Anda di halaman 1dari 25

Tugas individu Dosen Pembimbing

Menulis Makalah dan Artikel Oki Rasdana

LEMBAGA SOSIAL

Yuni Dawati Naibaho


1701113491

JURUSAN SOSIOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS RIAU
2017
i

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa
karena dengan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul “Lembaga Sosial” yang mana makalah ini dibuat untuk
melengkapi syarat dalam proses perkuliahan Bahasa Indonesia di
Universitas Riau. Makalah ini ditulis dengan semaksimal mungkin dan
sesuai dengan apa yang ada di masyarakat sekarang ini.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih terdapat kekurangan


baik dari susunan kata, bahasa maupun yang lainnya. Karena itu, Penulis
menerima setiap kritik dan saran yang bersifat membangun untuk
menyempurnakan makalah ini.

Penulis berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi setiap


pembacanya, jika ada kata-kata yang kurang berkenan Penulis mohon
maaf. Lebih dan kurangnya penulis ucapkan terimakasih.

Pekanbaru, Desember 2017

Yuni Dawati Naibaho


ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................... i

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1


1.2 Rumusan Masalah .................................................................................... 2
1.3 Tujuan ...................................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN .................................................................................... 4

2.1 Pengertian Lembaga Sosial ...................................................................... 4


2.2 Proses Pertumbuhan Lembaga Sosial di Masyarakat............................... 5
2.3 Ciri-Ciri Lembaga Sosial ......................................................................... 6
2.4 Tipe-Tipe Lembaga Sosial ....................................................................... 7
BAB III PENUTUP .......................................................................................... 10

3.1 Kesimpulan ............................................................................................ 10


3.2 Saran ....................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 12
1

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Lembaga sosial (pranata sosial) atau yang sering disebut dengan lembaga
masyarakat merupakan suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat
kepada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus
dalam kehidupan masyarakat (Soekanto, 2015:169). Berdasarkan pernyataan
tersebut Soekanto menjelaskan bahwa lembaga masyarakat memiliki peran
penting dalam kehidupan bermasyarakat karena lembaga kemasyarakatan
berperan dalam pembentukan sistem tata kelakuan atau norma-norma untuk
memenuhi setiap kebutuhan masyarakat. Yang mana lembaga sosial dalam
masyarakat memiliki peran penting dan kewajiban untuk membentuk masyarakat
yang memiliki norma dan sosial yang tinggi.
Leopold dan Howard (dalam Soekanto, 2015:170) juga memberikan
pendapat mengenai lembaga kemasyarakatan. Menurut mereka lembaga
kemasyarakatan merupakan suatu jaringan atau proses-proses hubungan antar
manusia dan antar kelompok manusia yang berfungsi untuk memelihara
hubungan-hubungan tersebut serta pola-polanya, sesuai dengan kepentingan-
kepentingan manusia dan kelompoknya. Berdasarkan keterangan dari para ahli
tersebut, kita dapat mengetahui bahwa selain untuk membentuk sistem tata
kelakuan masyarakat, lembaga sosial juga dapat berfungsi untuk memelihara
hubungan antaramanusia dan antar kelompok karena itu lembaga sosial sangat
penting dibentuk dalam suatu masyarakat untuk menjaga hubungan antar manusia
dan antar kelompok dalam masyarakat tersebut. Selain itu, lembaga sosial juga
dapat membantu masyarakat sesuai dengan kepentingan-kepentingan baik itu
kepentingan individu maupun kepentingan bersama (kelompok).
Pembentukan lembaga sosial di suatu masyarakat sangatlah penting.
Menurut Sumner (dalam Soekanto, 2015:171) pentingnya lembaga masyarakat
yaitu agar ada keteraturan dan integrasi dalam masyarakat, dalam hal ini lembaga
masyarakat bertujuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok manusia.
Menurut Sumner (dalam Soekanto, 2015:171) tujuan pembentukan lembaga
sosial dalam kemasyarakatan yaitu:
1. memberikan pedoman pada anggota masyarakat, bagaimana mereka harus
bertingkah laku atau bersikap dalam menghadapi masalah-masalah dalam
masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan-kebutuhan;
2. menjaga keutuhan masyarakat;
3. memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem
pengendalian sosial (sosial control). Artinya, sistem pengawasan masyarakat
terhadap tingkah laku anggota-anggotanya.

Berdasarkan pernyataan tersebut kita dapat mengetahui bahwa lembaga sosial


memiliki peran penting dalam suatu masyarakat. Dengan adanya lembaga sosial
kita memperoleh pedoman bagaimana kita harus bertingkah laku dan bersikap
untuk menghadapi setiap masalah yang ada di dalam masyarakat. Selain itu,
dengan adanya lembaga sosial dalam masyarakat kita dapat mengadakan sistem
2

pengendalian sosial yang berguna untuk pengawasan tingkah laku setiap anggota
masyarakat.
Dengan demikian, penulis tertarik untuk membahas topik tersebut, yaitu
mengenai pentingnya pembentukan lembaga sosial dalam masyarakat. Yang mana
berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa lembaga sosial memiliki
peran penting dalam masyarakat, karena tanpa adanya lembaga sosial didalam
masyarakat maka pelaksanaan atau penerapan sistem tatanan dalam suatu
masyarakat tidak akan dapat berjalan dengan baik. Masyarakat yang memiliki
lembaga sosial untuk mengatur dengan yang tidak memiliki lembaga sosial akan
sangat berbeda. Masyarakat yang memiliki lembaga sosial tentunya akan lebih
baik dalam sistem tatanan masyarakatnya, karena setiap masyarakatnya sudah di
arahkan untuk melakukan apa yang sesuai dengan peraturan yang sudah
ditetapkan oleh lembaga sosial di mayarakat misalnya, setiap masyarakat
diarahkan untuk bersikap dan bertingkah laku sesuai dengan norma yg berlaku di
masyarakat, menjaga keutuhan masyaraka baik individu maupun kelompok, dan
masyarakat mendapatkan pedoman bagaimana sikap yang seharusnya dalam
menghadapi masalah dalam masyarakat.
Berbeda dengan masyarakat yang tidak memiliki lembaga sosial untuk
mengatur masyarakatnya. Setiap masyarakat yang tidak memiliki lembaga sosial
untuk mengatur kelangsungan masyarakat tersebut, maka dapat dipastikan bahwa
penataan masyarakatnya tidak akan dapat berlangsung dengan baik karena setiap
masyarakatnya melakukan tindakan yang sesuai dengan apa yang mereka pikirkan
dan mereka mengambil suatu keputusan hanya melalui satu pihak saja. Sesuai
dengan hal itu penerapan sikap dan norma dalam bertindak di masyarakat tersebut
belum diterapkan dengan baik karena tidak memiliki lembaga sosial untuk
mengaturnya.
Berdasarkan hal tersebut, penulis berharap agar setiap masyarakat memiliki
lembaga sosial agar penataan masyarakat dapat berlangsung dengan baik dan
supaya setiap masyarakat tidak bertindak sesuka hati dalam membuat keputusan
yang menyangkut kelangsungan hidup masyarakatnya.

