Anda di halaman 1dari 7

Selasa, 05 April 2016

SOAL 1
A. Jelaskan secara singkat namun tepat, sifat, peran, karakteristik dan tingkat
keyakinan yang diberikan dari berbagai perikatan asurans yang anda ketahui.
 Karakteristik :
1. Merupakan hal pokok yang semestinya.
2. Tepat dan tersedia bagi pemakai laporan yang dituju.
3. Praktisi punya akses untuk mendapatkan bukti yang cukup dan tepat untuk
mendukug opini/kesimpulan yang diberikan.
4. Keimpulan yang memberikan keyakinan memadai atau terbatas harus
dimasukkan dalam laporan tertulis.
5. Praktisi yakjin bahwa ada tujuan rasional untuk perikatan tersebut.
 Tingkat Asurans yang diberikan:
1. No Assurance, contoh:
 Laporan audit kepatuhan
 Persiapan pengembalian pajak
2. Limited Assurance:
 Review terhadap laporan interim
 Perikatan konsultan mengenai lingkup kerja antara praktisi dan
manajemen
 Laporan corporate governance
 Comfort letter: Surat auditor mengenai ada atau tidaknya hal yang
material yang mempengaruhi setelah tanggal laporan keuangan terakhir
3. Long form report with limited assurance
 Ada atau tidaknya keterbatasan dalam internal control
 Pendapat tentang kelemahan yang teridentifikasi
4. Positive Assurance
 Audit terhadap sistem informasi
 Laporan internal control sesuai audit yang berlaku

B. Jika anda adalah external auditor, bagaimana pandangan anda terkait SA 610 :
Penggunaan pekerjaan auditor independen ?
 Auditor eksternal bergantung pada auditor internal saat menggunakan model risiko
audit untuk menilai risiko pengendalian. Jika auditor internal bekerja secara efektif,
maka auditor eksternal dapat mengurangi risiko pengendalian secara signifikan dan
mengurangi pengujian substantif. Akibatnya tagihan atas pembiayaan audit eksternal
akan berkurang secara substansial bila klien menjalankan fungsi audit internalnya
dengan baik. Apabila dari hasil evaluasi auditor eksternal dapat menggunakan
pekerjaan auditor internal, selanjutnya mereka diharuskan menentukan bagian mana
pekerjaan auditor internal yang bisa digunakan.

C. Jika anda adalah eksternal auditor, jelaskan singkat apa tujuan anda
merancang dan melaksanakan prosedur audit dan kemukakan pula berbagai
tipe bukti audit yang anda ketahui, sesuai dengan SA 500, 501, dan 505.
 Prosedur audit bertujuan untuk ;
1. Memperoleh data dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai asersi-
asersi kegiatan dalam peristiwa ekonomi untuk menetapkan derajat kesesuaian
antara asersi tersebut dengan kriteria sebelumnya.
2. Memberi petunjuk dan perintah kepada tim audit mengenai apa yang harus
dilakukan dalam mencapai tujuan audit.
3. Menyatakan pendapat atas kewajaran laporan keuangan, dalam semua hal
material sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia.
4. Meningkatan pemahaman auditor mengenai bisnis klien dan tanggal transaksi.
5. Mengidentifikasi bidang yang kemungkinan mencerminkan risiko tertentu
yang bersangkutan.
SOAL 2
A. Jelaskan singkat dan tepat, faktor-faktor yang perlu anda pertimbangkan untuk
menentukan sifat, luas dan saat pelaksanaan audit.
 Dalam merancang dan melaksanakan pengujian pengendalian, auditor harus
melakukan prosedur audit lain yang dikombinasikan dengan permintaan keterangan
untuk memperoleh bukti audit mengenai efektivitas operasi pengendalian, termasuk
bagaimana pengendalian tersebut diterapkan pada waktu yang relevan, konsistensi,
dan serta dengan cara apa audit dilaksanakan.
B. Jelaskan yang dimaksud dengan prosedur analitis dan prosedur analitis
substantif.
 Prosedur analitis adalah prosedur dengan melakukan evaluasi informasi keuangan
yang dibuat dengan mempelajari hubungan yang rasional antara data keuangan yang
satu dengan data keuangan yang lain, atau antara data keuangan dan non keuangan.
Prosedur analitis substantif adalah mereka kegiatan yang dilakukan oleh auditor
selama substantif (diperlukan klarifikasi) tahap pengujian audit yang mengumpulkan
bukti-bukti mengenai validitas, kelengkapan dan / atau akurasi saldo akun dan
golongan transaksi yang mendasari.

