Anda di halaman 1dari 12

LK.

3 Persilangan Monohibrid dan Dihibrid


Hajar Dewantoro21 November 20160

Setelah mengkaji Persilangan Monohibrid dan Dihibrid materi tentang konsep pewarisan sifat
anda dapat mempelajari kegiatan eksperimen dan non eksperimen yang dalam modul ini
disajikan petunjuknya dalam lembar kegiatan. Untuk kegiatan ekaperimen, anda dapat
mencobanya mulai dari persiapan alat bahan, melakukan percobaan dan membuat laporannya.
Sebaiknya anda mencatat hal-hal penting untuk keberhasilan percobaan, ini sangat berguna bagi
anda sebagai catatan untuk mengimplementasikan di sekolah.

Pendahuluan
Beberapa kali eksprimen penyilangan kacang polong (Pisum sativum) secara galur murni,
Gregor Mendel selalu memperoleh hasil yang bervariasi dengan angka-angka perbandingan
fenotip tertentu. Dari hasil eksperimen tersebut Mendel menyusun hipotesis yang antara lain
menyatakan bahwa tiap sifat organisme dikendalikan oleh sepasang faktor keturunan (gen), satu
berasal dari induk jantan, satu lagi berasal dari induk betina.

Melalui kegiatan mempelajari persilangan monohibrid dan dihibrid ini Anda diharapkan dapat
mengembangkan ketrampilan, mengamati, menginterpretasikan, dan menyimpulkan hasil
pengamatan.

Tujuan
Setelah melakukan kegiatan eksperimen Persilangan Monohibrid dan Dihibrid, Anda diharapkan
dapat :

1. Menentukan angka-angka perbandingan fenotip pada monohibrid dan dihibrid;


2. Membuat diagram persilangan pada monohibrid dan dihibrid; dan
3. Menyimpulkan hasil persilangan monohibrid dan dihibrid.

Alat dan bahan


1. Kancing genetika (model gen) warna merah , 100 butir.
2. Kancing genetika (model gen) warna putih , 100 butir.
3. Kancing genetika (model gen) warna hitam , 100 butir.
4. Kancing genetika (model gen) warna kuning , 100 butir.
5. Wadah 2 buah
6. Balok genetika

Cara kerja Persilangan Monohibrid dan Dihibrid


A. Monohibrid

1. Sediakan model gen warna merah dan putih masing-masing 100 butir. Model gen warna
merah diberi kode M, dan model gen warna putih diberi kode m. Selanjutnya model gen
warna merah (M) dipasang-pasangkan dengan model gen warna putih (m), sehingga
diperoleh model individu bergenotip Mm sebanyak 100 buah.
2. Tandai wadah A sebagai induk jantan ( ) dan wadah B sebagai induk betina ( ).
3. Masukkanlah ke dalam wadah A dan B masing-masing 50 buah Mm. Kemudian setiap
genotip Mm dipisahkan lagi sehingga diperoleh model gamet M 50 butir, dan model
gamet m 50 butir. Akhirnya dalam masing-masing wadah A dan B terdapat 50 butir
gamet M dan 50 gamet m. Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut ini.
4. Kocoklah wadah A dan B itu sehingga isinya tercampur aduk dengan benar.
5. Dengan mata tertutup, ambillah secara acak serentak model gamet wadah A dan wadah B
masing-masing sebutir berulangkali semapai habis.
6. Amatilah model gamet yang terambil, kemudian catatlah kode rangkaian model gamet itu
dalam tabel hasil pengamatan.

Hasil pengamatan

No. Macam pasangan Genotip Tabulasi/Ijiran Jumlah


1. Merah – merah
2. Merah – putih
3. Putih – putih

Catatan : Jika dalam kegiatan ini diperoleh angka perbandingan yang tidak merupakan bilangan
bulat, maka bulatkan ke angka yang paling mendekati.

