Anda di halaman 1dari 6

PERCOBAAN POLARITAS TRAFO 1 FASA

I. TUJUAN
1. Menentukan jenis terminal yang ada pada trafo yang tidak ada identitasnya ( trafo blank)

II. TEORI DASAR


Transformator bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetic, ketika tegangan
input AC pada kumparan primer masuk maka akan menimbulkan fluks magnet yang
idealnya semua bersambung dengan kumparan sekunder. Fluks ini menginduksikan GGL
dalam lilitan sekunder, jika efisiensi sempurna semua daya pada lilitan primer akan
dilimpahkan ke liltan sekunder
Pada percobaan ini ketika arus mengalir dalam arah yang sama dalam 1 terminal
primer dan sekunder yang berdekatan. Polaritas transformator dikatakan Substraktif, dan
ketika arus mengalir pada arah yang berlawanan, polaritas dikatakan aditi.
Jika pada rangkaian polaritas transformator saling mengurangi maka itu disebut
substraktif karena V3<V1, sedangkan jika pada rangkaian polaritas transformator saling
menambahkan atau menjumlahkan maka itu disebut additif karena V3>v1
Tandanya ;
 Additif = V3 > v1 ; V3 = V1 + V2
A=(+);C=(-)
B=(-);C=(+)

 Substraktif = V3 < V1 ; V3 = V1 – V2
A=(+);C=(+)
B=(-);D=(-)

Gambar 1.1 (1) contoh transformator dengan jenis polaritas Substraktif


(2) contoh gambar rangkaian transformator jenis polaritas Additif
Metode Menentukan Polaritas Transformator

1. Untuk mengetahui mana sisi HV ( High Voltage ) dan sisi LV ( Low Voltage) pada
transformator maka perlu dilakukan pengukuran nilai tahanan tembaga pada tiap sisi
transformator.

Gambar 1.2 Rangkaian percobaan pengukuran nilai tahanan tembaga kumparan.

2. Untuk mengetahui jenis polaritas transformator tersebut adalah polaritas penjumlahan


(additif) atau pengurangan (substraktif) maka perlu dilakukan pengukuran tegangan pada
sisi HV, sisi LV dan tegangan hasil penghubungan kedua kumparan transformator dengan
menghubungkan salahsatu terminal sisi HV dengan terminal sisi LV.

Gambar 1.3 Rangkaian percobaan untuk menentukan polaritas tranformator.


3. Untuk mengetahui positif dan negatif terminal sebuah trafo secara pasti maka perlu
dilakukan pembandingan polaritas dengan sebuah trafo referensi yang prosesnya serupa
dengan uji polaritas transformator, akan tetapi kumparan yang dihubungkan bukansisi
HV dengan LV melainkan sisi LV dari Transformator Blank dan Transformator
Referensi.

Gambar 1.4 Rangkaian percobaan untuk menentukan terminal posistif dan negatif
transformator.
III. PROSEDUR PERCOBAAN

1. Alat dan bahan


No Nama Alat Spesifikasi Jumlah
1 Trafo referensi De lorenzo 220/ 1 buah
110V
2 Trafo Blank 220/48V 50 VA 50 1 buah
Hz
3 Kabel penghubung Secukupnya
4 Multimeter 1 buah
5 Tespen 1 buah
6 Catu Daya Ac 1 fasa 1 buah
7 MiliOhmmeter 1 buah

2. Langkah Kerja
a. Peralatan yang akan digunakan disiapkan dan diperiksa
b. Peralatan dirangkai sesuai dengan gambar rangkaian 1.2
c. Hasil pengukuran nilai tahanan tembaga kedua kumparan dicatat pada tabel 1
d. Data yang didapatkan dioalah untuk mengetahui sisi HV dan LV transformator.
e. Peralatan dirangkai sesuai dengan gambar rangkaian 1.3
f. Rangkaian diberi suplai tegangan 100 V pada sisi HV transformator.
g. Hasil pengukuran tegangan dicatat pada tabel 2
h. Data yang didapatkan diolah untuk mengetahui polaritas transformator.
i. Peralatan dirangkai sesuai dengan gambar rangkaian 1.4
j. Rangkaian diberi suplai tegangan 100 V pada sisi HV trafo referensi dan trafo
blank
k. Hasil pengukuran tegangan dicatat pada tabel 3
l. Data yang didapatkan diolah untuk mengetahui terminal positif dan negatif trafo
blank dibantu dengan data dari tabel 2.
3. Data Percobaan

Tabel 1. Hasilpengukurantahanantembagakeduakumparantransformator

Terminal A - B Terminal C -
No Tranformator Ohmmeter A-B Ohmmeter C-D
D

1 Blank 1 37,89 Ohm 2,2944 Ohm HV LV

Perlu diperhatikan bahwa semakin besar nilai tahanan semakin panjang


penghantarnya. Semakin panjang penghantarnya maka semakin banyak jumlah lilitan
yang dapat dibuat dan semakin tinggi tegangan induksi yang dihasilkan. Sehingga, ketika
suatu kumparan pada transformator memiliki nilai tahanan tembaga yang lebih besar dari
kumparan yang lain, maka kumparan tersebut adalah kumparan pada sisi HV
transformator.

Tabel 2. Hasil pengukuran tegangan untuk menentukan jenis polaritas tranformator

No Transformator V1(Volt) V2(Volt) V3(Volt) Keterangan

Jenis polaritas trafo


blank adalah
1 Blank 1 100 V 24 V 76 V pengurangan,
berdasarkan dasar teori
yaitu V3 < V1

Tabel 3. Hasil pengukuran tegangan untuk menentukan terminal positif dan negatif

Transformator Terminal Terminal Terminal Terminal


No V1(Volt) V2(Volt) V3(Volt)
A B C D

1 Blank 1 52 V 24 V 76 V 100 V 0V 24 V 0V