C. Jelaskan singkat pekerjaan apa saja yang harus dilakukan pada atau menjelang
akhir tutup buku.
 Memastikan apakah penerimaan pada periode tersebut sudah dicatat pada tanggal
tutup buku.
 Review dokumen pendukung seperti ikhtisar kas harian dan bukti setor ke bank per
tanggal tutup buku.
 Mengamati apakah semua penerimaan sebelum penutupan bukutelah termasuk dalam
kas yang ada di perusahaan atau telah disetor ke bank dan dikreditkan ke rekening
piutang usaha.
 Memastikan bahwa pembukuan dan kondisi fisik sesuai, dan menghitung jika ada
selisih.
 Menutup saldo akun-akun yang ada di perusahaan.
 Membut laporan keuangan dari nilai-nilai akhir dari masing-masing akun yang sudah
ditutup.
 Merapikan pembukuan sehingga lebih ter-update.
SOAL 3 :
A. Jelaskan secara singkat dan tepat yang dimaksud dengan fraud, fraudulent
financial statement dan misappropriation of assets.
 Fraud adalah suatu tindakan curang yang dilakukan oleh seseorang/kelompok
sedemikian rupa sehingga menguntungkan diri sendiri/kelompok dan merugikan pihak
lain.
 Penyimpangan atas asset (Asset Misappropriation)
Asset misappropriation meliputi penyalahgunaan/pencurian aset atau harta perusahaan
atau pihak lain.
 Pernyataan palsu atau salah pernyataan (Fraudulent Statement)
Fraudulent statement meliputi tindakan yang dilakukan oleh pejabat atau eksekutif
suatu perusahaan atau instansi pemerintah untuk menutupi kondisi keuangan yang
sebenarnya dengan melakukan rekayasa keuangan (financial engineering) dalam
penyajian laporan keuangannya untuk memperoleh keuntungan atau mungkin dapat
dianalogikan dengan istilah window dressing.

B. Bagaimana tanggung jawab auditor terkait dengan kecurangan dalam suatu


audit atas laporan keuangan, sesuai SA 240 ?
 Tanggung jawab auditor adalah untuk memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan
keuangan secara keseluruhan bebas dari salah saji material baik itu disebabkan oleh
kesalahan maupun kecurangan.

C. Berikan contoh singkat terkait tindakan manipulasi laporan keuangan berikut :


1. Shifting Current Income to a Letter Period
 Menciptakan cadangan dan mencatatnya menjadi pendapatan di kemudian hari.
 Tidak benar menahan pendapatan sesaat sebelum akuisisi ditutup
2. Shifting Normal Operating Cash Outflows to Investing Section
 Mencatat research and development sebagai aliran investasi
 Tidak mengkapitalisasi biaya operasi normal perusahaan
 Skema bumerang, yaitu melibatkan penjualan barang ke pihak tertentu dan menyetujui
untuk membeli kembali aset yang sama. Perusahaan akan mencatat arus kas menerima
penjualan asli sebagai arus masuk operasi, dan kemudian mencatat uang tunai yang
digunakan untuk membeli kembali aset tersebut sebagai arus keluar investasi.
SOAL 4 :
A. Jelaskan singkat dan tepat, berbagai opsi yang ada dalam sampling audit sesuai
SA 530
 Jenis-jenis sampling:
1. Sampling statistik adalah penggunaan rencana sampling (sampling plan)
dengan cara sedemikian rupa sehingga hukum probabilitas digunakan untuk
membuat statement tentang suatu populasi. Terdiri atas:
 Atribut sampling : Teknik ini digunakan dalam pengujian
pengendalian. Kegunaannya adalah untuk memeperkirakan tingkat
deviasi atau penyimpangan dari pengendalian yang ditentukan dalam
populasi.
 Variable sampling. Dalam pendekatan Variabel sampling, distribusi
normal digunakan auditor untuk mengevaliasi karakteristik populasi
yang didasarkan pada hasil sampel yang diambil dari populasi.
Digunakan jika klien tidak dapat menyajikan suatu jumlah yang
dianggap wajar.
2. Sampling non-statistik adalah pengambilan sampel yang dilakukan
berdasarkan kriteria subyektif berdasarkan pengalaman auditor. sehingga
proses pemilihan sampel tidak random dan hasil penyampelan tidak dievaluasi
secara matematis. Kaitan sampling dan materialitas yaitu jika tingkat sampel
audit yang diambil sedikit maka materialitas akan meningkat, dan sebaliknya
jika tingkat sampel audit yang diambil banyak maka materialitas akan
menurun.

B. Jelaskan yang dimaksud dengan risiko sampling dan risiko non sampling ?
 Risiko sampling: Sampel tertentu mungkin mengandung salah saji moneter atau
penyimpangan dari pengendalian yang telah ditetapkan, yang secara proporsional lebih
besar atau kurang daripada yang sesungguhnya terkandung dalam saldo akun atau
kelompok transaksi secara keseluruhan. Untuk suatu desain sampel tertentu, risiko
sampling akan bervariasi secara berlawanan dengan ukuran sampelnya: semakin kecil
ukuran sampel, semakin tinggi risiko samplingya.
 Risiko non sampling: Risiko non sampling meliputi kemungkinan pemilihan prosedur
audit yang tidak semestinya untuk mencapai tujuan audit tertentu. Sebagai contoh,
pengiriman surat konfirmasi atas piutang yang tercatat tidak dapat diandalkan untuk
menemukan piutang yang tidak tercatat.