1.2 Rumusan Masalah


Topik yang penulis bahas pada makalah ini perlu diberikan rumusan
masalah agar memperjelas dan memudahkan dalam pemahaman materi dan tidak
terjadi kesalah pahaman dalam menjawab permasalahannya. Berdasarkan latar
belakang masalah yang penulis berikan ada beberapa rumusan masalah sebagai
pertanyaan dalam makalah ini yang dapat membantu dalam mempermudah
pemahaman materi. Adapun rumusan masalah tersebut adalah sebagai berikut:
1. apakah yang dimaksud dengan lembaga sosial?
2. bagaimana proses pertumbuhan lembaga sosial di masyarakat?
3. bagaimana ciri-ciri dari lembaga kemasyarakatan (lembaga sosial)?
4. apa saja tipe-tipe lembaga sosial?
3

1.3 Tujuan
Tujuan dari pembahasan materi ini sesuai dari rumusan masalah yang telah
disampaikan yaitu untuk memudahkan penyelesaian terhadap masalah yang akan
dibahas. Berikut tujuan dari permasalahan makalah ini.
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan lembaga sosial.
2. Untuk mengetahui bagaimana proses pertumbuhan lembaga sosial di
masyarakat.
3. Untuk mengetahui bagaimana ciri-ciri dari lembaga kemasyarakatan
(lembaga sosial).
4. Mendeskripsikan tipe-tipe lembaga sosial.
4

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Lembaga Sosial


Menurut Horton dan Hunt (dalam juwita, 2011:1) lembaga sosial adalah
sistem norma-norma dan hubungan-hubungan penyatuan nilai dan prosedur-
prosedur tertentu untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia. Penyatuan nilai dan
norma dialakukan untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam bidang
kesejahteraan sosial yang dilakukan melalui berbagai hal yang mendasar seperti
membentuk sistem tatanan bermasyarakat, melakukan kegiatan sosial dalam
masyarakat dan melakukan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan tujuan
dalam pembentukan nilai dan norma yang baik di dalam suatu masyarakat.
Kegiatan tersebut dapat dimulai dari kepala desa yang mengajak masyarakat
untuk turut berpartisipasi dalam melakukan hal tersebut.
Pendapat lain juga disampaikan oleh Leopold dan Becker (dalam juwita
,2011:2) lembaga sosial adalah jaringan proses hubungan antar manusia dan
kelompok yang berfungsi memelihara hubungan tersebut sesuai minat dan
kepentingan individu dan kelompok. Proses pemeliharaan hubungan antar
manusia dan kelompok dilakukan dengan cara menjaga kenyamanan antara satu
dengan yang lain dalam masyarakat. Selain itu, untuk memelihara hubungan
tersebut lembaga masyarakatnya dapat membentuk suatu wadah untuk masyarakat
agar dapat mempererat hubungan dalam masyarakat tersebut misalnya,
membentuk sistem kekerabatan di dalam masyarakat dan lain sebagainya.
Hal berbeda juga disampaikan oleh Soekanto (2015:170) menurutnya
lembaga sosial (lembaga masyarakat) adalah himpunan norma-norma segala
tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok didalam kehidupan
masyarakat. Himpunan norma-norma dalam masyarakat dapat berbentuk norma
sikap dan tingkah laku didalam masyarakat serta bentuk kebutuhan pokok
didalam kehidupan bermasyarakat dapat juga bersifat pembentukan hubungan.
Berdasarkan pengertian dari beberapa ahli tentang lembaga sosial tersebut,
dapat disimpulkan bahwa seluruh defenisi tersebut memiliki kesamaan maksud
yaitu dalam pembentukan masyarakat yang memiliki nilai dan norma dalam
memenuhi kebutuhan dasar manusia.
Dengan demikian, dapat disimpilkan bahwa lembaga sosial adalah sistem
norma dan penyatuan nilai melalui jaringan proses hubungan antar manusia dan
kelompok yang sesuai dengan minat dan kepentingan individu dan kelompok
yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok didalam kehidupan masyarakat. Hal
ini dapat diterapkan didalam masyarakat agar dapat tercipta masyarakat yang
memiliki nilai dan norma serta rasa solidaritas tinggi terhadap anggota
masyarakat yg lain baik itu individu maupun kelompok.
5

2.2 Proses Pertumbuhan Lembaga Sosial di Masyarakat


Lembaga sosial ada didalam suatu masyarakat yang dibentuk dengan
tujuan agar dapat menciptakan masyarakat yang bernorma dan bernilai sosial
yang tinggi. Adapun dalam pembentukan suatu lembaga sosial memiliki
beberapa proses. Sebagaimana yang disampaikan oleh soekanto (2015:175-181)
ada beberapa proses pertumbuhan lembaga sosial di masyarakat yaitu sebagai
berikut:
1. Norma-norma masyarakat
Norma-norma masyarakat dibentuk agar dapat menciptakan hubungan
antar manusia di dalam suatu masyarakat yang sebagaimana diharapkan.
Norma-norma di dalam masyarakat dapat dibedakan berdasarkan empat
istilah yaitu, cara (usage), kebiasaan (folkways), tata kelakuan (mores), dan
adat istiadat (custom). Dari keempat istilah tersebut secara keseluruhannya
membahas tentang bagaimana cara membentuk suatu hubungan didalam
masyarakat baik dari individu maupun kelompok. Dalam pembentukan
nilai dan norma yang sesuai dengan apa apa yang telah diharapkan
sebelunya. Keempat istilah tersebut merupakan norma-norma yang ada
didalam masyarakat yang memberikan petujuk bagi perilaku seseorang
yang hidup didalam masyarakat. Namun setiap bentuknya memiliki
perbedaan dalam cara seseorang untuk melakukan
2. Sistem Pengendalian Sosial (Sosial Control)
Sistem pengendalian sosial dalam petumbuhan lembaga sosial di
masyarakat memiliki peran penting dalam pengawasan oleh masyarakat
terhadap berjalannya suatu pemerintahan yang dijalankan sesuai dengan
proses, baik yang bersifat mendidik atau mengajak masyarakat untuk
mematuhi nilai-nilai sosial yang berlaku di masyarakat. Sistem
pengendalian sosial ini dilakukan supaya tercipta kesesuaian dengan
perubahan-perubahan yang ada di masyarakat dan untuk mencapai
kedamaian melalui keserasian dan keadilan didalam masyarakat.
Proses pertumbuhan lembaga sosial tersebut berlangsung sesuai dengan
yang telah ditetapkan. Pertumbuhan lembaga sosial dimasyarakat merupakan hal
yang harus diperhatikan disetiap masyarakat agar keberlangsungan hidup
masyarakat dapat teratasi dengan baik. Pertumbuhan lembaga sosial
dimasyarakat juga dapat membantu masyarakat dalam berinteraksi satu dengan
yang lainnya untuk memenuhi kebutuhan mereka. Setiap individu di setiap
masyarakat memiliki nilai yang dapat di kembangkan menjadi sebuah cita-cita
masyarakat, sehingga dari nilai tersebut terbentuklah norma dalam masyarakat.
Berdasarkan proses tersebut dapat disimpulkan bahwa ada dua proses
pertumbuhan lembaga sosial di masyarakat, yaitu:
1. Melalui norma-norma masyarakat
2. Melalui sistem pengendalian
6