Pertanyaan

1. Bagaimanakah perbandingan genotip pada persilangan monohibrid dari hasil kegiatan


Anda?
2. Bagaimanakah perbandingan fenotip pada persilangan monohibrid, jika sifat merah (M)
dominan terhadap sifat putih (m) dari hasil kegiatan Anda?
3. Bagaimanakah perbandingan fenotip pada persilangan monohibrid tersebut, jika terjadi
peristiwa intemedier?
4. Buatlah diagram persilangan pada monohibrid tersebut, jika individu-individu itu
bergenotip MM dan mm mulai F1 hingga F2 ( gen M dominan terhadap gen m).
Bagaimana perbandingan fenotip F1 dan F2-nya?
5. Apa yang dapat disimpulkan dari persilangan monohibrid tersebut di atas? Jelaskan!

B. PERSILANGAN DIHIBRID

Pakai kancing genetika


1. Masukkan ke dalam wadah A dan B, masing-masing 50 butir model gen warna merah. 50
butir model gen warna putih, 50 butir model gen warna hitam, dan 50 butir model gen
warna kuning. Model gen warna merah (M) untuk sifat bungan warna merah. Model gen
warna putih (m) untuk sifat bunga warna putih. Model gen warna hitam (B) untuk sifat
nuah besar. Model gen warna kuning (b) untuk sifat buah kecil.
2. Tandai wadah A sebagai induk jantan, dan wadah B sebagai induk betina.
3. Dalam masing-masing wadah A dan B, gabung-gabungkanlah model gen M dan B,
sehingga menjadi model gamet MB sebanyak 25 buah, gen M dan b, sehingga menjadi
gamet Mb sebanyak 25 buah, gen m dan B, sehingga menjadi mB sebanyak 25 buah, dan
akhirnya gen m dan b, sehingga menjadi gamet mb sebanyak 25 buah. Untuk lebih
jelasnya, lihat gambar berikut ini.

4. Kocoklah wadah A dan B itu hingga isinya tercampur aduk benar.


5. Dengan mata tertutup, ambillah secara serentak model gamet dari wadah A dan wadah B
masing-masing sebuah berulangkali sampai habis.
6. Isilah tabel di bawah ini sebagai hasil kegiatan.

MACAM
No GENOTIP FENOTIP TABULASI JUMLAH
PASANGAN
Merah-merah,
1
Hitam-hitam
Merah-merah,
2
Hitam kuning
Merah-merah,
3
Kuning-kuning
Merah-putih,
4
Hitam-hitam
Merah-putih,
5
Hitam-kuning
Merah-putih,
6
Kuning-kuning
Putih-putih,
7
Hitam-hitam
Putih-putih.
8
Hitam-kuning
Putih-putih,
9
Kuning-kuning

Pakai Balok Genetika

1. Lemparkan kedua balok genetika secara bersamaan dan perhatikan permukaan yang
menghadap ke atas ketika kedua balok itu jatuh di meja.
2. Bila permukaan balok yang satu memperlihatkan merah penuh dan biru penuh berarti
MB, dan bila permukaan balok yang satu lagi memperlihatkan merah tidak penuh dan
biru tidak penuh berarti mb. Hasil persilangan berarti MmBb. Isikan hasil persilangan ini
ke tabel hasil kegiatan.
3. Lakukan pelemparan balok sampai ± 100 kali, setiap kali melemparkan isikan hasil
persilangan ke dalam tabel hasil kegiatan.

Pertanyaan

1. Bagaimanakah perbandingan genotip pada persilangan dihibrid dari hasil kegiatan Anda?
2. Bagaimanakah perbandingan fenotifnya pada persilangan dihibrid, jika sifat merah (M)
dominan terhadap sifat putih (m), dan sifat besar (B) dominan terhadap sifat kecil (b) dari
hasil kegiatan Anda?
3. Buatlah diagram persilangan pada dihibrid tersebut jika individu-individu itu bergenotip
MMBB dan mmbb mulai F1 hingga F2 (gen M dominan terhadap gen m, gen B dominant
terhadap gen b. Bagaimanakah perbandingan fenotif F1 dan f2-nya?
4. Apa yang dapat disimpulkan dari persilangan dihibrid tersebut di atas? Jelaskan!

