha dan Tenaga Kerja
Menurut Skala Usaha di Kabupaten Belu
2006

Skala Usaha Perusahaan/Usaha Tenaga Kerja

(1) (2) (3)


01. Mikro 28 461 51 174
02. Kecil 1 452 6 583
03. Menengah 67 686
04. Besar 16 244
05. Tidak dapat diklasifikasikan 6 24

Jumlah 30 002 58 711

Sumber : Sensus Ekonomi 2006, BPS


Source : Economic Census 2006, BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 335


PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel /
Volume Antar Pulau ke Luar Untuk
2 0
Volume
Jenis Komoditas Satuan
Januari Pebruari Maret April Mei

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


01. Kacang hijau ton - - - - -
02. Bawang putih ton - - - - -
03. K o p r a ton - - - - -
04. Ketumbar ton - - - - -
05. Kemiri kupas ton - - - - -
06. Sapi potong Ekor 400 152 - 804 528
07. Sapi bibit Ekor - 30 80 390 101
08. Kerbau potong Ekor - - - - -
09. Kambing ton - - 225 - 50
10. Asam biji ton - 1 564 4 170 - 2 600
11. Kacang tanah ton - - - - 1 693
12. Biji mente ton 1 000 - - - -
13. Kopi biji ton - - - - -
14. Asam Biji ton - - - - -
15. Kemiri Kulit ton - - - - -
16. Jagung Biji ton - - - - -
17. K a y u ton - - - - -
18. Kunyit ton - - - - -
19. Biji Kapok ton - - - - -
20. Kedele ton - - - - -
21. Drum Kosong ton - - - - -
22. Kayu jati olahan ton/m³ - - - - -
23. Kulit sapi kering ton - - - 35 65
24. Kulit sapi basah ton - - - 25 30
25. Accu bekas ton - 500 - - -
26. Aluminium ton - 1 000 - - -
27. Besi Tua Ton - 10 000 - - 200
28. botol kosong Ton - 1 500 - - -
29. Lainnya Ton - - - - -

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu


Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

336 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Table 8.1.4
Beberapa Komoditas di Kabupaten Belu
0 8
Volume
Jumlah
Juni Juli Agst Sep Okt Nop Des
(8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15)
- - - - - - - 0
- - - - - - - 0
- - - - - - - 0
- - - - - - - 0
- - - - - - - 0
1 271 1 596 2 284 72 100 200 400 7 807
10 - - 37 69 98 1 000 1 815
- - - - - - - 0
- - - - - 40 50 365
1 600 6 360 7 360 70 678 349 150 24 901
- - - 2 900 3 800 5 000 4 900 18 293
- - - - - - - 1 000
- - - - - - - 0
- - - - - - - 0
- - - - - - - 0
- - - - - - - 0
- - - - - - - 0
- - - - - - - 0
- - - - - - - 0
- - - - - - - 0
- - - - - - - 0
- - - - - - - 0
220 - - 2 000 3 000 4 000 5 000 14 320
52 - - 1 000 3 700 630 7 800 13 237
- - - - - - - 500
- - - - - - - 1 000
- - - 11 500 - 13 600 15 200 50 500
- - - - - - - 1 500
- - - - - - - 0

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 337


PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel /
Pengadaan Barang Strategis di Kabupaten Belu
2 0

Volume
Jenis Komoditas Satuan
Jan Peb Mar Apr Mei
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
01. Beras ton 2 364 2 364 1 567 505 1 529
02. Gula pasir ton - - - - -
03. S e m e n ton 9 000 3 500 1 600 3 400 3 545
04. Besi beton ton - - 1 100 - -
05. M o b i l Unit - - - - -
06. Sepeda motor Unit - - - - -
07. Tekstil M2 - - - - -
08. Sabun cuci ton - - - - -
09. Sarung tenunan M2 - - - - -
10. Minyak goreng ton 270 - - 151 -
11. Benang tenunan ton - - - - -
12. A s p a l ton - - - - -
13. Seng atap Lembar - - - - -
14. Barang campuran - 250 - - - -
15. Tepung terigu ton 530 - 388 451 30
16. Mesin jahit Unit - - - - -
17. Televisi Unit - - - - -
18. Radio tape Unit - - - - -
19. Tape recorder Unit - - - - -
20. Jagung ton - - - - -
21. Solar Kl 1 300 4 026 - - -
22. Tripleks Lbr 1 000 2 000 - - -
23. Susu Ton - - - - -

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu


Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

338 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Table 8.1.5
Menurut Jenis Barang dan Bulan
0 8