2.3 Ciri-Ciri Lembaga Sosial


Perkembangan lembaga sosial di masyarakat dapat memberikan hasil yang
baik terhadap kelangsungan hidup setiap masyarakat. Dalam membentuk suatu
lembaga sosial perlu diperhatikan hal-hal atau ciri-ciri dari lembaga masyarakat
yang akan dibentuk. Lembaga sosial didalam masyarakat memiliki ciri-ciri
sebagaimana halnya dikemukakan oleh Gillin dan Gillin (dalam Soekanto,
2015:181-183) yaitu sebagai berikut:
1. Suatu lembaga kemasyarakatan adalah suatu organisasi pola-pola
pemikiran dan pola-pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas-aktivitas
kemasyarakatan dan hasil-hasilnya.
Organisasi pola pemikiran dan perilaku masyarakat terwujud melalui
aktivitas masyarakat. Baik itu dari segi adat istiadat, tata kelakuan,
kebiasaan serta unsur-unsur kebudayaan yang yang secara langsung
maupun tidak langsung tergabung dalam unit masyarakat.
2. Suatu tingkat kekekalan tertentu merupakan ciri semua lembaga
kemasyarakatan.
Tingkat kekekalan yg merupakan ciri dari lembaga masyarakat dapat
berupa sistem kepercayaan dan tindakan. Lembaga masyarakat biasanya
bertahan dan bisa dikatakan sudah tercipta cukup lama karena pada
umumnya lembaga sosial dianggap sebagai himpunan norma-norma yang
menyangkut kebutuhan pokok masyarakat yang seharusnya dipelihara agar
tidak terjadi perubahan-perubahan yang tidak diinginkan terjadi didalam
masyarakat tersebut.
3. Lembaga kemasyarakatan mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu.
Setiap lembaga sosial/lembaga masyarakat pastinya memiliki tujuan.
Tujuan lembaga masyarakat merupakan tujuan bagi golongan
masyarakatnya. Tujuan itu dapat berupa pencapaian dalam pembuatan
tatanan hidup masyarakat, tujuan untuk menciptakan masyarakat yang
sesuai dengan nilai dan norma yang ada, serta tujuan untuk menciptakan
masyarakkat yang memiliki rasa sosial yang tinggi, misalnya lembaga
pendidikan memiliki tujuan untuk menghasilkan pelajar yang berkualitas.
4. Lembaga kemasyarakatan mempunyai alat-alat perlengkapan yang
dipergunakan untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan.
Alat-alat perlengkapan yang digunakan untuk mencapai tujuan lembaga
yang bersangkutan dapat berupa seperti bangunan, peralatan, mesin, dan
lain sebagainya yg biasanya digunakan berbeda di setiap masyarakatnya.
Alat-alat tersebut dapat digunakan untuk mencapai tujuan dari lembaga
sosial agar dapat berlangsung dengan baik dan sesuai dengan apa yang
ditetapkan.
5. Lambang-lambang biasanya juga merupakan ciri khas lembaga
kemasyarakatan. Lambang-lambang dapat juga menjadi ciri khas dari
lembaga kemasyarakatan. Lambang-lambang tersebut dapat berwujud
dalam tulisa-tulisan atau slogan-slogan. Secara simbolis dapat
menggambarkan tujuan dari lembaga tersebut, misalnya seorang ankatan
bersenjata memiliki panji-panji yang sudah ditetapkan, suatu Negara
memiliki lambang negaranya masing-masing, misalnya lambang Negara
Indonesia yaitu pancasila dan bendera merah putih.
7

6. Suatu lembaga masyarakat mempunyai tradisi tertulis ataupun yang tidak


tertulis.
Tradisi tertulis didalam masyarakat dapat berupa peraturan-peraturan di
dalam masyarakat tersebut, misalnya peraturan untuk melakukan kegiatan
bersama seperti gotong royong dan sebagainya. Tradisi tidak tertulis dapat
berupa tindakan-tindakan yang tidak tertera dalam aturan masyarakat
tersebut. Tradisi-tradisi tersebut merupakan dasar bagi suatu lembaga
masyarakat didalam setiap pekerjaannya yg bertujuan untuk memenuhi
kebutuhan pokok masyarakat, dalam hal ini lembaga masyarakat yang
menjadi bagiannya.
Sesuai dengan ciri-ciri dari lembaga masyarakatyang tertera tersebut, dapat
disimpulkan bahwa lembaga sosial memiliki enam ciri lembaga masyarakat yang
mana setiap ciri dari lembaga masyarakat tersebut memiliki penjelasan dan
bentuk yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Berdasarkan hal
tersebut terdapat 6 ciri-ciri dari lembaga sosial yang dikemukakan oleh gillin
dan gillin yaitu sebagai berikut:
a) Lembaga masyarakat adalah suatu organisasi pola pemikiran dan pola
perilaku yang terwujud melalui aktivitas masyarakat dan hasilnya.
b) Suatu tingkat kekekalan tertentu merupakan ciri semua lebaga
kemasyarakatan.
c) Lembaga masyarakat memiliki beberapa tujuan tertentu.
d) Lembaga kemasyarakatan memiliki alat-alat perlengkapan yang digunakan
untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan.
e) Lambang merupakan ciri khas dari lembaga masyarakat.
f) Lembaga masyarakat memiliki tradisi baik yang tertulis maupun yang tidak
tertulis.

2.4 Tipe-Tipe Lembaga Sosial


Tipe-tipe lembaga sosial/lembaga masyarakat dapat diklasifikasikan dari
berbagai sudut. Sebagaimana yang dikemukakan oleh gillin dan gillin (dalam
Soekanto, 2015:184-185) ada beberapa tipe lembaga sosial di masyarakat yaitu
sebagai berikut.
1. Tipe lembaga sosial menurut sudut perkembanganya
a. Crescive institutions
Crescive institutions merupakan lembaga yang paling awal, yang
pembentukannya dilakukan dengan tidak sengaja tumbuh dari adat
istiadat masyarakat. Misalnya adanya agama didalam masyarakat bukan
karena disengaja, melainkan karena hal tersebut dikehendaki oleh setiap
masyarakat setempat sehingga agama merupakan satu hal penting yang
harus dimiliki oleh setiap masyarakat, dan contoh lain misalnya adanya
perkawinan, hak milik, dan lain sebagainya.
b. Enacted institutions
Enacted institution merupakan kebalikan dari crescive institution, karena
pada bagian ini lembaganya dibentuk secara sengaja atau memang harus
dibentuk yang berguna untuk membantu dalam pelaksanaan suatu
kegiatan di masyarakat. Misalnya, lembaga-lebaga pendidikan sengaja
8