Laporan Praktikum Genetika Persilangan


Monohibrid dan Dihibrid
March 3, 2016 Listiana Uncategorized

GENETIKA

(PERSILANGAN MONOHIBRID DAN DIHIBRID)


Tujuan :

1. Mengetahui hasil persilangan monohibrid


2. Mengetahui hasil persilangan dihibrid

Dasar teori :

Genetika adalah cabang biologi tentang sifat-sifat yang menurun (hereditas) dan variasinya.Unit-
unit hereditas yang dipindahkan dari satu generasi berikutnya disebut gen. Gen-gen itu berada
didalam sesuatu molekul panjang yang disebut DNA ( WD Stansfield,1992:3).

Persilangan monohibrida adalah persilangan sederhana yang hanya memperhatikan satu sifat
atau tanda beda sedangkan Persilangan dihibrida merupakan perkawinan dua individu dengan
dua sifat atau tanda beda.(http://shaylife.blogspot.com/2011/03/persilangan-monohibrida-
dihibrida.html)

Genotip adalah sifat yang tidak tampak dari luar. Setiap sifat dikendalikan oleh sepasang gen.
Oleh karena itu genotip disimbolkan dengan sepasang huruf.(http://matakristal.com/genotip-dan-
fenotip/)sedangkan Fenotip dapat dikatakan sebagai setiap karakteristik atau ciri yang dapat
diukur atau sifat yang nyata yang dipunyai oleh organisme ( WD Stansfield,1991:19).

Hukum Mendel I yaitu Pemisahan gen sealel, dalam bahasa inggris disebut segregation of allelic
genes, peristiwa pemisahan alel ini terlihat ketika pembuatan gamet individu yang memiliki
genotip heterozigot, sehingga tiap gamet mengandung salah satu alel itu. Sedangkan Hukum II
Mendel(Hukum pengelompokkan gen secara bebas atau asortasi) yaitu pada pembentukkan sel
kelamin (gamet), alel mengadakan kombinasi secara bebas sehingga sifat yang muncul dalam
keturunannya beraneka ragam. Hukum ini berlaku untuk persilangan dengan dua sifat beda
(dihibrid) atau lebih (polihibrid)(http://pengetahuan-olandsky.blogspot.com/2013/04/bunyi-
hukum-mendel-i-dan-ii.html).

Hukum mendel I pada waktu pembentukan gamet terjadi pemisahan alel secara bebas dari
diploid menjadi haploid. Hukum mendel II pada waktu pembentukan gamet masing-masing elel
yang sudah memisah dapat bergabung secara bebas atau dengan rumus 2n (banyaknya alel yang
heterozigot) ( Tim erlangga Fokus SMA,2014).
Cara Kerja

Adapun cara kerja dalam praktikum ini adalah :

A.Persilangan monohybrid dominan dan intermedian

1. Menyediakan 100 butir model gen


2. Memisahkan masing-masing 50 butir gen merah (M) dan 50 butir gen putih (m).
3. Memasukkan masing-masing 25 butir model M dan m ke dalam kantong jas lap kanan
dan kiri. Genotip Mn pada monohibrid dominan berarti fenotipnya merah sedangkan
genotip Mn pada monohibrid intermedian berarti merah muda.
4. Mengkocok masing-masing kantong sampai isinya membaur merata.
5. Dengan tanpa melihat mengambil (tanpa pengembalian) masing-masing satu model gen
dari setiap kantong lalu memasangkan.
6. Melakukan kegiatan ini secara berulang sehingga model gen dalam kantong habis
7. Memasukkan hasil pengamatan dalam table hasil pengamatan
8. Menggabungkan hasil pengamatan praktikan dengan data kelompok lainnya.