Volume
Jumlah
Juni Juli Ags Sep Okt Nop Des
(8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15)
1 164 471 420 570 900 136 1 170 13 160
75 - - - - - - 75
5 640 1 400 - 13 500 2 750 135 - 44 470
29 - - 150 695 276 495 2 745
- - - - - - - 0
- - - - - - - 0
- - - - - - - 0
- - - - - - - 0
- - - - - - - 0
- - - - - - - 421
- - - - - - - 0
- - - 750 - - - 750
- - - - - - - 0
- - - 1 000 1 270 1 000 3 000 6 520
50 150 280 290 78 96 4 000 6 343
- - - - - - - 0
- - - - - - - 0
- - - - - - - 0
- - - - - - - 0
- - - - - - - 0
1 866 - - 7 800 478 - - 15 470
- - - 1 000 1 000 - 798 5 798
- - - 470 160 300 500 1 430

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 339


PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel / Table 8.1.6


Banyaknya Komoditi Beras yang Disalurkan menurut Kelompok Penggunaan dan
Bulan Penyaluran di Kabupaten Belu
2008
(Kg)
PNS/POLRI/ Pedagang/
Bulan RASKIN Jumlah
TNI Usaha Lainnya
(1) (2) (3) (4) (5)
01. Januari 569 658 542 240 - 1 111 898
02. Pebruari 733 557 813 360 - 1 546 917
03. Maret 561 577 813 360 - 1 374 937
04. April 600 965 813 360 - 1 414 325
05. Mei 547 958 813 360 - 1 361 318
06. Juni 547 599 813 360 - 1 360 959
07. Juli 882 258 813 360 - 1 695 618
08. Agustus 743 343 813 360 - 1 556 703
09. September 622 050 813 360 - 1 435 410
10. Oktober 562 476 813 360 - 1 375 836
11. Nopember 658 929 813 360 - 1 472 289
12. Desember 671 836 813 360 - 1 485 196

Tahun 2008 7 702 206 9 489 200 - 17 191 406

Sumber : Perum Dolog

340 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009


Perhotelan
Hotels
PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel / Table 8.2.1


Banyaknya Akomodosi Hotel/Losmen, Jumlah Kamar, dan Tempat Tidur
Menurut Kecamatan
Numbers of Hotel/Lodgings, Rooms, and Beds by District
2007 - 2008

2007 2008
Hotel, Hotel,
Kecamatan Tempat Tempat
Losmen Kamar Losmen Kamar
District Tidur Tidur
Hotel, Rooms Hotel, Rooms
Beds Beds
Lodgings Lodgings
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

01. Malaka Barat 0 0 0 0 0 0


02. Rinhat 0 0 0 0 0 0
03. Wewiku 0 0 0 0 0 0
04. Weliman 0 0 0 0 0 0
05. Malaka Tengah 3 35 59 3 35 59
06. Sasita Mean 0 0 0 0 0 0
07. Io Kufeu 0 0 0 0 0 0
08. Botin Leobele 0 0 0 0 0 0

09. Malaka Timur 0 0 0 0 0 0


10. Laen Manen 0 0 0 0 0 0
11. Raimanuk 0 0 0 0 0 0
12. Kobalima 0 0 0 0 0 0
13. Kobalima Timur 0 0 0 0 0 0
14. Tasifeto Barat 0 0 0 0 0 0
15. Kakuluk Mesak 0 0 0 0 0 0
16. Nanaet Dubesi 0 0 0 0 0 0

17. Kota Atambua 13 223 426 7 84 189


18. Atambua Barat 0 0 0 4 94 162
19. Atambua Selatan 0 0 0 1 40 60
20. Tasifeto Timur 0 0 0 0 0 0
21. Raihat 0 0 0 0 0 0
22. Lasiolat 0 0 0 0 0 0
23. Lamaknen 0 0 0 0 0 0
24. Lamaknen Selatan 0 0 0 0 0 0

Kabupaten Belu 16 258 485 15 253 470

Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu


Source : BPS – Statistics of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2009 343


PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel / Table 8.2.2


Banyaknya Tamu Menurut Kewarganegaraan dan Rata-Rata Tingkat Penghunian Kamar
Numbers of Guest by Citizen and Average Occupancy Rate of Hotel
2008

Banyaknya Tamu Rata-Rata


Nuimbers of Guest Tingkat
Penghunian
Kecamatan Jumlah
Kamar
District WNA WNI Total
Average
Foreigner Indonesian
Occupancy
Rate
(1) (2) (3) (4) (5)
01. Malaka Barat 0 0 0 0
02. Rinhat 0 0 0 0
03. Wewiku 0 0 0 0
04. Weliman 0 0 0 0
05. Malaka Tengah 0 985 985 3,98
06. Sasita Mean 0 0 0 0
07. Io Kufeu 0 0 0 0
08. Botin Leobele 0 0 0 0

09. Malaka Timur 0 0 0 0


10. Laen Manen 0 0 0 0
11. Raimanuk 0 0 0 0
12. Kobalima 0 0 0 0
13. Kobalima Timur 0 0 0 0
14. Tasifeto Barat 0 0 0 0
15. Kakuluk Mesak 0 0 0 0
16. Nanaet Dubesi 0