dibentuk ole pemerintah supaya dapat memberikan pendidikan yang dapat


membantu masyarakat untuk memperoleh pengetahuan yang dapat
digunakan untuk masa depannya.
2. Tipe lembaga sosial menurut sistem nilai-nilai yang diterima masyarakat
a. Basic institutions
Basic institution merupakan lembaga yang dianggap sangat penting
dalam masyarakat untuk memelihara serta menjaga tata tertib dalam
masyarakat. Misalnya keluarga merupakan lembaga yang sangat penting.
Karena dari keluargalah seseorang mulai belajar tentang segala hal, baik
itu cara bersikap dan berperilaku terhadap sesamanya atau bagaimana
cara menjaga ketertiban kita saat berada ditempat lain dan lain
sebagainya.
b. Subsidiary institutions
Subsidiary institution merupakan kebalikan dari basic karena lembaga ini
dianggap kurang penting. Misalnya kegiatan rekreasi. Kegiatan ini
dianggap kurang penting karena banyak menghabiskan waktu untuk
bersenang-senang dan dianggap tidak memiliki makna hanya untuk
memenuhi kepusan diri saja.
3. Tipe lembaga sosial dari sudut penerimaan masyarakat
a. Sosial sanctioned institutions
Sosial sanctioned merupakan lembaga-lembaga yang diterima oleh
masyarakat setempat, misalnya sekolah. Masyarakat menerima adanya
didirikan sekolah dilingkungan mereka karena mereka percaya bahwa
dengan bersekolah maka generasi mereka akan menjadi lebih baik lagi di
masa depan.
b. Unsanctioned institutions
Unsanctioned institutions merupakan kebalikan dari sanctioned, yang mana
dalam tipe ini lembaga-lembaga yang ditolak oleh masyarakat. Misalnya,
kelompok penjahat. Setiap masyarakat tidak menginginkan adanya
kelompok penjahat dilingkungan mereka karena dapat memberikan
dampak yang buruk bagi masyarakat dan mengancam keamanan dan
kenyamanan dalam masyarakat. Walaupun hal tersebut
terkadang tidak dapat di berantas oleh masyarakat tersebut.
4. Tipe lembaga sosial berdasarkan faktor penyebarannya
a. General institutions
General institutions merupakan lembaga yang lahir berdasarkan faktor
penyebaran sehingga dapat dikenal diseluruh dunia. Misalnya agama,
agama merupakan hal yang dikenal hampir seluruh masyarakat didunia
dan dipercayai. Walaupun ada beberapa daerah yang tidak meyakini
dengan adanya agama/kepercayaan.
b. Restricted institutions
Restrictred institutions merupakan lembaga yang hanya dikenal di
beberapa wilayah dan dianut oleh masyarakat tertentu didunia yang
berbatas pada masyarakat atau Negara tertentu. Misalnya agama
Kristen, katolik, islam,budha hanya dianut oleh masyarakat tertentu dan
di negara-negara tertentu.
9

5. Tipe lembaga sosial berdasarkan fungsinya


a. Operative institutions
Lembaga yang berfungsi untuk menghimpun pola-pola atau tata cara
dimasyarakat yang diperlukan untuk mencapai tujuan dari lembaga
tersebut. Misalnya, lembaga industri dan lain sebagainya.
b. Regulative institutions
Lembaga masyarakat yang berfungsi untuk mengawasi adat istiada
yang ada dimasyarakat yang mana adat istiada yg diawasi merupakan
adat istiadat yang tidak sesuai dengan lembaga tersebut. Selain itu juga
berfungsi untuk mengawasi tat kelakuan yang tidak sesuai dengan
lembaga tersebut. Contoh lembaga hukum dan lembaga ferifikasi.
Berdasarkan kelima tipe lembga sosial tersebut, dapat disimpulkan
bahwa setiap lembaga sosial memiliki pembagian dan tugas yang berbeda di
setiap masyarakatnya. Sesuai dengan tipe-tipe lembaga sosial yang ada
dimasyarakat, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa tipe lembaga
masyarakat yang dibagi berdasarkan cara/golongannya masing-masing,
yaitu:
a. tipe lembaga sosial menurut sudut perkembanganya
i. crescive institutions
ii. enacted institutions
b. tipe lembaga sosial menurut sistem nilai-nilai yang diterima masyarakat
i. Basic institutions
ii. Subsidiary institutions
c. tipe lembaga sosial dari sudut penerimaan masyarakat
i. Sosial sanctioned institutions
ii. Unsanctioned institutions
d. tipe lembaga sosial berdasarkan faktor penyebebnya
i. General institutions
ii. Restricted institutions
e. tipe lembaga sosial berdasarkan fungsinya
i. Operative institutions
ii. Regulative institutions
10

BAB III
SIMPULAN DAN SARAN

3.1 Simpulan
Penulis membahasa secara rinci dalam setiap poin pada makalah ini. hal
tersebut berdasarkan dari pendapat ahli, buku, maupun penelitian sebagai dasar
pemikiran dalam penjelasan maupun pembahasan. Penulis berharap penjelasan
dari pendapat ahli bisa meyakinkan pembaca mengenai apa yang penulis jelaskan
serta bisa dipahami dengan baik. Setelah melakukan pembahasan mengenai
lembaga sosial, penulis menyimpulkan dari temuan dan pembahasan mulai dari
definisi, proses pertumbuhan, ciri-ciri, serta tipe-tipe dari lembaga sosial. Berikut
simpulan dari makalah ini.
1. Lembaga sosial adalah sistem norma dan penyatuan nilai melalui jaringan
proses hubungan antar manusia dan kelompok yang sesuai dengan minat
dan kepentingan individu dan kelompok yang berkisar pada suatu
kebutuhan pokok didalam kehidupan masyarakat.
2. Ada dua proses dalam pertumbuhan lembaga sosial dimasyarakat, yaitu
a. Melalui norma-norma masyarakat
b. Melalui sistem pengendalalian sosial
3. Sesuai dengan ciri-ciri dari lembaga masyarakatyang tertera tersebut,
dapat disimpulkan bahwa terdapat enam ciri yang dimiliki oleh lembaga
masyarakat yang dikemukakan oleh Gillin dan Gillin yaitu sebagai berikut:
a. lembaga masyarakat adalah suatu organisasi pola pemikiran dan pola
perilaku yang terwujud melalui aktivitas masyarakat dan hasilnya.
b. suatu tingkat kekekalan tertentu merupakan ciri semua lebaga
kemasyarakatan.
c. lembaga masyarakat memiliki beberapa tujuan tertentu.
d. lembaga kemasyarakatan memiliki alat-alat perlengkapan yang digunakan
untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan.
e. lambang merupakan ciri khas dari lembaga masyarakat.
f. lembaga masyarakat memiliki tradisi baik yang tertulis maupun yang
tidak tertulis.
4. Sesuai dengan tipe-tipe lembaga sosial yang ada dimasyarakat, dapat
disimpulkan bahwa ada beberapa tipe lembaga masyarakat yang dibagi
berdasarkan cara/golongannya masing-masing.
1. Tipe lembaga sosial menurut sudut perkembanganya
a. Crescive institutions
b. Enacted institutions
2. Tipe lembaga sosial menurut sistem nilai-nilai yang diterima masyarakat
a. Basic institutions
b. Subsidiary institutions
3. Tipe lembaga sosial dari sudut penerimaan masyarakat
a. Sosial sanctioned institutions
b. Unsanctioned institutions
4. Tipe lembaga sosial berdasarkan faktor penyebebnya
11

a. General institutions
b. Restricted institutions
5. Tipe lembaga sosial berdasarkan fungsinya
a. Operative institutions
b. Regulative institutions