B.Persilangan dihibrid

1. Menyediakan 192 butir model gen


2. Memisahkan masing-masing 48 butir gen M (merah),48 butir gen m (putih),48 butir gen
C (bulat),dan 48 butir gen c (kisut).
3. Setiap 48 butir model gen,masing-masing membagi menjadi dua kelompok,sehingga
masing ada 24 genotip
4. Menggabungkan model gen sebayak 12 pasang dengan model gen yang berbeda.
5. Mengkocok masing-masing kantong sampai isinya berbaur merata
6. Dengan tanpa melihat,mengambil (tanpa pengembalian) masing-masing dua model gen
dari setiap kantong lalu memasangkan
7. Melakukan kegiatan ini secara berulang sehingga model gen dalam kantong habis
8. Memasukkan hasil pengamatan kedalam table hasil pengamatan dan mengggabungkan
dengan hasil pengamatan kelompok lain

Tabel Hasil Pengamatan

Tabel hasil pengamatan persilangan monohibrid dominan

Kelompok
Genotip Jumlah
1 2 3 4
MM 14 13 13 15
150
Mn 23 24 24 24
mm 13 13 13 11 50
Jumlah 200

Tabel hasil pengamatan persilangan monohibrid intermedian

Genotip Kelompok Jumlah


1 2 3 4
MM 14 10 13 15 52
Mn 23 30 24 20 97
Mm 13 10 13 15 51
Jumlah 200

Tabel hasil pengamatan persilangan dihibrid

Kelompok
Genotip Jumlah
1 2 3 4
M_C_ 28 26 28 26 108
M_cc 8 10 9 9 36
mmCC 9 10 7 7 33
Mmcc 3 2 4 6 15
Jumlah 192

Pembahasan

Dari data tabel hasil percobaan tersebut praktikan dapat melakukan perhitungan yang bertujuan
untuk memperoleh perbandingan dan penyilangan untuk mengetahui jumlah genotip dan fenotip
yang terbentuk.perbandingan dapat diperoleh dengan cara perhitungan yaitu jumlah sifat gen
yang akan dicari (n) bagi dengan jumlah keseluruhan dan dikalikan dengan banyaknya model
gen yang dicampurkan. Untuk persilangan monohidrid setiap kantong terdapat 2 sifat beda
sehingga dijumlahkan 4 dan untuk dihibrid setiap kantong terdapat 8 sifat beda sehingga
dijumlahkan 16. Jadi untuk persilangan monohybrid dapat dicari dengan rumus x = n/ jumlah
keseluruhan x 4, sedangkan Untuk persilangan monohybrid dapat dicari dengan rumus x = n/
jumlah keseluruhan x 16.

A. Untuk persilangan monohibrid dominan diperoleh:

1. Untuk MM,mn 150/200 x 4 = 3


2. Untuk mm 50/200 x 4 = 1

B. Untuk persilangan monohybrid intermedian diperoleh :

1. Untuk MM 52/200 x 4 = 1,04


2. Untuk Mm 97/200 x 4 = 1,94
3. Untuk mm 51/200 x 4 = 1,02

C. Untuk persilangan dihibrid diperoleh :

1. Untuk M_C_ 108/192 x 16 = 9


2. Untuk M_cc 36/192 x 16 = 3
3. Untuk mmC_ 33 /192 x 16 = 2,75
4. Untuk mmcc ,15/192 x 16 = 1,25
A. Hasil persilangan monohybrid dominan

Genotip induk : M >< m

Fenotip : Merah Putih

Gamet :M m

Generasi F1 : Mm >< Mm

Fenotip : Merah Merah

Genotip : M, m M, m

Generasi F2 : MM, Mm, Mm, mm

Fenotip F2 : Merah, merah, merah, putih

B. Hasil persilangan monohybrid intermedian

Genotip induk : M >< m

Fenotip : Merah Putih

Gamet :M m

Generasi F1 : Mm >< Mm

Fenotip : Merah Merah

Genotip : M, m M, m

Generasi F2 : MM, Mm, Mm, mm

Fenotip F2 :Merah, merah muda, merah muda, putih

C. Hasil persilangan dihibrid

Genotip induk : MMCC >< mmcc

Fenotip :Merah bulat Putih kisut

Gamet : MC mc
Generasi F1 : MmCc >< MmCc

Fenotip :Merah bulat Merah bulat

Gamet :MC, Mc, mC, mc,MC, Mc, mC, mc

Generasi F2 :