C. Jika anda diminta menggunakan MUS, maka bagimana formula menghitung :


1. Ukuran Sampel
 Ukuran Sampel = Faktor Keandalan
Kesalahan yang ditoleransi
2. Sampling Interval
 Sampling Interval = Nilai populasi
Ukuran Sampel
3. Projected Misstatement (Most Likely Error)
 Most Likely Error = Persentase kesalahan yang ditolerir x Sampling Interval
SENIN, 03 APRIL 2017

I. Jenis-jenis Sampling dan kaitan sampling dan materialitas :


1. Sampling statistik adalah penggunaan rencana sampling (sampling plan)
dengan cara sedemikian rupa sehingga hukum probabilitas digunakan untuk
membuat statement tentang suatu populasi. Terdiri atas:
 Atribut sampling: Teknik ini digunakan dalam pengujian pengendalian.
Kegunaannya adalah untuk memeperkirakan tingkat deviasi atau
penyimpangan dari pengendalian yang ditentukan dalam populasi.
 Variable sampling. Dalam pendekatan Variabel sampling, distribusi
normal digunakan auditor untuk mengevaliasi karakteristik populasi yang
didasarkan pada hasil sampel yang diambil dari populasi. Digunakan jika
klien tidak dapat menyajikan suatu jumlah yang dianggap wajar
2. Sampling non-statistik adalah pengambilan sampel yang dilakukan
berdasarkan kriteria subyektif berdasarkan pengalaman auditor. sehingga
proses pemilihan sampel tidak random dan hasil penyampelan tidak dievaluasi
secara matematis.
 Kaitan sampling dan materialitas yaitu jika tingkat sampel audit yang diambil sedikit
maka materialitas akan meningkat, dan sebaliknya jika tingkat sampel audit yang
diambil banyak maka materialitas akan menurun.

II. Jelaskan secara singkat klasifikasi tindakan kecurangan yang mungkin


dilakukan terkait dengan pelaporan keuangan menurut Howard M. Schilit
 Dalam bukunya yang berjudul Financial Shenanigans : How To Detect Accounting
Gimmicks And Fraud in Financial Reports (2010), Howard M. Schilit menjelaskan ada
7 kecurangan yang mungkin dilakukan terkait pelaporan keuangan, yaitu:
- Mencatat penghasilan terlalu segera
- Mencatat penghasilan fiktif
- Memperbesar pendapatan dengan laba sesaat
- Memindahkan beban tahun periode berjalan ke periode sebelum atau sesudah.
- Tidak mengungkapkan liabilitas secara cukup.
- Memindahkan pendapatan tahun periode berjalan ke periode sebelum atau
sesudah.
- Memindahkan beban yang akan datang (tangguhan) ke periode tahun berjalan.
III. Jelaskan kaitan antara audit interim dan audit final dalam suatu penugasan
audit atas laporan keuangan
 Audit interim biasanya dilakukan pada bagian laporan keuangan klien. Misalnya, enam
bulan atau beberapa bulan tertentu. Pekerjaan ini akan membantu auditor untuk
mengurangi pekerjaan audit pada akhir tahun. Hal ini akan membuat auditor
mendapatkan pemahaman yang lebih baik. Terkadang, auditor permintaan klien
melakukan audit interim karena mereka memerlukan laporan sementara atau mereka
berusaha mengurangi keterlibatan mereka dengan auditor pada akhir tahun. Sebagian
besar pekerjaan audit dilakukan pada ujian akhir audit, termasuk uji pengendalian
internal dan uji substantif. Pada tahap ini, auditor hanya akan fokus pada enam bulan
terakhir atau tiga bulan yang tersisa dari audit interim.

IV. Jelaskan risiko yang melekat dari pihak-pihak yang berelasi dan bagaimana
pedoman audit sesuai SA 550 untuk menemukan dan mengungkapkannya sesuai
dengan PSAK 7: “pengungkapan pihak-pihak berelasi”
1. Transaksi yang sangat rumit Pihak-pihak terkait beroperasi melalui jaringan
dan struktur yang sangat ekstensif dan rumit.
2. Hubungan dan transaksi tidak diungkap
- Hubungan istimewa ini sering disembunyikan, karena berpeluang
digunakan manajemen/pemilik untuk kolusi dan manipulasi.
- Sistem informasi entitas mungkin tidak berfungsi (atau sengaja dibuat tldak
berfungsi) untuk mengidentifikasi dan melaporkan transaksi hubungan
istimewa dan saldonya (hasil dari transaksi hubungan istimewa).
- Manajemen tidak mengetahui adanya pihak-pihak terkait dan hubungan
istimewa yang diatur pemilik.
3. Di luar jalur bisnis normal bisa jadi transaksi hubungan istimewa tidak
dilakukan dengan syarat dan kondisi yang ada di pasar bebas, misalnya nilai
transaksi ditetapkan di bawah atau di atas nilai wajar (fair values).