3.2 Saran
Berdasarkan pembahasan yang telah dijelaskan pada makalah ini, ada
beberapa rekomendasi yang dapat dijadikan masukkan bagi pembaca maupun
penulis selanjutnya. Hal ini diharapkan bisa menjadi saran yang tepat untuk
nantinya bisa dilakukan oleh pembaca. Penulis memiliki beberapa saran untuk
penulis selanjutnya agar makalah ini bisa terus berlanjut sehingga memberikan
banyak manfaat bagi masyarakat sosial. Berikut beberapa saran dari masalah
yang bisa dilakukan untuk penulis selanjutnya:
1. Cara mempelajari lembaga kemasyarakatan.
2. Pengaruh lembaga sosial terhadap kelangsungan hidup masyarakat.
3. Penerapan lembaga sosial di masa sekarang.
4. Fungsi lembaga sosial di masyarakat.
12

DAFTAR PUSTAKA
Juwanita,ika. 2011. “Lembaga Sosial”. (https://sosiologi.files.wordpress.com
diakses tanggal 15 november 2017 pukul 20.30.15 WIB)
Soekanto, Soerjono. 2015. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
LEMBAGA SOSIAL

Yuni Dawati Naibaho


Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik Universitas Riau
Yuni.dawati3491@student.unri.ac.id
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan lembaga sosial yang ada di
masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitan ini berupa metode
deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu analisis data
kualitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu mengenai lembaga sosial yang mana
lembaga sosial adalah sistem norma dan penyatuan nilai melalui jaringan proses
hubungan antar manusia dan kelompok yang sesuai dengan minat dan
kepentingan individu dan kelompok yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok
didalam kehidupan masyarakat. Hal ini dapat diterapkan didalam masyarakat
agar dapat tercipta masyarakat yang memiliki nilai dan norma serta rasa
solidaritas tinggi terhadap anggota masyarakat yg lain baik itu individu maupun
kelompok. Lembaga sosial memiliki peran penting dalam masyarakat, karena
tanpa adanya lembaga sosial didalam masyarakat maka pelaksanaan atau
penerapan sistem tatanan dalam suatu masyarakat tidak akan dapat berjalan
dengan baik. Pertumbuhan lembaga sosial dimasyarakat dapat membantu
masyarakat dalam berinteraksi satu dengan yang lainnya untuk memenuhi
kebutuhan mereka. Setiap individu di setiap masyarakat memiliki nilai yang
dapat di kembangkan menjadi sebuah cita-cita masyarakat, sehingga dari nilai
tersebut terbentuklah norma dalam masyarakat. setiap lembaga sosial memiliki
pembagian dan tugas yang berbeda di setiap masyarakatnya. Sesuai dengan tipe-
tipe lembaga sosial yang ada dimasyarakat, dapat kita ketahui bahwa ada
beberapa tipe lembaga masyarakat yang dibagi berdasarkan cara/golongannya
masing-masing, yaitu crescive institution, enacted institution, basic institution,
subsidiary institution, sosial sanctioned institution, unsanctioned institution,
general institution, restrictred institution, operative institution, dan regulative
institution. Perkembangan lembaga sosial di masyarakat dapat memberikan hasil
yang baik terhadap kelangsungan hidup setiap masyarakat. Dalam membentuk
suatu lembaga sosial perlu diperhatikan hal-hal atau ciri-ciri dari lembaga
masyarakat akan dibentuk agar dapat disesuaikan dengan perkembangan
masyarakatnya.

Keyword: Lembaga sosial


1

PENDAHULUAN
Soekanto (2015:170) menurutnya lembaga sosial (lembaga masyarakat)
adalah himpunan norma-norma segala tingkatan yang berkisar pada suatu
kebutuhan pokok didalam kehidupan masyarakat. Himpunan norma-norma
dalam masyarakat dapat berbentuk norma sikap dan tingkah laku didalam
masyarakat serta bentuk kebutuhan pokok didalam kehidupan bermasyarakat
dapat juga bersifat pembentukan hubungan. Proses pemeliharaan hubungan antar
manusia dan kelompok dilakukan dengan cara menjaga kenyamanan antara satu
dengan yang lain dalam masyarakat. Selain itu, untuk memelihara hubungan
tersebut lembaga masyarakatnya dapat membentuk suatu wadah untuk
masyarakat agar dapat mempererat hubungan dalam masyarakat tersebut
misalnya, membentuk sistem kekerabatan di dalam masyarakat dan lain
sebagainya.
Leopold dan Howard (dalam Soekanto, 2015:170) juga memberikan
pendapat mengenai lembaga kemasyarakatan. Menurut mereka lembaga
kemasyarakatan merupakan suatu jaringan atau proses-proses hubungan antar
manusia dan antar kelompok manusia yang berfungsi untuk memelihara
hubungan-hubungan tersebut serta pola-polanya, sesuai dengan kepentingan-
kepentingan manusia dan kelompoknya. Berdasarkan keterangan dari para ahli
tersebut, kita dapat mengetahui bahwa selain untuk membentuk sistem tata
kelakuan masyarakat, lembaga sosial juga dapat berfungsi untuk memelihara
hubungan antaramanusia dan antar kelompok karena itu lembaga sosial sangat
penting dibentuk dalam suatu masyarakat untuk menjaga hubungan antar manusia
dan antar kelompok dalam masyarakat tersebut. Selain itu, lembaga sosial juga
dapat membantu masyarakat sesuai dengan kepentingan-kepentingan baik itu
kepentingan individu maupun kepentingan bersama (kelompok). Pembentukan
lembaga sosial di suatu masyarakat sangatlah penting. Menurut Sumner (dalam
Soekanto, 2015:171) pentingnya lembaga masyarakat yaitu agar ada keteraturan
dan integrasi dalam masyarakat, dalam hal ini lembaga masyarakat bertujuan
untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok manusia. Menurut Sumner (dalam
Soekanto, 2015:171) tujuan pembentukan lembaga sosial dalam kemasyarakatan
yaitu:
1. memberikan pedoman pada anggota masyarakat, bagaimana mereka harus
bertingkah laku atau bersikap dalam menghadapi masalah-masalah dalam
masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan-kebutuhan;
2. menjaga keutuhan masyarakat;
3. memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem
pengendalian sosial (sosial control). Artinya, sistem pengawasan masyarakat
terhadap tingkah laku anggota-anggotanya.
Berdasarkan pernyataan tersebut kita dapat mengetahui bahwa lembaga
sosial memiliki peran penting dalam suatu masyarakat. Dengan adanya lembaga
sosial kita memperoleh pedoman bagaimana kita harus bertingkah laku dan
bersikap untuk menghadapi setiap masalah yang ada di dalam masyarakat. Selain
itu, dengan adanya lembaga sosial dalam masyarakat kita dapat mengadakan
sistem pengendalian sosial yang berguna untuk pengawasan tingkah laku setiap
anggota masyarakat. Lembaga sosial juga memiliki peran yg penting dalam
masyarakat, karena tanpa adanya lembaga sosial didalam masyarakat maka
2