MMCC, MMCc, MmCC,MmCc,

MMCc, MMcc, MmCc, Mmcc, MmCc,

MmCc, mmCc, mmCc, MmCc, Mmcc,

mmCc, mmcc

Fenotip F2 : Merah bulat, merah kisut, putih bulat, putih kisut

Dari tabel hasil pengamatan persilangan monohibrid dominan,didapatkan hasil 150 pasang
dengan genotip MM,Mm dan fenotipnya merah,50 pasang dengan genotip mm dan fenotipnya
putih. Pada perhitungan didapatkan perbandingan fenotipnyayaitu 3 MM,Mn(merah) : 1
mm(putih).Dari data yang telah diperoleh diketahui bahwa perbandingan tersebut (monohybrid
dominan) sifat merah menutupi pembawa sifat putih. Dimana gen dominan akan mengalahkan
gen resesif. Hasil percobana ini sesuai dengan referensi yaitu pada teori hukum mendel I.

Selanjutnya yaitu hasil tabel pengamatan persilangan monohibrid intermediandengan jumlah dan
model gen yang sama dengan persilangan monohibrid dominan didapatkan hasil 52 pasang
model gen dengan genotip MM dan fenotipnya merah,97 pasang model gen dengan genotip Mm
dan fenotipnya merah muda,dan 51 pasang model gen dengan genotip mm dan fenotipnya putih.
Didapatkan hasil perbandingan dari pembulatan perhitungan yaitu 1MM(merah): 2 Mn(merah
muda) : 1 mm(putih). Pada persilangan monohybrid intermedian akan didapatkan perbandingan
fenotip merah : merah muda : putih yang sesuai dengan hukum mendel bahwa sifat gen merah
tidak mendominasi sifat gen putih,tetapi muncul model gen baru yang merupakan gen hasil dari
peralihan kedua gen tersebut yaitu gen merah muda. Ini menunjukkan bahwa kedua induknya
mengambil peranan yang sama dalam menentukan sifat keturunan.

Pada percobaan ketiga yaitu persilangan dihibrid,dari persilangan tersebut didapatkan hasil 144
pasang model gen dengan genotip M_C_, M_cc dan fenotipnya merah bulat,33 pasang model
gen dengan genotip mmCC dan fenotipnya putih bulat, dan 15 pasang model gen dengan
genotip mmcc dan fenotipnya putih kisut. Dengan ketentuan M domain terhadap m,dan C
dominan terhadap c maka dari hasil persilangan tersebut diperoleh hasil perbandingan 9 : 3 : 3 :
1.Pada persilangan dihibrid pada percobaan ini sesuai dengan hukum mendel II karena jika
dijumlahkan perbandingan genotif hasilnya sama dengan jumlah perbandingan secara teori yaitu
9 : 3 : 3 : 1.

Persilangan monohibrid adalah persilangan sederhana yang hanya memperhatikan satu sifat atau
tanda beda. Pada praktikum ini,praktikan menyilangkan satu sifat beda yaitu warna merah(M)
dan putih(m). Mendel melakukan persilangan monohibrid atau persilangan satu sifat beda,
dengan tujuan mengetahui pola pewarisan sifat dari tetua kepada generasi berikutnya.
Persilangan monohibrid yang menghasilkan keturunan dengan perbandingan F2, persilangan
dengan satu sifat beda akan menghasilkan perbandingan fenotip keturunan F2 3:: 1. Namun
kadang-kadang individu hasil perkawinan tidak didominasi oleh salah satu induknya. Dengan
kata lain, sifat dominasi tidak muncul secara penuh. Peristiwa ini menunjukkan adanya sifat
intermediet yaitu dengan perbandingan1 : 2 : 1.Persilangan dihibrid merupakan perkawinan dua
individu dengan dua sifat beda. Pada praktikum ini praktikan menyilangkan sifat beda antara
warna bunga dan bentuk buahnya yaitu M(merah)m(putih) >< C(bulat)c(kisut). Persilangan
dihibrid merupakan bukti berlakunya hukum Mendel II berupa pengelompokkan gen secara
bebas saat pembentukkan gamet. Persilangan dihibrid yang menghasilkan keturunan dengan
perbandingan F2, yaitu 9 : 3 : 3 : 1.