pelaksanaan atau penerapan sistem tatanan dalam suatu masyarakat tidak akan
dapat berjalan dengan baik. Masyarakat yang memiliki lembaga sosial untuk
mengatur dengan yang tidak memiliki lembaga sosial akan sangat berbeda.
Masyarakat yang memiliki lembaga sosial tentunya akan lebih baik dalam
sistem tatanan masyarakatnya, karena setiap masyarakatnya sudah di arahkan
untuk melakukan apa yang sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan oleh
lembaga sosial di mayarakat misalnya, setiap masyarakat diarahkan untuk
bersikap dan bertingkah laku sesuai dengan norma yg berlaku di masyarakat,
menjaga keutuhan masyaraka baik individu maupun kelompok, dan masyarakat
mendapatkan pedoman bagaimana sikap yang seharusnya dalam menghadapi
masalah dalam masyarakat. Berbeda dengan masyarakat yang tidak memiliki
lembaga sosial untuk mengatur masyarakatnya. Setiap masyarakat yang tidak
memiliki lembaga sosial untuk mengatur kelangsungan masyarakat tersebut, maka
dapat dipastikan bahwa penataan masyarakatnya tidak akan dapat berlangsung
dengan baik karena setiap masyarakatnya melakukan tindakan yang sesuai dengan
apa yang mereka pikirkan dan mereka mengambil suatu keputusan hanya melalui
satu pihak saja. Sesuai dengan hal itu penerapan sikap dan norma dalam bertindak
di masyarakat tersebut belum diterapkan dengan baik karena tidak memiliki
lembaga sosial untuk mengaturnya.

METODOLOGI
Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode deskriptif. Penelitian
ini mendeskripsikan atau mejelaskan tentang lembaga sosial dimasyarakat.
Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tinjauan pustaka. Teknik analisis
data pada makalah ini menggunakan teknik analisis data kualitatif.

PEMBAHASAN
Pengertian Lembaga Sosial
Menurut Horton dan Hunt (dalam juwita, 2011:1) lembaga sosial adalah
sistem norma-norma dan hubungan-hubungan penyatuan nilai dan prosedur-
prosedur tertentu untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia. Penyatuan nilai dan
norma dialakukan untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam bidang
kesejahteraan sosial yang dilakukan melalui berbagai hal yang mendasar seperti
membentuk sistem tatanan bermasyarakat, melakukan kegiatan sosial dalam
masyarakat dan melakukan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan tujuan
dalam pembentukan nilai dan norma yang baik di dalam suatu masyarakat.
Kegiatan tersebut dapat dimulai dari kepala desa yang mengajak masyarakat
untuk turut berpartisipasi dalam melakukan hal tersebut.
Pendapat lain juga disampaikan oleh Leopold dan Becker (dalam juwita
,2011:2) lembaga sosial adalah jaringan proses hubungan antar manusia dan
kelompok yang berfungsi memelihara hubungan tersebut sesuai minat dan
kepentingan individu dan kelompok. Proses pemeliharaan hubungan antar
manusia dan kelompok dilakukan dengan cara menjaga kenyamanan antara satu
dengan yang lain dalam masyarakat. Selain itu, untuk memelihara hubungan
tersebut lembaga masyarakatnya dapat membentuk suatu wadah untuk masyarakat
agar dapat mempererat hubungan dalam masyarakat tersebut misalnya,
membentuk sistem kekerabatan di dalam masyarakat dan lain sebagainya.
3

Hal berbeda juga disampaikan oleh Soekanto (2015:170) menurutnya


lembaga sosial (lembaga masyarakat) adalah himpunan norma-norma segala
tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok didalam kehidupan
masyarakat. Himpunan norma-norma dalam masyarakat dapat berbentuk norma
sikap dan tingkah laku didalam masyarakat serta bentuk kebutuhan pokok
didalam kehidupan bermasyarakat dapat juga bersifat pembentukan hubungan.
Berdasarkan pengertian dari beberapa ahli tentang lembaga sosial tersebut,
dapat disimpulkan bahwa seluruh defenisi tersebut memiliki kesamaan maksud
yaitu dalam pembentukan masyarakat yang memiliki nilai dan norma dalam
memenuhi kebutuhan dasar manusia. Dengan demikian, dapat disimpilkan bahwa
lembaga sosial adalah sistem norma dan penyatuan nilai melalui jaringan proses
hubungan antar manusia dan kelompok yang sesuai dengan minat dan
kepentingan individu dan kelompok yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok
didalam kehidupan masyarakat. Hal ini dapat diterapkan didalam masyarakat
agar dapat tercipta masyarakat yang memiliki nilai dan norma serta rasa
solidaritas tinggi terhadap anggota masyarakat yg lain baik itu individu maupun
kelompok.
Proses Pertumbuhan Lembaga Sosial di Masyarakat
Lembaga sosial ada didalam suatu masyarakat yang dibentuk dengan tuuan
agar dapat menciptakan masyarakat yang bernorma dan bernilai sosial yang
tinggi. Adapun dalam pembentukan suatu lembaga sosial memiliki beberapa
proses. Sebagaimana yang disampaikan oleh soekanto (2015:175-181) ada
beberapa proses pertumbuhan lembaga sosial di masyarakat yaitu sebagai
berikut:
Norma-norma masyarakat
Norma-norma masyarakat dibentuk agar dapat menciptakan hubungan
antar manusia di dalam suatu masyarakat yang sebagaimana diharapkan.
Norma-norma di dalam masyarakat dapat dibedakan berdasarkan empat
istilah yaitu, cara (usage), kebiasaan (folkways), tata kelakuan (mores), dan
adat istiadat (custom). Dari keempat istilah tersebut secara keseluruhannya
membahas tentang bagaimana cara membentuk suatu hubungan didalam
masyarakat baik dari individu maupun kelompok. Dalam pembentukan
nilai dan norma yang sesuai dengan apa apa yang telah diharapkan
sebelunya. Keempat istilah tersebut merupakan norma-norma yang ada
didalam masyarakat yang memberikan petujuk bagi perilaku seseorang
yang hidup didalam masyarakat. Namun setiap bentuknya memiliki
perbedaan dalam cara seseorang untuk melakukan norma-norma tersebut.
Sistem Pengendalian Sosial (Sosial Control)
Sistem pengendalian sosial dalam petumbuhan lembaga sosial di
masyarakat memiliki peran penting dalam pengawasan oleh masyarakat
terhadap berjalannya suatu pemerintahan yang dijalankan sesuai dengan
proses, baik yang bersifat mendidik atau mengajak masyarakat untuk
mematuhi nilai-nilai sosial yang berlaku di masyarakat. Sistem
pengendalian sosial ini dilakukan supaya tercipta kesesuaian dengan
perubahan-perubahan yang ada di masyarakat dan untuk mencapai
kedamaian melalui keserasian dan keadilan didalam masyarakat.
4

Proses pertumbuhan lembaga sosial tersebut berlangsung sesuai dengan


yang telah ditetapkan. Pertumbuhan lembaga sosial dimasyarakat merupakan hal
yang harus diperhatikan disetiap masyarakat agar keberlangsungan hidup
masyarakat dapat teratasi dengan baik. Pertumbuhan lembaga sosial
dimasyarakat juga dapat membantu masyarakat dalam berinteraksi satu dengan
yang lainnya untuk memenuhi kebutuhan mereka. Setiap individu di setiap
masyarakat memiliki nilai yang dapat di kembangkan menjadi sebuah cita-cita
masyarakat, sehingga dari nilai tersebut terbentuklah norma dalam masyarakat.
Berdasarkan proses tersebut dapat disimpulkan bahwa ada dua proses
pertumbuhan lembaga sosial di masyarakat, yaitu melalui norma-norma
masyarakat dam melalui sistem pengendalian.
Ciri-Ciri Lembaga Sosial
Perkembangan lembaga sosial di masyarakat dapat memberikan hasil yang
baik terhadap kelangsungan hidup setiap masyarakat. Dalam membentuk suatu
lembaga sosial perlu diperhatikan hal-hal atau ciri-ciri dari lembaga masyarakat
yang akan dibentuk. Lembaga sosial didalam masyarakat memiliki ciri-ciri
sebagaimana halnya dikemukakan oleh Gillin dan Gillin (dalam Soekanto,
2015:181-183) yaitu sebagai berikut:
Suatu lembaga kemasyarakatan adalah suatu organisasi pola-pola pemikiran dan
pola-pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas-aktivitas kemasyarakatan dan
hasil-hasilnya. Organisasi pola pemikiran dan perilaku masyarakat terwujud
melalui aktivitas masyarakat. Baik itu dari segi adat istiadat, tata kelakuan,
kebiasaan serta unsur-unsur kebudayaan yang yang secara langsung maupun
tidak langsung tergabung dalam unit masyarakat.
Suatu tingkat kekekalan tertentu merupakan ciri semua lembaga kemasyarakatan.
Tingkat kekekalan yg merupakan ciri dari lembaga masyarakat dapat berupa
sistem kepercayaan dan tindakan. Lembaga masyarakat biasanya bertahan dan
bisa dikatakan sudah tercipta cukup lama karena pada umumnya lembaga sosial
dianggap sebagai himpunan norma-norma yang menyangkut kebutuhan pokok
masyarakat yang seharusnya dipelihara agar tidak terjadi perubahan-perubahan
yang tidak diinginkan terjadi didalam masyarakat tersebut.
Lembaga kemasyarakatan mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu Setiap
lembaga sosial/lembaga masyarakat pastinya memiliki tujuan. Tujuan lembaga
masyarakat merupakan tujuan bagi golongan masyarakatnya. Tujuan itu dapat
berupa pencapaian dalam pembuatan tatanan hidup masyarakat, tujuan untuk
menciptakan masyarakat yang sesuai dengan nilai dan norma yang ada, serta
tujuan untuk menciptakan masyarakkat yang memiliki rasa sosial yang tinggi,
misalnya lembaga pendidikan memiliki tujuan untuk menghasilkan pelajar yang
berkualitas.
Lembaga kemasyarakatan mempunyai alat-alat perlengkapan yang dipergunakan
untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan. Alat-alat perlengkapan yang
digunakan untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan dapat berupa
seperti bangunan, peralatan, mesin, dan lain sebagainya yg biasanya digunakan
berbeda di setiap masyarakatnya. Alat-alat tersebut dapat digunakan untuk
5

mencapai tujuan dari lembaga sosial agar dapat berlangsung dengan baik dan
sesuai dengan apa yang ditetapkan.
Lambang-lambang biasanya juga merupakan ciri khas lembaga kemasyarakatan.
Lambang-lambang dapat juga menjadi ciri khas dari lembaga kemasyarakatan.
Lambang-lambang tersebut dapat berwujud dalam tulisa-tulisan atau slogan-
slogan. Secara simbolis dapat menggambarkan tujuan dari lembaga tersebut,
misalnya seorang ankatan bersenjata memiliki panji-panji yang sudah ditetapkan,
suatu Negara memiliki lambang negaranya masing-masing, misalnya lambang
Negara Indonesia yaitu pancasila dan bendera merah putih.
Suatu lembaga masyarakat mempunyai tradisi tertulis ataupun yang tidak tertulis.
Tradisi tertulis didalam masyarakat dapat berupa peraturan-peraturan di dalam
masyarakat tersebut, misalnya peraturan untuk melakukan kegiatan bersama
seperti gotong royong dan sebagainya. Tradisi tidak tertulis dapat berupa
tindakan-tindakan yang tidak tertera dalam aturan masyarakat tersebut. Tradisi-
tradisi tersebut merupakan dasar bagi suatu lembaga masyarakat didalam setiap
pekerjaannya yg bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, dalam
hal ini lembaga masyarakat yang menjadi bagiannya.
Sesuai dengan ciri-ciri dari lembaga masyarakatyang tertera tersebut, dapat
disimpulkan bahwa lembaga sosial memiliki enam ciri lembaga masyarakat yang
mana setiap ciri dari lembaga masyarakat tersebut memiliki penjelasan dan
bentuk yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Berdasarkan hal
tersebut terdapat 6 ciri-ciri dari lembaga sosial yang dikemukakan oleh gillin
dan gillin yaitu sebagai berikut:
1. Lembaga masyarakat adalah suatu organisasi pola pemikiran dan pola
perilaku yang terwujud melalui aktivitas masyarakat dan hasilnya.
2. Suatu tingkat kekekalan tertentu merupakan ciri semua lebaga
kemasyarakatan.
3. Lembaga masyarakat memiliki beberapa tujuan tertentu.
4. Lembaga kemasyarakatan memiliki alat-alat perlengkapan yang
digunakan untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan.
5. Lambang merupakan ciri khas dari lembaga masyarakat.
6. Lembaga masyarakat memiliki tradisi baik yang tertulis maupun yang
tidak tertulis.

Tipe-Tipe Lembaga Sosial


Tipe-tipe lembaga sosial/lembaga masyarakat dapat diklasifikasikan dari
berbagai sudut. Sebagaimana yang dikemukakan oleh gillin dan gillin (dalam
Soekanto, 2015:184-185) ada beberapa tipe lembaga sosial di masyarakat yaitu
sebagai berikut:
Tipe lembaga sosial menurut sudut perkembanganya
Crescive institutions
Crescive institutions merupakan lembaga yang paling awal, yang
pembentukannya dilakukan dengan tidak sengaja tumbuh dari adat
istiadat masyarakat. Misalnya adanya agama didalam masyarakat bukan
karena disengaja, melainkan karena hal tersebut dikehendaki oleh setiap
masyarakat setempat sehingga agama merupakan satu hal penting yang
6