Dalam melakukan percobaan ini,praktikan berpedoman pada teori hukum mendel I dan hukum
mendel II. Hukum mendel I menyatakan adanya pemisahan bebas antara dua anggota dari sebuah
pasangan gen atau alel dalam pembentukan gamet. Sebagian dari gamet mebawa satu alel dan
sebagian lagi membawa alel yang lain. Dengan demikian satu gamet membawa hanya satu alel
dari setiap lokus lain. Hukum mendel I gen dominan akan mempengaruhi aksi dari gen resesif.
Hukum ini berlaku untuk persilangan monohybrid( satu sifat beda).Sedangkan Hukum Mendel II
(Hukum Asortasi Bebas) menyatakan bahwa bila dua individu mempunyai dua pasang atau lebih
sifat, maka diturunkannya sepasang sifat secara bebas, tidak bergantung pada pasangan sifat
yang lain. Dengan kata lain, alel dengan gen sifat yang berbeda tidak saling
mempengaruhi.Hukum ini berlaku untuk persilangan dihibrid(dua sifat beda) atau lebih.

Genotip adalah sifat yang tidak tampak dari luar. Setiap sifat dikendalikan oleh sepasang gen.
Oleh karena itu genotip disimbolkan dengan sepasang huruf-huruf (Kapital= Dominan, Huruf
kecil = resesif). Didapatkan pada hasil percobaan pada persilangan monohybrid yaitu genotip
untuk persilangan Mn >< Mn yaitu MM,Mn dan ,mm. dan pada persilangan dihibrid didapatkan
genotipnya yaitu MMCC,MmCC,MMCc,MmCc,mmCC,Mncc,mmCc,MMcc dan mmcc.
Sedangkan fenotip adalah sifat yang tampak pada suatu individu dan dapat diamati dengan panca
indra, misalnya warna bunga merah, bentuk buah,rambut keriting, tubuh besar, buah rasa manis,
dan sebagainya. Fenotip merupakan perpaduan dari genotip dan factor lingkungan. Sehingga
suatu individu dengan fenotipe sama belum tentu mempunyai genotip sama. Pada data hasil
percobaan sifat fenotip yang dapat dilihat yaitu pada persilangan monohibrid dominan yaitu
merah dan putih,pada persilangan monohybrid intermedian yaitu merah,merah muda dan
putih,sedangkan pada persilangan dihibrid sifat yang dapat dilihat yaitu tanaman yang dengan
bunga warna merah berbuah bulat, warna putih berbuah bulat,warna merah berbuah kisut dan
warna putih berbuah kisut. Sifat-sifat tersebut nampak dan dapat kita amati secara langsung.

Kesimpulan

1. Genetika adalah ilmu yang mempelajari pewarisan sifat dari induk ke keturunannya
2. Persilangan monohibrid adalah persilangan sederhana yang hanya memperhatikan satu
sifat atau tanda beda
3. Persilangan dihibrid merupakan perkawinan dua individu dengan dua sifat beda
4. Pada persilangan monohybrid dominan diperoleh perbandingan F2 3:1,monohybrid
intermedian 1:2:1 dan dihibrid 9:3:3:1.
5. Hukum mendel I menyatakan adanya pemisahan bebas antara dua anggota dari sebuah
pasangan gen atau alel dalam pembentukan gamet
6. Hukum Mendel II (Hukum Asortasi Bebas) menyatakan bahwa bila dua
individu mempunyai dua pasang atau lebih sifat, maka diturunkannya sepasang sifat
secara bebas, tidak bergantung pada pasangan sifat yang lain
7. Genotip adalah sifat yang tidak tampak dari luar dan fenotip adalah sifat yang tampak
pada suatu individu dan dapat diamati dengan panca indra