harus dimiliki oleh setiap masyarakat, dan contoh lain misalnya adanya
perkawinan, hak milik, dan lain sebagainya.
Enacted institutions
Enacted institution merupakan kebalikan dari crescive institution, karena
pada bagian ini lembaganya dibentuk secara sengaja atau memang harus
dibentuk yang berguna untuk membantu dalam pelaksanaan suatu
kegiatan di masyarakat. Misalnya, lembaga-lebaga pendidikan sengaja
dibentuk ole pemerintah supaya dapat memberikan pendidikan yang dapat
membantu masyarakat untuk memperoleh pengetahuan yang dapat
digunakan untuk masa depannya.
Tipe lembaga sosial menurut sistem nilai-nilai yang diterima
masyarakat
Basic institutions
Basic institution merupakan lembaga yang dianggap sangat penting
dalam masyarakat untuk memelihara serta menjaga tata tertib dalam
masyarakat. Misalnya keluarga merupakan lembaga yang sangat penting.
Karena dari keluargalah seseorang mulai belajar tentang segala hal, baik
itu cara bersikap dan berperilaku terhadap sesamanya atau bagaimana
cara menjaga ketertiban kita saat berada ditempat lain dan lain
sebagainya.
Subsidiary institutions
Subsidiary institution merupakan kebalikan dari basic karena lembaga ini
dianggap kurang penting. Misalnya kegiatan rekreasi. Kegiatan ini
dianggap kurang penting karena banyak menghabiskan waktu untuk
bersenang-senang dan dianggap tidak memiliki makna hanya untuk
memenuhi kepusan diri saja.
Tipe lembaga sosial dari sudut penerimaan masyarakatnya
Unsanctioned institutions
Unsanctioned institutions merupakan kebalikan dari sanctioned, yang
mana dalam tipe ini lembaga-lembaga yang ditolak oleh masyarakat.
Misalnya, kelompok penjahat. Setiap masyarakat tidak menginginkan
adanya kelompok penjahat dilingkungan mereka.
Sosial sanctioned institutions
Sosial sanctioned institutions merupakan lembaga-lembaga yang diterima
oleh masyarakat setempat, misalnya sekolah. Masyarakat menerima
adanya didirikan sekolah dilingkungan mereka karena mereka percaya
bahwa dengan bersekolah maka generasi karena dapat memberikan
dampak yang buruk bagi masyarakat dan mengancam keamanan dan
kenyamanan dalam masyarakat. Walaupun hal tersebut terkadang tidak
dapat di berantas oleh masyarakat tersebut.

Tipe lembaga sosial berdasarkan faktor penyebarannya


General institutions
General institutions merupakan lembaga yang lahir berdasarkan faktor
penyebaran sehingga dapat dikenal diseluruh dunia. Misalnya agama,
agama merupakan hal yang dikenal hampir seluruh masyarakat didunia
7

dan dipercayai. Walaupun ada beberapa daerah yang tidak meyakini


dengan adanya agama/kepercayaan.
Restricted institutions
Restrictred institutions merupakan lembaga yang hanya dikenal di
beberapa wilayah dan dianut oleh masyarakat tertentu didunia yang
berbatas pada masyarakat atau Negara tertentu. Misalnya agama
Kristen, katolik, islam,budha hanya dianut oleh masyarakat tertentu dan
di negara-negara tertentu.
Tipe lembaga sosial berdasarkan fungsinya
Operative institutions
Lembaga yang berfungsi untuk menghimpun pola-pola atau tata cara
dimasyarakat yang diperlukan untuk mencapai tujuan dari lembaga
tersebut. Misalnya, lembaga industri dan lain sebagainya.
Regulative institutions
Lembaga masyarakat yang berfungsi untuk mengawasi adat istiada
yang ada dimasyarakat yang mana adat istiada yg diawasi merupakan
adat istiadat yang tidak sesuai dengan lembaga tersebut. Selain itu juga
berfungsi untuk mengawasi tat kelakuan yang tidak sesuai dengan
lembaga tersebut. Contoh lembaga hukum dan lembaga ferifikasi.

Berdasarkan kelima tipe lembga sosial tersebut, dapat disimpulkan bahwa


setiap lembaga sosial memiliki pembagian dan tugas yang berbeda di setiap
masyarakatnya. Sesuai dengan tipe-tipe lembaga sosial yang ada dimasyarakat,
dapat disimpulkan bahwa ada beberapa tipe lembaga masyarakat yang dibagi
berdasarkan cara/golongannya masing-masing, yaitu:
tipe lembaga sosial menurut sudut perkembanganya
crescive institutions
enacted institutions
tipe lembaga sosial menurut sistem nilai-nilai yang diterima
masyarakat
Basic institutions
Subsidiary institutions
tipe lembaga sosial dari sudut penerimaan masyarakat
Sosial sanctioned institutions
Unsanctioned institutions
tipe lembaga sosial berdasarkan faktor penyebebnya
General institutions
Restricted institutions
tipe lembaga sosial berdasarkan fungsinya
Operative institutions
Regulative institutions
8

KESIMPULAN
1. Lembaga sosial adalah sistem norma dan penyatuan nilai melalui jaringan
proses hubungan antar manusia dan kelompok yang sesuai dengan minat
dan kepentingan individu dan kelompok yang berkisar pada suatu
kebutuhan pokok didalam kehidupan masyarakat.
2. Ada dua proses dalam pertumbuhan lembaga sosial dimasyarakat, yaitu
Melalui norma-norma masyarakat
Melalui sistem pengendalalian social
3. Sesuai dengan ciri-ciri dari lembaga masyarakatyang tertera tersebut,
dapat disimpulkan bahwa terdapat enam ciri yang dimiliki oleh lembaga
masyarakat yang dikemukakan oleh Gillin dan Gillin yaitu sebagai
berikut:
lembaga masyarakat adalah suatu organisasi pola pemikiran dan pola
perilaku yang terwujud melalui aktivitas masyarakat dan hasilnya.
suatu tingkat kekekalan tertentu merupakan ciri semua lebaga
kemasyarakatan.
lembaga masyarakat memiliki beberapa tujuan tertentu.
lembaga kemasyarakatan memiliki alat-alat perlengkapan yang digunakan
untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan.
lambang merupakan ciri khas dari lembaga masyarakat.
lembaga masyarakat memiliki tradisi baik yang tertulis maupun yang
tidak tertulis.
4. Sesuai dengan tipe-tipe lembaga sosial yang ada dimasyarakat, dapat
disimpulkan bahwa ada beberapa tipe lembaga masyarakat yang dibagi
berdasarkan cara/golongannya masing-masing.
Tipe lembaga sosial menurut sudut perkembanganya
Crescive institutions
Enacted institutions
Tipe lembaga sosial menurut sistem nilai-nilai yang diterima masyarakat
Basic institutions
Subsidiary institutions
Tipe lembaga sosial dari sudut penerimaan masyarakat
Sosial sanctioned institutions
Unsanctioned institutions
Tipe lembaga sosial berdasarkan faktor penyebebnya
General institutions
Restricted institutions
Tipe lembaga sosial berdasarkan fungsinya
Operative institutions
Regulative institutions

DAFTAR PUSTAKA
Juwanita,ika. 2011. “Lembaga Sosial”. (https://sosiologi.files.wordpress.com
diakses tanggal 15 november 2017 pukul 20.30.15 WIB)
9

Soekanto, Soerjono. 2015. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.